Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 6. No 1. Januari 2025 KAJIAN TEOLOGIS PERTOBATAN ZAKHEUS DALAM LUKAS 19:1-10 DAN RELEVANSINYA BAGI PEMUDA DALAM HAL PERTOBATAN Yoce Nugraha Institut Agama Kristen Negri Toraja yocenugraha@gmail. Tri Saputra Todingbua Institut Agama Kristen Negri Toraja tri94094@gmail. ABSTRAK Penulisan jurnal ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep pertobatan Zakheus sebagaimana digambarkan dalam Injil Lukas dan relevansinya dengan kehidupan kaum anak muda saat ini. Penulis perlu menyelidiki pemahaman-pemahaman analitis dan membuat refleksi-refleksi religius bagi para pembacanya, terutama kaum muda, untuk membangun kesadaran mereka akan pentingnya ketaatan dan pertobatan supaya tetap berada pada jalan kebenaran. Teknik yang digunakan selama menyelesaikan jurnal ini adalah audit penulisan, yaitu dengan berkonsentrasi pada permasalahan dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber-sumber berikut digunakan oleh penulis seperti Kitab Suci, kamus, buku, jurnal, dan majalah, selain sumber online yang dianggap sesuai dan sangat relevan dengan topik ini. Dalam Lukas 19:1Ae10, pertobatan Zakheus berdampak positif tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi seluruh keluarganya. Dari kisah Zakheus ini seharusnya bisa memberika kesadaran kepada anak-anak muda dalam menumbuhkan pertobatan yang sejadi. Kata Kunci : Pertobatan. Zakheus. Pemuda. Kesadaran. Religius ABSTRACT The purpose of writing this journal is to gain a deeper understanding of the concept of Zacchaeus' repentance as depicted in the Gospel of Luke and its relevance to the lives of young people today. The author needs to investigate analytical understandings and make religious reflections for his readers, especially young people, to build their awareness of the importance of obedience and repentance in order to stay on the path of truth. The technique used during the completion of this journal is a writing audit, namely by concentrating on the problem and using a qualitative method with a literature approach. The following sources are used by the author such as the Bible, dictionaries, books, journals, and magazines, in addition to online sources that are considered appropriate and very relevant to this topic. In Luke 19:1Ae10. Zacchaeus' repentance had a positive impact not only on himself but also on his entire family. From this story of Zacchaeus, it should be able to provide awareness to young people in growing true repentance. Keywords: Repentance. Zacchaeus. Youth. Awareness. Religious PENDAHULUAN Dalam berbagai kemajuan perkembangan di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat banyak kalangan anak muda yang mengalami berbagai tantangan dan godaan yang dapat membuat mereka menjauh dari nilai-nilai spiritual dan moral. Sehingga membuat para pendidik, tokoh agama dan keluarga menjadikan hal tersebut sebagai perhatian yang khusus. Kisah tentang Zakheus yang terdapat dalam Lukas 19:1-10 memberikan pandangan menarik dan relevan dalam menumbuhkan kesadaran akan pertobatan di kalangan anak muda. Zakheus merupakan kepala pemungut pajak yang berada di kota Yerikho. 1 Ia merupakan orang yang kaya namun tidak disukai oleh masyarakat di sekitarnya karena dianggap bekerja bagi penjajah. 2 Ia memiliki postur tubuh yang pendek sehingga membuatnya harus memanjat pohon untuk melihat Yesus. Ketika perjumpaan tersebut terjadi maka Yesus menyatakan akan singgah di rumahnya. Sehingga ia menyambut Yesus dengan penuh sukacita serta mengungkapkan pertobatannya. Ia menyatakan bahwa setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekitarnya ada sesuatu yang kuperas dari seorang akan ku kembalikan empat kali lipat. Zakkay merupakan bahasa Yunani dari nama Zakheus memiliki arti AusuciAy karena Yesus Kristus sendiri yang membasuhnya, dia benar-benar kudus. Yesus mengubahnya dari seorang pendosa menjadi seorang kudus. Dia adalah seorang pemungut pajak sebenarnya, dia bertanggung jawab atas para pemungut pajak di wilayah Yerikho. Sebab pada masa itu orang Yahudi diharuskan membayar pajak kepada kaisar dan pemerintah Roma. Selain itu, seorang pemungut pajak sering mengumpulkan lebih banyak pendapatan dari pada yang diperoleh pemerintah Roma pada masa itu. Dengan pekerjaannya sebagai pemungut cukai. Zakheus adalah orang yang mengambil hak orang lain yang bukan miliknya, seperti uang masyarakat. Sehingga dari perilakunya itu ia menghasilkan banyak uang dan menjadi kaya namun ia mendapatkan kekayaan tersebut dengan perbuatan dosa yang mana menurut Alkitab dosa memiliki sifat yang umum yang meliputi semua keturunan Adam dan Hawa sehingga dengan berbagai macam cara untuk melepaskan diri dari dosa itu dianjurkan oleh Alkitab. 5 Sehingga pada kasus ini Zakheus dipandang sebagai kepala para pendosa yang mengepalai semua pekerjaan lapangan dari pemungut cukai atau pajak. Lukas 19:1-10 dapat melihat bahwa perikop ini terkait dengan perikop sebelumnya, dan kita selalu membicarakannya dengan cara ini. Jika kita melihat perikop sebelumnya, kita dapat menekankan kata kuncinya seperti Yesus menerima, dan menyembuhkan orang buta. Orang ini juga miskin karena dia memohon, tetapi kita membaca di pasal 19 bahwa ini tentang Zakheus, yang digambarkan sebagai orang kaya. Karena penampilan luar menipu, ada banyak cara untuk mendekorasi dengan cara ini, dan bukan hanya kekayaan, tapi juga kemiskinan. ada orang yang berpura-pura miskin untuk mendapatkan simpati, belas kasihan, dan pembelaan terus-menerus, seperti yang sering kita diskusikan dan tegaskan bahwa Alkitab tidak terlalu tertarik atau tertipu untuk melihat manusia secara fenomenal. Sangat mudah untuk mempengaruhi orang lain ketika orang miskin diangkat, semua orang akan langsung setuju, dan jikalau orang kaya diangkat pasti semua orang Ada individu yang bermain dalam istilah kemiskinan untuk mendapatkan dukungan dan menggunakannya secara retoris. Karena kemungkinan penipuan. Alkitab tidak begitu tertarik untuk melakukan penyelidikan internal terhadap individu-individu semacam itu6. Sebagai hasilnya dapat delihat bahwa dalam Lukas 19:1-10 dapat berfungsi sebagai metafora untuk menyeimbangkan seluruh ajaran Yesus Kristus, yang menyatakan bahwa Yesus tidak hanya untuk menyelamatkan orang miskin tetapi juga orang kaya. Memang biasa dikatakan bahwa tidak semua orang kaya diselamatkan oleh Yesus Kristus sama dengan menyatakan bahwa tidak semua pengemis, tidak semua orang sakit, dan tidak semua orang miskin diselamatkan oleh Yesus Kristus. 7 Dengan cara yang sama kita dapat membaca bahwa tidak semua orang kaya diselamatkan oleh Yesus Kristus, ada beberapa orang miskin yang diselamatkan oleh Yesus Kristus. Kita telah mengantisipasi orang kaya sejak kita berbicara tentang pasal 18:18, yang menggambarkan bagaimana Zakheus, seorang kaya, memasuki Kerajaan Allah dan diberi gelar Auorang Yohanes Madhu. Belajar Dari Tokoh Kontroversial (Malang: Media Nusa Creative, 2. , 59. Samuel Siahaan. Transformasi Iman: Pelajaran Dari Kisah-kisah Alkitab (Momentum, 2. , 156-172. Haldenguis. Ensiklopedia Alkitab masa kini jilid II ( Jakarta: Yayasan komunikasi bina kasih, 2008 ), 376. Boland. Tafsiran Lukas (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2013 ), 182. Harun Hadiwijono. Iman Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 235. Stefan Leks. Tafsir injil Lukas (Yogyakarta: Kanisius, 2. , 488. Aloysius. Wahyu Endro Suseono. Auimaji biblis dan dogmatis tentang pertobatan yang menggembirakanAy , jurnal teologi, 6, no. (November 2. : 105-124 kaya yang merasa sulit untuk memasuki Kerajaan Allah. Ay Hal ini dapat kita lihat dalam mengingat ketika kita membaca Zakheus yang terus berusaha untuk membedakan apa yang dibicarakan di bagian 18:18-27, mengingat fakta bahwa ini pasti baik orang kaya maupun orang yang tidak diselamatkan, namun lainnya adalah menemukan keselamatan yang asli. Dan apa yang dikatakan Yesus Kristus di pasal 18 ditegaskan dengan ini: AuApa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah,Ay yang berarti bahwa orang kaya yang pada akhirnya masuk ke dalam Kerajaan Allah tidak luput dari pertanyaan. Dalam penulisan jurnal ini penulis berharap apa yang dilakukan Zakheus menjadi contoh bagi Pemuda saat ini dalam hal pertobatan dari kejahatan yang dilakukan. Di mana seorang pemuda harus mempunyai kesadaran bahwa dirinya telah berdosa, berada pada posisi tidak selamat, memberontak kepada Allah, dan hidup jauh dari Allah sehingga harus berbalik dari dosa itu menuju kepada jalan keselamatan. METODE PENELITIAN Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan kepustakaan dan sumber-sumber penulis yang dianggap relevan dan berkaitan dengan rujukan judul dalam artikel yang dibahas dengan menggunakan sumber seperti buku, artikel. Alkitab dan berbagai sumber lainnya yang isinya berkaitan dengan apa yang penulis bahas di dalam artikel ini, dalam penulisan artikel ini juga penulis mengguanakan metode audit yang mana penulisan tersebut berfokus pada sumber masalahnya dan sumber berita yang memiliki kaitan dengan pembahasan yang dikaji dalam artikel ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Makna Arti Pertobatan Banyak yang beranggapan bahwa pertobatan itu merupakan sifat dan tindakan menuju hal yang dikehendaki Tuhan dan ini haruslah melibatkan kesadaran penuh akan kesalahan yang dilakukan dan memiliki pemikiran untuk berbalik dari dosa tersebut. Jadi, singkatnya bisa dikatakan bahwa "pertobatan" sebagai "berpaling dari dosa". Ini bukanlah arti dari penyesalan semata melainkan berubah pikiran. Ini adalah apa yang Alkitab maksudkan ketika dikatakan "bertobatlah" karena menurut Lukas 3:8-14 dan Kisah Para Rasul 3:19, pertobatan sejati akan membawa perubahan perilaku yang menyenangkan hati Tuhan. 8 Jadi, pertobatan bukanlah hanya bersifat penyesalan dalam hati saja melainkan dibukti nyatakan di dalam tindakan. "Tetapi pertama-tama saya berkhotbah bahwa mereka harus bertobat, berbalik kepada Tuhan, dan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan ituAy. Sehingga menurut Alkitab, pertobatan merupakan sebuah perubahan perilaku dan pola pikir yang melibatkan mental kemudian berpengaruh dan mengarah pada perubahan perilaku. 9 Selain itu menurut Bapa gereja dalam tradisi gereja Ortodoks pertobatan merupakan suatu proses pembaruan manusia batiniah dengan air mata sehingga manusia lahiriah kembali menjadi kudus di hadapan Allah dalam menuju kedewasaan iman. Seperti penjelasan di atas yang mana Alkitab menggambarkan pertobatan sebagai perubahan perilaku dan bukan hanya bersifat penyesalan saja. Selain itu tuntutan etis juga harus ada terkandung dalam pertobatan itu sendiri, karena pertobatan merupakan wujud nyata atau tindakan berbalik dari perilaku kejahatan kepada Tuhan dan harus diikuti oleh perubahan perilaku dan tingkah laku. Itulah sebabnya. Kitab Matius 3:8 mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis mendorong orang untuk "menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. "11 Karena Seseorang yang telah benar-benar bertobat akan beralih dari menolak Kristus dan melakukan dosa menjadi percaya kepada-Nya sehingga perubahan hidup seseorang akan terbukti nyata dalam tindakan dalam kehidupannya. Korintus 5:17. Galatia 5:19Ae23. Yakobus 2:14Ae. Kisah Para Rasul 3:19 mendefinisikan pertobatan Alkitabiah sebagai keputusan untuk bertobat Beny Santoso. Pertobatan yang membawa Kelimpahan: Mengalami Transformasi Alkitabiah Dalam Hal Kekayaan, (Yogyakarta: ANDI, 2. , 139. Tafsir inil Lukas, 433 Hendi. AuPertobatan di dalam Philokalia: Artikel UlasaAy. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, vol. 3, no. 1 (Oktober 2. : 52. William Barclay. Pemahaman Alkitab Sehari-hari: injil Matius 1-10 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 87. dan berbalik kepada Allah dalam iman untuk menuju keselamatan. 12 Penyesalan memanglah diperlukan dalam menuju pertobatan sebab itu merupakan tahap keselamatan Kristen yang dikenal sebagai pertobatan adalah ketika orang percaya telah bertobat dari dosa-dosa mereka. Pertobatan adalah komponen dari konsep teologis yang lebih besar dari penebusan dosa atau penebusan dosa dalam teologi Katolik Roma. Dalam Perjanjian Lama, kata "pertobatan" biasanya berasal dari sekelompok kata Ibrani yang berarti "berpaling dari". Kata-kata ini kadang-kadang digunakan untuk meminta perubahan perilaku setelah dosa (Yeremia 8:. Kata "kelompok" atau "metanoeo" dalam Perjanjian Baru dapat merujuk pada penyesalan, tetapi lebih sering diterjemahkan sebagai "penipuan dosa" (Matius 3:. "Pertobatan" teologis, atau informasi dari dosa, dilaporkan dengan pertobatan yang sesuai untuk beriman dan kembali kepada Allah. Pertobatan Zakheus Berdasarkan Lukas 19:1-10 Kota Yerikho merupakan sebuah tempat yang dekat dengan Sungai Yordan dan berada di sebelah timur Yerusalem. Kota inilah merupakan tempat yang berkisah tentang Zakheus pemungut pajak dan dia jugalah yang bertanggung jawab atas para pemungut pajak di wilayah tersebut. Zakheus, yang berasal dari kata Yunani "zakkay" dan berarti "suci". Yesus mengubahnya dari seorang pendosa menjadi seorang Selama pemerintahan Roma, orang Yahudi diharapkan membayar biaya kepada penguasa/pemerintah Romawi. Selain itu, seorang pemungut pajak sering mengumpulkan lebih banyak pendapatan daripada yang diperoleh pemerintah Roma pada masa itu. Seorang pemungut pajak menjadi sangat dibenci oleh masyarakat ketika mereka melakukan perbuatan tersebut. Karena dia bekerja untuk pemerintah Romawi sebuah bangsa yang menjajah. Oleh sebab itu. Zakheus dianggap sebagai pengkhianat bangsanya sendiri karena dia adalah seorang Yahudi namun bekerja bagi pemerintahan Romawi. Seorang pemungut cukai. Zakheus merupakan orang yang mengambil hak orang lain yang bukan miliknya, seperti uang masyarakat sehingga dengan cara ini ia mendapatkan banyak keuntungan sehingga menjadi kaya. Namun suatu ketika Zakheus mendengar kabar tentang Yesus dan berkeinginan untuk bertemu dengan-Nya karena ia telah mendengar bahwa Yesus telah melakukan banyak mujizat dan penyembuhan terhadap orang-orang yang terkena bermacam-macam penyakit. Ada juga kemungkinan bahwa ia diberitahu mengenai siapa itu Yesus yang tidak pernah melarang siapa pun, bahkan orang berdosa, untuk datang kepada-Nya. Tetapi karena postur tubuh Zakheus yang pendek dan orang banyak di sekitarnya yang juga ingin berjumpa Yesus, dia tidak dapat melihat Yesus. Selain itu Zakheus juga sulit untuk bertemu dengan Yesus karena fakta menyatakan orang banyak pada saat itu juga berusaha mencegahnya untuk bertemu dengan Yesus. Dikisahkan ia hanya memanjat pohon ara untuk bisa melihat dan bertemu oleh Yesus dan akhirnya bisa bertemu Yesus karena Zakheus telah berusaha terlepas dari segala keterbatasannya. 14 Menurut Alkitab. Dia akan membiarkan diri-Nya ditemukan oleh mereka yang dengan tulus mencari Dia. Yesus adalah yang pertama mengambil tindakan untuk mengajak Zakheus dalam percakapan. Mendengar hal itu Zakheus Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita," menurut Alkitab. Bayangkan jika seorang selebriti atau presiden mengatakan bahwa dia ingin makan bersama kita dan menginap di rumah Tentu, kita akan bergegas untuk menyambutnya. Banyak orang pada saat itu yang menyaksikannya sedikit marah dan kesal karena melihat Yesus mau tinggal dan makan bersama dengan Zakheus. Ada yang beranggapan bahwa Yesus tidak pantas duduk makan bersama dengan orang berdosa. Tetapi Yesus memandang Zakheus bukanlah orang yang harus dijauhi seperti yang dilakukan orang-orang pada saat itu, karena Yesus datang ke dunia bukan untuk orang-orang benar melainkan untuk orang-orang berdosa yang ingin meninggalkan dosanya dan melakukan pertobatan yang sejati. Yesus juga melihat Zakheus sebagai orang yang perlu dirangkul dalam kasih untuk menuju pertobatan yang sejati. Memanglah banyak pandangan yang terkesan tidak suka dan bahkan membenci Zakheus namun ketika banyak orang yang menolak Zakheus. Yesus melakukan kebalikannya yaitu Yesus merangkul Dianne Bergant. CSA and Robert J. Karris. OFM. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru ( Yogyakarta: Kanisius,2. , 149. Boland dan Naipospos. Tafsiran Alkitab injil Lukas ( Jakarta : Gunung Mulia, 2008 ), 1. Tafsiran Alkitab injil Lukas, 7. Sri Suwantie. Aupendosa terbesar yang menerima keselamatan (Lukas 19:1-. Ay. Excelsis Deo: Jurnal Teologi. Misiologi dan Pendidikan Andar Ismail. Selamat Mengikut Dia: 33 renungan tentang Kristen, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 24. Zakheus. 17 Sebab bagi Yesus, diri pribadi Zakheus merupakan hal yang jauh lebih penting dibanding dengan berbagai kecaman yang keluar dari orang-orang pada saat itu yang tidak suka dengan Zakheus karena Yesus mau bertemu dengan seorang pemungut cukai. 18 Meskipun banyak penilaian-penilaian keluar yang ditujukan pada Zakheus itu semua bukanlah penentu bagi Zakheus untuk menerima keselamatan sebab manusia tidak diberikan mandat oleh Tuhan untuk menentukan siapa saja yang berhak untuk menerima keselamatan, sebab Allah sendirilah yang memberikan keselamatan itu. 19 Allah yang menciptakan alam semesta dan raja segala raja, meminta agar kata memberikan izin kepada-Nya untuk tinggal di dalam hati kita. Dan yang dilakukan Zakheus adalah Zakheus turun dari pohon untuk bertemu muka dengan Yesus. Seperti Zakheus kita juga harus turun dari ketinggian pohon yang menghalangi kita untuk melihat dan berjumpa Yesus lebih dekat. Untuk bertemu Yesus sehingga dapat bertatap muka lebih dekat, kita harus meninggalkan semua kesombongan, masa lalu, kecemasan, ketakutan, perasaan tidak cinta, dan kesepian. Sama seperti Zakheus, ketika Yesus datang dan memanggil kita, kita harus mengakui Dia. Menerima panggilan-Nya adalah baik bagi kita karena memberi kita kekuatan untuk mengatasi kesulitan bahtera kehidupan ini dan membawa kedamaian sehingga ini jelas bahwa jika panggilan Tuhan harus disambut dengan sukacita. Zakheus kemudian membayar semua pelanggarannya. Menurut hukum Yahudi, siapa pun yang mencuri lembu atau domba harus membayar empat kali lipat (Keluaran 22:. Membayar empat kali lipat secara hukum dan adat sudah cukup, tetapi tidak bagi Zakheus, yang baru saja menerima limpahan kasih dari Yesus. Zakheus menyatakan, "Tuhan, saya akan memberikan setengah dari milik saya kepada orang miskin". Zakheus dimotivasi oleh kasih ini untuk bertindak dengan cara yang melampaui hukum dan tingkat keadilan. Mendengar hal itu Yesus kemudian berkata AuHari ini, keselamatan telah datang kepada rumah ini". Keselamatan akan selalu datang dari pertobatan yang tulus seperti Zakheus yang pada akhirnya menerima keselamatan setelah mengalami kasih Tuhan dan kemudian bertobat dan menebus dosa-dosanya. Sama dengan Zakheus anak Abraham kita juga sama seperti dia yang secara iman merupakan anak-anak Abraham. Sama seperti Abraham, kita memiliki iman dan kita juga dibenarkan oleh iman, khususnya iman kepada Yesus Kristus, karena di dalam Yesus Kristus kita menerima anugerah Allah yang menjadi sumber dan inti kehidupan rohani kita di dalam setiap aspek kehidupan kita. Lebih penting lagi, bagaimanapun, keselamatan yang kita terima sepenuhnya merupakan pemberian cuma-cuma dari Tuhan dan itulah anugerah yang telah kita terima di dalam Kristus Yesus. 22 Karena kita semua telah berdosa dan karena dosa itu kita kehilangan kemuliaan Allah, tidak ada seorang pun yang layak menerima keselamatan jika kita mencari mereka yang melakukannya. Dalam hal ini. Yesus telah datang ke dunia ini untuk menemukan orang yang hilang dan menyelamatkan mereka memelihara setiap domba dalam kawanannya, seperti yang dilakukan seorang gembala baik yang senantiasa menjaga dan melindungi domba-dombanya dari berbagai ancaman yang berbahaya dan mencari dombanya jika ada yang hilang. Menumbuhkan Pertobatan Bagi Anak Muda Melalui Kisah Zakheus Di dalam kehidupan selaku pemuda-pemudi pasti akan mengalami pertobatan dari segala dosa yang kita lakukan karena Tuhan yang mengarahkan kita dan itu pasti akan membuat kita akan berbalik dari perilaku kita yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Namun dari semuanya itu ada pertanyaan kemudian muncul yang mengatakan, apakah ada saat penyembuhan dari dosa? Tidak akan ada harapan bagi kita untuk hidup dalam kuasa dosa jika kita tidak pernah benar-benar merasakan, mengikuti Tuhan dan memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus, serta mengabaikan segala sesuatu yangakan menghambat pertumbuhan kita. 24 Sebab pertobatan sejati datang dari kesadaran yang diberikan oleh Tuhan seperti yang dialami oleh Zakheus di dalam hati dan pikiran kita bahwa kita adalah orang-orang berdosa dan Ibid, 25-26. Robert R. Boehlke. Siapakah Yesus Sebenarnya. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 60 Hasudungan Sidabutar dan Rinto Hasiholan Hutapea. AuTeologi Keselamatan Injil Lukas 19:1-10 dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen,Ay SANCTUM: Jurnal Teologi, vol. 10, no. 1 (Oktober 2. : 15. Boland. Tafsiran Lukas, 183. Gunning. Tafsiran Alkitab: surat Galatia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 36 Haldenguis. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini jilid II, 376 Derek J. Tidball. Teologi pengembalaan (Malang: Gandum Maas, 2. , 157 Hasudung Sidabutar dan Rinto Hasiholan Hutapea Au Teologi Keselamatan injil Lukas 19:1-10 dan implikasinya bagi Pendidikan agama KristenAy. SANCTUM DOMINE: jurnal teologi 10, no. : 1-16 kafir tetapi karena Karya Allah di dalam Yesus Kristus maka kita menjadi layak dan menerima anugerah pengampunan dan beroleh keselamatan. Karya Roh Kudus di dalam hati dan Firman Tuhan adalah obat sejati dan kita harus berfokus pada dua aspek, yang pertama, jika kita tidak pernah menerima koreksi dari firman Tuhan, pertobatan sejati tidak mungkin terjadi dan yang kedua, jika Roh Kudus tidak menggerakkan hati kita untuk percaya dan beriman pada segala sesuatu yang dinyatakan dalam firman Tuhan, tidak akan ada yang namanya kesembuhan yang sejati. Yang mana kesembuhan yang sejati ini akan mendatangkan keselamatan yang asalnya dari pada iman percaya kita pada Yesus, dan keselamatan sendiri memiliki makna secara etimologi yang berasal dari bahasa Ibrani yesyua dan Yunani soteria yang berarti tindakan atau hasil pembebasan atau pemeliharaan dari bahaya atau penyakit dan itu semua mencakup keselamatan serta Banyaknya kesenangan-kesenangan duniawi yang membuat anak muda jatuh dan terjerumus ke dalam dosa baik dalam pergaulan bebas dan bnyak lainya yang mana itu semua membut anak muda saat ini jauh dari Tuhan. Oleh karena itu dikatakan di atas bahwa kita belum benar-benar bertobat jika ingin meninggalkan dosa tetapi tidak mau melepaskan kesenangan, dan aspek dosa lainnya yang membuat hidup kita lebih nyaman dan damai sama seperti Zakheus yang rela memberikan hartanya kepada orang miskin demi mengikut Yesus. Karena memanglah pengorbanan harus kita berikan untuk melepaskan segala sesuatu yang membuat kita berdosa terhadap Tuhan termasuk kesenangan duniawi kita. Kita harus menyingkirkan semua kekotoran yang menjadi penghalang hubungan antara kita dengan Tuhan. Betapa sederhananya mengatakan bahwa kita perlu bertobat, tetapi kita tidak pernah benar-benar ingin menjauh dari apa pun yang menjauhkan kita dari Allah dan jika hal itu sulit kita tinggalkan makan pertobatan ini tidak ada gunanya. Sebab apa gunanya seseorang menangis-nangis menyesali perbuatannya jika nantinya ia kembali pada dosa tersebut? Sebab Pertobatan sejati hanya dapat terjadi ketika kita rela meninggalkan kehidupan kita yang tercemar dan tidak akan kembali lagi pada dosa tersebut dan benar-benar ingin hidup untuk Tuhan. Tetapi menjadi pertanyaan. Apakah semua anak muda mau meninggalkan apa pun yang menghalangi dirinya dari dosa? Apakah kita rela melepaskan hal-hal buruk dalam hidup? Apakah kita ingin meninggalkan diri kita sendiri dan menjalani kehidupan yang berbeda mengikuti Tuhan? 26 Selaku pemuda pemudi Kristen seharusnya bisa mengoreksi diri sendiri, apakah kehidupan yang kita lalui telah melakukan pertobatan yang sejati dan sudah tidak kembali lagi pada kehidupan lama atau sudah setia pada perintah Tuhan dan berada di jalan kebenaran-Nya. Berbalik arah dari kehidupan yang lama dan sungguh-sungguh memasuki kehidupan yang baru. Tentunya kita semua mau bertobat dan berbalik kepada Tuhan sama seperti Zakheus yang tidak menjadikan postur tubuh yang pendek menjadi alasan untuk tidak mencari dan bertemu dengan Yesus. Untuk mencari Yesus, seorang Pemuda harus berada dalam perkenanan-Nya. Akan ada pertobatan, iman, penyerahan, dan sukacita setelah bertemu Yesus27. Sebab inti dari pertobatan adalah percaya kepada Tuhan, menyerahkan semua kendali kepadaNya, dan rela berpisah dengan apa pun yang berharga dan jahat. Dengan kata lain, rela menyerahkan dan juga merelakan apa pun dan itu semua bagian dari memilih Yesus sebab Pertobatan sejati akan membutuhkan perubahan sikap yang radikal untuk menjadi orang percaya dan berserah sepenuhnya kepada Yesus. Ternyata pertobatan sejati menghasilkan bukti nyata dari orang yang bertobat. Bertobat berarti berubah, berubah yang dimaksud tidak hanya melalui perkataan saja melainkan itu harus diwujudnyatakan dalam bentuk perbuatan. Zakheus sekarang hidup sesuai dengan bukti pertobatannya karena dia telah menunjukkan buktinya. Akibatnya, saat kita mempertimbangkan kisah pertobatan dan penyerahan Zakheus, hati dan hidup kita harus menunjukkan perubahan yang berkelanjutan. Hubungan kita dengan Allah dan sesama akan dipengaruhi oleh perjumpaan kita dengan Tuhan kita Yesus Kristus sama seperti yang Zakheus alami setelah perjumpaannya dengan Yesus ia mengalami pertobatan dan membuktikan pertobatan tersebut dengan tindakan-tindakan yang berkenan di hadapan Tuhan di dalam haldenguis. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid II (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , 376. Dessy Handayani. Au Tinjauan Teologis Konsep Iman dan Perbuatan Bagi Keselamatan,Ay EPIGRAPHE: jurnal teologi dan pelayanan kristiani 1, no. : 91 ALKITAB PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU KESIMPULAN Dalam Lukas 19:1Ae1 telah diperlihatkan mengenai pertobatan Zakheus berdampak positif tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi seluruh keluarganya. Pekerjaan Zakheus yang mengepalai pekerjaan pemungut pajak di wilayah Yerikho seringkali mengambil pajak lebih dari yang telah ditetapkan sehingga membuatnya kaya namun dengan cara yang salah. Zakheus sangat menyadari dosa-dosa yang telah dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Dampaknya ia dijauhi oleh lingkungan sekeliling karena pekerjaannya itu. Ketika Zakheus mendengar bahwa Yesus lewat, dia membuka hatinya untuk bertemu Yesus karena dia memiliki niat Untuk menemui Yesus, ia memanjat pohon ara. Yesus tergerak untuk mengunjungi rumah Zakheus setelah menyaksikan tindakan Zakheus ini. Zakheus secara sadar mengakui semua kesalahannya dan menerima penghiburan karena kehadiran Yesus di rumahnya. Sebagai generasi penerus Gereja, kaum muda harus menyadari iman mereka kepada Yesus. Keyakinan ini harus ditanamkan kepada setiap anak-anak muda selaku pemuda-pemudi Kristen agar tercipta nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan Gereja. Untuk menjadi bagian dari kegiatan kerohanian Gereja, seseorang harus memiliki kesadaran diri sebagai landasan bagi pengamalan imannya. Orang-orang muda belajar untuk semakin mengasihi Yesus dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan rohani ini. Pengakuan semua kesalahan dan dosa adalah salah satu kegiatan spiritual yang paling penting. Satu-satunya cara untuk mengakui dosa adalah dengan menyadari bahwa tindakan yang salah akan membuat diri kita jauh dari pencipta kita sehingga dengan dorongan iman kita mulai berbalik pada jalan yang Tuhan kehendaki. Ini membuat pemuda pemudi Kristen harus menyadari bahwa iman haruslah mencakup menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka dan mengakui semua dosa mereka dalam pertobatan kepada Tuhan. Orang muda perlu belajar dari Zakheus, yang bekerja keras untuk bertemu Yesus dan ia tidak memedulikan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Zakheus mengerti bahwa ia sangat berdosa kepada Tuhan oleh karena itu Zakheus berusaha keras untuk bertemu dengan Yesus. Ketika Zakheus berjumpa Yesus, dia dan seluruh keluarganya menerima banyak berkat. Orang muda perlu menyadari bahwa pertobatan merupakan hal yang sangat penting bagi kita supaya kita bisa hidup di jalan yang Tuhan kehendaki sama seperti yang Zakheus alami di dalam kehidupannya. DAFTAR PUSTAKA