Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 1. Juni 2025 EFEKTIVITAS BABY MASSAGE DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 1-12 BULAN Roganda Simanjuntak1. Wulan Wahyuning Tyas2 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jayapura. Jl. Padang Bulan II Kelurahan Hedam Distrik Heram. Jayapura. Papua. Indonesia, 9931 Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Surakarta. Jl. Ksatria No. Danguran. Klaten. Indonesia. Info Artikel: Disubmit: 05-11-2024 Direvisi : 01-12-2024 Diterima: 11-12-2024 Dipublikasi: 20-06-2025 ABSTRAK Pijat adalah bentuk terapi yang bertujuan sebagai stimulasi. Dibandingkan dengan bayi tanpa stimulasi, bayi yang memperoleh stimulasi teratur dapat memiliki perkembangan yang sesuai dengan umur. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan Penulis Korespondensi: pemberian baby massage pada bayi 1-12 bulan di PMB Nurul Email: Khasanah Desa Ngemplak Kecamatan Kalikotes. Klaten. rogandasimanjuntak773@gmai Penelitian ini adalah quasi eksperimen. Total sampel 40 responden usia 1-12 bulan di PMB Nurul Khasanah dibagi menjadi 20 responden sebagai kelompok kontrol . anpa pija. dan 20 Kata kunci: engan pijat bay. sebagai kelompok intervensi. Kedua Baby Massage. Bayi Usia 1-2 kelompok dilakukan penilaian KPSP dan kuesioner. Penelitian Bulan. Perkembangan Bayi mendapat izin etik dengan nomor 1. 776 / IX / HREC / 2023. Analisa data dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan DOI: 10. 47539/gk. sebagian besar responden berusia 3 bulan . ,5%) dan 5 bulan . ,5%). Sebagian besar bayi adalah perempuan . ,5%). Sebelum penelitian ditemukan sejumlah bayi dengan perkembangan kategori meragukan . %) dan kategori normal . %). Hasil analisis diperoleh hubungan yang signifikan . value = 0,. antara pemberian massage dengan perkembangan bayi 112 bulan. Pijat bayi dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk menstimulasi perkembangan bayi agar tepat sesuai usia. Bayi tanpa stimulasi massage beresiko mengalami keterlambatan perkembangan atau perkembangannya tidak sesuai dengan usianya karena kurangnya stimulus atau rangsangan kepada bayi. ABSTRACT One type of therapy that tries to stimulate is massage. Babies who receive frequent stimulation can develop in a way that is acceptable for their age compared to those who do not. This essay aims to ascertain the connection between massaging infants aged 1 to 12 months at PMB Nurul Khasanah in Ngemplak Village. Kalikotes District. Klaten. This study is a sort of quasi-experiment. The 40 respondents in the sample, who were all between the ages of 1 and 12 months, were split into two groups: 20 in the control group, which did not receive a massage, and 20 in the intervention group, which did receive a baby massage. Both groups underwent KPSP and questionnaire assessment. data analyst tools, the study received ethical permission with number 1. 776 / IX / HREC / 2023AiChisquare. According to the survey, most participants were between three and five months old . 5% and 5%, respectivel. The majority of the infants . 5%) were female. Before the research, several babies developed in the doubtful category . %) and normal category . %). According to the analysis, massage therapy and infants' growth between one and twelve months are significantly Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 1. Juni 2025 correlated . -value 0. Infant massage can promote the baby's growth as an age-appropriate supplemental therapy. Babies without massage stimulation are at risk of experiencing developmental delays or development that is not by their age due to a lack of stimulation or encouragement for the Keywords: Babies Aged 1-12 Months. Baby Development. Baby Massage PENDAHULUAN Tahapan perkembangan bayi adalah tahapan yang esensial dimana terjadi tumbuh kembang yang dapat mempengaruhi tahapan selanjutnya. Masa keemasan atau sering disebut sebagai golden age, usia 1-12 bulan, menjadi periode yang paling krusial, tidak bisa diulang, dan berlangsung singkat (Masruroh et al. , 2. Pada masa tersebut, kepekaan bayi terhadap lingkungan sangat tinggi. Bayi membutuhkan asupan nutrisi yang tepat juga stimulasi yang teratur guna menunjang tumbuh kembangnya (Herlina et al. , 2. Pada tahapan ini juga terjadi pembentukan karakter dan kepribadian anak (Cholifah, 2. Survei dari WHO menunjukkan terdapat prevalensi yang tinggi . -10%) kejadian disfungsi otak minor pada anak prasekolah, hal ini termasuk gangguan pada perkembangan motorik halus (WHO. Angka prevalensi tersebut juga sama terjadi di Indonesia, dimana 3% terjadi pada usia dibawah 5 tahun. Jumlah anak yang perkembangan fisiknya sesuai dengan umur sebesar 83,4% dan yang tidak sesuai sebesar 16,6% (Riskesdas, 2. Gangguan perkembangan yang tidak sesuai usia ini berdampak negatif pada masa depan anak karena akan mengalami kemunduran dalam bersosialisasi dan hambatan dalam belajar (Hasanah et al. , 2. Masa-masa esensial dalam perkembangan anak sangat krusial dalam menentukan kualitas anak diperiode mendatang. Proses tumbuh kembang yang terjadi selalu berkaitan dan mempengaruhi kualitas perkembangan selanjutnya. Agar proses tersebut optimal, maka diperlukan upaya berupa stimulasi dalam bentuk sentuhan dengan pemberian pijat atau babby massage. Pemberian pijat dapat memenuhi kebutuhan bayi berupa kasih sayang melalui sentuhan, kebutuhan fisik dan juga dapat menstimulasi mental (Herlina et al. , 2. Perkembangan bayi dengan stimulasi yang teratur dan terarah dapat lebih berkembang sesuai dengan usia daripada bayi tanpa stimulasi. Pemberian pijat dapat melancarkan sirkulasi dan distribusi oksigen ke seluruh sel dan organ menjadi lebih optimal, dan hal ini dapat meningkatkan kualitas tidur anak, meningkatkan ikatan emosional dan dapat meningkatkan kecukupan kebutuhan tumbuh kembang anak dari tingkat seluler (Napirah Ryman. Berdasarkan studi yang dilakukan selama di PMB Nurul Khasanah Desa Ngemplak Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten terdapat 6 anak pemeriksaan KPSP yang meragukan. Oleh hal tersebut, peneliti bertujuan menganalisis hubungan baby massage dan perkembangan bayi 1-12 bulan PMB Nurul Khasanah Desa Ngemplak Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 1. Juni 2025 METODE Penelitian ini merupakan Quasi eksperimental dengan one group pretest posttest. Populasi di PMB Nurul Khasanah Desa Ngemplak sebanyak 44 responden. Perhitungan sampling dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 40 responden sebagai sampel penelitian. 40 responden tersebut dibagi kedalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Massage dilakukan dengan durasi 15 menit setiap intervensi, 3 kali dalam 1 bulan. Kedua kelompok dilakukan penilaian KPSP dan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian sudah mendapat izin etik dengan nomor 1. IX / HREC / 2023. Data di analisis dengan uji Chi Square dengan software spss 26. HASIL Hasil penelitian disajikan pada Tabel 1 mengenai karakteristik usia. Tabel 2 mengenai karakteristik jenis kelamin serta pada Tabel 3 mengenai hasil analisi perilaku. Tabel 1. Karakteristik Usia Umur . Frekuensi Persentase . (%) Total Sebagian besar responden berusia 3 bulan dan 5 bulan yaitu masing-masing sejumlah 7 orang responden . ,5%). Tabel 2. Karakteristik Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi . Persentase (%) Laki-laki Perempuan Total Mayoritas bayi adalah perempuan yaitu sebanyak 21 bayi . ,5%). Tabel 3. Hasil Analisis Perlakuan Jenis Perkembangan Menyimpang Meragukan Sesuai (Norma. Total Pre test Pijat Kontrol 20 100 20 100 Post test Kontrol 20 100 17 20 100 20 100 p-value 0,002 Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 1. Juni 2025 Kelompok intervensi dan kelompok kontrol tanpa intervensi pada pre test masing-masing memiliki 3 bayi dengan kategori perkembangan meragukan. Pada kelompok intervensi, setelah diintervensi berupa pijat bayi terjadi perubahan dari yang awalnya memiliki kategori meragukan berubah menjadi kategori normal. Sehingga pada saat dilakukan pengkajian ulang, seluruh bayi . memiliki kategori normal. Namun, pada kelompok kontrol ketika dilakukan pengkajian ulang tidak terjadi perubahan kategori perkembangan pada bayi yang semula meragukan, dengan arti 3 bayi pada kelompok kontrol masih memiliki perkembangan dengan kategori meragukan. BAHASAN Pada penelitian ini mayoritas berusia 3 dan 5 bulan . ,5%). Bayi memperoleh keuntungan yang lebih besar ketika distimulasi sejak usia dini, terutama pada golden age bulan (Mariana and Sopiatun, 2. Usia dalam penelitian ini masih termasuk dalam kategori golden age, yaitu masa tumbuh kembang paling esensial dalam menentukan perkembangan mendatang (Cholifah, 2. Penelitian didominasi oleh bayi perempuan . ,5%). Kemampuan intelek anak laki- laki dan perempuan diketahui memiliki perbedaan, dimana keunggulan dimiliki anak perempuan prasekolah (Perdina. Safrina and Sumadi, 2. Anak perempuan memiliki keunggulan dalam ingatan, motorik halus, fonologis, dan persepsi. Sedangkan anak laki-laki memiliki keunggulan dalam gerakan motorik yang memiliki arah atau sasaran, visual, dan spasial (Pamuji and Sodikin, 2. Hasil penilaian perkembangan responden didapati bahwa 34 responden kategori sesuai dengan perkembangan usia atau normal dan 6 responden kategori meragukan. Pada kelompok intervensi terdapat 3 reponden kategori meragukan dan begitupun dengan kelompok kontrol. Keterlambatan dalam perkembangan yang tidak sesuai dengan usia dapat berakibat pada aspek kehidupan seorang anak dalam jangka panjang (Khadijah et al. , 2. Anak akan mengalami kesulitan dalam pemahaman, sehingga anak sangat rentan dalam kaitannya dengan pendidikan dan berpengaruh pada luaran akademik hingga pekerjaan (Muslimat. Lukman and Hadrawi, 2. Anak dengan gangguan perkembangan bahasa pada usia remaja kelak akan memiliki ketakutan berlebih terhadap sosialisasi dan memiliki aktivitas yang rendah dalam partisipasi sosial (Jesica and Hayu, 2. Perkembangan dengan kategori meragukan pada kelompok intervensi sebelum pemberian pijat bayi adalah 3 responden . %). Didapati perkembangan anak meningkat menjadi kategori normal atau perkembangan sesuai usia setelah pemberian pijat sejumlah 20 responden . %). Namun, pada kelompok kontrol . anpa perlakua. pada pretest dan posttest tidak didapati perbedaan jumlah responden dengan kategori meragukan atau dalam kata lain 3 responden . %) tetap memiliki perkembangan dengan kategori meragukan. Hasil analisis Chi Square dalam penelitian ini yaitu 0,002 yang berarti terdapat hubungan baby massage dengan perkembangan bayi 1-12 bulan di PMB Nurul Khasanah Ngemplak Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk terapi yang dimanfaatkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan, terutama pada anak. Terapi pijat atau massage berperan penting dalam Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 1. Juni 2025 perkembangan fisik, kognitif, pencegahan penyakit, termasuk keterlambatan tumbuh kembang (Parwati and Wulandari, 2. Stimulasi menjadi salah satu kebutuhan dalam perkembangan anak yang harus terpenuhi. Tumbuh kembang anak terlebih ketika dalam periode bayi dapat ditingkatkan dengan stimulasi berupa massage (Nurul Abidah and Novianti, 2. Pemberian stimulasi secara kontinyu dan berkelanjutan dapat memperkuat sinaps antar saraf dan menstimulasi perkembangan sel otak sehingga fungsi regulasi oleh otak menjadi lebih terkoordinir (Prianti. Darmi and Kamaruddin. Perlakuan pijat selama 3 minggu terbukti meningkatkan motorik kasar pada bayi 9 bulan. Motorik kasar merupakan salah satu perkembangan gerakan fisik yang diperoleh dari koordinasi dan keseimbangan anggota tubuh (Murtiningsih. Wijaya and Permadi, 2. Rangsangan berupa sentuhan pada kulit akan menekan reseptor saraf kulit dan mengakibatkan pelebaran kapiler, vena, dan arteri, sehingga mencegah penyempitan pembuluh darah, meregulasi kerja jantung, merileksasi otot, dan memicu pergerakan otot pencernaan (Mariyana. Qomariyah and Sutejo, 2. Efek massage dapat merangsang peningkatan kebutuhan nutrisi yang dapat menunjang pertumbuhan otot dan sel dalam pergerakan motorik (Suharto. Suriani and ArpandjamAoan, 2. Peningkatan perkembangan pada kategori motorik kasar, kemandirian sosial, dan motorik halus. Melalui pijat bayi, stimulasi fisik dan emosi dapat terangsang dengan sentuhan yang lembut dan hangat sehingga dapat memberi dampak positif pada tumbuh kembang bayi (Yuliati and Villasari. Stimulasi berupa baby massage yang teratur dapat menyebabkan bayi pada perkembangan yang tepat sesuai dengan usia, dalam hal ini tidak mengalami keterlambatan (Wardani. Choirunnisa and Kundaryanti, 2. Dengan perlakuan pijat bayi sirkulasi oksigen dapat terdistribusi lebih tepat ke seluruh tubuh (Murtiningsih. Wijaya and Permadi, 2. Perkembangan motorik bayi dapat dipengaruhi oleh pemberian pijat (Adilla et al. , 2. Pemberian pijat ditujukan untuk optimalisasi tumbuh kembang melalui rangsangan taktil (Murtiningsih. Wijaya and Permadi, 2. Bayi dapat berkembang lebih optimal ketika distimulasi pada permukaan kulit dengan memberi kesan nyaman sehingga memicu perkembangan pada saraf dan percepatan pada perkembangan motorik (Febriyanti et al. , 2. Selain itu, pijat bayi merupakan stimulasi yang sangat berguna untuk melatih kemampuan fisik, sehingga terjadi peningkatan kemampuan pergerakan motorik halus juga kasar. Interaksi yang terjalin selama pemberian pijat diketahui dapat meningkatkan kemampuan bayi dalam hal bahasa dan sosial (Tukan. BaAodiah and Maimunah, 2. Bayi dengan status perkembangan normal namun tidak mengalami kenaikan skor setelah dipijat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah usia 1-12 bulan, dimana memiliki bentuk asupan nutrisi yang berbeda. Pada bayi dibawah usia 6 bulan hanya mengkonsumsi ASI, sedangkan bayi diatas 6 bulan mengkonsumsi ASI dan makanan tambahan seperti MPASI. Asupan nutrisi yang berbeda tersebut tentunya mengakibatkan perbedaan kecukupan zat gizi Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 17. Nomor 1. Juni 2025 pada bayi, meskipun IMT bayi normal, jenis nutrisi yang dikonsumsi dapat berpengaruh pada kemampuan perkembangan (Ayuning and Margiana, 2. Pada penelitian ini, bayi dengan keterlambatan perkembangan mengalami peningkatan pada kelompok intervensi pijat. Pijat bayi mampu menstimulasi tumbuh kembang melalui rangsangan pada beta endorphin yang berpengaruh pada regulasi sistemik tubuh bayi (Palentari and Widaningsih. Beta endorphin disekresikan oleh kelenjar endokrin ketika tubuh mendapat stimulus. Massage merangsang nervus vagus untuk meningkatkan absorpsi nutrisi sehingga terjadi peningkatan pada produksi enzim, penyerapan di gastrin, dan sekresi insulin. Proses tersebut berperan dalam kemampuan tubuh mengolah dan merepresentasikan nutrisi yang dicerna (Wintoro and Wahyuningsih. Proses tersebut juga memberi kemudahan pada tubuh untuk mengabsorpsi nutrisi. Ketika absorpsi berlangsung normal tanpa kendala, maka akan terjadi kecukupan nutrisi dan dapat menstimulasi perkembangan saraf di otak dan sinaps saraf (Retnowati et al. , 2. Kecukupan nutrisi akibat stimulasi dari massage dapat meningkatkan percepatan tumbuh dan kembang anak dalam segala aspek perkembangan (Mariana and Sopiatun, 2. SIMPULAN DAN SARAN Terdapat hubungan baby massage dengan perkembangan bayi 1-12 bulan di PMB Nurul Khasanah dengan p value 0,002. Massage bayi yang dilakukan seminggu sekali secara teratur mempunyai hubungan yang penting bagi bayi dalam perkembangannya dibandingkan dengan bayi tanpa stimulasi pijat. Bayi tanpa stimulasi massage beresiko mengalami keterlambatan perkembangan atau perkembangannya tidak sesuai dengan usianya karena kurangnya stimulus atau rangsangan kepada bayi. Adapun saran dari hasil penelitian ini yaitu dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk tenaga kesehatan dalam memberikan massage sebagai alternatif untuk meningkatkan perkembangan motorik bayi. RUJUKAN