Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. Vol 9 No. Juli-Desember ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Studi Deskriptif Perilaku Sosial Budaya Selama Masa Kehamilan Di Aceh Socio-Cultural Behavior During Pregnancy In Tgk Syik Residence In Manyang. Kuta Blang District. Bireuen Regency Zahratul Misna1. Mariyati1*. Sarah Nadiya2. Agusri1. Dewi Hardiyanti1 Prodi Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Prodi Ilmu Gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe *Email: buahrenda@gmail. ABSTRAK Perkembangan sosial budaya dalam masyarakat merupakan suatu tanda bahwa masyarakat dalam suatu daerah tersebut telah mengalami suatu perubahan dalam proses berfikir. Perubahan sosial dan budaya bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Perilaku sosial budaya dalam merawat ibu hamil juga terus berkembang dari generasi ke generasi, menjadi sebuah peraturan tidak tertulis yang harus dipatuhi ibu postpartum dan keluarga agar tidak mendapat hukuman sosial ataupun karma Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu selama hamil sesuai sosial budaya di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif Sampel sebanyak 68 orang, dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket dan dianalisa secara computerisasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan perilaku sosial budaya selama masa kehamilan pada ibu hamil di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen sebagian besar pada kategori kadang-kadang . ,8%). Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengevaluasi kebijakan institusi pelayanan kesehatan ibu hamil dan menambah pemahaman tentang sosial budaya dalam kehamilan bagi tenaga kesehatan, agar dapat memberikan edukasi dan penyuluhan tentang sosial budaya yang negatif dan positif pada ibu hamil. Kata Kunci : Perilaku Sosial Budaya. Kehamilan ABSTRACT Socio-cultural development in society is a sign that the community in an area has experienced a change in the thinking process. Social and cultural changes can have positive or negative impacts. Socio-cultural behavior in caring for pregnant women also continues to develop from generation to generation, becoming an unwritten rule that must be obeyed by postpartum mothers and families so as not to receive social punishment or karma. This study aims to determine the behavior of mothers during Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember pregnancy according to socio-culture in the Tgk Syik Settlement in Manyang. Kuta Blang District. Bireuen Regency. This study uses a quantitative design with a descriptive approach, namely a research method used to clarify social symptoms through various research variables that are interrelated with each other. A sample of 68 people was selected using a simple random sampling technique. Data collection was carried out by distributing questionnaires. The results of the study showed that the application of socio-cultural behavior during pregnancy in pregnant women in the Tgk Syik Settlement in Manyang. Kuta Blang District. Bireuen Regency was mostly in the category of sometimes . 8%). It is hoped that health workers can evaluate the policies of health service institutions for pregnant women and increase understanding of socio-culture in pregnancy for health workers, so that they can provide education and counseling about negative and positive socio-culture for pregnant women. Keywords: Socio-Cultural Behavior. Pregnancy PENDAHULUAN Kehamilan merupakan harapan dan impian setiap pasangan suami dan istri, untuk melengkapi keramaian di dalam keluarga yang bahagia, kehamilan yang sehat dan memiliki buah hati yang cerdas itulah yang di idamkan oleh orang tua. Ibu hamil perlu mendapatkan perawatan selama kehamilan. Perawatan selama kehamilan atau antenatal care dapat dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan, senam hamil, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan lainnya (Siregar, 2. Masa kehamilan merupakan masa dimana ibu membutuhkan berbagai unsur gizi (Karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lema. yang lebih banyak daripada yang diperlukan dari keadaan tidak hamil. Gizi tersebut selain diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri diperlukan juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang ada didalam kandungan (Milah, 2. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017 bahwa lebih dari 80% wanita perkotaan cenderung menerima perawatan antenatal di Asia-Pasifik. Eropa Timur dan Amerika Latin dan Karibia, hanya 67% wanita perkotaan yang cenderung melakukannya di Afrika. ketidaksetaraan antara 20% terkaya dan 20% termiskin lebih tinggi di Afrika dan Asia-Pasifik dibandingkan dengan Eropa Timur dan LAC (Latin America and Carribea. Di wilayah Asia dan Afrika, diperkirakan peningkatan lebih dari 50% dalam cakupan kunjungan perawatan antenatal awal dari tahun 2015 hingga 2017 dicapai di lima wilayah: Afrika Utara. Asia Barat. Asia Selatan, daerah berkembang, dan Asia Tenggara. Perkiraan peningkatan cakupan terendah antara yaitu di Amerika Latin dan Karibia . ,5%), daerah-daerah maju . ,6%), dan Asia Timur . ,5%) (Siregar, 2. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 bahwa proporsi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan sebesar 95,4%, sedangkan yang tidak melakukan pemeriksaan sebanyak 4,6%. Jumlah ibu yang melakukan pemeriksaan tertinggi di Bali yaitu 99,6%, dan terendah di Papua yaitu 71,7%. Cakupan ANC K4 di Indonesia sebesar 70,4%. Angka cakupan ANC K4 tertinggi di Bali yaitu 90,3%, sedangkan ANC K4 terendah di Papua sebesar 56,3%. Menurut Hasil Riskesdas . , target renstra 2017 yaitu 76%, hasil SDKI 2017 yaitu 77% dan Hasil Sirkesnas 2016 yaitu 73%. Berdasarkan data Survei Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan bahwa cakupan K1 secara Nasional sebesar 73,5% serta cakupan K4 sebesar 72,8%. Bila dibandingkan tahun 2018 angka cakupan K4 mengalami sedikit peningkatan 74,1%. Data Dinas Kesehatan Aceh . menyatakan terdapat 8 kabupaten/kota yang persentase cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K-4 di atas target Rencana Strategis (Renstr. Pemerintah Aceh yang sebesar 82%. Capaian tertinggi berada di Kabupaten Aceh Tenggara 95%. Adapun terendah di Simeulue sebesar 59%. Rendahnya cakupan K-4 dikarenakan sasaran yang lebih besar dari jumlah real ibu hamil di lapangan, adanya mobilisasi ibu hamil ke luar wilayah, dan masih rendahnya kesadaran ibu hamil untuk secara teratur memeriksakan kehamilannya. Perkembangan sosial budaya dalam masyarakat merupakan suatu tanda bahwa masyarakat dalam suatu daerah tersebut telah mengalami suatu perubahan dalam proses berfikir. Perubahan sosial dan budaya bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Budaya dan Kesehatan mempunyai hubungan yang erat sebagai salah satu contoh suatu masyarakat desa yang sederhana dapat bertahan dengan cara pengobatan tertentu sesuai dengan tradisi mereka. Kebudayaan atau kultur dapat membentuk kebiasaan dan respons terhadap kesehatan dan penyakit dalam segala masyarakat tanpa memandang tingkatannya (Khana, 2. Ibu hamil di Aceh harus menghormati berbagai ketentuan misterius tertentu yang disebut pantang. Keteledoran memenuhi pantang tersebut diyakini berakibat buruk kepada perempuan hamil maupun calon bayi. Misalnya, perempuan hamil tidak boleh duduk di atas tangga, dikarenakan dapat menyebabkan proses kelahiran akan menjadi sulit, ibu hamil juga tidak boleh melihat kera karena dikuatirkan anaknya kelak akan mirip kera. Bila suami ke luar rumah pada malam hari, ia tidak boleh langsung pulang ke rumah melainkan harus singgah sebentar di suatu tempat, misalnya di meunasah. Selain itu, larangan bagi ibu hamil untuk melihat orang membunuh binatang. Alasannya, agar wajah anak yang dikandungnya tidak mirip dengan binatang yang dibunuh (Iffah, 2. Berbagai macam tradisi yang berkembang dan masih dipraktekkan dalam masyarakat Aceh. Salah satunya adalah tradisi peusijuk tujuh bulan bagi wanita hamil atau dalam bahasa daerah Aceh biasa disebut dengan adat mumee atau mee Prosesi tradisi mumee atau mee buu adalah suatu acara adat yang dilakukan oleh masyarakat Aceh sepanjang kehamilan dara baro . engantin bar. Acara ini masih banyak dilakukan terutama jika kehamilan anak pertama. Selain adat mumee atau mee buu ada beberapa pantangan dan mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat Aceh. Mitos-mitos tersebut masih kental pengaruhnya bagi wanita hamil di Aceh dan harus dijalani untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (Badriana, 2. Mitos-mitos kehamilan dapat memberikan pengaruh bagi perilaku ibu hamil baik itu positif maupun negatif seperti, tidak boleh duduk lama di depan pintu, jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan risiko kuning saat bayi lahir, sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir, tidak boleh duduk didepan pintu terlalu lama ibu susah untuk melahirkan, dan masih banyak lagi mitos kehamilan yang beredar di masyarakat (Ashriady, 2. Mitos-mitos dan pantangan ini bukan berarti ibu hamil harus banyak istirahat di rumah yang memang sangat diperlukan bagi ibu hamil, namun ibu hamil tetap diwajibkan untuk bekerja. Selain itu juga banyak ibu hamil yang menderita kekurangan kalori dan protein yang disebabkan begitu banyaknya pantangan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember makanan yang harus dituruti. Begitu banyak pantangan ataupun anjuran makanan yang harus dikonsumsi ataupun tidak dikonsumsi oleh ibu hamil. Semua aturan tersebut sebenarnya untuk menjaga si calon ibu supaya terhindar dari kesulitan apabila melahirkan nanti. Namun, kenyataannya justru aturan ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil maupun calon bayinya karena kekurangan asupan nutrisi selama kehamilan (Rohmah & Lestari, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian (Umami, 2. tentang Internalisasi Budaya Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar didapatkan 2% mendukung tabu dalam makanan dan sebanyak 52,4% mendukung norma/ kepercayaan yang bertentangan dengan kesehatan. Penelitian (Kartini, 2. tentang aspek budaya selama kehamilan pada masyarakat Suku Jawa diperoleh praktik perawatan kehamilan berdasarkan aspek budaya masih dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk pantangan makanan, larangan dan anjuran dalam berperilaku dan ritual atau upacara selama kehamilan, yang menjadi kearifan lokal masyarakat Jawa. Pengembangan perawatan kesehatan yang sesuai dengan budaya sangat penting untuk memberikan dukungan bagi ibu hamil pada masa transisi menjadi seorang ibu, dan juga untuk memberikan asuhan yang peka budaya dalam mengatasi masalah kesehatan yang terkait aspek keyakinan nilai budaya. Penelitian (Lisna. Mariyati, & Suryawati, 2. tentang Penerapan Perawatan Tradisional Aceh pada Ibu Postpartum didapatkan bahwa penerapan perawatan tradisional pada ibu postpartum berada pada kategori diterapkan sebanyak 27 responden . 3% dan jenis penerapan perawatan tradisional pada ibu postpartum yang paling banyak diterapkan yaitu sale sebanyak 27 responden . 3%) dan paling sedikit diterapkan yaitu terapi pijat sebanyak 20 responden . 6%). Beberapa pengobatan tradisional pada ibu nifas dapat memperburuk masalah kesehatan. Oleh karena itu, petugas kesehatan harus melakukan pencegahan melalui identifikasi dan promosi kesehatan. Penelitian (Kurnia & Galaupa, 2. tentang pengaruh pengetahuan dan budaya terhadap perawatan masa nifas pasca persalinan normal dan sectio caesarea di Wilayah Kerja Puskesmas Danau Indah diperoleh hasil uji statistik chi square pada ibu nifas persalinan normal diperoleh p value sebesar 0,024 < =0,05 terdapat hubungan antara budaya dengan perawatan masa nifas. Selain itu hasil uji statistik chi square pada ibu nifas persalinan section caesarea diperoleh p value sebesar 0,020 < =0,05 yang berarti terdapat hubungan antara budaya dengan perawatan masa nifas di Puskesmas Danau Indah. Hasil survei data awal di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen tanggal 16 Februari 2024 dari hasil wawancara terhadap 10 ibu hamil diperoleh 7 orang ibu mengatakan melakukan pantangan makan selama kehamilan dan pantang melakukan aktivitas diluar rumah dan 3 orang ibu mengatakan tidak melakukan pantangan makan dan tetap beraktivitas diluar rumah. Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPerilaku Sesuai Sosial Budaya Selama Masa Kehamilan di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten BireuenAy. Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember METODELOGI Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional yaitu yang dilakukan pada sekali waktu atau pada satu saat yang bersamaan (Machfoedz, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen berjumlah 81 ibu . ata April 2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sample size dengan menggunakan situs OpenEpi dengan nilai signfikansi 95% berjumlah 68 orang. Penelitian ini telah selesai dilaksanakan di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Pengumpulan data dilakukan kuesioner. Pengolahan data dilakukan secara manual yaitu melalui tahap editing, coding, processing, tabulating. Analisa penelitian ini menggunakan rumus persentase. HASIL PENELITIAN Analisa Univariat Data demografi Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik responden . Demografi Frekuensi Persentase Usia Ibu 17-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun Jumlah Gravida Primigravida Multigravida Grandmultigravida Jumlah Pendidikan Dasar Menengah Tinggi Jumlah Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Jumlah Tipe Keluarga Inti Besar Jumlah Berdasarkan tabel 1 di atas didapatkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori usia 26-35 tahun sebanyak 42 orang . ,8%). Multigravida sebanyak Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember 43 orang . ,3%), pendidikan responden menengah sebanyak 50 orang . ,5%), responden bekerja sebanyak 37 orang . ,4%), tipe keluarga inti sebanyak 45 orang . ,2%). Perilaku Sosial Budaya Selama Masa Kehamilan Tabel 2. Distribusi frekuensi perilaku sosial budaya selama masa kehamilan . Perilaku Sosial Budaya Jarang Kadang-kadang Sering Jumlah Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 2 di atas didapatkan bahwa mayoritas perilaku sosial budaya selama masa kehamilan pada kategori kadang-kadang sebanyak 58,8%. PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 2 di atas didapatkan bahwa mayoritas perilaku sosial budaya selama masa kehamilan pada kategori kadang-kadang sebanyak 58,8%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh soal dengan skor jawaban paling tinggi yaitu selama hamil ibu dilarang makan buah nenas karena dapat menyebabkan keguguran dan selama hamil ibu tidak boleh beraktivitas diluar rumah dapat meyebabkan ibu mengalami masalah saat melahirkan. Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain. berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca dan sebagainya. Sehingga disimpulkan bahwa perilaku merupakan semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak diamati langsung (Irwan, 2. Menurut Skinner dalam (Kholid, 2. merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori AuSO-RAy atau Stimulus-Organisme-Respon. Hal ini sejalan dengan penelitian (Umami, 2. tentang Internalisasi Budaya Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar didapatkan 2% mendukung tabu dalam makanan dan sebanyak 52,4% mendukung norma/ kepercayaan yang bertentangan dengan kesehatan. Penelitian (Kartini, 2. tentang Aspek Budaya selama Kehamilan pada Masyarakat Suku Jawa diperoleh praktik perawatan kehamilan berdasarkan aspek budaya masih dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk pantangan makanan, larangan dan anjuran dalam berperilaku dan ritual atau upacara selama kehamilan, yang menjadi kearifan lokal masyarakat Jawa. Pengembangan perawatan kesehatan yang sesuai dengan budaya sangat penting untuk memberikan dukungan bagi ibu hamil pada masa transisi menjadi seorang ibu, dan juga untuk memberikan asuhan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember yang peka budaya dalam mengatasi masalah kesehatan yang terkait aspek keyakinan nilai budaya. Penelitian (Lisna. Mariyati, & Suryawati, 2. tentang Penerapan Perawatan Tradisional Aceh Pada Ibu Postpartum didapatkan bahwa penerapan perawatan tradisional pada ibu postpartum berada pada kategori diterapkan sebanyak 27 responden . 3% dan jenis penerapan perawatan tradisional pada ibu postpartum yang paling banyak diterapkan yaitu sale sebanyak 27 responden . 3%) dan paling sedikit diterapkan yaitu terapi pijat sebanyak 20 responden . 6%). Beberapa pengobatan tradisional pada ibu nifas dapat memperburuk masalah kesehatan. Oleh karena itu, petugas kesehatan harus melakukan pencegahan melalui identifikasi dan promosi kesehatan. Lebih lanjut hasil penelitian (Mariyati & Tumansery, 2. menemukan perawatan tradisional yang dilakukan oleh ibu postpartum di Kota Sabang meliputi massage, penggunaan ramuan, pantangan makan dan aktivitas dan melakukan kompres di perut dengan menggunakan batu yang dipanaskan maupun ramuan tertentu. Obat radisional yang mudah diperoleh, bahan bakunya dapat ditanam di lingkungan sekitar (Andala & Safitri, 2. Selanjutnya, ada banyak pantangan dan anjuran yang tidak boleh dilakukan oleh wanita Aceh selama masa hamil dan nifas, dimana larangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk ibu namun juga suaminya. Beberapa larangan dan anjuran yang diterapkan oleh masyarakat seperti larangan untuk makan buah nenas, anjuran untuk selalu membaca surah Maryam dalam kitab suci Al-QurAoan dan larangan bagi suami untuk menyakiti binatang. Pemahaman tentang keyakinan budaya masyarakat yang berkaitan dengan Kesehatan, penyakit dan perawatan Kesehatan sangat diperlukan, sehingga tenaga Kesehatan dapat memberikan asuhan yang sesuai budaya. Perawatan yang sesuai budaya merupakan dorongan penyembuhan yang kuat untuk kualitas layanan Kesehatan bagi klien (Kartini, 2. Ibu hamil di Aceh harus menghormati berbagai ketentuan tertentu yang disebut pantangan. Kelalaian memenuhi pantang tersebut diyakini berakibat buruk kepada perempuan hamil maupun calon bayi. Misalnya, perempuan hamil tidak boleh duduk di atas tangga, dikarenakan dapat menyebabkan proses kelahiran akan menjadi sulit, ibu hamil juga tidak boleh melihat kera karena dikuatirkan anaknya kelak akan mirip kera. Bila suami ke luar rumah pada malam hari, ia tidak boleh langsung pulang ke rumah melainkan harus singgah sebentar di suatu tempat, misalnya di meunasah. Selain itu, larangan bagi ibu hamil untuk melihat orang membunuh binatang dikhawatirkan mengganggu janin dan kehamilan (Iffah, 2. Persepsi ibu hamil terhadap mitos kehamilan bisa memengaruhi kesehatan ibu dan anak. Misalnya, mitos kehamilan bisa menyebabkan ibu hamil kekurangan gizi, sehingga rentan mengalami anemia dan kurang energi kronis (KEK). Untuk menjaga kesehatan mental selama hamil, ibu hamil bisa melakukan hal-hal berikut: berkomunikasi dengan bayi, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan olahraga ringan, beristirahat yang cukup, bersikap terbuka pada dokter dan pasangan. Mitos-mitos kehamilan dapat memberikan pengaruh bagi perilaku ibu hamil baik itu positif maupun negatif seperti, tidak boleh duduk lama di depan pintu, jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan risiko kuning saat bayi lahir, sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir, tidak boleh duduk didepan pintu terlalu lama ibu susah untuk Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember melahirkan, dan masih banyak lagi mitos kehamilan yang beredar di masyarakat (Ashriady, 2. Salah satu mitos positif terhadap kehamilan ibu hamil adalah bahwa ibu hamil tetap boleh berolahraga. Olahraga selama 20Ae30 menit, 3Ae4 kali seminggu, dapat memberikan manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Beberapa pilihan olahraga yang baik untuk ibu hamil adalah: Senam hamil. Latihan Kegel. Berenang. Berjalan. Yoga dan pilates ibu hamil. Selain itu, mitos lain yang perlu diluruskan adalah bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan seksual. Ibu hamil dengan kehamilan normal dapat berhubungan seksual sampai air ketuban pecah. Hubungan seksual tidak membahayakan bayi karena kantong ketuban dan otot rahim melindungi bayi. Mitos-mitos tentang kehamilan yang masih banyak beredar di masyarakat diantaranya tidak boleh minum es karena bayinya akan besar, tidak boleh makanmakanan yang amis-amis misalnya makan udang karena persalinannya akan lama dan tidak boleh makan buah-buahan seperti nanas, durian, mentimun, mitos ini sangat dpercaya oleh sebagian masyarakat karena akan menyebabkan keguguran dan Faktanya mengonsumsi nenas dan mentimun justru disarankan karena kaya akan vitamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan (Iffah, 2. Penulis berasumsi bahwa responden mayoritas Kadang-kadang dikarenakan praktik perawatan kehamilan berdasarkan aspek budaya sebagian besar masih dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk pantangan makanan, larangan dan anjuran dalam berperilaku dan ritual atau upacara selama kehamilan ada yang berdampak negatif dan tidak sesuai dengan keilmuan medis. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan responden menengah sebanyak 50 orang . ,5%), dimana tingkat pendidikan juga mempunyai hubungan dengan tingkat kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin mudah menerima konsep hidup sehat secara mandiri, kreatif dan berkesinambungan. Selain itu mayoritas responden bekerja sebanyak 37 orang . ,4%) dan tipe keluarga inti sebanyak 45 orang . ,2%), hal ini penyerapan informasi lebih banyak ibu yang bekerja daripada ibu yang tidak bekerja serta ibu dengan tipe keluarga inti tidak terbebani dengan budaya sosial selama kehamilan dikarenakan tidak ada tekanan dari keluarga. Selain itu, responden yang Sering dikarenakan ada beberapa aspek budaya selama kehamilan yang memiliki dampak positif terhadap kehamilan penting untuk dipertahankan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti dilakukan mulai tanggal 28 Juni sampai dengan 10 Juli 2024 di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen, maka diperoleh hasil bahwa perilaku sosial budaya selama masa kehamilan di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen mayoritas pada kategori kadang-kadang . ,8%). SARAN