Penerapan Project Based Learning dalam Pembelajaran Teks Iklan Bermuatan Budaya Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa SMP Stevania Sumartini Dowa SD Negeri Lolo Alle Email: sumartinidowa2@gmail. Abstrak Pembelajaran bahasa di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) menekankan pada keterampilan komunikasi, baik lisan maupun tertulis. Salah satu komponen pembelajaran bahasa Indonesia adalah penulisan iklan, yang masih menjadi tantangan bagi siswa akibat keterbatasan keterampilan menulis, strategi pengajaran yang kurang memadai, dan pemahaman yang rendah. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis iklan menggunakan media gambar karikatur melalui metode Project-Based Learning (PjBL) pada 26 siswa kelas Vi D di SMP Negeri 3 Tabanan pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor siswa dari 69,61 . ra-siklu. menjadi 76,15 . iklus I) dan 83,00 . iklus II), dengan semua siswa mencapai penguasaan . %). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode PjBL secara efektif meningkatkan keterampilan menulis iklan siswa. Kata kunci: menulis, iklan, metode pembelajaran berbasis proyek Abstract Language learning at the junior high school level emphasizes communication skills, both oral and written. One component of Indonesian language learning is writing advertisements, which remains challenging for students due to limited writing skills, inadequate teaching strategies, and low comprehension. This classroom action research aimed to improve studentsAo ability to write advertisements using caricature image media through the ProjectBased Learning (PjBL) method among 26 students of class Vi D at SMP Negeri 3 Tabanan in the 2024/2025 academic year. Data were collected through observation and tests. The results showed an increase in studentsAo average scores from 69. re-cycl. ycle I) and 83. ycle II), with all students achieving mastery . %). These findings indicate that applying the PjBL method effectively enhances studentsAo advertisement writing skills. Keywords: writing, advertising, project based learning method INTRODUCTION Hakikat pembelajaran bahasa pada semua jenjang pendidikan, termasuk SMP adalah belajar berkomunikasi. Ini berarti bahwa pembelajaran menulis iklan merupakan salah satu komponen dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Siswa diharpkan mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat dan perasaannya dalam berbagai konteks dan tujuan tertentu dengan menggunakan bahasa yang semenarik Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki kecakapan berkomunikasi secara lisan dan tulisan yang memadai sebagai bekal untuk mengembangkan potensinya. Selama ini pembelajaran menulis iklan, kurang diminati oleh siswa. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, yakni: . kemampuan menulis merupakan kemampuan berbahasa yang sulit dikuasai oleh siswa dibandingkan dengan kemampuan berbahasa yang lain, . kemampuan guru yang kurang memadai dalam menyajikan pembelajaran menulis iklan, dan . rendahnya kemampuan siswa dalam memahami pelajaran. (Suryanto dan Hisyam, 200 : . Iklan merupakan suatu media atau wadah untuk mempromosikan atau memasarkan segala macam produk atau jasa yang sangat efektif kepada konsumen. Dengan demikian mengenai iklan disajikan sebagai berikut. Sugianto . 0 : . menyatakan iklan adalah sebuah media komunikasi yang efektif untuk memberikan informasi terhadap target audiens yang bertujuan untuk mempengaruhi, mempromosikan, mengingatkan, menginfoormasikan, melarang, membujuk dan merayu Tujuan dari dibuatnya iklan adalah sebagai pengenal suatu produk, baik barang maupun jasa kepada masyarakat, untuk menarik perhatian masyarakat agar mengenali, membeli, mengonsumsi dan memakai produk yang diiklankan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iklan adalah berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. dalam media masa cetak maupun elektronik banyak sekali informasi tentang iklan. Iklan tersebut meliputi ikla produk makanan, minuman, jasa, kecantikan, kendaraan, nonkomersial dan iklan layanan masyarakat. Dari berbagai jenis iklan tersebut, peneliti tertarik untuk membahas iklan nonkomersial. Iklan nonkmersial merupakan iklan yang memiliki isi pesan sosial agar masyarakat bisa memiliki perhatian terhadap isu-isu tertentu. Biasanya iklan nonkomersial memiliki bentuk seperti ajakan atau saran untuk melakukan Berdasarkan kurikulum yang berlaku untuk Sekolah Menengah Pertama, bahwa iklan merupakan salah satu materi pembelajaran yang harus diajarkan kepada siswa kelas Vi D. Hal ini telah dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan. Sesuai dengan surat keputusan Kepala SMP Negeri 3 Tabanan, batas nilai minimal atau kreteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya menulis iklan adalah, 70,00. Ini berarti bahwa siswa yang belum mencapai nilai KKM harus mengikuti kegiatan remedial. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan di SMP tersebut ditemukan bahwa kemampuan menulis iklan sangat rendah, yaitu dengan rata-rata 69,61. Nilai ini tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan di SMP Negeri 3 Tabanan, yakni 70,00. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya nilai ini adalah ketidaktepatan guru dalam menerapkan metode pembelajaran ketika terjadi kegiatan belajar pembelajaran. Guru lebih banyak berteori, dan tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada siswa untuk melatih kemampuannya, misalnya, dengan cara berdiskusi, berlatih untuk menulis iklan. Keadaan di atas mendorong peneliti untuk mencari alternatif pemecahannya, yaitu dengan cara menerapkan metode project based learning. Di samping itu, rendahnya kemampuan menulis iklan disebabkan oleh: . guru lebih banyak berceramah, dengan tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada siswa untuk melatih kemampuannya, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran guru hanya memberikan tugas menulis, tanpa memberikan bimbingan dalam proses menulis. penilaian yang digunakan selama ini hanya mementingkan hasil, bukan proses. Guru kurang memberikan perhatian yang cukup dan merasakan betapa beratnya proses menulis iklan. Untuk itu, memerlukan penilaian otentik yang dapat mengakomodasi semua aspek penting dalam menulis iklan. Selanjutnya, untuk mengatasi hal tersebut di atas maka diterapkanlah, metode project based learning. Dengan menerapkan metode project based learning proses belajar pembelajaran, ada kecendrungan dapat berlangsung dengan baik karena siswa mempunyai waktu yang cukup untuk melatih kemampuannya, artinya melalui project based learning, pembelajaran menulis iklan dapat dilatih secara berkelompok. Di samping itu, dengan menerapkan metode project based learning, siswa akan belajar lebih aktif, berkesempatan lebih banyak untuk dapat mengekspresikan dirinya melalui kegiatan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Berdasarkan hal di atas, penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dan dijadikan sebagai sebuah penelitian dengan judul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Iklan Menggunakan Media Gambar Karikatur Dengan Menerapkan Metode Project Based Learning Siswa Kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan Tahun Pelajaran 2024/2025. METHODS Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Resear. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan menulis iklan menggunakan media gambar karikatur siswa kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2024/2025. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah dilakukan penelitian awal . yaitu untuk mendapatakan gambaran tentang kemampuan menulisi iklan menggunakan media gambar karikatur siswa kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan sebelum menerapkan metode project based learning, kemudian diadakan refleksi awal. Langkah kedua, merancang penelitian dalam bentuk siklus dalam kegiatan belajar pembelajaran pada saat ini diterapkan metode project based learning yang didalamnya terdapat: perencanaan, . pelakasanaan tindakan, . observasi, dan . Langkah ketiga, adalah melaksanakan siklus yang ke II dan seterusnya sampai ditemukan tindakan yang terbaik. berdasarkan hasil refleksi itu dibuatlah perencanaan maka peneliti mengadakan penelitian ketika kegiatan belajar pembelajaran belum menggunakan metode project based learning. Berdasarkan data yang diperoleh maka diadakan refleksi atau refleksi awal. Apabila pada tindakan berikutnya semua siswa mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan, 00 maka tindakan diakhiri dan diputuskan bahwa tindakan itu merupakan tindakan terbaik. Sesuai dengan uraian di atas kegiatan penelitian tindakan kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut. Rencana Tindakan II Awal Rencana Tindakan I Pelaksanaan Tindakan II Pelaksanaan Tindakan I Observasi dan Evaluasi II Observasi dan Evaluasi II Refleksi Memutuskan Tindakan Terbaik (Sukidin. Dkk 2008:. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode observasi dan metode tes. Metode observasi yang digunakan adalah obsevasi langsung, yaitu peneliti langsung terlibat dalam kegiatan belajar pembelajaran, yaitu dengan cara mengamati perilaku siswa dalam proses belajar pembelajaran. Aspek-aspek yang dinilai meliputi: . kejujuran siswa dalam mengerjakan tugas, . bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas, . kedisiplinan atau ketepatan waktu dalam mengerjakan tugas, . kerja keras atau kesungguhan dalam mengerjakan tugas, . kemandirian dalam mengerjakan tugas. Metode tes yang digunakan untuk mendapatkan data tentang kemampuan menulis iklan. Aspek-aspek yang dinilai dalam menulis iklan: . ketepatan menulis nama produk, . ketepatan penjelasan tentang produk, . ketepatan menjelaskan keunggulan produk, . cara mendapatkan produk, . informasi harga, dan . Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis data observasi sebagai berikut: . menentukan skor standar, . menentukan skor standar dengan jalan mengubah skor mentah menjadi skor standar dengan menggunakan pedoman Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala sebelas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode analisis data dengan data yang disajikan apa adanya tanpa melalui anlisis statistik. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis data sebagai berikut. Mencari nilai rata-rata Untuk mendapatkan nilai rata-rata nilai observasi siswa dalam kemampuan menulis iklan dengan menerapkan metode Project Based learning (PjBL) siswa kelas Vi Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2024/2025 digunakan ketentuan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh dibagi dengan jumlah siswa. Rumusnya dapat dilihat di bawah ini. M= X (Hadi, 1996:. Keterangan : = Skor rata-rata kelas X =Jumlah skor siswa = Jumlah siswa Analisis data kemampuan menulis iklan Mencari Ketuntasan Individual Ketuntasan Individual = Jumlah siswa yang tuntas dengan nilai tertentu X 100% Jumlah siswa Mencari Ketidak tuntasan Individual Ketidaktuntasan Individual =Jumlah siswa yang tidak tuntas dengan nilai terentu X Jumlah siswa Mencari Presentase Peningkatan Kemampuan menulis iklan P= X2-X1 (Hadi Sulastri, 2008:. Keterangan : = Presentase peningkatan = Skor setelah tindakan = Skor sebelum tindakan RESULTS Siswa lebih aktif belajar dengan menerapkan metode project based learning dibandingkan dengan menyuruh siswa menuliskan iklan yang dibacakan sendiri. Dengan demikian siswa merasa mendapatkan tantangan untuk menemukan solusi yang dihadapi dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini perolehan nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan . Rata-rata siswa pada prasiklus 69,61 kemudian siklus I mencapai 76,15 dan siklus II meningkat menjadi 83,00. bahwa penerapan metode project based learning dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis iklan menggunakan media gambar karikatur. Peningkatan rata-rata kelas pada tindakan II disebabkan oleh pemahaman siswa tentang menulis iklan menggunakan media gambar karikatur semakin baik. Tabel 1. Persentase dan Kategori Perkembangan Pencapaian Siswa Dalam Menulis Iklan Menggunak Media Gambar karikatur Siswa Kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan Tahun Pelajaran 2024/2025 dari Prasiklus ke Siklus I dan siklus II Sangat Baik Baik Lebih dari cukup Cukup Tidak cukup Kurang Sangat kurang Buruk Buruk sekali Jumlah 30,77% 38,46% 30,77% 30,77% 23,07% 15,38% 30,77% 46,15% 38,46% 15,38% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui persentase peningkatan kemampuan menulis iklan menggunakan media gambar karikatur siswa kelas Vi D Sekkolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2024/2025 sebagai berikut. Pada prasiklus siswa yang termasuk dalam predikat baik 30,77% . Siswa yang termasuk dalam predikat lebih dari cukup 38,46% . Siswa yang termasuk dalam predikat cukup sebesar 30,77% . Pada siklus I siswa yang termasuk predikat sangat baik 30,77% . yang pada mulanya pada prasiklus tidak ada yang termasuk dalam predikat sangat baik. Ini berarti ada peningkatan sebesar 30,77%. Siswa yang termasuk predikat baik sebesar 23,07% . yang pada mulanya di prasiklus sebesar masih tersisa 30,77%. Ini berarti terjadi peningkatan 7,69% . Siswa yang termasuk predikat lebih dari cukup tersisa 15,38% . yang pada mulanya sebanyak 38,46% . Ini berarti terjadi peningkatan 23,07% . Siswa yang termasuk predikat cukup sebesar 30,77% . yang pada mulanya di prasiklus juga sebesar 30,77% . Pada siklus II siswa yang termasuk dalam predikat sangat baik 46,15% . yang pada mulanya di siklus I sebanyak 30,77% . Ini berarti terjadi peningkatan 15,38% . Siswa yang teemasuk predikat baik sebesar 38,46% . yang pada mulanya yaitu siklus I sebesar 23,07% . Ini berarti terjadi peningkatan 15,38% . Siswa yang termasuk predikat lebih dari cukup sebesar 15,38% . Ini berarti masih tergolong tetap. Siswa yang termasuk predikat cukup 0,00% . idak ada lag. Sehingga di siklus ini predikat cukup tidak ada lagi, hal ini dapat dikatakan terjadi peningkatan, karena sudah tidak ada lagi siswa yang tidak tuntas. Semua siswa telah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70,00. Berdasarkan hal di atas, dapat dikatakan bahwa dengan menerapkan metode project based learning dalam kemampuan menulis iklan menggunakan media gambar karikatur siswa kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan Tahun Pelajaran 2024/2025 dapat meningkat secara signifikan. CONCLUSION Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada Bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis iklan menggunakan media gambar karikatur siswa kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2024/2025 sementara mengalami peningkatan. Hai ini terbukti dari hasil penelitian, yaitu pada prasiklus yang 10 orang siswa mendapat nilai 69,61 termasuk dalam predikat lebih dari cukup dengan presentase 38,46%. Pada siklus I yaitu, 8 orang siswa yang nilainya tuntas dengan persentase 30,76%. Pada Siklus II mengalami peningkatan yang signifikan dan semua siswa dinyatakan tuntas. Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan prestasi yang signifikan dari prasiklus ke siklus I, maupun dari siklus I ke siklus II. Pada akhirnya setiap tindakan semua siswa telah dinyatakan tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis iklan menggunakan media gambar karikatur siswa kelas Vi D sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2024/2025 setelah menerapkan metode project based learning mengalami Hal ini terbukti dari nilai rata-rata pada prasiklus sebesar 69,61, siklus I nilai rata yaitu 76,15. Pada siklus II seluruh siswa telah tuntas . %) dengan nilai rata-rata 83,00. Peningkatan dari prasiklus ke siklus I sebesar 8,97%. Peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 5,66%. Peningkatan skor tersebut merupakan tanda bahwa kemampuan menulis iklan siswa kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2024/2025 semakin baik setelah menerapkan metode project based learning. Apabila hal ini dikaitkan dengan bunyi hipotesis. AuDengan menerapkan metode project based learning kemampuan menulis iklan menggunakan media gambar karikatur siswa kelas Vi D Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2024/2025 dapat meningkatAy maka hipotesis tersebut dapat diterima karena terbukti kebenarannya. REFERENCES