JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Insitut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia https://journals. iai-alzaytun. id/index. php/jis E-ISSN: 2988-0947 Vol. 1 No. : 441-447 DOI: https://doi. org/10. 61341/jis/v1i4. TEKNIK KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TAHFIDZ ALQURAoAN PADA SANTRI MADRASAH IBTIDAIYAH PONDOK PESANTREN MAAoHAD AL-ZAYTUN Fara Dhiyah Hasni1A. Muhammad N Abdurrazaq2 Komunikasi dan Penyiaran Islam. Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) E-mail: farahasni1101@gmail. com1A, kholis@iai-alzaytun. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik komunikasi yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan tahfidz Al-QurAoan pada santri madrasah ibtidaiyah kelas 5 MaAohad Al-Zaytun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dengan pendekatan penelitian analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 santri kelas 5 dan 10 pembina tahfidz. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive Pengambilan data melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil yang diperoleh oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pembina menerapkan empat teknik komunikasi yakni, teknik informatf, persuasive, instruktif/koersif, dan hubungan manusiawi. Sehingga pembinaan dapat berjalan dengan efektif, efesien dan intensif. Hal ini terlihat dari intensitas komunikasi yang dilakukan setiap hari bertemu dan diterapkan dalam pembinaan tahfidz yang menghasilkan feedback langsung dari komunikan . baik berbentuk Tindakan secara langsung ataupun santri memberikan tanggapan langsung mengenai materi tahfidz yang diampaikan oleh pembina. Dari penelitian juga diperoleh faktor pendukung teknik komunikasi dalam tahfidz Al-QurAoan yaitu dukungan lingkungan, motivasi, pengetahuan dan pemahaman. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya tenaga pengajar, terdapat santri yang kurang lancar dalam membaca Al-QurAoan, serta santri kurang memaksimalkan waktu. Kata Kunci: Teknik Komunikasi. Tahfidz. Santri Abstract This research aims to determine the communication techniques applied in the implementation of tahfidz Al-Qur'an activities for grade 5 Ma'had Al-Zaytun madrasah ibtidaiyah students. This research uses qualitative methods with a descriptive analysis research approach. The population in this study consisted of 20 5th grade students and 10 tahfidz coaches. The sampling method uses purposive sampling. Data collection was carried out through observation, interviews and document study techniques. The results obtained by researchers in this study were that coaches applied four communication techniques, namely, informative, persuasive, instructive/coercive and human relations techniques. So that coaching can run effectively, efficiently and intensively. This can be seen from the intensity of communication carried out every day and implemented in tahfidz coaching which produces direct feedback from the communicants . either in the form of direct action or students providing direct responses regarding the tahfidz material delivered by the coach. From the research, the supporting factors for communication techniques in tahfidz Al-Qur'an were also obtained, namely environmental support, motivation, knowledge and understanding. Meanwhile, the inhibiting factors are the lack of teaching staff, there are students who are not fluent in reading the Koran, and studentswho do not maximize their Keywords: Communication Engineering. Tahfidz. Santri 441 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Fara Dhiyah Hasni. Muhammad N Abdurrazaq Vol. No. : 441-447 PENDAHULUAN Komunikasi adalah salah satu proses transaksi pesan dua orang atau lebih, dimana hal ini dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan makna bersama. Untuk menciptakan dan mempertahankan makna tersebut menurut Arifin . dipengaruhi oleh kemampuan penyampaian pesan yang baik, hal ini didukung oleh penelitian Ali Muhidin . yang menunjukan bahwa proses komunikasi menghasilkan informasi yang baik apabila menggunakan teknik komunikasi yang baik dan informasi yang dapat dipercaya. Teknik komunikasi adalah cara atau seni penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikasi sesuai dengan tujuan komunikator. Menurut Effendy . , ada empat macam Teknik komunikasi, yaitu komunikasi Informatif, komunikasi Persuasif. Komunikasi Instuktif/Koersif dan Hubungan Manusiawi. Menurut Harold Laswell dalam Kurniawan komunikasi akan berjalan dengan baik apabila menggunakan teknik komunikasi yang baik dengan menerapkan lima tahapan yaitu Who yang berarti siapa orang yang menyampaikan komunikasi . , say what yang bermaksud yaitu apa pesan yang disampaikan oleh komunikator, in which channel yang bermakna sebagai saluran atau media apa yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi, to whom yaitu siapa penerima pesan komunikasi . , whit what effect yang berarti sebagai perubahan apa yang terjadi ketika komunikan menerima pesan komunikasi yang telah disampaikan. Maka jika dikaitkan dengan pendidikan berbasis islam maka teknik komunikasi dalam sebuah pembelajaran tentunya berlandaskan pada Al-QurAoan. Al-QurAoan adalah materi pokok yang dipelajari oleh santri di instansi pendidikan islam seperti pondok pesantren yang perluasannya meliputi mempelajari makna hingga menghafal AlQurAoan. Kaum muslim telah menghafal Al-QurAoan sejak zaman sahabat nabi. Orang Arab lebih suka menghafal daripada menulis pada zaman Nabi (Junaedi, 2. Proses kodifikasi AlQurAoan dimulai beberapa tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad, tepatnya pada khalifah Usman sahabat nabi menghafal Al-QurAoan karena ingin memperoleh keuntungan di dunia dan di akhirat serta menjaga integritas kitab suci dari penipuan. Salah satu cara agar AlQurAoan tetap ada sepanjang zaman adalah dengan menghafalnya. Maka dengan itu, kaum muslim yang menghafal Al-QurAoan masih mewarisi motivasi ini hingga hari ini (Khaeroni. Berkaitan dengan motivasi santri dalam menghafal al-QurAan, menurut Sakban . yang mencoba mengangkat penelitian tentang motivasi santri menghafal al-QurAan di Pesantren Tahfiz Husnul Khotimah di Cipanas, memperoleh simpulan bahwa peran terbesar dari motivasi santri adalah guru dan didukung oleh beberapa faktor seperti tersedianya makanan bergizi, suasana pondok yang nyaman dan santri diperbolehkan menggunakan MP3 speaker qurAoan sebagai media yang memudahkan mereka dalam menghafal serta menggunakan mushaf al-QurAan khusus yakni mushaf al-Hufaz. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa motivasi guru kepada murid sangat 442 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Fara Dhiyah Hasni. Muhammad N Abdurrazaq Vol. No. : 441-447 penting untuk menghafal Al-QurAoan. Setiap orang memiliki dorongan untuk melakukan Ini dikenal sebagai motivasi (Sakban, 2. Karena kaitannya dengan motivasi untuk menghafal Al-QurAoan, santri memiliki keinginan yang kuat untuk menghafal Al-QurAoan, didorong oleh faktor luar maupun internal. Merujuk pada uraian tersebut kiranya jelas, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat santri dalam menghafal Al-QurAan sangat Faktor-faktor tersebut, meliputi faktor internal dan eksternal masing-masing individu, karena setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda dalam upaya melestarikan Al-QurAoan melalui hafalan. Perlu diperhatikan bahwa menghafal Al-QurAoan membutuhkan sebuah metode dan cara yang khusus diantara metode dalam menghafal AlQurAoan adalah memperhatikan kondisi tempat (Romadhoni, 2. Tempat yang nyaman dan tenang akan berpengaruh terhadap daya hafalan seseorang. Karena menghafal merupakan olah kerja otak yang memerlukan konsentrasi tinggi (Saeful, 2. Sementara itu masih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam menghafal alqurAoan seperti, rendahnya minat dan kurangnya motivasi santri dalam menghafal Al-QurAoan. Namun sebelum semua itu, motivasi adalah yang paling utama karena keluasan dan kedalaman pengaruhnya terhadap seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Motivasi terbagi menjadi dua macam yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal (Emda. Motivasi internal muncul karena kondisi dalam diri individu seperti: gairah, keinginan, perubahan, kegembiraan, dan perasaan. Kondisi internal lain yang dapat mempengaruhi motivasi antara lain: persepsi, kontrol internal, perasaan, dan potensi, sedangkan motivasi eksternal muncul karena dipengaruhi oleh situasi di luar diri individu misalnya: lingkungan akademik, dorongan belajar, dan juga penghargaan dari orang sekitar (Suprihatin, 2. Dalam menghafal al qurAoan para santri harus senantiasa mempelajari, memahami dan memanifestasikan dalam amalan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Karena menghafal al qurAoan bukan hal yang mustahil, serta menghafal Al-QurAoan selain berdampak positif pada ketenangan hati karena dekatnya dengan Allah SWT, kegiatan belajar atau latihan menghafal Al-QurAoan juga berdampak positif pada pengolahan kemampuan memori para santri. Hikmah menghafal Al-QurAoan bersifat meliputi peningkatan unsur religiusitas dan juga peningkatan kualitas memori karena plastisitas otak terus terlatih . gustina, 2. Sementara itu masih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam menghafal alqurAoan seperti, rendahnya minat dan kurangnya motivasi santri dalam menghafal Al-QurAoan. Namun sebelum semua itu, motivasi adalah yang paling utama karena keluasan dan kedalaman pengaruhnya terhadap seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Motivasi terbagi menjadi dua macam yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal (Emda. Motivasi internal muncul karena kondisi dalam diri individu seperti: gairah, keinginan, perubahan, kegembiraan, dan perasaan. Kondisi internal lain yang dapat mempengaruhi motivasi antara lain: persepsi, kontrol internal, perasaan, dan potensi, sedangkan motivasi eksternal muncul karena dipengaruhi oleh situasi di luar diri individu misalnya: lingkungan akademik, dorongan belajar, dan juga penghargaan dari orang sekitar (Suprihatin, 2. 443 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Fara Dhiyah Hasni. Muhammad N Abdurrazaq Vol. No. : 441-447 Maka dari itu teknik komunikasi dibuat untuk membantu dalam pengertian tentang komunikasi dan juga untuk menspesifikasikan bentuk- bentuk komunikasi yang ada didalam hubungan antar manusia. Suatu komunikasi yang penting bagi kehidupan manusia secara langsung dapat dilakukan oleh Ustadz atau Ustadzah dan MustamiAo yang merupakan lingkungan terdekat untuk memberikan suatu pembinaan dalam proses menghafal AlQurAoan. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk mengkaji di dalam Pondok Pesantren MaAohad Al Zaytun tentang teknik komunikasi dalam lembaga binayah tahfidz al qurAoan guna meningkatkan minat tahfidz al qurAoan bagi para santri. Pembinaan tahfidz Al-QurAoan sangatlah diperlukan, mengingat zaman sekarang ini, merosotnya tingkat atau nilai-nilai agama yang dimiliki oleh anak-anak hingga remaja. Oleh karena itu para pembina harus menggunakan keterampilan dalam berkomunikasi, bagaimana cara mengajak para santri agar mau mengikuti kegiatan tahfidz Al QurAoan. METODE Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan analisis deskriptif. Pada sebuah penelitian ilmiah tentunya ada sebuah pendekatan dan penelitian. Menurut Prof. Dr. Sugiyono metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum lama, metode ini juga disebut dengan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivistik (Sugiyono. , 2. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 santri kelas 5 dan 10 pembina tahfidz. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Metode pengumpulan data yang relevan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Setelah data terkumpul selama pelaksanaan penelitian, langkah berikutnya adalah menganalisis data tersebut menggunakan metode analisis kualitatif yang tidak berfokus pada angka, melainkan berdasarkan penggunaan kata-kata. Dilakukan pula triangulasi untuk mengecek keabsahan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan tahfidz Al-QurAoan di asrama persahabatan tentunya sudah ada sejak dimulakannya jenjang pendidikan di madrasah ibtidaiyah tahun 2005, hal ini sejalan dengan salah satu tujuan pendidikan Al- Zaytun yang ingin memperbaiki kualitas peserta didik Indonesia dengan melaksanakan Pendidikan yang mempunyai spesifikasi dan ciri khusus dalam penguasaan Al-QurAoan secara mendalam. Adapun kegiatan waktu yang ditentukan dalam kegiatan tahfidz ini yaitu pada pukul 18. 30 hingga pukul 19. 30 setelah itu para santri melaksanakan sholat isyaAo berjamaAoah kemudian Kembali ke kamar masing-masing. Dari hasil pengamatan penulis melihat, sebelum dimulainya pembinaan tahfidz, para pembina melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan mengajak santri berkomunikasi dan mengajak santri bermain kuis sambung ayat guna untuk mengingat hafalan yang sudah pernah di hafal. Pembinaan tahfidz benar-benar dilakukan sebaik mungkin, hal ini dapat dilihat dari para pembina sebelum memberikan materi hafalan kepada santri pembina meminta untuk membacakan ayat-ayat yang telah dihafalkan dalam bacaan sholat. Dari 444 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Fara Dhiyah Hasni. Muhammad N Abdurrazaq Vol. No. : 441-447 kegiatan diatas maka pelaksanaan pembinaan tahfidz di asrama persahabatan cenderung menerapkan teknik komunikasi persuasif, informatif. Instuktif/Koersif dan hubungan Pembinaan tahfidz dengan menerapkan teknik komunikasi ini sangatlah saling mendukung antara satu dengan yang lain. Sehingga pembinaan tahfidz Al-QurAoan ini berjalan dengan efektif, efisien, intensif serta tercipta suasana yang nyaman dan menimbulkan kesenangan para santri dalam pelaksanaan tahfidz Al-QurAoan. Kemudian peneliti menemukan adanya faktor pendukung dan penghambat teknik komunikasi dalam pelaksanaan tahfidz diantaranya : Adanya dorongan yang cukup antara teman dan pembina agar para santri tetap datang mengikuti kegiatan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan. Adanya partisipasi atau peran walikamar dan orang-orang terdekat dari para santri sehingga mereka merasa mendapatkan dukuungan yang besar terutama dari pihak-pihak yang selama ini sangat dekat dengan mereka. Sementara terdapat faktor penghambat diantaranya : Banyak ayat-ayat yang sudah dihafal lupa lagi, malas untuk mengulang-ulang lagi hafalannya. Masih ada santri yang kurang lancar dalam membaca Al-QurAoan. Masih kurangnya tenaga pembina tahfidz Al-QurAoan. Kurangnya memaksimalkan waktu dalam kegiatan pembinaan tahfidz AL-QurAoan. Peneliti menemukan hasil mengenai respon santri terhadap pelaksanakan tahfidz AlQurAoan, terdapat dari 20 santri yang menjadi responden sebanyak 85% persen sangat tertarik dan tertarik dalam mempelajari dan menghafal Al-QurAoan, sementara 15% kurang tertarik. Kemudian 65% santri meluangkan waktu secara rutin untuk belajar tahfidz dan 35% kurang meluangkan untuk belajar tahfidz. Terdapat 95% santri sangat termotivasi untuk menghafal Al-QurAoan karena keberkahan dan pahala yang didapatkan sementara 1% santri kurang termotivasi. Sebanyak 85% santri mendapatkan dukungan dari orang tua mengenai minat tahfidz Al-QurAoan. 80% dari 20 santri mendapat bimbingan dari guru atau lembaga tahfidz 15% kurang mendapat dukungan dari orang tua. Sementara 80% santri menghadapi tantangan dalam proses menghafal Al-QurAoan. Sebanyak 85% santri merasa sangat senang dan bahagia dalam proses menghafal AlQurAoan dan 15% kurang senang dalam proses menghafal Al-QurAoan. Sementara 90% santri sangat setuju bahwa menghafal Al-QurAoan akan memberikan manfaat bagi kehidupan saya. 50% dari 20 santri merasa sangat mahir dalam membaca Al-QurAoan. Sementara terdapat 55% santri konsisten dalam membaca Al-QurAoan kemudia 45% santri kurang konsisten dalam membaca Al-QurAoan setiap hari. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini dapat dikemukakan kesimpulan bahwa teknik komunikasi yang dalam digunakan dalam pelaksanaan tahfidz Al-QurAoan di Asrama Persahabatan adalah teknik komunikasi informatif, komunikasi persuasive, komunikasi instruktif/koersif dan komunikasi hubungan manusiawi. Dengan faktor pendukung: . Motivasi : motivasi santri untuk menghafal Al-QurAoan berasal dari keluarga, teman- teman, wali kamar dan juga pembina. Motivasi ini menjadi dorongan yang kuat bagi santri untuk terus menghafal dan memperlajari Al-QuAoran. Dukungan Lingkungan: 445 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Fara Dhiyah Hasni. Muhammad N Abdurrazaq Vol. No. : 441-447 Lingkungan yang mendukung juga penting dalam tahfidz Al-QurAoan. Dukungan dari keluarga, teman-teman serta para guru di lingkungan asrama maupun luar asrama dapat memberikan motivai dan semangat kepada santri dalam menghafal Al-QurAoan. Pengetahuan dan Pemahaman : Santri memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup baik tentang arti dan makna sebagai penghafal Al-QurAoan. Hal ini membantu mereka dalam menghafal serta mempelajari Al-QurAoan dengan lebih baik serta memahafi pesan yang terkandung dalam Al-QurAoan. Adapun faktor penghambat: . Kurangnya tenaga pengajar dalam pembinaan tahfidz Al-QurAoan. Masih ada santri yang kurang lancar dalam membaca Al-QurAoan. C) Santri masih kurang dalam memaksimalkan waktu ketika tahfidz. Respon santri dalam pelaksanaan tahfidz Al-QurAoan, sebanyak 95% santri termotivasi mengikuti tahfidz Al -QurAoan karena keberkahan dan pahala yang di dapatkan. Kemudian 85% santri merasa senang dan bahagia dalam proses menghafal Al-QurAoan. Sedangkan 80% santri merasa senang dalam proses menghafal Al-QurAoan. Dan sebanyak 80% mendapatkan bimbingan dari guru atau lembaga tahfidz Al-QurAoan. DAFTAR RUJUKAN Agustina. Yusro. , & Bahri. Strategi Peningkatan Minat Menghafal Al-QurAoan Santri Di Pondok Pesantren Ar-Rahmah Curup. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14. Arifin. Bambang Samsul. Psikologi Sosial. Bandung: CV Pustaka Setia. Effendy. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Emda. Kedudukan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran. Lantanida Journal, 5. Romadhoni. Asmony. , & Suryatni. Pengaruh beban kerja, lingkungan kerja, dan Dukungan Sosial Terhadap Burnout Pustakawan di Kota Mataram. Khizanah AlHikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan. Informasi, dan Kearsipan, 3. , 125-145. Saeful. Pengaruh Bimbingan Praktik Tilawah Terhadap Motivasi Menghafal Al Qur'an. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Konseling dan Psikoterapi Islam, 7. :225-248. Rahman. Konsep Pendidikan Islam Masa Rasulullah dan Sahabat. Al-Misbah (Jurnal Islamic Studie. ,1. , 108-119. Sakban. Maya. , & Priyatna. Peran Mudarris Tahfizh Alquran dalam Meningkatkan Motivasi Santri Menghafal Alquran di Pesantren Tahfizh Husnul Khotimah Cipanas Tahun 2019. Prosa PAI: Prosiding Al Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2. , 100-113. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuanlitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 446 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Fara Dhiyah Hasni. Muhammad N Abdurrazaq Vol. No. : 441-447 Suprihatin. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, 3. , 73-82. 447 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES