[Open Acces. P a g e | 123 STT Baptis Indonesia Semarang PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia Semarang ISSN: (Onlin. 2622-1144, (Prin. 2338-0489 Volume 21. Nomor 2. Nov 2025, 123-138 Implementation of Church Unity Based on the Reinterpretation of the Phrase Pasa Oikodomi in Ephesians 2:21 Andris Kiamani* Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado * andriskiamani@yahoo. Aska Aprilano Pattinaja Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon Darmianus Harefa Institut Agama Kristen Negeri Manado Abstract This research article aims to reinterpret the true meaning of the phrase AE (Pasa Oikodom. in Ephesians 2:21. There are two interpretations in translating the phrase, namely in the literal sense as the temple and in the metaphorical sense as a symbolization of the church as the Body of Christ. If so, what is the true meaning of the phrase AE (Pasa Oikodom. ? To answer this question, this research is conducted through a specific and comprehensive study of the reinterpretation of the phrase AE . asa oikodom. Based on the use of interpretative qualitative method through hermeneutic process, this article finds that the reinterpretation of the phrase AE (Pasa Oikodom. refers to the whole body, and or the whole congregation in the unity of the church. The basic argument of the reinterpretation is that, in the context of the letter to the Ephesians. Paul is talking about unity in the body of Christ, namely the church. Therefore, the novelty of this research lies in its comprehensive hermeneutical approach, which affirms the phrase AE (Pasa Oikodom. as an affirmation of the unified structure of the church as the body of Christ, rather than merely a symbol of a physical building. Keywords: AE , whole body, whole church, ephesians 2:21. DOI: 10. 46494/psc. Copyright: A 2025. The Authors. Submited: 6 Oct 2025 https://journal. Volume 21 Nomor 2 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 124 STT Baptis Indonesia Semarang Licensee: This work is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Accepted: 28 Nov 2025 Published: 30 Nov 2025 Implementasi Kesatuan Gereja Berdasarkan Reinterpretasi Frase Pasa Oikodomi Dalam Efesus 2:21 Abstract Penelitian artikel ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi makna sebenarnya terhadap frase AE (Pasa Oikodom. dalam Efesus 2:21. Terdapat dua interpretasi dalam menerjemahkan frase tersebut, yakni dalam arti harafiah sebagai Bait Suci dan dalam arti metafora sebagai simbolisasi dari jemaat sebagai tubuh Kristus. Jika demikian, apa makna sebenarnya dari frase AE (Pasa Oikodom. ? Untuk menjawab pertanyaan inilah maka, penelitian ini dilakukan melalui kajian secara spesifik dan komprehensif, terhadap reinterpretasi frase AE . asa oikodom. Berdasarkan penggunaan metode kualitatif interpretative melalui proses hermeneutik, artikel ini menemukan bahwa reinterpretasi frase AE (Pasa Oikodom. merujuk kepada seluruh Tubuh, dan atau seluruh jemaat dalam kesatuan gereja. Dasar argumentasi dari reinterpretasi tersebut bahwa, dalam konteks surat Efesus. Paulus sedang berbicara tentang persatuan dalam tubuh Kristus, yaitu gereja. Oleh sebab itu, kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan hermeneutik komprehensif yang menegaskan frase AE (Pasa Oikodom. sebagai penegasan struktur kesatuan gereja tubuh Kristus, bukan sekadar simbol bangunan fisik. Kata Kunci: AE , seluruh tubuh, seluruh jemaat gereja, efesus 2:21. Pendahuluan "seluruh (AE , pasa oikodom. dalam Efesus 2:21 telah menarik perhatian para sarjana karena menimbulkan berbagai interpretasi yang berbeda. Frasa ini muncul dalam konteks di mana Paulus membicarakan persatuan antara orang-orang percaya dari berbagai latar belakang, baik Yahudi maupun non-Yahudi, yang sekarang bersatu dalam tubuh Kristus (Efesus 2:11-. Konteks ini memainkan peran penting dalam memahami makna frase "seluruh bangunan. Keberagaman interpretasi yang memilih untuk memahami ungkapan tersebut secara harafiah berdasarkan konteks bangunan dalam Mereka memandang bahwa metafora arsitektural tersebut menunjuk langsung pada Bait Suci sebagai pusat kehidupan ibadah dan simbol kehadiran Allah. Seperti Regev, menafsirkan frase ini sebagai referensi 1 Eyal Regev. AuCommunity as Temple: Revisiting Cultic Metaphors in Qumran and the New Testament,Ay Bulletin for Biblical Research https://journal. terhadap Bait Suci, dengan alasan bahwa konteks metafora bangunan dalam kalimat ini menautkan frase 'seluruh bangunan' dengan Bait Suci. 1 Pandangan serupa diungkapkan oleh Hoehner, yang berpendapat bahwa frase "seluruh bangunan" kemungkinan besar mengarah pada Bait Suci. Alasan di balik asumsi ini adalah penggunaan kata "kudus" dalam ayat tersebut, yang secara tradisional dikaitkan dengan Bait Suci. Hoehner menegaskan bahwa penggunaan kata "kudus" umumnya mencerminkan unsur religius atau sakral, dan dalam konteks ini, memberikan petunjuk yang jelas menuju Bait Suci. Dengan demikian, ketika frase "seluruh bangunan" muncul bersama dengan istilah "kudus," ini menunjukkan hubungan yang erat dengan Bait Suci, sebuah tempat yang memiliki makna 28, no. : 604Ae31. Michael. Muller. AuAoThe Temple Metaphor in Ephesians 2:21. ,AoAy Novum Testamentum, no. : 225Ae38. Volume 21 Nomor 2 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 125 STT Baptis Indonesia Semarang "2 Peneliti lain seperti Brendsel menyatakan bahwa, istilah "seluruh bangunan" dalam konteks tertentu cenderung merujuk pada Bait Suci, dengan alasan bahwa kata "kudus" dalam ayat yang bersangkutan menguatkan hubungan dengan Bait Suci. Brendsel percaya bahwa penggunaan kata "kudus" tidak bisa dilepaskan dari makna sakral atau religius yang kuat, yang biasa terkait dengan konsep Bait Suci. Oleh karena itu, ketika kata ini muncul dalam suatu konteks, ada kemungkinan besar bahwa itu mengacu pada struktur religius yang penting, seperti Bait Suci, yang dianggap sebagai pusat penyembahan dan simbol kehadiran Tuhan. Interpretasi mengenai frase "seluruh bangunan" dalam konteks tertentu mengindikasikan bahwa frase ini dapat merujuk pada Bait Suci. Peneliti seperti Hoehner dan Brendsel menegaskan bahwa penggunaan kata "kudus" dalam ayat yang bersangkutan mengaitkan istilah "seluruh bangunan" dengan Bait Suci. Interpretasi yang berikutnya tentang frase ini adalah sebagai sebuah kiasan atau metafora yang berbicara mengenai jemaat sebagai tubuh Kristus, diantaranya Quintana, yang menjelaskan kuatnya narasi metafora dalam Efesus 2:21, yang menggambarkan seluruh bangunan sebagai tubuh Kristus. Tetapi Quintana, tidak memaparkan secara komprehensif argumentasinya. 4 Joseph juga menulis bahwa peralihan metafora yang coba dibangun oleh Paulus dari Efesus 2:14 ke Efesus 2:21-22, akan menjadi langkah tepat untuk membangun pola pengertian bagi masyarakat non Yahudi untuk mengerti bahwa mereka telah dipersatukan dengan Kristus, lewat karya keselamatan. 5 Senada dengan Quintana dan Joseph. Gunn juga menulis, bahwa ada nuansa bahasa metaforis dan literal yang digunakan dalam Efesus 2:21, di mana narasi tersebut mengekspresikan lingkungan di mana jemaat Kristen berada. Inilah inti dari metafora di mana Paulus mengharapkan jemaat bisa dibangun di atas batu penjuru, atau mendapatkan arahnya dari batu penjuru sejati yaitu Kristus. menambahkan pengertian keseluruhan pasa, pengertian bangunan literal. Kemungkinan narasi ini digunakan untuk membentuk pola pikir jemaat Efesus agar terjadi kesatuan untuk saling melengkapi antara satu orang dengan yang lain dalam persekutuan sebagai tubuh Kristus. 6 Dari beberapa hasil yang disampaikan di atas, maka terlihat jelas, bahwa bahasa metafora pada ayat ini sangat kuat untuk membawa presepsi jemaat Efesus dalam melihat kesatuan jemaat sebagai tubuh Kristus. Beragamnya Interpretasi penelitian sebelumnya menunjukan adanya kesenjangan penelitian yang terletak pada interpretasi frase (AE , pasa oikodom. "seluruh bangunan" dan apakah asosiasi yang kuat dengan Bait Suci benarbenar tepat atau apakah terdapat interpretasi alternatif yang kurang dieksplorasi. Beberapa peneliti, seperti Hoehner dan Brendsel, menyatakan bahwa penggunaan kata "kudus" dalam ayat tersebut memberikan indikasi yang kuat bahwa frase "seluruh bangunan" mengacu pada Bait Suci, karena kata ini sering terkait dengan konsep sakralitas dan keagamaan. Namun, mempertimbangkan konteks yang lebih luas. Misalnya, mengaitkan frase ini dengan Bait Suci telah mempertimbangkan cukup banyak faktor, seperti latar belakang budaya, sejarah, dan makna simbolis lainnya dalam konteks teks? Apakah Harold W Hoehner. Ephesians: An Exegetical Commentary (Baker Academic, 2. , 3 Daniel J. Brendsel. AuAoThe Ecclesiology of Ephesians. ,AoAy Novum Testamentum 56, no. , 371. 4 Oscar Enrique Jimynez Quintana. AuThe Narrative of Ephesians 2:11-22: Motion towards Maximal Proximity and Higher StatusAy (Middlesex University, 2. , 13-20. James B Joseph. AuNo More Walls! The Nonobligatory Ordinances Contained in the Law and the Creation of One New Man In Christ: Ephesians 2: 11-22Ay (Southeastern Baptist Theological Seminary, 2. , 82-83. 6 George Gunn. AN EXEGETICAL STUDY OF EPHESIANS 2:11-22. The Epsitle of Paul Exegetical (Wake Forest. North Carolina, 2. , https://journal. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 126 kemungkinan bahwa frasa "seluruh bangunan" dapat merujuk pada entitas yang lebih umum, seperti gereja sebagai komunitas umat beriman, atau institusi keagamaan lainnya yang tidak secara langsung mengacu pada Bait Suci? Kesenjangan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam memahami frase tersebut. Sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali mempengaruhi interpretasi, serta untuk mengeksplorasi apakah asosiasi yang kuat dengan Bait Suci ini menutup kemungkinan penafsiran lain yang lebih luas atau lebih Untuk mendapatkan interpretasi yang tepat terhadap frase AE (Pasa Oikodom. dalam Efesus 2:21, penelitian ini dilakukan sekaligus menegaskan kesatuan gereja melalui temuan reinterpretasi frasa "AE " . asa oikodom. dalam Efesus 2:21. Penelitian ini memberikan penyelidikan yang komprehensif, serta memunculkan penekanan yang Paulus gunakan dalam Efesus 2:21. Sehingga reinterpretasi yang tepat dari frase AE (Pasa Oikodom. ialah, seluruh tubuh" atau "seluruh jemaat gereja" sebagai kesatuan seluruh umat manusia yang dipersatukan dalam kristus. Dengan demikian, menghadirkan kebaharuan dan keunikan tersendiri dalam melakukan reinterpretasi, yang berdampak pada kesatuan gereja dalam tubuh Kristus, bukan sekadar simbol bangunan Metode Karya ilmiah ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi literatur dalam 7 Sonny Eli Zaluchu. AuAoMetode Penelitian Di Dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan. ,AoAy Jurnal Teologi Berita Hidup 3 . : 255Ae257, https://ejournal. id/index. php/jbh/article/ view/93. 8 Saparman. Belajar Alkitab: Cara Dan Contoh. Ke-2. (Yogyakarta: STTII Press, 2. , 8-9. 9 Douglas Stuart and Gordon D. Fee. Hermeneutik - Menafsirkan Firman Tuhan https://journal. STT Baptis Indonesia Semarang pendekatan hermeneutik, yaitu melakukan studi teks, untuk meneliti secara khusus makna frase AE (Pasa Oikodom. dalam Efesus 2:21. 7 Menurut Saparman ada tiga prinsip hermeneutik yang harus dilakukan secara mendalam untuk memperoleh hasil yang maksimal yaitu eksegese, hermeneutik dan eksposisi. 8 Dalam penelitian ini peneliti melakukan analisis konteks historis,9 untuk memahamai konteks sejarah perkembangan situasi dan kondisi ketika Paulus menulis frasa ini, kemudian dilanjutkan dengan analisa Aubahasa persamaanAy10 dan terjemahan secara literal untuk memahami frasa dimaksud. Selanjutnya penelitian ini juga membahas analisa gramatika untuk melihat secara khusus tata bahasa dari frasa dimaksud agar menemukan maksud penulis,11 serta menginterpretasikan makna frase AE (Pasa Oikodom. berdasarkan berbagai hasil analisa yang telah Hasil & Diskusi Hasil dan pembahasan dalam sebuah karya ilmiah adalah bagian krusial yang menjelaskan data, temuan, analisis, serta interpretasi dari penelitian yang dilakukan. Bagian ini memainkan peran utama dalam memperkuat tujuan penelitian dan menyajikan wawasan yang lebih mendalam tentang subjek yang sedang dieksplorasi. Analisis Konteks Historis Efesus 2:21 Efesus sebagai surat edaran umum yng harus diedarkan sampai ke jemaat di Efesus dan Kolose ditulis sekitar tahun 60-61. Pembawa surat ini adalah Tikhikus yang disertai oleh Onesimus . Ef. 6:21. Kolose 4:7-. 12 Tenney Dengan Tepat, ed. Yosua Setio Yudo, 4th ed. (Malang: Gandum Mas, 2. , 173-175. 10 Grant R Osborne. Spiral Hermeneutika Pengantar Komprehensif Bagi Penafsiran Alkitab. Stevy Tilaar (Surabaya: Momentum, 2. , 235. 11 Craig L. Blomberg and Jennifer Foutz Markley. New Testament Exegesis, ed. Ly Yen, 1st (Malang: Gandum Mas, 2. , 142-150. 12 Paulus Dimas Prabowo. AuWarisan Sastra Intertestamental Yahudi Bagi Doktrin Trinitas Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 127 STT Baptis Indonesia Semarang mencatat, bahwa yang mendampingi paulus dalam menulis surat Efesus, adalah Aristarkhus, yang pernah menjadi utusan ke Yerusalem (Kis. Epafras, seorang Asia, tabib Lukas, dan Demas. 13 Efesus ditulis ketika banyak gereja telah didirikan dan setelah Paulus mempunyai kesempatan untuk merenungkan hakikat dari organisasi yang baru terbentuk itu. Hanya di Efesuslah, kata jemaat muncul yang memiliki arti secara universal dan bukan suatu kelompok lokal. Dengan demikian, surat ini mencerminkan tahap kematangan pemikiran Paulus tentang gereja sebagai komunitas universal yang hidup dalam kesatuan iman. Latar historis, tokohtokoh refleksi teologis yang menjadikan Efesus berperan penting dalam pemahaman identitas umat percaya. Dalam meneliti konteks historis dari kitab Efesus, maka perlu dijelaskan bukti-bukti pernyataan dari Bapa-Bapa gereja terkait keabsahan dan keotentikan kitab ini. Kitab Efesus memiliki pengesahan yang paling awal dibandingkan dengan kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya. Sudah sejak abad pertama atau awal abad kedua. Klemens dari Roma, ketika menyebutkan "satu Allah dan satu Kristus dan satu Roh," telah merujuk kepada Ef. 4:4-6. Lebih jauh lagi, doa Klemens agar Allah "membuka mata hati kami sehingga kami dapat mengenal Engkau [Alla. " kemungkinan besar merupakan singgungan terhadap Efesus 1:17-18. Juga, ungkapan "hati yang tidak berakal budi dan gelap"16 mungkin merupakan singgungan terhadap Ef 4:18, dan "hendaklah setiap orang tunduk kepada sesamanya" mengingatkan pada Efesus 5:21. Ignatius, seorang uskup dari Antiokhia, yang tampaknya menyinggung Efesus 5:1-2 ketika ia berbicara tentang jemaat di Efesus sebagai peniru-peniru Allah melalui demonstrasi kasih mereka kepada-Nya. 17 Dalam suratnya kepada Polikarpus. Ignatius menunjukkan keakraban Allah. Selanjutnya, pada sepertiga pertama abad kedua. Polikarpus . -135M), uskup Smirna, menyatakan: "Seperti yang dinyatakan dalam Kitab Suci. Janganlah kamu marah dan janganlah berbuat dosa, dan 'Janganlah matahari terbenam di atas. Ay18 Kesaksian para Bapa Gereja sejak abad awal memperlihatkan bahwa kitab Efesus telah diterima secara luas sebagai tulisan apostolik yang sahih. Rujukan mereka membuktikan otoritas, keaslian, serta pengaruh teologisnya yang kuat bagi jemaat perdana dan perkembangan doktrin gereja Polikarpus mengutip dari Mazmur 4:5 dan Efesus 4:26 dan menyebut keduanya sebagai Kitab Suci! Dengan kata lain, ia menempatkan kitab Efesus pada tingkat yang sama dan menjadikan Efesus sebagai kitab pertama yang disebut sebagai Kitab Suci oleh para bapa gereja mula-mula. Lebih jauh lagi. Tertulianus Kartago -220M) menyebutkan bahwa sang rasul (Paulu. telah Surat Efesus,Ay LOGON ZOES: Jurnal Teologi. Sosial Dan Budaya 7, no. : 30Ae46, https://doi. org/https://doi. org/10. 53827/lz. 13 Merril C. Tenney. Survei Perjanjian Baru, 11th ed. (Malang: Gandum Mas, 2. , 394. 14 Frank Thielman. Ephesians - Baker Exegetical Commentary on The New Testament (Grand: Baker Academic, 2. , 180-181. 15 Clement of Rome. AuEpistola 1 Ad Corinthios 46. 6 (PG 1:. ,Ay in A Committee of the Oxford Society of Historical Theology. The New Testament in the Apostolic Fathers (Oxford England: Clarendon, 1. , 53. Donald Alfred Hagner. AuFor a Discussion of ClementAos Allusions to the Ephesians,Ay in The Use of the Old and the New Testaments in Clement of Rome. Novum Testamentum Supplement Vol. 34, ed. Unnik et al. (Leiden Netherland: Brill Publishing, 1. , 222-226. 16 Clement of Rome. AuClement of Rome Epistola 1 Ad Corinthios 59. Cf. 2 (PG 1:. ,Ay in A Committee of the Oxford Society of Historical Theology. The New Testament in the Apostolic Fathers (Oxford England: Clarendon, 1. , 68. 17 Matthias Gynther. AuIgnatius Ad Ephesios 1Ae2 (PG 5:. For a Critique of IgnatiusAo References to Ephesians,Ay in Die Fryhgeschichte Des Christentums in Ephesus. Arbeiten Zur Religion Und Geschichte Des Urchristentums Gerd Lydemann. Vol. 1 (Frankfurt am Main: Peter Lang Publisher, 1. , 147Ae159. 18 Matthias Gynther. AuIgnatius Ad Ephesios 1Ae2 (PG 5:. For a Critique of IgnatiusAo References to Ephesians. " . Polycarp Ad Philippenses 12. 1 (PG 5:1. https://journal. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 128 menulis kepada jemaat di Efesus mengenai kepemimpinan Kristus atas segala sesuatu dalam mengutip Efesus 1:9-10. Dalam satu bagian ia mencantumkan Efesus, bersama dengan Korintus. Filipi. Tesalonika, dan Roma, sebagai tempat-tempat di mana terdapat gereja-gereja rasuli yang didirikan yang menerima surat-surat otentik juga di bagian lain ia menyebutkan bahwa gereja-gereja yang sama ini dan juga Galatia, membaca suratsurat Paulus. 19 Kepenulisan Paulus dalam surat Efesus tidak hanya memiliki kekuatan dan pengesahan geografis yang luas di dalam gereja mula-mula, tetapi juga memiliki dukungan yang berkelanjutan di masa kini. Terlepas dari berbagai argumentasi siapa penulis surat ini, tetapi narasi Efesus telah memperlihatkan, gaya bahasa yang kuat yang menjadi ciri khas Paulus khususnya dalam surat Kolose. Cerfaux menulis bahwa homogenitas surat Efesus dengan surat-surat Paulus yang lain, memihak keaslian surat ini sebagai karya hebat Paulus. 21 Guthrie menulis mungkinkah ia meminta juru tulis untuk menulis surat ini, tetapi yang pasti paulus telah terlibat dalam kepenulisan surat ini. Keabsahan dan keotentikan surat ini, sebagai bagian dari kanon di Perjanjian Baru, telah menjadi dasar pijak untuk mempercayai, bahwa surat ini ditujukan sebagai sebuah surat yang mengajar tentang umat yang percaya yang menjadi gereja sebagai tubuh Kristus Kristus. Berbagai kesaksian historis menunjukkan bahwa kitab Efesus memiliki penerimaan kanonik yang kuat sejak gereja mula-mula. Dukungan luas para Bapa Gereja, kesaksian geografis, serta konsistensi gaya teologi dan bahasa menegaskan keaslian surat ini sebagai karya otoritatif yang mengajarkan identitas gereja sebagai tubuh Kristus. Harold W. Hoehner. Ephesians An Exegetical Commentary (Grand Rapid Michigan: Baker Academic Publishing Group, 2. , 35. 20 Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi (Jakarta: Percetakan Lembaga Alkitab Indonesia, 2. , 1804. 21 L. Cerfaux. Littlerature et Theologie Pauliniennes, e-book. (Paris: Desclee De Brouwer, 2. , 60-71. https://journal. STT Baptis Indonesia Semarang Analisis Literal Efesus 2:21 Analisis literal dilakukan untuk melihat berbagai perbedaan dan persamaan yang bisa ditemukan dari beberapa terjemahan Alkitab, agar dapat lebih memperkuat makna dan arti sebenarnya dari terjemahan teks yang mendekati makna aslinya. Versi Yunani KJV Literal a AE EIAI iA AC I a IA, . n ho pasa auxei eis naon agion en kuri. In whom all the building fitly framed together groweth unto an holy temple in the Lord NAS in whom the whole building, being fitted together is growing into a holy temple in the Lord NET In him the whole building, being joined together, grows into a holy temple in the Lord NIV In him the whole building is joined together and rises to become a holy temple in the Lord. RSV in whom the whole structure is joined together and grows into a holy temple in the Lord Terjemahan Dalam Dia, semua bangunan, terikat bertumbuh menjadi Bait Kudus di dalam Tuhan Di dalam Dia semua bangunan yang tersusun rapi bertumbuh menjadi bait suci di dalam Tuhan yang di dalamnya seluruh bangunan, yang dilengkapi bertumbuh menjadi bait suci di dalam Tuhan Di dalam Dia, seluruh bangunan, yang disatukan, bertumbuh menjadi bait suci di dalam Tuhan Di dalam Dia seluruh bangunan disatukan dan bangkit menjadi bait suci di dalam Tuhan. yang di dalamnya seluruh bangunan disatukan dan bertumbuh menjadi bait suci di dalam Tuhan 22 Donald Guthrie. Teologi Perjanjian Baru 2 (Surat-Surat Paulu. , ed. Lisda Tirtapraja Gamadhi (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 115116. 23 Douglas Stuart. Eksegese Perjanjian Lama, 2nd ed. (Surabaya: Gandum Mas, 2. , 35. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access P a g e | 129 [Open Acces. Tabel 1. Analisis Literal Efesus 2:21 Kritik Teks Efesus 2:21 Berdasarkan Nesle-Aland Novum Testamentum (NA . apparatus, ditemukan ada kecurigaan penambahan kata, dalam frase AE I pasa I oikodomi. Makna simbol I adalah simbol yang menjelaskan tempat yang ditandai dalam teks, sebuah tambahan yang dikirimkan. Itu sebabnya penjelasan beberapa kode tambahan dapat dilihat dalam tabel berikut: Kode Kode EA1 Terjemahan Sisipan kata (Eta . ransliterasinya adalah . Kelompok korektor pertama yang telah merevisi teks ini pada abad ke 4-6 London. Inggris. Perpustakaan. Royal bag. 1 D. Vi kode yang sama dengan kode A, pada abad 4 Ae 6 M Manuskrip Yunani yang disimpan nasional Rusia, di Sank Petterburg dalam katalog no Manuskrip ini juga terdapat perpustakaan di Paris dalam Manuskrip ini disimpan dalam British Library Evaluasi kata ini sebagai sisipan diantara frase yang ada dalam bahasa Inggris dengan AutheAy yang artinya Auitu. Ay Sehingga frase ini bisa pasa he oikodome Ausegala bangunan Ay Maksud dari penyisipan huruf ini adalah:25 Sebagai terhadap frase pasa oikodome, yang merujuk AubangunanAy dan bukan hal yang Sebagai penjelasan milik artinya bangunan dalam frase itu merupakan milik Tuhan, yakni menjadi Bait Kudus. 24 Nestle-Aland. NOVUM TESTAMENTUM GRAECE Based on the Work of Eberhard and Erwin Nestle . th Revised Editio. , ed. Barbara Aland et al. , 28th Revis (German: Deutsche Bibelgesellschaft, 2. https://journal. STT Baptis Indonesia Semarang dan Patriarkat Aleksandria. No. Manuskirp ini juga disimpan pada Oxford Lincoln Collection. Bagian Manuskirp ini juga disimpan Biara Great Lavra di Gunung Atho. Bagian BAo64. Kode c itu tulisan ini sudah penyalinan dari tangan kedua. Manuskrip disimpan pada "Sinai. Katharinen-Kl. Gr. 300" sebuah Biara Saint Catherine di Gunung Sinai. Naskah Yunani tahun 1739 karena memiliki notasi patristiknya yang Catatancatatan pinggir ini memberikan bukti yang sangat penting untuk transmisi dan penafsiran awal Perjanjian Baru. Catatan-catatan ini menawarkan perpaduan unik antara kritik tekstual, konteks historis, dan wawasan teologis, naskah ini sebagai harta karun bagi para sarjana 25 H G Liddell and R Scott. A Greek and English Lexicon, ed. Jones and R. McKenzie (Oxford England: Clarendon Press, 1. , 281. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. Txt Kekristenan awal dan patristik. Tanda ini (= daftar saksi yang mendukung teks edisi ini. Tanda ini selalu muncul sebagai anggota terakhir dari suatu kelompok bacaan, atau unit P a g e | 130 STT Baptis Indonesia Semarang sumber, tanda (= saksi-saksi yang bacaan yang dipilih untuk teks utama edisi Klarifikasi: Hal ini membantu pembaca untuk manuskrip atau tradisi tekstual mana yang otoritatif untuk Tanda (= textu. memainkan peran penting dalam aparatus tekstual edisi kritis teks Alkitab. Berikut ini adalah tentang fungsi Tanda (= textu. dalam Edisi Kritis Tujuan dari TandaPengenalan SaksiSaksi: Tanda (= textu. digunakan daftar saksi-saksi tekstual yang khusus teks utama dalam suatu edisi kritis. Anggota Terakhir dalam Unit Variasi: Selalu muncul sebagai entri terakhir dalam suatu pembacaan atau unit variasi, yang meringkas buktibukti yang pembacaan yang Fungsi dalam Aparat Teks: Unit Variasi: Dalam edisi kritis, unit variasi adalah tempat dalam teks di mana naskah atau sumber yang bacaan yang Daftar Saksi: Setelah berbagai bacaan dari berbagai https://journal. Kesimpulan: Tanda (= textu. dalam edisi kritis dari teks-teks Alkitab adalah alat yang sangat penting bagi para kritikus dan ahliahli Alkitab. Secara sistematis menyajikan buktibukti yang pembacaan yang dipilih dalam teks kejelasan dan kedalaman pada proses analisis Notasi ini memastikan bahwa pembaca dan peneliti dapat manuskrip untuk pemahaman yang lebih tepat dan tentang sejarah tekstual dan dokumen Alkitab. Tabel 2. Kritik Teks Efesus 2:21 Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 131 STT Baptis Indonesia Semarang Dari tabel analisis teks di atas, maka dapat terlihat bahwa huruf adalah sisipan yang ditambahkan untuk mempertegas makna frase pasa oikodome yang adalah segala bangunan itu. penambahan huruf ini, bisa diterima dengan ditandai dengan kode txt, yang menjelaskan bahwa ada begitu banyak manuskrip-manuskrip yang menjadi saksi mendukung pernyataan frase ini. Tetapi sekalipun dalam terjemahan ayat ini, terdapat sisipan huruf dalam perubahan terjemahan Efesus 2:21, tetapi hal ini tidaklah merubah makna frase pasa oikodomi, sebaliknya penyisipan huruf ternyata lebih mempertegas makna dari ayat Menurut Freiberg. Gingrich dan Danker, bahwa huruf merupakan kata ganti relatif yang sesuai dengan antesedennya dalam hal jenis kelamin dan jumlah, kasusnya ditentukan oleh penggunaannya dalam klausa itu sendiri, namun kadang-kadang tertarik pada kasus antesedennya, yakni siapa, yang, apa, itu, dll. Oleh sebab itu implikasi dari makna frase ini adalah: pertama, sebagai penekanan terhadap frase pasa oikodomi, yang merujuk kepada AubangunanAy dan bukan hal yang lain. kedua, sebagai penjelasan milik kepunyaan, artinya bangunan dalam frase itu merupakan milik kepunyaan Tuhan, yakni menjadi bait Kudus. Itu berarti makna bangunan pada frase ini, akan mengarah kepada pengertian, sebagai simbol atau metafora jemaat, sebagai tubuh Kristus. 27 Karena jemaatlah yang merupakan milik kepunyaan Kristus. Hal ini memperjelas bahwa bangunan tidak berbicara secara Pernyataan Metzger Textuali Commentary on The New Testament,28 meskipun ada kemungkinan bahwa huruf "" secara tidak sengaja dihilangkan sebelum kata "" . , pembacaan yang tidak menyertakan artikel definitif tersebut lebih disukai karena bukti eksternal yang kuat . anuskrip-manuskrip seperti A*aA. Y, 33, 614, 1739, dan beberapa manuskrip Byzantium, serta beberapa lektor. Clement, dan beberapa manuskrip lainny. dan karena para penyalin pasti akan cenderung menambahkan "" untuk memperjelas Dengan kata lain, dalam hal ini, pembacaan tanpa artikel definitif dianggap lebih otentik karena dukungan yang kuat dari bukti-bukti eksternal dan kemungkinan adanya perubahan teks yang lebih mungkin dilakukan oleh penyalin. Korektor A aAdan 1739, memiliki artikel dalam frasa AE pasa he oikodome ("seluruh bangunan"). Seperti yang dikatakan Metzger, para penyalin pasti tergoda untuk memperjelas maknanya, dan karena itu, digabungkan dengan atestasi awal yang baik, naskah anarthrous ini kemungkinan besar adalah naskah asli, meskipun hal ini memang tidak pasti menurut Baugh. 29 Baugh sendiri 26 Walter Bauer et al. Greek-English Lexicon of The New Testament and Other Early Chrstian Literature (BDAG), 4th ed. (Chicago London: University of Chicago Press, 2. , 141142. 27 Lionel J Windsor and Moore Theological College. AuCorporate Metaphors in Ephesians 2 as Models for Pluralistic Reconciliation: Body. Human. Temple,Ay Chicago Society of Biblical Research 68 . , 74Ae93. Dalam kajiannya. Windsor menelaah tiga metafora korporat . ubuh, manusia, bait/templ. di Efesus 2:11Ae22, dan menunjukkan bahwa Aubuilding / templeAy dan AubodyAy secara bersama-sifat mewakili jemaat sebagai komunitas organik yang satu dalam Kristus. Sang-won Aaron Son and Fort Worth. AuThe Church as AoOne New ManAo: Ecclesiology and Anthropology in Ephesians,Ay Southwestern Journal of Theology 52, no. , 18Ae31. Metafora tubuh (Aubody of ChristA. dalam Efesus dan menunjukkan bagaimana Paulus menyatukan antropologi dan eklesiologi melalui jemaat sebagai Ausatu manusia baruAy di dalam Kristus. 28 BRUCE M. METZGER. A Textual Commentary On The Greek New Testament Second Edition A Compansion Volume to the UNITED BIBLE SOCIETIESAo GREEK NEW TESTAMENT (Fourth Revised Editio. , ed. D-Stuttgart Deutsche Bibelgesellschaft, 4th ed. (New York: American Bible Society, 2. , 534. 29 S. BAUGH. Evangelical Exegetical Commentary EPHESIANS, ed. Andrew W. Pitt H. Wayne House. Hall Harris i (Lexham Press, 1313 Commercial St. Bellingham. WA 98225 LexhamPress. com, 2. , 179. Argumentasi utama Baugh dalam menyusun kembali kalimat Ef. 2:21 adalah dengan merujuk terhadap Frasa AE ("seluruh bangunan") yang menerangkan https://journal. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access P a g e | 132 [Open Acces. memberikan pendapatnya mengenai ayat tersebut dengan narasi seperti berikut ini: Aubatu penjuru adalah Kristus Yesus, yang di dalam Dia seluruh bangunan saling bertautan dan bertumbuh bersama menjadi bait kudus di dalam Tuhan. Ay30 Interpretasi ini menegaskan bahwa Kristus sebagai batu menumbuhkan seluruh bangunan iman hingga menjadi bait kudus yang hidup dalam Tuhan. Arnold mengatakan. Paulus mungkin memilih kata "bangunan" . untuk menyoroti peran Tuhan dalam menyatukan individu dalam kesatuan yang lebih besar. Ini mencerminkan keterampilan pengrajin, serta kedekatan dan kesatuan intens dalam Kristus. Petrus juga menggunakan analogi yang serupa dengan menggunakan kata "Kamu juga, seperti batu hidup, sedang dibangun (AnEA) menjadi rumah rohani untuk menjadi imamat kudus" . Ptr. 31 Jadi, jelaslah bahwa dalam frase . asa oikodom. memiliki interpretasi yang mengarah kepada jemaat sebagai Tubuh Kristus. Penjelasan lebih lanjut bisa dilihat dalam analisisi gramatika. Analisis Gramatikal Efesus 2:21 Dalam analisis gramatika, penelitian ini "kelengkapan atau keutuhan" (BDAG, . bahkan tanpa kata sandang, meskipun ada varian yang menyertakan kata sandang tersebut. Terjemahan ini dalam frase AE EIAI. membentuk suatu anak kalimat yang sejajar dengan kata kerja utama iA. Cara lain yang sama mungkinnya untuk menerimanya adalah sebagai suatu atributif: "keseluruhan, bangunan yang saling terhubung tumbuh". Kata kerja EIAO hanya digunakan dalam 2:21 dan 4:16, di mana kata ini muncul bersama dengan EIO, "bersatu" . Kol 2:2, . Lihat LSJ, 1699, yang hanya mengutip Efesus untuk bentuk kata kerja ini. EIAUO / -UEEO atau kata sifat EsAC, yang bisa digunakan untuk efek yang sama. Kata kerja ini berasal dari AAUC, yang merujuk pada pengerjaan batu-batu, atau logam "sambungan" atau "pengikat" (LSJ, 244. BDAG, . Oleh karena itu. EIAI menunjukkan ikatan yang kuat yang dihasilkan dari semua kelompok orang yang semula terpisah-pisah yang dipersatukan di dalam gereja melalui Kristus. UC dari kompleks kuil https://journal. STT Baptis Indonesia Semarang terfokus hanya kepada frase yang sementara diteliti yakni AE . asa oikodom. Kata AE . Kata pasa, merupakan kata sifat, indefinit nominatof feminim tunggal, dari kata dasar AE . yang artinya, pertama, sebagai kata sifat . dengan makna elatif, menunjukkan derajat tertinggi semua, penuh, tertinggi, . dengan makna distributif, menunjuk setiap individu dalam suatu kelas masing-masing, setiap, semua. dengan makna perangkuman, menunjuk segala sesuatu yang termasuk dalam suatu kelas semua . , segala macam. secara tidak terbatas, menunjukkan setiap individu bisa siapa saja. secara geografis, mengimplikasikan inklusi semua bagian dari suatu tempat semua, secara keseluruhan. dengan kata ganti untuk memperkuat inklusivitas semua sebagai penekanan. sebagai kata sandang pada posisi predikat. menjelaskan secara jamak semua, atau seluruh 32 Liddell-Scott menerjemahkan kata ini sebagai Auseluruhnya, segalanya atau Ay33 Jadi terjemahan utama dari kata ini mengarah kepada gambaran keseluruhan dari komunitas. Yunani (AAU) berisi patung pemujaan dan menunjuk pada "kuil" bagian dalam di mana dewa atau dewi dianggap bersemayam (LSJ, 1. , meskipun kata ini bisa digunakan secara sinekdoki untuk seluruh kuil . eperti Kisah Para Rasul 19:24 untuk Artemisium, bdk. BDAG, 665-. 30 Ibid, 180. CLINTON E. ARNOLD CLINTON, Zondervan Exegetical Commentary Series: New Testament, ed. Zondervan Editors Editorial Advisor: David Frees Development Editor: Verlyn Verbrugge and Consulting (London: Zondervan Academic, n. ), 255-256. 32 Walter Bauer et al. Greek-English Lexicon of The New Testament and Other Early Chrstian Literature (BDAG), 152. 33 Henry George Liddell and Robert Scott. A Greek-English Lexicon. Ninth Edition with a Revised Supplement, ed. Sir Henry Stuart Jones and Roderick McKenzie, 9th ed. (Oxford England: Clarendon Press, 2. , 494. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access P a g e | 133 [Open Acces. Kata . Kajian terhadap istilah oikodomi membuka pemahaman mendalam tentang cakupan makna yang kompleks dalam teks Perjanjian Baru. Tidak hanya menunjuk pada bangunan fisik, istilah ini juga berkembang menjadi pembangunan iman, pertumbuhan jemaat, dan identitas kolektif umat Tuhan sebagai satu tubuh dalam Kristus. Dalam The Greek New Testament dijelasakan bahwa, oikodomi merupakan kata benda berkasus nominatif, feminine tunggal, yang menurut terjemahan UBS Lexicon,34 kata, yang memiliki arti: pertama, sebagai suatu tindakan yang secara harafia mengacu kepada bangunan, konstruksi dan secara kiasan, yang berarti sebuah dorongan rohani yang membuat lebih mampu, membangun . 14:12. 2Kor. , yang berlawanan dengan kata AAEC . eAIA . Kedua, sebagai akibat yang secara harafiah mengacu kepada bangunan, struktur . Mat. , secara kiasan memiliki arti sebagai gereja yang adalah tempat Allah berdiam . ih 1kor. dan dalam makna metafora tubuh yang dibangkitkan di masa depan adalah sesuatu yang dibuat . leh Alla. , bangunan . ari Alla. Jadi, jika dilihat dari semua penjelasan arti teks, terdapat keberagaman arti dari AE , sehingga dapat disebut bahwa arti yang tepat bagi AE , adalah seluruh Tubuh, dan atau seluruh jemaat. Sehingga terjemahan lengkap menurut penulis dari teks tersebut ialah: . i dalam Dia seluruh tubuh, yang disusun bersama, tumbuh menjadi bait suci di dalam Tuha. Dasar argumentasi dari narasi tersebut adalah bahwa istilah "AE " . asa oikodom. dapat memiliki beragam makna, baik secara harfiah maupun secara kiasan. Namun, melalui analisis konteks dan konstruksi ayat, serta referensi terkait dalam Alkitab, dapat 34 BARBARA ALAND and Frends. AuThe Greek New Testament (UBS) UNITED BIBLE SOCIETIESAy (Germany: Deutsche Bibelgesellschaft. Stuttgart, 2. , 637. Friberg. Hebrew and English https://journal. STT Baptis Indonesia Semarang disimpulkan bahwa makna yang tepat dalam konteks ayat tersebut adalah "seluruh Tubuh" atau "seluruh jemaat gereja". Ini didukung oleh pemahaman bahwa dalam konteks surat ini. Paulus sedang berbicara tentang persatuan dalam tubuh Kristus, yaitu gereja. Dalam terjemahan ini, "seluruh tubuh" merujuk kepada seluruh jemaat gereja yang bersatu dalam Kristus dan tumbuh bersama-sama dalam persekutuan dan kesatuan dengan-Nya. Jadi, dapat dijelaskan bahwa makna . asa oikodom. diterjemahkan sebagai Ausemua atau segala bangunan. Ay Interpretasi lebih lanjut bahwa bangunan ini berbicara tentang tubuh Kristus yakni jemaat, sehingga frase ini secara tepat diterjemahkan sebagai seluruh tubuh Kristus atau seluruh jemaat. Reinterpretasi Makna Frase , pasa oikodom. (AE Berdasarkan uraian penjelasan di atas, sangatlah penting untuk menempatkan makna frase ini dalam konteks yang sebenarnya. Frase "AE " . asa oikodom. diartikan sebagai "seluruh bangunan. " Kata "AE" . adalah kata sifat yang menunjukkan inklusivitas, mencakup segala sesuatu dalam suatu kategori. Sementara itu, "" . adalah kata benda yang berarti bangunan atau konstruksi, baik secara harfiah maupun kiasan. Dalam konteks Efesus 2:21, frasa ini merujuk pada gereja sebagai tubuh Kristus yang terdiri dari seluruh jemaat. Paulus menggunakan metafora bangunan untuk menekankan persatuan dan pertumbuhan jemaat dalam Kristus. Beberapa sarjana juga melihat frase ini merujuk kepada gereja secara keseluruhan sebagai kesatuan Tubuh Kritus, seperti yang ditulis oleh Fowl, yang menerangkan bahwa rujukan paling tepat terhadap frase . asa oikodom. adalah gereja sebagai satu kesatuan yang terdiri dari orang-orang percaya dari latar belakang Yahudi dan non Yahudi yang dipersatukan dalam Kristus. 35 Argumen Lexicon, 10th Ed Analytical Greek Lexicon (Bible Works Ver. LLC, 2. , 19435. 35 Stephen E. Fowl. AuAoEphesians 2:11-22: Defining the Source of the 'Third Race,AoAy Novum Testamentum 36, no. , 339. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 134 STT Baptis Indonesia Semarang utamanya meliputi beberapa poin kunci: Fowl menekankan bahwa surat Efesus ditulis dalam konteks di mana terdapat ketegangan antara orang percaya Yahudi dan non-Yahudi. Paulus menunjukkan bahwa dalam Kristus, kedua kelompok ini telah dipersatukan menjadi satu Dengan demikian, frase . asa oikodom. mencerminkan gereja sebagai struktur spiritual yang terdiri dari semua orang percaya, tanpa memandang latar belakang Kedua. Paulus menggunakan metafora menggambarkan gereja. Dalam Efesus 2:2022, gereja digambarkan sebagai bangunan yang didirikan di atas dasar para rasul dan nabi, dengan Kristus sebagai batu penjuru. Fowl . asa bangunan ini adalah semua orang percaya yang bersama-sama membentuk satu kesatuan yang kokoh dan Ketiga. Fowl menunjukkan bahwa tema utama surat Efesus adalah kesatuan dalam Kristus. Efesus 2:14-16 menyoroti bahwa Kristus telah merobohkan tembok pemisah antara Yahudi dan non-Yahudi, menciptakan satu manusia baru dari dua kelompok tersebut. Frase . asa oikodom. memperkuat pesan ini dengan menggambarkan gereja sebagai satu entitas yang terdiri dari berbagai latar belakang, tetapi bersatu dalam iman kepada Kristus. Fowl menegaskan bahwa . asa oikodom. adalah representasi dari konsep ini, di mana gereja tidak hanya sekadar kumpulan individu tetapi sebuah bangunan spiritual yang berkembang dan disusun bersama dalam Tuhan. 36 Dengan demikian, menurut Fowl, frase . asa oikodom. dalam Efesus 2:21 paling tepat dipahami sebagai gambaran gereja yang bersatu, terdiri dari orang-orang percaya dari latar belakang Yahudi dan non-Yahudi, yang telah dipersatukan dalam Kristus, membentuk satu tubuh yang harmonis dan berfungsi bersama sebagai tempat kediaman Allah. Selain Fowl, pandangan serupa juga di sampaikan oleh Van Aarde, menurutnya dalam ayat ini, oikodome ('bangunan') menunjuk kepada gereja yang kudus, persekutuan orangorang percaya yang hidup yang dibangun di atas Kristus sebagai batu penjuru. Alasan utama Van Aarde ialah, konteks Efesus 2. Paulus menekankan kesatuan orang percaya dalam Kristus yang terdiri dari orang-orang percaya baik dari kalangan Yahudi maupun bukan Yahudi . dan membandingkan mereka dengan sebuah bangunan yang tumbuh menjadi "bait yang kudus" . Menurut Van Aarde, . asa oikodom. menegaskan bahwa gereja, sebagai tubuh Kristus, adalah sebuah bangunan spiritual yang terdiri dari semua orang percaya, baik Yahudi maupun non-Yahudi, yang bersatu dan tumbuh bersama dalam kekudusan. Selain adanya para sarjana yang menekankan interpretasi . asa oikodom. sebagai rujukan kepada gereja secara keseluruhan sebagai kesatuan Tubuh Kritus, beberapa sarjana lain menafsirkan frasa ini juga sebagai rujukan kepada seluruh umat manusia yang dipersatukan dalam Kristus. Sebagaimana dikemukakan oleh Ernest bahwa, frase . asa oikodom. lebih tepat dipahami sebagai rujukan kepada kesatuan seluruh umat manusia dalam Kristus, bukan hanya pada gereja lokal. "38 Interpretasi Ernest tentang frase "pasa oikodomi" dalam konteks kesatuan umat manusia dalam Kristus menyoroti perspektif yang lebih luas dibandingkan dengan pandangan yang membatasi frasa Menurut Ernest frase ini sebagai rujukan kepada kesatuan seluruh umat manusia dalam Kristus, bukan hanya terbatas pada konteks gereja lokal. Pendekatan ini didasarkan pada beberapa poin penting: pertama, dalam surat-surat Paulus, konsep 36 Stephen E. Fowl. Selain Fowl, terdapat juga peneliti yang memiliki pandangan serupa terhadap frase . asa oikodom. sebagai rujukan kepada gereja secara keseluruhan, yang terdiri dari orang-orang percaya baik dari kalangan Yahudi maupun bukan Yahudi yang dipersatukan dalam Kristus, di antaranya ialah: Andrew T. Lincoln. AuThe Use of the OT in Ephesians,Ay Journal of Biblical Literature 118 2 . , 233-234. Peter Thomas OAoBrien. The Letter to the Ephesians (Wm. Eerdmans Publishing, 1. , 216. 37 Timothy A Van Aarde. AuThe Use of for Missions in Ephesians,Ay Verbum et Ecclesia 37, no. : 1Ae10. 38 Ernest Best. AuEphesians 2:11-22: A Quintessential Pauline View of the Church?,Ay Journal of Biblical Literature 89 1 . , 83-94. https://journal. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 135 "tubuh Kristus" sering mencakup semua orang percaya, tanpa memandang latar belakang etnis atau geografis. Misalnya, dalam Efesus 2:14-22. Paulus berbicara tentang pemecahan tembok pemisah antara Yahudi dan non Yahudi, membentuk satu manusia baru dalam Kristus. Kedua. Ernest berargumen bahwa penggunaan "pasa" . ang berarti "seluruh" atau "semua") menunjukkan cakupan yang lebih luas dari sekedar komunitas gereja lokal. Ini mencakup semua orang yang telah dipersatukan dalam iman kepada Kristus, yang merupakan bagian dari "bangunan" spiritual yang lebih besar. 39 Dengan mengartikan . asa oikodom. sebagai kesatuan seluruh umat manusia dalam Kristus. Ernest menawarkan perspektif yang lebih luas dan inklusif tentang bagaimana gereja harus memahami peran dan Ini mengajak orang percaya untuk melihat melampaui batasan lokal dan mengadopsi visi global dalam membangun tubuh Kristus yang universal. Lebih lanjut Stott mengutip pandangan Bruce menerangkan frase . asa oikodom. sebagai 'seluruh orang percaya,' yang dipersatukan dalam Kristus. "40 Frase ini juga menunjukkan bahwa setiap bagian dari bangunan ini diatur dengan teliti dan disesuaikan dengan tepat, yang mencerminkan sebuah keteraturan dan tujuan Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan pembangunan gereja bukanlah sesuatu yang acak, melainkan direncanakan oleh Allah dalam satu kesatuan yang utuh. Dengan demikian melalui penjelasan yang telah diuraikan di atas dapat dipahami bahwa frase . asa oikodom. diterjemahkan sebagai "seluruh tubuh" atau "seluruh jemaat gereja". Berdasarkan penjelasan interpretasi makna frasa "AE " . asa oikodom. dalam konteks Efesus 2:21 sebagai "seluruh tubuh" yang mencakup seluruh umat manusia dalam Kristus yang adalah jemaat. Kata "AE" . menunjukkan inklusivitas, mencakup semua orang percaya, baik Yahudi maupun non Yahudi yang menegaskan bahwa gereja 39 Ernest Best. John Stott. The Message of Ephesians (InterVarsity Press, 2. , 144. Interpretasi yang serupa juga datang dari Muddiman, bahwa . asa oikodom. merujuk pada kesatuan seluruh umat manusia dalam Kristus John Muddiman. AuThe https://journal. STT Baptis Indonesia Semarang adalah bangunan spiritual yang terdiri dari semua orang percaya yang disatukan dalam Kristus. Implementasi Gereja Nilai-Nilai Kesatuan Implementasi berdasarkan reinterpretasi frase "AE " . asa oikodom. dalam Efesus 2:21 menekankan pentingnya memandang gereja sebagai satu entitas yang inklusif dan holistik. Frasa ini, yang berarti "seluruh bangunan," mencerminkan konsep bahwa gereja adalah tubuh Kristus yang terdiri dari semua orang percaya, tanpa memandang latar belakang 41 Interpretasi ini menunjukkan bahwa dalam Kristus, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi dipersatukan menjadi satu tubuh. Kesatuan gereja adalah dasar dari iman Kristen, namun sering kali ditantang oleh perpecahan dan perselisihan di dalam jemaat. Efesus 2:21 memberikan wawasan yang mendalam tentang keterkaitan orang-orang percaya dalam tubuh Kristus, menekankan pentingnya kesatuan untuk pertumbuhan rohani dan pelayanan yang efektif. Dengan menafsirkan kembali frase "AE " . asa oikodom. yang mewakili seluruh tubuh orang percaya, para pemimpin gereja dapat persatuan dalam komunitas iman yang Dalam Efesus 2:21, rasul Paulus menggunakan metafora bangunan untuk menggambarkan kesatuan dan kohesi gereja. Frase "AE " . asa oikodom. menunjukkan keseluruhan bangunan, yang menyoroti sifat kolektif dari orang-orang percaya sebagai komponen penting dari struktur rohani. Setiap anggota berkontribusi pada pembangunan dan pertumbuhan tubuh, menggarisbawahi saling ketergantungan dan saling mendukung di dalam komunitas iman. Dalam Ephesian Gospel Tradition,Ay Journal for the Study of the New Testament 16 . , 61-78. 41 Andrew Byers. AuThe One Body of the Shema in 1 Corinthians: An Ecclesiology of Christological Monotheism,Ay New Testament Studies 62, no. : 517Ae32. Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 136 reinterpretasi frase "AE " . asa oikodom. dalam Efesus 2:21 dengan menekankan persatuan dan inklusivitas di setiap aspek pelayanannya. Ini dapat dicapai melalui berbagai cara, seperti: Pertama. Menekankan Sikap Saling Membangun, mengakui dan mengapresiasi berbagai karunia dan talenta yang dimiliki oleh para jemaat. Memberikan kesempatan bagi anggota untuk memanfaatkan karunia-karunia tersebut dalam pelayanan kepada sesama, membangun dan memberdayakan. Kedua. Mendorong persekutuan yang bermakna dan keterlibatan dalam komunitas. Mengadakan pertemuan rutin, kelompok kecil, dan acara persekutuan di mana anggota dapat menjalin hubungan dan membangun rasa kebersamaan. Menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif yang menyambut pendatang baru dan memperkuat hubungan yang lebih dalam. Ketiga. Memprioritaskan Komunikasi yang Transparan. Ciptakan jalan untuk komunikasi dan dialog yang transparan di dalam komunitas gereja. Doronglah percakapan yang jujur, mendengarkan secara aktif, dan umpan balik yang konstruktif untuk mengatasi masalah dan menyelesaikan konflik secara Ke empat. Menumbuhkan Budaya Kasih dan Pengampunan Meneladani Kasih yang seperti Kristus. Memimpin dengan memberi contoh dalam menunjukkan kasih dan pengampunan Kristus kepada satu sama Doronglah kerendahan hati, belas kasihan, dan kasih karunia dalam semua interaksi, memupuk semangat rekonsiliasi dan Ke lima. Fokus pada Misi dan Visi Bersama. Menambatkan misi dan visi gereja agar selaras dengan Firman dan tujuan Allah. Berkumpullah di sekitar tujuan dan sasaran bersama yang mencerminkan nilai-nilai kerajaan yaitu kasih, keadilan, dan belas kasihan, menyatukan orang-orang percaya dalam pengejaran bersama akan kerajaan Allah. Ke enam. Mendorong Pertumbuhan Rohani dan Pemuridan. Menawarkan program pemuridan, pendalaman Alkitab, dan kursus pertumbuhan rohani orang-orang percaya. Memperlengkapi anggota dengan pengetahuan Alkitab dan keterampilan praktis untuk https://journal. STT Baptis Indonesia Semarang memperdalam iman mereka dan berjalan bersama Kristus. Dengan reinterpretasi frase "AE " . asa oikodom. dalam Efesus 2:21 sebagai representasi dari seluruh tubuh orang percaya, para pemimpin gereja dapat menerapkan strategi praktis untuk mendorong persatuan dan kesatuan di dalam jemaat. Menekankan saling membangun, membina persekutuan yang bermakna, memprioritaskan komunikasi yang transparan, menumbuhkan budaya kasih dan pengampunan, berfokus pada misi dan visi bersama, serta mendorong pertumbuhan rohani adalah langkah-langkah penting dalam membangun komunitas gereja yang dinamis dan bersatu. Ketika orang-orang percaya bersatu dalam komitmen mereka kepada Kristus dan satu sama lain, mereka memberikan kesaksian akan kekuatan transformatif dari kasih dan anugerah Tuhan tengah-tengah Dengan mempraktikkan prinsip-prinsip ini, gereja dapat menjadi manifestasi nyata dari "seluruh bangunan" yang tumbuh dan bersatu dalam Kristus, mencerminkan kesatuan yang digambarkan dalam Efesus 2:21. Kesimpulan Kesimpulan dari analisis ini menegaskan bahwa reinterpretasi terhadap frasa "AE " . asa diterjemahkan sebagai "seluruh tubuh" atau "seluruh jemaat gereja". Dalam konteks Efesus 2:21, penerjemahan ini mencakup semua orang percaya, baik Yahudi maupun non Yahudi, yang bersama-sama membentuk gereja. Paulus menggunakan metafora bangunan untuk menggambarkan persatuan dan pertumbuhan spiritual jemaat dalam Kristus. "Seluruh bangunan" yang digambarkan Paulus tidak hanya merujuk pada struktur fisik, tetapi juga pada kesatuan rohani yang terdiri dari individu-individu yang percaya. Interpretasi ini menekankan bahwa gereja adalah satu kesatuan, di mana setiap orang percaya memiliki peran dan tempat yang penting dalam membangun kesatuan tubuh Kristus. Gereja sebagai "seluruh tubuh" atau "seluruh jemaat" adalah tempat kediaman Allah, di mana semua Volume 21 Nomor 1 Tahun 2025 Open Access [Open Acces. P a g e | 137 anggotanya bersatu dalam iman dan kasih yang memiliki nilai-nilai implikasi menerapkan prinsi-prinsip praktis untuk mendorong persatuan dan kesatuan di dalam jemaat. Oleh karena itu, pemahaman ini mengajak semua orang percaya untuk melihat gereja bukan hanya sebagai institusi atau bangunan fisik, tetapi sebagai komunitas yang hidup dan berkembang dalam Tuhan, membentuk satu tubuh yang utuh dan harmonis yang menjadi tempat kediaman Allah. Melalui persatuan dan pertumbuhan spiritual, gereja menjalankan misinya di dunia, mencerminkan kasih dan kuasa Allah. Referensi