Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 PENDAMPINGAN LITERASI BACA TULIS BERBANTUAN KARTU PERMAINAN BAHASA DALAM PENGUATAN LITERASI DASAR DI SD N 6 YANGAPI Kadek Intan1. I Nengah Sueca2 Institut Teknologi dan Pendidikan Markadeya Bali Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan *e-mail: dekintan78@gmail. Su3ca,nngah@mail. Abstrak Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan penguatan literasi baca tulis siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi. Subjek pendampingan ini adalah siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi, yang berjumlah 35 orang. Objek dalam pendampingan ini adalah pendampingan literasi baca tulis. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini anatara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pendampingan literasi membaca beberapa siswa yang sebelumnya tidak tahu huruf, belum bisa membaca dua suku kata, atau tidak senang ketika diajarkan membaca telah mengalami perubahan. Kegiatan pendampingan ini dipenuhi dengan permainan dan ice breaking yang berkaitan dengan membaca, siswa merasa bersemangat setiap kali berpartisipasi. Akibatnya, siswa semakin tertarik untuk belajar membaca. Dengan adanya pendampingan yang tepat, keterampilan menulis anak kelas 1 dapat berkembang dengan baik. Kata kunci: Literasi, membaca, menulis. Abstract This mentoring activity aims to strengthen the reading and writing literacy of grade 1 students at SD N 6 Yangapi. The subjects of this assistance were 35 grade 1 students of SD N 6 Yangapi. The object of this assistance is assistance with reading and writing literacy. The methods used in this assistance include preparation, implementation and evaluation. The results of assisting with reading literacy for several students who previously did not know letters, could not read two syllables, or were not happy when being taught to read have changed. This mentoring activity is filled with games and ice breakers related to reading, students feel enthusiastic every time they participate. As a result, students are increasingly interested in learning to read. With the right guidance, grade 1 children's writing skills can develop well. Keywords: Literacy, reading, writing. PENDAHULUAN Pendidikan adalah sarana atau jembatan untuk manusia agar dapat mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang di dapat. Sebagaimana yang kita ketahui, tertuang di dalam UUD 1945 pasal 31 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan (Fitri, 2. Oleh karena itu, sudah jelas bahwa setiap orang berhak atas pendidikan. Pendidikan diharapkan dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkualitas, yang mampu memanfaatkan kemajuan saat ini dengan sebaik Kegiatan pendidikan tidak terlepas dari literasi. Menurut (Afnida & Suparno, 2. mengungkapkan literasi sejak usia dini sangat penting untuk perkembangan kemampuan bahasa anak. Literasi dapat mengajarkan anak-anak pengetahuan huruf, fonologi, pemahaman, kosakata, dan menulis dan membaca sebelum mereka dapat menulis dan membaca. Sedangkan menurut pendapat (Ramadhani Kurniawan & Afi Parnawi, 2. literasi bukan hanya tentang kemampuan seseorang untuk membaca dan menulis, tetapi juga tentang bagaimana mereka dapat menggunakan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain membahas ilmu pengetahuan, literasi juga merupakan aplikasi atau praktik langsung dari cara seseorang berperilaku atau melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran literasi baca tulis sangatlah penting untuk diajarkan karena peserta didik yang tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis akan mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajaran di kelas (Asrul et al. , 2. Diharapkan bahwa dengan menanamkan literasi sejak usia sekolah dasar, siswa akan terbiasa Ini akan memungkinkan mereka untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka sebagai bekal di masa mendatang (Setiawan & Sudigdo, 2. Namun, terkait pendidikan dan pembelajaran, hal itu Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 ditunjukkan dengan rendahnya minat baca di kalangan pelajar Indonesia seiring dengan rendahnya minat menulis (McGowan, 2. Rendahnya minat membaca dan menuluis sering kita jumpai, salah satunya dalam kegiatan pendampingan ini di laksanakan di SD N 6 Yangapi yang merupakan sekolah negeri yang terletak di Dusun Metra Kaja. Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali. Sekolah ini berdiri pada 1 Juli tahun 1987, serta SD N 6 Yangapi merupakan gugus inti nomor 3 di Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli. SD N 6 Yangapi mempunyai 12 orang guru di antaranya 1 kepala sekolah, 6 guru wali kelas, 1 guru Agama Hindu, 1 guru olahraga, dan 3 staf pegawai. Selama observasi yang dilakukan di Kelas 1 SD N 6 Yangapi. Kurangnya minat siswa dalam kegiatan membaca dan menulis dapat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurangnya media pembelajaran yang menarik, serta pelaksanaan pembelajaran yang kurang efektif di karanakan jumblah siswanya sebanyak 35 orang siswa. Guru masih keterbatasan dalam mengajarkan siswanya membaca serta masih terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca yang dimana dari hasil wawancara yakni dari jumlah 35 orang siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi hampir 80% siswa belum lancar membaca. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode pengajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa supaya lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Pernyataan ini sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan dari situasi kegiatan pembelajaran di kelas 1 yang dapat dilihat di gambar berikut : Gambar 1. Situasi kelas 1 saat proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran berbasis permainan telah terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan minat belajar siswa. Salah satu media yang dapat digunakan adalah kartu permainan bahasa, yang dirancang untuk mengintegrasikan unsur-unsur belajar dengan aktivitas bermain. Kartu permainan bahasa dapat membantu siswa dalam memahami kosakata, struktur kalimat, dan konsep bahasa lainnya secara menyenangkan dan Hal ini sejalan dengan penelitian (Mumpuni & Supriyanto, 2. Media kartu adalah salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Media kartu dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran membaca, menulis terutama di kelas rendah. Berdasarkan permasalahan diatas maka kegiatan pendampingan peneliti ingin mengangkat judul AuPendampingan Literasi Baca Tulis Berbentuk Kartu Permainan Bahasa Di SD N 6 YangapiAy METODE Kegiatan pendampingan ini dilaksankan di SD N 6 Yangapi yang terletak di Dusun Metra Kaja. Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali. Subjek dari pendampingan ini adalah siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi sebanyak 3 orang siswa. Pendampingan ini di lakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024. Krgiatan pendampingan ini di lakukan selama 1 kali dalam seminggu, yaitu pada hari Kamis selama 120 menit. Metode yang di gunakan dalam pendampingan ini menggukakan pendampingan belajar secara langsung di sekolah, dengan 3 tahapan yang di uraikan di bawah ini: Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 Persiapan Observasi dan Meminta izin kepada pihak Komunikasi tempat dan jam Pelaksanan Pelaksanaan baca tulis kelas 1 SD N 6 Yangapi Evaluasi Observasi Siswa Gambar 2. Langkah-langkah pelaksanaan pendampingan. Berdasarkan gambar diatas, metode pelaksanaan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan di SD N 6 Yangapi dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu: Tahap pertama, persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan yang meliputi : . Tim pendampingan melakukan wawancara dengan guru wali kelas 1 SD N 6 Yangapi. Tim pendampingan meminta izin kepada pihak sekolah bahwa akan melaksankan kegiatan pendampingan di kelas 1 SD N 6 Yangapi. Mahasiswa memberikan perhatian pada setiap siswa, terutama yang mengalami kesulitan membaca dan menulis, siswa yang lebih cepat memahami materi dapat membantu siswa lainnya, sehingga terjadi kolaborasi antar siswa. penentuan lokasi kegiatan di kelas 1 selama jam pelajaran pertama. Kegiatan berlangsung selama dua jam, dari pukul 07. 30 hingga 09. 30, dan dilakukan setiap hari kamis 1 minggu sekali. Tahap Kedua, tim pendampingan membantu 35 siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi. Tim membantu mereka mengenal huruf dan merangkai huruf menjadi suku kata sehingga mereka dapat merangkai huruf dan kata secara mandiri. Mereka juga diajarkan membaca tanpa mengeja dan menulis. Mereka juga bermain game dan ice breaking. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pembelajaran seperti taman kanak Ae kanak, dimana anak Ae anak akan diajarkan cara membaca yang baik dan benar. Pada saat ini anak akan diajarkan mengenali kata dengan media gambar, atau barang yang ada di sekitarnya. Disini anak juga akan diajarkan mengeja kata Ae kata baru agar anak dapat menggabungkan suku kata menjadi kalimat. Hal ini dilakukan karena pemahaman anak akan lebih baik bila diawali dengan pengetahuannya saat berbicara pengalaman di lingkingan Karena dengan jalan ini anak akan lebih didekatkan pada situasi nyata dan bermakna dalam Kegiatan pengabdian ini melibatkan beberapa mahasiswa sehingga proses pengabdian direncanakan akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah diatur dari bulan Agustus-Oktober. Tahap Ketiga, evaluasi hasil bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan kegiatan pendampingan telah tercapai, yakni berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan maka tim selanjutnya memasukan kegiatan belajar menulis karena terlihat anak telah mampu untuk membaca walaupun masih dalam kategori sedang dan Disini anakAeanak mulai diajarkan agar mampu untuk menulis kata demi kata sesuai dengan ejaan HASIL DAN PEMBAHASAN Program pendampingan literasi baca tulis yang dilakukan selama bulan Agustus Ae Oktober yang dilaksanakan di kelas 1 SD N 6 Yangapi, kegiatan pendampingan literasi membaca dimulai dengan melakukan observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru wali kelas 1. Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui keadaan siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan temuan observasi ini, tim pendampingan kemudian melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru wali kelas 1 untuk mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi di kelas, dengan melihat kondisi awal kemampuan baca dan tulis dari anak kelas 1 masih kurang bisa membaca dan menulis. Awal bulan Agustus 2024 sebanyak 35 orang anak mulai diberikan pendampingan dalam membaca, lewat proses bimbingan mengenal huruf hingga mengeja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 Gambar 3. Pelaksanaan kegiatan pendampingan literasi baca tulis. Pertama, sebelum memulai kegiatan tim pendamping melakukan kegiatan pembukaan, pengenalan. Ice Breaking, dan dilanjutkan dengan memberikan materi tentang huruf. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh 35 Mereka sangat antusias mengikuti dan menyimak materi yang diberikan oleh tim karena pada dasarnya mayoritas lembaga dalam memberikan kegiatan baca tulis hanya sebatas memanfaatkan media papan tulis dan buku saja, belum menggunakan kegiatan baca tulis melalui bermain sesuai dengan karateristik dan kebutuhan anak usia dini. Penggunaan kartu permainan bahasa dengan variasi kata yang beragam mendorong siswa untuk mengenal kata-kata baru. Sebagai contoh, dalam permainan AuSusun KataAy, siswa dikenalkan pada kata-kata yang berbeda setiap kali mereka bermain, sehingga secara bertahap memperkaya kosakata mereka. Penguasaan kosakata yang lebih luas memungkinkan siswa untuk lebih mudah membaca dan memahami teks sederhana yang mereka temui dalam kegiatan sehari-hari. Dalam satu kelas, terdapat perbedaan kemampuan yang cukup signifikan antara siswa yang cepat menangkap konsep literasi dengan siswa yang masih kesulitan mengenal Hal ini kadang membuat permainan kurang efektif bagi siswa yang mengalami kesulitan, karena mereka membutuhkan bantuan yang lebih intensif. Anak kelas 1, keterampilan motorik halus siswa, yang diperlukan untuk mengendalikan gerakan tangan dan jari dalam menulis, belum sepenuhnya matang. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan memegang pensil dengan benar, mengatur tekanan tangan, serta menggerakkan pensil dengan lancar di atas kertas. Keterbatasan ini membuat mereka sering merasa lelah saat menulis dan menghasilkan tulisan yang belum rapi atau mudah terbaca. Siswa kelas 1 biasanya masih dalam tahap awal mengenali bentuk dan nama huruf alfabet. Mereka sering kali kesulitan membedakan huruf yang memiliki bentuk mirip, seperti AubAy dan AudAy atau AupAy dan Auq. Ay Proses ini membutuhkan latihan yang cukup banyak agar siswa terbiasa dengan bentuk huruf dan dapat menuliskannya dengan benar tanpa merasa bingung. Selain mengenal huruf, siswa kelas 1 juga perlu belajar merangkai huruf-huruf menjadi kata. Proses ini memerlukan pemahaman tentang suku kata dan fonetik, yang bagi beberapa siswa adalah konsep yang rumit. Kesulitan ini menyebabkan siswa merasa bingung saat menulis kata-kata yang lebih panjang, dan mereka cenderung lebih nyaman menulis kata-kata yang pendek atau sederhana. Gambar 4. Pelaksanaan kegiatan pendampingan literasi baca tulis. Setelah anak-anak mengenali huruf, mereka mulai belajar menggabungkannya menjadi suku kata dan kata Contohnya, mereka diajarkan untuk menulis kata seperti "mama", "papa", atau "bola" dengan merangkai huruf-huruf yang telah mereka kuasai. Latihan ini membantu anak memahami konsep kata dan Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 mengenali bagaimana huruf membentuk kata bermakna. Pada tahap ini, anak-anak mulai belajar menyusun katakata menjadi kalimat sederhana. Permainan Tebak Kata yang digunakan dalam pendampingan literasi membaca dan menulis, tebak kata adalah permainan yang melibatkan proses menebak kata-kata berdasarkan petunjuk, baik melalui deskripsi, gambar, atau pengelompok huruf. Dalam permainan ini, tim pendampingan dapat menyebutkan deskripsi singkat atau menunjukkan gambar, dan anak diminta menebak kata yang sesuai. Permainan ini bisa menggunakan kartu kata, gambar, atau gerakan tubuh. Melalui kegiatan ini pendidikan yang dirancang untuk memperkenalkan dan memperkuat kemampuan literasi anak-anak usia dini, terutama siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi. Permainan ini menawarkan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar, keterampilan literasi dasar, serta kemampuan berpikir kritis anak. Permainan Tebak Kata adalah cara yang efektif untuk mengajarkan literasi kepada anak-anak kelas 1 SD dengan suasana yang menyenangkan. Aktivitas ini melatih anak dalam mengenali huruf, mengembangkan kosa kata, dan membangun keterampilan berpikir kritis. Dengan strategi yang tepat dan variasi permainan yang menarik, guru dan orang tua dapat menggunakan permainan ini sebagai sarana pembelajaran yang bermanfaat dan membangkitkan minat baca tulis pada anak-anak sejak dini Kedua, kegiatan pendampingan ini memiliki potensi untuk mengubah literasi membaca dan menulis siswa di kelas 1 SD N 6 Yangapi. Ini ditunjukkan oleh perubahan kemampuan siswa. Berdasarkan hasil observasi awal, guru dan kepala sekolah menunjukkan bahwa hampir 90% siswa belum lancar membaca. Namun, seiring dengan pendampingan, beberapa siswa yang sebelumnya tidak tahu huruf, belum bisa membaca dua suku kata, atau tidak senang ketika diajarkan membaca telah mengalami perubahan. Perubahan ini adalah kemampuan untuk membaca dua suku kata dari sebelumnya yang sama sekali tidak tahu huruf. Selain itu, karena kegiatan pendampingan ini dipenuhi dengan permainan dan ice breaking yang berkaitan dengan membaca, siswa merasa bersemangat setiap kali berpartisipasi. Akibatnya, siswa semakin tertarik untuk belajar membaca. Dengan adanya pendampingan yang tepat, keterampilan menulis anak kelas 1 dapat berkembang dengan baik. Tahap ini menjadi dasar penting bagi anak untuk memasuki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan mengembangkan kemampuan literasi yang lebih kompleks. Gambar 5. Evaluasi Pelaksanaan kegiatan pendampingan literasi baca tulis. KESIMPULAN Pendampingan literasi berbentuk kartu permainan bahasa di kelas 1 SD adalah inovasi yang efektif dan menarik dalam memperkuat kemampuan literasi dasar anak. Melalui aktivitas permainan, anak-anak diajak untuk mengenal huruf, merangkai kata, dan menyusun kalimat sederhana secara menyenangkan. Selain meningkatkan keterampilan literasi juga menumbuhkan minat baca tulis dan keterampilan sosial pada anak sejak Dengan pendampingan yang konsisten dan dukungan dari guru serta orang tua, kegiatan ini dapat menciptakan fondasi literasi yang kuat bagi anak-anak untuk perkembangan akademis di masa depan. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan tulus, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan pendampingan ini. Terima kasih kepada seluruh pihak SD N 6 Yangapi yang telah memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan pendampingan. Serta kepada dosen pembimbing I Nengah Sueca. Pd. Pd, yang telah memberikan bimbingan yang berharga. Terima kasih yang mendalam juga penulis sampaikan kepada tim KKN dan tim pendampingan atas dedikasi dan kerja kerasnya. Tidak lupa, terima kasih kepada siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi yang menunjukkan semangat dan usaha dalam meraih pendidikan yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA