JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang terdaftar Di BEI Indeks LQ45 Pada Tahun 2019-2. Oleh Hayatul Afiyah1. Binti Shofiatul Jannah2. Mochammad Ilyas Junjunan3 Program Studi Akuntansi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya hayatulafiyah01@gmail. com1, binti. shofiatul@uinsa. id2, mij@uinsa. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji green accounting dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel intervening pada perusahaan LQ45 tahun Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif deskriptif Hasil penelitian ini menunjukan bahwa green accounting dan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, tetapi profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Green accounting berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas tidak memiliki pengaruh untuk memediasi green accounting tetapi ada pengaruh dalam memediasi kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Green Accounting. Kinerja Lingkungan. Profitabilitas. Nilai Perusahaan Abstract This research aims to find out green accounting and environmental performance against the value of companies with profitability as intervening variables in LQ45 companies year 2019-2022. This type of research is descriptive quantitative research The results of this research show that green accounting and environmental performance do not affect the value of the company, but profitability affects the company's Profitability has no influence on mediating green accounting but there is influence in mediating environmental performance on the value of the company. Keyword: green accounting, environmental performance, profitability, corporate value PENDAHULUAN Nilai perusahaan menjadi tolok ukur terkait kinerja perusahaan secara internal maupun Kenaikan nilai perusahaan mampu menanamkan modalnya pada perusahaan. Selain itu, nilai perusahaan juga menjadi tolok ukur keberhasilan suatu perusahaan. Karena nilai perusahaan bagi pemegang saham dapat menjadi informasi bahwa perusahaan tersebut mampu memperoleh keuntungan yang besar sehingga perusahaan bisa dipercaya (Maflikha, 2. Salah satu tolok ukur nilai suatu perusahaan yakni tercermin pada harga Maka, tingginya suatu harga saham yang dimiliki perusahaan artinya perusahaan tersebut perusahaan yang baik. Sehingga akan menarik bagi pemegang asaham untuk investasi modalnya di perusahaan tersebut. HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 Hal ini berdasarkan pada teori sinyal bahwa merupakan sinyal untuk para investor (Rahmah & Wahyudin, 2. Apabila informasinya positif maka, memberikan kemungkinan besar untuk para investor menginvestasikan modalnya di perusahaan tersebut, begitupun sebaliknya. Karena nilai perusahaan yang tinggi, dipandang dapat menyejahterakan pemegang saham. Jika nilai perusahaan disamakan dengan harga saham, artinya memaksimalkan nilai perusahaan sama dengan memaksimalkan harga pasar saham (Auliya, 2. Naik turunya harga saham pada pasar modal merupakan fenomena yang menarik untuk didiskusikan. Fluktuasi harga saham salah satunya terjalin di perusahaan BEI yang tercantum pada indeks LQ45 yang teredarkan di pasar bursa selama 4 periode, mulai dari tahun 2019 sampai tahun 2022. Ketika 2020 ada 9 perusahaan yang mengalami penurunan sekitar 40% secara YTD . ear to dat. , berikut ini ialah perusahaan LQ45 yang mengalami Tabel 1. Perusahaan LQ45 yang mengalami fluktuasi Emiten YTD BBNI -40,51% WIKA -40,95% TKIM -41,27% SMRA -43,78% INTP -44,28% PTPP -45,3% MNCN -49,69% PGAS -55,30% Sumber: w. Ada banyak faktor yang memengaruhi naik turunnya nilai perusahaan, salah satunya adalah faktor green accounting. Green accounting yaitu proses penyertaan laporan terkait kegunaan serta biaya lingkungan dalam berbagai kegiatan akuntansi serta penyertaan keputusan bisnis. (Sulistiawati & Dirgantari. Konsep ini telah berkembang sejak tahun 1970-an di Eropa, karena green accounting bisa memberikan suatu informasi mengenai berkontribusi positif ataupun negatif kepada sumber daya manusianya maupun sumber daya alam. Di Indonesia, kesadaran perusahaan dalam menerapkan green accounting masih Jika dilihat dari dua sudut pandang. Namun, disisi lain green accounting akan meningkatkan biaya dengan biaya lingkungan. Perusahaan yang memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Karena perusahaan berkorban dengan menimbulkan biaya lingkungan, yang nantinya aka nada kemungkunanan untuk mengurangi biaya potensial di masa depan contohnya misalnya biaya tuntutan oleh masyarakat atas kerusakan lingkungan maupun sanksi dari pemerintah (Sunarmin, 2. Ada beberapa penelitian yang meneliti pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan. penelitian yang dilakukan oleh Maharani & Handayani . Erlangga et al . Lestari & Restuningdih . dan Dewi & Narayana . menyatakan bahwa green accounting ada pengaruhnya positif pada nilai perusahaan Nilai perusahaan pun terpengaruhi oleh kinerja lingkungan. Tolok ukur baiknya kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan bisa diamati dari keikutsertaan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang didukung oleh Menteri Lingkungan Hidup dengan tujuan memberikan dorongan kepada perusahaan untuk mengelola lingkungan hidup melalui perusahaan akan menaati peraturan perundang-undangan PROPER yakni suatu program yang dibuat pemerintah untuk mengungkapkan kepada publik terkait kepatuhan perusahaan terhadap lingkungan. Ada 5 peringkat didalam PROPER yaitu emas, hijau, biru, merah dan hitam (Menlhk, 2. HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 Pada evaluasi yang dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup ketika 2021 kinerja perusahaan tidak mengecewakan. Kurang lebih 75% perusahaan menaati peraturan lingkungan 2593 perusahaan yang telah dievaluasi ada 299 dari jenis industri dengan hasil peringkat kinnerja, 0 perusahaan masuk dalam peringkat hitam. Perusahaan yang masuk peringkat merah ada 645. Perusahaan yang masuk ke peringkat biru ada 1670 perusahaan. Ada 186 perusahaan yang masuk keperingkat hijau dan 47 perusahaan masuk keperingkat emas (Rion, 2. Selain green accounting dan kinerja lingkungan, suatu nilai perusahaan juga bisa perusahaan melalui profitabilitas. Profitabilitas adalah salah satu informasi terpenting bagi investor karena dengan menganalisis tren pendapatan perusahaan, investor dapat mengetahui seberapa baik kondisi perusahaan. Setiap perusahaan tentu akan berharap untuk memperoleh profitabilitas yang tinggi setiap Semakin tinggi profit perusahaan, artinya hal tersebut memberikan sinyal positif bagi para investor bahwa mereka juga akan mendapatkan keuntungan dari investasinya. (Rosaline et al. , 2. TINJAUAN PUSTAKA 1 Teori Stakeholder Menurut Archie B Carrol . menyatakan bahwa kepentingan stakeholder merupakan faktor utama jangka pendek maupun jangka panjang dalam mempengaruhi perkembangan perusahaan. Dengan bersikap adil dan etis merupakan cara terbaik untuk memperlakukan semua pemegang saham (Sulistiawati & Dirgantari, 2. Namun demikian, perusahaan harus menjaga reputasinya dengan mengalihkan tujuan awal yang cenderung untuk kepentingan stakeholder, ke arah memperhatikan faktor sosial seperti lingkungan di sekitar perusahaan. Proses menumbuhkan hubungan dengan stakeholder nantinya dapat menumbuhkan nilai perusahaan, pada akhirnya akan menguntungkan stakeholder dengan meningkatnya keuntungan. (Alfitriah, 2 Teori Legitimasi Sederhananya, teori legitimasi adalah teori berorientasi sistem yang berpendapat bahwa agar suatu organisasi atau lembaga dapat diakui oleh masyarakat, ia harus menunjukkan karakteristik tertentu yang ada dalam lingkungan dan masyarakatnya. Pencipta teori legitimasi. Dowling dan Pfefer, mengklaim bahwa teori tersebut dapat diterapkan pada studi dinamika organisasi (Purnama, 2. Dengan demikian, teori legitimasi lebih berpihak pada pemangku kepentingan nonswasta seperti masyarakat dan pemerintah swasta seperti pemegang saham. Oleh karena itu, dunia usaha harus meyakinkan melakukan hal tersebut secara etis dan sesuai dengan standar masyarakat. Oleh karena itu, gagasan akuntansi hijau konsisten dengan teori legitimasi. Agar perusahaan dapat dikenal oleh lingkungan dan mampu berkembang di masa depan, validasi publik terhadap perusahaan yang tidak acuh terhadap lingkungan sangatlah penting (Yestynda, 2. 3 Teori Sinyal Pemilik informasi memberikan sinyal kepada pemegang saham dalam bentuk data perusahaan, seperti yang dikemukakan oleh Spence . Teori sinyal akan memberikan informasi tinggi rendahnya perusahaan yang akan memberikan pengaruh kepada keputusan investasi (Yestynda, 2. Laporan tahunan merupakan sinyal yang memberikan informasi perusahaan, dengan tujuan untuk memberikan laporan transparansi kepada pihak internal maupun Oleh karena itu, semua informasi keuangan maupun non keuangan salah satunya laporan pengungkapan tanggung jawab lingkungan perusahaan harus di ungkapkan oleh perusahaan, karena akan memberikan sinyal positif kepada pihak 4 Green Accounting Menurut Amiruddin . Istilah green accounting mengacu pada proses HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 memasukkan biaya dan manfaat lingkungan ke dalam metode akuntansi konvensional dan pengambilan keputusan perusahaan. Menurut (Sunarmin, 2. Aniela . mendefinisikan green accounting sebagai Aupendekatan akuntansi yang berfokus pada identifikasi, pengukuran, dan pengungkapan biaya yang terkait dengan aktivitas lingkungan organisasi. , kemudian akan di informasikan kepada stakeholder (Sapulette et , 2. Menurut Fasua . Green accounting memiliki dua fungsi yaitu fungsi internal dan Dalam fungsi internal green accounting memberikan masukan kepada pihak internal seperti manejemen dalam perusahaan untuk mengambil langkah mengenai pengelolaan dan menganalisis biaya lingkungan. Sedangkan fungsi eksternal mempengaruhi pengambilan keputusan dari stakeholder (Kusumaningtias. Green accounting bisa diukur dengan cara metode dummy (Rosaline et al. , 2. Jika dalam laporan tahunan perusahaan memiliki salah satu biaya lingkungan misalnya biaya komponen lingkungan, biaya daur ulang produk, atau biaya pengembangan dan penelitian lingkungan, artinya akan diberi skor Namun, jika tidak, artinya akan diberi skor 0. 5 Kinerja Lingkungan Menurut ISO 14001 kinerja lingkungan adalah hasil terukur dari suatu sistem manajemen lingkungan dalam kaitannya Penilaian kinerja lingkungan berdasarkan pada kebijakan, tujuan dan target lingkungan yang telah ditetapkan (Sulistiawati & Dirgantari. Sebagai wujud pertanggungjawaban perusahaan memberikan perhatian lebih kepada Adanya konsep kinerja lingkungan dikarenakan semakin meningkat kerusakaan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas operasi perusahaan. Sehingga semakin tinggi kerusakan lingkungan maka semakin rendah kinerja lingkungannya, begitupun sebaliknya. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) pemerintah di Indonesia yang mengevaluasi perusahaan berdasarkan kinerja lingkungannya. Kementerian Lingkungan Hidup telah membuat program yang disebut PROPER untuk memberikan insentif kepada dunia usaha untuk meningkatkan kinerja lingkungannya. (Http://Proper. Menlhk. Go. Id/,2. Berikut untuk pemberian skornya: Emas: sangat sangat baik skor = 5 Hijau : sangat baik skor = 4 Biru : baik skor = 3 Merah : buruk skor = 2 Hitam : sangat buruk skor = 1 6 Profitabilitas Profitabilitas ada pengaruhnya kepada kebijakan untuk mengambil keputusan oleh Dengan perusahaan dalam menghasilkan laba yang tinggi mampu menarik investor untuk Begitupun sebaliknya apabila keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba rendah maka investor akan menarik modalnya. Dengan begitu profitabilitas dipakai sebagai acuan perusahaan untuk menilai tingkat kesehatan perusahaan (Sulistiawati & Dirgantari, 2. Dalam profitabilitas menggunakan ROE dengan rumus sebagai berikut: ycoycaycayca ycyceycyceycoycaEa ycyycaycycayco ycIycCya = ycu 100% ycycuycycayco ycaycoycycnycyca 7 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan menjadi tolok ukur terkait kinerja perusahaan secara internal Kenaikan kesejahteraan investor, sehingga investor cenderung menanamkan modal dalam Selain itu, nilai perusahaan juga menjadi tolok ukur keberhasilan suatu Karena nilai perusahaan dapat menjadi infomasi bagi pemegang saham bahwa perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi sehingga bisa dipercaya (Maflikha, 2. Menurut Vinola Herawaty . , sebuah alternatif untuk mengukurkan nilai perusahaan adalah dengan TobinAos Q karena rasio ini memberikan informasi paling baik. Tidak hanya harga saham dan ekuitas perusahaan yang dimasukan melainkan semua aset perusahaan juga dimasukan. Sehingga semakin besar rasio TobinAos Q. HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 memperlihatkan yakni perusahaan memiliki prospek pertumbuhan yang baik (Auliya, 2. 8 Pengembangan Hipotesis Pengaruh green accounting terhadap nilai Menurut teori legitimasi, bisnis harus beroperasi dalam batasan dan standar yang ditetapkan oleh masyarakat. Secara tidak langsung, dunia usaha mempunyai hubungan sosial dengan Selain bertanggung jawab atas tindakannya sendiri, dunia usaha juga harus sadar dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Sesuai dengan prinsip teori legitimasi, bisnis yang menggunakan akuntansi ramah lingkungan cenderung menjalankan operasinya secara etis. (Yestynda, 2. Sesuai penelitian yang dikerjakan oleh catur Muhamad Erlangga et. dan Puspita maharani & Susi Handayai HCA: green accounting berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Pengaruh kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan Tolok ukur kinerja lingkungan suatu perusahaan bisa dilihat dari besarnya dampak kerusakan lingkungan dan pengelolaan limbah perusahaan yang diakibatkan oleh kegiatan produksi. Berdasarkan teori legitimasi, perusahaan yang memiliki kinerja lingkungan yang baik, secara tidak langsung akan memperoleh citra yang baik dari Selain itu, juga memberikan informasi sosial yang baik pula, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. selain itu perusahaan juga memberikan bukti tanggung jawab sosial terhadap stakeholder (Sapulette et al. , 2. Hipotesis ini sesuai penelitian yang dibuat oleh Dini Dwi Wardani & Lailatus SaAoadah . dan Oman Rusmana & Si Made Ngurah Purnaman . menyatakan bahwa kinerja lingkungan ada Nilai perusahaan bisa PROPERnya juga tinggi. HCC: Kinerja Lingkungan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Pengaruh profitabilitas terhadap nilai Profitabilitas ada pengaruhnya kepada kebijakan untuk mengambil keputusan oleh para investor. Dengan menghasilkan laba yang tinggi mampu menarik investor untuk menamakan (Sulistiawati & Dirgantari. Menurut teori sinyal, hal ini indikasi bahwa uang mereka akan dibelanjakan dengan baik. (Rosaline et , 2. Ini sesuai dengan penelitian yang dibuat oleh Erlangga et al. , . dan Putra et al. , . memperlihatkan yakni profitabilitas ada pengaruhnya positif kepada nilai perusahaan. HCE: signifikan terhadap nilai peusahaan. Pengaruh green accounting terhadap Perusahaan yang menerapkan green accounting akan memberikan dampak baik terhadap investor ataupun masyarakat sekitar. Sehingga akan meningkatkan citra perusahaan otomatis meningkatkan profitabilitas perusahaan (Chasbiandani et al. , 2. Pada teori stakeholder tercantum bahwa berkaitan dengan lingkungan sehingga para stakeholder terpengaruh dalam mengambil kebijakan sesaui informasi yang tersaji (Nugroho, 2. Selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri et al. , . yang accounting ada pengaruhnya yang signifikan pada profitabilitas melalui ROA ataupun ROE HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 HCE: green accounting berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Pengaruh kinerja lingkungan terhadap Peringkat penghargaan pemerintah yaitu PROPER akan menjadikan suatu pertimbangan oleh investor, jika peringkat suatu perusahaan tersebut tinggi maka dapat menjelaskan bahwa perusahaan tersebut peduli (Chasbiandani et al. , 2. Berdasarkan pengambilan keputusan. Jika manajer mengharapkan pertumbuhan perusahaan yang cepat di masa depan, mereka akan berusaha memberikan sinyal yang baik kepada investor. Temuan Chasbiandani dkk. menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap hasil HCI: kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas Nilai perusahaan sama dengan nilai Nilai perusahaan dalam suatu bisnis memberikan tempat yang sangat penting, karena mengambarkan pertumbuhan yang makmur untuk pemegang saham. Sesuai dengan teori legitimasi yang menyatakan bahwa agar suatu perusahaan dapat diakui oleh masyarakat harus melakukan perilaku tertentu dan menunjukan karakteristik yang dada dalam lingkungan dan masyarakat (Narayana, 2. Sesuai penelitian yang dibuat oleh catur Muhamad Erlangga et. yang membuktikan bahwa kinerja lingkungan ada pengaruhnya positif pada nilai perusahaan melalui profitabilitas sebagai varibel intervening. HCI: green accounting berpengaruh signifikan profitabilitas sebagai variabel intervening. Pengaruh kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas sebagai variabael intervening Kinerja perusahaan yang ditunjukkan melalui peringkat PROPER akan memberikan tersebut dan memberikan rincian Melalui profitabilitas investor dapat mempertimbangkan Karena profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan merupakan cerminan dari besarnya dividen yang diterima oleh investor (R. Maharani & Puspawati, 2. Sesuai dengan teori stakeholder, bahwa cara memakasimalkan hubungan Bersama stakeholder bisa memaksimalkan nilai perusahaan hal ini tercermin dalam bertambahnya profitabilitas nantinya akan memberikan keuntungan kepada Sesuai penelitian yang dibuat oleh Mardiana & Wuryani . dan Mahavira Puspawati . menyatakan bahwa kinerja lingkungan memengaruhi positif kepada nilai sebagai varibel intervening. HCN: kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Metode kuantitatif deskriptif adalah cara untuk menganalisis data dengan menggambarkannya secara jelas dan tanpa menarik kesimpulan atau generalisasi umum. (Sugiyono, 1. Populasi penelitian yaitu perusahaan LQ45 dengan jangka waktu 4 tahun yaitu tahun Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling atau sampel yang HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 diambil memiliki kriteria tertentu. Berikut untuk Tabel 2 Kriteria penentuan sampel No Keterangan Jumlah Perusahaan LQ45 yang tercantum pada BEI tahun Perusan yang tidak ikut . PROPER dari tahun 20192022 Perusahaan yang tidak . keuangan dari tahun 20192022 Jumlah dipakai dipenelitian Jumlah observasi 16 x 4 Sumber: olah data peneliti, 2023 Untuk mengkaji pengaruh variabel intervening maka digunakan analisis jalur. Berikut untuk kerangka analisisnya: Gambar 1 Kerangka Analisi Jalur Keterangan: P1 = pengaruh langsung green accounting terhadap nilai perusahaan P2 = Pengaruh langsung kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan P3 = pengaruh langsung profitabilitas terhadap nilai perusahaan P4 = pengaruh langsung green accounting terhdap P5 = pengaruh langsung kinerja lingkungan terhadap profitabilitas P4 x P3 = pengaruh tidak langsung green accounting terhadap nilai perusahaan P5 x P3 = pengaruh tidak langsung kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan = eror persamaan I = eror persamaan II PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dari variabel penelitian dalam minumim, maksimum, mean dan standar deviasi yang akan ditampilkan sebagai Tabel 3 Hasil Analsis Deskriptif Sumber: olah data SPSS, 2023 Berdasarkan tabel di atas jumlah sampel yang diobservasi ada 64 sampel. Dengan masing-masing hasil untuk variabel green accounting (X. dengan proxi biaya lingkungan memperoleh hasil minimum 0,00 dan nilai maksimimum 1, selama 4 tahun berturut-turut diketahui nilai meannya sebesar 0,6719 dan nilai standar deviasi sebesar 0,47324. Nilai mean lebih besar dari standar deviasi yaitu 0,6719 > 0,47324 yang mengartikan bahwa nilai green accounting baik. Kinerja lingkungan diproyeksikan dengan peringkat proper sesuai hasil diatas, memperloleh nilai minimum sebesar 3 dan nilai maksimum sebesar 5. Dengan rata-rata sebesar 3,5625 dan nilai standar deviasi sebesar 0,66368. Nilai rata-rata lebih besar dari standar deviasi yaitu 3,5625 > 0,66368 yang menunjukan bahwa sebaran nilai kinerja lingkungan cukup baik. Profitabilitas diproyeksikan dengan menghitung nilai (Return on equity (ROE) sesuai dengan hasil uji statistik diatas, peroleh nilai rata-rata tingkat profitabilitas HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 perusahaan adalah sebesar 0,2022. Nilai Standarisasi yang diperoleh senilai 0,305836 yaitu lebih besar dibanding dengan nilai mean, hal ini membuktikan bahwa sebaran nilai profitabilitas kurang baik. Nilai tobinsAoq, memperoleh nilai rata-rata sebesar 2,349844. Nilai standar deviasi sebesar 2,913713 lebih tinggi dari nilai mean, hal ini mengidentifikasi bahwa sebaran nilai perusahaan kurang baik. Pengujian sub struktural I Pengujian substuktural pertama digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan dari variabel bebas yaitu green accounting, kinerja lingkungan dan variabel intervening yaitu profitabilitas terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan. Berikut hasil dari analisis Substruktural pertama: Tabel 4 Hasil pengujian substructural I Persamaan regresi dalam sub struktural pertama yaitu: Y = 1,711 0,125 X1 - 0,103 X2 0,931 Z 0,411 Green accounting mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,125. Sehingga Ketika green accounting meningkat, nilai perusahaan juga meningkat sebesar 0,125. Sedangkan nilai koefisien kinerja lingkungan sebesar -0,103, artinya apabilia kinerja lingkungan meningkat 1 satuan, maka akan diikuti penurunan nilai perusahaan sebesar -0,103. Dan profitabilitas memiliki nilai koedisien regresi sebesar 0,931, artinya apabilia profitabilitas yang di proyeksikan dengan ROE meningkat 1 satuan, maka akan diikuti pula kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,931. Dari tabel 4 diperoleh hasil uji hipotesis bahwa green accounting dan kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dilihat dari nilai sig lebih dari 0,05. Sedangkan untuk terhadap nilai perusahaan dilihat dari nilai sig 0,000 < 0,05. Pengujian sub struktural II Pengujian digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan dari variabel bebas yaitu green accounting dan kinerja lingkungan terhadap variabel intervening yaitu profitabilitas. Berikut hasil dari analisi persamaan substruktural kedua: Tabel 5 Hasil pengujian substructural II Persamaan regresi dalam sub struktural kedua yaitu: Z = 0,343 - 0,357 X1 0,12 X2 0,9364 Green accounting memiliki nilai koefisien sebesar -0,357, artinya apabila green accounting meningkat 1 satuan, maka akan diikuti penurunan profitabilitas -0,357. Sedangkan lingkungan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,012, artinya apabilia kinerja lingkungan meningkat 1 satuan, maka akan diikuti peningkatan profitabilitas sebesar 0,012. Dari tabel 5 diperoleh uji hipotesis bahwa green accounting memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas dilihat dari nilai sig sebesar 0,012 < 0,05. Sedangkan kinerja lingkungan tidak memiliki pengaruh HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 ycU2yc signifikan terhadap profitabilitas karena nilai = 2,822 ycIycU2ycs 2,3436 sig lebih besar dari 0,05. Dari hasil perhitungan sobel diatas. Uji analisis Jalur diperoleh nilai t sebesar 2,822 lebih besar Untuk mengetahui pengaruh mediasi dari t tabel, dengan tingkat signifikansi 0,05 profitabilitas terhadap hubungan pengarauh yaitu 2,000 . ,822 > 2,. Maka dapat green accounting terhadap nilai perusahaan disimpulkan bahwa profitabilitas mampu signifikan atau tidak, dapat dibuktikan dengan memediasi antara kinerja lingkungan cara sebagai berikut: terhadap nilai perusahaan. Menghitung standard error dari koefisien Hipotesis pertama, hasil bahwa green indirect effect (SX1Z): accounting memiliki nilai koefisien beta SX1Z = Ooyc 2 ycIycU12 ycU12 ycIyc 2 ycIyc 2 ycIycU1A sebesar 0,772 dan nilai signifikansi sebesar SX1Z= 0,056. Hasil ini tidak mendukung dan tidak Oo. 2 (Oe0,. A . A sesuai dengan hipotesis penelitian yang SX1Z = Oo. (Oe0,0. ,0. menyatakan bahwa, green accounting SX1Z = Oo11,5547 = 3,3992 berpengaruh signifikansi terhadap nilai Berdasarkan hasil SX1Z ini, selanjutnya Hal ini membuktikan jika dapat menghitung nilai t statistic pengaruh pembebanan dan pengungkapan biaya mediasi dengan rumus sebagai berikut: (Oe0,. ycU1yc = -1,1391 ycIycU1ycs 3,3992 bagi investor maupun konsumen dalam Dari hasil perhitungan sobel diatas, menilai suatu perusahaan. Sehingga ada diperoleh nilai t hitung sebesar -1,1391. Sedangkan nilai t tabel diperoleh 2,000 pada tingkat signifikansi sebesar 0,05 dengan degree of freedom . Df diperoleh dari Hal ini tidak sesuai dengan banyaknya observasi . dikurangi jumlah teori sinyal. Penelitian ini tidak sejalan variabel bebas dan terikat . f = 63Ae. atau dapat dengan penelitian yang dilakukan oleh (P. secara langsung mengetik rumus pada excel = Maharani & Handayani, 2. yang TINV . ,05. Dengan demikian nilai t hitung menyatakan bahwa, green accounting lebih kecil dari nilai t tabel, dengan tingkat signifikansi 0,05 yaitu 2,000 (-1,1391 < 2,. Tetapi penilitian ini didukung Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada oleh (Ekawati, 2. dan (Sapulette et al. pengaruh mediasi antara profitabilitas dalam 2. yang menyatakan bahwa green memediasi hubungan green accounting terhadap tidak memiliki pengaruh nilai perusahaan. signifikan terhadap nilai perusahaan. Begitu juga untuk mengetahui pengaruh Hipotesis kedua, menunjukan hasil mediasi profitabilitas terhadap hubungan kinerja lingkungan memiliki nilai kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan beta sebesar -0,452 dan nilai dapat dibuktikan dengan cara sebagai berikut: signifikansi sebesar 0,097. Hasil pengujian Menghitung standard error dari koefisien ini tidak mendukung dan tidak sesuai indirect effect (SX2Z) SX2Z = Ooyc 2 ycIycU22 ycU22 ycIyc 2 ycIyc 2 ycIycU2A menyatakan bahwa, kinerja lingkungan SX2Z= berpengaruh signifikan terhadap nilai Oo. A . A Hasil tersebut tidak sesuai SX1Z = Oo. ,3. ,1. ,0. dengan teori legitimasi yang digunakan SX1Z = Oo5,4928 = 2,3436 oleh peneliti yang menyatakan kalau Berdasarkan hasil SX2Z ini selanjutnya dapat dihitung nilai t statistic pengaruh lingkungan yang baik secara tidak langsung intervening dengan rumus sebagai berikut: akan memperoleh citra baik dimata HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 masyarakat maupun pemegang saham yang nantinya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Hasil ini selaras dengan penelitian oleh (Goldie Kelly & Deliza Henny, 2. yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh antara kinerja lingkungan terhadap nilai profitabilitas. Hipotesis ketiga, menunjukan hasil bahwa profitabilitas memiliki nilai koefisien beta sebesar 8,567 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 membuktikan jika penelitian ini sesuai dengan hipotesis penelitian, yang menyatakan bahwa, profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini sesuai dengan teori sinyal yang menyatakan jika pemilik informasi memberikan sinyal kepada pemegang saham berupa informasi tentang keadaan perusahaan yang bermanfaat bagi mereka akan meningkatkan nilai peusahaan Profitabilitas pada penelitian ini di proyeksikan dengan ROE merupakan salah satu perhitungan yang penting pada suatu perusahaan, dimana ROE yang tinggi dan perusahaan memiliki keunggulan. Sehingga Investasi pemegang saham dalam bentuk modal akan terus mengalahi pertumbuhan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Erlangga et al. , 2. yang menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hipotesis keempat, menunjukan bahwa green accounting memiliki nilai koefisien beta sebesar -0,239 dan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05 membuktikan bahwa penelitian ini sesuai dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa green accounting memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori stakeholder, karena kinerja perusahaan yang dukungan dari stakeholder dan akan berdampak meningkatnya profitabilitas perusahaan. Maka jika perusahaan menerapkan green accounting dalam laporan tahunannya akan meningkatkan profitabilitas perusahaan tersebut. Hal ini sesuai dengan Hasil penelitian selaras dengan penelitian oleh (Chasbiandani et al. , 2. yang menyatakan bahwa green accounting memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas Hipotesis kelima menunjukan bahwa kinerja lingkungan memiliki nilai koefisien beta sebesar 0,006 dan nilai signifikansi sebesar 0,933. Hasil pengujian ini tidak mendukung dan tidak sesuai dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa, kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Alasan ditolaknya hipotesis ini dikarenakan meskipun rata-rata perusahaan telah memperoleh peringkat biru yang berarti perusahaan melakukan upaya untuk pengelolaan lingkungan sesuai dengan aturan undang-undang. Namun hasil kinerja lingkungan bisa dibilang cukup, perusahaan meningkat. Maka teori sinyal tidak sesuai dengan penelitian ini. Hasil penelitin ini didukung oleh (Asjuwita & Agustin, 2. yang menunjukan bahwa kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hipotesis keenam, sesuai dari hasil analisi sobel diperoleh nilai t hitung sebesar -1,391 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari nilai t tabel dengan signifikansi 0,05 yaitu 2,000 (-1,391 < 2,. maka memediasi pengaruh green accounting terhadap nilai perusahan. Penyebab profitabilitas masih belum terbukti mampu memediasi dikarenakan, ketika adanya penurunan profitabilitas, hal tersebut kemungkinanan disebabkan oleh adanya biaya yang dikeluarkan untuk menjaga green accounting hingga membuat nilai perusahaan masih tetap tergolong baik. Namun disisi lain meskipun peningkapan profitabilitas terjadi, besar kemungkinan bagi perusahaan untuk lebih memilih mengalokasikan biaya tersebut pada kegiatan operasional agar mendapatkan laba yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari Sebagian besar perusahaan tindak memberikan informasi mengenai pengungkapan biaya lingkungan pada laporan tahunan perushaan. Sehingga teori HAYATUL AFIYAH. BINTI SHOFIATUL JANNAH. ILYAS JUNJUNAN JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS pISSN: 2252-4479 (Prin. | eISSN: 2548-5326 (Onlin. Vol. 12 No. 02 Oktober 2023 legitimasi tidak dapat mendukung dalam kondisi ini. Penelitian ini sejalan dengan (Ekawati, menunjukan tidak adanya pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan melalui Hipotesis pengujian sobel diperoleh nilai t hitung sebesar 2,822 yang mana nilai tersebut lebih besar dari t tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 yaitu 2,000 . ,822 > 2,. dengan demikian membuktikan bahwa penelitian ini sudah sesuai dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa profitabilitas mampu memediasi kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Kinerja perusahaan pada saat tingkat profitabilitas perusahaan tinggi. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori legitimasi, karena Ketika perusahaan telah menunjukan kepedualiannya terhadap lingkungan serta didukung dengan kondisi perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi akan menarik minat investor untuk berinvestasi, sehingga nilai perusahaan akan semakin meningkat. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (R. Maharani & Puspawati, 2. yang menyatakan bahwa profitabilitas mampu memediasi kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. PENUTUP 1 Kesimpulan Hasil penelitian green accounting dan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Green accounting berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas sedangkan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Profitabilitas tidak mampu memediasi green accounting terhadap nilai perusahaan, tetapi mampu memdiasi kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. 2 Saran Peneliti memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan pengukuran secara menyeluruh dalam variabel green accounting dan kinerja lingkungan seperti menggunakan pengungkapan lingkungan ataupun menambah variabel lainnya seperti pengungkapan CSR sebagai mediasi hubungan variabel independen dan dependen atau menggunakan variabel keuangan lainnya seperti ROA, leverage maupun ukuran perusahaan. DAFTAR PUSTAKA