Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) MATERI SUMBER ENERGI PADA SISWA KELAS IV SDN 200107/10 PADANGSIDIMPUAN Oleh Fety Pratiwi . Riswandi Harahap2. Nurbaiti3 1*,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email : fetyhr99@gmail. Received: 07 Juni 2022 Article history: Revised: 04 November 2022 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 17 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model Number Head Together (NHT) materi sumber energi kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan. Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Berdasarkan hasil pengamatan observer aktivitas belajar siswa dan guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I aktivitas guru 72,5% dan aktivitas siswa 70%. Pada siklus II meningkat 85% aktivitas siswa dan 82,5% aktivitas guru . Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang di laksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 50% dengan jumlah 9 orang siswa yang sudah mencapai KKM, 50% siswa yang belum mencapai KKM. Siklus II meningkat menjadi 78% atau 14 siswa yang sudah mencapai KKM dan 22% ata 4 siswa belum mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar mencapai 28%. Hal tersebut membuktikan dengan menggunakan model Number Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi sumber energi di kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan. Kata kunci: Hasil Belajar. Model. Number Head Together (NHT). PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi masa depan. Untuk itu dalam proses pembelajaran, model dan media yang berupa bahan da nisi pendidikan yang bermakna sangat menentukan terwujudnya tujuan pendidikan yang berkualitas. Siswa juga perlu mendapat bimbingan, dorongan, dan peluang yang memadai untuk belajar dan mempelajari hal-hal yang perlu dalam kehidupannya. Pendidikan SD adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia di masa yang akan datang adalah siswa-siswa generasi muda pada masa kini karena itu mutu pendidikan bagi siswa di Sekolah Dasar sangat perlu mendapat perhatian, bimbingan, dukungan, arahan, pengajaran dalam melakukan proses pembelajaran yang diberikan guru serta mengelola suasana kelas demi meningkatkan mutu pendidikan. Pembelajaran adalah sebuah hal yang sangat pentinghal yang begitu penting guna untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan juga digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan keilmuan dan skil dasar yang digunakan kehidupan yang bermasyarakat. Guna untuk mencapai keilmuan tersebut maka perlunya sebuah pembelajaran dari salah satu mata pelajaran yaitu Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. ilmu pengetahuan alam. Pelajaran ilmu pengetahuan alam merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang di dasari oleh pengawasan, eksperimen kepada perubahan alam. Pada pembelajaran di mata pelajaran IPA sebaiknya di lakukan dengan melakukan penyelidikan sederhana bukan dilakukan dengan hafalan untuk memahami kumpulan konsep ilmu pengetahuan alam. Pada tingkat sekolah dasar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan sesuai dengan tingkatnya, baik itu kelas rendah ( kelas 1, 2 dan . naupun kelas tinggi . elas 4, 5 dan . Hal ini dapat dilihat dari banyaknya macam materi yang dibagi kedalam 6 tingkatan kelas di sekolah dasar. Salah satu tingkatannya adalah pada kelas IV . Materi-materi IPA di kelas IV merupakan materi lanjutan dari kelas rendah. Salah satu materi yang dipelajari di kelas IV adalah materi sumber energi. Dalam pembelajaran pada umumnya, guru masih menggunakan metode ceramah, yaitu menyampaikan materi ajar hanya dengan melisankan terus-menerus. Peserta didik atau siswa dibiarkan mendengar penjelasan guru hanya menyampaikan melalui lisan saja. Banyak siswa yang merasa tidak tertarik dengan penjelasan guru, dan akibatnya siswa jadi mengantuk. Apa yang disampaikan oleh guru tidak masuk ke ingatan siswa untuk diproses menjadi pengetahuan. Menurut hasil observasi yang dilakukan pada 20 Desember 2021 di SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan siswa kurang memiliki motivasi pada saat pembelajaran berlangsung, justru siswa lebih asyik bermain dan bercerita dengan temannya, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih sangat kurang karena model atau metode yang digunakan guru masih monoton. Siswa beranggapan bahwa pelajaran IPA adalah mata pelajaran yang membosankan dan tidak menarik. Para guru tidak memperhatikan siswanya dikelas. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh materinya yang cenderung bersifat teoritis dan bersifat hafalan, tetapi juga disebabkan oleh cara mengajar yang hanya menggunakan metode ceramah saja dan sumber informasi dalam belajar sepenuhnya berasal dari guru, sehingga siswa kurang aktif saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut hasil observasi ditemukan masalah bahwa guru kurang menggunakan model atau metode yang bervariasi pada saat pembelajaran berlangsung yang dapat memotivasi hasil belajar siswa. Siswa membutuhkan hasil belajar yang peranannya adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan membuat proses pembelajaran lebih menarik, dan menggairahkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan guru, membuat siswa merasa senang dan tertarik sehingga bersemangat dalam belajar. Siswa yang memiliki hasil belajar yang kuat dalam belajar, dan akan berdampak positif terhadap hasil belajarnya. Kecerdasan tinggi dapat gagal jika kekurangan hasil belajar, tetapi hasil belajar akan optimal dengan adanya hasil belajar siswa yang tinggi. Melihat hal ini, maka peneliti berusaha menerapkan model pembelajaran yang tepat, karena metode atau model pembelajaran yang digunakan selama ini kurang maksimal. Agar proses pembelajaran lebih bermakna yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan yang berjumlah 18 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Number Head Together (NHT) merupakan metode pembelajaran yang dapat mengelompokkan siswa dengan pemberian nomor di atas kepala masing-masing siswa bertujuan untuk pemberian identitas terhadap masing- masing siswa dan memudahkan guru untuk memanggil siswa. Numbered head together ini cocok untuk memastikan akuntabilitas individu dalam diskusi kelompok. Tujuan dari NHT adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi gagasan dan pertimbangan jawaban yang paling tepat. Selain untuk meningkatkan kerja sama siswa. NHT juga bisa diterapkan untuk semua mata pelajaran dan tingkatan kelas. Menurut R. Gagne . alam Susanto 2013: . AuBelajar dapat didefenisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibar pengalamanAy. Adapun menurut Trianto . 1: . AuBelajar adalah sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik orang sejak lahirAy. Sedangkan Sagala . 2: . menyatakan bahwa,Ay Belajar adalah perubahan atau membawa akibat perubahan tingkah laku dalam pendidikan karena pengalaman dan pelatihan atau karena mengalami latihanAy. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Sementara menurut Hilgrard . alam Susanto 2013: . AuBelajar adalah suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Perubahan kegiatan yang dimaksut mencakup pengetahuan, kecakapan, tingklah laku yang diperoleh melalui latihan ( pengalaman ). Hilgard menegaskan bahwa belajar merupakan proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui latihan, pembiasaan, pengalaman dan sebagainyaAy. Menurut Hamalik . alam Susanto 2013: . menjelaskan bahwa. AuBelajar dalah memodifikasi atau memperteguh perilaku melalui pengalamanAy. Adapun pengertian belajar menurut Winkel . alam Susanto 2013: . adalah AuSuatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif anatara seseorang dengan lingkungan, dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif konstan dan berbekasAy. Sedangkan menurut Abdillah . alam Aunurrahman 2013: . AuBelajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukanoleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif,afektif dan psikomotorikAy. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan, bahwa belajara adalah suatu perubahan tingkah laku seseorang, perubahan yang disebut mencakup perubahan tingkah laku, kecakapan dan pengetahuan, melalui latihan, pengalaman, dan pembeiasaan. Menurut Susanto . 3: . menyatakan bahwa. AuHasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajarAy. Selanjutnya menurut Suprijono . 5: . AuHasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilanAy. Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Untuk menghasilkan sebuah prestasi dan hasil belajar yang maksimal di butuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Dimyati dan Mudjiono . 9: . mengatakan bahwa AuHasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar atau tindak mengajarAy. Sedangkan menurut syah . alam Sinar 2018: . AuHasil belajar adalah prestasi yang dicapai setelah siswa menyelesaikan sejumlah materi pembelajaranAy. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar itu adalah tingkat keberhasilan seorang siswa didalam mempelajari materi pelajaran dan kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah belajar, yang diperoleh dari penilaian, yang diperoleh dari hasil tes. Hasil belajar sebagaimana telah dijelaslkan Susanto . 3: . meliputi: pemahaman konsep . spek kogniti. , keterampilan . spek psikomotori. dan sikap . spek afekti. , untuk lebih jelasnya dapat dijelaskan sebagai berikut: Pemahaman konsep Pemahaman menurut Bloom . alam Susanto 2013: . , diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman menurut Bloom ini adalah seberapa besar siswa mampu manerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami, atau yang ia rasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang dilakukan. Sedangkan menurut Dorothy . alam Susanto 2013: . AuKonsep merupakan sesuatu yang tergambar dalam pikiran, suatu pemikiran, gagasan, atau suatu pengertianAy. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep merupakan kemampuan yang dimiliki sesorang didalam menyerap arti ataupun materi yang telah dipelajarinya dengan baik. Keterampilan proses Usman dan Setiawati . alam Susanto 2013: . , mengemukakan bahwa AyKeterampilan proses meruppakan keterampilan yang mengarah kepada pembangunan kemampuan mental, fisik, dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri individu siswaAy. Sedangkan menurut Indrawati . alam Susanto 2013: . , merumuskan bahwa keterampilan proses merupakan Aukeseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip ataupun teori, untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuanAy. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses adalah keterampilan seseorang yang terarah, dan mengarah kepembangunan kemampuan mental, fisik dan sosial. Yang digunakan untuk menentukan suatu konsep. Sikap Menurut Lange . alam Susanto 2013: . , sikap tidak hanya merupakan aspek mental sementara, melainkan mencakup pula spek respon fisik. Jadi sikap ini harus ada kekompakan antara mental dan fisik secara serempak. Selanjutnya Azwar mengungkapkan tentang struktur sikap terdiri atas 3 komponen yang saling menunjang, yaitu: komponen kognitif, afektif, dan konatif. Sementara menurut Sardiman . 3: . ,sikap merupakan kecenderungan untuk melakukan sesuatu dengan cara, metode, pola, dan teknik tertentu terhadap dunia sekitarnya baik berupa indivuindividu maupun objek-objek tertentu. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sikap adalah reaksi seseorang terhadap objek tertentu yang bersifat positif atau negative yang biasanya diwujudkan dengan rasa suka atau tidakh suka Ada beberapa factor yang mempengaruhi hasil belajar. Seperti yang dikemukakan oleh Wasliman . alam Susanto 2013: . menyatakan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, sebagai Faktor Internal: faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik yang mempengaruhi kemampuan belajarntya. Faktor internal ini meliputi: kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. Faktor Eksternal: faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang memengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat-marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari yang kuyrang baik dari orangtua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik. Selanjutnya menurut Susanto 2013:13. AuTerdapat sejumlah aspek yang dapat memmpengaruhi hasil pembelajaran dilihat dari faktor guruAy. Kemudian menurut Ruseffendi . alam Susanto 2013: . mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar kedalam sepuluh macam yaitu Aukecerdasan, kesiapan anak, bakat anak, kemauan belajar, minat anak. Model penyajian materi, sikap guru dan pribadi, suasana belajar, kompetensi guru, dan kondisi masyarakatAy Model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan , termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas ( Suprijono 2009: . Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembeljaran dikelas maupun tutorial. Sedangkan menurut Mills . alam Suprijono 2009:. mengatakan bahwa. AuModel pembelajaran merupakan bentuk representasi sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model ituAy. Model pembelajaran dapat di defenisikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah pedoman/pola seorang pendidik dalam penyajian materi ajar yang digunakan untuk mencapai tujuan dala pembelajaran. Maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Pada dasarnya. Number head Together (NHT) merupakan varian dari diskusi kelompok. Menurut slavin . alam Huda 2013: . , metode yang dikembangkan oleh Russ Frank ini cocok untuk memastikan akuntabilitas individu dalam diskusi kelompok. Tujuan dari NHT adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi gagasan dan pertimbangan jawaban yang paling tepat. Selain untuk meningkatkan kerja sama siswa. NHT juga bisa diterapkan untuk semua mata pelajaran dan tingkatan kelas. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Menurut Trianto . AuNumber Head Together (NHT) atau penomoran berfikir bersama adalaah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternative terhadap struktur kelas tradisionalAy. Sedangkan menurut Shoimin . 3: . Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk memengaruhi pola interaksi anatar siswa dan sebagai alternative terhadap struktur kelas tradisional. Peretama kali dikembangkan oleh Spense Kagen untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemehaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa model Numbered Head Together (NHT) adalah suatu model pembelajaran yang dilakukan dengan berdiskusi dengan kelompok sehingga memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi gagasan dan pertimbangan jawaban yang paling tepat dan dapat meningkatkan kerja sama antar siswa yang satu dengan siswa lainnya. Setaip model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, seperti halnya dengan menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Menurut Suranto . alam Shoimin 2014: 108-. , kelebihan dan kelemahan model Numbered Head Together (NHT) sebagai Kelebihan Model NHT Setiap murid menjadi siap. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh Murid yang pandai dapat mengajari murid yang kurang pandai. Terjadi interaksi secara intens atar siswa dalam menjawab soal. Tidak ada murid yang mendominasi dalam kelompok karena ada nomor yang membatasi. Kelemahan Model NHT Tidak terlalu cocok diterapkan dalam jumlah siswa banyak karena membutuhkan waktu yangi Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru karena kemungkinan waktu terbatas. Setiap model pembelajaran tentunya memiliki sintaks atau langkah-langkah yang berbeda dengan model pembelajaran yang lain. Seperti halnya dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Menurut Spenser Kagen . alam Trianto 2011: 82-. , langkah-langkah model pembelajaran Numbered head Together (NHT) yaitu: Fase 1: Penomoran Dalam fase ini, guru membagi siswa kedalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara nomor 1-5. Fase 2: Mengajukan Pertanyaan Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat bervariasi. Pertanyaan dapat amat spesifik dalam bentuk kalimat tanyak. Misalnya. AuBerapakah jumlah gigi oranng dewasa?Ay atau berbentuk arahan, misalnya Aupastikan setiap orang mengetahui 5 buah Ibu kota provinsi yang terletak di Pulau Sumatera. Ay Fase 3: Berpikir Bersama Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim. Fase 4: Menjawab Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan, pada siswa kelas IV. Kepala Sekolah SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan adalah Ibu Susiati siregar. Pd. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II (Gena. kurang lebih satu bulan, yakni dari bulan Maret Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. 2022AeApril 2022. Waktu yang ditetapkan ini dipergunakan mulai dari kegiatan persiapan sampai pelaksanaan tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan yang berjumlah 18 orang siswa, dengan 10 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan pada semester II (Gena. A 2021/2022. Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pada materi sumber energi dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) di Kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Perencanaan penelitian ini meliputi, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalamnpenelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mengumpulkan data. Menurut Sugiyono . 4: . AuPengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai caraAy. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumbulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dangan interview . , kuesioner . , obsrevasi . dan gabungan ketiganya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalh menggunakan observasi dan tes. Observasi digunakan untuk memperoleh variable X (Penggunaan model NHT), sedangkan tes digunakan untuk memperoleh variable Y (Peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA materi sumber energ. Analisis data digunakan dengan analisis deskriptif. Analisis data pada penelitian ini didasarkan pada refleksi pada tiap siklus tindakan. Hal ini bermanfaat untuk rencana perbaiki pembelajaran pada siklus berikutnya. Untuk analisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan kentuntasan belajar siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya dilakukan dengan cara evaluasi soal tes tertulis diakhir siklus (Aqib, 2016: . Untuk melakukan analisis data yang dikumpulkan dilakukan dengan tahap sebagai berikut: Ocycu ycu= OcycA Keterangan : X : Nilai rata-rata Ocx : Jumlah semua nilai OcN : Jumlah siswa (Aqib, 2016: . Menghitung persentase belajar siswa (Aqib, 2016:. Ocsiswa yang tuntas belajar ycy= y 100% Ocsiswa Kriteria keberhasilan belajar siswa yaitu ( Aqib, 2016:. Table 1. Kriteria Tingkat Keberhasilanm Belajar Siswa Sedangkan untuk mengetahui nilai akhir aktivitas Guru dan siswa, dapat digunakan rumus sebagai berikut . ycIycoycuyc ycyyceycycuycoyceEaycaycu Nilai = y 100 ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco Keseluruhan nilai yang diperoleh siswa akan digolongkan sesuai dengan rentangnya berdasarkan pemerolehan hasil penelitian. Data yang dikumpulkan pada hasil itian berdasarkan sikap pelaksanaan PTK yang dianalisis dengan menggunakan teknik penilaian untuk melihat setiap perubahan yang terjadi selama berlangsungnya proses pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus I Siklus ini peneliti menggunakan model Number Head Together (NHT) dengan materi sumber energi dan mulai dikenalkan kepada siswa dalam pembelajaran. Pada tahap perencanaan pada siklus I ini peneliti mempersiapkan kebutuhan dalam pelaksanaan penelitian. Tahapan-tahapan perencanaan di siklus I ini meliputi kegiatan sebagai berikut: Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Peneliti merancang pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan materi sumber energi menggunakan model Nmber Head Together (NHT). Mebuat dan menyediakan soal tes siklus I yang berbentuk pilihan berganda dengan junlah soal 10 butir dan 5 isian sebagai alat untuk mengukur kemampuan siswa. Menyedikan lembar observasi aktivitas siswa Menyediakan lembar observasi aktivitas guru sesuai dengan model pembelajaran dengan menggunakan model Number Head Together (NHT). Dalam kegiatan melakukan observasi pada siswa, hal yang di amati yaitu hasil belajar siswa ketika belajar berlangsung menggunakan model Number Head Together (NHT) Hasil observasi hasil belajar siswa dapat dijadikan sebagai pedoman untuk merencanakan tindakan pada siklus II. Selain lembar observasi, peneliti juga menggunakan soal tes pilihan berganda dan isian untuk mengukur hasil belajar siswa. Observasi siswa Dari beberapa aspek aktivitas siswa di atas yang diamati pada siklus I, hasil observasi yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu mencapai 70% untuk itu peneliti akan melakukan perbaikan pada siklus II dengan menekan pada bagian-bagian yang merupakan kesulitan bagi siswa selama proses belajar berlangsung, agar aktivitas siswa ini bisa di tingkatkan sesuai yang diharapkan. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I Siklus Skor Persentasi Kualifikasi Cukup Observasi Guru Dalam kegiatan observasi guru ini dilakukan oleh guru kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan sebagai observer. Hal yang diamati yaitu kegiatan belajar menggunakan model Number Head Together (NHT). Observasi ini dilaksanakan berdasarkan lembar observasi yang sudah di sediakan. Adapunperolehan skor lembar aktivitas Guru pada siklus I ada pada lampiran. Dari sepuluh aspek aktivitas guru . yang di amati pada siklus I, hasil observasi yang di peroleh peneliti yaitu mencapai persentase 72,5% Kualifikasi cukup. Dari hasil persentase tersebut dapat di simpulkan bahwa pada siklus I aktivitas guru masih kurang maksimal sesuai dengan yang di harapkan. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus I Siklus Persentasi Kualifikasi 72,5% Cukup Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus I, maka dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Rekapitulasi Nilai Hasil Tes Siklus I Kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan KKM Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Siswa Dalam pelaksanaan ujian siklus I ini jumlah siswa yang hadir 18 siswa, dan setelah dilakukan pengujian melalui tes hasil yang diperoleh oleh siswa belum maksimal. Siswa yang mencapai KKM berjumlah 9 siswa dengan persentase 50% dan siswa yang belum mencapai KKM berjumlah 9 siswa dengan persentase 50% untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel rekapitulasi nilai dan diagram batang di bawah ini: Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel 4. Rekapitulasi Nilai Hasil Tes Siklus I Apek yang diamati Nilai Nilai tertinggi Nilai terendah Jumlah siswa yang mencapai KKM Jumlah siswa yang tidak mencapai KKM Untuk melihat presentase hasil belajar peserta didik pada siklus I dapat di gambarkan melalui grafik di bawah ini: Grafik 1. Presentase Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Hasil Penelitian Deskripsi Data Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dilaksanakan dengan 1 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan pada hari rabu 23 maret 2022. Pada tahap ini peneliti melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT). Observasi Siswa Pada tahapan observasi siswa ini sama halnya dalam observasi siswa pada siklus I, dalam observasi siswa siklus I yang dilihat adalah hasil belajar siswa. Hasil observasi siswa pada siklus II ini bisa dibandingkan dengan hasil observasi pada siklus I, apakah sudah ada peningkatan atau Selain lembar observasi peneliti juga menggunakan lembar soal tes untuk mengukur hasil belajar Dari hasil pengamatan siklus II menurut data hasil pengamatan observer Ibu Maryam, aktivitas siswa saat proses pembelajaran berlangsung dapat dikatakan baik. Hal ini bisa dilihat dari tabel hasil pengamatan observer pada siklus II dibawah ini: Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus II Siklus Persentasi Kualifikasi Baik Tabel 6. Perbandingan Hasil Pengamatan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I dan Siklus II Pelaksanaan Skor Siklus I Siklus II Peningkatan Observasi Guru Lembar observasi guru bertujuan tuntuk mengamati peneliti dalam proses pembelajaran . Berdasarkan data hasil observasi yang diperoleh peneliti dari observer sebagai pengamat proses Pengamatan hasil belajar siswa dilakukan oleh observer yaitu Ibu Maryam. Saat melaksanakan pembelajaran peneliti bekerja sama dengan wali kelas IV Ibu Maryam selaku observer untuk mengamati peneliti, berdasarkan hasil pengamatan observer saat pelaksanaan pembelajaran siklus II dapat dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan observer selama proses pembelajaran berlangsung, untuk lebih jelasnya dapa dilihat dari data hasil pengamatan observer dibawah ini: Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel 7. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus II Siklus Persentasi Kualifikasi 82,5% Baik Tabel 8. Perbandingan Hasil Pengamatan Lembar Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus I dan Siklus II Pelaksanaan Skor Siklus I 72,5% Siklus II 87,5% Peningkatan Hasil Belajar Rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini: Tabel 9. Rekapitulasi Nilai Hasil Tes Siklus II Kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan KKM Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Siswa Dalam tabel di atas dapa di lihat ketuntasan hasil belajar siswa meningkat mencapai 78% dengan jumlah siswa 14 siswa, sedangkan 22% atau 4 orang siswa belum mencapai KKM. Untuk mengetahui perbandinganketuntasan hasil belajar sebelum melaksanakan siklus dan sesudah melaksanakan siklus dapa dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 10. Perbandingan Hasil belajar Siswa Sebelum Melaksanakan Siklus dan Setelah Melaksanakan Siklus I dan Siklus II. Indicator Pelaksanaan Sebelum Siklus I Siklus II Tuntas Tidak % tuntas Tidak Tuntas Dari tabel di atas, dapat dilihat hasilo belajar siswa mulai meningkat pada siklus I, sebelum melaksanakan siklus hasil belajar mencapai 33% atau 6 orang siswa yang tuntas, pada siklus I meningkat 17% menjadi 50% atau 9 orang siswa yang tuntas. Hasil belajar siswa makin meningkat 28% pada saat siklus II 78% dengan jumlah 14 siswa yang tuntas. Untuk lebih terperinci dapat dilihat pada diagram dibawah ini: Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Grafik 2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Melaksanakan siklus I. Siklus II Dari diagram diatas terlihat jelas peningkatan hasil belajar siswa mulai sbelum dilaksanakan siklus dan sesudah dilaksanakan siklus I dan siklus II. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan tahun ajaran 2021/2022 dapat disimpulkan Penggunaan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA materi sumber energi di kelas IV SD Negeri 200107/10 Padangsidimpuan tahun ajaran 2021/2022. Hal ini terbukti dengan hasil belajar siswa ketika sebelum melaksanakan siklus, siklus I dan siklus II, pada pra siklus siswa cenderung tidak berani bertanya, siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Setelah diberi tindakan pada siklus I dengan menggunakan model Number Head Together (NHT) yang mempunyai empat tahapan yaitu: Penomoran, memberikan pertanyaan, diskusi bersama, dan menjawab, siswa sudah berani menjawab pertanyaan dari guru atau memberikan pendapatnya dan siswa yang satu bisa bertukar pikiran dengan siswa yang lain atau dengan teman sekelompoknya sehingga menambah pengetahuan siswa. Peningkatan hasil belajar siswasebelum melaksanakan siklus hasil belajar mencapai 33% siswa yang tuntas dengan jumlah 6 siswa, pada siklus I meningkat 17% menjadi 50% dengan jumlah 9 siswa yang tuntas. Hasil belajar makin meningkat dari siklus I ke siklus II 28% terdapat 14 siswa yang tuntas . %) dan diperoleh dri hasil tes. DAFTAR PUSTAKA