Jurnal Manejerial Bisnis Vol. 3 No. 2 Agustus-November 2019 ISSN 2597-503X PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI. GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN MELALUI KINERJA KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PT WILMAR NABATI INDONESIA GRESIK Niswan Bayu Syasindy Niswan. bayu@gmail. Indra Prasetyo Fatimah Riswati Universitas Wijaya Putra Surabaya ABSTRACT The purpose of this research is to analyze the influence of organizational communication, leadership style, and organizational culture on employee job satisfaction through employee performance as intervening variable. The sample of this research is employees of PT Wilmar Nabati Indonesia amounted to 150 respondents. Data analysis technique used is analysis with path analysis method with the help of software SPSS version 19. The result of research shows that there is influence between communication variable to employee performance. Leadership style variables have a significant effect on employee performance. organizational culture variables have a significant effect on employee performance. Employee performance variable has a significant effect on job variable Organizational communication has no significant effect on job satisfaction. The leadership style has a significant effect on job satisfaction, and organizational culture has no significant effect on job satisfaction. Keywords: organizational communication, leadership style, organizational culture, employee performance and employee job satisfaction ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan melalui kinerja karyawan sebagai variabel intervening. Sampel penelitian ini adalah karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia berjumlah 150 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis dengan metode analisis lajur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara variabel komunikasi terhadap kinerja karyawan. Variabel gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan tehadap kinerja karyawan. variabel budaya organisasi berpengaruh signifikan tehadap kinerja karyawan. variabel kinerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel komunikasi organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dan Budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Kata kunci: Komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, kinerja karyawan, kepuasan kerja Jurnal Manajerial Bisnis Vol. 3 No. 2 Niswan Bayu Syasindy Halaman 159-172 PENDAHULUAN Aktivitas hidup manusia beraneka ragam dan salah satu bentuk dari segala aktivitas yang ada adalah bekerja. Bekerja memiliki arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati oleh manusia yang (Moh. AsAoad. 1987: . dalam Fauzan . Hal ini didorong oleh keinginan manusia untuk memenuhi adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Sementara itu Porter dan Lawler dalam Arni . menjelaskan bahwa kepuasan Sumber daya manusia merupakan aset terpenting perusahaan pelaksana kebijakan Agar perusahaan tetap eksis maka harus berani menghadapi tantangan dan implikasinya yaitu menghadapi perubahan dan memenangkan persaingan. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan seperti modal, metode dan mesin tidak bisa memberikan hasil yang optimum apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kinerja yang Keberhasilan perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan . ob performanc. atau hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melakukan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang Karyawan merupakan sumber daya yang penting bagi organisasi, karena memiliki bakat, tenaga, dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya. Gaya seorang manajer dalam memimpin bawahannya mempunyai dampak yang signifikan terhadap sikap dan kinerja karyawan Karakteristik bawahannya dan terkait dengan proses komunikasi yang terjadi antara pemimpin dan bawahan, hal ini dipengaruhi oleh efektifitas pemimpin. Bagi karyawan agar bekerja sesuai dengan program, maka sangat besar peran seorang pemimpin. Oleh karena itu, seorang pemimpin dalam membangkitkan kinerja karyawan Masalah yang timbul yaitu bagaimana karyawan diarahkan supaya dapat menghasilkan kinerja yang optimal sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Untuk itu, perusahaan harus berusaha menjamin agar faktor-faktor yang berpengaruh dipenuhi secara maksimal. PT Wilmar Nabati Indonesia merupakan salah satu industri wilmar yang bergerak dalam jasa pengolahan minyak mentah kelapa sawit terbesar di Indonesia. Bahkan perusahaan marchandiser minyak sawit dan minyak laurat serta memiliki perkebunan kelapa sawit utama dan terbesar. Perusahaan minyak kelapa sawit ini beroperasi lebih dari 160 pabrik pengolahan dan memperkerjakan sekitar 000 tenaga kerja di lebih dari 20 negara, dengan fokus utama di Indonesia. Malaysia. China. India, dan Eropa. Salah satu pabriknya terletak di kota Gresik. Jawa Timur. Karyawan di pabrik Gresik banyak dari beberapa negara seperti India. China, terutama pada bagian middle dan top manajer, sehingga terdapat permasalahan terkait dengan komunikasi antar karyawan. Gaya kepemimpinan yang efektif dalam mengelola sumber daya manusia dalam suatu unit kerja akan berpengaruh pada dengan peningkatan kepuasan kerja individu dan kinerja unit itu sendiri, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Seorang pemimpin juga harus mampu menciptakan komitmen organisasi pada karyawannya dengan menanamkan visi, misi, dan tujuan dengan baik untuk membangun loyalitas dan kepercayaan dari karyawannya. Komitmen karyawan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja dan kinerja. Mengingat pentingnya masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan telaah ilmiah ini. karakteristik individu dan hubungan sosial individu di luar pekerjaan itu Susilo Martoyo . dalam fauzan. kepuasan kerja merupakan keadaan emosional karyawan dimana terjadi atau tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja karyawan dari perusahaan atau organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan. TINJAUAN TEORETIS Kepuasan Kerja Karyawan Aktivitas hidup manusia beraneka ragam dan salah satu bentuk dari segala aktivitas yang ada adalah bekerja. Bekerja memiliki arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati oleh manusia yang bersangkutan (Moh. AsAoad. 1987: . dalam Fauzan . Hal ini didorong oleh keinginan manusia untuk memenuhi adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Sementara itu Porter dan Lawler dalam Arni. menjelaskan kepuasan kerja merupakan bangunan Kepuasan ketidakpuasan dengan pekerjaannya. Sikap yang positif terhadap pekerjaan secara konsepsi dapat dinyatakan sebagai kepuasan kerja dan sikap negatif Secara sederhana, job satisfaction dapat diartikan sebagai apa orang-orang Apa yang membuat mereka bahagia dalam pekerjaannya atau keluar dari pekerjaanya, menurut Robin dalam Siahaan. Dalam kutipan Moh. AsAoad yang terdapat pada buku Psikologi Industri . Joseph Tiffin mendefinisikan kepuasan kerja adalah sikap karyawan terhadap pekerjaan, pimpinan dan sesama karyawandan M. Blum mendefinisikan kepuasan kerja adalah suatu sikap yang umum sebagai hasil dari berbagai sifat khusus Komunikasi Organisasi Komunikasi merupakan salah satu aspek terpenting namun juga kompleks dalam kehidupan manusia. Manusia komunikasi yang dilakukannya dengan manusia lain, baik yang sudah dikenal maupun yang tidak dikenal sama sekali (Morissan, 2. Komunikasi organisasi menurut Wiryanto . alam Khomsahrial Romli, 2. adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara Orientasinya anggotanya secara individual. Organisasi tidak mungkin berada tanpa komunikasi. Apabila tidak ada komunikasi, para pegawai tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan rekan pimpinan tidak dapat menerima masukan informasi, dan Organisasi tidak mungkin berada tanpa Apabila komunikasi, para pegawai tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan rekan menerima masukan informasi, dan sebuah organisasi memang dibentuk sebagai wadah yang di dalamnya berkumpul tertentu secara teratur guna tercapainya Terlebih dalam kehidupan masyarakat modern, manusia merasa bahwa selain mengatur dirinya sendiri, ia juga perlu mengatur lingkungannya, memelihara ketertiban, mengelola dan aktifitas yang kita kenal dengan manajemen dan organisasi. Gaya Kepemimpinan Pemimpin menerapkan gaya melaksanakan kepemimpinan terlebih dahulu harus mengetahui siapa bawahan, dan mengerti bagaimana bawahan untuk dapat mengimbangi kelemahan yang dimiliki. Istilah gaya adalah cara-cara yang dipergunakan pengikutnya (Thoha, 2. Menurut Veitzhal Rivai . , kepemimpinan adalah proses mempengaruhi memberi contoh kepada pengikutpengikutnya lewat proses komunikasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Menurut Achmad Suyuti . yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah proses mengarahkan, membimbing dan tindakan dan tingkah laku orang lain untuk digerakkan ke arah tujuan Gaya organisasi sangat diperlukan untuk mengembangkan lingkungan kerja yang kondusif dan membangun iklim motivasi bagi karyawan sehingga diharapkan akan menhasilkan produktivitas yang Gaya kepemimpinan norma perilaku yang dipergunakan seseorang pemimpin pada saat mencoba mempengaruhi perilaku orang lain atau Pemimpin menggunakan gaya yang sama dalam memimpin bawahan, namun disesuaikan karakter-karakter Pemimpin menunjukkan lebih dari satu gaya kepemimpinan diidentifikasikan lima gaya (Kreitner dan kinicki, 2. yaitu gaya direktif, gaya supportif, gaya partisipatif, gaya orientasi prestasi dan gaya pengasuh. Budaya Organisasi Budaya organisasi merupakan suatu nilai keyakinan,norma dan perilaku yang dimiliki bersama dalam suatu organisasi (Gibson. Budaya organisasi disamping kemampuan untuk mengintegrasikan kegiatan sehari-hari pegawai untuk mencapai tujuan yang direncanakan, juga dapat membantu organisasi dalam beradaptasi dengan baik untuk lingkungan eksternal respon yang cepat dan tepat (Draft. Menurut Schein . adalah, pola asumsi dasar bersama yang memcahkan masalah-masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, yang telah berfungsi dengan cukup baik untuk dianggap absah dan untuk bisa diajarkan kepada anggota kelompok baru sebagai cara yang benar menerima sesuatu, berpikir dan merasakan dalam hubungan dengan masalah-masalah. Robbins . menyatakan budaya organisasi berawal dari filosofi pendiri, sekali budaya terbentuk, praktek-praktek pengelolaan dari sumberdaya manusia mempertahankannya suatu budaya, yaitu praktek seleksi, tindakan manajemen puncak dan metode sosialisasi. Kinerja Karyawan Secara etimologi, kinerja berasal dari kata prestasi kerja sebagaimana d i kemukakan oleh Mangkunegara . istilah kinerja berasal dari kata prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Prawirosentono . kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masingmasing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal dan tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Menurut Mangkuprawira . , kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standart hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan . xsplanatory Penelitian eksploratoris menurut Sugiyono . adalah penelitian yang memiliki tujuan untuk mendapatkan keterangan, wawasan, pengetahuan, ide, masalah, menyusun hipotesis, serta dapat dilanjutkan dengan penelitian lanjutan Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode statistik analisis jalur . ath Penelitian ini dilakukan di PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik, dengan populasi seluruh karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia pabrik Gresik Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pendekatan slovin. Dengan demikian sampel dalam penelitian ini adalah 150 karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakanm metode dokumentasi dan kuesioner dalam pengumpulan data. Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumendokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain oleh subjek. Daftar pertanyaan . adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih. Metode Analisis Data Metode penelitian ini yaitu path analysis atau analisis jalur untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak Analisis jalur adalah bagian dari model regresi yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan sebab akibat antarvariabel dengan persamaan regresi menutut Sugiyono . Z = pzx1X1 pzx2X2 pzx3X3 pze Y = pyx1X1 pyx2X2 pyx3X3 pyzz HASIL DAN PEMBAHASAN PT. Wilmar Nabati Indonesia modal asing (PMA) yang tergabung dalam group Wilmar. Awalnya PT. Wilmar Nabati Indonesia bernama PT. Bukit Kapur Reksa, perubahan nama ini dilakukan pada 2 Juli 2009. Pabrik pertama didirikan di Desa Bukit Kapur kurang lebih 30 km dari kota Dumai dan pada tahun 1991 kian berkembang dengan didirikan pabrik kedua berlokasi di Jalan Datuk Laksamana areal Pelabuhan Dumai yang kemudian dijadikan sebagai pabrik dan kantor pusat untuk wilayah Dumai dengan produk akhir berupa Palm Kernel Oil (PKO) dari pabrik Crushing Palm Kernel dan Refined Bleached Deodorized Olein (RBD Olie. dari Refinery dan Fractionation. Perkembangan WINA didukung juga dengan lokasi pabrik yang strategis, yaitu fasilitas dermaga dari Pelindo yang dapat menyandarkan kapalkapal ekspor dengan daya angkut 30. 000 MT. Pada awal tahun 2004, manajemen PT. WINA menambah tangki timbun bahan baku CPO sebesar 12. 000 MT. Dengan penambahan tangki timbun ini, secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh pada perekonomian di Riau pada umumnya dan pada khususnya di perekonomian kota Dumai akan semakin maju dan berdampak positif dalam pembangunan kota. PT WINA telah mampu mengolah CPO sebesar 4. 100 MT per hari dan PK crushing sebanyak 1000 MT per hari yang menjadikan PT. WINA sebagai produsen dan pengekspor minyak Indonesia. Perkembangan lain yang dilakukan oleh manajemen PT WINA yaitu pada awal tahun 2005 kembali membangun pabrik di kawasan industri Pelintung dan merupakan perusahaan yang berada dalam satu naungan WILMAR Group. Pembangunan yang dilakukan refinery/fractionation dengan kapasitas 600 MTD dan PK crushing plant dengan kapasitas 1500 TDP (Ton Per Da. Adapun perkembangan pabrik ini didukung dengan pelabuhan mempunyai dermaga dengan panjang 425 meter dan kolam pelabuhan dengan kedalaman 14 meter, yang dapat disandari oleh kapal dengan bobot 50. DWT dan akan dikembangkan untuk dapat disandari kapal 70. 000 DWT. Komitmen yang tinggi dari manajemen dan karyawan memungkinkan PT. WINA untuk berkembang lebih besar lagi. Hal ini terbukti dengan telah diperolehnya sertifikat ISO 9001:2008 pada tanggal 16 Oktober 2009. Pada tahun 2009. PT WINA mengubah nama menjadi PT Wilmar Nabati Indonesia perkembangan usaha yang semakin besar dan mulai membangun pabrik-pabrik baru di luar kota Dumai bendera Wilmar Group. Pengujian Hipotesis Untuk dalam penelitian ini maka dilakukan analisis data menggunakan teknik analisis jalur (Path Anlisy. Analisis jalur membuktikan adanya pengaruh antara variabel komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kinerja karyawan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Wilmar Nabati Indonesia baik secara langsung maupun intervening yaitu kinerja karyawan. Pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan kinerja karyawan terhadap kepuasan Berdasarkan yang digunakan yaitu analisis, maka didapat hasil analisis penelitian seperti pada tabel 1. Tabel 1 Model Summaryb Model R Square AAdjusted R Std. Error of Square the Estimate Predictors: (Constan. X1. X3. X2 Dependent Variable: Y Dari tabel 1 dapat dilihat untuk mencari nila i pye . ariabel erro. yaitu dengan persamaan: Pye = 1 Ae R2 => 1 Ae 598 = 0. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh komunikasi organsiasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan kinerja karyawan terhadap kepuasan kerja bisa dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Coefficientsa Unstandardized Standardiz Coefficients Coefficient Std. Error Beta Model (Constan. Sig. Dependent Variable: Y Berdasrkan penelitian yang tersaji pada tabel 2 maka didapat persamaan hasil penelitian: Y = pyx1X1 pyx2X2 pyx3X3 pyzz pye Y = 0. 064 X1 0. 351 X2 127 X3 0. 391 Z 0. Dengan kepemimpinan, budaya organisasi dan kinerja karyawan sebesar 0,598 atau 8% sedangkan sisanya sebesar 402 atau 40. 2% dipengaruhi oleh faktor/variabel lain yang tidak ada dalam konsep penelitian ini. Sehingga dapat dikatakan variabel Ae variabel yang masuk dalam penelitian ini mempunyai dibandingkan dengan variabel Ae variabel yang tidak masuk dalam konsep penelitian ini. Kemudian dasar untuk penguian hipotesis konsep pertama dapat Ha: Varibel gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan kinerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan Ho:Varibel gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan kinerja karyawan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan Sesuai dengan ketentuan pengujian hipotesis penelitan di atas, maka uji signifikan analisis jalur dilakukan dengan membandingkan antara nilai t-hitung dengan nilai t-tabel atau Sig. pada tabel di atas. Sebagai dasar pengambilan keputusan adalah: Jika nilai t-hitung lebih kecil dari ttabel . -hitung O 1. , maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jika nilai t-hitung lebih besar dari ttabel . -hitung Ou 1. , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan ketentuan Ae ketentuan tersebut dan hasil pengujian hipotesis yang telah tersaji pada tabel 4. 18, maka hipotesis dalam penlitian ini adalah: Pengaruh langsung komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Wilmar Nabati Indo nesia Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel kepemi mpinan terhadap kepuasan kerja diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 064 dengan nilai t-hitung 086 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel . hipotesisnya adalah Ho diterima dan Artinya signifikan terhadap kepuasan kerja PT . Wilmar Nabati Indonesia. Pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja PT Wilmar Nabati Indonesia Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel gaya kepemimpinan nila i Standardized Coefficients Beta sebesar 0. 351 dengan nilai t-hitung sebesar 5. 006 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel . Ou hipotesisnya adalah Ho diterima dan Artinya signifikan terhadap kepuasan PT Wilmar Nabati Indonesia. Pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan diperoleh dari nila i Standardized Coefficients Beta sebesar 0. 127 dengan nilai t-hitung sebesar 1918 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai thitung, dimana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel . 918 < 1. , maka hipotesisnya adalah Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya budaya organisasi terhadap kepuasan kerja kar yawan PT Wilmar Nabati Indonesia. Pengaruh karyawan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel kiner ja karyawan terhadap kepuasan kerja karyawan dar i nilai Standardized Coefficients Beta sebesar 0. 391 dengan nilai t-hitung sebesar 5. 711 dan nilai S Dilihat dari nilai thitung, dimana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel . Ou 1. maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya k inerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia. Pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan Berdasarkan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis jalur didapat hasil analisis penelitian pada tabel 3. Tabel 3 Model Summary Model R Square AAdjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. X3. X1. X2 Dari tabel 3 dapat dilihat untuk mencari nilai pye . ariabel erro. yaitu dengan persamaan: pze = 1 Ae R2 =>1 Ae 409 = 0. Selanjutnya untuk mengetahui hasil analisis pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi terhadap kinerja karyawan seperti pada Tabel 4 Berdasarkan penelitian yang tersaji pada tabel 4 diperoleh persamaan hasil penelitian: Z= pzx1X1 pzx2X2 pzx3X3 pze Z= 0. 204 X1 0. 378 X2 0. 214 X3 0. Dengan kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan sebesar atau sebesar 40,9% sedangkan sisanya sebesar 0. 591 atau 59,1% dipengaruhi oleh faktor/variabel lain yang tidak ada dalam konsep penelitian Sehingga dapat dikatakan variabelAevariabel yang masuk enelitian ini mempunyai kontribusi lebih sedikit apabila dibandingkan dengan variabelAevariabel yang tidak masuk dalam konsep penelitian ini. Kemudian dasar untuk penguian hipotesis konsep pertama dapat dirumuskan sebagai Ha: Varibel organisasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sesuai pengujian hipotesis penelitan di atas, maka uji signifikan analisis jalur antara nilai t-hitung dengan nilai t-tabel atau Sig. pada tabel di atas. Sebagai dasar pengambilan keputusan adalah: Jika nilai t-hitung lebih kecil dari ttabel . -hitung O 1. , maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jika nilai t-hitung lebih besar dari ttabel . -hitung Ou 1. , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan ketentuanAeketentuan dan hasil pengujian hipotesis yang telah tersaji pada tabel 4 maka hipotesis dalam penlitian ini adalah: Pengaruh komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 204 dengan nilai t- hitung 921 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel . 921> 1. , maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha Yang signifikan terhadap kinerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Tabel 5 Berdasarkan ketentuanAeketentuan tersebut dan hasil pengujian hipotesis yang telah tersaji pada tabel 5, maka hipotesis dalam penlitian ini adalah: Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dari nilai Standardized Coefficients Beta 378 dengan nilai t- hitung 799 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, nilai thitung lebih besar dari t-tabel . 799 Ou . , maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Tabel 6 Berdasarkan ketentuanAeketentuan dan hasil pengujian hipotesis yang telah tersaji pada tabel 6 maka hipotesis dalam penlitian ini adalah: Pengaruh terhadap kinerja karyawan Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel budaya organisasi terhadap kinerja karyawan diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 214 dengan nilai t- hitung 736 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel . 736O 1,. , maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Yang artinya adalah budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan melalui kinerja karyawan Pengujian dimaksudkan untuk menguji pengaruh tidak langsung variabel penelitian yaitu kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan di PT Wilmar Nabati Indonesia. Adapun hipotesisnya adalah pada tabel 7. Tabel 7 Tabel 9 Coefisiens Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Std. Error Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients Sig. Beta Model (Constan. Dependent Variable: Y Tabel 8 Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta Dependent Variable: Y Hasil Analisis pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Tabel 10 . Pengaruh komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja Berdasarkan analisis sebelumnya dan mengacu pada tabel 7 dan tabel 8, maka untuk pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung variabel komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan: 0. = 0. 079 = 0. Dengan pengaruh variabel komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan yaitu sebesar 0. 143 atau 14. Hasil Analisis pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, budaya terhadap kepuasan kerja. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja melalui kinerja Berdasarkan analisis sebelumnya dan mengacu pada tabel 9 dan tabel 10 pengaruh tidak langsung variabel gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan adalah: 0. 378 x 0. = 0. 147 = 0. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pengaruh variabel gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan yaitu sebesar 0. 498 atau 49. Tabel 11 Coefisients Unstandardize Standardize d Coefficients d Std. Coefficients Beta Model Constan. Error Dependent Variable: Y Tabel 12 . Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan Berdasarkan analisis sebelumnya pengaruh tidak budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan: 214 x 0. = 0. Dengan demikian dapat diketahui pengaruh variabel budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan yaitu sebesar 0. 210 atau 21 %. Pembahasan Pengaruh organisasi terhadap kepuasan kerja di PT Wilmar Nabati Indonesia. Pengujian terhadap k epuasan kerja diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 064 dengan nilai t-hitung sebesar 086 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel . 086 O 1. , maka hipotesisnya adalah Ho diterima dan Ha Yang artinya adalah komunikasi organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja PT. Wilmar Nabati Indonesia. Hasil penelitian ini membuktikan komunikasi tidak berpengaruh positif secara langsung terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Wilmar Nabati Indonesia. Dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Hariandja . yaitu komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kerja. Hal ini mudah dipahami sebab komunikasi yang tidak baik bisa mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan organisasi, misalnya konflik antar karyawan, kesenjangan karyawan dan sebaliknya komunikasi yang baik kerjasama, dan juga kepuasan kerja Penelitian ini juga bertolak belakang dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya hubungan positif secara langsung antara kepuasan kerja. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ali dan Haider . dikemukakan ada dampak signifikan dari tiga dimensi komunikasi pada kepuasan Pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja di PT Wilmar Nabati Indonesia Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel gaya kepemimpinan kepuasan kerja diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta sebesar 351 dengan nilai t-hitung sebesar 5. dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t- hitung lebih besar dari t-tabel . 006 Ou 1. maka hipotesisnya adalah Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya adalah gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja PT Wilmar Nabati Indonesia. Hasil itu menunjukkan karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik kepemimpinan yang dilakukan oleh Perilaku pemimpin merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja. Menurut Miller et al. gaya kepemimpinan mempunyai hubungan terhadap kepuasan kerja para pegawai. Pada penelitian yang dilakukan oleh Lina . juga dikemukakan variabel gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kepuasan kerja PT Wilmar Nabati Indonesia Pengujian hipotesis pengaruh langsung variabel budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan Standardized Coefficients Beta sebesar 0. 127 dengan nilai t- hitung sebesar 1918 dan nilai Sig. 57 Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t- hitung lebih besar dari ttabel . 918 < 1. , maka hipotesisnya adalah Ho diterima dan Ha ditolak. Yang artinya adalah budaya organisasi tidak kepuasan kerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia. Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan budaya organisasi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Wilmar Nabati Indonesia Gresik. PT Wilmar Nabati Indonesia melakukan terobosan terkait budaya perusahaan, agar karyawan merasa puas secara individu hal ini sesuai dengan Schein AuBudaya organisasi dapat menyebabkan pertemuan dan komunikasi antar pribadi yang efektif, keberhasilan sosialisasi individu, dan peningkatan produktivitas kerjaAy. Maksud dari pernyataan budaya organisasi dirancang oleh perusahaan sehingga nantinya perusahaan akan memberikan penghargaan dan tujuannya adalah agar karyawan merasa puas akan pekerjaannya dan perusahaan tempat mereka bekerja. Pengaruh terhadap kepuasan kerja PT Wilmar Nabati Indonesia Pengujian langsung variabel kinerja karyawan kepuasan kerja karyawan diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 391 dengan nilai t-hitung sebesar 711 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel . 711 Ou 1. , maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha Yang artinya adalah kinerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia. Hasil kepuasann kerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia pabrik Gresik. Menurut Robert L. Mathis & John H. meskipun kepuasan kerja itu menarik dan penting, hal yang paling mendasar adalah pengaruh kepuasan kerja terhadap organisasi yang akan mempengaruhi kinerja karyawan Pengaruh terhadap kinerja karyawan Pengujian langsung variabel komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 204 dengan nilai t-hitung 921 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel . 921> 1. , maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Yang artinya berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Hasil komunikasi organisasi yang terjadi di Wilmar Nabati Indonesia pabrik Gresik berjalan dengan sangat baik. Pada penelitian Trijaya . mengemukakan kompensasi, pelatihan, dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan yang menjadi variabel dominan adalah kompensasi. Hariyanti Primawesri . mengemukakan motivasi dan komunikasi terhadap kepuasan karyawan dan kinerja Berdasarkan temuan dari penelitian tersebut dapat dikemukakan berkolerasi erat dengan komunikasi dan kinerja karyawan baik secara langsung. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Pengujian langsung variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 378 dengan nilai t-hitung sebesar 799 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel . 799 Ou 1. maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Yang artinya adalah gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Artinya transformasional yang dilakukan di PT Wilmar nabati gresik sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia pabrik gresik. Hasil penelitian tintin . juga menunjukkan gaya kepemimpinan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan di PT Wilmar Nabati Indonesia. Menurut pendapat Sudarmanto . kepemimpinan adalah salah satu dimensi kompetensi yang sangat menentukan terhadap kinerja atau keberhasilan organisasi. Sedangkan Armstrong mengutarakan bahwa kepada semua karyawan agar bekerja sebaik-baiknya untuk mencapai hasil Semakin kepemimpinan dalam sebuah organisasi Unit sumber daya manusia dalam suatu organisasi seharusnya masalahmasalah dalam pencapaian kinerja. Apa yang sesungguhnya menjadi peranan unit sumber daya manusia dalam suatu organisasi ini seharusnya tergantung pada apa yang diharapkan manajemen tingkat atas, seperti fungsi manajemen manapun, kegiatan manajemen sumber daya manusia harus dievaluasi dan direkayasa sedemikian sehingga mereka dapat memberikan kontribusi untuk kinerja yang kompetitif dari organisasi dan individu pada pekerjaan (Robbins Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan Pengujian langsung variabel budaya organisasi terhadap kinerja karyawan diperoleh dari nilai Standardized Coefficients Beta 214 dengan nilai t- hitung 736 dan nilai Sig. Dilihat dari nilai t- hitung, dimana nilai thitung lebih kecil dari t-tabel . 736O 1,. maka hipotesisnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Yang artinya adalah budaya terhadap kinerja karyawan pada PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Berdasarkan tersebut dapat ditarik kesimpulan budaya organisasi yang berlangsung di PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik berjalan sangat baik dalam menumbuhkan semangat kinerja karyawan. Pengaruh budaya organisasi bisa menciptakan karyawan agar meningkatkan kinerja yang mereka miliki. Dengan adanya suatu budaya organisasi yang baik dan terarah dapat menjalankan pekerjaan dengan runtun dengan hasil yang Tanpa organisasi yang diterapkan pada suatu organisasi atau perusahaan, maka akan sangat sulit organisasi atau perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan. Pengaruh terhadap kepuasan kerja melalui kinerja Hasil pengujian hipotesis organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan di PT Wilmar Nabati Indonesia diperoleh nilai sebesar 0. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui organisasi terhadap kepuasan kerja 143 atau 14,3%. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan Hasil mengenai pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan di PT Wilmar Nabati Indonesia Berdasarkan penelitian tersebut dapat diketahui bahwa kinerja karyawan dapat menjadi mediator pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja sebesar 0. atau 49,8%. Pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan Hasil mengenai pengaruh budaya organisasi terhadap budaya organisasi melalui kinerja karyawan di PT Wilmar Nabati Indonesia diperoleh nilai sebesar 0. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui kinerja karyawan menjadi mediator pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja 210 atau sebesar 21%. SIMPULAN Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan terdapat pengaruh antara variabel komunikasi terhadap kinerja karyawan. Variabel gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan tehadap kinerja karyawan. Variabel signifikan tehadap kinerja karyawan. Variabel kinerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel komunikasi organisasi tidak kepuasan kerja. Variabel gaya kepemimpinan kepuasan kerja, dan Budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa kinerja karyawan dapat menjadi organisasi terhadap kepuasan kerja 143 atau 14,3%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kinerja karyawan dapat menjadi mediator pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja sebesar 0. atau 49,8%. dan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa kinerja karyawan dapat menjadi mediator pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0. 210 atau sebesar 21%. DAFTAR PUSTAKA Akhiruddin. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Transformasional Terhadap Perilaku Citizenship dengan Kepercayaan pada Pemimpin sebagai Variabel Pemediasi. Fokus Manajerial. Vol. 14 Edisi 1. As'ad. Psikologi Industri. Seri Umum Sumber Daya Manusia. Edisi 4. Liberty. Yogyakarta. Augusty. Ferdinand. Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Skripsi. Tesis Disertai Ilmu Manajemen. Universitas Diponegoro. Semarang Ferdinand. Augusty. Metode Penelitian Manajemen. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19. Edisi Ketiga. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Gibson. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Keempat. Erlangga. Jakarta. Handoko. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Edisi BPFE. Yogyakarta. http://w. (Diakses tanggal 26 Mei 2. Kreitner. Robert, dan Angelo Kinichi. Perilaku Organisasi. Buku 2. Edisi Kelima. Penerjemah: Erly Suandy. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Mangkunegara. Anwar. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. Mangkuprawira. Tb. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Ghalia Indonesia. Bogor. Mas'ud. Fuad. Survai Diagnosis Organisasional (Konsep Aplikas. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Mathis. Robert L. dan John H. Jackson. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama Salemba Empat. Jakarta McNeese-Smith. Donna, 2015. Ay Increasing Employee Productivity. Job Satisfaction, and Organizational. CommitmentAy Penerjemah: Erly Suandy. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Morissan. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Kencana Prenada Media Group. Jakarta. Rivai. Veitzhal. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Raja Grafindo. Jakarta. Romli. Khomsahrial. Komunikasi Organisasi Lengkap. PT Grasindo. Jakarta. Robbins. Stephen P dan Timothy A. Judge, 2010. Perilaku Organisasi (Organizational Behavio. Penerjemah Diana Angelica. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Schein. Edgar. Psikologi Organisasi. Terjemahan Indonesia. Pustaka