JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 14. No. Tahun 2026 https://doi. org/10. 21067/jrma. Analisis Pengaruh Jumlah Simpanan. Jumlah Pinjaman, dan Volume Usaha Terhadap SHU Pada Kopkar W-VUB Lucky Rinandar Dwi Auliaa1*. Fitri Komariyaha2. Agus Subandoroa3 Program Studi Sarjana Akuntansi. STIE Mahardhika. Surabaya. Indonesia 1rinrinandar@gmail. *Lucky Rinandar Dwi Aulia Received: 19 Maret 2026. Revised: 8 April 2026. Accepted: 22 April 2026 Abstrak Penelitian ini meneliti bagaimana simpanan anggota, pinjaman anggota, dan volume usaha memengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) di Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton (Kopkar W-VUB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif untuk mengkaji hubungan antarvariabel berdasarkan data laporan keuangan tahun 2020Ae2024 yang dipilih melalui purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari dokumentasi arsip terkait. Variabel independen meliputi simpanan anggota, pinjaman anggota, dan volume usaha, sedangkan SHU sebagai variabel dependen. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS, yang diawali dengan uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelas. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t, uji F, serta koefisien determinasi (RA). Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda serta uji parsial dan simultan. Hasil penelitian mengungkap bahwa simpanan dan pinjaman anggota tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap SHU, sementara volume usaha terbukti positif dan signifikan. Namun, ketiga variabel secara bersama-sama tidak menunjukkan pengaruh signifikan, menandakan bahwa peningkatan SHU lebih banyak dipengaruhi oleh efektivitas kegiatan usaha koperasi. Kata kunci Ae Simpanan. Pinjaman. Volume Usaha. SHU. Koperasi Abstract This study examines how membersAo savings, membersAo loans, and business volume affect the Remaining Operating Results (SHU) of the Warga Varia Usaha Beton Employee Cooperative (Kopkar W-VUB). This study employs an associative quantitative approach to examine the relationships among variables using financial statement data from 2020Ae2024 selected through purposive sampling. The data used are secondary data obtained from relevant archival documentation. The independent variables include member savings, member loans, and business volume, while SHU serves as the dependent variable. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of SPSS, preceded by classical assumption tests . ormality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelatio. Hypothesis testing was carried out using the t-test. F-test, and coefficient of determination (RA). Data analysis was conducted using multiple linear regression, complemented by partial and simultaneous tests. The results reveal that membersAo savings and loans do not have a significant effect on SHU, whereas business volume has a positive and significant effect. However, collectively, the three variables do not show a significant effect, indicating that increases in SHU are more influenced by the effectiveness of the cooperativeAos business activities. Keywords Ae Savings. Loans. Business Volume. Surplus. Cooperative How to Cite : Aulia. Komariyah. , & Subandoro. Analisis Pengaruh Jumlah Simpanan. Jumlah Pinjaman, dan Volume Usaha Terhadap SHU Pada Kopkar W-VUB. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 14. , 146Ae157. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 146 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro PENDAHULUAN Latar Belakang Peran koperasi sangat krusial dalam mendorong perkembangan ekonomi di Indonesia sebagai wadah demokrasi ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan. Keadaan tersebut terjadi karena koperasi tidak hanya berperan dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi sebagai wadah yang menumbuhkan kebersamaan antaranggota, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan taraf kesejahteraan mereka melalui perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU). Anggota koperasi memiliki peran penting karena partisipasi aktif anggota dapat memberikan dukungan keberlanjutan usaha, peningkatan SHU, dan transparansi pada koperasi. SHU yang semakin baik tiap tahunnya merupakan suatu keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuan utamanya, sehingga faktor-faktor yang memengaruhi SHU menjadi penting untuk dikaji. Sebagai salah satu organisasi koperasi, berdasarkan jenis usahanya Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton (Kopkar W-VUB) termasuk jenis koperasi konsumen, sedangkan dari sisi keanggotaan termasuk koperasi primer. Definisi koperasi pada penelitian yang telah dilakukan Astriyana . , bahwa koperasi badan usaha yang dijalankan secara bersama untuk memenuhi kebutuhan bersama, mengutamakan kepentingan anggota, bersifat sukarela, dan pembagian hasil usahanya ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama. Selain itu, koperasi juga didefinisikan sebagai bentuk kerja sama antaranggota tanpa membedakan kontribusi individu dalam mencapai tujuan bersama (Nasution et al. , 2. Keberlangsungan kegiatan koperasi tidak terlepas dari modal yang berasal dari simpanan Dana yang berhasil dihimpun dari simpanan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk menjalankan berbagai aktivitas koperasi, sekaligus menggambarkan kepercayaan serta loyalitas anggota terhadap kelangsungan koperasi (Aji & Isnawati, 2. Dana tersebut berupa simpanan pokok yang wajib dibayarkan oleh calon anggota ketika mulai bergabung dengan koperasi, yang jumlahnya telah disepakati sama dan tidak dapat diambil selama keanggotaan masih berlaku. Selain itu, simpanan wajib merupakan kontribusi bulanan anggota yang besarannya ditetapkan melalui kebijakan koperasi, serta tidak dapat dicairkan selama individu tersebut masih tercatat sebagai anggota koperasi. Terdapat pula simpanan sukarela yang jumlah dan waktu penyetorannya ditentukan oleh anggota sendiri. Simpanan sukarela dapat dicairkan sesuai kebijakan koperasi (UU Nomor 17 Tahun 2012, 2. Seperti koperasi pada umumnya. Kopkar W-VUB melayani pinjaman dana kepada anggota sebagai salah satu kegiatan usaha. Sulistiowati & Kanto . , mendefinisikan pinjaman adalah penyaluran dana kepada anggota koperasi yang wajib dilunasi dalam jangka waktu yang telah ditentukan, disertai margin atau bagi hasil sesuai perjanjian yang disepakati. Pinjaman anggota dapat juga diartikan sebagai pembiayaan yang diberikan koperasi kepada anggotanya dan menjadi salah satu sumber pendapatan koperasi melalui bunga pinjaman (Aji & Isnawati, 2. Volume usaha adalah jumlah pendapatan atas jasa dan barang yang diterima sejak awal hingga akhir tahun buku (Astriyana, 2. , tau dapat dipandang sebagai total pendapatan ataupun nilai penjualan yang dihasilkan dalam satu periode waktu, yang dikenal sebagai volume usaha, yang menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas usaha dapat meningkatkan pendapatan koperasi (Putra. Hendri, & Triono, 2. Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton (Kopkar W-VUB) menghadapi permasalahan jumlah simpanan anggota yang relatif tetap, jumlah plafon pinjaman yang terbatas, dan volume usaha yang berfluktuasi, yang dapat memengaruhi perolehan SHU. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara upaya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan kondisi nyata terkait keterbatasan faktor yang memengaruhi SHU. Sejalan dengan masalah yang muncul, studi ini mengambil arah untuk menilai dampak simpanan anggota, pinjaman, serta aktivitas usaha terhadap Sisa Hasil Usaha yang dicatat oleh Kopkar W-VUB. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 147 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Agusviani . , mengeksplorasi hubungan antara simpanan anggota, pinjaman anggota, modal kerja, dan pendapatan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa keempat variabel tersebut memberikan pengaruh positif terhadap SHU, dan pengujian simultan menegaskan pengaruh signifikan seluruh variabel terhadap SHU koperasi. Penelitian lain, oleh Astriyana . , menyoroti jumlah anggota, simpanan anggota, serta volume usaha dalam hubungannya dengan SHU. Temuannya menunjukkan bahwa jumlah anggota dan simpanan anggota tidak memengaruhi SHU secara signifikan, sementara volume usaha terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Sementara itu. Rahmadani . , meneliti dampak jumlah simpanan dan jumlah pinjaman anggota pada SHU koperasi. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa simpanan anggota tidak signifikan, tetapi pinjaman anggota berpengaruh signifikan, dan secara simultan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi terhadap perubahan SHU. Dalam kajian yang dilakukan oleh Rianto . , fokus diarahkan pada bagaimana simpanan anggota dan pembiayaan memengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi. Analisis yang dilakukan, baik melalui uji parsial maupun simultan, mengungkap bahwa kedua variabel ini memiliki efek positif dan signifikan terhadap SHU. Di sisi lain. Kusuma . menyoroti jumlah pinjaman, volume usaha, dan jumlah simpanan sebagai faktor yang memengaruhi SHU. Walaupun berbagai penelitian sebelumnya telah membahas determinan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi, hasil yang diperoleh belum menunjukkan keseragaman dan masih memperlihatkan adanya perbedaan temuan. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hubungan antarvariabel yang diteliti belum sepenuhnya konklusif. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan untuk melakukan pengujian kembali terhadap keterkaitan antara simpanan anggota, pinjaman anggota, dan volume usaha dengan SHU pada objek koperasi yang memiliki karakteristik berbeda, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dan Hipotesis Merujuk pada penjelasan yang telah disampaikan sebelumnya, penelitian ini merumuskan hipotesis terkait pengaruh tingkat simpanan dan pinjaman anggota terhadap SHU pada Kopkar WVUB: Hasil penelitian Agusviani . Rianto . , dan Kusuma . simpanan anggota terbukti mendorong peningkatan SHU secara positif. Dana yang berasal dari simpanan anggota berperan sebagai modal utama koperasi yang dimanfaatkan dalam kegiatan operasional maupun pengembangan usaha, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan dan SHU. Meskipun beberapa penelitian seperti Rahmadani . dan Astriyana . menunjukkan hasil yang berbeda, sebagian besar penelitian terdahulu menunjukkan bahwa simpanan anggota memiliki hubungan positif dengan SHU. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis dalam penelitian ini disusun sebagai berikut: H1 : Jumlah simpanan berpengaruh positif terhadap SHU pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton. Berdasarkan penelitian Agusviani . Rahmadani . , dan Rianto . , jumlah pinjaman anggota terbukti mendorong peningkatan SHU secara positif. Pinjaman anggota merupakan salah satu kegiatan utama koperasi yang menghasilkan pendapatan jasa, sehingga peningkatan jumlah pinjaman dapat meningkatkan pendapatan koperasi dan mendorong pertumbuhan SHU. Meskipun terdapat temuan berbeda seperti pada penelitian Astriyana . , bahwa jumlah pinjaman anggota memberikan pengaruh positif terhadap SHU. Dari pemaparan konsep dan temuan penelitian sebelumnya, penelitian ini merumuskan hipotesis yang akan diuji untuk melihat keterkaitan antarvariabel yang diteliti: H2 : Jumlah pinjaman berpengaruh positif terhadap SHU pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 148 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro Berdasarkan penelitian Astriyana . Kusuma . , dan Agusviani . SHU dipengaruhi secara positif oleh volume usaha. Volume usaha mencerminkan tingkat aktivitas operasional koperasi dalam menghasilkan pendapatan, sehingga peningkatan volume usaha berpotensi meningkatkan pendapatan dan mendorong kenaikan SHU. Dengan merujuk pada pembahasan terdahulu, penelitian ini menetapkan hipotesis sebagai instrumen utama untuk mengevaluasi pengaruh variabel yang diteliti: H3 : Jumlah volume usaha berpengaruh positif terhadap SHU pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton. Berdasarkan penelitian Agusviani . Kusuma . , dan Rahmadani . SHU dipengaruhi secara simultan oleh jumlah simpanan, jumlah pinjaman, serta volume usaha. Simpanan anggota menjadi sumber modal koperasi, pinjaman anggota menghasilkan pendapatan jasa, dan volume usaha mencerminkan aktivitas operasional koperasi. Ketiga variabel tersebut saling mendukung dalam membentuk pendapatan yang pada akhirnya memengaruhi SHU. Keseluruhan pemaparan sebelumnya dijadikan landasan bagi perumusan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini: H4 : Jumlah simpanan, jumlah pinjaman, dan volume usaha berpengaruh terhadap SHU pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton. Sehingga dapat dibuat gambar kerangka konseptual mengenai hubungan antar variabel dari uraian di atas sebagai berikut: Gambar 1 Kerangka Konseptual METODE Dalam upaya memahami keterkaitan antarvariabel, penelitian ini merancang desain asosiatif yang didukung oleh analisis kuantitatif, sehingga hasil pengamatan dapat diukur secara numerik. Dalam pendekatan kuantitatif, data yang digunakan berbentuk angka dan dikumpulkan melalui tahapan penelitian yang dilakukan secara sistematis sesuai dengan kaidah ilmiah, kemudian diolah menggunakan analisis statistik untuk menghasilkan kesimpulan dari hasil penelitian (Susanto et al. Penelitian kuantitatif asosiatif tujuan utamanya adalah untuk menelaah keterkaitan antara dua atau lebih variabel secara sistematis serta digunakan untuk menguji hipotesis dan mendukung pengembangan teori (Gani et al. , 2. Dalam penelitian ini, perhatian difokuskan pada bagaimana variabel simpanan anggota, pinjaman, dan tingkat volume usaha berkontribusi terhadap perubahan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton, yang dijadikan sebagai objek penelitian. Objek penelitian ialah segala aspek yang menjadi bahan analisis peneliti untuk memperoleh informasi yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan (Jenita et al. , 2. Sedangkan menurut Hamidah & Hakim . , objek penelitian dapat diartikan sebagai kondisi yang merepresentasikan situasi dari fenomena yang menjadi fokus penelitian, dengan tujuan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap kajian yang dilakukan. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 149 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro Menurut Zulfikar et al. , sampel adalah sebagian unit dari populasi dan dipilih sebagai objek penelitian dengan tujuan merepresentasikan keadaan keseluruhan populasi. Susanto et al. menyatakan bahwa teknik pengambilan sampel merupakan proses memilih individu atau unit tertentu dari suatu populasi untuk dijadikan bagian dari penelitian. Untuk memastikan representativitas, sampel penelitian dipilih dengan purposive sampling, yakni mengutamakan elemen yang memenuhi standar kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan dipilih karena dianggap mampu mewakili populasi penelitian. Adapun kriteria sampel meliputi data keuangan bulanan Kopkar W-VUB yang terdiri atas jumlah simpanan anggota, jumlah pinjaman anggota, volume usaha, serta SHU selama periode 2020Ae2024. Data dalam penelitian ini tidak digunakan secara langsung dalam kondisi awal, melainkan terlebih dahulu melalui proses seleksi dan penyesuaian untuk memenuhi asumsi klasik regresi. Uji normalitas KolmogorovAeSmirnov menunjukkan residual belum berdistribusi normal, sehingga dilakukan identifikasi serta eksklusi data ekstrem . pada variabel independen dan dependen yang menyebabkan jumlah observasi berkurang. Karena distribusi masih belum optimal, dilakukan transformasi Log10 guna memperbaiki pola data. Selain itu, hasil uji DurbinAeWatson mengindikasikan adanya autokorelasi, sehingga diterapkan metode CochraneAeOrcutt dan model diestimasi ulang. Dengan demikian, data akhir yang dianalisis merupakan hasil dari proses penyaringan, pembersihan, dan transformasi, sehingga tidak lagi berjumlah 60 observasi awal, melainkan hanya data yang telah memenuhi kriteria analisis. Dalam rangka pengumpulan informasi, studi ini memanfaatkan data sekunder yang telah tersedia, bersumber dari literatur, publikasi ilmiah, laporan resmi, dan berbagai dokumen lain yang terkait dengan topik yang dikaji (Sulung & Muspawi, 2. Dalam konteks penelitian, data sekunder berarti segala bentuk informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya oleh entitas lain, sehingga peneliti hanya memanfaatkannya untuk kepentingan penelitian dan pada umumnya tersedia dalam bentuk laporan keuangan, dokumen, atau arsip (Haifa et al. , 2. Menerapkan teknik dokumentasi sebagai cara pengumpulan data dengan menghimpun serta memanfaatkan data yang bersumber dari dokumen dan bahan tertulis yang memiliki keterkaitan dengan penelitian (Ardiansyah et al. , 2. Sebagaimana dikemukakan oleh Jenita et al. , definisi operasional variabel digunakan untuk menjabarkan setiap variabel yang tercantum dalam judul penelitian agar lebih jelas. Penelitian ini menempatkan dua variabel sebagai titik fokus kajian, yaitu: Variabel Independen Dalam pandangan Susianti & Srifariyati . , variabel independen adalah faktor yang memengaruhi variabel dependen, baik mendorong maupun menurunkan nilainya. Fokus penelitian ini diarahkan pada variabel independen yang meliputi: Jumlah simpanan anggota (X. Jumlah simpanan pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton yang dimaksud adalah total simpanan wajib yang disetorkan anggota koperasi setiap bulan dan simpanan pokok yang disetorkan pada awal mendaftar menjadi anggota di koperasi. Jumlah pinjaman anggota (X. Jumlah pinjaman pada Kopkar W-VUB adalah total pinjaman yang disalurkan kepada anggota dalam bentuk uang atau barang, dengan kewajiban bagi anggota untuk melunasi sesuai perjanjian yang telah disepakati. Volume usaha (X. Volume usaha pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton adalah total pendapatan dari seluruh transaksi penjualan barang dan jasa koperasi, baik kepada anggota maupun nonanggota. Variabel Dependen Dalam hubungan sebab-akibat, variabel dependen terpengaruh oleh variabel independen, sehingga perubahannya mencerminkan dampak variabel bebas. Penelitian ini menggunakan SHU Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 150 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro sebagai variabel dependen, yang diartikan sebagai pendapatan bersih koperasi setelah mengurangi biaya operasional, depresiasi, kewajiban, dan pajak terkait. Dalam penelitian ini, data dianalisis dengan regresi linear berganda yang dilengkapi uji t untuk efek individual, uji F untuk efek simultan, serta koefisien determinasi untuk kemampuan penjelasan variabel independen. Model ini dirancang untuk menangkap hubungan antara beberapa variabel independen dan satu variabel dependen (Rahmadani, 2. Uji t mengevaluasi pengaruh masingmasing variabel secara terpisah (Rianto, 2. , sedangkan uji F menilai pengaruh keseluruhan variabel independen secara kolektif (Rahmadani, 2. Koefisien determinasi kemudian mengukur proporsi variasi dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas (Rianto, 2. , sehingga memberikan gambaran kekuatan hubungan antara kedua kelompok variabel. PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pengujian awal menggunakan metode KolmogorovAeSmirnov mengindikasikan bahwa residual belum memenuhi asumsi normalitas. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan eliminasi outlier serta transformasi Log10, kemudian model diestimasi kembali. Hasil pengujian lanjutan menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 (> 0,. , yang menandakan bahwa distribusi residual telah normal, sehingga model regresi dinyatakan layak untuk digunakan pada tahap analisis berikutnya. Hasil pengujian normalitas KolmogorovAeSmirnov disajikan sebagai Tabel 1. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean 0,0000000 Std. Deviation 0,33750634 Absolute 0,100 Positive 0,068 Negative -0,100 Test Statistic 0,100 Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. e Sig. Confidence Interval 0,322 Lower Bound 0,310 Upper Bound 0,334 Sumber: Data diolah 2025 Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas melalui pendekatan Glejser dilakukan dengan menjadikan nilai absolut residual (ABRESID) sebagai variabel dependen terhadap seluruh variabel bebas. Hasil estimasi memperlihatkan bahwa tingkat signifikansi masing-masing variabel, yakni simpanan . , pinjaman . , dan volume usaha . , seluruhnya berada di atas ambang 0,05. Kondisi ini menegaskan bahwa model tidak mengandung gejala heteroskedastisitas, sehingga asumsi klasik terpenuhi dan model regresi dapat digunakan secara andal pada tahap Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 151 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro analisis berikutnya. Tabel hasil pengujian Glejser yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi heteroskedastisitas disajikan sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Glejser Unstandardized Coefficients Std. Model Error (Constan. 0,817 1,232 Standardized Coefficients Beta 0,663 Sig. 0,511 -6,673E-10 0,000 -0,121 -0,719 0,476 8,958E-11 0,000 0,162 0,977 0,334 3,218E-11 0,000 0,225 1,311 0,197 Sumber: Data diolah 2025 Uji Multikolinearitas Pengujian multikolinearitas dilakukan untuk memastikan bahwa antar variabel bebas tidak terjadi hubungan linear yang berlebihan yang berpotensi mengganggu ketepatan estimasi Hasil pengujian yang mengacu pada nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan bahwa seluruh variabel berada dalam batas yang diperkenankan, yakni nilai tolerance melebihi 0,10 dan VIF kurang dari 10 (X1: 0,842 dan 1,187. X2: 0,867 dan 1,153. X3: 0,804 dan 1,. Kondisi ini mengindikasikan tidak adanya masalah multikolinearitas, sehingga model regresi yang digunakan dinilai stabil dan dapat dilanjutkan ke tahap analisis berikutnya. Hasil pengujian multikolinearitas dalam penelitian ini selanjutnya ditampilkan sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Model Tolerance 0,842 VIF 1,187 0,867 1,153 0,804 1,243 Sumber: Data diolah 2025 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan guna menelusuri adanya keterkaitan antar residual yang berpotensi menurunkan ketepatan model. Hasil awal DurbinAeWatson mengindikasikan adanya autokorelasi, sehingga dilakukan penyesuaian melalui prosedur Cochrane-Orcutt dengan transformasi data dan estimasi ulang. Setelah perbaikan, nilai DW sebesar 1,735 berada di antara batas dU . ,6. Oe dU) . ,3. , yang menunjukkan bahwa model telah terbebas dari autokorelasi dan dapat digunakan pada tahap analisis lanjutan. Hasil pengujian menggunakan metode DurbinAeWatson pada penelitian ini selanjutnya disajikan sebagai berikut: Square 0,181 Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Std. Error Adjusted R of the Square Estimate 0,109 0,32463 DurbinWatson 1,735 Sumber: Data diolah 2025 Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 152 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro Uji Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil olah data, diperoleh persamaan regresi yang menggambarkan interaksi dan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, seperti tertera berikut: SHU(Y) = 5,231 Ae 1,133 y 10-9 X1 1,722 y 10-10 X2 1,351 y 10-10 X3 Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji-. Temuan dari uji parsial dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Model (Constan. Standardized Coefficients 5,231 Std. Error 1,633 Jumlah Simpanan -1,133E-09 0,000 Jumlah Pinjaman 1,722E-10 Volume Usaha 1,351E-10 Beta 3,203 Sig. 0,003 -0,095 -0,581 0,565 0,000 0,117 0,743 0,462 0,000 0,441 2,697 0,011 Sumber: Data diolah 2025 Hasil analisis parsial mengungkapkan bahwa variabel jumlah simpanan memperoleh nilai signifikansi 0,565, sedangkan jumlah pinjaman tercatat 0,462. Kedua angka ini berada di atas ambang 0,05, menandakan bahwa kedua variabel tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap SHU. Sebaliknya, volume usaha menunjukkan nilai signifikansi 0,011, yang lebih rendah dari batas 0,05, sehingga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap SHU. Dengan kata lain, pada taraf kepercayaan 95%, perubahan SHU tidak ditentukan oleh jumlah simpanan maupun pinjaman anggota, melainkan dipengaruhi secara nyata oleh intensitas dan skala kegiatan usaha Hal ini menegaskan bahwa peningkatan aktivitas usaha memiliki peran sentral dalam membentuk Sisa Hasil Usaha, sementara kontribusi simpanan dan pinjaman tidak signifikan dalam konteks periode penelitian ini. Uji Simultan (Uji F) Setelah pengujian parsial, analisis dilanjutkan dengan uji simultan yang hasilnya disajikan berikut ini: Tabel 6 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 0,791 0,264 2,503 Residual Total 3,583 4,374 0,105 Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil uji simultan, nilai F hitung tercatat 2,503 dengan tingkat signifikansi 0,076, yang berada di atas ambang 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa pada tingkat kepercayaan 95%, ketika diuji secara bersamaan, ketiga variabelAijumlah simpanan, jumlah pinjaman, dan volume usahaAitidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap SHU. Menariknya, meskipun volume usaha terbukti berpengaruh signifikan saat dianalisis secara parsial, efeknya tidak cukup kuat ketika dikombinasikan dengan variabel lain untuk menjelaskan variasi SHU. Dengan kata lain, secara kolektif, kontribusi ketiga faktor ini terhadap fluktuasi SHU tidak memadai, sehingga faktor-faktor tambahan di luar penelitian kemungkinan turut menentukan besarnya Sisa Hasil Usaha pada Kopkar W-VUB. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 153 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro . Pengaruh jumlah simpanan terhadap SHU Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel jumlah simpanan menunjukkan nilai signifikansi 0,565, yang melebihi batas 0,05. Kondisi ini menegaskan bahwa jumlah simpanan anggota tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap SHU pada Kopkar W-VUB. Dengan kata lain, fluktuasi jumlah simpanan tidak cukup kuat untuk memengaruhi besarnya Sisa Hasil Usaha dalam periode penelitian ini, sehingga peran simpanan terhadap perubahan SHU dapat dianggap tidak determinan. Koefisien regresi sebesar -1,133y10AA menunjukkan hubungan negatif dengan pengaruh yang sangat kecil, di mana peningkatan simpanan sebesar Rp1. 000 hanya menurunkan SHU sekitar 0,2606%. Hasil ini memperkuat temuan Astriyana . dan Rahmadani . yang memberikan kesimpulan bahwa jumlah simpanan tidak terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap SHU. Keadaan ini kemungkinan disebabkan oleh keberadaan simpanan pokok dan simpanan wajib lebih berfungsi sebagai sumber modal yang relatif permanen untuk mendukung permodalan koperasi, bukan sebagai sumber utama pembentuk pendapatan. Selain itu, jumlah simpanan anggota pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton cenderung stabil dari periode ke periode sehingga variasinya tidak cukup besar untuk memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan SHU. Pengaruh jumlah pinjaman terhadap SHU Hasil uji parsial menunjukkan bahwa jumlah pinjaman memiliki nilai signifikansi sebesar 0,462, yang melampaui batas signifikansi 0,05 sehingga variabel jumlah pinjaman tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap SHU pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton. Koefisien regresi menunjukkan hubungan positif sebesar 1,722y10a, namun pengaruhnya sangat kecil, di mana peningkatan pinjaman sebesar Rp1. 000 hanya meningkatkan SHU sekitar 0,03965%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya jumlah pinjaman pada periode penelitian belum menjadi faktor penentu perubahan SHU. Temuan ini berbeda dengan penelitian Agusviani . dan Rianto . menyimpulkan bahwa jumlah pinjaman memberikan pengaruh positif terhadap SHU. Pinjaman anggota memang menjadi sumber pendapatan koperasi melalui margin, namun pengaruhnya sangat bergantung pada efektivitas penyaluran dan kemampuan anggota dalam melunasi pinjaman. Selain itu, pada Koperasi Karyawan Warga Varia Usaha Beton terdapat kebijakan pembatasan plafon serta selektivitas dalam pemberian pinjaman sehingga pertumbuhan pinjaman relatif terbatas dan variasinya antarperiode tidak cukup besar untuk memengaruhi perubahan SHU. Pengaruh volume usaha terhadap SHU Hasil uji t parsial mengungkap bahwa variabel volume usaha memiliki nilai signifikansi 0,011, yang terletak di bawah ambang 0,05. Hal ini menegaskan bahwa volume usaha secara nyata memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap SHU di Kopkar WVUB. Artinya, semakin besar skala dan intensitas aktivitas usaha koperasi, semakin tinggi potensi peningkatan Sisa Hasil Usaha, sehingga variabel ini menjadi faktor kunci dalam menentukan kinerja finansial koperasi pada periode penelitian. Koefisien regresi sebesar 1,351y10a menunjukkan bahwa peningkatan volume usaha diikuti dengan peningkatan SHU, di mana kenaikan volume usaha sebesar Rp1. 000 meningkatkan SHU sekitar 0,031113%. Pada model penelitian ini, volume usaha menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi SHU. Namun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah simpanan dan jumlah pinjaman tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap temuan Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini memperkuat temuan Astriyana . dan Kusuma . yang menunjukkan bahwa variabel volume usaha terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap SHU. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas usaha koperasi, semakin besar pula peluang koperasi memperoleh pendapatan yang akhirnya berkontribusi pada peningkatan SHU. Pengaruh Jumlah Simpanan. Jumlah Pinjaman dan Volume Usaha terhadap SHU Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 154 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro Hasil uji simultan mengungkap bahwa ketika jumlah simpanan, jumlah pinjaman, dan volume usaha dianalisis secara bersamaan, ketiga variabel tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap SHU. Dengan kata lain, meskipun beberapa variabel mungkin berperan secara individual, kontribusi kolektif ketiganya tidak cukup kuat untuk menjelaskan variasi Sisa Hasil Usaha pada Kopkar W-VUB dalam periode penelitian ini. Dengan demikian, besarnya Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi tampaknya tidak hanya ditentukan oleh variabel-variabel yang dianalisis dalam penelitian ini, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal lain yang tidak termasuk dalam model penelitian. Artinya, selain simpanan anggota, pinjaman, dan volume usaha, aspek-aspek lain di luar penelitian turut berperan dalam membentuk fluktuasi SHU pada Kopkar W-VUB. Koefisien Determinasi Berikut ini ditunjukkan hasil perhitungan koefisien determinasi (R. Tabel 7 Hasil Uji R2 R Square 0,181 Adjusted R Square 0,109 Std. Error of the Estimate 0,32463 Sumber: Data diolah 2025 Hasil pengolahan data mengungkap bahwa Adjusted RA tercatat sebesar 0,109, yang berarti model regresi hanya mampu menjelaskan sekitar 10,9% variasi SHU, sementara 89,1% sisanya kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar variabel yang dianalisis dalam penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa kenaikan Sisa Hasil Usaha pada Kopkar W-VUB tidak sepenuhnya ditentukan oleh jumlah simpanan maupun jumlah pinjaman anggota, melainkan lebih dipengaruhi oleh efektivitas kegiatan usaha koperasi serta kemungkinan variabel lain yang belum diteliti. Dengan kata lain, meskipun kontribusi simpanan dan pinjaman ada, faktor eksternal dan operasional usaha memiliki peran yang jauh lebih dominan dalam membentuk fluktuasi SHU selama periode penelitian. KESIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa dalam periode 2020Ae2024, jumlah simpanan serta jumlah pinjaman tidak terbukti memengaruhi SHU secara signifikan pada Kopkar W-VUB. Sebaliknya, volume usaha menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan SHU, yang menandakan bahwa semakin tinggi aktivitas usaha koperasi, semakin besar potensi peningkatan pendapatan dan SHU. Meskipun demikian, hasil uji secara simultan menegaskan bahwa ketiga variabel yang dianalisis tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap SHU ketika diuji secara bersama-sama. Sehingga faktorfaktor lain di luar penelitian ini kemungkinan turut menentukan perubahan SHU. Sehubungan dengan temuan tersebut, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji variabel lain yang relevan agar penjelasan mengenai faktor yang memengaruhi SHU dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Saran : Penelitian ini menyarankan agar koperasi tidak hanya berfokus pada penghimpunan simpanan dan penyaluran pinjaman, tetapi lebih menitikberatkan pada penguatan aktivitas usaha melalui inovasi layanan, diversifikasi unit usaha, serta peningkatan efisiensi operasional, mengingat aspek tersebut terbukti lebih berkontribusi terhadap pembentukan SHU. Selain itu, pengelolaan simpanan dan pinjaman tetap perlu dievaluasi secara berkala agar lebih optimal. Dari sisi keanggotaan, partisipasi aktif anggota menjadi faktor penting yang perlu didorong karena berkaitan langsung dengan peningkatan volume usaha dan perolehan SHU. Bagi penelitian berikutnya, disarankan untuk memperluas cakupan variabel dengan memasukkan indikator seperti biaya operasional, tingkat partisipasi anggota, serta kebijakan manajerial, disertai penggunaan periode pengamatan atau metode analisis yang lebih beragam. Hal ini relevan mengingat nilai Adjusted RA yang relatif rendah menunjukkan bahwa model belum mampu Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 155 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 202 Aulia. Komariyah. Subandoro menangkap keseluruhan determinan SHU, sehingga masih terdapat faktor lain terkait efektivitas operasional seperti efisiensi biaya, kualitas pinjaman, perputaran dana, partisipasi anggota, dan kinerja unit usaha yang memiliki peran lebih dominan dan perlu ditelusuri lebih lanjut. Daftar Pustaka