Dampak Globalisasi dan Modernisasi Terhadap Tata Norma Masyarakat Dan Sistem Religi di Lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri Author : 1st Rizki Yudha Bramantyo Law Faculty Kadiri University Kediri City. Indonesia rizki_bramantyo@unik-kediri. Irham Rahman Law Faculty Kadiri University Kediri City. Indonesia irhamrahman@unik-kediri. 3rd Hery Sulistyo. Law Faculty Kadiri University Kediri City. Indonesia herysulistyo@unik-kediri. Fitri Windradi Law Faculty Kadiri University Kediri City. Indonesia fithri_windradi@unik-kediri. ABSTRAK Sistem religi terdiri dari lima komponen, yaitu: . emosi keagamaan . sistem keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, . Sistem ritus dan upacara merupakan sistekm komunikasi antara manusia dengan Tuhannya, . Kesatuan sosial yang satuan komunikasi, . sarana prasarana Kelima komponen tersebut terjalin sangat erat satu dengan yang lain menjadi suatu sistem yang terintegrasi secara bulat. Emosi keagamaan merupakan suatu getaran yang menggerakan jiwa manusia, emosi keagamaan dapat dirasakan oleh setiap orang. Hal tersebut tampak dalam tindakan ibadah, berdoAoa yang dibungkus oleh aspek cultur dan budaya yang ada. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana masyarakat dan sistem religi dalam perspektif globalisasi di daerah lereng gunung Kelud Kabupaten Kediri. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masyarakat dan sistem religi dalam perspektif globalisasi daerah lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri. Adapun pendekatan penelitian dengan pendekatan kualitatif, dan teknik penentuan informan dengan teknik Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi sebagai pengumpulan data pendukung. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi data, yang kemudian dilakukan analisis interaktif dari Milles dan Huberman. Setelah melalui pengumpulan data, uji keabsahan data, dan analisis interaktif yang dilakukan kemudian dihasilkan hasil penelitian sebagai berikut : Kemajuan teknologi, khususnya teknologi komunikasi telah banyak merubah minimal tergesernya nilai-nilai, norma dan adat istiadat lokal menjadi mengglobal. Banyak perilaku sosial yang juga ikut berubah sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Banyak kegiatan keagamaan yang juga dipengaruhi oleh teknologi tersebut, misalnya kitab suci AlqurAoan atau kitab agama lain, ataupun ajaran lain yang dapat direkam dalam memori teknologiu komunikasi tersebut. Demikian juga dengan aktivitas keagamaan lain yang terpengaruh oleh keberadaan teknologi tersebut. Kebiasaan hidup sehari-hari masyarakat tidak bisa lepas dari mass media komunikasi (Handphon. Kata Kunci : Masyarakat. Sistem Religi dan Globalisasi. PENDAHULUAN Berkembangnya peradaban manusia telah membawa manusia kearah kehidupan sosial yang semakin kompleks dan rumit. Perubahan sosial ini dari waktu ke waktu dibarengi dengan berubahnya kebiasaan, cara hidup, cara pandang, gaya dan perilakunya. Beberapa penemuan serta perkembangan teknologi silih berganti mencuat memberikan dorongan perubahan gaya hidup. Anggap saja dimulai dengan pembangunan kapal pertama oleh Nabi Nuh, disusul dengan tulisan cuneiform, penemuan aksara pertama, media tulis pertama, hukum tertulis pertama dan sebagainya. Hingga dimulailah zaman Perunggu, kemampuan menempa bahan-bahan metal atau dikenal dengan metalurgi hingga revolusi Salah satu penemuan yang paling merubah kehidupan antara lain adalah ditemukannya roda serta pemanfaatan tenaga listrik. Rekayasa kelistrikan memacu pemikiran manusia dan terus berkembang hingga saat ini. Dahulu kala rasanya tidak mungkin bisa menonton acara seperti sepak bola dalam waktu yang bersamaan atau live pada saat yang sama, tetapi berkat ditemukannya teknologi konversi gambar menjadi data, data dapat di transmisikan melalui berbagai media mulai kabel hingga nirkabel / radio sehingga hari ini bukan lagi hal baru untuk dapat menonton sepak bola di belahan dunia lain. Pesatnya kemajuan teknologi membuat hidup bagaikan mimpi, waktu cepat berlalu dan akses informasi terbuka lebar kepada siapapun. Jangkauan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjangkau ke segala arah termasuk ilmu kesehatan, ditemukan banyak metode untuk menciptakan, merekayasa segala sesuatu menjadi seperti yang dikehendaki. Ditemukan teknologi operasi plastik kemarin masih seorang pria seminggu kemudian menjadi wanita dan masih banyak lagi peristiwa fenomenal yang menjadi gambaran kecanggihan teknologi. Dalam bidang arsitektur, selera atau kebiasaan hidup manusia memegang peranan penting yang menggerakkan perubahan nilai fungsi bangunan. Manusia tak lagi berfikir tentang ornamen atau idealisme bahan yang digunakan melainkan fungsi dan aspek-aspek minimalis lainnya. Bahkan tren terbaru menunjukkan rekayasa peti kemas yang luar biasa berubah menjadi rumah huian kecil dengan konsep industrial minimalis. Hal-hal yang terjadi di sisi gedung atau apartemen sangat jelas. Perubahan bentuk dan ornamen bangunan menggambarkan kehidupan dan peradaban pada masa itu. Tidak hanya di sektor perumahan, di gedung perkantoran dan berbagai fasilitas perumahan di Saat ini, tetapi juga dalam bentuk batu nisan di kuburan, bentuk kuburan juga telah berubah beberapa kali. Peradaban masa lalu juga dapat dipelajari dari perspektif karya saat itu. Berawal dari pertanian, dimana cara bertani merupakan gambaran sederhana dari jenis pekerjaan yang paling umum dilakukan manusia . erburu dan Pekerjaan pertanian biasanya dimulai dengan membuka lahan, secara tradisional beberapa kelompok masyarakat di Indonesia mengenal istilah lading berpindah, yaitu mekanisme pertanian yang dilakukan dengan terlebih dahulu membabat hutan, meratakan, menebang, membakar lalu menanaminya dengan tanaman yang diinginkan. Namun demikian Ketika tanah atau lahan tersebut sudah mulai tidak subur lagi, mulai tidak terlalu menghasilkan, maka warga akan membuka lahan baru dengan cara membabatnya kemudian mereka berpindah bercocok tanam di lahan baru tersebut tanpa melakukan pengolahan lahan. Secara umum mereka masih menggunakan perlengkapan sederhana, alat-alat tangan berupa olahan besi atau acap kali diistilahkan dengan teknologi metalurgi atau upaya pengolahan bahan metal, masyarakat di masa lalu sudah mampu membuat alat-alat pertanian yang mereka butuhkan melalui proses penempaan yang panjang. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bukan hanya wawasan masyarakat mengenai pengolahan lahan yang bertambah namun juga metode pelaksanaan bercocok tanam yang berkembang seiring dengan perubahan peralatan atau perlengkapan yang digunakan. Pada tahap awal perkembangannya masyarakat tradisional mulai memanfaatkan hewan ternak untuk melakukan tugas berat yang tak mampu dilakukan manusia normal semisal membajak lahan yang sangat luas, mengalirkan air mengairi lahan yang terletak cukup tinggi diatas dan lain sebagainya. Paling umum adalah penggunaan hewan ternak untuk menggemburkan tanah. Masyarakat mulai mengenal pengolahan lahan, mereka melakukan aksi pemupukan, fermentasi dan lain sebagainya dengan harapan tanah tetap subur dan panen berlimpah. Mereka tak lagi berpindah-pindah lalu membuka hutan, atas rasa kepemilikan, penguasaan dan pengolahan serta pengelolaan tanah turun temurun mereka mulai mengenal rasa kepemilikan, lalu kemudian melakukan pendaftaran hak atas tanah secara tradisional dan lain Hal yang kurang lebih sama terjadi pada sektor kelautan dan perikanan, dari awalnya teknologi sangat sederhana, perahu cadik berlayar kecil yang hanya mengandalkan angin sebagai tenaga penggerak, berkembang hingga menjadi perahu motor berbahan bakar solar. Pun demikian dengan perahunya yang awalnya hanya perahu cadik kecil berbahan dasar kayu yang di keruk, menjadi kapal ikan berbahan karbon dan lain sebagainya. Dalam pekerjaannya para nelayan juga merupakan pelaku perubahan sosial berbasis teknologi, dimana dahulu mereka mengandalkan rasi bintang serta ayunan ombak untuk memprediksi arah dan musim ikan, kini menggunakan teknologi GPS berbasis citra satelit untuk menentukan letak kerumunan ikan. Hal ini menciptakan efektivitas yang luar biasa dalam kegiatan melaut, sehingga dapat membawa hasil yang jauh lebih baik dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pada masa lalu nelayan pergi melaut pada malam hari mengandalkan tiupan angin darat, memaksimalkan malam hari ditengah lautan dan pulang pada siang hari besoknya dengan tiupan angin laut, menangkap ikan seadanya dan sedapatnya, apapun jenis ikannya. Namun sekarang hal tersebut sudah relatif jarang dijumpai, nelayan di era modern bahkan telah memiliki pesanan ikan sebelum pergi melaut, mereka tahu jenis ikan tertentu seperti tuna ekor kuning, kakap merah dan lain sebagainya memiliki nilai ekonomi tinggi diatas rata-rata, nelayan modern pergi melaut dalam rencana jangka hari, mereka biasa melaut selama 2 hingga 4 hari, baru kemudian pulang di hari ke 5 dengan hasil ikan yang diharapkan. Perubahan perilaku ini adalah akibat dari berkembangnya teknologi di bidang maritim, perikanan dan kelautan. Penduduk di lereng gunung kelud adalah kelompok masyarakat tua, kampung tua yang telah ada jauh sejak masa kerajaan Kadiri. Hal ini menjelaskan mengapa mereka memiliki adat dan budaya serta kebiasaan-kebiasaan hidup yang unik dan berbeda. Ada ritual atau acara kerukunan warga bernama Larung Sesaji yang berupa prosesi dihanyutkannya sebagian hasil bumi berupa tumpeng berisi kepala kerbau lengkap dengan pisang, nanas, nasi tumpeng, olahan ayam berbumbu, sayur mayur, bayam, selada dan lain sebagainya diatas sebuah wadah yang dibuat dari bambu lalu di hanyutkan di kawah gunung Kelud. Upacara adat ini bermakna sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas di limpahkannya rejeki berupa kehidupan yang tentram, kecukupan rejeki, kesehatan dan juga ketenangan batin. Upacara tersebut juga di maksudkan agar Gunung Kelud sebagai sarana utama tempat tinggal mereka tidak memberikan bencana erupsi sehingga warga dapat berkehidupan dengan tentram. Gunung Kelud pada lereng bagian barat seperti umumnya gunung berapi, memiliki lahan pertanian yang subur, tanah humus yg pekat memberikan unsur hara terbaik untuk tanaman produktif yang ditanam warga. Udara khas pegunungan yang segar ditambah lagi pemandangan hutan yang masih alami, acap kali terdengar kicauan burung-burung yang turut mewarnai perjalanan wisata siapapun yang berkunjung kesana. Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah telah menyediakan akses jalan yang sangat baik untuk mengarah ke Gunung Kelud, akses jalan beraspal dengan lebar jalan yang cukup memberikan kemudahan akses bagi pengunjung. Gunung Kelud juga telah dilengkapi dengan fasilitas umum pendukung yang baik, tempat parkir yang luas hingga ketersediaan jaringan seluler. Meski harus diakui hanya beberapa provider tertentu yang dapat dinikmati layanan selulernya disana. Berwisata ke Gunung Kelud via Kabupaten Kediri, bukan hanya pengunjung akan mendapatkan wisata pegunungan dan agribisnis yang memukau namun masyarakat lokal juga menyediakan beberapa wisata lokal yang sangat menarik, diantaranya ada kampung anggrek, kampung korea, kampung duren dan lain Tak ketinggalan pasar lokal yang menjajakan langsung hasil bumi GUnung Kelud seperti nanas, terong, durian, cabai, tomat, selada, alpukat dan lain-lain. Sistem religi yang dijalankan oleh masyarakat setempat bisa apa saja, namun secara tradisional, masyarakat lereng kelud masih tetap menjalankan ritual peribadatan seperti kebiasaan pendahulunya yang di tuturkan turun temurun, menurut agama dan kepercayaannya. Berdasarkan hasil observasi didapatkan data bahwa masyarakat lereng Gung Kelud sebelah barat telah menggunakan telepon gengganm android untuk berkomunikasi maupun menjalankan kehidupan sehari-hari. Sistem komunikasi yang sudah modern ini juga turut merubah pola kehidupan masyarakat setempat dimana mereka telah meninggalkan sistem komunikasi kentongan yang merupakan warisan nenek moyangnya. Kini kentongan hanya merupakan pelengkap acara adat atau hanya merupakan warisan budaya semata yang ditampilkan pada acara-acara tertentu. Pada sisi barat lereng Gunung Kelud, masyarakat sudah tampak berkomunikasi dengan menggunakan teknologi telepon seluler (Dudi & Bramantyo, 2. Hal tersebut selain berfungsi untuk memudahkan komunikasi secara personal namun juga digunakan untuk menunjang sektor pariwisata dimana masyarakat mempromosikan daerahnya melalui aplikasi-aplikasi sosial media di telepon seluler. Menyadari bahwa masyarakat lereng kelud bagian barat adalah bagian dari komunitas sosial yang tidak dapat dilepaskan dari perubahan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memang sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka, masyarakat lereng kelud juga sebuah persekutuan yang bersifat komunal dan senantiasa ingin mempertahankan budaya, cara hidup, ide dan konsep turuntemurun dari nenek moyang. Sebagai akibatnya masyarakat mengalami pergeseran nilai dan perubahan Melestarikan adat budaya masyarakat mensinergikannya dengan kemajuan teknologi. Perubahan sosial di mulai dari input informasi yang didapatkan masyarakat dari siaran televisi, kanal-kanal youtube dan lain-lain(Karangora et al. ,2. Bagaimana bila tatanan sistem religi dan kondisi sosial yang ada menghadapi arus budaya globalisasi? Fenomena apa yang akan terjadi selanjutnya sebagai akibat dari pertemuan kedua norma yang bertolak belakang tersebut? II. METODE PENELITIAN Mempertimbangkan inti masalah dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka digunakanlah metode penelitian kualitatif yang secara primer menggali data melalui pengamatan dan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi berbasis data. Data utama adalah data observasional, diperkuat dengan wawancara. Media pengumpulan data atau instrumen yang digunakan adalah alat-alat tulis dan sebuah handphone android merk Samsung J7 Pro, yang digunakan untuk merekam percakapan, membuat video, dan mengambil foto berbagai fenomena sesuai data yang diinginkan. Informan dalam penelitian ini, adalah mereka yang dinilai sebagai orang yang berpengetahuan atau tahu banyak dan dalam tentang topik penelitian Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul diuji keabsahannya atau datanya ditriangulasi dengan cara mengecek atau menanyai lebih dari 3 informan hingga didapatkan keterangan yang selajur. Oleh karena itu, apa yang dijelaskan oleh seorang informan didukung oleh informan yang lain. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode interaktif. Analisis Miles dan Huberman sebagai berikut: Sumber : Sugiono, 2007 i. HASIL PENELITIAN Masyarakat lereng barat Gunung Kelud masih tergolong masyarakat agraris hal ini dibuktikan dengan masih mencari penghidupan dan bekerja sehari-hari di bidang pertanian dan perkebunan, mereka masih menggengegam erat budaya dan tata adat yang ditinggalkan nenek moyangnya. Nilai-nilai luhur dan ajaran tentang pertanian, peternakan pun masih menggunakan falsafah lawas mereka. Nilai dan norma sosial tumbuh dan berkembang serta terpelihara dengan baik. Kehidupan sehari-hari mereka dibentuk oleh kehidupan pedesaan, bersifat komunal, hidup berkelompok, bergotong royong dan rukun. Pola komunikasi mereka berorientasi dan berkisar pada pertanian, keluhan tentang pupuk mahal dan sulit, harga tebu yang diproses di pabrik gula pondok pesantren murah, tidak sesuai yang diharapkan, lalu tentang tanaman, hama, hama tikus, tentang insektisida, tentang harga cabe, nanas, terong atau tomat dan berbagai tanaman pertaniannya yang lain yang juga harganya selalu murah. Lereng barat laut merupakan kawasan perkebunan kopi, sebagian besar masyarakat yang tinggal dan bekerja disana terkena dampak keberadaan perkebunan kopi tersebut, selain itu mereka juga beternak kambing dan lebah madu. Pekarangan yang ada rata-rata berisi pohon durian, rambutan, mangga dan semakin bergeser ke barat untuk padi dan tebu dan beberapa variasi yaitu mentimun, cabai, terong dan tomat. Sedangkan di lereng barat sekitar jalur wisata Kelud, masyarakat menanam nanas, jagung, pepaya, buncis, selada, bayam dan sayuran lainnya. Orang-orang di daerah ini sedikit lebih terbuka dan berkembang daripada orang-orang di lereng barat laut. Faktanya adalah bahwa orang-orang didaerah barat laut cukup akrab dan lihai untuk menggali, memanfaatkan dan menggunakan daerah mereka untuk tujuan wisata. Oleh karena itu mereka berkembang lebih unggul di bidang ekonomi Hal ini dapat terjadi sebagai bentuk pengaruh dan dampak kemajuan teknologi komunikasi. Sebagaimana dijelaskan di atas, teknologi informasi dan perkembangan globalisasi berdampak pada berbagai perubahan nilai masyarakat melalui berbagai kemajuan teknologi, khusus untuk teknologi komunikasi sangat mempengaruhi cara berfikir masyarakat dan cara mereka menggali dan mencari masyarakat disana sudah terbiasa bertanya kepada Google atau mencari informasi apapun Menjadi maju memang, namun dikhawatirkan mereka tak mampu menyaring informasi sehingga mudah diresahkan oleh pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar alias hoax. Perubahan perilaku sebagai tanggapan atas masuknya teknologi juga terjadi terhadap nilai-nilai kemasyarakatan yang berkaitan dengan tata krama sosial dan berbagai aliran keagamaan. Pada era 1990an. Idul Fitri khususnya pulau Jawa memiliki kearifan lokal berupa Halal Bi Halal yang kemudian berkembang teradopsi menjadi budaya nasional. Dalam acara tersebut, sebagai umat Islam, mereka saling berkunjung, meminta maaf dan memaafkan, baik saudara maupun anak dengan orang tua, saudara, kerabat dan teman. Namun seiring berkembangnya media, hal ini dilakukan dan diselenggarakan di ponsel melalui pesan multimedia yang mampu mengirim video dengan mudah dan cepat, tidak perlu datang langsung ke orangnya. Protokol konferensi tidak lagi diperlukan untuk dicetak dan kemudian dibaca di konferensi, tetapi cukup ditulis di ponsel dan disimpan kapan saja sehingga dapat digunakan untuk perjumpaan di lokasi yang berbeda. Banyak ayat, surat bahkan kitab suci berbagai agama, konferensi agama yang tercatat sebagai materi atau materi konferensi, dan berbagai ajaran direkam di YouTube melalui ponsel (Setiono. Teknologi komunikasi dengan demikian telah membawa berbagai perubahan nilai sosial, sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Baik dalam bidang interaksi antar manusia, mata pencaharian, pekerjaan maupun nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Kemajuan berbagai teknologi yang telah mengglobal di semua lapisan masyarakat berdampak besar pada artikulasi kehidupan, mulai dari kebiasaan di rumah, masyarakat dalam kehidupan sehari-hari hingga pola kehidupan, pola kerja yang mengarah pada perubahan budaya dan aksi berulang yang kemudian lama kelamaan menjadi hukum Hal ini sangat mudah ditemukan di masyarakat. Hubungan bisnis antar perantara . juga sudah menggunakan handphone, seperti halnya lantunan orang membaca ayat kitab suci, kita juga bisa bernyanyi . dengan artis atau penyanyi lain seperti idola kita di telepon pintar kita. Berbagai fenomena perubahan yang muncul melalui kemajuan teknologi adalah: Dulu membajak lahan pertanian dengan sapi atau kerbau, sekarang dengan traktor. Dulu bikin bibit atau bibit tanaman sendiri, sekarang beli di toko pertanian . isal bibit cabai, buncis, terong, mentimun, dl. , tomat, pepaya. Dulu ada sedikit atau tidak ada hama, hari ini ada banyak hama dan mereka dibasmi dengan Pupuk kandang digunakan di masa lalu, sekarang pupuk kandang dan pupuk kandang Kalau dulu informasi komunikasi tentang pertanian didapat dari petugas penyuluh pertanian, sekarang cukup lewat share Whatsapp telepon genggam pintar. Saya pergi ke pedesaan dengan berjalan kaki, sekarang saya mengendarai sepeda motor saya dan saya tidak punya tempat untuk pergi tanpa ponsel saya. Dahulu hasil panen dijual di pasar, kini interaksi penjualan . nteraksi bisni. dilakukan melalui telepon seluler. Dengan bantuan ekspedisi bisa mengirim hasil pertanian hingga ke pulau Dulu anak-anak bertanggung jawab membantu orang tua di bidang pertanian dan dulu jika harus sekolah sebagai pelajar . erguruan tingg. , biasanya mereka sudah pasrah dan menerima mata pencaharian apa adanya, namun sekarang banyak ide untuk mengembangkan dan meningkatkan produk pertanian melalui pemikiran kreatif baik sebagai konsumsi, industri ataupun pariwisata. Untuk menciptakan sesuatu yang nantinya akan dijual di kawasan wisata. Dulu alat komunikasinya adalah sepeda pedal, lalu dokar sekarang sepeda motor dan mobil. Adzan Dahulu menggunakan kenthongan dan bedug, sekarang adzan dikumandangkan dengan pengeras suara. Pertemuan tatap muka telah bergeser ke telepon seluler, panggilan grub seperti halnya berbagai komunikasi lainnya. Sebelumnya dulu meraka menjual dengan pasrah, mereka menunggu pembeli datang, tapi sekarang mereka beriklan di Internet, mampu mengirim hingga ke luar pulau jawa. Pariwisata sekarang dipromosikan melalui Internet sebagai jejaring sosial, gaya hidup dan galery foto. Dewasa ini, masyarakat tak lagi menggunakan televisi sebagai sumber informasi pemerintah satu arah sehingga masyarakat merangkul keragaman budaya yang mereka lihat namun cukup kagumi di ponsel mereka masing-masing. IV. PEMBAHASAN Sistem keagaamaan terbentuk untuk mengakomodir kesadaran tentang keterbatasan diri manusia serta penyerahan diri terhadap apa yang dianggap sudah digariskan, ketika manusia mengalami cobaan hidup atau permasalahan yang berat maka mereka memohon kemurahan Sang Pencipta untuk memberikan kekuatan, kemenangan, kesehatan serta penyelesaian masalah. Permohonan/doa/mantra adalah wujud komitmen terhadap betapa terbatasnya kemampuan manusia serta harapan akan bantuan dari yang dimohonkan, dalam hal ini Tuhan Yang Maha Kuasa. Makna yang dapat diambil adalah bahwa sistem keagamaan terikat erat dengan budaya serta kebiasaan, demikian pula budaya menggulirkan peradaban. Keseluruhan sistem religi di mulai dari kesadaran bahwa ada Yang Maha, ada yang berkuasa, berkekuatan. Yang Berkuasa diluar manusia, jadi siapakah dia, di kedalaman setiap sistem keagamaan pasti ada yang bersifat Kuasa sebagai segalanya. Pada kesederhanaan sistem keagamaan dimasa lalu, dikenal sesembahan-sesembahan apakah itu menyembah roh nenek moyang, kekuatan hutan, kekuatan batu sakti dan lain sebagainya. Nilai Ketuhanan bermakna adanya keyakinan, kepercayaan tentang pemikiran yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata tetapi diyakini, dipatuhi dan dipercayai dalam tiap gerak laku hidup manusia. Beberapa keyakinan yang diluar logika tersebut diakui secara kolektif sehingga menjadi sebuah gerakan yang mempengaruhi perilaku dan sikap penduduk setempat. Misalnya tentang mitos perempatan jalan yang angker, lantas diberi sesaji dan lain sebagainya. Termasuk pula ramalan-ramalan, kiasan-kiasan seperti terjadinya banjir, gunung meletus, kekeringan panjang dipercayai terjadi oleh beberapa hal yang tidak terpenuhi atau bahkan tercedarai oleh perilaku sekelompok masyarakat tertentu dalam upacara-upacara tertentu (Tedi Sutardi-2. AuSistem keagamaan merupakan salah satu unsur budaya universal, yang mengandung kepercayaan dan perilaku yang terkait dengan kekuatan dan kekuasaan gaib. Sistem keagamaan ada di semua masyarakat sebagai penjaga kontrol sosial. Au. Pemujaan dan keyakinan agama yang dianut, dan semua itu tentu ada ajaran atau tata tertib dalam praktik peribadatan keagamaan. Setiap peribadatan keagamaan tidak dapat dipisahkan dari unsur budaya, hal ini dapat diduga dengan adanya masjid untuk Umat Islam. Gereja Bagi umat Kristen, antropolog Indonesia murni Koentjaraningrat . menegaskan bahwa sistem keagamaan mengandung 5 unsur, antara lain emosi keagamaan, sistem kepercayaan, sistem ritual dan upacara, komunitas keagamaan dan perlengkapan upacara. Hal-hal inilah yang mendorong pemikiran, sikap, dan perilaku untuk bertindak sesuai dengan ajaran agama. Tumbuh atau runtuhnya kesesatan agama sangat tergantung kepada emosi agama tersebut. Dalam setiap kepercayaan tentunya ada rangkaian aturan yang membimbing setiap upaya peribadatan agar benar sesuai tuntunan dan diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Semisal, kalimat tertentu harus dibaca, mantra tertentu harus dirapal, doa tertentu harus dilafalkan, hal-hal tersebut harus dilakukan agar ibadah yang dilakukan dianggap sah dan dianggap diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sarana dan prasarana juga harus rapi dan tidak boleh tumpang tindih. Sarana dan prasarana adalah manifestasi dari segala upaya serta kreatifitas pkararsa manusia yang biasa disebut sebagai budaya atau bahasa gaulnya disebut teknologi. Berangkat dari pemahaman itulah maka tidak setiap tahapan peribadatan dapat dipisahkan dari aspek budaya, seperti di Jawa terdapat sarung yang sering dikenakan oleh orang yang beragama Islam, rukuk, sajadah. Bahkan Al-Qur'an dicetak di atas kertas . ertas adalah hasil kreativitas manusia dan itu adalah hasil budaya manusi. dan Kelima perangkat tersebut mengikat dalam sistem yang terintegrasi penuh. Ketaatan keagamaan merupakan getaran yang menggerakkan jiwa manusia. Emosi keagamaan dapat dirasakan oleh semua Oleh karena itu semua akan sujud . husyuk berdo. dan berdoa sendirian. Hubungan antara kelima unsur agama tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Perilaku beragama juga akan sesuai dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya dan lama kelamaan berkembang menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi budaya. Misalnya menabur bunga saat ziarah, membakar dupa saat beribadah dan lain Sistem kepercayaan suatu agama diresapi dengan emosi keagamaan, namun di sisi lain, emosi keagamaan sendiri adalah hal yang dibangkitkan dari sistem kepercayaan. Setiap kepercayaan mengandung nilai tentang sifat Tuhan, alam gaib, sifat hidup dan mati, dan keberadaan dewa bahkan Selain itu, suatu sistem kepercayaan yang juga erat kaitannya dengan ritus dan upacara, tatanan unsur-unsur, rangkaian acara, serta sarana dan prasarana dalam upacara tersebut. Sistem upacara merupakan manifestasi perilaku beragama. Masyarakat berasal dari kata socius yang bermakna teman serta resapan bahasa arab AusyarakahAy dapat diartikan sebagai partisipan atau pengikut. Maclver dalam Beni Ahmed Saebani . Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki sistem kerja, kewenangan yang saling membantu, berlapis-lapis, berada dalam kelompok dan memiliki jaringan sosial. Menjalani kehidupan bersama sebagai suatu masyarakat tentu banyak timbul gesekan horisontal berkenaan dengan perbedaan pandangan, prinsip, pola perilaku agama dan lain sebagainya, sehingga dalam kehidupan sosial Dalam pergaulan sosial sehari-hari, dapat dipastikan senantiasa terdapat banyak keberagaman, mulai dari perbedaan pola pikir, pemahaman, fanatisme tertentu, selara, sikap dan perilaku dan lain Hal tersebut mendorong manusia membuat kelompok-kelompok sosial yang dapat saling mendukung atau memiliki pandangan yang sama dalam hal-hal tertentu, bisa sama ideologi, sama asalausul, sama kepercayaan dan lain-lain. Setiap perbedaan jika dipandang dari sudut pandang Aukau tak sama dengan kuAy tentu pasti dapat menimbulkan masalah, akan tetapi lain hal jika dipandang sebagai Aukau melengkapi kuAy. Oleh karena itu di lokasi-lokasi tertentu perbedaan justru dianggap sebagai keberagaman yang berujung pada persautan dan kebersamaan. Sedangkan globalisasi berasal dari kata global yang berarti umum atau keseluruhan. Secara general, konsep globalisasi adalah proses pengaruh mempengaruhi yang di mediasi oleh teknologi. Baik itu pandangan, budaya, pemikiran, gaya hidup bahkan cara hidup sehingga kerangka budaya lokal yang semula hanya ada di wilayah tertentu itu menjadi dikenal luas dan sebaliknya masyarakat lokal yang semula tak mengenal budaya lain selain budayanya sendiri, akan mengenal dan terwarnai oleh budaya lain. Contoh yang paling mudah dapat kita saksikan bersama pada upacara atau resepsi pernikahan, dimana kedua mempelai yang berbusana adat jawa menyanyikan lagu Autake me home country roadAy yang dipopulerkan John Denver atau bahkan AuJudeAy yang dipopulerkan The Beatless. Masih dengan kebayanya yang bermotif sekar jagat, sang ratu sehari menyanyikan AuThe Power Of LoveAy karya Celline Dion sebagai persembahan untuk suaminya. Demikianlah globalisasi mempengaruhi kultur budaya lokal. Hal-hal yang semula bersifat lokal kedaerahan akan mendunia menembus batas wilayah dan geografis. Demikian pula sebaliknya, masyarakat yang semula hanya mengimani corak kebudayaan lokal tertentu, akan mulai mengenal pandangan lain, pemikiran lain yang bersifat global. Globalisasi memiliki interaksi antar bangsa dan antar budaya, kaidah-kaidahnya diantarkan oleh teknologi seperti telepon genggam, televisi, video conferensi, video call dan yang paling kuat adalah media sosial. Berkenaan dengan sifat globalisasi, konsep ruang dan waktu telah berubah, misalnya perkembangan lebih lanjut dari media komunikasi . enggunaan fasilitas komunikasi . , aplikasi satelit, interne. di bidang perdagangan internasional, kesehatan . erbagai informasi tentang mata pelajaran Kesehatan, misalnya wabah penyakit coron. Melalui satelit. Anda dapat meningkatkan interaksi budaya, baik itu melalui seni, olahraga, perang, perdamaian dan berbagai acara lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi begitu cepat sehingga kita dapat melihat dan menikmati apa yang terjadi di belahan dunia lain. Diatas segala kebaikan atau menfaat yang ditawarkan oleh globalisasi, di sisi lain globalisasi atau keterbukaan informasi juga membawa masalah umum yang cukup pelik, pudarnya tata nilai tradisional mengakibatkan hilangnya budaya, seni, cara hidup membawanya berubah menjadi lebih cepat dan modern. Hal tersebut tentu saja berdampak pada kenyamanan hati dan kehidupan terutama di masa transisi. Beberapa kelompok masyarakat yang sedang mengalami atau berada di masa transisi dijumpai kegundahan masyarakat, generasi tua atau orang-orang tua merasa anak-anak muda generasi penerusnya tidak tahu sopan-santun, kehilangan tata krama, segalanya mau cepat dan instan. Globalisasi juga dapat memperburuk masalah umum, khususnya masalah lingkungan, seperti sampah-sampah modern yang mencemari lahan, krisis kebakaran hutan, bencana banjir akibat menipisnya berbagai hutan di beberapa belahan dunia Manue l Castells . Kelompok-kelompok masyarakat juga makin cepat terbentuk sebagai akibat globalisasi, kelompok musik modern, kelompok seni pertunjukan modern hingga kepada kelompok-kelompok sosial yang menjadi wadah gerakan-gerakan kemasyarakatan termasuk gerakan politik. Globalisasi menawarkan kemudahan pertukaran informasi dan gagasan, tentu saja kemudian ada perbedaan dan gesekan, namun kemudian kembali kepada kalimat penentu, apakah kau satu ide dengan ku, mari bergabung bersamaku. Jaringan sosial dan citra memegang peranan yang sangat penting dewasa ini, manusia tak lagi dipandang sejatinya namun lebih kepada gambaran apa yang dia tampilkan. Citra diri ini sangat mudah terbentuk di bidani oleh media sosial yang makin aktif dalam bungkus globalisasi dan modernisasi. Kelompok masyarakat yang terbentu, kemudian disadari atau tidak menjadi kekuatan besar yang menggerakkan masyarakat, potensi kekuatan massa ini kemudian mempengaruhi apapun yang dilaluinya, apakah itu politik, bisnis, ekonomi, bahkan keamanan. Selain identitas sebagai wahana individu, berkembangnya era keterbukaan informasi memungkinkan masyarakat membentuk relasi sosial yang memiliki potensi besar. Relasi sosial ini sangat mungkin merubah gaya hidup, pandangan, cara pikir maupun cara hidup kelompok masyarakat yang dimilikinya. Contoh saja Kerukunan Pedagang Telur Se Kabupaten Konoha, dimana didasari kesepakatan mereka, mereka mampu mengendalikan harga telur, memonopolinya di pasaran. Jaringan sosial kemasyarakatan ini kemudian menentukan identitas masyarakat, contohnya seperti Kota Batu di Jawa Timur yang terkenal dengan apelnya, karena dulu hampir seluruh petani di Kota Batu, menanam apel, apelnya panen raya, melimpah ruah hingga terkenal sebagai kota penghasil apel. Kembali, hal ini di sebabkan oleh kebersamaan para petani yang kompak menanam apel bersama-sama. Ketegangan antara kekuatan lokal dan prinsip-prinsip universal ini mendorong perubahan kelembagaan, yang dapat menyebabkan perubahan sosial sebagai akibat dari globalisasi, tetapi sebelum itu terjadi biasanya dimulai dengan transisi adaptasi sosial, yang merupakan proses perubahan pemikiran-perubahan. Salah satu fase tersebut adalah masyarakat akan melihat fenomena baru. Ketertarikan terhadap fenomena baru berikut, dilanjutkan dengan mempelajari, menganalisis kelebihan dan kekurangan, kelebihan dan kekurangan, kelebihan dan kekurangan, yang kemudian ingin mencobanya, akhirnya ingin mengejarnya (Suwarno, 2. Dalam era globalisasi, peran dan pengaruh adat istiadat, norma-norma kemasyarakatan yang mengatur perilaku sosial masyarakat . telah berubah atau dapat secara bertahap tergerus oleh kemajuan teknologi yang didasarkan pada proporsi dan fakta serta dengan demikian mengubah tindakan atau perilaku manusia. Hal ini terjadi karena mereka secara tidak sadar melakukan proses adaptasi dengan teknologi. Hukum adat atau aturan kebiasaan unik yang berbeda, norma dalam interaksi sosial perlahan tapi pasti digantikan oleh peraturan negara atau peraturan desa yang bersifat formal dan Kebiasaan dengan nuansa tradisional atau bernuansa mistik atau nilai metafisik telah ditinggalkan dengan nilai logika kontemporer. Semua ini terjadi melalui penggunaan berbagai teknologi modern, terutama teknologi komunikasi yang siap hadir masa kini atau modern. Derasnya arus informasi melalui internet, mengakibatkan berbagai persoalan masyarakat tidak lagi diselesaikan menurut kebiasaan, melainkan melalui hukum formal yang ditetapkan oleh pemerintah. Kumpulan orang dan kelompok dengan tujuan hidup yang sama membentuk grub-grub dan grub tersebut berfungsi sebagai wadah bagi orang-orang yang berbeda dalam kelompok masyarakat, masalah tentu saja dapat muncul kapan saja, baik secara individu maupun kelompok. Keberagaman dan perbedaan dalam masyarakat terkadang dapat menimbulkan konflik dan perselisihan, ini adalah hal yang wajar. Pemerintah, perusahaan dan individu membentuk hubungan kolektif dengan orang-orang dengan identitas yang sama (Widodo, 2. KESIMPULAN Perubahan sosial tak akan mungkin dapat di hindari, pasti niscaya akan selalu terjadi, hanya saja dapatkan kelompok sosial kemasayarakatan tersebut dapat mempertahankan nilai luhur budaya nenek moyangnya namun sembari tettap mengadopsi pemikiran-pemikiran, cara-cara dan perilaku modern. Contohnya seperti masyarakaty Jepang yang secara ekonomi telah maju luar biasa namun tetap mampu mempertahankan budaya asli mereka hingga akhirnya menjadi sebuah kebanggan dann identitas Masyarakat di lereng barat Gunung Kelud merupakan masyarakat agraris yang menanam tanaman pertanian berumur pendek. Masyarakat di lereng barat Gunung Kelud perlahan tapi pasti mengalami perubahan yang dapat mengakibatkan perubahan sosial budaya sehubungan dengan pengaruh teknologi . , mereka selalu berpegang pada aturan yang berlaku serta kemajuan dalam media kultus, upacara dan ritus seremonial yang telah terwarnai oleh kemajuan teknologi. Pemerintah Daerah memiliki peran besar dalam upaya menggerakkan masyarakat secara serentak untuk mewujudkan masyarakat yang maju, produktif, bahagia, berpendidikan baik, bermata pencaharian baik namun tetap sopan, santun dan menjunjung nilai-nilai budaya dan kesopanan sebagaimana yang telah diajarkan nenek moyang secara turun temurun. DAFTAR BACAAN Beni Ahmed Saebani, 2012. Pengantar Antropologi . Bandung: CV Pustaka Setia Castells. Manuel. The Rise of the Network Society. Oxford: Blackwell. Dudi. , & Bramantyo. Keluarga Sebagai Basis Kerukunan Umat Beragama Di Sei Gohong. Palangka Raya Kalimantan Tengah. Mediasosian. Vol. Hanum. Analisis Pelaksanaan Peraturan Walikota No. 40 Th. 2014 Tentang Pedoman Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Mediasosian. Vol. Karangora. Pudjiono. Windradi. , & Mafazi. Porstitusi Online Ditinjau Dari Perspektif Hukum Pidana. Transparansi Hukum. Vol 2(No . , 122Ae137. Koentjaraningrat, 2010. Kebudayaan. Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Setiono. Aspek Yuridis Alih Fungsi Trotoar Jalan Sebagai Lokasi Pedagang Kaki Lima. Transparansi Hukum, 1. , 118Ae142. https://doi. org/10. 30737/transparansi. Sutardi. Teddy. Antropologi : Mengungkapkan Keragaman Budaya. Bandung. PT. Setia Purna Invest Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suwarno. Disertasi : Perubahan Sosial Masyarakat Bakumpai Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Program Pascasarjana UNMER. Malang. Widodo. Implementasi Pelayanan Pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas LIB Kota Blitar. Mediasosian. Vol. , hal. https://w. com/skola/read/2020/02/24/130000469/globalisasi-peruba masyarakat?page=all . http://sosiologis. com/pengertian-globalisasi-dan-dampaknya han-perilaku-