Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10 No. 1 Tahun 2021 Aktivitas Antidiabetik Ekstrak Rimpang Kunyit ( Curcuma Domestica Val. Pada Zebrafish (Danio Reri. Endang Istriningsih1. Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati2 email: endang. hanggoro@gmail. Stikes Bhamada Slawi. Jl. Cut Nyak Dhien No. Kalisapu. Slawi. Kab Tegal Article Info Abstrak Article history: Submission September 2020 Accepted Desember 2020 Publish Januari 2021 Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah, hal ini dapat terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin . ormon yang mengatur gula darah atau glukos. , atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Diabetes melitus akan menyebabkan beberapa manifestasi klinik lainnya. Sebagian besar diabetes melitus adalah diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus tipe 2 ini diobati dengan menggunakan obat antidiabetik oral, namun pada penggunaan jangka Panjang dapat menyebabkan berbagai efek samping, diantara gangguan fungsi Sedangkan kunyit adalah tumbuhan yang banyak tumbuh diIndonesia, dan memiliki kadar curcumin yang memiliki efek antidiabetik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat efek antidiabetik dari rimpang kunyit. Penelitian ini dilakukan dengan menginduksi hiperglikemik dengan alloxan dan glukosa selama 3 hari, kemudian dilanjutkan dengan memejankan senyawa uji. Zebrafish dibagi menjadi 5 kelompok yaitu, kelompok I adalah kontrol negatif, kelompok II adalah ektrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 15,625 AAg/ml, kelompok i adalah ektrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 31,25 AAg/ml, kelompok IV konsetrasi 62,5 AAg/ml, kelompok V konsentrasi 125 AAg/ml. Kelompok Uji terdiri dari zat uji yang ditambahkan dengan DMSO 0,1%. Kemudian pada hari ke-4 dilakukan pengukuran kadar glukosa dalam darah dengan glucometer. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan rata rata kadar glukosa darah pada kelompok I, kelompok II. Kelompok II. Kelompok IV, dan kelompok V berturut turut adalah 144,43A15,89mg/dL. 106,58 A9,81 mg/dL. 103,57A10. 91mg/dL. 83,00A4,32mg/dL. dan 81,29A5,31mg/dL. Selanjutnya dilakukan analisa data, dan diperoleh kesimpulan bahwa semua kelompok ekstrak kunyit memiliki efek Efek tersebut disebabkan adanya kandungan curcumin yang terkandung dalam ekstrak rimpang kunyit. Kata kunciAiAntidiabetik. Glukosa darah. Curcuma Domestica Val. Zebrafish Ucapan terima kasih: Terimakasih kepada ristekdikti yang telah memberi dukungan STIKes Bhakti Mandala Husada yang telah memberi dukungan dan kesempatan atas terlaksananya penelitian ini Abstract Diabetes is a chronic disease that occurs due to high levels of sugar in the blood, this can occur because the pancreas does not produce enough insulin . hormone that regulates blood sugar or glucos. , or when the body cannot effectively use the insulin it produces. Diabetes mellitus will cause several other clinical Most diabetes mellitus is type 2 diabetes mellitus. Type 2 diabetes mellitus is treated using oral antidiabetic drugs, but in long-term use it can cause various side effects, including impaired kidney function. Meanwhile, turmeric is a plant that grows a lot in Indonesia, and has levels of curcumin which has an antidiabetic effect. The purpose of this study was to see the antidiabetic effect of This research was conducted by inducing hyperglycemia with alloxan and glucose for 3 days, then continued by cooling the test compound. Zebrafish was divided into 5 groups, namely group I was negative control, group II was Endang Istriningsih. Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati Vol 10 . 2021 pp 60-65 ethanol extract of turmeric rhizome with a concentration of 15. 625 AAg / ml, group i was ethanol extract of turmeric rhizome with a concentration of 31. 25 AAg / ml, group IV had a concentration of 62. 5 AAg / ml. , group V with a concentration of 125 AAg / ml. The Test group consists of the test substance added with DMSO Then on the 4th day measuring blood glucose levels with a glucometer. From the test results, it was found that the average blood glucose levels in group I, group II, group II, group IV, and group V were 144. 43 A 15. 89 mg / dL, 58 A 9. 81 mg / dL. 57 A 10. 91mg / dL. 00 A 4. 29 A 5. 31mg / dL. Furthermore, data analysis was carried out, and it was concluded that all groups of turmeric extract had an antidiabetic effect. This effect is due to the curcumin content contained in the extract of turmeric. Keyword Ae Antidiabetic. Blood glucose. Curcuma Domestica Val. Zebrafish DOI 30591/pjif. v%vi%i. A2021Politeknik Harapan Bersama Tegal Alamat korespondensi: Prodi Di Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal Gedung A Lt. Kampus 1 Jl. Mataram No. 09 Kota Tegal. Kodepos 52122 Telp. E-mail: parapemikir_poltek@yahoo. Endang Istriningsih. Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati Vol 10 . 2021 pp 60-65 p-ISSN: 2089-5313 e-ISSN: 2549-5062 A. Pendahuluan Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah, hal ini dapat terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin . ormon yang mengatur gula darah atau glukos. , atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Menurut International Diabetes Federation, prevalensi diabetes di dunia sebesar 8,8% dari populasi dunia pada tahun 2017, yang tersebar pada usia 20-79 tahun. Setiap detik diperkirakan tujuh orang meninggal karena diabetes atau komplikasinya. Dan 50% diantaranya atau sekitar 2 juta orang berada pada usia dibawah 60 tahun. Dan pada tahun 2045 diperkirakan akan meningkat hingga 9,9%. Jika kadar gula dalam darah penderita diabetes melitus tidak dikendalikan maka akan timbul berbagai penyakit lain seperti hipertensi, gangguan penglihatan mata, neuropati peprifer, stroke, luka yang sulit sembuh, gangren, kerusakan hati dan ginjal. Pengobatan diabetes yang selama ini diberikan adalah obat antidiabetes oral. Namun penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan berbagai masalah efek samping yang timbul . Beberapa di antaranya adalah hepatotoksik, nefrotoksik, hipoglikemi, gangguan system Indonesia memiliki kekayaan hayati terbesar di dunia, salah satunya adalah rimpang Rimpang kunyit merupakan tanaman biofarmaka kelompok rimpang dengan luas panen di Indonesia nomer dua setelah jahe, yaitu 496,73 hektar. Sedangkan produksi kunyit di Indonesia pada tahun 2017, setahunnya mencapai Rimpang kunyit memiliki kandungan curcumin yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Salah satu manifestasi klinik dari diabetes melitus adalah kerusakan pada ginjal karena tingginya kadar glukosa dalam darah. Curcumin ini juga memiliki efek nefroprotektor yang dapat melindungi ginjal. Hal ini menjadi latar belakang penelitian Aktivitas Antidiabetik Ekstrak Rimpang Kunyit ( Curcuma domestica Val. ) Pada Zebrafish (Danio reri. 4,5,6 Metode Desain penelitian ini adalah eksperimental post test only control group design. Hewan uji hanya diukur sekali setelah dilakukan pemejanan senyawa uji dan digunakan kelompok kontrol negatif sebagai pembandingnya. Dengan menggunakan zebrafish sebagai hewan uji, karena zebrafish memiliki model metabolisme glukosa yang sama dengan manusia. Tahapan dari penelitian ini adalah ekstraksi rimpang kunyit, induksi hiperglikemik, pemejanan senyawa uji, pengukuran kadar glukosa dalam darah, serta analisis hasil penelitian. Rimpang kunyit diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut alkohol Selanjutnya pelarut diuapkan hingga didapatkan ekstrak kental. Zebrafish diadaptasikan terlebih dahulu. Kemudian dilakukan induksi hiperglikemik pada Induksi dilakukan dengan memberikan alloxan 0,4% selama 1 jam, dan dilanjutkan dengan glukosa 2%, induksi dengan glukosa ini dilakukan selama 24 jam. Induksi tersebut diulang selama 3 hari. 7,8,9,10 Zebrafish yang digunakan sebagai subyek penelitian dibagi menjadi 4 kelompok uji yaitu kelompok I adalah kontrol negatif, kelompok II adalah ektrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 15,625 AAg/ml, kelompok i adalah ektrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 31,25 AAg/ml, kelompok IV konsetrasi 62,5 AAg/ml, kelompok V konsentrasi 125 AAg/ml. Kelompok Uji terdiri dari zat uji yang ditambahkan dengan DMSO 0,1%. Zebrafish dipejankan senyawa uji selama lima hari, pada hari ke-5 diukur kadar glukosa dalam darahnya dengan glukosameter. Kemudian hasilnya dianalisis dengan One Way Anova dan diteruskan dengan Post Hoc Hasil dan Pembahasan Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek antidiabetk pemberian kombinasi ekstrak etanol kunyit pada zebrafish Ekstraksi Penelitian ini menggunakan rimpang kunyit yang berusia antara 3-6 bulan, untuk mendapatkan kadar curcumin yang tinggi. Dilakukan sortasi basah pada rimpang kunyit yang telah dipilih. Sortasi basah dilakukan dengan memisahkan rimpang kunyit dengan pengotornya, yang berupa tanaman yang telah busuk, bagian tanaman lainnya, tanah, kerikil, dan bahan Selanjutnya perendaman dan gosok gosok rimpang dengan tangan, untuk menghilangkan kotoran yang Selanjutnya dicuci dibawah air Kunyit yang telah bersih, kemudian Perajangan dimaksudkan untuk mempercepat proses pengeringan. Rimpang Endang Istriningsih. Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati Vol 10 . 2021 pp 60-65 kunyit yang telah dirajang kemudian dikeringkan dengan dioven dengan suhu 35A C sehingga tidak mudah merusak zat aktif yang terkandung dalam Simplisia yang telah kering selanjutnya diserbuk untuk memperkecil ukuran permukaan, sehingga memperbesar permukaan yang kontak dengan larutan penyari. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi, dengan pelarut etanol 96%. Karena pelarut ini terbukti dapat melarutkan curcumin yang memiliki efek antidiabetik. Hasil maserasi adalah masarat, maserat ini kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator dan waterbath pada suhu 60AC. Selanjutnya akan diperoleh ekstrak kental. Penggunaan suhu tersebut dimaksudkan agar etanol menguap sempurna, namun tanpa merusak curcumin. Rendemen ekstrak yang diperoleh dari ekstraksi 336,7 gram serbuk rimpang kunyit adalah 9,76% Induksi Penellitain ini menggunakan zebrafish jantan (Danio reri. Zebrafish dapat digunakan sebagai hewan model penyakit gangguan metabolik diabetes melitu. Zebrafish digunakan karena memiliki kemiripan dalam hal patofisiologi gangguan metabolik diabetes melitus. 6,7,8 Sebelum diadaptasikan dulu selama 7 hari. Zebrafish yang digunakan adalah zebrafish jantan, untuk menghindari variasi yang mungkin dapat terjadi karena faktor hormonal. Induksi hiperglikemik dilakukan dengan pemberian alloxan 0,4% selama 1 jam dan glukosa 2% selama 24 jam. Induksi dilakukan selama 3 Pemberian alloxan dimaksudkan untuk merusak sel Ae sel beta pankreasnya, sedangkan pemberian glukosa dilakukan memicu resistensi insulin dan mempercepat keadaan hiperglikemik pada zebrafish. Uji Aktivitas Antidiabetes Pada hari keempat dilakukan perlakuan dengan merendam zebrafish pada masing masing larutan Zebrafish yang digunakan sebagai subyek penelitian dibagi menjadi 4 kelompok uji yaitu kelompok I adalah kontrol negatif, kelompok II adalah ekstrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 15,625 AAg/ml, kelompok i adalah ektrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 31,25 AAg/ml, kelompok IV konsetrasi 62,5 AAg/ml, kelompok V konsentrasi 125 AAg/ml. Kelompok Uji terdiri dari zat uji yang ditambahkan dengan DMSO 0,1%. Pada hari keempat dilakukan pengukuran kadar glukosa dalam darah zebrafish dengan Tabel 1. Hasil Pengukuran Kadar Glukosa dalam Darah Zebrafish Kelompok Rerata C ASD g/dL) Kelompok I Kelompok II Kelompok i Kelompok IV Kelompok V 144,43A15,89 106,58A9,81 103,57A10,91 83,00A4,32 81,29A5,31 Keterangan: Kelompok I Kelompok II Kelompok i Kelompok IV Kelompok V : Kelompok kontrol negatif : Ekstrak kunyit 15,625 AAg/ml : Ekstrak kunyit 31,25 AAg/ml : Ekstrak kunyit 62,5 AAg/ml : Ekstrak kunyit 125 AAg/ml Hasil uji antidiabetik menunjukan bahwa rata rata kadar glukosa darah pada kelompok I, kelompok II. Kelompok II. Kelompok IV, dan 144,43A15,89mg/dL. 106,58 A9,81 mg/dL. 103,57A10. 91mg/dL. 83,00A4,32mg/dL. 81,29A5,31mg/dL. Dari hasil pengukuruan kadar glukosa tersebut, dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan One Way Anova. Hasil uji One Way Anova menunjukan nilai signifikansi dibawah 0,00, hal tersebut bermakna paling tidak ada 2 kelompok yang berbeda signifikan. Untuk dapat mengetahui kelompok mana yang memiliki perbedaan yang signifikan selanjutnya dilakukan dengan Uji Post Hoc Tabel 2. Hasil Uji Post Hoc (I) kelompok (J) Kelompok II Kelompok i Kelpmpok I Kelompok Kelompok V Kelompok II Kelompok i Mean Difference (I-J) 37,86* 40,86* 57,43* Sig. 63,14 ,000 Endang Istriningsih. Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati Vol 10 . 2021 pp 60-65 ,003 ,002 ,000 Kelompok 19,57* ,012 Kelompok V 25,29* ,002 Kelompok 16,57 ,058 Kelompok i IV Kelompok V 22,28* ,010 Kelompok IV Kelompok V -5,71 ,319 The mean difference is significant at the 0. 05 level. Keterangan: Kelompok I : Kelompok kontrol negatif Kelompok II : Ekstrak kunyit 15,625 AAg/ml Kelompok i : Ekstrak kunyit 31,25 AAg/ml Kelompok IV : Ekstrak kunyit 62,5 AAg/ml Kelompok V : Ekstrak kunyit 125 AAg/ml Hasil uji post hoc menunjukan bahwa semua kelompok perlakuan memiliki efek antidiabetik ditandai dari seluruh kelompok perlakuan memiliki kadar glukosa lebih rendah dari kelompok kontrol negatif dan berbeda signifikan. Sedangkan makin tinggi konsentrasi ekstrak etanol rimpang kunyit yang diberikan memiliki efek antidiabetik semakin tinggi. Efek antidiabetik dari kelompok ekstrak kunyit konsentrasi 15,625 AAg/ml tidak berbeda signifikan dengan kelompok konsentrasi 31,25 AAg/ml. Namun memiliki perbedaan yang signifikan dengan kedua kelompok lainnya. Kelompok konsentrasi kunyit ekstrak kunyit 31,25 AAg/ml memiliki perbedaan kadar glukosa darah yang tidak signifikan dengan kelompok Namun memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok 62,5 AAg/ml dan 125 AAg/ml. Sedangkan kelompok konsentrasi 125 AAg/ml memiliki kadar glukosa darah yang berbeda signifikan dengan kelompok 62,5 AAg/ml Seluruh menunjukkan memiliki efek antidiabetik, hal tersebut dikarenakan kandungan dari curcumin Curcumin memiliki efek antidiabetik melalui kerjanya pada sel beta pantereas, pada hati, dan pada otot. Curcumin memiliki mekanisme kerja pada sel beta pancreas dengan meningkatkan pelepasan insulin, dan menurunkan apoptosis sel beta pancreas sehingga akan lebih banyak sel beta pancreas yang dapat menghasilkan insulin. Sedangkan mekanisme kerja curcumin pada sel hati adalah dengan menurunkan proses gluconeogenesis, meningkatkan glikolisis dan meningkatkan sintesis glikogen dari glukosa. Yang kemudian akan menurunkan kadar glukosa dalam darah. 13,14,15,16 Simpulan Pemberian ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. ) memiliki efek sinergis dalam menurunkan kadar glukosa dalam darah zebrafish Pustaka