Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Pendampingan Digitalisasi Al-Qur'an dalam Meningkatkan Literasi Membaca dan Literasi Digital pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Assistance In The Digitalization Of The Qur'an to Improve Reading Literacy and Digital Literacy among Al-Qur'an Memorization Students Aya MamluAoah. Ulva BadiAo Rohmawati. Fahmi Khumaini. Abdul Jalil Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Universitas Al-Hikmah Indonesia ayytusfa@sunan-giri. id, ulvabadi@sunan-giri. id, fahmi@unugiri. jalilibnazhari93@gmail. *Correspondent author: Aya MamluAoah, ayytusfa@sunan-giri. ABSTRAK Pengabdian ini berfokus pada digitalisasi Al-Qur'an untuk meningkatkan membaca dan literasi digital di kalangan santri tahfidz di Kecamatan Senori, kegiatan pengabdian masyarakat selama kurang lebih enam bulan. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 santri melalui pelatihan digitalisasi Al-Qur'an untuk meningkatkan membaca dan literasi digital menggunakan aplikasi Memo Qur'an. Metode implementasi termasuk sosialisasi melalui pembelajaran dan diskusi untuk meningkatkan pengetahuan peserta, pelatihan praktis menggunakan simulasi untuk meningkatkan keterampilan aplikasi, dan implementasi teknologi untuk membantu santri menerapkan Al-Qur'an digital dalam proses pembelajaran mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan penerapan Al-Qur'an digital. Skor pra-tes, awalnya antara 50% dan 55%, menunjukkan pemahaman awal yang terbatas. Namun, skor pasca-tes naik menjadi 80% 90%. Keberhasilan ini menyoroti efektivitas program dalam memfasilitasi transfer pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan internalisasi nilai terkait penggunaan aplikasi Memo Qur'an untuk digitalisasi Al-Qur'an . Pendekatan pesantren digital berfungsi sebagai langkah penting dalam meningkatkan membaca dan literasi digital di antara santri. Sehingga program ini berhasil mengintegrasikan teknologi digital ke dalam menghafal Al-Qur'an, secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca dan literasi digital santri tahfidz Al-QurAoan melalui pelatihan praktis dan bimbingan Kata Kunci: Digitalisasi Al-QurAoan. Literasi Membaca. Literasi Digital. Santri Tahfidz al-QurAoan. ABSTRACT This community service project focused on the digitalization of the Qur'an to enhance reading and digital literacy among Tahfidz Qur'an students . in the Senori Sub-District. The project was conducted over approximately six months and involved around 30 students through training on Qur'an digitalization to improve their reading and digital literacy skills using the Memo Qur'an application. The implementation methods included socialization through lessons and discussions to enhance participants' knowledge, hands-on training using simulations to improve application skills, and the application of technology to assist the students in integrating the digital Qur'an into their learning process. The results demonstrated a significant improvement in the understanding and application of the digital Qur'an. Pre-test scores, initially between 50% and 55%, indicated a limited initial understanding. However, post-test scores rose to between 80% and 90%. This success highlights the program's effectiveness in facilitating knowledge transfer, skill development, and the internalization of values related to using the Memo Qur'an application for Qur'an digitalization. The digital Islamic boarding school . approach serves as a crucial step in advancing reading and digital literacy among the Consequently, the program successfully integrated digital technology into Qur'an memorization . , significantly enhancing the reading and digital literacy skills of the Tahfidz Qur'an students through practical training and ongoing guidance. Keywords: Qur'an Digitalization. Reading Literacy. Digital Literacy. Tahfidz Qur'an Students PENDAHULUAN wilayah Senori terdapat kurang lebih 35 Kecamatan Senori dengan sebutan kota Pondok Pesantren, baik itu pesantren yang santri menjadi icon tersendiri dikarenakan khusus untuk mengaji kitab saja, pesantren Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 yang ada pendidikan formalnya dan pesantren ke arah praktik yang lebih mutakhir dengan yang khusus dalam menghafal Al-QurAoan. Salah satunya yakni yang menjadi mitra sasarn informasi dan komunikasi. Kemampuan pengebdian masyarakat dasar adalah Pesantren literasi menjadi salah satu kompetensi yang Tahfidz Al-QurAoan At-Tauhid Leran Senori sangat penting bagi setiap individu terutama Tuban. di kalangan mahasiswa. Tingkat kemajuan Pesantren Tahfidz Al-QurAoan At-Tauhid suatu bangsa dapat dijadikan cerminan dari dengan tujuan santri untuk menghafal Al-QurAoan tingginya tingkat literasi yang dimiliki oleh Dalam konteks ini. Indonesia menghafal tersebut. Salah satu permasalahan perlu secara konsisten membina dan memajukan tradisi literasi dasar di kalangan pembelajaran yang masih bermodel tradisional Langkah strategis ini merupakan dalam hal ini pembelajaran tahfidz masih secara suatu keniscayaan guna membekali mereka sorogan yakni santri menyetorkan hafalan di dengan kompetensi yang relevan dan hadapan guru, dan sebelumnya santri mencari trik diperlukan di abad ke-21. (Cahyani et al. atau cara tersebsecara mandiri dalam menghafal Al-QurAoan dengan berbagai macam santri yang kompetensi fundamental dalam kehidupan ada di pesantren tersebut terlebih santri pada generasi zoomer dengan ciri khasnya gadget yang menjadi aktifitas interaksi mereka maka perlunya secara kritis, dan memanfaatkan informasi menyeimbangkan kebutuhan generasi zoomer dengan perekembangan teknologi maka dari segi kompetensi ini menempati posisi yang potensi perlu adanya memasukkan media, model, krusial dan tidak terpisahkan dalam konteks strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan generasi saat ini yakni generasi zoomer. MamluAoah, 2. Literasi tidak hanya memanfaatkan gadget, android dan sejenisnya. Di era digital ini mengakses internet Literasi Pendidikan Penguasaan Tinggi. (Aya menulis tetapi juga kemampuan untuk semakin mudah sehingga menjadi tantangan menggunakan informasi dari berbagai tersendiri (MamluAoah et al. , 2. , bagi dunia sumber termasuk media digital. Belakangan ini, terjadi peningkatan pendidikan, khususnya pada proses belajar- yang cukup nyata dalam tren menghafal Al- mengajar, telah menggeser sistem konvensional Qur'an di tengah masyarakat. Gejala sosial- Inovasi MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 keagamaan ini terlihat dari maraknya inisiatif keterampilan berpikir kritis dan analitis program tahfidz yang dihadirkan sebagai fasilitas. Dengan akses informasi yang lebih baik di institusi pendidikan formal maupun dalam mudah, mahasiswa dapat belajar menyaring wadah-wadah non-formal. , beasiswa tahfidz informasi yang relevan dan valid, serta sekarang sangat diprioritaskan dari berbagai perguruan tinggi, bahkan di provinsi Jawa Timur para penghafal Al-QurAoan mendapatkan intensif (Budnik & Khyzhniak, 2. tertentu dalam setiap bulannya (Rhain et al. Pemanfaatan teknologi digital dan metode Tahsin disini meliputi perbaikan bacaan, inovatif dalam meningkatkan keterampilan makhoriul huruf, sifat huruf, tajwid dan lainnya membaca siswa berperan penting dalam sedangkan tahfidz yakni pada tingkatan setelah membentuk kemampuan profesional guru Tahsin dalam hal ini pada tahap menghafal Al- bahasa di masa depan, sehingga mereka QurAoan tersebut (Sutiono et al. , 2. Salah satu untuk mendukung kemampuan Tahsin mereka kelak (Quraishi et al. , 2. dan tahfidz adalah diberlakukannya model Pendekatan kurikulum Outcome pendampingan yang secara signifikan berdampak Based Education (OBE) menawarkan solusi pada kemampuan siswa untuk membaca Al- yang unik dan relevan (Molina-Torres. Qur'an. Program ini tidak hanya erfokus pada Pendekatan ini menekankan pada membaca tetapi juga menggabungkan hafalan, hasil belajar yang terukur, yang dapat yang bertujuan agar siswa menghafal antara tiga diadaptasi untuk meningkatkan kompetensi hingga sepuluh Juz Al-Qur'an (Puspitasari, 2. digital mahasiswa sesuai kebutuhan zaman. Dengan perkembangan teknologi yang begitu Sehingga pendekatan OBE memungkinkan pesat maka dibutuhkan untuk mengkolaborasikan pengembangan kurikulum yang tidak hanya antara literasi membaca dan literasi digital pada berbasis agama, tetapi juga selaras dengan pembelajaran Tahsin tahfidz, dengan munculnya kebutuhan era digital (Jasri et al. , 2. Hal berbagai aplikasi yang memudahkan manusia ini disebutkan dari hasil penelitian berupa untuk belajar Al-QurAoan, yang berkaitan dengan keberhasilan utama dari program ini adalah regulasi dan ketentuan dalam pengawasan kemampuannya mengintegrasikan nilai- pengembangan aplikasi Al-Quran digital dan nilai keislaman ke dalam literasi digital pengembangan aplikasi QurAoan (Hanik Hidayati yang memuat materi terkait diskusi tentang & Wibowo Harry Sugiharto, 2. Literasi digital di kalangan mahasiswa Islam juga dapat membantu mengembangkan MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 informasi dan menjaga privasi. (Analisis Awal jumlah 50 santri yang bertujuan untuk Data Ponpes Kec Senori. menghafal Al-QurAoan maka diperlupakan Kecamatan Senori dengan sebutan kota santri inovasi dalam proses menghafal tersebut menjadi icon tersendiri dikarenakan wilayah (Achmad Senori Tahfidz Al-QurAoan At-Tauhid. July 30. Pondok Pesantren, baik itu pesantren yang khusus untuk Atieq Pengasuh Pesantren mengaji kitab saja, pesantren yang ada pendidikan Dengan formalnya dan pesantren yang khusus dalam metode pembelajaran tahfidz dari sistem menghafal Al-QurAoan. Salah satunya yakni yang sorogan tradisional menuju pemanfaatan menjadi mitra sasarn pengebdian masyarakat teknologi digital bukan lagi sekadar pilihan, dasar adalah Pesantren Tahfidz Al-QurAoan At- melainkan sebuah keharusan. Integrasi Tauhid Leran Senori Tuban. gadget, android, dan media pembelajaran Salah satu permasalahan yang ada di menjembatani kesenjangan antara metode menghafal Al-QurAoan yang masih bermodel klasik dan kebutuhan generasi zoomer di tradisional dalam hal ini pembelajaran tahfidz pesantren tersebut. masih secara sorogan yakni santri menyetorkan Dalam interaktif menjadi kunci utama untuk pembelajaran menghafal Al-QurAoan yang pembelajaran santri mencari metode, trik atau kurang adanya inovasi sesuai dengan cara secara mandiri dalam menghafal Al-QurAoan kondisi santri di pesantren tahfidz Al- dengan berbagai macam santri yang ada di QurAoan At-Tauhid dan dari guru yang pesantren tersebut terlebih santri pada generasi zoomer dengan ciri khasnya gadget yang menjadi pembelajaran menghafal Al-QurAoan yang menyeimbangkan kebutuhan generasi zoomer dalam hal ini guru-guru hanya sebatas dengan perekembangan teknologi maka dari segi pengalaman berupa pelatihan yanbuAoa yang potensi perlu adanya memasukkan media, model, kurang maksimal sehingga sangat kurang strategi dan metode pembelajaran yang sesuai pembelajaran menghafal Al-QurAoan sesuai dengan generasi saat ini yakni generasi zoomer, dengan perkembangan teknologi sekatang ini, serta dengan minimnya perhatian memanfaatkan gadget, android dan sejenisnya. Dengan kondisi pembelajaran di Pesantren Tahfidz Al-QurAoan At-Tauhid tersebut dengan pemerintah terhadap pondok pesantren dari segi sarana dan prasarana, dari segi MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 manusianya, terlebih pesantren tahfidz Al-QurAoan Metode At-Tauhid yang masih secara mandiri mengelola pelaksanaan yang digunakan adalah: kebutuhan santri setiap harinya (Aya MamluAoah. Sosialisasi Maka dari hal tersebut perlunya untuk ceramah dan diskusi. Metode ceramah dilakukan pendampingan kepada mitra, dengan berfokus pada digitalisasi Al-QurAoan dalam pengetahuan mitra terkait digitalisasi Al- meningkatkan literasi membaca dan literasi QurAoan, literasi membaca, literasi digital, digital melalui Memo QurAoan. dan Memo QurAoan. Partisipasi mitra METODE PENELITIAN Kegiatan pengabdian kepada keikutsertaan mitra dalam mengikuti dilakukan selama kurang lebih enam bulan kegiatan sosialisasi, mengisi pre-pot tes dengan kegiatan inti berupa pelatihan digitalisasi untuk evaluasi pengetahuan dan bersedia Al-QurAoan dalam meningkatkan literasi membaca dilakukan proses pendampingan. Pre- dan literasi digital melalui Memo QurAoan yang di pesantren tahfidz Al-QurAoan At Selasa. September 2025 . 00Ae09. Tauhid Leran Senori Tuban pada selasa, 2 WIB) September 2025 (Miftahul, 2. di pesantren bertujuan mengukur kemampuan awal tahfidz Al-QurAoan At Tauhid. santri dalam literasi membaca Al-Qur'an Solusi atas permasalahan pembelajaran tahfidz . elancaran, tajwid, ketepatan hafala. yang masih bersifat tradisional di pesantren dan literasi digital . engoperasian gawai dan aplikasi memo qurAoa. Instrumen yang digunakan berupa tes praktik karakteristik generasi zoomer. Program yang setoran hafalan, tes tulis tajwid, angket ditawarkan berupa Pelatihan Digitalisasi Al- skala likert, dan wawancara singkat QurAoan melalui Media Memo QurAoan, yaitu sebuah inovasi pembelajaran tahfidz berbasis kemampuan menghafal tanpa media aplikasi yang dirancang untuk membantu santri digital, metode mandiri yang digunakan, menghafal Al-QurAoan secara mandiri, interaktif, dan adaptif terhadap gawai. Program ini bertujuan pengetahuan aplikasi Al-Qur'an digital, untuk meningkatkan literasi membaca Al-QurAoan serta kesiapan terhadap teknologi dalam sekaligus literasi digital santri, sehingga proses sorogan tidak lagi berjalan tanpa panduan metode, dilaksanakan pada hari dan tanggal yang melainkan diperkuat dengan media pembelajaran sama . 00Ae15. 00 WIB) setelah Post-test MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 seluruh rangkaian pelatihan selesai, dengan tujuan mengukur peningkatan kemampuan, pelatihan berupa simulasi atau praktek mengevaluasi efektivitas Memo Qur'an, dan mengetahui perkembangan literasi digital Penerapan Aspek yang diukur setara dengan pre- menggunakan metode simulasi atau test, meliputi peningkatan kelancaran hafalan setelah proses pelatihan pada santri perubahan metode menghafal dari mandiri Al-QurAoan menjadi terstruktur berbasis aplikasi, serta mengaplikasikan digitalisasi Al-QurAoan tingkat kemandirian dan motivasi. Instrumen dalam meningkatkan literasi membaca post-test meliputi tes praktik hafalan baru, tes dan literasi digital melalui Memo tulis setara, angket evaluasi kepuasan, dan QurAoan. demonstrasi fitur Memo Qur'an. Data kedua Proses tes dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif mendampingi mitra selama 1-6 bulan melalui skoring, komparasi rata-rata skor, uji efektivitas dengan N-Gain, serta deskripsi pelatihan untuk penilaian keberlanjutan perubahan perilaku dan motivasi. Program Pada kegiatan pendampingan, beberapa masalah yang muncul akan peningkatan skor minimal 25Ae30%, santri diberikan alternatif solusi pada tim Setelah proses pendampingan menggunakan Memo Qur'an, dan memberikan 1Ae6 respons positif terhadap media digital dalam bertransformasi dari objek program pembelajaran tahfidz. Pelatihan menggunakan metode simulasi atau keberlanjutan digitalisasi pembelajaran praktik langsung. Metode simulasi atau praktik pendampingan meliputi: implementator Peran keterampilan mitra dalam mengaplikasikan mandiri yang digitalisasi Al-QurAoan dalam meningkatkan Memo Qur'an literasi membaca dan lietrasi digital melalui adaptator dan inovator yang Memo mengembangkan strategi pembelajaran QurAoan. Partisipasi pelaksanaan program berupa keikutsertaan MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 internal melalui guru atau santri senior sebagai masyarakat ini. Sedangkan untuk pesantren pendamping dan rujukan utama. itu sendiri berperan sebagai objek yang sistem evaluasi yang memantau capaian dan didampingi dalam kegiatan digitalisasi Al- efektivitas metode secara mandiri. QurAoan kebijakan berbasis data untuk pengembangan membaca dan literasi digital melalui Memo QurAoan. diseminasi yang menyebarluaskan inovasi kepada pesantren HASIL DAN PEMBAHASAN Permasalahan prioritas di Pesantren lain dan masyarakat. serta problem solver Tahfidz Al-Qur'an At-Tauhid Leran Senori internal yang Tuban adalah masih banyaknya santri menyelesaikan kendala operasional secara penghafal Al-Qur'an yang belum mampu mandiri tanpa ketergantungan. menerapkan digitalisasi Al-Qur'an akibat Keberlanjutan keterbatasan sumber daya manusia dan mendampingi mitra selama 1-6 bulan setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan untuk khususnya dalam penerapan Memo Qur'an penilaian keberlanjutan program. (Aya, 2. Digitalisasi melalui Memo Pada kegiatan keberlanjutan program ini akan Qur'an muncul beberapa hasil, masalah yang muncul teknologi selama ini dibatasi oleh pihak akan diberikan alternatif solusi. pesantren, sehingga santri tertinggal dalam Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini aspek literasi digital (Septiana, 2. akan diikuti oleh seluruh santri Tahfidz Al- Fokus QurAoan Digitalisasi difokuskan pada pendampingan santri pesantren ini diterapkan pada pesantren yang melalui kegiatan workshop dan pelatihan belum mengetahui digitalisasi Al-QurAoan. Oleh dalam menerapkan digitalisasi Al-Qur'an sebab itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Memo Qur'an untuk meningkatkan ini diikuti oleh pihak pesantren terutama guru literasi membaca dan literasi digital. Solusi yang paham tentang IT. Pengasuh pesantren tahfidz Al-QurAoan di kecamatan senori, ini menjadi mitra sasaran dalam kegiatan pengabdian seluruh santri penghafal Al-Qur'an sesuai kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut program kerja. kedua, penerapan teknologi digitalisasi Al-Qur'an melalui Memo Qur'an menggerakkan para pihak pesantren untuk yang dilanjutkan dengan evaluasi secara meliputi: pertama. MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 Hasil pihak pengasuh, ustadz-ustadzah dan santri tahfidz Al-QurAoan di Kecamatan Senori ini literasi membaca dan literasi digital pada santri menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tahfidz Al-QurAoan di Kecamatan Senori adalah permasalahan-permasalahan yang dihadapi Terjadinya transfer of knowledge, yaitu para Al-QurAoan peserta mendapatkan pengetahuan tentang digitalisasi Al-QurAoan, pengertian, ruang lingkup. Langkah-langkah, pengertian program kegiatan pembelajaran sesuai Teknologi (Miftahul, digitalisasi Al-QurAoan, peran digitalisasi AlQurAoan, peningkatan literasi membaca dan literasi digital melalui memo QurAoan meliputi pengertian. Langkah-langkah, kelebihan dan kekurangan aplikasi. Terjadinya transfer of skill, yaitu para santri tahfidz Al-QurAoan diajak praktek langsung bagaimana penggunaan aplikasi memo QurAoan dalam kegiatan pembelajaran. peserta diajak menganalisis kemanfaatan dan kemudahan dalam menggunakan aplikasi ini. Pendampingan dilaksanakan pada Selasa, 2 September 2025 khususnya kepada santri Pesantren Tahfidz AlQurAoan At-Tauhid Qur'an Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi Digital Pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Di Kecamatan Senori ini Terjadinya transfer of value, pada kegiatan ini Kegiatan Dari Pendampingan Digitalisasi Al- Leran Senori Tuban dan bertempat di Pesantren Tahfidz Al-QurAoan At- hampir 90% santri tahfidz Al-QurAoan mampu menerapkan digitalisasi Al-QurAoan tersebut sesuai dengan alurnya, dengan menggunakan aplikasi memo QurAoan pihak pesantren khususnya santri tahfidz AlQurAoan dapat menerapkan pembelajaran teknologi yang ada. Tauhid dengan diikuti kurang lebih 30 Peserta dari Santri Tahfidz Al-QurAoan At-Tauhid dan Kecamatan Senori. Dalam Pendampingan Digitalisasi Al-Qur'an Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi Digital Pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Di Kecamatan Senori dengan mitra kerja Pesantren Tahfidz Al-QurAoan At-Tauhid dan mitra sasaran Keberhasilan Digitalisasi Pendampingan Al-Qur'an Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi Digital Pada Santri Tahfidz AlQur'an Di Kecamatan Senori melalui Memo QurAoan ditunjukan dari pretest dan posttes berikut ini. MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 Analisis . melaporkan peningkatan 14,12 poin mengindikasikan adanya peningkatan dalam dengan signifikansi 0,000 serta tingkat Pendampingan Digitalisasi Al-Qur'an Dalam kepraktisan media mencapai 97,77% dari Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi guru dan 98,43% dari santri, menegaskan Digital Pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Di Kecamatan Senori skor pretest yang berada Kedua, dikisaran 50% hingga 55 % mengambarkan membuktikan kontribusi aplikasi Tahsin tingkat pemahaman awal yang cenderung terbatas Digital terkait digitalisasi Al-QurAoan. Pasca pelatihan peningkatan tahsin dengan t hitung 62. nilai rata-rata posttest adalah kisaran 80%- 90% merefleksikan bahwa digitalisasi Al-Qur'an hal ini menujukkan peningkatan signifikan merupakan variabel determinan, bukan dengan seluruh indikator mencapai diatas 70 %. Ketiga. Proggres ini menggarisbawahi bahwa partisipan . membuktikan efektivitas media interaktif melalui uji t-test . ,009 dan mendalam tentang Digitalisasi Al-Qur'an Dalam 0,. , sementara model Neuroeducation- Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi Based Tahfizh Learning meningkatkan Digital Pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Di capaian hafalan dari 3,2 menjadi 4,6 juz. Kecamatan Senori. Lebih lanjut peserta juga kedalaman spiritual dari 3,0 menjadi 4,5, menerapkan hal ini pada proses pembelajaran di serta kepuasan 90%, menunjukkan dampak Temuan penelitian ini menunjukkan peningkatan Keempat, studi literatur sistematis signifikan dari skor pretest . Ae55%) ke posttest . mengidentifikasi tiga model aplikasi . Ae90%) setelah pendampingan digitalisasi Al- tahfidz dan menegaskan gamifikasi sebagai Qur'an melalui Memo Qur'an di Pesantren yang paling efektif, di mana implementasi Tahfidz At-Tauhid Senori. Capaian ini tidak Memo Qur'an termasuk dalam rumpun berdiri sendiri, melainkan selaras dan diperkuat model tersebut dengan bukti peningkatan oleh sejumlah hasil penelitian terdahulu yang membuktikan efektivitas intervensi berbasis Kelima, temuan keberlanjutan teknologi dalam pembelajaran Al-Qur'an di program di pesantren dikonfirmasi oleh lingkungan pesantren. Temuan peningkatan skor Akademi Waqtar yang berhasil merevolusi pretest . Ae55%) ke posttest . Ae90%) dalam akses pembelajaran Al-Qur'an berbasis penelitian ini diperkuat secara eksternal oleh lima WhatsApp dan LMS dengan pertumbuhan hasil penelitian terdahulu. Pertama. Fathoni dkk. peserta dari 10 menjadi 595 orang dalam Soleha Pasoroki . Syarif MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 digitalisasi yang lain, namun digitalisasi berkelanjutan sebagai kunci transformasi adopsi Al-QurAoan ini menjadi hal yang baru untuk para santri dalam penerapan dan Dengan demikian, konsistensi pola peningkatan, besaran kontribusi teknologi, efektivitas media media digital. interaktif, dan bukti keberlanjutan program secara Al-Qur'an strategis yang terbukti empiris dalam menjawab tantangan literasi membaca dan literasi digital santri generasi zoomer. SIMPULAN Dari pendampingan Digitalisasi Al-Qur'an Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi Digital Pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Di Kecamatan Senori ini hampir 90% santri tahfidz Al-QurAoan di Langkah-langkah dalam digitalisasi AlQurAoan dalam meningkatkan literasi membaca Kecamatan Senori Kabupaten Tuban sesuai langkah-langkahnya dan literasi digital pada santri tahfidz Al-QurAoan mengikuti alur yang ada pada aplikasi di Kecamatan Senori adalah sebagai berikut : Pertama, https://memoquran. id/login. menginstal aplikasi memo QurAoan. Kedua, setelah diinstal aplikasi memo QurAoan Ketiga, login dengan id dan password yang sesuai dengan pendaftaran. pesantren tersebut menjadi lamgkah dalam meningkatkan literasi membaca dan literasi digital santri. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami semua pihak masukan id, email, dan password agar bisa mendaftar di memo qurAoan. dukungan dan pendanaan dari Direktorat Keempat, muncul beranda memo qurAoan yang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat terdiri dari hafalan, quiz, e-learning, al-QurAoan (DPPM) Kemdiktisaintek melalui skema dan tutorial. Pendampingan Terakhir, digitalisasi Al-QurAoan ini bisa Masyarakat Pemula berdasarkan Nomor DIPA: SP DIPA- menjadi solusi untuk para santri tahfidz Al- 693320/2025 QurAoan dalam meningkatkan literasi membaca dan literasi digital. Sebenarnya langkah- Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri langkah aplikasi tersebut sudah menjadi hal Bojonegoro. LPPM UNUGIRI. Pengasuh, yang umum diterapkan dalam penerapan Guru dan Santri Pesantren Tahfidz Al- April Revisi ke-04. LLDikti QurAoan At-Tauhid Leran Senori Tuban di MamluAoah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 573-584 Kecamatan Senori. Narasumber pendampingan 2. , digitalisasi Al-QurAoan dan semua pihak yang telah https://doi. org/10. 57235/ijedr. publishnya jurnal ini. Hanik 417Ae422. Hidayati Wibowo Harry DAFTAR PUSTAKA