Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Science. Volume 13. Nomor 1. Juni 2024 Halaman 131-137 p-ISSN: 2338-2112, e-ISSN: 2580-0485 https://jurnal. id/index. php/keperawatan PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA Agustin WijayantiA. Sabella Nur Azizah . Hendra Rohman . D3 Farmasi. Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia. Yogyakarta. Indonesia ARTICLE INFO Artikel History Submitted: 2024-03-31 Accepted: 2024-06-03 Publish: 2024-06-30 Kata Kunci: Pengetahuan. Vitamin A. Ibu. Balita ABSTRAK Vitamin A merupakan nutrisi penting yang larut dalam lemak yang disimpan dalam hati, namun tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia dan harus diserap dari luar tubuh. Vitamin ini mempengaruhi kesehatan mata/penglihatan, pertumbuhan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kebutuhan vitamin A secara normal pada orang wanita dewasa adalah 700 mikrogram/hari dan untuk pria 900 mikrogram/hari. Kebutuhan untuk anak-anak 300 hingga 900 mikrogram/hari, wanita hamil 770 mikrogram/hari, dan wanita menyusui 1300 mikrogram/hari. Akibat kekurangan asupan vitamin A dapat menyebabkan rabun senja yang dikarenakan terganggunya proses regenerasi pigmen penglihatan pada Apabila kondisi tersebut dibiarkan secara berkepanjangan maka sel pada retina akan mengalami degenerasi, dan timbul xerophthalmia yang berakhir pada kebutaan permanen. Selain itu, kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan Xerosis dan kerusakan membran mukosa usus serta paru-paru, juga penurunan tubuh. Oleh karena pentingnya asupan vitamin A maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian vitamin A di Dusun Bregan Muryodadi Bambanglipuro. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan penelitian survei. Populasi dari penelitian ini yaitu 60 Ibu di Dusun Bregan. Mulyodadi. Bambanglipuro. Teknik pengambilan sampel total sampling. Dimulai dari pengambilan data untuk mendapatkan informasi dengan menggunakan kuesioner, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tentang pemberian vitamin A adalah pengetahuan baik berjumlah 33%, pengetahuan cukup 52% dan pengetahuan kurang 15%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Ibu di Dusun Bregan. Mulyodadi. Bambanglipuro sebagian besar memiliki pengetahuan cukup . %) terhadap pemberian vitamin A. ABSTRACT Keywords: Knowledge. Vitamin A. Mother. Toddler Page | 131 Vitamin A is an important fat-soluble nutrient stored in the liver, but cannot be synthesized by the human body and must be absorbed from outside the body. This vitamin affects eye health/vision, and growth and strengthens the immune system. The normal need for vitamin A for adult women is 700 micrograms/day and for men 900 micrograms/day. The children need 300 to 900 micrograms/day, pregnant women 770 micrograms/day, and breastfeeding women 1300 micrograms/day. Deficiency of vitamin A intake can cause night blindness due to disruption of the regeneration process of visual pigment in the retina. this condition is left for a long time, the cells in the retina will degenerate, and xerophthalmia will occur which will result in permanent Al-Asalmiya Nursing / Vol. No. Juni 2024 Other than that, vitamin A deficiency also causes xerosis and damage to the mucous membranes of the intestines and lungs, as well as body decline. Because of the importance of vitamin A intake, this research aimed to determine the description of mothers' knowledge about giving vitamin A in Bregan Muryodadi Bambanglipuro. The research results showed that the level of knowledge and attitudes of mothers regarding giving vitamin A was good knowledge 33%, sufficient knowledge 52%, and poor knowledge 15%. So, it can be concluded that most mothers in Bregan Hamlet. Mulyodadi, and Bambanglipuro have sufficient knowledge . %) about giving vitamin A. A A ACorresponding Author: Agustin Wijayanti D3 Farmasi. Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia Email: agustinwijayanti@poltekkes-bsi. PENDAHULUAN Vitamin A merupakan zat gizi esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga diperlukan asupan dari luar. Namun seringkali konsumsi kita tidak mencukupi, sehingga harus ditambah dari luar. Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan penglihatan dan merupakan salah satu komponen pigmen mata pada retina (Rahayu et al. , 2. Menurut perkiraan World Health Organization (WHO), dari 6-7 juta anak setiap tahun 60% nya mengalami kerusakan kornea setiap tahunnya dan 3 juta balita mengalami kebutaan juga rentan terhadap penyakit seperti ISPA, campak, dan diare Riskesdas . Indonesia merupakan salah satu negara yang angka keterpenuhan kebutuhan Vitamin A pada balita masih tergolong rendah. Jangkauan pemberian vitamin A pada balita di Indonesia tahun 2020 mencapai 86,3%. Provinsi dengan persentase tertinggi jangkauan pemberian Vitamin A adalah Yogyakarta . ,9%) dan Kalimantan Tengah . ,8%), sedangkan provinsi dengan persentase terendah adalah Papua . ,7%). (Kemenkes RI, 2. Untuk mengurangi kekurangan vitamin A pada balita pemerintah dengan ini menyelenggarakan kegiatan pemberian 100. 000 IU kapsul vitamin A biru untuk bayi usia 6 sampai 11 bulan dan 200. 000 IU kapsul vitamin A merah untuk anak di bawah 12 sampai 59 Pemberian vitamin A dilakukan pada bulan Februari dan Agustus Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan RI 2. Pada tahun 2018, rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan vitamin A kepada anak usia 6-59 bulan mencapai 85,4%, meningkat dari 83,5% pada tahun 2015. Disebutkan dalam penelitian yang dilakukan Wahyunita. D dkk . tentang faktorfaktor yang mempengaruhi pemberian Vitamin A yang berpengaruh pada kurangnya pemberian vitamin A adalah pemberian informasi, pendidikan ibu, sikap ibu dan peran kader , serta adanya beberapa pengaruh sosial (Fithriyana, 2. dalam penelitiannya di Desa Kuantan Sako menyebutkan bahwa hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan ibu rendah yaitu . ,2%), dan sikap ibu tidak memberikan vitamin A yaitu . ,1%). Pada penelitian yang dilakukan oleh Durianti dkk. , . hasil gambaran pengetahuan ibu tentang vitamin A secara umum dengan kategori kurang yaitu 56,3%, 70,4% dengan kategori kurang pengatahuan tentang fungsi vitamin A, 40,8% dengan kategori kurang terkait akibat dari kekurangan vitamin A, serta sebanyak 66,7% dengan kategori kurang terkait sumber vitamin A. Namun, pada penelitian yang dilakukan oleh Hastuti. D dan Alfiyani. Nur . diperoleh hasil dimana responden dengan pengetahuan baik 63%, pengetahuan cukup 19% dan pengetahuan kurang 18%. Berdasarkan data tersebut maka dirasa penting untuk dilakukan penelitian dengan judul AuPengetahuan Ibu Tentang Pemberian Vitamin A Pada Balita Ay di lokasi dan responden yangberbeda. Penelitian dilakukan Page | 132 Al-Asalmiya Nursing / Vol. No. Juni 2024 METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang berarti menggambarkan tentang pengetahuan dan sikap Ibu terhadap pemberian vitamin A pada balita dalam wilayah tertentu (Dusun Brega. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei, menggunakan design cross sectional. Subjek penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak usia 6 bulan-5 tahun dan objek penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan sikap Ibu yang memiliki anak usia 6 bulan-5 tahun di Dusun Bregan. Mulyodadi. Bambanglipuro. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan-5 tahun Dusun Bregan. Mulyodadi. Bambanglipuro dengan jumlah 60 orang. Dan tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang digunakan dalam penelitian disusun oleh peneliti berdasarkan referensi ilmiah serta telah dilakukan uji coba validitas dan reliabilitas terhadap 30 responden. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan skor presentase dengan rumus: Karakteristik Responden Data karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi usia dan tingkat pendidikan. Jumlah data yang diperoleh akan dihitung menggunakan rumus persentase: Analisis data pengukuran gambaran pengetahuan dilakukan berdasarkan hasil jawaban kuesioner oleh responden. Pilihan jawaban dalam kuesioner adalah Aubenar dan salahAy. untuk jawaban benar diberi nilai 1 dan untuk jawaban salah dinilai 0. Hasil jawaban yang diperoleh melalui kuesioner dihitung persentasenya menggunakan rumus: Pengetahuan ini dapat dinilai dengan kuesioner yang telah diisi dan jika jawaban benar diberi skor 1 dan jika salah diberi skor 0, dengan kriteria pengetahuan baik . %-100%), cukup . %-75%), dan kurang (<60%) (Arikunto. S, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 60 responden yang terdiri dari usia 21 tahun sampai usia >50 tahun dan variasi tingkat pendidikan dari SD hingga sarjana. Dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan pemberian vitamin A pada balita terhadap responden berdasarkan usia dan tingkat pendidikan diperoleh hasil sebagai berikut: Usi Usia . >50 Total Pendidikan Page | 133 Tabel 1. Tingkat Pengetahuan Responden Berdasarkan Usia dan Pendidikan Tingkat pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Tingkat pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Al-Asalmiya Nursing / Vol. No. Juni 2024 SMP SMA/SMK Total Berdasarkan data hasil penelitian diatas gambaran pengetahuan berdasarkan usia diperoleh hasil terbesar adalah pada kategori cukup . ,3%) dan begitu juga berdasarkan tingkat pendidikan pada kategori cukup . ,7%) untuk seluruh tingkat pendidikan. Pada tingkat pendidikan SD diperoleh tingkat pendidikan kurang. Selanjutnya, berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi pengetahuan ibu terhadap pemberian vitamin A dilihat dari tingkat pengetahuan pada pengertian, manfaat, sumber, efek kekurangan, dan pemberian vitamin A. Tabel 2. Distribusi Prosentase Jawaban Responden Berdasarkan Pengetahuan Indikator 1 Pengertian Vitamin A Pertanyaan Vitamin A merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan bermanfaat untuk pengelihatan, pertumbuhan, dan meningkatkan daya tahan tubuh Salah satu nutrisi yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh manusia didalam tubuhnya adalah vitamin A. Pemberian vitamin A dapat meningkatkan imunitas tubuh Rerata prosentase Responden yang menjawab benar Responden yang menjawab salah 87,23 12,77 Berdasarkan tabel 2 tersebut diatas terlihat bahwa 87,23% responden mengetahui tentang pentingnya vitamin A bagi anak karena bermanfaat untuk pengelihatan, dan tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga perlu asupan dari luar tubuh agar tubuh menjadi lebih Tabel 3. Distribusi Prosentase Jawaban Responden Berdasarkan Pengetahuan Indikator 2 Manfaat Vitamin A Responden yang Responden yang menjawab benar menjawab salah No Pertanyaan Apakah vitamin A dapat mencegah terjadinya rabun Apakah vitamin A dapat untuk meningkatkan kekebalan, pertumbuhan dan perkembangan badan 41,7 Rerata prosentase 60,85 39,15 Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa 80% responden telah mengetahui bahwa vitamin A baik untuk kesehatan mata sehingga dapat mencegah terjadinya rabun senja. Namun demikian masih kurang dari sebagian responden . ,7%) yang mengetahui bahwa asupan vitamin ini dapat menaikkan imunitas tubuh anak. Page | 134 Al-Asalmiya Nursing / Vol. No. Juni 2024 Tabel 4. Distribusi Prosentase Jawaban Responden Berdasarkan Pengetahuan Indikator 3 Sumber Vitamin A Pertanyaan Responden yang Responden yang menjawab benar menjawab salah Apakah vitamin A terdapat hanya pada buah-buahan saja? Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa hanya 41,7% responden yang menjawab benar. Sedangkan sumber vitamin A bisa berasal dari sumber hewani . ati binatang sapi, domba, atau aya. dan nabati seperi wortel, buncis, papaya, mangga, nagka, dan jeruk dan lain-lain (Rahayu et al. , 2. Tabel 5. Distribusi Prosentase Jawaban Responden Berdasarkan Pengetahuan Indikator 4 Efek Jika Kekurangan Vitamin A No Pertanyaan Responden yang Responden yang menjawab benar menjawab salah Kekurangan vitamin A pada anak dapat 53,3 menyebabkan gangguan mata Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan 35 anak mudah terkena sakit Berdasarkan tabel 5 terlihat bahwa 53,3% responden mengetahui bahwa efek dari kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan mata. Jika mata kekurangan vitamin A maka akan mengelami penurunan dalam menerima cahaya, sehingga jika memasuki ruangan gelap mata membutuhkan waktu adaptasi yang lebih panjang untuk dapat melihat kembali. Namun belum banyak yang tahu bahwa kekurangan vitamin A juga bisa menyebabkan imunitas turun sehingga lebih mudah terserang penyakit. Tabel 6. Distribusi Prosentase Jawaban Responden Berdasarkan Pengetahuan Indikator 6 Pemberian Vitamin A No Pertanyaan Responden Responden yang menjawab salah Apakah kapsul vitamin A diberikan pada bayi usia 6-11 bulan dan anak usia 1-5 tahun? Apakah bulan pemberian vitamin A dilakukan pada bulan Februari dan Agustus? Apakah cara mendapatkan vitamin A dengan datang ke Puskesmas dan Posyandu? Apakah pemberian kapsul vitamin A pada anak usia 1-5 tahun sebanyak 200. 000 IU? Apakah vitamin A diberikan secara gratis? Apakah warna kapsul vitamin A yang diberikan pada bayi usia 6-11 bulan berwarna biru ? Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa 81,7% responden mampu menjawab benar pertanyaan mengenai pemberian vitamin A bahwa cara mendapatkan vitamin A dengan mendatangi Puskesmas atau Posyandu pada bulan Februari dan Agustus, tetapi sebagian responden tidak mengetahui perbedaan kapsul vitamin A warna merah dan biru yang akan Page | 135 Al-Asalmiya Nursing / Vol. No. Juni 2024 diberikan pada anak. Menurut Kemenkes RI . vitamin A diberikan pada bulan Februari dan Agustus secara gratis, bisa didapatkan dengan mendatangi Posyandu atau Puskesmas Pemberian Vitamin A dosis besar untuk anak direkomendasikan karena vitamin tersebut dapat disimpan didalam tubuh dan digunakan sewaktu dibutuhkan. Berdasarkan pada beberapa penelitian tentang pemberian vitamin A untuk bayi usia 6 hingga 59 bulan memberikan gambaran bahwa pemberian vitamin A dosis tinggi selama dua kali sebulan dapat mengurangi angka kejadian terjadinya diare. Hal ini selaras dengan program dari Kementerian Kesehatan RI yaitu program bulan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus bayi usia 6 hingga 59 bulan. Untuk bayi usia 6- 11 bulan diberikan vitamin A kapsul warna biru dengan dosis 100. 000 IU dan bayi usia 12-59 bulan diberikan kapsul merah dengan dosis 000 IU (Kementrian Kesehatan RI, 2. Kategori Baik Cukup Kurang Total Tabel 7. Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Persentase (%) Setelah dilakukan analisa data dari berbagai hal terkait pengetahuan tentang vitamin A maka pada tabel 7 dapat dilihat bahwa dari 60 responden, sebanyak ( 32. 5%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik, sebanyak ( 52. 5%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, sebanyak . %) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pribadi. Puspita Sari . yang dilakukan di wilayah Wilayah Kerja Puskesmas Baamang II Sampit tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pengetahuan dengan kategori cukup tentang pemberian vitamin A . %), kategori . aik 19%) dan kategori kurang . %). Tingkat pengetahuan ibu dapat menjadi berperan dalam kepatuhan pemberian vitamin A. Menurunnya pemberian vitamin A ke bayi diperkirakan karena kurangnya pengetahuan yang juga di pengaruhi oleh tingkat pendidikan. Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu faktor pencetus yang yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan untuk berperilaku dan menerapkan pola hidup sehat pada keluarganya di kehidupan sehari-hari (Pribadi. Puspita Sari, 2. Hal ini merupakan perhatikan bagi semua lintas program dan lintas sektor untuk bersama bekerja agar cakupan pemberian vitamin A dapat lebih meningkat (Kemenkes RI, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Vitamin A di Dusun Bregan. Mulyodadi. Bambanglipuro berdasarkan usia diperoleh hasil terbesar adalah pada kategori cukup . ,3%) dan berdasarkan tingkat pendidikan pada kategori cukup . ,7%). Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan adanya sosialiasasi ataupun penyuluhan tentang pentingnya pemberian vitamin A pada bayi dan balita agar tumbuh kembang mereka lebih optimal baik oleh instansi terkait (Puskesma. maupun civitas akademika di bidang kesehatan. DAFTAR PUSTAKA