Kelola: Journal of Islamic Education Management April 2024. Vol. 9 No. 1 Hal 82-96 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI PESERTA DIDIK PADA LINGKUNGAN MINORITAS MUSLIM 1Waldi Palampin, 2Nurdin K. , 3 Syamsu Sanusi Pascasarjana IAIN Palopo E-mail: wpalampin@gmail. Abstract Islamic education for students in minority environments is a problem that needs special This is because religion is a guide to life for a Muslim until the end of his life. So this study aims to describe how the strategy of strengthening Islamic Religious Education for students in Muslim minority environments. This research was conducted at SMA Negeri 1 Toraja Utara which is one of the schools with minority Muslim students. Researchers use qualitative methods with the type of field research reaserch using pedagogic and theological The subjects of the study were principals. PAI teachers, students and parents selected by snowball sampling technique. Data collection using observation, interview and documentation techniques. Data is analyzed by reducing data, presenting data and verifying Checking the validity of data using tricoagulation techniques. The results of the study concluded that the Strengthening of Islamic Education for students in Muslim minority environments at SMA Negeri 1 Toraja Utara includes: . Extracurricular activities include: . Tahsin Program, . Ramadan amaliyah . commemoration of Islamic holidays . Islamic habituation and . Through collaboration between the school, especially PAI teachers and parents of students. Keywords: Strengthening Strategy. Islamic Religious Education. Muslim Minorities Abstrak Pendidikan Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas merupakan persolan yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus. Hal ini dikarenakan agama merupakan pedoman hidup bagi seorang muslim hingga akhir hayatnya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim. Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri 1 Toraja Utara yang merupakan salah satu sekolah dengan siswa muslim yang Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian field reaserch menggunakan pendekatan pedagogik dan teologis. Subjek penelitian yaitu Kepala Sekolah. Guru PAI, peserta didik dan Orang tua yang dipilih dengan teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triagulasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara meliputi: . Kegiatan ekstrakurikuler meliputi: . Program tahsin, . amaliyah ramadhan . peringatan hari besar Islam . pembiasaan Islami dan . Melalui kolaborasi pihak sekolah terutama guru PAI dengan orang tua peserta didik. Kata kunci: Strategi Penguatan. Pendidikan Agama Islam. Minoritas Muslim Vol 9. No. April 2024 Strategi Penguatan Pendidikan Agama Islam . PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam berupaya membantu manusia dalam memperoleh kehidupan yang memiliki makna, sehingga dapat memperoleh suatu kebahagiaan dalam hidup baik secara individu maupun kelompok. Pendidikan sebagai proses yang berkelanjutan, memerlukan sebuah sistem yang terarah dan memiliki tujuan serta sistematis agar tujuan dapat dengan mudah dicapai. 1 Pendidikan dalam Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional 20 Tahun 2003 tercantum bahwa: AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Pelaksanaan pendidikan sangat jelas bahwa memerlukan suatu sistem yang terprogram dengan baik dan efektif artinya setiap kegiatan dalam proses pelaksanaan baik itu berupa bimbingan, pembelajaran dan pelatihan harus dipersiapkan secara matang dan terinci serta memerlukan adanya pertimbangan yang tepat sesuai dengan keadaan peserta didik agar dapat dibimbing dalam mencapai tujuan pendidikan yang akan dinikmati baik itu secara individu, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk memperoleh kematangan hidup termasuk kematangan dalam beragama khususnya Pendidikan Agama Islam. Setiap individu tentu memiliki kecenderungan untuk beragama yang kuat, yang tentunya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti keluarga, sekolah dan masayarakat. 3 Setiap tingkat satuan pendidikan baik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai pada jenjang perguruan tinggi. Pendidikan Agama Islam memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk peserta didik agar dapat menjadi manusia yang beriman, berilmu dan memiliki kepribadian muslim sejati sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu pemberdayaan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak 1Jalaluddin. Teologi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , h. 2Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diunduh https://kelembagaan. id/wpcontent/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003. pada tanggal 18 Oktober 2023 3Alfauzan Amin, "Sinergisitas Pendidikan Keluarga. Sekolah Dan Masyarakat. Analisis Tripusat Pendidikan. "At-Ta'lim: Media Informasi Pendidikan Islam 16. : h. Vol 9. No. April 2024 84 | Waldi Palampin dkk. mulia, berilmu dan bertannggungjawab. 4 Terlepas dari itu. Pendidikan Agama Islam sendiri merupakan hak bagi setiap peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam peraturan Menteri Agama UU No. 16 Tahun 2010 pada pasal 3 ayat 2 yang berbunyi: AuSetiap peserta didik pada sekolah berhak memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagamaAy. Setiap tingkat satuan pendidikan baik jenjang Sekolah Dasar maupun sampai pada tingkat perguruan tinggi, baik yang berada di wilayah minoritas muslim mapun yang berada di wilayah mayoritas muslim memiliki hak yang sama untuk mendapatkan Pendidikan Agama Islam dan diajarkan oleh guru yang seagama. Keberhasilan pembelajaran pendidikan agama Islam haruslah didukung dengan tiga elemen yaitu lingkungan sekolah, keluarga dan Jika sekolah tidak menjalin hubungan kerjasama dengan baik, maka hasil pembelajaran pendidikan agama Islam akan jauh dari yang Realitas sosial terkait dengan isu minoritas dan mayoritas merupakan fenomena yang tidak dapat terlepas dalam masyarakat Indonesia pada Hal tersebut menimbulkan perbedaan bahasa, ras, budaya, adat istiadat dan juga perbedaan dalam hal keyakinan sebagai sunnahtullah sehingga manusia tidak mampu untuk membangun masyarakat yang terlepas dari berbagai perbedaan. Di Indonesia ada berbagai macam agama yang dianut oleh masyarakat seperti agama Islam. Kristen. Katholik. Hindu. Budha dan Kongkhucu. Walaupun di Indonesia jumlah penduduk muslim lebih dominan daripada agama-agama lainnya namun ada beberapa provinsi maupun kabupaten yang dihuni oleh jumlah penduduk non muslim yang Isu tentang minoritas muslim, salah satu provinsi yaitu Sulawesi Selatan yang mayoritas dihuni oleh agama Kristen khususnya di kabupaten Toraja Utara. Jadi keberagaman yang ada di Indonesia dan juga dibelahan dunia itu sudah menjadi sunnatullah atau kehendak Allah swt. seandainya saja Allah swt menghendaki umat manusia di muka bumi ini untuk dapat hidup dengan adanya satu syariat dan satu manhaj. Tetapi Allah swt. tidak berkehendak hal yang demikian. Allah swt, menghendaki untuk menjadikan umat manusia sebagai makhluk yang memiliki akal, berpikir, mempunyai persiapan untuk 4Ibrahim Bafadhol, "Lembaga pendidikan Islam di Indonesia. "Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. : h. 5Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah, 2010. 6Hafni Ladjid. Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Ciputat: Quantum Teaching, 2. , h, 46. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Penguatan Pendidikan Agama Islam . memahami sesuatu. 7 Jumlah penduduk menurut agama dikutip dari kemenag Toraja Utara, jumlah penduduk berdasarkan agama yaitu Kristen 95,50%. Islam 4,45%. Hindu 0,03%. Budha 0,01% dan lainnya 0,01%. Jika melihat data tersebut jumlah penduduk muslim termasuk minoritas di wilayah Kabupaten Toraja Utara sehingga sangat jarang ditemukan sekolah yang berbasis Islam. Hal yang menjadi bukti bahwa Kabupaten Toraja Utara mayoritas dihuni oleh penduduk yang beragama Kristen sehingga banyak gereja-gereja yang ditemui dan sekolah yang berbasis agama Kristen. Kaum muslim di Toraja Utara masih sangat membutuhkan wadah atau sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang pendidikan maupun kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Di Toraja Utara hanya memiliki satu sekolah yang berbasis Islam pada jenjang MTs dan satu jenjang Madrasah Ibtidhaiyah, sementara untuk tingkat Madrasah Aliyah belum ada yang Melihat uraian singkat di atas, telah diketahui bahwa betapa pentingnya pendidikan agama itu diberikan di sekolah terutama di sekolah Oleh sebab itu guru yang mengajar pelajaran agama sangat bertanggung jawab dalam memberikan penguatan terkait dengan sikap dan mental serta kepribadian peserta didiknya. Guru agama harus mampu menanamkan nilai-nilai agama kepada setiap siswa dengan berbagai cara. Sebagaimana guru mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Toraja Utara yang mana guru tersebut mengajar PAI yang ada pada lingkungan minoritas muslim. SMA Negeri 1 Toraja Utara, di mana sekolah ini merupakan sekolah umum dan peserta didik mayoritasnya adalah beragama Kristen. Peserta didik minoritas sudah jelas beragama Islam. Berbagai kendalapun seperti kurangnya fasilitas Pendidikan Agama Islam bahkan ada ruangan kelas yang tidak terpakai untuk sementara dialih fungsikan sebagai tempat peserta didik yang Muslim untuk belajar agama. Secara umum problem yang sering dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di daerah minoritas Muslim yaitu kurangnya atau bahkan tidak adanya sarana prasarana penunjang dalam proses pembelajaran, lingkungan sekolah yang kurang mendukung, serta kurangnya partisipasi masyarakat disebabkan karena mayoritas non-muslim. Di sinilah sosok guru Pendidikan Agama Islam sangat dibutuhkan. Guru yang mengajar pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki tanggungjawab dalam pembinaan sikap mental dan kepribadian peserta didiknya. Guru agama harus mampu menanamkan nilai-nilai agama kepada setiap peserta didik dengan berbagai cara. Selain itu, guru Pendidikan Agama Islam juga mempunyai tugas khusus untuk membantu, mendampingi peserta didik untuk bisa bertahan dan bersosialisasi dengan lingkungan mayoritas non-muslim yang ada disekitar. Sosok guru Pendidikan Agama 7Saeful Rokhman, "Panduan Islam Dalam Berkomunikasi Lintas Suku dan Budaya. " Jurnal Da'wah: Risalah Merintis. Da'wah Melanjutkan 4. : h. 8Syarifuddin Pakanna. Penyuluh Agama Toraja Utara. Wawancara via WhatsApp pada tanggal 23 Desember 2022. Vol 9. No. April 2024 86 | Waldi Palampin dkk. Islam harus mampu membekali mereka nilai-nilai ajaran Islam agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan dan lingkungan negatif yang selalu ada di sekeliling peserta didiknya. Fenomena terkait dengan perbedaan jumlah peserta didik di SMA Negeri 1 Toraja Utara yang beragama Kristen jauh lebih besar jumlahnya daripada peserta didik yang beragama Islam di SMA Negeri 1 Toraja Utara, akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan belajar pada peserta didik. Dalam memperkuat pemahaman keagamaan para peserta didik, perlu adanya dukungan dari lingkungan di mana para peserta didik tersebut menempuh Kemudian di satu sisi apabila orang tua dan juga masyarakat sekitar adalah orang-orang yang religius, besar kemungkinan menjadi faktor bagi peserta didik memiliki sikap yang religius, sebab lingkungan seperti ini akan menjadi tempat bagi peserta didik untuk meniru, mengulang, dan membiasakan diri untuk melakukan hal-hal positif yang dilakukan oleh orang METODE Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah field research deskriftif-kualitatif. Jenis penelitian ini digunakan untuk mengetahui strategi penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara. Agar penelitian ini lebih sistematis dan terarah, maka penelitian ini dirancang melalui beberapa tahapan, yaitu tahap identifikasi masalah yang diteliti, menyusun proposal, tahap pengumpulan data, tahap analisa data dan tahap penulisan laporan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut: Pertama. Pendekatan Pedagogik yaitu menggunakan sejumlah teori pendidikan untuk mengkaji masalah penelitian yang terkait. Pendekatan ini menjadi sangat relevan, karena objek bahasan dalam penelitian ini terkait erat dengan pendidikan. Kedua. Pendekatan Teologis yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk membahas permasalahan berdasarkan pada pemikiran-pemikiran keagamaan yang bersumber dari Tuhan. Adapun yang akan menjadi informan kunci dalam penelitian ini diantaranya adalah Kepala Sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam dan beberapa peserta didik yang akan dipilih secara snowball sampling sesuai kebutuhan data yang dikumpulkan peneliti. teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Strategi Penguatan pendidikan agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara 9Kharvin. Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Toraja Utara. Wawancara pada tanggal 15 Desember 2022. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Penguatan Pendidikan Agama Islam . Pendidikan Agama Islam di sekolah pada dasarnya lebih diorientasikan pada tataran moral action yaitu agar peserta didik tidak hanya berhenti pada tataran kompetensi tetapi peserta didik memiliki kemauan . dan kebiasaan . dalam mengamalkan ajaran dan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. 10 Namun penelitian Pendidikan Agama Islam selama ini masih berada dalam arus utama dalam konteks muslim mayoritas di mana Pendidikan Agama Islam berkembang seiring dengan kesadaran bersama dalam jumlah yang besar. Tanpa disadari bahwa ada realitas di mana muslim minoritas juga tetap melakukan pengembangan pendidikan dalam skala lokal baik mayoritas maupun minoritas, nilai-nilai Islam akan senantiasa menjiwai pergumulan Pendidikan Agama Islam di lembaga pendidikan formal dengan wilayah yang ditempatinya. Lebih spesifiknya mengenai penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam pada lingkungan minoritas muslim, tentu ditemui berbagai Misalnya tidak adanya masjid/mushallah untuk tempat ibadah peserta didik muslim di sekolah, pada saat pelaksanaan shalat jumat, bersamaan dengan jam pelajaran lain sehingga peserta didik terkadang harus minta izin untuk keluar melaksanakan shalat jumaAoat. Bahkan ruang kelas khusus bagi peserta didik muslim untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam juga masih bersifat sementara. Hal yang sama juga dialami oleh peserta didik maupun guru PAI dan pihak sekolah secara umum di SMA Negeri 1 Toraja Utara seperti lingkungan sosial peserta didik yang notabenenya mayoritas non-muslim sehingga sangat minim wadah untuk menambah pengetahuan agama, realitas sosial masyarakat di lingkungan sekitar yang terkadang tidak sejalan dengan nilai-nilai ajaran agama yang diajarkan guru di sekolah karena perbedaan keyakinan bahkan fasilitas sekolah yang tidak memadahi untuk mendukung keberlangsungan Pendidikan Agama Islam. Menurut Syed Z. Abidin, yang dikutip oleh Ahmad Suaedy menyatakan bahwa kaum minoritas dalam hal ini umat Islam membutuhkan dukungan dan perlu dorongan untuk memperkuat serta menunjukkan identitas dan kultur khas mereka dalam hidup bermasyarakat di tengah mayoritas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan peneliti secara narasi sebelumnya bahwa penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslin di SMA Negeri 1 Toraja Utara dapat dilakukan melalui: Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada umumnya di sekolah bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki pengetahuan agama dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan melalui pengetahuan kepada peserta didik sesuai dengan ajaran dan konsep Islam dalam mewujudkan nilai-nilai agama sebagai landasan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dalam mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam sebagaimana yang telah disebutkan, maka salah satu hal yang diperlukan 10Hatim. Muhammad. Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum. ELHIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam 12. : h, 140. Vol 9. No. April 2024 88 | Waldi Palampin dkk. oleh guru Pendidikan Agama Islam ialah melalui penguatan seperti adanya program ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler kegamaan adalah upaya pemantapan dan pengayaan nilai-nilai agama yang dilakukan dan norma-norma serta pengembangan kepribadian, bakat dan minat peserta didik yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran intrakurikuler dalam bentuk tatap muka maupun non tatap Adapun kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Toraja Utara sebagai penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim sebagai berikut: Program Tahsin al-QurAoan Salah satu kegiatan ektrakurikuler yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Toraja Utara ialah pelaksanaan kegiatan program tahsin setiap hari jumAoat. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum peserta didik masuk belajar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tujuan kegiatan ini ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik di SMA Negeri 1 Toraja Utara agar memiliki pengetahuan agama yang mumpuni terutama dalam hal membaca al-QurAoan yang benar. Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah setiap hari jumAoat pagi yang dibimbing oleh guru PAI dan dibantu oleh guru lain yang beragama Islam. Dalam kegiatan program tahsin ini, peserta didik menerima materi pembelajaran al-QurAoan untuk memperbaiki bacaan al-QurAoan. Menurut istilah tahsin ialah ilmu yang mempelajari tentang cara-cara mengucapkan huruf-huruf al-QurAoan meliputi sifat, makhraj, ilmu tajwid dan lain-lain. Selain diisi dengan materi pembelajaran al-QurAoan, dalam kegiatan ini juga peserta didik menerima nasehat atau pesan-pesan agama sebelum kegiatan ditutup dengan tujuan menambah wawasan keagamaan peserta didik, sebagai motivasi untuk belajar agama dan tentunya untuk menambah keimanan dan ketaqwaan bagi peserta didik. Menurut ibu Kharvin kegiatan program tahsin dilakukan karena masih ada sebahagian peserta didik yang belum mampu membaca al-QurAoan dengan baik sehingga dengan adanya kegiatan program tahsin peserta didik tidak hanya mampu menguasai materi-materi dikelas karena salah satu hal terpenting bagi seorang muslim dalam hal ini peserta didik ialah mampu membaca al-QurAoan dengan benar. Tahsin al-QurAoan adalah sebuah pembelajaran yang digunakan untuk memperbaiki bacaan al-Quran peserta didik muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara. Menurut Prof. Dr. Mahmud Yunus dalam artikel yang ditulis oleh Muhammad Aman MaAomun, tujuan dari pembelajaran tahsin bagi peserta didik sebagai berikut: Dapat membaca al-QurAoan dengan fasih dan benar sesuai tajwid. Dapat membiasakan membaca al-QurAoan dalam kehidupannya. 11Farida. Hanun. Strategi Penyelengaraan Pendidikan Agama Islam di SMAN 2 Balikpapan Kaltim. Al-Qalam 24. : h, 73. Ashim Yahya. Belajar Tahsin Untuk Pemula, (Jakarta: Qultum Media, 2. , h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Penguatan Pendidikan Agama Islam . Memperkaya perbendaharaan kata dan kalimat yang indah dan menarik hati dari kandungan isi al-QurAoan. Budaya membca al-QurAoan seharusnya dibiasakan kepada peserta didik sedini mungkin agar timbul rasa senang dan cinta dalam diri peserta didik terhadap al-QurAoan. Walaupun peserta didik belum mampu untuk memahami seluruh isi kandungan dari al-QurAoan namun, minimal peserta didik merasa rugi atau merasa ada yang kurang apabila hari-harinya terlewatkan tanpa membaca al-QurAoan. Melihat pentingnya Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik, guru PAI SMA Negeri 1 Toraja Utara, di mana lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat peserta didik mendapatkan pendidikan agama yang tidak cukup sehingga melalui kegiatan program tahsin yang dilaksanakan di luar jam pelajaran peserta didik dapat memperdalam pengetahuan tentang cara mebaca al-QurAoan dengan benar. Kegiatan program tahsin ini dilaksanakan karena guru PAI di SMA Negeri 1 Toraja Utara menyadari bahwa sebahagian peserta didik yang belum mampu membaca al-QurAoan dengan benar. Hal tersebut karena mulai dari faktor orang tua yang kurang memberikan perhatian terhadap pendidikan agama bagi anak dalam lingkungan keluarga kemudian faktor lingkungan sosial juga yang mayoritas non-muslim sehingga sangat jarang ditemukan tempat-tempat seperti TPA. TPQ bahkan masjid yang bisa dijadikan sebagai tempat mendapatkan ilmu agama bukan hanya digunakan sebagai tempat ritual keagamaan semata namun pada kenyataanya hal tersebut sangat jarang ditemukan dalam konteks lingkungan sosial peserta didik di SMA Negeri 1 Toraja Utara. Selain itu pada mata pelajaran PAI di sekolah-sekolah umum termasuk di SMA Negeri 1 Toraja Utara hanya mendapatkan jam pelajaran 3 x 45 menit dalam sepekan, kemudian sarana atau fasilitas sekolah yang tidak memadahi dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam khususnya di sekolah-sekolah umum yang berada pada lingkungan minortitas muslim membutuhkan penguatan pengetahuan agama agar dapat menunjang dan mengoptimalkan potensi peserta didik. Berdasarkan fakta tersebut peneliti berkesimpulan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dalam hal ini ialah kegiatan program tahsin al-QurAoan yang dilakukan di luar jam pelajaran di SMA Negeri 1 Toraja Utara berupaya mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik terutama dalam hal membaca al-QurAoan. Selain itu kegiatan tersebut sebagai penguatan dari pembelajaran yang telah didapatkan peserta didik di kelas maupun dalam lingkungan keluarga untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Namun kegiatan program tahsin al-QurAoan yang ada di SMA Negeri 1 Toraja Utara 13MaAomun. Muhammad Aman. Kajian Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 4 No. 1 Maret . : h, 56. 14Harun Yahya. Memiliki al-QurAoan sebagai Pembimbing, (Surabaya: Risalah Gusti, 2. , h. Vol 9. No. April 2024 90 | Waldi Palampin dkk. masih belum optimal karena kurangnya tenaga pendidik PAI bahkan fasilitas sekolah yang belum memadahi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Program Amaliyah Ramadhan Bulan ramadhan adalah bulan di mana Allah swt melipat gandakan pahala bagi setiap hamba-Nya yang berbuat amal shaleh dengan lipatan yang tidak dapat dihitung dengan hitungan manusia. Bulan ramadhan menjadi bulan yang sangat dinanti-nanti bagi setiap muslim karena berbagai Rasulullah saw. , bersabda: A aN eO sE eaI a aO aN eaIA e AO aOCa a eOaa aO e aI a se aCEaO a acaIa auA a A aIaO aE aON aaO eIa a eAa s eaI a aOA a ca acaIa Oa eOaO e aI aOA A eE aIac aA a acEEA a acEEA a acEEA a AEa eO aN aOA ca AAEacOA ca AO aEA a A eINa aIac aA ca A a aO N aaO aea a a aOA a AEac aI aC aE uaa a a a aIaIa ae a aeOA 15AIA a AaOA a AOaa OA ca AA ae EA a A EIac a aOA a A aECae a aeOA Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr telah menceritakan kepada kami Isma'ilAe ia adalah Ibnu Ja'far- dari Abu Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bila bulan Ramadlan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan pun dibelenggu. ," (HR. Musli. Berdasarkan hasil penelitian terkait program amaliyah ramadhan di SMA Negeri 1 Toraja Utara tiap tahun dilaksanakan dan semua peserta didik wajib ikut dalam kegiatan tersebut. Program ini dilaksanakan selama satu pekan pertama bulan ramadhan tanpa adanya pembelajaran di kelas. Adapun pemateri dalam kegiatan amaliyah ramadhan ialah guru PAI SMA Negeri 1 Toraja Utara dan guru yang beragama Islam di SMA Negeri 1 Toraja Utara. Adapum kegiatan yang dilaksanakan dalam program amaliyah ramadhan di SMA Negeri 1 Toraja Utara sebagai berikut: Praktek thaharah . Shalat dhuha berjamaAoah . Dzikir bersama . Tahsin . Hafalan surah pendek . Shalat berjamaAoah . zuhur, asha. Tausiyah . Praktek ceramah Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dipaparkan, peneliti berkesimpulan bahwa kegiatan amaliyah ramadhan diharapkan agar para peserta didik dapat membiasakan perilaku yang baik dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan peserta didik melalui kegiatan-kegiatan 15Abu al-Husain Muslim Ibn al-HajjAj. Shahh Muslim, (Beirut : DAr al-Jail, t. Jilid 3, 16Shahih Muslim diterjemahkan oleh Wawan Djunaedi Soffandi. Syarah Shahih Muaslim, (Cet. No. Hadis 1631. Jakarta. Pustaka Azzam, 2. , h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Penguatan Pendidikan Agama Islam . keagamaan yang dilakukan di bulan suci ramadhan. Dari kegiatan tersebut dapat menjadi momen untuk membina dan menguatkan aqidah peserta didik melalui ceramah atau kajian materi-materi tentang pentingnya aqidah. Selain itu, kegiatan amaliyah ramadhan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Toraja Utara dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk menambah pengetahuan agama agar dapat diamalakan dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperingati hari besar Islam, dengan maksud syiar Islam sekaligus menggali arti dan makna dari suatu hari besar Islam. Pelaksanaan peringatan hari besar Islam di SMA Negeri 1 Toraja mendatangkan antusias yang baik dari para orang tua peserta didik muslim. Melalui kegiatan PHBI yang memberikan dampak positif, salah satunya ialah menambah gairah keagamaan dan pengetahuan peserta didik tentang Islam secara mendalam. Dalam pelaksanaan PHBI di SMA Negeri 1 Toraja Utara tidak terlepas dari peran guru PAI dan pihak sekolah secara umum, komite sekolah serta orang tua peserta didik. Sebelum kegiatan PHBI dilaksanakan pihak sekolah mengundang orang tua peserta didik untuk mengadakan rapat dalam rangka membahas terkait pelaksanaan PHBI. Dalam rapat yang dilaksanakan pihak sekolah dan komite sekolah meminta agar orang tua peserta didik ikut berpartisipasi seperti memberikan bantuan dana sesuai kemampuan dan berlandaskan keikhlasan para orang tua serta bantuan tenaga untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. Walaupun dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan seperti kurangnya dana, serta kurangnya kesadaran masyarakat ikut andil untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut secara bersama-sama. Berdasarkan fakta tersebut peneliti berkesimpulan bahwa bahwa kegiatan PHBI di SMA Negeri 1 Toraja Utara rutin dilaksanakan setiap tahun diantaranya peringatan israAo miAoraj dan maulid Nabi Muhammad saw. sebagai bentuk penguatan keagamaan yang dilakukan agar peserta didik bisa mendapatkan pengetahuan agama, mengambil hikmah dan menjadi pondasi keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia bagi peserta didik dari kegiatankegiatan dalam peringatan PHBI seperti isi ceramah, pembacaan ayat suci alQurAoan, shalawatan dan lagu-lagu qasidah. Selain itu, dari beberapa kegiatan yang dilakukan dalam PHBI dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk terbiasa tampil karena dari seluruh kegiatan tersebut peserta didik secara langsung yang mengambil alih kecuali ceramah yang disampaikan oleh penyuluh agama yang diundang oleh pihak sekolah. Pembiasaan Islami Selain itu. Penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara yang berada diluar kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya kongkret yang dilakukan guru 17http://w. com/2012/11/bab-i-kegiatan-ekstrakurikuler-pai. diakses pada tanggal 11 Desember 2023. Vol 9. No. April 2024 92 | Waldi Palampin dkk. PAI seperti pembiasaan islami yang meliputi pelaksanaan shalat berjamaAoah . zuhur dan asha. , shalat dhuha, berdoAoa sebelum belajar, membaca ayat suci al-QurAoan, mengucapkan salam ketika masuk kelas dan kegiatan doAoa bersama setiap menjelang UAS. Dari beberapa hal tersebut sebagaimana hasil wawancara yang telah dipaparkan secara narasi sebelumnya peneliti berkesimpulan bahwa dengan adanya upaya kongkret yang dilakukan guru PAI dalam memberikan penguatan PAI bagi peserta didik dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan peserta didik dalam menerapakan nilai-nilai ajaran agama dengan baik. Kolaborasi dengan Orang Tua Peserta Didik Kolaborasi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh dua pihak atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas/pekerjaan dan satu kesatuan yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Kolaborasi dari guru dengan orang tua adalah salah satu kunci dari kesuksesan dalam mendidik anak. Guru dan orang tua sebagai pendidik yang sangat diharapkan mampu bekerjasama dan bertanggungjawab terhadap pendidikan anak. Tanpa adanya kerjasama dan dukungan yang dilakukan oleh kedua belah pihak, maka guru akan mengalami kesulitan dalam mendidik peserta didik di sekolah karena tidak adanya partisipasi orang tua di lungkungan keluarga dalam mendidik anak. Kolaborasi yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dengan orang tua peserta didik terkait penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara sangatlah penting sehingga ketika dilakukan secara maksimal akan memberi pengaruh yang maksimal pula. Untuk mewujudkan kolaborasi khususnya guru Pendidikan Agama Islam dengan orang tua tentunya banyak cara yang dapat dilakukan, karena dengan adanya kolaborasi orang tua akan mendapat pengalaman ataupun pengetahuan dari guru dalam hal mendidik dan membina anak-anaknya. Karena guru atau pihak sekolah bukan hanya sekedar mengajar dikelas saja namun bisa dilakukan di luar jam pembelajaran seperti adanya kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan suasana islami di sekolah dan lain-lain agar peserta didik dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan peneliti secara narasi sebelumnya, dapat dijelaskan bahwa bentuk kolaborasi guru Pendidikan Agama Islam dengan orang tua dalam memberikan penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara sebagai berikut: Komunikasi guru PAI dengan orang tua peserta didik Bentuk kolaborasi pertama yang dilakukan guru dengan orang tua peserta didik sebagai salah satu usaha untuk memberikan penguatan 18Rindra Risdiantoro, "Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang pada Siswa. " Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 3. : h, 73. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Penguatan Pendidikan Agama Islam . Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim d SMA Negeri 1 Toraja Utara adalah melakukan komunikasi dengan orang tua. Menurut Soerjono Soekanto sebagaimana dikutip Abdulsyani bahwa komunikasi adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang untuk memberikan tafsiran pada perikelakuan orang lain . ang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sika. maupun perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh seseorang. Dengan adanya komunikasi, maka sikap dan perasaan di satu pihak orang atau sekelompok orang dapat diketahui dan dipahami oleh pihak orang atau sekelompok orang lain. Dalam dunia pendidikan formal, komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari seseorang dalam hal ini guru kepada seseorang atau sekelompok orang, yaitu orang tua atau peserta didik sendiri . enerima pesa. atau sebaliknya. Sehingga komunikasi yang dilakukan dapat berlangsung melalui berbagai cara, sebagaimana strategi yang dilakukan guru PAI dalam membangun kolaborasi dengan orang tua peserta didik di SMA Negeri 1 Toraja Utara yakni berupa komunikasi formal dan komunikasi nonformal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat dijelaskan bahwa komunikasi guru PAI dengan orang peserta didik di SMA Negeri 1 Toraja Utara lebih banyak dilakukan dalam bentuk komunikasi formal. Hal tersebut senada dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan ibu Kharvin selaku guru PAI bahwa komunikasi yang dilakukan biasa melalui surat, pertemuan wali murid pada saat penerimaan rapor dan juga ketika ada kegiatan lainnya yang melibatkan pihak orang tua seperti mengundang orang tua saat peringatan maulid Nabi Muhammad saw. Dalam kegiatan-kegiatan seperti inilah guru dengan orang tua dapat dijadikan tempat untuk saling berkomunikasi dan saling bertukar informasi mengenai keadaan peserta didik di sekolah dan begitupun sebaliknya orang tua dapat memberikan informasi kepada guru tentang keadaan anak dalam lingkungan keluarga. Sejalan dengan pembahsan di atas, menurut Marhaeni Fajar bahwa tujuan komunikasi guru dengan orang tua ialah untuk membangun atau menciptakan pemahaman dan pengertian bersama. Saling memahami atau mengerti bukan berarti harus menyetujui tetapi perlu disadari dengan adanya komunikasi akan terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku ataupun perubahan secara sosial. Partisipasi orang tua peserta didik dalam kegiatan sekolah Partisipasi keterlibatan dan keikutsertaan seseorang berperan dalam suatu kegiatan. Dalam hal ini partisipasi yang dimaksud ialah partisipasi orang tua dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah sebagaimana hasil penelitian di SMA Negeri 1 Toraja 19Abdulsyani. Sosiologi Skemarika. Teori dan Terapan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , h. 20Marhaeni Fajar. Ilmu Komunikasi Teori & Praktek, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2. Vol 9. No. April 2024 94 | Waldi Palampin dkk. Utara bahwa orang tua peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan termasuk PHBI seperti maulid Nabi Muhammad saw, peringatan IsraAo MiAoraj kemudian kegiatan amaliyah ramadhan sebagai penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara. Kegiatan sekolah yang melibatkan partisipasi orang tua peserta didik baik dari dalam bentuk finasial maupun tenaga agar kegiatan sekolah sebagaimana yang telah disebut dapat terlaksana dengan baik. Salah satu bentuk partisipasi orang tua peserta didik sebagaimana hasil penelitian di SMA Negeri 1 Toraja Utara yang telah dipaparkan secara narasi bahwa dapat rapat yang diadakan pihak sekolah mengundang peserta didik untuk membahas kegiatan baik dari waktu pelaksanaannya, dana dan lain-lain. Dalam rapat tersebut pihak sekolah menyampaikan melalui komite sekolah agar orang tua berpartisipasi berupa sumbangan dana yang berlandaskan keikhlasan dan juga tenaga dalam kegiatan termasuk kegiatan PHB. Berdasarkan fakta tersebut peneliti berkesimpulan bahwa melibatkan orang tua peserta didik dalam kegiatan-kegiatan sekolah dapat menunjang dan mendukung serta membawa manfaat baik bagi guru maupun orang tua dan peserta didik. Adapun bentuk partisipasi orang tua dalam kegiatan yang dilaksanakan sekolah ialah adanya kehadiran orang tua dalam kegiatan sekolah seperti rapat wali murid. PHBI dan mendukung peserta didik dalam mengikuti semua kegiatan ekstrakurikuler sebagai salah satu penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara. Keterlibatan orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga Orang tua merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak dalam lingkungan keluarga, maka orang tua sangat berperan penting untuk memberikan masukan sekaligus bimbingan khusus kepada anak-anak dalam lingkaungan keluarga agar menjadi manusia yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain, dalam hal ini anak mampu menunjukkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan orang tua adalah salah satu faktor yang mendukung guru PAI dalam mendidik peserta didik, orang tua berperan sebagai supervisor yang mengawasi perkembangan pendidikan anak utamanya di lingkungan keluarga. Pengawasan dipandang penting peranannya dalam menentukan keberhasilan anak menempuh studi, maka orang tua hendaknya senantiasa terlibat secara langsung seperti mendidik anak tentang ajaran-ajaran agama Islam agar sejalan dan menunjang pembelajaran agama Islam yang didapatkan di lingkungan sekolah. Sebagaimana yang diungkapkan oleh ibu Kharvin selaku guru PAI SMA Negeri 1 Toraja Utara, bahwa orang tua sebagai pengawas dan menilai anak dalam mengaplikasikan materi yang telah diajarkan di sekolah seperti mengerjakan shalat, membaca al-QurAoan dan berperilaku baik. Dari keseluruhan pernyataan tersebut, sejalan dengan perspektif Sumardi Suryabrata bahwa bentuk-bentuk pengawasan yang dilakukan orang tua dalam lingkungan keluarga adalah mengontrol waktu belajar anak. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Penguatan Pendidikan Agama Islam . memberi motivasi, memantau perkembangan kepribadian anak seperti sikap, moral dan tangkah laku. Dengan demikian, guru dan orang tua peserta didik merupakan contoh dan guru bagi anak-anak agar menjadi pribadi dewasa yang memiliki kapasitas dalam memberikan suri tauladan yang baik dalam kehidupan serta mampu tetap eksis dalam masyarakat yang majemuk termasuk di lingkungan SMA Negeri 1 Toraja Utara yang notabenenya didominasi masyarakat nonmuslim sehingga peserta didik diharapkan tetap memiliki karakter islami dalam hal perilaku, ucapan, maupun ibadah dan sebagainya. Menurut peneliti, pada dasarnya Pendidikan Agama Islam yang ada di setiap satuan pendidikan baik itu tingkat sekolah dasar maupun menengah tidak dapat terlepas dari penguatan Pendidikan Agama Islam untuk mendukung pembelajaran yang dilakukan di kelas terutama bagi daerahdaerah yang lingkungannya mayoritas non-muslim. Sehingga untuk mendapat pendidikan agama yang secara mendalam baik itu di lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat sangat sulit menemukan fasilitas-fasilitas yang dapat menjadi wadah berlangsungnya pengajaran agama dan SDM yang kurang disebabkan masyarakat mayoritas non-muslim. PENUTUP Strategi penguatan Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik pada lingkungan minoritas muslim di SMA Negeri 1 Toraja Utara. Kegiatan ekstrakurikuler meliputi tahsin al-QurAoan, program amaliyah ramadhan, peringatan hari besar Islam dan pembiasaan islami meliputi pelaksanaan shalat berjamaAoah (Dzuhur dan asha. , shalat dhuha, berdoAoa bersama sebelum belajar, membaca ayat suci al-QurAoan, mengucapkan salam ketika masuk kelas dan kegiatan doAoa bersama setiap menjelang UAS. Kolaborasi dengan orang tua yang di lakukan pihak sekolah terutama guru PAI SMA Negeri 1 Toraja Utara meliputi komunikasi guru dengan orang tua peserta didik, partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di lingkungan keluarga. DAFTAR PUSTAKA