Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 MODIFIKASI STRUKTUR INTERFACE TIPE DECK-ON-PILE UNTUK MENDUKUNG FUNGSI GANDA: JEMBATAN DAN CONTAINER YARD STUDI KASUS TERMINAL KALIBARU PELABUHAN TANJUNG PRIOK Nur Laili Safitri1. Muhammad Agung Prasetyo1. Sulastri 1. Wahyu Inggar Fipiana 1 Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Borobudur. Jl. Raya Kalimalang No. 1 Kota Jakarta Timur. Telp/fax: 021-8613877 Email: nurlailisafitri09@gmail. ABSTRAK Studi ini membahas modifikasi struktur dermaga interface pada Terminal Petikemas Kalibaru. Pelabuhan Tanjung Priok atau NPCT (New Priok Container Termina. , dimana kondisi existing berfungsi sebagai jembatan penghubung antara container yard eksisting (CY-. dengan area reklamasi, kini bertambah fungsi menjadi area cadangan penumpukan container. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keadalan desain struktur terhadap beban yag bekerja pada struktur dan mengetahui gaya-gaya yang terjadi serta pengaruh penurunan daya fondasi akibat memodifikasi struktur deck-onpile interface. Analisis struktur menggunakan software SAP2000 sedangkan analisis pondasi tiang pancang dianalisis dengan Ensoft LPILE, dan penggambaran teknis dengan AutoCAD. Hasil penelitian menunjukan struktur Interface lebih besar dibandingkan dari desain aslinya dikarenakan adanya penambahan beban tumpukan container dan adanya aktivitas Loading Unloading dan Dimensi elemen strukturnya pun berubah dari desain awalnya baik itu pada fondasi, pilecap, balok dan pelat. Studi ini menunjukkan bahwa modifikasi interface deck-on-pile dapat mendukung fungsi ganda sebagai jembatan penghubung dan area cadangan penumpukan container secara efektif dan aman. Kata kunci: Struktur interface. Deck on pile. Container. SAP2000. Ensoft LPILE ABSTRACT This study discusses the modification of the interface pier structure at the Kalibaru Container Terminal. Tanjung Priok Port or NPCT (New Priok Container Termina. , where the existing condition functions as a connecting bridge between the existing container yard (CY-. and the reclamation area, now it has an additional function as a container storage reserve area. The purpose of this study is to determine the reliability of the structural design against the loads acting on the structure and to determine the forces that occur and the effect of the reduction in foundation strength due to modifying the interface deck-on-pile structure. Structural analysis uses SAP2000 software while pile foundation analysis is analyzed with Ensoft LPILE, and technical drawing with AutoCAD. The results of the study show that the Interface structure is larger than the original design due to the addition of container stack loads and Loading Unloading activities and the dimensions of the structural elements have changed from the initial design both in the foundation, pilecap, beam and plate. This study shows that the modification of the deck-on-pile interface can support dual functions as a connecting bridge and a container storage reserve area effectively and safely. Keywords: Interface structure. Deck on pile. Container. SAP2000. Ensoft LPILE Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 PENDAHULUAN bantu SAP2000 sedangkan analisis titik jepit pondasinya dengan software Ensoft LPILE. penggambaran strukturnya melalui AutoCAD. Struktur interface berupa deck-on-pile merupakan area atau titik pertemuan antara dua elemen struktural yang berbeda yaitu, menghubungkan CY-57 . ontainer yard eksistin. dengan area reklamasi. Modifikasi desain terletak pada fungsi struktur interface yang tadinya hanya berfungsi sebagai area jembatan . alan akse. antara container yard eksisting dengan reserved area, kini mendukung fungsi ganda yaitu juga untuk cadangan container yard. Maka dari itu, akan penumpukan container 20 ft dan container 40 ft selain beban dari area jembatan berupa truk dan reach stacker. Sesuai dengan Laporan Tahunan PT Pelabuhan Indonesia 2024, ditemukan bahwa volume pelayanan container meningkat sekitar 1 % dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total penanganan mencapai lebih dari 12 juta TEUs. Ditemukan juga bahwa luasan buffer area pada CY-57 semakin berkurang penumpukan container. Dengan demikian, cadangan area untuk container pada struktur interface akan bermanfaat jika ada kebutuhan kapasitas penumpukan container yard yang Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dapat diuraikan bagaimana memodifikasi struktur interface dengan adanya penambahan fungsi container yard serta beban-beban apa saja yang berpengaruh pada perencanaan struktur interface, perancangan elemen beton pracetak meliputi pelat, balok, pilecap, dan tiang pancang pada struktur interface serta pengaruhnya terhadap daya dukung pondasi serta penurunannya selain itu dalam konstruksi, lantai tidak hanya dipandang sebagai permukaan horizontal, tetapi juga sebagai elemen struktural yang berpengaruh terhadap kenyamanan, kekuatan, dan stabilitas bangunan secara keseluruhan (Anggraeni, 2. Untuk perhitungan analisis strukturnya akan menggunakan bantuan perangkat lunak SAP2000, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya-gaya yang terjadi serta pengaruh penurunan daya fondasi akiabt memodifikasi struktur deck-on-pile interface dengan adanya penambahan fungsi cadangan container yard. Analisa menggunakan program METODE PENELITIAN Data Perencanaan Perencanaan dimensi elemen struktur interface meliputi pelat lantai, balok, pilecap, dan tiang pancang. Pengumpulan Data Peta batimetri adalah peta yang menggambarkan topografi dasar dengan menunjukkan kedalaman dan kontur dasar secara detail yang diukur dari posisi 0. 0m LWS (Lowest Water Sprin. Alat ukur yang digunakan adalah MBES (Multi Beam Echo Sounde. , kemampuannya mengumpulkan data kedalaman pada banyak titik secara simultan, sehingga mempercepat proses pemetaan batimetri dengan resolusi tinggi dan cakupan area yang lebih luas (Viala et al. , 2. Data tanah, data layout eksisting. Data oseanografi meliputi : data pasang surut, data arus, data angin Pembuatan Pemodelan Struktur Pemodelan 3D deck on pile interfase serta potongan baik tampak atas dan melintang struktur inteface dilakukan untuk untuk dianalisis dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SAP2000. Pemodelan ditunjukan pada Gambar 1, 2 dan 3. Gambar 1. Model 3D - Deck-on-pile Interface Gambar 2. Tampak Atas - Deck-on-pile Interface Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Bagan Metode Penelitian Gambar 3. Model Potongan Melintang Struktur Interface Gambar 4. Kondisi Eksisting Area Interface Gambar 5. Kondisi Awal Struktur Interface Gambar 4 dan Gambar 5 memperlihatkan kondisi existing area interface serta kondisi awal struktur dan untuk analisis pondasinya dengan program Ensoft LPILE, serta penggambaran strukturnya melalui AutoCAD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan hasilnya berupa angka yang dituangkan ke dalam bentuk tabel, yang merupakan hasil perhitungan struktur pelat melalui metode, standart, dan software yang Adapun bagan alir metode penelitian dapat dilihat dibawah ini. Lokasi Pekerjaan Rancang dan Bangun Terminal Kalibaru 1B Pelabuhan Tanjung Priok ini berada di Jalan Terminal Kalibaru Raya. Kelurahan Kali Baru. Kecamatan Cilincing. Kota Jakarta Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Peta lokasi pekerjaan ditunjukkan pada gambar berikut. Kali Baru. Kecamatan Cilincing. Kota Jakarta Utara. Daerah Khusus Ibukota. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7. Gambar 6. Lokasi Pekerjaan Terminal Kalibaru Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Pada fungsi yang pertama interface berfungsi sebagai jembatan penghubung menuju buffer area sebelum terminal CT-2, yang dirancang untuk dilewati serta memungkinkan area parkir bagi truk container, sekaligus sebagai jalur lintasan bagi alat berat pengangkat container seperti reach stacker. Fungsi sebagai jembatan penghubung dan container yard, dapat dilihat pada Gambar 8. Gambar 7. Lokasi Tinjauan Elevasi struktur interface mengacu pada elevasi rata-rata eksisiting di CT 1, yaitu 4. mLWS. Adapun lebarnya berdasarkan rata-rata bibir pantai area reklamasi sebelah utara dan panjang interface disesuaikan dengan eksisiting CY 57, yakni 51. 55 m dan 400 m. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 8. Layout fungsi Interface sabagai Jembatan penghubung Pemodelan Struktur Perencanaan menggunakan software SAP2000 versi 21. Sistem struktur yang digunakan pada model interface ini yaitu strong beam weak column maka stiffness modifier untuk balok dan pilecap 5 (ASCE 61-. Berdasarkan ASCE 61-14 stiffness bagian pelat digunakan 0. 5 dan stiffness modifier yang digunakan untuk pile 7 dapat dilihat pada Tabel 1. Pada fungsi yang kedua, interface berperan sebagai jembatan penghubung sekaligus container yard tambahan yang digunakan untuk menampung container apabila area container yard eksisting memerlukan ruang penumpukan Selain itu, interface ini juga berfungsi sebagai jembatan akses menuju buffer area sebelum terminal CT-2, dirancang untuk dilewati dan menyediakan area parkir bagi truk container, serta menjadi area penumpukan container dengan konfigurasi blok tumpukan hingga maksimal lima lapis dapat dilihat pada Gambar 9. Tabel 1. Sifat-sifat bagian elastis untuk komponen Pier dan Wharf Preliminary Desain Struktur Interface berupa deck dengan ukuran total 400 m x 51. 55 m yang ditumpu oleh tiang pancang beton . oncrete spun pile. CSP) berdiameter 800 mm. Terdapat 2 . deck utama yang dipisahkan oleh dilatasi sebesar 100 mm, balok deck berukuran 1250 mm x 1000 mm dengan pilecap berdimensi 1500 mm x 1500. Gambar 9. Layout fungsi Interface sebagai Container Yard & Jembatan Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Analisis kedalaman titik jepit dilakukan dengan bantuan software LPILE dengan memodelkan tanah dan tiang tunggal ketika diberi deformasi sebesar deformasi izin maksimum yaitu 100 mm pada kepala tiang. Parameter desain tanah dibuat berdasarkan data penyelidikan tanah dan hasil laboratorium. Pada kondisi gempa, lapisan tanah terlikuefaksi dimodelkan sebagai Auliquefiable sandAy atau pasir yang menimbulkan likuefaksi seperti dilihat pada Gambar 10. Gambar 11. Pembebanan UDL 10 kN/m2 kasus 1 (Beban Merat. Gambar 12. Pemodelan Jalur Moving Load Pembebanan Truk Pembebanan Truk Skema 1 (Searah Sumbu Y) Gambar 10. Pemodelan Titik Jepit pada LPILE (Free Standing 4. data B-01 (Kondisi Servi. Beban Reach Stacker Reach Stacker yang beroperasi di area struktur interface adalah reach stacker dengan kondisi travelling & laden. Analisa Pembebanan Struktur Pembebanan yang digunakan terdiri atas beban mati, terdiri dari berat sendiri struktur/ DL (Dead Loa. dan berat mati tambahan/ SDL (Superimposed Dead Loa. ( SNI 1725-2. Beban hidup adalah semua beban bergerak termasuk orang, peralatan, perlengkapan lain, partisi yang bergerak, bagian dari peralatan yang dibongkar, dan material-material yang sifatnya disimpan sementara. Beban hidup terdistribusi merata di atas deck/ lantai struktur atau disebut juga dengan UDL (Uniformly Distributed Loa. diperhitungkan sebesar 1 ton/m2 . kN/. dapat dilihat pada Gambar 11 dan 12. Beban hidup dapat berupa beban hidup merata ataupun beban terpusat. Beban Stockyard Container Pemodelan dimodelkan sebagai static load, beban di input pada frame sesuai dengan titik tumpuan penumpukan container Secara umum untuk denah titik pembebanan stockyard dapat dilihat pada Gambar 13. Gambar 13. Denah Titik Pembebanan Stockyard Container Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Gambar 14. Pembebanan Stockyard Container . Tumpuka. = 75. N/m2 A1 . = 75. CD . = P1 . = 4. = 75. N/m2 A2 . = 2. CD . = P1 . = 0. Pemodelan pada container yang digunakan adalah tipe container 20Ao dan 40Ao. Penumpukan container pada area struktur interface akan direncanakan dengan beban sebanyak 5 tumpukan container. pemodelan pembebanan stockyard container, ditunjukan pada Gambar . 120 km/jam untuk kondisi ekstrem = 33. = 679. 750 N/m2 A1 . = 75. CD . = 0. P2 . = 41. Beban Lingkungan Beban arus pada struktur dermaga menggunakan persamaan dari BS 6349-12:2016, dengan kecepatan arus yang diperhitungkan dalam perencanaan struktur . 00 knot untuk kondisi operasional = 514 m/s q2 . = 679. 750 N/m2 An = 3. FD1 = 0. 50 knots untuk kondisi ekstrem = 0. CD = 1. V2 . = 0. An = 3. FD2 = 1. CD . = 0. P2 . = 1. Baik itu beban mati, beban hidup terpusat maupun merata serta beban lingkungan. Semuanya akan diperhitungkan juga dianalisis dengan standar kombinasi pembebanan yang digunakan adalah Port of Long beach (POLB) dan SNI 1726-2019. Analisa gaya dalam diperoleh dari output SAP2000 yang meliputi, momen lentur, gaya geser, pengecekan terhadap torsi, reaksi tumpuan atau nilai gaya Berdasarkan SNI 2847:2019 Pasal 12, diafragma adalah elemen horizontal struktur yang menyalurkan gaya yang bekerja ke elemen vertikal sistem penahan gaya gempa (Andra et , 2. Kombinasi beban dirancang untuk komponen-elemen elemen-elemen Kombinasi beban pada kondisi operasional mengacu pada POLB (Port of Long Beac. Ver. 4 tanpa memperhitungkan kombinasi beban sandar dan tambat kapal, dan untuk kondisi beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Untuk load kombinasi dapat dilihat pada Gambar 15. CD = 1. V1 . = 0. A2 . = 2. Beban angin dihitung menggunakan persamaan dari BS 5400-2:1978, dengan kecepatan angin yang diperhitungkan dalam perencanaan struktur adalah: 40 km/jam untuk kondisi operasional = 11 m/s Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Gambar 15. Load Combination Ultimate Gambar 18. Defleksi Horizontal Maksimum Akibat Beban Lateral Gempa Deck Interface Gambar 16. Allowable Stress Design (ASD) Pada perencanaan gempa pada struktur Interface,beban diperhitungkan dalam analisis dan perencanaan adalah sebesar 10% dari beban hidup merata rencana . % UDL LL). Dapat dilihat pada Gambar 16. Pada Gambar 18 terlihat deformasi lateral yang terjadi masih lebih kecil dari batasan izin. Deformasi lateral akibat beban gempa struktur interface sebesar 64. 7 mm dengan batasan izin 100 mm, maka deformasi akibat beban gempa SNI yang terjadi masih lebih kecil dari batasan Hasil Analisis Defleksi Simpangan Horizontal Hasil Reaksi Perletakan Berdasarkan Gambar 17 terlihat batas defleksi simpangan horizontal maksimum struktur pada kondisi operasional adalah H/300 untuk beban servis dan tidak lebih dari 100 mm untuk beban gempa, dengan H adalah tinggi struktur sampai dengan level titik jepit fondasi. Deformasi lateral akibat beban servis struktur interface sebesar 48 mm, sedangkan batasan izin sebesar 17100 mm/300 = 57 mm. Pada Gambar 19 ditampilkan pemodelan reaksi perletakan tiang interface yang didapatkan dari analisa struktur menggunakan SAP2000. Gambar 19. Denah Reaksi Tiang Interface Pada Gambar 20 ditampilkan gaya aksial dan momen yang terjadi dari hasil reaksi perletakan yang didapatkan dari analisa struktur menggunakan SAP2000 hasil analisis gaya axial dan momen yang terjadi pada CSP 800. Gambar 17. Defleksi Horizontal Maksimum akibat Beban Servis Deck Interface Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Gambar 20. Gaya Axial dan Momen Maksimal pada CSP 800 Analisis Penulangan Balok Pada Tabel 2 ditampilkan hasil analisa struktur interface dengan aplikasi SAP2000, gaya dalam yang dipakai untuk mendesain balok CB 1250 x 1000 mm untuk gaya-gaya dalam diambil dari nilai yang terbesar dari seluruh frame dengan penampang dan arah pemasangan balok yang sama. Hal ini dikarenakan seluruh area interface berfungsi sama untuk menahan gaya beban di atasnya, mengingat pada bab pembebanan, tidak dilakukan pembebanan secara menyeluruh, namun hanya sampling pada area yang dianggap kritis. Gambar 21. Diagram Moment Balok Pada Frame 1859 Tabel 3. Resume Kebutuhan Tulangan Longitudinal Output SAP2000 Tabel 2. Resume Gaya Dalam CB 1250 x 1000 Hasil Analisis Struktur Bawah Interface Dari hasil analisa struktur interface menggunakan aplikasi SAP2000, resume gaya dalam yang dipakai untuk mendesain Pilecap 1500 x1500 x 1500 mm, gaya-gaya dalam diambil nilai yang terbesar dari seluruh frame,tipe ukuran pilecap hanya 1 tipe, hal ini dikarenakan seluruh area interface berfungsi sama untuk menahan gaya beban di atasnya, mengingat pada bab pembebanan, tidak dilakukan pembebanan secara menyeluruh, namun hanya sampling pada area yang di anggap kritis. Dalam pemodelan elemen pilecap dimodelkan sebagai balok. dilihat pada Tabel 4. Verifikasi hasil perhitungan dilakukan untuk pengecekan perbandingan antara perhitungan tulangan utama versi manual dengan output sap 2000 dengan sampling pada Dapat dilihat dari Tabel 2 resume gaya dalam balok CB 1250 x 1000 mm, beban-beban maksimum berada pada frame yang berbedabeda. Pada kasus ini akan diambil 1 frame desain balok dengan momen lapangan ( ) maksimum (Gambar . Untuk memastikan bahwa perhitungan kebutuhan tulangan lentur pada perhitungan SAP2000 mendapatkan nilai As yang sama,diambil sampel frame balok 1859 dengan output gaya. Adapun kebutuhan tulangan longitudianal dapat dilihat pada Tabel 6 dibawah ini. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 4. Resume Gaya Dalam PC 1500 x 1500 x 1500 mm Tabel 5. Output gaya dalam pada elemen frame Pile Hasil analisis Pile Head Treatment Tabel 6. Analisis Daya Dukung Aksial Dari hasil analisis yang dilakukan dengan SAP2000, gaya dalam yang digunakan untuk mendesain Pile Head Treatment/ sambungan Pile dan Pilecap diambil dari gaya dalam pada frame pile, dikarenakan dalam pemodelan pembebanan adalah sampling/ tidak semua area di bebani maka gaya dalam yang di pakai diambil gaya yang terbesar dari hasil gaya dalam semua frame pile, dapat dilihat pada Tabel 5. Hasil analisis di atas, panjang total fondasi tiang pancang sebesar 25 hingga 28 m telah memenuhi persyaratan desain. Hasil Analisis Daya Dukung Aksial Tiang Tunggal Analisis Penurunan Analisis daya dukung fondasi tiang pancang (Prestresses Concrete Spun Pil. dilakukan dengan meninjau tiang berdiameter 800 mm dan mutu beton fcAo 52 MPa. Daya dukung tiang tunggal dihitung dengan korelasi empiris berdasarkan nilai N-SPT. Formula yang digunakan untuk tiang pancang dari metode Meyerhof 1956 (Lestari, 2. Hasil perhitungan daya dukung tiang tunggal untuk data tanah B-01dengan kondisi reaksi struktur maksimum dari beban servis dan daya dukung fondasi pada setiap data tanah, didapatkan panjang fondasi tiang pancang dia. 800 mm dan faktor keamanan pada kondisi servis seperti ditunjukkan pada Tabel 6. Seluruh gaya aksial yang terjadi akan terlebih dahulu dipikul oleh skin friction pada Oleh karena itu, perhitungan proporsi aksial yang terjadi akan terlebih dahulu dilimpahkan kepada skin friction dan end bearing akan memikul sisa gaya aksial pada titik tersebut. Berikut perhitungan penurunan segera untuk Area Interface A dengan data awal perhitungan penurunan segera menggunakan data tanah B-01, dapat dilihat pada Tabel 7. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 7. Data Awal Perhitungan Penurunan Segera. B-01 maka dapat disimpulkan penurunan fondasinya relatif aman. KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang telah didapat dari perhitungan yang telah dilakuan dapat disimpulkan bahwa : Dengan adanya penambahan fungsi container yard pada struktur interface, maka ada penyesuaian dari as bangunan yang dikondisikan sama dengan area titik tumpuan penumpukan container. Dimensi elemen strukturnya pun berubah dari desain awalnya baik itu pada fondasi, pilecap, balok dan pelat. Hasil Analisa struktur Interface lebih besar dikarenakan adanya penambahan beban tumpukan container dan adanya aktivitas Loading Unloading di mana pada perencanaan sebelumnya tidak ada aktivitas Loading Unloading Container. Dengan langkah yang sama dilakukan perhitungan untuk seluruh data tanah, sehingga didapatkan hasil penurunan segera fondasi interfase yang terjadi. Seluruh gaya aksial yang terjadi akan terlebih dahulu dipikul oleh skin friction pada tiang. Oleh karena itu, perhitungan proporsi aksial yang terjadi akan terlebih dahulu dilimpahkan kepada skin friction dan end bearing akan memikul sisa gaya aksial pada titik tersebut (Elasti. (Vesic,1. ditampilkan pada Tabel 8. DAFTAR PUSTAKA