ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Analisis Strategi Menjawab Soal Matematika Ujian Akhir Semester bagi Siswa Lamban Belajar (Slow Learne. Kelas IV di SD Al-Ghofari Riris Rahmadini1. Nur hudayah Manjani2. Fahrur Rozi3. Syahrial4. Lidia Simanihuruk5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1,2,3,4,5 Universitas Negeri Medan1,2,3,4,5 canssheyela@gmail. com1, nh. manjani@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi menjawab soal matematika Ujian Akhir Semester (UAS) yang digunakan oleh siswa lamban belajar . low learne. kelas IV di SD AlGhofari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang siswa slow learner, dengan informan pendukung yaitu guru kelas, orang tua, dan teman sebaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles. Huberman, dan Saldana (MDAP) yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan sumber serta member check, dengan mengacu pada kriteria trustworthiness menurut Lincoln dan Guba yang meliputi credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan siswa slow learner dalam memahami soal meliputi membaca soal secara berulang dan mengidentifikasi informasi Dalam menyelesaikan soal, siswa cenderung menggunakan strategi sederhana seperti menghitung secara bertahap, menggunakan bantuan jari, serta mencoba-coba langkah Dalam menghadapi kesulitan, siswa menunjukkan kecenderungan untuk berhenti sejenak, mengulang membaca soal, serta mencari cara yang lebih mudah dipahami. Strategi yang digunakan masih bersifat konkret dan belum sepenuhnya sistematis, namun menunjukkan adanya upaya adaptasi terhadap keterbatasan kemampuan kognitif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran mengenai strategi siswa slow learner dalam menjawab soal matematika yang dapat menjadi dasar dalam pengembangan pembelajaran yang lebih Kata kunci: Strategi Menjawab Soal. Slow Learner. Matematika. Ujian Akhir Semester Abstract This study aims to analyze the strategies used by slow learner students in answering mathematics questions in the Final Semester Examination (UAS) in grade IV at SD Al-Ghofari. This study employed a qualitative approach with a case study design. The subject of this study was one slow learner student, supported by informants consisting of the classroom teacher, parents, and peers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the qualitative data analysis model of Miles. Huberman, and Saldaya (MDAP), which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through technique and source triangulation as well as member checking, referring to the trustworthiness criteria proposed by Lincoln and Guba, including credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings show that the strategies used by the slow learner student in understanding the questions include repeatedly reading the questions and identifying key information. In solving the problems, the student tends to use simple strategies such as step-by-step calculations, using fingers as aids, and trial-anderror approaches. When facing difficulties, the student tends to pause, reread the questions, and ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 look for easier ways to understand them. The strategies used are still concrete and not yet fully systematic, but they reflect adaptive efforts toward the student's cognitive limitations. Therefore, this study provides an overview of the strategies used by slow learner students in answering mathematics questions, which can serve as a basis for developing more appropriate instructional approaches. Keywords: Question Answering Strategies. Slow Learners. Mathematics. Final Exams PENDAHULUAN Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membantu perkembangan kemampuan akademik seluruh siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan belajar khusus seperti siswa lamban belajar . low learne. Siswa slow learner merupakan siswa yang memiliki kemampuan intelektual sedikit di bawah rata-rata, tetapi tidak termasuk kategori tunagrahita. Siswa dengan karakteristik ini umumnya mengalami kesulitan memahami materi pembelajaran, membutuhkan waktu lebih lama dalam memproses informasi, serta memerlukan pendampingan khusus dalam kegiatan belajar, terutama pada mata pelajaran matematika. Dalam konteks ini, kemampuan berpikir menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dikembangkan sejak dini. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar karena menuntut kemampuan berpikir logis, memahami konsep abstrak, dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Bagi siswa slow learner, kesulitan tersebut menjadi lebih kompleks ketika menghadapi soal evaluasi seperti Ujian Akhir Semester (UAS). Siswa sering mengalami kesulitan memahami isi soal, menentukan langkah penyelesaian, serta melakukan perhitungan secara tepat. Kondisi ini menyebabkan siswa membutuhkan strategi khusus dalam menjawab soal matematika agar dapat menyelesaikan tugas evaluasi dengan lebih baik. Siswa slow learner umumnya membutuhkan waktu lebih lama dalam memahami materi dan cenderung mengalami hambatan dalam berpikir abstrak. Penelitian Nurfadhillah et al. menunjukkan bahwa siswa dengan karakteristik ini memiliki keterbatasan dalam memahami konsep matematika dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih konkret dan bertahap. Selain itu. Aziz et al. menemukan bahwa siswa slow learner sering mengalami kesulitan dalam menghubungkan informasi dalam soal dengan konsep matematika yang telah dipelajari, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah. Fenomena tersebut juga ditemukan di SD Al-Ghofari, di mana siswa slow learner menunjukkan beberapa kesulitan selama pelaksanaan ujian matematika. Siswa cenderung membaca soal berulang kali, mengalami kebingungan ketika menghadapi soal cerita, lambat dalam melakukan perhitungan, serta sering meminta bantuan guru atau teman. Selain itu, siswa juga tampak kurang percaya diri ketika menjawab soal dan lebih sering menggunakan cara sederhana seperti menghitung dengan jari atau menyalin langkah yang pernah dicontohkan guru sebelumnya. Dalam pembelajaran matematika, strategi penyelesaian soal merupakan bagian penting dalam proses berpikir siswa. Menurut Polya, pemecahan masalah matematika ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 terdiri atas beberapa tahapan, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali jawaban. Namun, siswa slow learner sering mengalami hambatan pada setiap tahapan tersebut karena keterbatasan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan memahami informasi abstrak. Dalam konteks evaluasi pembelajaran. Ujian Akhir Semester (UAS) merupakan salah satu bentuk penilaian yang menuntut siswa untuk menerapkan kemampuan berpikir secara mandiri dalam menyelesaikan soal. Menurut Arifin . , kegiatan menjawab soal merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep yang telah dipelajari. Namun, bagi siswa slow learner, situasi ujian seringkali menjadi tantangan tersendiri karena mereka harus menghadapi keterbatasan waktu sekaligus tuntutan untuk berpikir secara sistematis. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kajian tentang slow learner masih didominasi oleh fokus pada faktor penyebab dan strategi pembelajaran guru. Misalnya, penelitian Supriyani et al. menekankan pada strategi guru dalam membantu siswa slow learner melalui pengulangan materi dan penggunaan media Sementara itu, penelitian Afan et al. menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan matematis siswa slow learner disebabkan oleh faktor internal seperti kemampuan kognitif dan motivasi belajar, serta faktor eksternal seperti lingkungan belajar yang kurang mendukung. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji strategi siswa dalam menjawab soal, khususnya dalam konteks ujian, masih terbatas. Selain itu, penelitian Sudinadji dan Kumaidi . menunjukkan bahwa strategi belajar individu, seperti self-regulated learning, berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam menghadapi ujian. Namun, penelitian tersebut lebih berfokus pada siswa reguler, sehingga belum memberikan gambaran spesifik mengenai strategi yang digunakan oleh siswa slow learner. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengkaji bagaimana siswa dengan karakteristik lamban belajar mengembangkan strategi dalam memahami dan menyelesaikan soal matematika. Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas metode pembelajaran atau strategi guru dalam membantu siswa slow learner. Sementara itu, penelitian yang secara khusus mengkaji strategi internal siswa slow learner dalam menjawab soal matematika pada situasi ujian masih relatif terbatas. Padahal, pemahaman terhadap strategi yang digunakan siswa sangat penting untuk membantu guru merancang pembelajaran dan evaluasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi siswa slow learner dalam menjawab soal matematika Ujian Akhir Semester di kelas IV SD AlGhofari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses berpikir, bentuk strategi yang digunakan siswa, serta hambatan yang dialami siswa selama menyelesaikan soal matematika. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai strategi siswa slow ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 learner dalam menjawab soal matematika. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi yang digunakan siswa slow learner dalam menjawab soal matematika Ujian Akhir Semester. Penelitian dilaksanakan di SD Al-Ghofari pada siswa kelas IV. Subjek penelitian adalah satu siswa yang teridentifikasi sebagai slow learner berdasarkan hasil observasi guru kelas, nilai akademik yang berada di bawah rata-rata kelas, serta kemampuan memahami materi yang lebih lambat dibandingkan siswa lainnya. Pemilihan satu subjek dilakukan karena penelitian ini berfokus pada eksplorasi mendalam terhadap proses berpikir dan strategi individual siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan selama siswa mengerjakan soal matematika Ujian Akhir Semester untuk mengetahui perilaku, respon, dan langkah-langkah yang digunakan siswa dalam menyelesaikan soal. Wawancara semi terstruktur dilakukan kepada siswa dan guru kelas untuk memperoleh informasi lebih mendalam mengenai kesulitan belajar, strategi menjawab soal, serta bentuk bantuan yang diberikan selama pembelajaran matematika. Dokumentasi berupa lembar jawaban siswa digunakan untuk memperkuat hasil observasi dan wawancara. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Validitas data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memastikan keakuratan data penelitian. Analisis data menggunakan model Miles. Huberman, dan Saldaya yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti memilih data penting terkait strategi siswa dalam menjawab soal Selanjutnya, data disajikan secara sistematis dalam bentuk deskripsi naratif dan tabel temuan penelitian. Tahap akhir dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan pola strategi dan kesulitan yang muncul selama penelitian berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa slow learner menggunakan beberapa strategi sederhana dalam menjawab soal matematika Ujian Akhir Semester. Strategi tersebut meliputi membaca soal secara berulang, menggunakan bantuan jari dalam berhitung, mencontoh pola pengerjaan yang pernah diajarkan guru, serta meminta bantuan ketika mengalami kesulitan memahami soal. Berdasarkan hasil observasi, siswa terlihat membaca soal sebanyak tiga hingga empat kali sebelum mulai menjawab pertanyaan. Hal ini dilakukan karena siswa mengalami kesulitan memahami isi soal, terutama pada soal cerita yang memuat informasi cukup panjang. Siswa cenderung memahami soal secara perlahan dan mencoba mencari kata kunci tertentu yang dianggap penting untuk menentukan operasi hitung yang akan digunakan. Dalam proses perhitungan, siswa lebih sering menggunakan bantuan jari untuk menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan. Pada soal yang membutuhkan langkah penyelesaian lebih kompleks, siswa tampak kebingungan dan beberapa kali ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 berhenti mengerjakan. Ketika menghadapi kesulitan tersebut, siswa mencoba mengingat kembali contoh soal yang pernah diberikan guru sebelumnya dan menyesuaikannya dengan soal yang sedang dikerjakan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa merasa kesulitan memahami soal yang terlalu panjang. Siswa menyatakan bahwa dirinya lebih mudah menjawab soal yang singkat dan memiliki contoh serupa dengan latihan sebelumnya. Selain itu, siswa juga mengaku sering merasa takut salah ketika menjawab soal matematika sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan ujian. Berdasarkan analisis data, strategi yang digunakan siswa dapat dikelompokkan menjadi empat bentuk, yaitu: . strategi memahami soal dengan membaca berulang, . strategi berhitung menggunakan bantuan konkret seperti jari, . strategi mengingat contoh penyelesaian yang pernah diajarkan guru, dan . strategi mencari bantuan ketika mengalami kesulitan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa slow learner cenderung menggunakan strategi konkret dan intuitif dibandingkan strategi pemecahan masalah yang sistematis. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan memori kerja dan kemampuan memahami informasi abstrak yang dimiliki siswa. Dalam teori Polya, siswa mengalami hambatan terutama pada tahap memahami masalah dan merencanakan Selain itu, siswa juga jarang melakukan pemeriksaan kembali terhadap jawaban yang telah dibuat. Setelah menemukan hasil perhitungan, siswa cenderung langsung berpindah ke soal berikutnya tanpa memastikan kebenaran jawabannya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa masih rendah, khususnya dalam memonitor proses berpikir sendiri selama menyelesaikan soal matematika. Hasil penelitian ini memperkuat pendapat bahwa siswa slow learner membutuhkan pembelajaran matematika yang lebih konkret, bertahap, dan disertai pendampingan intensif. Guru perlu memberikan latihan soal secara bertahap, menggunakan bahasa sederhana, serta memberikan contoh penyelesaian yang mudah dipahami siswa. Selain itu, penggunaan media konkret dan strategi scaffolding juga dapat membantu siswa memahami soal matematika dengan lebih baik. Meskipun penelitian ini memberikan gambaran mendalam mengenai strategi siswa slow learner, penelitian masih memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan satu subjek penelitian dan dilakukan pada konteks sekolah tertentu. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak subjek dan menggunakan pendekatan yang lebih luas agar hasil penelitian dapat dibandingkan secara lebih PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi menjawab soal matematika pada Ujian Akhir Semester yang digunakan oleh siswa lamban belajar . low learne. di kelas IV SD Al-Ghofari, dapat disimpulkan sebagai berikut: Strategi siswa slow learner dalam memahami soal matematika menunjukkan bahwa siswa memulai pengerjaan ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 dengan memperhatikan soal yang dituliskan guru di papan tulis, kemudian menyalin soal tersebut ke dalam lembar jawaban sebelum mulai mengerjakan. Siswa cenderung mengerjakan soal secara berurutan sesuai nomor yang tersedia serta membutuhkan waktu untuk memikirkan jawaban sebelum menuliskannya. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemahaman masih berlangsung secara bertahap dan belum didukung oleh kemampuan mengidentifikasi informasi penting secara efektif. Strategi tersebut menunjukkan bahwa siswa slow learner masih mengalami hambatan dalam memahami soal, merencanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali Oleh karena itu, guru perlu memberikan pendampingan yang lebih intensif, menggunakan pembelajaran bertahap, dan menyediakan latihan soal yang sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran matematika yang lebih inklusif bagi siswa slow Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah subjek yang lebih banyak dan mengembangkan kajian mengenai strategi pembelajaran yang efektif bagi siswa dengan kebutuhan belajar khusus di sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA