Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 77 - 83 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Penerapan Algoritma Aes 625 Dalam Pengamanan Data Rekam Medis Putri Yosi Tanjung H Teknik Informatika. Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi. Universitas Budi Darma. Indonesia Jl. Sisingamangaraja No. Medan. Sumatera Utara. Indonesia Email: putriyoshitanjung12@gmail. AbstrakOeRekam medis adalah data yang bersifat sangat pribadi dan menjadi salah satu informasi penting Yang harus dimiliki oleh seorang pasien. Rekam medis berisi tentang catatan-catatan kesehatan pasien seperti identitas pasien, riwayat penyakit pasien, diagnose,dan tindakan dokter. Rekam medis dianggap sebagai data rahasia yang hanya boleh dibuka oleh pihak-pihak tertentu. Salah satu cara untuk menyimpan dan menjaga kerahasiaan data rekammedis adalah dengan menggunakan metode AES 256. Metode yang dirujuk untuk melakukan pengamanan data adalah dengan menggunakan sebuah Algoritma kriptografi, yaitu sebuah algoritma yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dengan penerapan algoritma ini data sensitive pada rekam medis dapat dijaga kerahasiannya dan tidak mempengaruhi terhadap kecepatan akses aplikasi. Kata Kunci: Pengamanan Data. Rekam Medis. Kriptografi. Enkripsi. Dekripsi. AES 256. AbstractOe Medical records are data that are very personal and become one of the important information that must be owned by a The medical record contains the patient's health records such as the patient's identity, patient history, diagnosis, and doctor's Medical records are considered as confidential data that may only be disclosed by certain parties. One way to store and maintain the confidentiality of medical record data is to use the AES 256 method. The method referred to for data security is to use a cryptographic algorithm, which is an algorithm used to perform encryption and decryption. With the application of this algorithm, sensitive data in medical records can be kept confidential and does not affect the speed of application access. Keywords: Data Security. Medical Records. Cryptography. Encryption. Decryption. AES 256. PENDAHULUAN Seiring dengan memasuki era internet dimana perkembangan pertukaran informasi pun berkembang pesat. Kini informasi berupa pesan dan gambar dapat dikirimkan sebagai surat elektronik melalui e-mail, dipajang di blog pribadi sebagai post berita, maupun yang belakangan ini populer adalah memajangnya di social networking seperti facebook, friendster, dan twitter. Dengan adanya layanan untuk bertukar informasi di internet dengan memanfaatkan media online ini, maka dibukalah lembaran baru dalam metode bertukar informasi. Rekam medik adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Informasi yang baik dan berguna dapat sangat penting dalam menolong seseorang dalam kondisi tertentu, informasi yang komprehensif sebelum melakukan intervensi klinis. Sistem pelayanan rekam medis bertujuan menyediakan informasi guna memudahkan pengelolaan dalam pelayanan kepada pasien dan memudahkan pengambilan keputusan. Pada prinsipnya isi Rekam Medis adalah milik pasien, sedangkan berkas Rekam Medis . ecara fisi. adalah milik Rumah Sakit atau institusi kesehatan. Berkas rekam medis itu merupakan milik sarana layanan kesehatan, yang harus disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal terakhir pasien berobat . Data yang ada pada rekam medis ini bersifat rahasia sehingga perlu untuk dilakukan pengamanan terhadap datadata tersebut. Keamanan data rekam medis adalah hal yang sangat penting, apalagi data rekam medis adalah data yang sangat rahasia. Berbagai usaha dilakukan untuk menjamin agar data rahasia tersebut tidak bisa diakses oleh pihak lain. Hal tersebut tentu saja akan menimbulkan resiko bilamana informasi yang sensitif dan berharga tersebut diakses oleh orang-orang yang tidak berhak. Jika hal tersebut sampai terjadi, kemungkinan besar akan merugikan pihak pasien. Informasi yang terkandung di dalamnya pun bisa saja berubah sehingga menyebabkan salah penafsiran oleh pasien maupun dokter. Selain itu data yang dibajak tersebut akan memiliki kemungkinan rusak bahkan hilang. Maka dari itu upaya yang dilakukan untuk melakukan pengamanan data tersebut yaitu dengan melakukan enkripsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Kriptografi AES 256. Algoritma AES merupakan algoritma chiper yang aman untuk melindungi data atau informasi yang bersifat rahasia. AES dipublikasikan oleh NIST (National Institute of Standard and Technolog. pada tahun 2001 yang digunakan untuk menggantikan algoritma DES yang sudah dianggap kuno dan mudah dibobol. Input dan output dari algoritma AES terdiri dari urutan data sebesar 128 bit. Urutan data dalam satu kelompok 128 bit tersebut disebut juga sebagai blok data atau plaintext yang nantinya akan dienkripsi menjadi chipertext. Panjang kunci dari AES terdiri dari panjang kunci 128 bit, 192 bit, dan 256 bit. Perbedaan panjang kunci ini yang nantinya mempengaruhi jumlah putaran pada algoritma AES ini. Input dan output dari algoritma AES terdiri dari urutan data sebesar 128 bit. Urutan data dalam satu kelompok 128 bit tersebut disebut juga sebagai blok data atau plaintext yang nantinya akan dienkripsi menjadi chipertext. Panjang kunci dari AES terdiri dari panjang kunci 128 bit, 192 bit, dan 256 bit. Perbedaan panjang kunci ini yang nantinya mempengaruhi jumlah putaran pada algoritma AES ini. Jumlah putaran yang digunakan algoritma ini ada tiga macam seperti pada tabel di bawah . Putri Yosi Tanjung H. JoGTC | Page 77 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 77 - 83 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc METODOLOGI PENELITIAN 1 Kerangka Kerja Penelitian Dalam penelitian ini penulis melakukan beberapa penerapan metode penelitian untuk menyelesaikan Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara: Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan proses pengumpulan informasi yang diperlukan untuk proses perancangan system yaitu mempelajari buku, artikel, atau situs yang memuat atau mempelajari perangkat lunak Visual Basic. Net untuk mengetahui fungsi dan aplikasi. Analisa Melakukan analisa masalah proses enkripsi dan dekripsi dalam melakukan pengamanan data rekam medis, mempelajari perangkat lunak Visual Basic. Net secara umum, analisis kebutuhan umum sistem, analisis kerja dan analisis kebutuhan perangkat lunak serta modul. Perancangan Melanjutkan analisa perangkat lunak yang sudah dilaksanakan sebelumnya ke tahapan selanjutnya, yaitu perancangan arsitektur perangkat lunak, kerja, modul, basis data dan perancangan antar muka serta lingkungan pengembangan perangkat lunak Implementasi Melakukan implementasi dari hasil perancangan yang sudah dilakukaan sebelumnya kedalam suatu aplikasi pengamanan data Pengujian Perangkat Lunak Pengujian perangkat lunak yang sudah dikembangkan dengan sistematika yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk melihat perangkat lunak memberikan hasil yang diinginkan. Penulis Laporan Penelitian Pada tahap ini penulis menuangkan seluruh hasil riset dalam bentuk buku. 2 Kriptografi Kriptografi (Cryptograph. merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan persamaan matematis untuk melakukan proses enkripsi maupun dekripsi data. Teknik ini digunakan untuk mengkonversi atau mengubah data ke dalam bentuk kode-kode tertentu, dengan tujuan informasi yang disimpan maupun ditransmisikan melalui jaringan yang tidak aman seperti internet, tidak dapat dibaca oleh siapapun kecuali oleh orang yang berwenang. Kriptografi adalah suatu ilmu yang menciptakan suatu komunikasi secara aman yang tidak dapat dimengerti atau diterjemahkan oleh setiap orang kecuali orang tertentu yang dimaksud . 3 Rekam Medis Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Tujuan terselenggaranya pelayanan rekam medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi. Tanpa adanya suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar, mustahil tertib administrasi rumah sakit berhasil sebagaimana yang diharapkan . 4 Algoritma AES 256 Algoritma AES merupakan algoritma chiper yang aman untuk melindungi data atau informasi yang bersifat AES dipublikasikan oleh NIST (National Institute of Standard and Technolog. pada tahun 2001 yang digunakan untuk menggantikan algoritma DES yang sudah dianggap kuno dan mudah dibobol. Input dan output dari algoritma AES terdiri dari urutan data sebesar 128 bit. Urutan data dalam satu kelompok 128 bit tersebut disebut juga sebagai blok data atau plaintext yang nantinya akan dienkripsi menjadi chipertext. Panjang kunci dari AES terdiri dari panjang kunci 128 bit, 192 bit, dan 256 bit. Perbedaan panjang kunci ini yang nantinya mempengaruhi jumlah putaran pada algoritma AES ini. Input dan output dari algoritma AES terdiri dari urutan data sebesar 128 bit. Urutan data dalam satu kelompok 128 bit tersebut disebut juga sebagai blok data atau plaintext yang nantinya akan dienkripsi menjadi chipertext . HASIL DAN PEMBAHASAN Rekam medis elektronik telah menjadi keharusan dalam pencatatan sejarah kondisi kesehatan bagi setiap pasien. Pencatatan ini melibatkan instansi pelayanan kesehatan, para petugas kesehatan, apoteker, dan pasien. Masalah yang sering muncul adalah keamanan dari rekaman itu sendiri dari berbagai pihak yang dapat menyalahgunakan. Ini akan sangat berdampak pada semua yang terlibat utamanya pada pasien. Pasien akan mendapatkan kerugian besar baik materil maupun psikologis. Beberapa solusi telah diusulkan seperti pencatatan terpusat, penerapan enkripsi, verifikasi berulang. Putri Yosi Tanjung H. JoGTC | Page 78 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 77 - 83 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Tabel 1. Data Rekam Medis Kartu Tgl Pemeriks Nama 29/07/201 Agun Sutraj 31/07/201 Nani Ting Bad Bera Bad Jenis Kelam Alam 18/06/19 Lakilaki Jl. Sakti Lubis Sakit Kepala 18/06/19 Wanita Jl. Garu Sakit Maag Tgl Lahir Keluh Tekan Darah Respirat ory Rate Nama Penyak Nama Obat 120/80 Hiperte Primer ssensi Propano lol HCI Table 40 Mg 100/70 Tukak Lambun Antasid a DOEN I table Kunyah 1 Implementasi Algoritma 1 Proses Enkripsi Untuk proses enkripsi AES 256, plaintext di transformasikan secara berulang kali selama beberapa putaran. Banyaknya transformasi putaran (N. tergantung dari nilai Nk dan Nb. Nk yaitu panjang kunci dibagi 32, sedangkan Nb yaitu panjang blok dibagi 32. Plaintext: 010000120160729 Kunci : YOSI dikonversikan ke dalam bilangan biner maka menjadi 01111001 01101111 01110011 01101001 Mengekspansi Kunci: W1 = 01111001 W2 = 01101111 W3 = 01110011 W4 = 01101001 Rcon yang digunakan adalah: 01 02 04 08 10 20 40 80 1b 36. Proses pencariannya adalah sebagai berikut Cipher Key Kolom IV Penggeseran Posisi Baris Hasil RotWord SubByte Cipher Key KolomIV I Hasil Rcon Round Key kolom 11 Oi Oi Untuk mendapatkan Round Key kolom II sampai kolom IV tidak perlu di XOR kan dengan Rcon. Rcon hanya digunakan untuk mendapatkan byte kolom I tiap putaran. Maka: Cipher Key Kolom II Round Key kolom I Round Key kolom II 10 Oi Tabel 2. Round Constanta (Rco. Round Key i Round Key VII Tabel 3. Round Key Enkripsi Cipher Key Round Key I Round Key II Tabel 4. Round Key Enkripsi Round Key IV Round Key V Round Key VI Putri Yosi Tanjung H. JoGTC | Page 79 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 77 - 83 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Round Key X Tabel 5. Round Key Enkripsi Round Key Vi Round Key IX Melakukan penjumlahan bit antara blok plaintext dengan kunci. Plaintext cipher key Key Addition 00 44 88 cc 00 04 08 0c 00 40 80 c0 01 05 09 0d 10 50 90 d0 22 66 Aa ee 02 06 0a 0e 20 60 a0 e0 33 77 bb ff 03 07 0b 0f 30 70 b0 f0 11 55 99 dd Oi Melakukan transformasi putaran sebanyak Nr kali sebagai berikut: Nk =128/32 =4 Nb =128/32 =4 Maka Nr=10 putaran. Putaran: Sub Byte 00 40 80 c0 63 09 cd ba 10 50 90 d0 S-Box ca 53 60 70 20 60 a0 e0 b7 d0 e0 e1 30 70 b0 f0 04 51 e7 8c Shift Row 63 09 cd ba 63 09 cd ba ca 53 60 70 Shift Row 53 60 70 ca b7 d0 e0 e1 e0 e1 b7 d0 04 51 e7 8c 8c 04 51 e7 Mix Column Pada proses ini hasil dari Shift Row di-XOR-kan dengan matriks yang telah ditentukan: Oi . Oi . Oi . Oi. Oi. = . 6 x5 x . Oi. 6 x4 x . Oi. 7 x6 x. Oi. 7 x3 x. 6 x4 x3 x2 x . =01011111 =5f Proses ini dilakukan tiap putaran yaitu dari putaran pertama hingga putaran kesembilan. Pada putaran kesepuluh, proses inidiabaikan. 5yce 57 yce7 1ycc 02 03 01 01 63 09 cd ycayca 72 yce5 ycayce yca9 01 02 03 01 53 65 70 ycayca ]=[ 01 01 02 03 yce0 yce1 yca7 ycc0 64 ycayca 3yca yce9 03 01 01 02 8yca 04 51 yce7 15 92 29 1yca Add Round Key Hasil MixColum Round Key I Hasil 5yce 57 yce7 1ycc ycc6 ycc2 da ycc6 89 85 2ycc ycayca 72 yce5 ycayce yca9 ycayca ycayce yca6 ycayca ycc8 5yca 18 12 ]=[ 10 ycayce 43 8yce 64 ycayca 3yca yce9 74 72 78 76 yce8 68 ycc8 yceycc 15 92 29 1yca yceycc yceyca yce1 yceyca Untuk putaran dari dilakukan sebanyak 10 putaran Dari beberapa langkah di atas diperoleh ciphertext sebagai berikut: 69c4e0d86a7b0430d 8cdb78070b4c55a 2 Proses Dekripsi Pada proses dekripsi AES 256 hal-hal kunci dan ciphertext harus diketahui. Ciphertext : 69c4e0d86a7b0430d8cdb78070b4c55a : 01111001 01101111 01110011 01101001 Putri Yosi Tanjung H. JoGTC | Page 80 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 77 - 83 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Maka proses pendekripsian nya adalah sebagai berikut: Mengkspansi Kunci Kunci yang telah diekspansi: W1 = 01111001 W2 = 01101111 W3 = 01110011 W4 = 01101001 Proses pencariannya sebagai berikut: Cipher Key Kolom IV Penggeseran Posisi Baris Hasil Rot Word Sub Byte Cipher Key Kolom IV Maka: Hasil Rcon OiType equation here. Round Key kolom Untuk mendapatkan Round Key kolom II sampai kolom IV tidak perlu di XOR kan dengan Rcon. Rcon hanya digunakan untuk mendapatkan byte kolom I tiap putaran. Maka: Cipher Key Kolom II Round Key kolom I Round Key kolom II Tabel 6. Round Key Dekripsi Cipher Key Round Key I Round Key II Round Key i Round Key VII Round Key X Tabel 7. Round Key Dekripsi Round Key IV Round Key V Round Key VI Tabel 8. Round Key Dekripsi Round Key Vi Round Key IX Putaran Inverse of Add Round Key Putri Yosi Tanjung H. JoGTC | Page 81 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 77 - 83 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc 69 6ad8 70 13 e3 f3 4d c4 7b cd b4 Oi 7a89 2b 3d 11 94 07 2b d5 efca9f e0 04 b7 c5 1d 4a a7 30 fd 4e10 f5 d8 30 80 5a 7f 17 8b c5 a7 27 0b 9f Inverse of Mix Column Pada putaran pertama proses ini tidak digunakan. Inverse Shift Row 7a 89 2b 3d InvShiftRow d5 efca9f 2b 3d 4e10 f5 10 f5 fd 4e a7 27 0b 9f 27 0b 9f a7 Inverse of Sub row 2b 3d 10 f5 fd 4e bd f2 0b ab InvSubByte 6e b5 a1 10 7c 77 21 b6 27 0b 9f a7 3d 9e 6e 89 Proses inverse terus dilakukan sampai dengan 10 putaran sehingga hasil dari proses dekripsi, plaintext nya adalah sebagai berikut: 010000120160729 2 Implementasi Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanan sudah dianggap fix. Tampilan Menu Utama Antarmuka menu utama adalah halaman yang muncul pertama kali saat sistem dijalankan. Antarmuka menu utama dapat dilihat pada gambar 1 berikut. Gambar 1. Antarmuka Menu Utama Tampilan Menu Enkripsi Penerapan enkripsi pada aplikasi rekam medis pasien, yaitu dengan melakukan enkripsi pada data-data yang dianggap penting dan rahasia yaitu dilakukan enkripsi pada data nama, tanggal lahir, alamat, keluhan, tekanan darah, respiatory rate, penyakit yang pernah diderita dan nama obat yang diberikan. Adapun tampilan dari menu enkripsi dapat di lihat pada gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Tampilan Menu Enkripsi Putri Yosi Tanjung H. JoGTC | Page 82 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 77 - 83 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Tampilan Proses Dekripsi Untuk melakukan deskripsi yaitu dengan cara memilih data yang ingin dilakukan deskripsi kemudian tekan tombol deskripsi lalu selanjutnya tekan tombol simpan. Tampilan halaman menu dekripsi dapat dilihat pada gambar 3 berikut Gambar 3. Tampilan Menu Dekripsi KESIMPULAN Kesimpulan yang didapat dari penulisan penelitian ini adalah Algoritma AES 256 ini dapat diterapkan untuk pengamanan aplikasi rekam medis pasien. Data yang ada pada rekam medis pasien menjadi lebih aman dari serangan para kriptanalis dengan menggunakan Algoritma AES 256. Dalam pengimplementasian pengamanan data rekam medis nmenggunakan visual basic. Net 2008 REFERENCES