Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PEMANFAATAN TANAMAN AIR ECENG GONDOK (Eichhornia crassipe. KIAMBANG (Pistia stratiote. DAN MATA LELE (Lemna mino. DALAM PENYERAPAN LOGAM BERAT SENG (Z. PADA AIR TERCEMAR 1,2,3 Anshar Harya Sakti*1. Imanuddin2. Rosdianto3. La Sarido4. Rudi5 Dosen Progran Studi Ilmu Kelautan Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur. Kalimantan Timur. JL. Soekarno Hatta. Sangatta Utara. Dosen Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur. Kalimantan Timur. JL. Soekarno Hatta. Sangatta Utara. E-Mail: haryasaktia@yahoo. com (*Corresponding autho. Submit: 05-02-2026 Revisi: 16-02-2026 Diterima: 27-02-2026 ABSTRAK Pemanfaatan Tanaman Air Eceng Gondok (Eichhornia crassipe. Kiambang (Pistia stratiote. dan Mata Lele (Lemna mino. dalam Penyerapan Logam Berat Seng (Z. Pada Air Tercemar. Kualitas air untuk keperluan kegiatan budidaya ikan merupakan suatu variabel yang mempengaruhi pengelolaan dan kelangsungan hidup, berpengaruh juga terhadap keberlangsungan hidup biota atau organisme perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dari tanaman air Eichhornia crassipes (Eceng Gondo. Pistia stratiotes (Kiamban. dan Lemna minor (Mata Lel. yang ampuh menyerap logam berat Seng (Z. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif. Penggujian sampel di laboratorium dan metode eksperimen yaitu mencari perbandingan antara tanaman air yang mampu lebih baik menurunkan konsentrasi logam berat pada air limbah. Data awal hasil penelitian menunjukan bahwa penyerapan tanaman air Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes dan Lemna minor mampu menurunkan logam berat jenis Seng (Z. dengan nilai konsentrasi yang sama pada setiap air sampel yaitu dengan kadar 0,71 mg/L, setelah diberi perlakuan Eichhornia crassipes (Eceng Gondo. mengalami penurunan menjadi 0,24 mg/L. Pistia stratiotes (Kiamban. 0,42 mg/L. Lemna minor (Mata Lel. 0,16 mg/L. Presentase penyerapan logam berat Seng (Z. dari tanaman Eichhornia crassipes sebesar 66,19%. Pistia stratiotes 40,84%, dan Lemna minor 77,46%. Kata kunci : Air Tercemar. Logam Berat Seng (Z. Tanaman Air. ABSTRACT Utilization of Water Hyacinth Plants (Eichhornia crassipe. Kiambang (Pistia stratiote. and Catfish Eyes (Lemna mino. in the Absorption of Heavy Metal Zinc (Z. in Polluted Water. Water quality for fish farming activities is a variable that affects management and survival, as well as affecting the survival of aquatic biota or organisms. The purpose of this study was to determine the utilization of the Eichhornia crassipes . ater hyacint. Pistia stratiotes (Kiamban. and Lemna minor (Mata Lel. which are effective in absorbing the heavy metal zinc (Z. The method used in this research is descriptive method. Testing of samples in the laboratory and experimental methods are looking for comparisons between aquatic plants that are able to better reduce the concentration of heavy metals in wastewater. Preliminary data from the research results showed that the absorption of water plants Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes and Lemna minor was able to reduce zinc (Z. with the same concentration value in each sample water, namely with a level of 0. 71 mg / L, after being treated with Eichhornia crassipes (Water hyacint. decreased to 0. 24 mg / L. Pistia stratiotes (Kiamban. 42 mg / L. Lemna minor . atfish ey. 16 mg / L. The absorption percentage of zinc (Z. from Eichhornia crassipes was 66. Pistia stratiotes 40. 84%, and Lemna minor 77. Key words : Aquatic Plants. Heavy Metal Zinc (Z. Polluted Water. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pemanfaatan Tanaman Air A PENDAHULUAN Kualitas air untuk keperluan kegiatan budidaya ikan merupakan suatu variabel yang mempengaruhi pengelolaan dan kelangsungan hidup, perkembang biakkan, pertumbuhan serta produksi ikan. Kondisi kualitas air di suatu tempat selalu berubah-ubah tergantung musim atau cuaca maupun waktu, sehingga akan keberlangsungan hidup biota atau organisme perairan (Yesiani, 2014. Marlany et al. , 2. Pencemaran perairan tawar di Indonesia, 80% disebabkan oleh limbah domestik baik dalam bentuk cair maupun Beberapa jenis logam berat yang mencemari lingkungan dan perairan Indonesia diantaranya adalah Cu. Hg. Pb. Zn dan Cd. Cemaran logam berat yang paling dominan mencemari perairan di Indonesia (Kusrinah et al. , 2. dan telah melampaui ambang batas sesuai PP no. Tahun 2001 adalah Seng. Salah satu upaya yang perlu dilakukan dalam pengendalian dan pemantauan dampak logam berat yaitu dengan pemanfaatan tanaman air untuk memperbaiki kualitas air yang tercemar logam berat. Tanaman air yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki dan menurunkan konsentrasi logam berat yaitu Eceng Gondok (Eichhornia crassipe. Kiambang (Pistia stratiote. dan Mata Lele (Lemna Mino. (Yesiani. Kusrinah et al. , 2016. Hafidhin et , 2. Jenis tanaman ini dapat digunakan untuk pengolahan limbah karena tingkat pertumbuhannya tinggi dan kemampuannya untuk menyerap hara langsung dalam air, menggunakan akarnya sebagai tempat filtrasi dan padatan tersuspensi pertumbuhan mikroba yang dapat menghilangkan unsurAeunsur hara dari air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan dari tanaman air yaitu Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes dan Lemna minor yang ampuh Sakti et al. dalam menurunkan konsentrasi logam jenis Seng. Logam jenis ini adalah logam yang banyak mencemari perairan maupun tanah dengan konsentrasi yang cukup Logam ini dapat terakumulasi dalam tubuh suatu organisme sehingga berbahaya bagi semua makhluk hidup yang mengkonsumsi air, tanaman maupun biota yang ada di perairan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dari tanaman air Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes dan Lemna minor. ampuh menyerap logam berat Seng. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2019 di Laboratorium Konsentrasi Studi Budidaya Perairan Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur Sangatta, sedangkan uji kualitas air dilakukan di Laboratorium PT. Sucofindo (PERSERO) Cabang Sangatta. Kutai Timur. Bahan dan Alat penelitian ini meliputi air limbah. Eichhornia crassipes, pistia stratiotes, lemna monir, bubuk batu bara dan tisu adapun alat yang digunakan : Akuarium. Jiregen/ gentng. Botol sampel. Ember. Kertas Label. Thermometer. Meteran. Isolasi. Ice box. Timbangan digital, sterofom. Terpal. Mortir Stamper. Alat tulis dan Kamera. Rancangan Penelitian Model penelitian yang digunakan adalah simple random design yang melibatkan Uji T Paired Two Sample untuk melihat beda nyata antar kedua perlakuan pada media yang berbeda dan Uji Korelasi Pearson Product Moment. Air Tercemar merupakan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. gabungan dari limbah 5 liter dan air sumur 80 liter dan ditempatkan dalam sebuah drum 100 liter. Kolam air tercemar dalam di uji dulu sebelum diberi tumbuhan air. Pengamatan terhadap parameter pH. TDS dan Suhu dilakukan tiap 2 hari sekali selama 20 Prosedur Penelitian Adapun prosedur kerja pada penelitian ini sebagai berikut: 1 Persiapan Media Tanam dan Alat Persiapan alat dan bahan untuk penelitian yaitu: Mengambil tanaman air di sekitar lingkungan kolam rumah warga. Tanaman air dimasukan ke dalam kolam terpal sebagai wadah Membersihkan gentong, jerigen dan sekitar area tempat penelitian. Akuarium dilapisi sterofom, lalu dimasukan air PDAM sebanyak 90 liter. Tanaman yang digunakan dalam menggunakan air bersih mengalir untuk menghilangkan kotoran dan berkontribusi dalam peningkatan bias data. Tanaman Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes dan Lemna minor yang telah dibersihkan lalu dimasukan ke dalam akuarium selama empat minggu . ahap aklimatisasi tanaman ai. 2 Pengambilan Sampel Air Pengambilan sampel air dilakukan di Sungai Sangatta Selatan menggunakan ember, jiregen dan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Menghaluskan menggunakan mortir stamper, kemudian ditimbang sebanyak 100 Air sungai dimasukan ke dalam akuarium sebanyak 90 liter, di tambahkan bubuk batu bara di lakukan agar air sungai mengalami penambahan konsentrasi pada jenis logam Zn kemudian didiamkan selama 24 jam. Bubuk batu bara yang dimasukan ke dalam setiap akuarium diaduk hingga larut dan tercampur rata. Setelah 24 jam air limbah dimasukan ke dalam botol sampel dan dibawa ke Laboratorium PT. SUCOFINDO (PERSERO) Sangatta Kutai Timur untuk dianalisis kandungan awal dari logam berat (Z. 3 Uji Toleransi Tanaman Air Tanaman air Eichhornia crassipes . kuarium A). Pistia stratiotes . kuarium B) dan Lemna minor . kuarium C) dimasukan ke dalam akuarium hingga menutupi 25% permukaan air (Safarrida dkk. Pengujian tanaman air dilakukan selama 12 hari (Safarrida & Ngadiman, 2. Pengamatan pada morfologi setiap tanaman air yang meliputi warna daun dan akar. Pada jam 08. 00 wita pagi bagian depan ditutup sterofom dan atas akuarium ditutup dengan terpal sampai jam 10. 00 wita siang. dilakukan untuk menjaga, agar suhu pada air tetap pada kondisi Eichhornia crassipes. Pistia sratiotes dan Lemna minor Pemanfaatan Tanaman Air A Sakti et al. Pengambilan suhu air dilakukan pada jam 09. 00 wita pagi dan 00 wita sore. Setelah 12 hari perlakuan dilakukan pengambilan sampel air, pada akuarium tanaman air Eichhornia Pistia stratiotes dan Lemna minor untuk dianalisis kadar Zn. 4 Data dan Metode Analisis Air sampel dianalisis di PT. SUCOFINDO (PERSERO) Sangatta Kutai Timur. Teknik analisis Spektrofotometer HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN AAS (Atomic Absorption Spectrophotomete. dengan metode APHA3111B yang digunakan untuk melakukan analisa terhadap kandungan Zn. Air Sungai Sangatta Selatan dan air dari bahan pencemar . ubuk batu bar. sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan tanaman air Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes dan Lemna minor, kemudian data yang diperoleh baik sebelum maupun sesudah perlakuan dibandingkan kadar kandungan Zn menggunakan tabel dan grafik yang data dianalisis secara deskriptif. 1 Eichhornia crasipess (Eceng Gondo. Hasil pengamatan air sampel selama penelitian tersaji pada tabel 1 dan gambar 1 sebagai berikut : Tabel 1. Kandungan Logam Berat Selama Penelitian pada Akuarium A. Pengamatan No. Logam Berat Awal Akhir Keterangan 0,71 0,24 Hasil analisis logam berat dari sampel air yang telah dicampur dengan 100 gram bubuk batu bara dan 90 liter air konsentrasi pada jenis logam Zn yang awalnya <0,034 mengalami penambahan 0,71 mg/L, penambahan konsentrasi terjadi pada logam jenis Zn yang menyebabkan air menjadi tercemar, karena menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air bahwa baku mutu air untuk konsentrasi Zn yaitu 0,05 mg/L. Hasil dari penelitian ini mampu menurunkan kadar Zn menjadi 0,24 mg/L dan tingkat penyerapan Eichhornia crassipes pada logam jenis Zn yaitu 66,19% selama 12 hari perlakuan. Hal ini sesuai dengan (Safarrida & Ngadiman, 2. bahwa penggunaan Eichhornia crassipes dalam wadah penelitian mampu menyerap logam berat jenis Zn pada air selama 12 hari pengamatan, dengan luas tanaman menutupi permukaan air sebanyak 25%. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Gambar 1. Kondisi Eichhornia Crassipes Selama Penelitian. Kondisi Eichhornia crassipes pada hari pertama daun dan akar terlihat segar, namun setelah delapan hari daun mulai menguning dan akar mulai tenggelam. Sebagian daun terlihat berwarna kuning dan kecoklatan, ujung daun banyak yang tidak rata dan akar banyak yang tenggelam setelah 12 hari perlakuan (Lihat gambar Perubahan daun dan akar Eichhornia Eichhornia Perubahan kekuningan pada beberapa spesies dapat disebabkan oleh pencemaran bahan organik (Herlambang & Hendriyanto. Savira & Fitrihidajati, 2. Laju pertumbuhan . g/g/har. Eichhornia crassipes pada logam Cr (Kromiu. yaitu bernilai pada perlakuan 0, 1, 2, 4, dan 8 ppm, sementara Eichhornia crassipes mampu bertahan sampai 8 ppm (Safarrida & Ngadiman. Sutandi et al. , 2. Sedangkan untuk nilai akhir Eichhornia crassipes pada parameter Zn bernilai pada aquarium A 0,24 mg/L. Berdasarkan hasil uji toleransi pada penelitian ini mampu menurunkan konsentrasi logam jenis Zn dari medium air yang mengandung air 2 Pistia stratiotes (Kiamban. Hasil pengamatan air sampel selama penelitian tersaji pada tabel 2 dan gambar 2 sebagai berikut : Tabel 2. Kandungan Logam Berat Selama Penelitian pada Akuarium B. Pengamatan No. Logam Berat Awal Akhir Keterangan 0,71 0,42 Konsentrasi awal logam Zn yaitu <0,034 mg/L, terjadi penambahan konsentrasi pada Zn yaitu menjadi 0,71 mg/L, karena menurut standar baku mutu lingkungan hidup nomor 5 tahun 2014, tentang baku mutu air limbah yaitu dengan konsentrasi Zn 1,0 mg/L. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Selama 12 hari perlakuan pada Pistia Stratiotes terjadi penurunan konsentrasi pada logam jenis Zn yaitu menjadi 0,42 mg/L, dan tingkat penyerapan Pistia stratiotes pada jenis logam Zn sebanyak 40,84%, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Pemanfaatan Tanaman Air A Sakti et al. seperti bentuk adaptasi tumbuhan ini cukup kuat terhadap cekaman logam berat Kiambang mengandung banyak fitokelatin di dalam akarnya yang dapat mempengaruhi pengikatan logam berat oleh organ pada tumbuhan karena fitokelatin merupakan enzim yang digunakan untuk mengikat logam (Ulfin & Widya, n. RAZIKIN, El-Kheir et al. , 2. Gambar 2. Kondisi Pista Stratiotes Selama Penelitian. Pistia stratiotes mulai mengalami perubahan pada hari ke empat, yaitu warna ujung daun mulai menguning . ihat Gambar . Hari ke delapan daun anakan yang menguning dan beberapa akar tenggelam, pada hari ke 12 sebagian daun terlihat menguning dan kecoklatan, ujung daun banyak yang tidak rata, akar banyak yang rontok dari tanaman dan tenggelam. Penyerapan pada logam Zn yang menyebabkan Pistia stratiotes dapat menimbulkan gejala, beberapa proses perubahan dapat di lihat pada warna daun dan akar. Hal ini sesuai dengan pernyataan (RAZIKIN, n. ) menerangkan bahwa pencemaran logam berat yakni klorosis dan nekrosis pada ujung serta sisi daun. 3 Lemna minor (Mata Lel. Hasil pengamatan air sampel selama penelitian tersaji pada tabel 3 dan gambar 3 sebagai berikut : Tabel 3. Kandungan Logam Berat Selama Penelitian pada Akuarium C. Pengamatan No. Logam Berat Awal Akhir Keterangan 0,71 0,16 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, nomor 32 tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higiene sanitasi pada Zn 15 mg/L. Air Sungai Sangatta Selatan masih dapat digunakan untuk kebutuhan penduduk sekitar Sungai Sangatta Selatan, dapat dilihat pada hasil awal logam Zn yaitu <0,034 mg/L, dan terjadi penambahan konsentrasi Zn yaitu 0,71 mg/L. Selama 12 hari perlakuan terjadi penurunan konsentrasi logam jenis Zn yaitu 0,16 mg/L pada akuarium C Lemna minor, walaupun kondisi Lemna minor This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. tidak sehat dan Lemna minor tidak mengalami perkembangbiakan selama 12 ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 menurunkan kadar logam jenis Zn sekitar 77,46%. Gambar 3. Kondisi Lemna Minor Selama Penelitian. Penggunaan Lemna minor pada penelitian ini mengalami perubahan dengan tidak pada kondisi yang sehat . ihat Gambar . , sehingga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses penyerapan logam jenis Zn pada akuarium C, walaupun Lemna minor tidak mengalami perkembang biakan selama 12 hari perlakuan, namun tanaman ini paling ampuh menurunkan kadar logam jenis Zn. Tanaman Lemna minor. tanaman monokotil yang mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, kemampuan adaptasi ini merupakan nilai unggul yang dimilki Lemna minor. yang perlu dimanfaatkan (Leng et al. , 1995. Herlambang & Hendriyanto, 2015. Dewi, 2012. Dewi. Savira & Fitrihidajati, 2. 4 Suhu Pengamatan suhu selama penelitian pada tanaman Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes, dan Lemna minor dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini : Tabel 4. Hasil dari Suhu Air pada Setiap Akuarium Penelitian. Suhu No. Kolam Pagi Sore 26,3oC 27,9oC 26,38oC 27,74oC 26,2oC 27,78oC Akuarium A Eceng Gondok (Eichhornia Eichhornia perkembangbiakan selama 12 hari perlakuan, walaupun berada pada kondisi suhu yang normal yaitu 26,3AC pada pagi hari dan 27,9AC pada sore hari. Faktor yang mempengaruhi perubahan fisik pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipe. yaitu kemungkinan dari faktor eksternal yaitu kurang terpapar sinar matahari dan suhu. Muhtar . Menyebutkan bahwa pertumbuhan Eceng Gondok sangat memerlukan cahaya matahari yang cukup, dengan suhu optimum antara 25oC - 30oC. Ini berarti Pemanfaatan Tanaman Air A pertumbuhannya akan terganggu bila suhu di bawah 25oC dan pada suhu di atas 30oC dan kemungkinan akan mati bila suhu perairan melebihi batas ambang atau pada suhu 45oC. Akuarium B Kiambang (Pistia stratiote. Pistia stratiotes kisaran suhu berada dalam kisaran normal, yaitu 26,38AC pada pagi hari sedangkan 27,74AC pada sore hari. Pistia stratiotes mempunyai toleransi pertumbuhan pada suhu 15oC-35oC, namun demikian pertumbuhan optimumnya berkisar 22oC30oC (Osmond et. , 2. , dimana suhu tersebut masih dalam kisaran normal bagi pertumbuhan dan kehidupan tumbuhan Akuarium C Mata Lele (Lemna mino. Pada penelitian ini yang menjadi fokus parameter fisik yaitu suhu. Kisaran suhu pada akuarium Lemna minor yang diukur selama 12 hari pengamatan yaitu pada pukul 09. 00 WITA pagi dengan rataAe rata suhu 26,2AC, sedangkan pada sore hari pukul 16. 00 WITA yaitu dengan rataAe rata 27,78AC. Rataan suhu air untuk tanaman air yang optimum berada pada kisaran 26,69 - 28,34AC (Rovita, 2012. Fachrurozi et al. , 2010. Darmono, 2. Kemampuan menyerap logam Zn pada tanaman Eichhornia crassipes. Pistia stratiotes dan Lemna minor yang mampu menyerap lebih baik kandungan Zn adalah Lemna minor. Walaupun kenampakan kondisi Lemna minor tidak sehat dan Lemna minor tidak mengalami perkembangbiakan selama 12 hari perlakuan, namun dapat dilihat dari suhu yang di dapat masih pada kisaran suhu yang normal, dan Lemna minor juga merupakan tanaman yang mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, kemampuan adaptasi ini merupakan nilai unggul pada Lemna minor yang dapat di manfaatkan sebagai penyerapan (Leng et al. , 1995. Zumani et , 2015. Sutandi et al. , 2021. Kusrinah et Sakti et al. , 2016. Suryandari. Sugiantian, 2. Astri KESIMPULAN Selama 12 hari pengamatan dan pengambilan data diketahui bahwa tanaman Eichhornia crassipes mampu menyerap logam Zn sebesar 66,19%. Pistia stratiotes 40,84%, dan Lemna minor 77,46%, dari ketiga tanaman tersebut yang mampu menyerap lebih banyak kandungan Zn adalah Lemna DAFTAR PUSTAKA