HUBUNGAN PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT DAN MINAT MENULIS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS Vi SMPN 14 BANDAR LAMPUNG Abdul Khanif SMPN 14 Bandar Lampung abdulkhanif@gmail. How to cite . n APA Styl. : Khanif. Abdul. Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14 . , pp. Abstract: This study aims to describe the correlation between sentence structure mastery and writing interest with the exposition writing ability in class Vi SMPN 14 Bandar Lampung in the 2020/2021 academic year. This research is due to the fact in the field that the ability to write exposition, mastery of sentence structure and interest in writing needs to be developed. The method used in this research is a questionnaire and a test. Testing the research hypothesis using the correlation coefficient test, product moment and multiple correlation. Previously, the analysis requirements test was carried out, namely the normality and linearity test of the The results showed that: . There is a positive and significant correlation between mastery of sentence structure and the ability to write exposition. There is a positive and significant correlation between writing interest and the ability to write exposition. There is a significant correlation between mastery of sentence structure and writing interest with the ability to write exposition. Keywords: sentence structure, writing interest, write exposition ability Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan hubungan penguasaan struktur kalimat dan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi pada siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini karena adanya kenyataan di lapangan bahwa kemampuan menulis Eksposisi. Penguasaan struktur kalimat dan minat menulis perlu di kembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan tes. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji koofesien korelasi, product moment dan korelasi Sebelumnya dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dam linierlitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Terdapat hubungan positif dan signifikan antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi. Terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi. Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung Kata kunci: penguasaan struktur kalimat, minat menulis, kemampuan menulis PENDAHULUAN Sebagai salah satu kemampuan berbahasa, menulis merupakan kemampuan yang kompleks. Dikatakan demikian karena untuk dapat mampu mengarang, seorang harus menguasai berbagai hal yang dapat mendukung keterampilan Salah satu jenis tulisan dalam bentuk karangan adalah eksposisi. Eksposisi adalah kemampuan memaparkan sesuatu dengan jujur, tanpa rasa emosional yang berlebihan, realistis dan tidak menghambur-hamburkan kata secara tak perlu, pengungkapan jelas dan teratur sehingga menyakini para pembacanya mengerti apa yang hendaknya disampaikan penulis. Penguasaan ejaan, kosakata, struktur kalimat, dan paragraf merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh penulis. Oleh karena itu, tulisan yang dihasilkan penulis merupakan tulisan yang mudah dipahami oleh pembacanya. Kalimat-kalimat yang digunakannya terstruktur dalam mengarang tersebut. Penguasaan kosakata siswa turut menentukan ketercapaian ide/gagasan kepada orang lain. Kemampuan menulis ini penting artinya bagi siswa. Kemampuan menulis memungkinkan siswa untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman ke berbagai pihak melalui tulisan. Mengingat begitu pentingnya kemampuan menulis, aspek menulis selalu ada pada setiap kurikulum pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun pendidikan Menulis merupakan salah satu kompetensi dasar dalam pembinaan Untuk membelajarkan siswa agar mampu berkomunikasi khususnya dalam bahasa tulis, pelaksanan pembelajaran menulis hendaknya diarahkan pada kegiatan praktik menulis secara terus-menerus dengan memperhatikan kaidahkaidah penulisan yang benar. Dengan adanya pengajaran menulis di kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung, diharapkan siswa mampu menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf baik naratif, deskriptif, dan ekspositif. Dalam hal ini, siswa dituntut untuk mengunakan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan, seperti mengunakan ejaan dengan tepat dan konsisten, pemakaian kosakata, dan struktur kalimat dengan benar. Jika ini dilakukan, tidak sulit bagi pembaca untuk memahami maksud penulis. Pada kenyatannya, dewasa ini banyak sekali tulisan atau hasil menulis siswa yang belum memuaskan atau jauh dari kesempurnaan. Berbagai surat kabar maupun pihak lain banyak yang mengatakan bahwa kemampuan mengarang para pelajar masih lemah. Mereka belum dapat menyatakan ide atau gagasan secara sempurna, pemakaian kosakata yang cenderung monoton dalam arti tidak bervariasi, struktur . kalimat yang kurang baik. Hal ini jelas bahwa antara tuntutan kurikulum dangan pelaksanaan pengajaran bahasa khusunya kemampuan menulis di kelas belum mencapai kesesuaian atau belum seperti yang diharapkan. Dalam kegiatan belajar-mengajar bahasa Indonesia, khusunya ditemukan berbagai kendala, seperti motivasi belajar siswa yang kurang, minat siswa terhadap Abdul Khanif LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 193-208 mata pelajaran bahasa Indonesia juga kurang, materi yang disampaikan kurang menarik, metode yang digunakan oleh guru kurang tepat dan tidak variatif, media pengajaran sering ditiadakan, sarana penunjang pembelajaran belum memadai, dan kegiatan belajar-mengajar sering terpusat kepada guru. Kenyataan ini diduga sebagai penyebab hasil kegiatan belajar-mengajar bahas Indonesia yang masih belum memenuhi standar ketuntasan belajar yang telah ditetapkan. Minat menulis siswa yang rendah dapat berpengaruh pada hasil kemampuan menulis eksposisi karena minat menulis merupakan dorongan bagi siswa untuk menunjukkan perhatiannya terhadap sesuatu yang menarik atau menyenangkan. Minat yang besar yang ditunjukkan siswa pada kemampuan menulis tentu mendorong dirinya untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas. Akan tetapi, setiap siswa tentu saja memiliki minat yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut biasa terjadi karena setiap individu memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam hal keberminatan terhadap suatu kegiatan. Dalam kegiatan belajar mengajar yang harus diperhatikan oleh guru bahasa Indonesia kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2020/2021, meliputi berbagai hal. Guru harus bisa meningkatkan motivasi dan minat belajar. Cara yang tepat dilakukan yaitu materi pelajaran menarik. Kegiatan mengunakan metode mengajar yang tepat atau variatif. Guru hendaknya mengunakan media pelajaran dan memusatkan kegiatan belajar-mengajar pada siswa. Guru harus bisa menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan pemerintah serta masyarakat yang semakin berkembang. Guru harus benar-benar menguasai materi yang disampaikan. Atas dasar pemikiran tersebut, yang perlu mendapatkan perhatian dalam kajian penelitian ini adalah penguasaan struktur kalimat yang berkaitan dengan fungsi kalimat serta minat menulis karena merupakan unsur penting dalam berbahasa Indonesia, khusunya mengarang KAJIAN TEORI Untuk memperkuat dan mengarahkan penelitian, pada bagian ini dibahas secara teoretis tentang . kemampuan menulis eksposisi, . minat menulis, . penguasaan struktur kalimat, dan . hipotesis penelitian. Kemampuan Menulis Eksposisi Menurut Nurgiyantoro . 3: . , menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur bahasa. Sedangkan menurut Suparno dan Mohammad Yunus . 8: 1. , menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan . dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat yaitu . penulis sebagai penyampai pesan, . isi tulisan atau pesan, . saluran atau medianya berupa tulisan dan . pembaca sebagai penerima pesan. Di lain pihak. Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung Heuken . mengatakan bahwa menulis adalah menggungkapkan sesuatu dengan jujur, tanpa rasa emosional yang berlebihan, realitas, dan tidak menghambur-hamburkan kata secara tidak perlu. Pengungkapan mesti jelas dan teratur, sehingga para pembacanya mengerti apa yang hendak di- sampaikan pengarang (Wicaksono et al, 2. Dengan demikian, menulis adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk meyampaikan ide, pikiran kepada orang lain dengan menggunakan tulisan sebagai medianya. Mengarang juga dapat dikatakan sebuah ungkapan gagasan dan penyampaian melalui bahasa tulis kepada masyarakat pembaca untuk dipahami. Berlanjut ke karangan eksposisi. Nasucha . 9: . dalam bukunya mengungkapkan paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf eksposisi biasanya digunakan untuk menyajikan pengetahuan ilmu, definisi, pengertian, langkah-langkah suatu kegiatan, metode, cara dan proses terjadinya sesuatu. Lain halnya dengan Alwasilah . 5: . yang menyatakan eksposisi adalah tulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. Penulis berniat untuk memberi petunjuk kepada pembaca. Eksposisi mengandalkan strategi pengembangan alinea seperti lewat pemberian contoh, proses, sebab-akibat, klasifikasi, definisi, analisis, komparasi dan kontras. Kemudian, kemampuan menulis eksposisi adalah kemampuan memaparkan sesuatu dengan jujur, tanpa rasa emosional yang berlebihan, realistis, dan tidak menghambur-hamburkan kita secara tak perlu, pengungkapkan mesti jelas dan teratur sehingga menyakini para pembacanya mengerti apa yang hendaknya disampaikan pengarang (Heuken, 2008:. Hal yang serupa kembali dijelaskan oleh Akhadiah, . mengungkapkan bahwa kemampuan menulis merupakan kemampuan yang kompleks yang menuntut sejumlah pengetahuan dan Dalam penentuan indikator dan pemberian skor mengarang eksposisi yaitu: kesesuaian judul dengan isi, penggunaan dan penulisan ejaan, pemilihan kata/diksi, struktur kalimat, kepaduan antar paragraf, isi keseluruhan, dan kerapian Penguasaan Struktur Kalimat Kridalaksana . mengungkapkan bahwa kalimat adalah suatu bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan baik secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa. Sedangkan Arifin dan Tasai, . mengungkapkan kalimat merupakan suatu bagian yang selesai dan menunjukkan pikiran lengkap. Pikiran lengkap yang dimaksud adalah informasi yang didukung oleh pikiran yang utuh. Sekurang-kurangnya kalimat itu memilik subjek atau pokok kalimat dan predikat atau sebutan. Kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan ini hanya dapat disebut dengan frasa. Inilah yang membedakan antara kalimat dan frasa. Sejalan dengan pendapat tersebut. Abdul Khanif LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 193-208 Ramlan, . 9: . mengatakan kalimat adalah satuan gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang di- sertai nada akhir turun dan naik. Berdasarkan pendapat di atas, kalimat dapat dibedakan dari satuan-satuan gramatik dengan ciri-ciri yang dimilikinya yaitu : . unit terkecil dari pernyataan yang lengkap, . kata sebagai unsur terkecil, . aturan tertentu dalam menyusun unsur-unsurnya, . berdiri sendiri dalam ujaran, . mempunyai pola intonasi final, . mempunyai kelengkapan ujaran yang menyangkut kelengkapan makna, . terdiri dari klausa. Struktur kalimat dapat terdiri atas unsur subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. Fungsi struktur kalimat juga umumnya berwujud rentetan kata yang disusun sesuai dengan kaidah yang berlaku sehingga dapat membentuk suatu kalimat yang baik sesuai dengan kaidah kebahasaan. Tiap kata dalam satu kalimat mempunyai tiga klasifikasi, yaitu kategori kalimat, peran kalimat, fungsi kalimat. Yanti . menegaskan bahwa kalimat efektif mempunyai ciri-citi khas, yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan pernalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa. Hakikat Minat Menulis Winkel . menyatakan minat adalah kesadaran seseorang bahwa suatu objek, suatu soal atau suatu situasi kondisi mengandung sangkut paut dengan Pendapat ini didukung oleh Menurut Hilgard . ang dikutip oleh Slameto, 2003: . yang mengatakan bahwa minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan danmengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorangdiperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Menurut Darwis . menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk tujuan, misalnya memberitahu, meyakinkan, dan Tarigan . berpendapat bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Berbeda dengan kedua pakar sebelumnya. Dalman . berpendapat bahwa menulis adalah proses penyampaian pikiran, angan-angan, perasaan dalam bentuk lambang atau tanda atau tulisan yang bermakna. Sedangkan Tarigan . menjelaskan ada empat faktor yang mempengaruhi minat yakni kondisi fisik, kondisi mental, status emosi, dan lingkungan sosial. Dapat disimpulkan bahwa hakikat minat menulis adalah minat sebagai dorongan yang menujukkan perhatian individu terhadap objek yang menarik dan menyenangkan jika individu memperhatikan suatu objek yang menyenangkan, cenderung akan lebih aktif dengan objek tersebut dan satuan rangkaian proses bagaimana memulai memikirkan gagasan yang akan disampaikan kepada pembaca sampai dengan menceritakan cara mengungkapkan dalam rangkaian kalimat. METODE Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung Penulis memilih metode survei dengan teknik analisis korelasional. Metode ini digunakan agar dapat mengamati objek secara langsung (Hadi, 2004:. Teknik analisis korelasional bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan serta seberapa erat hubungan itu. Peneilitian ini meneliti sejauh mana variasi pada satu faktor atau lebih berkaitan dengan variasi pada faktor lain. Populasi yang dijadikan subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 310 orang. Dalam penelitian ini diambil siswa dari kelas Vi-1 sampai dengan Vi-8. Dalam menentukan sampel, penulis berpedoman dengan Arikunto . apabila jumlah subjeknya besar, diambil antara 10-15%, atau 20-25%, atau lebih dari jumlah populasi. Dalam penelitian ini diambil sampel sebesar 12,5 Jadi, jumlah sampel sebanyak 12,5% x 310 = 40 orang siswa yang dibulatkan. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen penelitian, instrumen yang digunakan adalah instrumen minat menulis yang menggunakan angket penelitian yang diberikan kepada seluruh siswa yang dijadikan sampel penelitian. Instrumen penguasaan struktur kalimat siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan menggunakan instrumen soal tes pilihan ganda. Soal tes pilihan ganda ini diberikan kepada siswa yang telah dijadikan sampel secara langsung tanpa diwakilkan. Untuk mengukur kemampuan menulis eksposisi harus menggunakan tes unjuk kerja, yaitu membuat karangan eksposisi dengan tema yang telah ditentukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hubungan antar Penguasaan Struktur Kalimat dengan Kemampuan Menulis Eksposisi Hipotesis pertama menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan struktur kalimat (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y). Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara penguasaan struktur kalimat hanya menggunakan uji korelasi dan regrasi,Uji tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antarvariabel agar saling melengkapi dan memperjelas temuan yang akan disimpulkan. Analisis korelasi sederhanan ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel prediktor dengan variabel respon. Kekuatan hubungan antara penguasaan struktur kalimat (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y) ditunjukan oleh koefisien korelasi r= 0,772. Uji signifikan koefisien korelasi tersebut tercantum pada tabel berikut. Tabel 1. Uji Signifikan Korelasi Sederhana antara X1 dengan Y Korelasi anata Koefisien Korelasi Koefisien Signifikan Determinasi X1 dengan Y 0,772 0,596 0,000 Sumber : oleh Data Hasil Penelitian Tahun 2021 Keterangan : Abdul Khanif LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 193-208 Y :Kemampuan Menulis Eksposisi X1:Penguasaan Struktur Kalimat ry1: Koefisien Korelasi antara X1 dengan Y Hasil uji signifikan koefisien tersebut menujukkan bahwa hipotesis nol ditolak karena rhitung =0,772> rtabel=0,312. Hal ini dapat disimpulkan bahwa keofisien antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi sebesar 0,772 adalah sangat signifikan. Dengan demikan, terdapat hubungan yang positif antara penguasaan struktur kalimat (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y). Hal ini dapat dikatakan bahwa semakin tinggi penguasaan struktur kalimat maka semakin tinggi kemampuan menulis eksposisi siswa. Koefisien determinasinya adalah (R. 2=0,596 atau 59,60%. Hal ini berarti bahwa kontribusi penguasaan struktur kalimat (X. sebesar 59,60% terhadap kemampuan menulis eksposisi (Y). Artinya, kemampuan menulis eksposisi ini dapat ditingkatkan melalui peningkatan penguasaan struktur kalimat pada siswa karena memiliki kontribusi sebesar 59,60%. Setelah dianalisis dengan korelasi sederhanan, dilakukan analisis regresi hasil analisis menunjukkan bahwa antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi linieritas persamaan regresi tercantum dalam tabel di bawah ini: Tabel 2. Uji Signifikan Regresi Y atas X1 dengan Persamaan Regresi Y=55,474 1,560X1 Sumber Variansi RJK Regresi . 5498,339 5498,339 3727,436 98,090 9225,775 Sumber: Data Hasil Penelitian Tahun 2021 Keterangan : Dk : Derajat kebiasaan JK: Jumlah Kuadrat RJK: Rata-rata Jumlah Kuadrat Dengan melihat hasil yang diperoleh tersebut, persamaan regeresi Y=55,474 1,560 X1 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu skor penguasaan struktur kalimat akan menyebabkan kenaikan skor kemampuan menulis eksposisi sebesar 1,560 pada konstanta 55,474. Aspek dalam penguasaan struktur kalimat yang memiliki kontribusi terhadap kemampuan menulis eksposisi meliputi yaitu penguasaan unsur . subjek, . predikat, . objek, . keterangan, dan . Ini menunjukkan bahwa untuk dapat memiliki kemampuan menulis eksposisi yang tinggi harus memiliki penguasaan struktur kalimat yang tinggi, yaitu kemampuan siswa memahami susunan bagian-bagaian yang relatif tetap dalam membentuk suatu kalimat, seperti unsur-unsur subjek, predikat, objek, keterangan dan Aspek kemampuan mengarang eksposisi yang dapat ditingkatkan melalui peningkatkan penguasaan struktur kalimat memiliki unsur-unsur menulis Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung eksposisi, yaitu . kemampuan mengembangkan gagasan sesuai dengan tema, serta kemampuan menyesuaikan judul dengan isi, . kemampuan mengorganisasi isi karangan, yaitu kemampuan dalam penggunaan struktur kalimat, kepaduan antarkalimat, dan kepaduan antarparagraf, . kemampuan menggunakan diksi/kata, yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai, . kemampuan menggunakan ejaan, maksudnya adalah kemampuan dalam menentukan ejaan yang digunakan. Jika penguasaan struktur kalimat siswa tinggi, kemampuan menulis eksposisi siswa juga dapat meningkat karena siswa mampu mengungkapkan ide atau informasi kepada orang lain secara efektif. Oleh karena itu, penguasaan struktur kalimat yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan menulis eksposisi siswa. Hubungan antara Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi Hipotesis kedua menyebutkan terdapat hubungan yang signifikan antara minat menulis . dengan kemampuan menulis eksposisi (Y), uji yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara minat menulis (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y) menggunakan uji korelasi sederhana. Analisis korelasi ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel prediktor dengan variabel respon. Kekuatan hubungan antara minat menulis kalimat (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y) ditunjukkan oleh koefisien korelasi r = 0,713. Tabel 3. Uji Signifikan Koefisien Korelasi Sederhanan antara X2 dengan Y Korelasi antara Koefisien Korelasi Koefisien Signifikansi Determinasi X2 dengan Y 0,713 0,508 Sumber : Oleh Data Hasil Penelitian Tahun 2021 Keterangan : Y= Kemampuan menulis eksposisi X2= Minat menulis Hasil uji signifikan koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak karena rhitung =0,713>rtabel=0,312. Hal ini dapat disimpulkan nol ditolak karena korelasi antara penguasaan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi sebesar 0,713 adalah signifikan. Dengan demikian, terdapat hubungan yang positif antara penguasaan minat menulis (X. dengan kamampuan menulis eksposisi (Y). Hal tersebut dapat dikatakan bahwa semakin tinggi minat menulis maka semakin tinggi pula kemampuan menulis eksposisi Koefisien determinasinya adalah (R. = . 2=0,508 atau 50,80%. Data ini membuktikan bahwa kontribusi penguasaan minat menulis terhadap kemampuan menulis eksposisi sebesar 50,0%. Artinya, kemampuan menulis eksposisi ini dapat ditingkatkan melalui minat menulis siswa karena memiliki kontribusi sebesar 50,80%. Setelah data dianalisis menggunakan korelasi sederhana, selanjutnya data dianalisis dengan regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara penguasaan minat menulis dngan kemampuan menulis eksposisi ditunjukan Abdul Khanif LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 193-208 oleh persamaan regeresi Y=16,618 1,176x2. Uji signifikan linearitas persamaan regeresi tercantum dalam tabel di bawah ini. Sumber Variasi Regresi . Tabel 4. Uji Signifikan Regresi Y atas X2 dengan Pesamaan Regresi Y= 16,618 1,176X2 RJK Signifikan 4690,097 4535, 678 9225,775 Sumber : Olah Data Hasil Penelitian Tahun 2021 Keterangan : Dk : Derajat Kebiasaan JK: Jumlah Kuadrat RJK:Rata-rata Jumlah Kuadrat Dengan melihat hasil yang diperoleh tersebut, persamaan regersi Y=16,618 1,176X2 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu skor minat menulis akan menyebabkan skor kemampuan menulis eksposisi sebesar 1,176 pada konstanta. Aspek dalam minat menulis yang memiliki konstribusi terhadap kemampuan menulis eksposisi sebesar 1,176 pada konstanta 16,618. Aspek dalam minat menulis siswa yang memiliki kontribusi terhadap kemampuan menulis eksposisi meliputi yaitu: . kesadaran, . kemampuan, . senang, dan . Ini menunjukkan bahwa untuk mendapat memiliki kemampuan menulis eksposisi yang tinggi harus memiliki aspek-aspek minat menulis yang tinggi. Aspek kemampuan menulis eksposisi yang dapat ditingkatkan melalui peningkatan penguasaan minat menulis meliputi unsur-unsur menulis eksposisi, yaitu . kemampuan mengembangkan gagasan sesuai dengan tema, serta kemampuan menyesuaikan judul dengan isi, . kemampuan mengorganisasi isi karangan, yaitu kemampuan dalam pengunaan struktruk kalimat kepaduan antarkalimat, dan kepaduan antarparagraf, . kemampuan mengunakan diksi/kata, yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai, . kemampuan menemukan ejaan, maksudnya adalah kemampuan dalam menentukan ejaan yang digunakan. Jika penguasaan struktur kalimat siswa tinggi, kemampuan menulis eksposisi sisa juga dapat meningkat karena siswa akan mudah mengarang dengan telah menguasai penguasaan tentang kemampuan mengembangkan gagasan sesuai dengan tema, serta kemampuan menyesuaikan judul dengan isi, mengorganisasikan isi karangan, yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai, mengunakan ejaan, makasudnya adalah kemampuan dalam menetukan ejaan yang digunakan. Dampaknya, kemampuan menulis eksposisi siswa meningkatkan secara optimal sejalan peningkatan minat menulis siswa. Hubungan antara Penguasaan Struktur dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi Hipotesis ketiga menunjukkan terhadap hubungan penguasaan struktur kalimat (X. minat menulis (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y) Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung digunakan uji korelasi dan regeresi ganda. Analisis korelasi ganda ini dilakukan mengetahui kekuatan hubungan antara variabel prediktor variabel respon. Kekuatan hubungan antara penguasan struktur kalimat (X. dan minat menulis (X. secara bersama-sama dengan kemampuan menulis eksposisi (Y) ditunjukkan oleh koefisien korelasi R2 = 0,810. Uji signifikan koefisien korelasi tersebut tercantum pada tabel berikut: Tabel 5. Uji Signifikan Koefisien Korelasi Ganda antara X1. X2, dengan Y Korelasi antara Koefisien Korelasi Koefisien Signifikan Determinasi X1,X2 denagan Y 0,810 0,656 Sumber : Oleh Data Hasil Penelitian Tahun 2021 Keterangan : Y: Kemampuan menulis eksposisi X1: Penguasaan Struktur kalimat X2 : Minat menulis Hasil uji signifikan koefisien tersebut menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak karena Fhitung =4,153> Ftabel =3,25. Dengan demikian jika harga Fhitung Ou Ftabel pada = 0,05, korelasi penguasaan struktur kalimat (X. dan minat menulis (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y) adalah signifikan. Besarnya kontribusi variabel (X. dan (X. terhadap variabel (Y) dilihat dari besarnya koefisien diterminasi R2. Semakin besar R menunjukkan semakin besar tingkat keeratan hubungannya. Dengan demikian, terdapat hubungan yang positif penguasaan struktur kalimat (X. dan minat menulis (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y). Hal ini dapat dikatakan bahwa semakin tinggi penguasaan struktur kalimat dan minat menulis, semakin tinggi kemampuan menulis eksposisi Koefisien determinasinya adalah . = . 2 = 0,656 atau 65,60%. Data ini membuktikan bahwa kontribusi penguasaan struktur kalimat dan minat menulis secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis eksposisi sebesar 65,60%. Hal ini menujukkan bahwa faktor lain yang mempengaruhi kemampuan mengarang eksposisi (Y) siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021 sebesar 34. Setelah analisis korelasi dilakukan, pengujian berikutnya adalah analisis regeresi ganda. Hubungan antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi ditunjukan oleh persamaan regeresi Y=57,969 1,080 X1 0,564 X2. Uji signifikan persamaan regresi tercantum dalam tabel berikut. Tabel 6. Uji Signifikan Regresi Y atas X1 dan X2 dengan Persamaan Regresi Y=57,969 1,080 X1 0,564X2 Sumber Variasi RJK Signifikan Regresi . 6055,563 3027,781 Sisa 3170,212 86,338 Total 9225,775 Sumber : Olah Data Hasil Penelitian Tahun 2021 Abdul Khanif LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 193-208 Keterangan : Dk : Derajat Kebiasaan JK: Jumlah Kuadrat RJK:Rata-rata Jumlah Kuadrat Dengan melihat hasil yang diperoleh tersebut, persamaan regersi Y=57,969 1,080X1 0,567X2 menunjukkan secara bersama bahwa setiap kenaikan satu skor penguasaan struktur kalimat akan menyebabkan skor kemampuan menulis eksposisi sebesar 1,080 pada konstanta 57,969 dan setiap kenaikan minat menulis akan menyebabkan skor kemampuan menulis eksposisi sebesar 0,564 pada konstanta sebesar 57, 969. Aspek dalam penguasaan struktur kalimat yang memiliki kontribusi terhadap kemampuan menulis eksposisi meliputi yaitu : . penguasaan subjek, . objek, dan . Ini menunjukkan bahwa untuk mendapat memiliki kemampuan menulis eksposisi yang tinggi harus memiliki aspek-aspek penguasaan struktur kalimat yang tinggi, yaitu kemampuan siswa memahami susunan bagian-bagaian yang relatif tetap dalam membentuk suatu kalimat, seperti unsur-unsur subjek, predikat, objek, keterangan dan pelengkap. Aspek dalam minat menulis siswa yang memiliki konteribusi terhadap kemampuan menulis eksposisi meliputi yaitu: . kesadaran, . kemampuan, . senang, dan . Aspek kemampuan menulis eksposisi yang dapat ditingkatkan melalui peningkatan penguasaan struktur kalimat dan minat menulis meliputi unsur-unsur mengarang eksposisi, yaitu . kemampuan mengembangkan gagasan sisuai dengan tema, serta kemampuan menyesuaikan judul dengan isi, . kemampuan mengorganisasi isi karangan, yaitu kemampuan dalam pengunaan struktrur kalimat kepaduan antarkalimat, dan kepaduan antarparagraf, . kemampuan mengunakan diksi/kata, yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai,. kemampuan menggunakan ejaan, maksudnya adalah kemampuan dalam menentukan ejaan yang Jika penguasaan struktur kalimat dan minat siswa tinggi, kemampuan menulis eksposisi juga dapat meningkat karena siswa akan mudah mengarang dengan telah menguasai penguasaan tentang kemampuan mengembangkan gagasan sesuai dengan tema, serta kemampuan menyesuaikan judul dengan isi, mengorganisasikan isi karangan, yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai, mengunakan ejaan, maksudnya adalah kemampuan dalam menentukan ejaan yang Dampaknya, kemampuan menulis eksposisi siswa meningkatkan secara optimal sejalan pengungkapan penguasaan struktur kalimat dan minat menulis Pembahasan Berdasarkan hasil penghitungan pengujian hipotesis, hipotesis pertama, kedua, dan ketiga ternyata semuanya bersifat signifikan. Hal ini berarti penelitian ini telah berhasil menunjukkan hubungan yang terjadi antara penguasaan struktur kalimat (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y), minat menulis (X. Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung dengan kemampuan menulis eksposisi (Y). Selain itu, penelitian ini pun telah membuktikan bahwa penguasaan struktur kalimat (X. dan minat menulis (X. secara bersama-sama memiliki hubungan yang sangat positif dengan kemampuan mengarang eksposisi(Y). Kejelasan hubungan antarvariabel dan variabel terikat dengan diuraikan secara signifikan sebagai berikut. Hubungan antara Penguasaan Struktur Kalimat dan Kemampuan Menulis Eksposisi Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi terdapat hubungan yang erat, rhitung =0,772 pada taraf =0,05 rtabel=0,312. Hal ini menjawab hipotesis pertama, yaitu ada hubungan yang signifikan antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021. Pernyataan tersebut didasarkan atas hasil penghitungan bahwa rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel. Hal ini berarti pula bahwa penguasaan struktur kalimat memberi kontribusi yang nyata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021. Harga koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,772 adalah sangat Data tersebut menunjukan kadar kekuatan hubungan yang positif antara penguasaan struktur kalimat (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y). Hal ini dapat dikatakan bahwa semakin tinggi penguasaan struktur kalimat maka semakin tinggi kemampuan menulis eksposisi siswa. Nilai keofisien determinasinya adalah (R. = . 2 =0,596 atau 59,60%. Temuan ini membuktikan kontribusi penguasaan struktur kalimat terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa sebesar 59,60%. Dapat pula dijelaskan melalui persamaan regresi Y= 55,474 1,560X1. Dengan demikian, model persamaan regresi Y= 55,474 1,560X1 statistik sangat berarti (Signifika. Dengan melihat hasil yang diperoleh tersebut, persamaan regresi Y = 55,474 1,560 X1 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu skor penguasaan struktur kalimat akan menyebabkan kenaikan skor kemampuan menulis eksposisi sebesar 1,560 pada konstanta 55,474. Berdasarkan hal tersebut, tolak hipotesis nol (H. dan terima (H. , yang berarti antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi terdapat hubungan yang posistif dan signifikan. Tolak hipotesis nol (H. apabila rhitung = 0 . , artinya tidak ada hubungan antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi. Sebalinya, terima hipotesis (H. apabila r hitung > 0( r tabel ), artinya ada hubungan antara penguasaan strktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi. Dengan demikian, penguasaan struktur kalimat merupakan salah satu variabel penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis eksposisi siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021. Kemampuan menulis eksposisi akan dapat meningkat apabila siswa memiliki penguasaan struktur kalimat yang tinggi. Abdul Khanif LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 193-208 Hubungan antara Minat Menulis dan Kemampuan Menulis Eksposisi Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi terdapat tingkat keeratan hubungan, r hitung =0,713 pada taraf = 0,05 dan r tabel =0,312. Hasl ini menjawab hipotesis kedua, yaitu ada hubungan yang signifikan antara penguasaan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021. Pernyataan tersebut didasarkan atas hasil penghitungan r hitung lebih besar dibandingkan dengan r tabel. Hal ini berarti pula bahwa penguasaan minat menulis memberi kontribusi yang nyata terhadap kemampuan mengarang eksposisi Harga Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,713 adalah signifikan. Data tersebut menunjukkan kadar kekuatan hubungan yang positif antara minat menulis (X. dan kemampuan menulis eksposisi (Y). Hal ini dapat dikaitkan bahawa semakin tinggi minat menulis maka semakin tinggi kemampuan menulis eksposisi siswa. Koefisien membuktikan bahwa konteribusi minat menulis terhadap kemampuan menulis eksposisi sebesar 50,80%. Hal ini juga dapat dijelaskan melalui persamaan regeresi Y=16,618 1,176X2. Dengan melihat hasil yang diperoleh tersebut, persamaan regresi Y = 16,618 1,176X2 menunjukjan bahwa setiap kenaikan satu skor minat menulis akan menyebabkan kenaikan skor kemampuan menulis eksposisi sebesar 1,176 pada konstanta 16,618. Berdasarkan hal tersebut, tolak hipotesis nol (H. dan terima (H. , yang berarti antara minat menulis dengan kemampuan mengarang eksposisi terdapat hubungan yang positif dan signifikan. Tolak hipotesis nol (H. apabila r hitung = 0, . , artinya tidak ada hubungan antara minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi. Sebaliknya, terima hipotesisi 1 (H. apabila r hitung > 0. Artinya, ada hubungan antara minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi. Dengan demikian, minat menulis merupakan salah satu variabel penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis eksposisi siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021. Hubungan antara Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi terdapat hubungan yang erat. F hitung =0,810 pada taraf =0,05 dan r tabel =0,312. Hal tersebut menjawab hipotesis ketiga , yaitu ada hubungan yang signifikan antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis secara bersama-sama dengan kemampuan menulis Pernyataan tersebut didasari atas hasil perhitungan bahwa F hitung lebih besar dibandingkan dengan F tabel. Hal ini berarti pula bahwa penguasaan struktur kalimat siswa dan minat menulis siswa secara bersama-sama memberi kontribusi yang nyata terhadap kemampuan menulis eksposisi. Artinya dengan meningkatnya Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat dan Minat Menulis dengan Kemampuan Menulis Eksposisi pada Siswa Kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung penguasaan struktur kalimat dan minat menulis siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis eksposisi. Berdasarkan hal tersebut, tolak hipotesis nol (H. dan terima (H. , yang berarti antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi secara bersama-sama terdapat hubungan positif dan signifgikan. Tolak hipotesis nol (H. apabila Fhitung < Ftabel, artinya tidak ada hubungan secara bersama-sama antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi. Sebaliknya, terima hipotesisi1( H. apabila Fhitung > Ftabel. Artinya, ada hubungan antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis secara bersama-sama dengan kemampuan menulis eksposisi. Harga koefisien korelasi yang diperoleh secara 0,810 adalah signifikan data tersebut menunjukkan kadar kekuatan hubungan yang positif antara penguasaan struktur kalimat (X. dan minat menulis (X. dengan kemampuan menulis eksposisi (Y). Hal ini dapat dikatakan bahwa semakin tinggi penguasaan struktur kalimat dan minat menulis, maka semakin tinggi pula kemampuan menulis Koefisiensi deteminasinya adalah (R. = . 2 = 0,656 atau 65. Data ini membuktikan bahwa kontribusi penguasaan struktur kalimat dan minat menulis secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis eksposisi adalah 65,60 Hal ini tersebut dapat juga dilihat melalui persamaan regresi Y=57,969 1,080 X1 0,564X2. Dengan melihat hasil yang diperoleh tersebut, bahwa persamaan regresi Y=57,969 1,080X1 0,564x2 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu skor penguasaan struktur kalimat dan minat menulis secara bersama-sama akan menyebabkan kenaikan skor kemampuan menulis eksposisi sebesar 1 ,644 pada konstanta 57,969. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, ternyata ketertarikan unsur-unsur penelitian memiliki perbedaan tingkat keeratan hubungan yang tercermin pada tabel Tabel 7. Urutan Keeratan Hubungan Variabel Penelitian Hubungan antarvariabel Besar Korelasi Presentasi Peringkat X1 dngan Y 0,772 59,60% Kedua X2 dengan Y 0,713 50,80% Ketiga X1. X2 dengan Y 0,810 65,60% Pertama Sumber : olah Data Hasil Penelitian Tahun 2020 Keterangan : X1= Penguasaan struktur kalimat X2= Minat menulis Y= Kemampuan menulis Eksposisi Tabel ini menunjukkan bahwa uji korelasi secara sederhana penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi mempunyai keeratan hubungan yang menempati posisi kedua, yaitu hubungan penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi sebesar 0,772 atau 59,60%. Abdul Khanif LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 193-208 Hubungan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi berada pada posisi ketiga dalam keeratan hubungannya , yaitu sebesar 0,713 atau 50. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah bahwa penguasaan struktur kalimat dan minat menulis merupakan variabelvariabel penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis eksposisi siswa sekolah menengah pertama umum dan siswa kelas Vi SMPN 14 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021 secara khusus. Penguasaan struktur kalimat dan minat menulis merupakan bagian penting yang harus dimiliki dan dikuasai oeh siswa dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis eksposisi siswa. Kemampuan menulis eksposisi akan dapat meningkat apabila siswa memiliki penguasaan struktur kalimat dan memiliki minat menulis yang tinggi pula. Kedua aspek tersebut perlu ditingkatkan oleh guru sejalan dengan upaya meningkatkan kemampuan menulis eksposisi di kelas Vi SMP. Hal ini membuktikan bahwa penguasaan struktur kalimat dan minat menulis memilik keterkaitan dalam meningkatkan kemampuan menulis eksposisi. SIMPULAN Berdasarkan tujuan, hasil penelitian, dan pembahasan yang telah terurai di bab IV, dapat dirumuskan simpulan: . Terdapat hubungan positif dan signifikan antara penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis eksposisi. Hal ini menunjukkan bahwa jika penguasaan struktur kalimat ditingkatkan maka kemampuan menulis eksposisi meningkat juga. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi. Terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan struktur kalimat dan minat menulis dengan kemampuan menulis eksposisi. Hal ini menunjukkan bahwa jika penguasaan struktur kalimat dan minat menulis secara bersama-sama ditingkatkan maka kemampuan menulis eksposisi meningkat. DAFTAR PUSTAKA