Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak Tunagrahita Dalam Memahami Penjumlahan Di SLB X Kudus Kelas V Zidni Dina Auliya1. Lutfiana Rahayu Ningsih2. Arcivid Chorynia Ruby3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universita Muria Kudus. Kudus, 59327. Indonesia 3Psikologi. Universita Muria Kudus. Kudus, 59327. Indonesia *Coresponding Author: 202233116@std. Diterima: 14 Juni 2025, disetujui untuk publikasi 28 Juni 2025 Abstrak, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media kartu bilangan dalam membantu pemahaman konsep penjumlahan bagi siswa tunagrahita kelas V di SLB X. Anak tunagrahita umumnya mengalami hambatan dalam fungsi intelektual yang menyebabkan kesulitan dalam memahami materi abstrak, seperti operasi penjumlahan dalam matematika. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang bersifat konkret, menarik, serta mudah diakses oleh siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan Hasil studi menunjukkan bahwa media kartu bilangan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan. Media ini mampu memfasilitasi siswa dalam memahami bilangan secara visual, meningkatkan kemampuan mengelompokkan dan menghitung, serta menumbuhkan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Dengan demikian, kartu bilangan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi alternatif dalam pembelajaran matematika yang lebih ramah bagi anak tunagrahita. Kata kunci : Kartu bilangan. Penjumlahan. Tunagrahita. Sekolah Luar Biasa Citation: Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak Tunagrahita Dalam Memahami Penjumlahan Di SLB X Kudus Kelas V. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , hal. 135 Ae 143. materi secara lebih efektif, serta memudahkan Pendahuluan Menurut (MarfuAoah Matematika merupakan salah satu bidang ilmu siswa dalam memahami isi Pelajaran (Beno et al. Tuna grahita merupakan individu yang yang penting untuk dipelajari. Namun, karena sifatnya yang abstrak, banyak siswa masih menganggap matematika sebagai pelajaran yang intelektual, yang ditunjukkan oleh nilai IQ di sulit, bahkan tidak jarang menimbulkan rasa takut. bawah rata-rata. Keterbatasan ini tidak hanya Oleh sebab itu, diperlukan usaha yang sungguh- berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga memengaruhi aspek afektif dan psikomotor. Anak Untuk dengan tuna grahita sering mengalami kesulitan mencapai hasil belajar yang optimal, kemampuan dalam menyesuaikan perilaku, baik terhadap penalaran matematis siswa sangat diperlukan. dirinya sendiri maupun saat berinteraksi dengan Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan sosial. Menurut Sanusi, dkk. , . hambatan-hambatan ini menyebabkan anak tuna penerapan berbagai model pembelajaran yang grahita memerlukan pendekatan pendidikan yang Tingkat pemahaman siswa terhadap materi akan memengaruhi hasil belajar mereka. Oleh mengoptimalkan potensi yang dimiliki. karena itu, proses pembelajaran matematika Secara khusus, anak dengan tuna grahita sebaiknya didukung dengan penggunaan media ringan menunjukkan sejumlah hambatan yang Kehadiran media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyampaikan menyelesaikan tugas yang menuntut kemampuan Pertama. Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 berpikir abstrak atau yang tidak bisa diamati awal, ditemukan adanya seorang siswa kelas V dengan tunagrahita ringan yang mengalami Kedua, kesulitan cukup serius dalam memahami materi mengendalikan diri. Ketiga, dalam konteks sosial, mereka sering bingung mengikuti aturan yang kompleks dan berlapis. Selain itu, mereka juga kemampuan mengingat jangka pendek yang rendah, kesulitan dalam mengaitkan lambang sehingga tampak tidak memperhatikan hal-hal angka dengan jumlah benda yang nyata, serta yang terjadi di sekelilingnya. Terakhir, anak mudah kehilangan fokus saat belajar berlangsung. dengan tuna grahita ringan kerap merasa rendah Kondisi ini memperlihatkan bahwa pendekatan diri atau mudah kecewa karena menyadari bahwa pembelajaran yang selama ini diterapkan di kelas kemampuan mereka tidak setara dengan teman belum sepenuhnya berhasil menjawab kebutuhan sebayanya (Nakhlah, & Puryati, 2. Oleh karena belajar siswa tersebut, itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang pemahaman konsep matematika dasar seperti lebih konkret, interaktif, dan penuh empati agar penjumlahan (Lubadah, 2. Penelitian ini mereka dapat berkembang secara optimal dalam dilaksanakan pada siswa kelas V di SLB X dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas media kartu Siswa terutama dalam hal Matematika merupakan mata pelajaran bilangan dalam mendukung pemahaman konsep penjumlahan bagi anak tunagrahita. Diharapkan hasil dari studi ini dapat memberikan alternatif terstruktur pada siswa. Namun, bagi peserta didik media pembelajaran yang tepat guna, selaras berkebutuhan khusus seperti anak tunagrahita, berkebutuhan khusus, serta turut berkontribusi hambatan yang cukup besar. Hal ini disebabkan dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang bersifat inklusif. sehingga mereka kesulitan dalam memahami Berdasarkan latar belakang yang telah materi yang bersifat abstrak, salah satunya adalah dipaparkan, tujuan dari penelitian ini adalah operasi penjumlahan. Guna mengatasi kendala tersebut, dibutuhkan strategi pembelajaran yang bersifat nyata dan dapat dilihat secara langsung pemahaman konsep penjumlahan pada siswa oleh siswa. Salah satu alternatif media yang dapat tunagrahita ringan di kelas V SLB X Kudus. dimanfaatkan adalah penggunaan kartu bilangan. Penelitian ini secara khusus diarahkan untuk Kartu bilangan merupakan salah satu jenis media menjawab permasalahan nyata yang dihadapi pembelajaran konkret yang dapat dimanfaatkan siswa dengan hambatan intelektual, terutama dalam mengajarkan matematika, terutama materi kesulitan dalam mengaitkan lambang angka Media ini memiliki kelebihan dalam dengan jumlah konkret dan rendahnya fokus menampilkan angka secara visual dan dapat Kebaruan dari penelitian ini terletak pada digunakan langsung oleh siswa dalam kegiatan penerapan media kartu bilangan secara sistematis Melalui penggunaan kartu bilangan, dan terstruktur dalam pembelajaran matematika peserta didik dapat mengamati, meraba, serta bagi siswa tunagrahita ringan, yang masih jarang mengelompokkan angka secara nyata, sehingga dikaji secara mendalam di konteks pendidikan kegiatan pembelajaran menjadi lebih interaktif, luar biasa di Indonesia. Selain itu, penelitian ini menyenangkan, dan mudah dipahami (Solekhah, memadukan penggunaan media konkret dengan pendekatan pembelajaran yang empatik dan Penelitian ini dilaksanakan secara khusus di SLB X Kudus karena berdasarkan pengamatan kebutuhan individual siswa. Diharapkan, hasil Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 dari penelitian ini tidak hanya memberikan Selanjutnya, teknik wawancara dilakukan alternatif media pembelajaran yang aplikatif dan untuk menggali perspektif dari guru kelas serta sesuai dengan karakteristik siswa berkebutuhan subjek penelitian itu sendiri. Wawancara dengan khusus, tetapi juga menjadi kontribusi nyata guru bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai latar belakang akademik, perilaku, dan matematika yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis kebutuhan peserta didik. wawancara dengan subjek digunakan untuk Metode Penelitian Adapun Metode adalah langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis dokumen nilai diambil untuk menyelesaikan permasalahan yang mata pelajaran matematika sebagai indikator berkaitan dengan objek kajian. Menurut (Safrudin perkembangan kognitif subjek. Subjek dalam et al. , 2. Penelitian kualitatif merupakan penelitian ini adalah seorang anak perempuan pendekatan riset yang bertujuan untuk menggali berusia 14 tahun yang duduk di bangku kelas 5 dan memahami makna di balik pengalaman yang pada jenjang SLB dengan kategori tuna grahita Pengalaman ringan, bertempat di SLB X Kudus. Pemilihan tersebut dapat berupa perilaku, cara pandang, subjek ini didasarkan pada pertimbangan kondisi dorongan, maupun tindakan subjek. Semua hal intelektual dan kebutuhan khusus yang relevan tersebut dikaji secara menyeluruh atau holistik. dengan fokus penelitian. Proses penelitiannya dilakukan dalam kondisi yang wajar atau alamiah, tanpa manipulasi, dan Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil observasi di SLB X, menggunakan bahasa yang lugas dan apa adanya. peneliti mengambil satu subjek siswa kelas V Dalam pelaksanaannya, metode yang digunakan cenderung bersifat alamiah pula, artinya peneliti Kendala utama ditemukan pada mendalam, serta data naratif lainnya untuk fungsi memori kerja dan persepsi visual, membuat siswa sulit mengaitkan simbol angka dengan tertentu secara mendalam. jumlah objek nyata. Selama proses pembelajaran Penelitian ini menggunakan pendekatan anak tunagrahita ringan cenderung memiliki perhatian yang mudah teralihkan dan kesulitan kondisi dan pengalaman subjek dalam konteks Teknik pengumpulan data yang memerlukan pendekatan yang lebih visual dan diterapkan dalam penelitian ini meliputi tiga interaktif (Megawati & Vernanda, 2. Guru metode utama, yaitu: . observasi, . wawancara, dan . Observasi dilakukan secara bergambar angka beserta representasi objek partisipatif, di mana peneliti turut hadir dalam . isalnya, jumlah apel atau bola sesuai angk. proses pembelajaran untuk mengamati secara untuk upaya mengatasi hambatan tersebut. Media langsung perilaku dan respons subjek terhadap penjumlahan 1Ae20, di mana siswa secara aktif dilakukan sebanyak enam kali pertemuan dengan menggabungkan dua kartu dan menghitung total durasi masing-masing 30 menit, guna memperoleh objeknya, sekaligus mencocokkannya dengan gambaran yang utuh mengenai dinamika interaksi kartu angka. Dengan media kartu bilangan, siswa dan partisipasi subjek selama proses pembelajaran. lebih mampu mengasosiasikan representasi visual Observasi dengan simbol angka, mempertahankan fokus Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Untuk pemahaman dalam operasi penjumlahan. Bagi anak tunagrahita ringan kelas V integrasi media kartu bilangan dalam enam sesi media ini menjadikan pembelajaran lebih menarik pertemuan pembelajaran. Setiap sesi berlangsung dan bermakna. selama 30 menit, dengan pendekatan yang dirancang secara bertahap dan sistematis. Media yang digunakan terdiri dari buku bergambar dan Hasil Penelitian memfasilitasi pemahaman penjumlahan melalui membantu anak tunagrahita ringan memahami visualisasi konkret. Dalam setiap sesi, siswa D penjumlahan bilangan di kelas V SLB Negeri dilibatkan secara aktif untuk mengenali angka. Kaliwungu mencocokkan dengan jumlah objek, melakukan digunakan adalah metode kualitatif dengan penjumlahan secara konkret, dan menuliskan pendekatan studi kasus. Satu siswa kelas V Penggunaan media konkret seperti ini tunagrahita ringan menjadi subjek penelitian ini. sejalan dengan pendapat Yuliani . , yang Pengumpulan Penelitian Kudus. Metode Penelitian membutuhkan media pembelajaran visual dan wawancara, dan analisis dokumentasi. Hasil implikasi bagi strategi pembelajaran di Sekolah manipulatif untuk membantu mereka memahami konsep abstrak secara lebih efektif. Selain observasi langsung selama kegiatan Luar Biasa (SLB), terutama dalam membantu anak tunagrahita ringan. Penggunaan kartu bilangan menggunakan teknik wawancara dengan guru memahami konsep penjumlahan pada anak kelas dan orang tua guna memperoleh data yang tunagrahita ringan. Media kartu bilangan dapat lebih menyeluruh mengenai perubahan perilaku dan kemampuan akademik siswa D. Wawancara pembelajaran dalam membantu siswa memahami ini memberikan gambaran tambahan mengenai penjumlahan, karena dapat memudahkan siswa perkembangan siswa di luar sesi pembelajaran, dalam memahami penjumlahan. Proses belajar serta mengidentifikasi dukungan atau hambatan menjadi lebih menarik dan interaktif bagi siswa dengan media kartu bilangan yang menyediakan Pendekatan triangulasi data ini visualisasi yang menarik. penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian SLB Subjek dalam penelitian ini adalah seorang tidak hanya didasarkan pada satu sumber, siswa berinisial D, berusia 14 tahun, yang telah melainkan diperoleh dari berbagai perspektif yang didiagnosis dengan kondisi tunagrahita ringan. relevan, sehingga memberikan pemahaman yang Sebelum pendekatan pembelajaran diterapkan, siswa D menunjukkan kesulitan yang signifikan penggunaan media kartu bilangan terhadap dalam memahami konsep dasar penjumlahan. peningkatan pemahaman penjumlahan pada siswa Dalam proses pembelajaran matematika, siswa D D (Sutjihati, 2. masih sangat bergantung pada bantuan guru Pertemuan pertama siswa D menunjukkan untuk menghitung dan memahami makna dari ketertarikan awal terhadap kartu bilangan yang sudah disiapkan, namun masih terlihat malu-malu Hal menunjukkan bahwa siswa D belum mampu mengaitkan simbol angka dengan jumlah konkret penjumlahan sederhana . isalnya 2 . , ia masih secara mandiri, yang menjadi salah satu ciri umum memerlukan bantuan guru untuk mengaitkan pada anak dengan hambatan intelektual ringan kartu angka dengan representasi objek. Pertemuan (Sunardi, dkk. , 2. Mulai Dalam Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Ia mencoba menyusun pasangan kartu . ngka dan kartu gambar obje. dan menghitung jumlahnya, meski masih perlu sedikit bantuan untuk mencocokkan jumlah objek dengan simbol visual dia dapat lebih mudah mengaitkan simbol dengan jumlah konkret. Hal ini membantu meningkatkan fokus, karena media kartu tersebut menarik perhatiannya dan memudahkan proses asimilasi konsep penjumlahan. Hasil wawancara guru dan orang tua siswa D jika Pertemuan ketiga siswa bisa menceritakan proses penjumlahan sederhana dengan bantuan Misalnya, ketika kartu 4 dan kartu 1 digunakan, dia mampu berkata. AuEmpat bola ditambah satu bola jadi lima bola,Ay menunjukkan minat dan keterlibatan yang semakin baik. Pertemuan keempat dengan dukungan media kartu bilangan, siswa D mampu memahami teks soal penjumlahan dengan lebih jelas. Ia sekarang dapat menjawab pertanyaan terkait jumlah objek hanya dengan melihat kartu misalnya Auberapa total apel jika ditambah pisangAy dengan benar. Pertemuan kelima Kemandirian mulai muncul: siswa cukup mandiri mengerjakan soal penjumlahan berbantuan kartu, meskipun masih membutuhkan sedikit bantuan untuk memastikan Pertemuan keenam Siswa sudah mandiri dalam mengerjakan Lembar Kerja (LKPD) penjumlahan menggunakan kartu bilangan tanpa bantuan. mampu memilih dua kartu angka, menghitung jumlah objek, dan menuliskan hasilnya secara Hasil wawancara guru dan orang tua/wali siswa sebagai berikut. Guru: AuMedia kartu bilangan sangat membantu dalam memahami penjumlahan pada siswa D. Dia terlihat tertarik dalam pembelajaran dan lebih fokus serta mudah dalam memahami penjumlahan yang dilakukan. Saya melihat bahwa dari pemahaman penjumlahan sebelumnya mengalami peningkatan lebih baik. Ay Orang tua / wali siswa: " Di rumah, dia sering bercerita tentang kartu bilangan yang digunakan di sekolah. Ini menunjukkan perkembangan positif karena sebelumnya dia sulit tertarik dan memahami penjumlahan hanya melalui simbol angka abstrak. Dengan keberadaan kartu bilangan yang menampilkan angka dan representasi objek secara dikaitkan dengan rangkaian observasi enam pertemuan yang telah dilakukan menunjukkan konsisten dalam pemahaman konsep penjumlahan melalui penggunaan media kartu bilangan. Pengamatan menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, meskipun siswa D masih terlihat malu-malu, ia mulai menunjukkan ketertarikan terhadap media kartu bilangan. Hal ini sejalan dengan pernyataan guru yang menyebut bahwa siswa tampak tertarik menggunakan media tersebut. Pada pertemuan kedua dan ketiga, siswa mulai menunjukkan antusiasme lebih besar dan mulai memahami proses menghubungkan antara simbol angka dan representasi objek, meskipun masih memerlukan sedikit bantuan. Temuan ini diperkuat oleh pernyataan orang tua yang menyebutkan bahwa siswa di rumah sering menceritakan pengalaman menandakan adanya keterlibatan emosional dan Lebih lanjut, pada pertemuan keempat hingga keenam, perkembangan kognitif siswa semakin tampak. Ia mulai mampu memahami teks soal penjumlahan secara mandiri, menyebutkan hasil penjumlahan sederhana dengan kalimat sendiri, hingga akhirnya mampu menyelesaikan Lembar Kerja secara mandiri tanpa bantuan. Guru juga menyatakan bahwa pemahaman siswa dalam penjumlahan mengalami peningkatan, dan ia menjadi lebih mudah memahami materi dengan Sementara menyoroti bagaimana kartu bilangan membantu anak mengaitkan simbol angka dengan jumlah konkret secara visual, yang sebelumnya sulit Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 dilakukan karena hanya mengandalkan angka singkatAihanya ruang evaluasi terhadap dampak jangka panjang Dengan demikian, baik dari pengamatan dari penggunaan media kartu bilangan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan cakupan subjek yang lebih besar dan waktu memberikan kontribusi yang nyata terhadap pelaksanaan yang lebih panjang untuk melihat peningkatan pemahaman penjumlahan pada siswa konsistensi efektivitas media ini dalam jangka Media ini tidak hanya membantu dari sisi waktu yang lebih lama. Meski demikian, hasil awal kognitif, tetapi juga mendukung aspek afektif dari penelitian ini memberikan indikasi positif seperti minat, fokus, dan keterlibatan aktif siswa bahwa pendekatan visual dan konkret seperti dalam proses pembelajaran. pertemuanAimembatasi mendukung proses belajar matematika pada anak berkebutuhan khusus. Pembahasan Berdasarkan dilakukan, diperoleh hasil bahwa media kartu Peran Media Kartu Bilangan bilangan terbukti efektif dalam meningkatkan Media kartu bilangan berperan sebagai pemahaman penjumlahan pada anak tunagrahita alat bantu visual yang sangat efektif dalam Penggunaan media ini dilaksanakan secara pembelajaran matematika, khususnya pada materi konsisten dalam enam kali pertemuan, masing- Kartu bilangan biasanya terbuat dari masing berdurasi 30 menit. Kartu yang digunakan kertas berwarna yang menampilkan angka-angka terdiri dari dua jenis, yaitu kartu angka dan kartu positif, negatif, maupun nol, dan dirancang untuk bergambar objek. Interaksi siswa dengan media pemahaman siswa. Media ini membantu siswa konkret, yaitu: . mengenali angka dan objek, di mana siswa diperkenalkan pada angka serta matematika yang abstrak menjadi lebih konkret gambar-gambar objek seperti alat tulis atau bola. dan nyata. Misalnya, dengan menggunakan kartu . mencocokkan angka dengan jumlah objek, yang bilangan bertuliskan angka disertai gambar objek melatih siswa untuk menghubungkan simbol konkret seperti lima apel atau tiga bola, siswa angka dengan representasi konkret . isalnya dapat mengaitkan simbol angka dengan jumlah kartu angka Au2Ay dan gambar dua pensi. benda nyata. Representasi visual semacam ini melakukan simulasi penjumlahan secara konkret, tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih yaitu dengan menggabungkan dua kelompok menarik, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif kartu objek . ontoh: dua pensil tiga pensi. dan siswa dalam proses belajar. menghitung jumlah keseluruhannya. Menurut Siller konsep-konsep Ahmad menuliskan hasil penjumlahan, dengan memilih penggunaan manipulatif konkret seperti kartu kartu angka hasil . isalnya Au5A. dan mencatatnya bilangan merupakan jembatan penting dalam pada LKS. Strategi ini terbukti membantu siswa membantu siswa mentransfer pemahaman dari dalam memahami konsep penjumlahan secara tahap konkret ke tahap simbolik. Ketika siswa lebih bermakna karena melibatkan pengalaman dapat melihat dan memanipulasi hubungan antara langsung dan manipulasi objek nyata. angka dan objek secara langsung, mereka lebih Namun demikian, penelitian ini memiliki mudah memahami arti numerik dan konsep dasar beberapa keterbatasan. Subjek yang dilibatkan operasi penjumlahan. Proses ini sangat penting, hanya satu orang, yaitu seorang siswa tunagrahita terutama bagi siswa yang masih berada pada tahap ringan, sehingga hasil temuan belum dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Selain berkebutuhan khusus. Dengan demikian, kartu Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 bilangan bukan hanya berfungsi sebagai media penggunaan media kartu dalam pembelajaran bantu visual, tetapi juga sebagai sarana untuk penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat membangun fondasi berpikir matematis yang kuat mengalami peningkatan skor hasil belajar dan dan berkelanjutan. ketuntasan belajar di atas 90% (Saila et al. , 2. Selain Penelitian lain di SDLB Bhinneka Kecamatan Beji konsep, media kartu bilangan juga mampu Kabupaten Pasuruan menemukan hasil penelitian menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bahwa Pembelajaran melalui media permainan dan interaktif. Desain kartu yang menarik, baik kartu berpengaruh terhadap prestasi belajar dari segi gambar maupun warna, terbukti mampu matematika siswa kelas 5 dengan nilai rata-rata meningkatkan fokus dan keterlibatan siswa dalam 66% pada siklus 1 dan 73% pada siklus 2 (Lubadah pembelajaran (Yuliyanti et al. , 2. Suasana et al. , 2. belajar yang positif dan kompetitif secara sehat Secara keseluruhan, media kartu bilangan turut mendorong motivasi siswa untuk terlibat tidak hanya berperan sebagai alat bantu visual, aktif dalam kegiatan kelas. Hal ini sejalan dengan tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang temuan Lestari & Tanjung . yang menyatakan mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan bahwa media pembelajaran yang menarik secara visual tidak hanya memperkuat pemahaman meningkatkan motivasi, pemahaman konsep dan konsep, tetapi juga meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa dalam materi penjumlahan. semangat belajar siswa. Dengan demikian, media Dengan dukungan data empiris dan pendapat kartu bilangan tidak hanya berfungsi sebagai alat para ahli dalam beberapa tahun terakhir, dapat bantu kognitif, tetapi juga sebagai sarana untuk bilangan dalam pembelajaran matematika sangat menyenangkan dan efektif, serta menjadi solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap operasi penjumlahan. Penggunaan memahami operasi penjumlahan. Penutup Peningkatan Pemahaman Penjumlahan Penggunaan Penggunaan terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam operasi penjumlahan. Media ini memberikan visualisasi Menurut Teori Kognitif Piaget dalam (Sanusi et al. anak tunagrahita berada dalam tahap mengaitkan simbol angka dengan jumlah objek secara nyata. Selama proses pembelajaran, siswa membantu mereka memvisualisasikan konsep menunjukkan perkembangan signifikan, mulai abstrak . ke bentuk konkret . dari membutuhkan bantuan hingga mampu Penelitian terbaru menunjukkan bahwa setelah menyelesaikan soal penjumlahan secara mandiri. Selain bilangan, terjadi peningkatan signifikan pada nilai meningkatkan motivasi, fokus, serta keterlibatan rata-rata siswa. Misalnya, di SLB Negeri Pati menunjukkan bahwa media Kadara ( Kartu, dakon, menar. dapat meningkatkan kemampuan alternatif media pembelajaran matematika yang berhitung penjumlahan dan pengurangan pada inklusif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan khusus anak tunagrahita tunagrahita kelas 4 (Hayati et al. , 2. Selain itu Dengan di SLB X. penelitian di tahun 2020 juga mencatat bahwa hampir seluruh siswa yang mengikuti pelatihan Auliya. Ningsih. , & Ruby. Peran Media Kartu Bilangan Untuk Membantu Anak. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. Daftar Pustaka