Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM AL-QURAoAN SERTA TUJUANNYA PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Shafwan email: Sofwanwawan431@email. (Universitas Al-Amien Prendua. Abstrak: Pendidikan masih tetap menjadi perbincangan hangat pada zaman sekarang utamanya pendidikan Islam, dikarenakan pendidikan Islam juga memiliki tujuan tersendiri. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep-konsep pendidikan dalam al-QurAoan serta tujuannya dalam pandangan Imam Ghazali. Metode penelitian dalam artikel ini merupakan kajian pustaka yang mana peneliti membutuhkan analis menggunakan kajian-kajian artikel ilmiah, buku, jurnal, dan pandanganpandangan Imam Ghazali terkait tujuan pendidikan agama Islam. Konsep pendidikan Islam dalam al-QurAoan yang disebut dengan tarbiyah menekankan pada konsep membimbing, mengasuh, mengarahkan, serta pengembangan-pengembangan. Konsep taAolim dalam al-QurAoan mengarah kepada pemberian ilmu pengetahuan, mentransfer ilmu. TaAodib dalam pendidikan memposisikan yang berbeda dari tarbiyah dan taAolim, yaitu tertuju pada akhlak dan moral. Tujuan pendidikan Islam menurut Imam Ghazali membentuk insan paripurna yang menjadikan manusia selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Keywords: Pendidikan Islam, al-QurAoan. Tujuan pendidikan Islam Pendahuluan Pendidikan saat ini masih tetap menjadikan manusia mempunyai arah serta tujuan-tujuan Terutamanya pendidikan Islam yang sama sekali tidak lepas dari nilai-nilai keislaman itu sendiri, meskipun berbagai macam-macam pengertian baik secara tekstual ataupun kontekstual. Dalam Al-QuAoan tentunya menjadi rujukan pertama dan utama dalam melihat pengertianpengertian pendidikan Islam. Pendidikan sangat penting karena perupakan sarana pembudayaan dan peningkatan kualitas hidup. Pendidikan diperlukan dalam rangka menyiapkan agar manusia dapat berperan secara efektif dimasa akan datang. Suatu bangsa melakukan upaya pendidikan agar dapat merekayasa masa depan bangsa tersebut menuju kemajuan. Badan PBB yang mengurusi bidang pendidikan (UNESCO) menyatakan bahwa kalau hendak membangun dan memperbaiki kondisi masyarakat seluruh bangsa, maka kuncinya harus dimulai dari pendidikan, hal ini diutarakan ketika perkumpulan-perkumpulan kepala bangsa diseluruh penjuru dunia. Mengapa demikian, dikeranakan pendidikan merupakan alat utama menuju perbaikan peradaban. Sebagaimana kita ketahui di dalam al-QurAoan dijelaskan mengenai hal tersebut. Allah SWT. Dengan sangat jelas berjanji bahwa orang-orang yang berilmu dan beriman akan ditinggikan derajatnya (Q. Al-Mujadilah . : . Upaya manusia menuju martabat yang tinggi dapat diperoleh dengan pendidikan. Di dalam ajaran Islam, ilmu yang dipandu dengan keimanan inilah 147 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 01 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin yang dapat mengantarkan manusia menuju ketaqwaan kepada Allah SWT. ayat tersebut menjadi salah satu bukti bahwa betapa agama Islam sangat menghargai ilmu sebagai sarana yang sangat penting dalam kehidupan. Oleh karena itu, fungsi pendidikan adalah mempersiapkan setiap individu untuk dapat hidup sempurna, melalui pendidikan intelektual, moral, dan jasmani dengan cara menguasai ilmu tentang hidup. (Hasanah, 2. Berangkat dari urgensi pendidikan bagi manusia, sangat penting jika diawal kita memastikan pengertian pendidikan yang diturunkan al-QurAoan. Karena bertitik tolak dari pengertian atau definisi inilah akan menjadikan dasar atau pondasi kuat mengenai konsep bangunan pendidikan Islam itu sendiri. Konsep bangunan pendidikan Islam yang ideal tidak terlepas dari pemahaman yang utuh terhadap berbagai istilah pendidikan dalam al-QurAoan. Al-QurAoan sendiri kita tahu bahwa di dalamnya mengandung pengertian yang lengkap mengenai aspek kehidupan manusia, alam semesta dan metafisika, masa lampau, masa kini dan masa depan, individu, masyarakat, sosial politik, dan pendidikan. (Abdun Nasir & Arif, n. Sehingga para ulama selalu menjadikan al-QurAoan sumber yang pertama dan utama sampai terus menerus mempelajarinya dan mempelajari jalan-jalan mengeluarkan hukum dari ibaratibarat. (Hasbi Ash-Shiddieqy, 2. Maka dari itu Al-QurAoan bukan hanya sebagai kitab suci umat Islam dan pedoman hidup dalam menjalankan segala aktifitasnya, tetapi al-QurAoan juga merupakan kitab pendidikan. (Hardiyati, 2. Maka ketika berbicara mengenai pendidikan Islam juga akan berbicara tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Dari sekian tokoh-tokoh pendidikan Islam terkemuka. Imam al-Ghazali masih tetap menarik dikaji dalam bidang pendidikan. Mengapa demikian, dikarenakan Imam al-Ghazali selain menjadi pemikir dalam pendidikan Islam juga menjadi AoUlama sufi yang karangan-karangannya menjadi rujukan Umat Islam pada Oleh karena itu dalam kajian ini akan menjelaskan tentang pengertian-pengertian pendidikan dalam al-QurAoan serta tujuannya dalam pandangan Imam Ghazali. Diskusi Membahas pendidikan Islam tentunya masih termasuk cakupan yang luas untuk dikaji, akan tetapi jika diprakarsai oleh sosok tokoh terkemuka yaitu Al-Imam Ghazali. Maka pendidikan Islam akan diketahui arah serta tujuan pendidikan Islam itu sendiri dalam pandangan Imam Ghazali. Kita melihat bahwa Imam Ghazali salah satu tokoh yang memiliki karakter dan pemikiran tasawuf. Sehingga pemikiran tasawuf Imam Ghazali sangat dipengaruhi dan tidak bisa dilepaskan oleh berbagai pandangan dan pengalaman para sufi yang hidup sebelum dan sesudah dengan beliau. (Ibnu Pakar, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Mengapa tasawuf ?, nah pertanyaan ini selalu menghantui kita sebagai umat muslim yang hidup zaman sekarang. Apalagi di dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam tentu mempunyai peran penting untuk memberikan utuh nilai Pendidikan Agama Islam. Mengenai tujuan pendidikan yang berada dalam pemikiran Imam Ghazali apakah dengan berpedoman pada tujuan pendidikan dalam pemikiran Imam Ghazali kita sebagai umat muslim apakah bisa disebut dengan tasawuf, jika menjadi sufi berada di aspek yang mana. Maka pertanyaan-pertanyaan seperti ini kita bisa menggunakan akal pikiran mengapa Imam Ghazali menjadi pilihan dalam menentukan tujuan pendidikan Islam dalam artikel ini. Tasawuf dalam pemikiran Imam Ghazali memliliki dua aspek pertama. aspek teoritis dan aspek praktis (Aoamal. maka aspek tasawuf ini disebut juga suluk . erjalanan (Bagir, 2. maka demikian perjalanan spiritual inilah yang menjadi pembahasan panjang dalam dunia tasawuf sehingga hal ini penulis memasukkan tujuan pendidikan Islam perspektif Imam Ghazali. Yang mana perjalanan spiritual Imam Ghazali yang menggunakan metode tasawuf yaitu dengan jalan Tobat. Sabar. Fakir. Zuhud. Tawakal. Cinta Ilahi, dan Ridha. Tidak usah jelaskan semua penulis jelaskan saja dari berbagai jalan di atas. Misalnya jalan Zuhud saja kita bisa membayangkan jika bisa mengamalkan, dijelaskan bahawa Zuhud saja ialah menghilangkan rasa cinta kepada kehidupan duniawi. (Zaprulkhan, 2. Tujuan pendidikan Islam mengandung di dalamnya suatu nilai-nilai tertentu sesuai dengan pandangan Islam sendiri yang harus direalisasikan melalui proses yang terarah dan konsisten dengan menggunakan berbagai sarana fisik dan nonfisik yang sama dengan nilai-nilainya. (Rusmin B, 2. Tujuan merupakan arah penentuan yang menjadi acuan seseorang berjalan, baik dalam beribadah, maupun berpendidikan. Disisi lain tujuan juga dapat membatasi obyek yang lain, agar usaha atau kegiatan dapat terfokus pada apa yang dicita-citakan. (SyafeAoi, 2. Mengenai Tujuan pendidikan Islam dalam pandangan Imam Al-Ghazali tentunya tidak jauh kita lihat dari segi pemikiran saja, namun perlu juga melihat dari segi pejalanan Imam Al-Ghazali. Yang mana Imam Al-Ghazali tekun melakukan praktik-praktik tasawuf. (Trinurmi, 2. Sebagaimana penelitian terdahulu menjelaskan bahwa tujuan pendidikan Islam Imam AlGhazali yaitu membentuk insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah dan menuju kebahagiaan hidup dunia akhirat. (MuAoanasah, 2. Imam Ghazali memandang tujuan pendidikan sesuai dengan pandangan hidupnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu sesuai dengan filsafatnya, yakni memberi petunjuk akhlak dan pembersihan jiwa. (Trinurmi, 2. tujuan utama dalam pendidikan Islam ialah mendekatkan diri kepada Allah sehingga bisa dikatakan dalam pandangan Ghazali manusia yang sempurna ialah selalu mendekatkan kepadaNya. (Sumiarti et al. , 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 01 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Metode Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan mengumpulkan berbagai macam literatur, seperti jurnal, buku, dokumen dan literatur lainnya yang berkaitan dengan penelitian yang akan Analisis data dalam artikel ini adalah Pertama. mengumpulkan berbagai literatur yang berkaitan dengan topik pembahasan. Kedua. menelaah pemikiran-pemikiran tokoh Imam alGhazali terkait tujuan pendidikan yang dalam hal ini akan mengambil dari penelitian-penelitian yang membahas terkait tujuan pendidikan. Temuan dan Diskusi Hasil Menjadi orang-orang yang berpendidikan dalam artian mempunyai ilmu pengetahuan sehingga memperdalam pada agama Islam itu sendiri merupakan salah satu keberuntungan bagi umat Islam yang mukmin. Sebab demikian jelas dalam al-QurAoan surah al-Taubah . AEeO EaA EEaE A Ia OaeI eOaE A OeE e OA Ia eO AE Eaac UAaE E eO EaEAeEA EEaA Oa aA IE OOEA Oa aaEsA aca e Ia eA EA a EaaI eO A OE e Oa eAA A aiOAEUA OO eAECac Ia A AAeO OeI ea IOa eO AaE eO Ea Ia eA OaE EA AAeO A Oa A O Oace Oa EA AeE aE Ia eO Ea. AEaEEac Ia eAA Artinya : tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya . e medan peran. mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. Ayat di atas mengisyaratkan bahwa dalam setiap gerak-gerik manusia tidak lepas dengan yang namanya nilai-nilai agama, terutama kita sebagai penganut agama Islam yang selalu mencondongkan pula pada nilai-nilai keislaman. Begitu juga dengan pendidikan, pendidikan pada umumnya menjadi jalan kita sebagai manusia yang selalu berbuat kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Lebih-lebih pendidikan Islam yang tentunya mempunyai misi tertentu dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang berkarakter Islami. Tarbiyah Kata tarbiyah ini merupakan salah satu bentuk dari istilah kata dalam pendidikan. Istilah tersebut sudah menjadi istilah baku dan populer dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam. Tarbiyah merupakan bentuk masdhar dari bentuk fiAoil madhi . ata kerj. rabba yang mempunyai pengertian yang sama dengan kata rabb yang berarti nama Allah. Tarbiyah juga proses atau menambahkan serta menumbuhkan dan mengembangkan sesuatu yang ada pada peserta didik baik secara fisik, psikis, sosial maupun spiritual. (Afroni, 2. Namun dalam Al-QurAoan secara tekstualitas menyebutkan istilah tarbiyah, akan tetapi ada Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin istilah yang senada dengan itu, yakni : ar-rabb, rabbayani, murabbi, rabbayani dan (Ridhwan, 2. Sebagaimana dalam al-QurAoan tercantum dalam surah al-IsraAo ayat 24: AEeOA A OAA ae AA OA AAE Ia EaA EaeE Eac OOE OA ca AAeOaIA ca aEA AEAa O OA ac Ee OeOA EA a Ea Ia EaA EE Ea EA a Ea O EA Artinya : dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". Kata tarbiyah dilihat dari ayat di atas sebagaimana ketika orangtua mendidik anakanaknya dan ketika Nabi Musa as. Diasuh oleh FirAoaun pada itulah tarbiyah, tarbiyah itu berarti mengasuh, menanggung, memberi makan, mengembangkan, memelihara, membuat, menjadikan bertambah dalam pertumbuhan, membesarkan, memproduksi hasil-hasil yang sudah matang dan menjinakkan. (Badaruddin, 2. Akan tetapi terma tarbiyah pada dua ayat tersebut di atas tidaklah dikatakan pendidikan. Tindakan tarbiyah kedua ibu bapak kepada anaknya bukanlah pendidikan, tapi tindakan rahmah, kasih sayang. (Badaruddin, 2. TaAolim Kata taAolim ditinjau dari asal-usulnya merupakan bentuk mashdar dari kata Aoallamah yang kata dasarnya Aoalima mempunyai arti mengetahui. Kata Aoalima dapat berubah menjadi bentuk aAolama dan terkadang dapat berubah menjadi Aoallama, yang mempunyai arti proses transformasi ilmu, hanya saja kata aAolama yang mashdar IAolamun dikhususkan untuk menjelaskan adanya transformasi informasi secara sepintas, sedangkan Aoallama yang masdarnya berbentuk taAolim menunjukkan adanya proses yang rutin dan terus-menerus. (Munir, 2. TaAolim secara umum hanya terbatas pada pengajaran . roses transfer ilmu pengetahua. dan pendidikan kognitif semata-mata . roses dari tidak tahu menjadi tah. TaAolim secara umum hanya terbatas pada pengajaran . roses transfer ilmu pengetahua. dan pendidikan kognitif semata-mata . roses dari tidak tahu menjadi tah. (MaAozumi et al. , 2. Ada juga yang berpendapat taAolim yang berasal dari kata Aoallama merujuk kepada Allah sebagai Dzat yang Maha AoAlim. (Jalaluddin. Pada pengertian di atas juga tampak jelas dalam Al-QurAoan yang berkaitannya degan kata mutaAoallim . rang yang belaja. Maka dalam Al-QurAoan ditunjukkan beberapa diantaranya dalam surah al-Baqarah ayat 31 : A Ia eA E EA eAEeO EEac EeA E Eac EA AA OacaOe Ea AAE E Ea EA IEEac EaA I aceA E Ea EA AA Ea a EO EE OAaECEEA E e OAiaeOeOOA O E Ea OA a EN I EaE OA OuaAEIe I eA a EA Artinya : dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama . enda-bend. seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku 151 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 01 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. al-Baqarah : Al-Tabari dalam jamiAo al-Bayan fi Tafsir Al-QurAoan menafsirkan ayat di atas dengan menukil qaul Abu JaAofar bahwa di antar para ahli takwil terdapat ikhtilaf . erbeda pendapa. Dikatakan Ibn Abbas, sebagaimana diceritakan Abu Kuraib. Utsman bin SaAoid. Basyar bin Aoimarah, dari Abi Rauq, dari al-Dhahhak, dari Ibn Abbas bahwa Allah telah mengajarkan kepada Adam berupa asmaAo-Nya . ama-nama-Ny. , nama-nama itu adalah sesuatu yang akan diketahui oleh manusia yaitu al-insan . , binatang melata . , ardhun . , sahlun . , bahr . , jabal . dan serupa dengan itu (Maskhuroh, 2. dalam surah ar-Rahman ayat 2 : AEEac EeA ACI a a aEAA Artinya : yang telah mengajarkan Al Quran. Maksud ayat tersebut yaitu Allah memberi pengetahuan Al-QurAoan kepada Nabi Muhammad atau Allah memberi kemudahan kepada Nabi Muhammad untuk memahami AlQurAoan. Dalam tafsir Al-Qurtubi disebut bahwa maksud ayat tersebut yaitu Allah memberi pengetahuan tentang Al-QurAoan agar dapat memudahkan untuk membaca dan menjadi sebua (Ahmad Bin & Farth Al-Qurtubi Abu Abdullah, n. Surah al-Kahfi ayat 65 : AEAeO EEac a aeENIA Oac IaceacA O Ea AaE EeO Ea Eac A Eac A O Oa aA OE OaceEA E E e aeEN EA AIAa EaA O Oa aA Oe Oace EA artinya : lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (Q. al-Kahfi. Menurut ahli tafsir hamba di sini ialah Khidhr, dan yang dimaksud dengan rahmat di sini ialah wahyu dan kenabian. sedang yang dimaksud dengan ilmu ialah ilmu tentang yang ghaib seperti yang akan diterangkan dengan ayat-ayat berikut : Surah Thaha ayat 71: AOOA EEac Ea IE IeA O O EaAoAaE EaEIaE O OA AA OEOEeac IE eAaO OAA AaE aca E e OaceE IE eAA EeO E a Ia E IE eA O Oa a OA AaE EA ca sAA EaEAA AEA a Ea e I eAEN AaE EA E aA a aEaE AE IE eAUA OeacN AE EEOe Ia IE IeA aca A AAeO EaEI EA AAeO E aCA ca AnAeOE E a E Ia acaA E aceA E EacacA EaE A AA eac OEA EA AIaaI eO OA Artinya : berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Mus. sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka Sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik. , dan Sesungguhnya aku akan menyalib Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya". Maksudnya: tangan kanan dan kaki kiri dan sebaliknya. Dari penafsiran ayat tentang term taAolim di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lafazd taAolim apabila dihubungkan dengan pendidikan yaitu sebuah proses interaksi dalam mentransfer ilmu pengetahuan agar peserta didik memahami ilmu yang diperoleh dari (Fitriyah, 2. TaAodib Kata taAodib berasal dari derivasi kata A( Aaddab. yang berarti perilaku dan sikap sopan. Kata ini dapat juga berarti doAoa, hal ini karena doAoa dapat membimbing manusia kepada sifal yang terpuji dan melarang sifat yang tidak terpuji. (Munir, 2. Menelusuri lebih jauh, untuk melengkapi penjelasan tentang taAodib berdasarkan tinjauan dari kamus bahasa Arab al-MuAojam al-Wasith, bahwa istilah taAodib memang biasa diterjemahkan dengan pelatihan atau pembiasaan yang mempunyai kata dan makna dasar sebagai berikut : TaAodib berasal dari kata dasar Auaduba-yaAodubuAy yang berarti melatih, mendisiplin diri untuk berperilaku yang baik dan sopan santun. TaAodib berasal dari kata Auadaba-yaAodibuAy yang berarti mengadakan pesta atau penjamuan yang berarti berbuat dan berperilaku sopan. Kata addaba sebagai bentuk kata kerja AutaAodibAy mengandung pengertian mendidik, melatih, memperbaiki, mendisiplin, dan memberi tindakan. (Sassi, 2. Ada juga riwayat-riwayat lain yang berkaitan dengan konsep taAodib yakni AuAddabani Rabbi fa ahsana taAodibiAy (Tuhanku telah mendidikku dan dengan demikian menjadilah pendidikanku yang terbai. Di dalam hadits ini secara eksplisit digunakan istilah taAodib yang diartikan . dari kata addaba yang berarti Kata ini, menurut al-Zajjaj, dikatakan sebagai Tuhan mendidik Nabi-Nya. (Syah. Al-Attas mengatakan bahwa orang terpelajar adalah orang baik. AuBaikAy yang dimaksudkan di sini adalah adab dalam pengertian yang menyeluruh. Yang meliputi kehidupan spiritual dan material seseorang, yang berusaha menambahkan kualitas kebaikan yang diterimanyaAy. Oleh karena itu, orang yang benar-benar terpelajar menurut perspektif Islam didefinisikan Al-Attas sebagai orang yang beradab. (Suyuthi, 2. Menurut al-Zarkany dalam Rasyidin (Al-Rasyidi. , bahwa ada empat jenis taAodib yang dapat dijadikan landasan adab : TaAodib al-akhlaq, yaitu pendidikan tatakrama spiritual dalam hokum, meniscayakan pengsetahuan tentang manifestasi eksternal hokum, wujud kebenaran, di mana segala sesuatu memiliki hukumnya sendiri dan dengannya segala sesuatu diciptakan. Pendidikan spiritual 153 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 01 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dalam konteks tajwid (TaAodib al-khidma. Manusia diwajibkan untuk menyembah alMalik dengan tatakrama yang lengkap dan teguh agar dianggap sebagai hamba. Pendidikan spiritual kaum Syiria, atau taAodib al-syariAoah, yang metodenya telah diwahyukan oleh Allah melalui (Winda Pramita et al. , 2. TaAodib al-shuhbah, yang berarti Aupendidikan hubungan spiritualAy, mengharuskan mitra saling menghormati dan melindungi satu sama lain dalam konteks kemitraan yang berkometmen. Ada juga yang mengatakan bahwa taAodib berasal dari kata addaba-yuaddibu-taAodiban, yang berarti mendisiplinkan atau menanamkan sopan santun. (Yasin, 2. Meskipun kata adab tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-QurAoan, namun ditemukan pujian yang terkait dengan akhlak Nabi Muhammad Saw, yang tercantum dalam Q. al-Qalam . : 4. ACA E O seeAA s AEeOuOeac EEAEaE E a A IEIA Artinya : dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Ayat di atas khususnya diksi laAoala . erada di ata. menunjukkan betapa adab . udi pekert. Nabi Muhammad Saw, melampai batas budi pekerti manusia pada umumnya sehingga Allah Swt begitu Autakjub dan terkesimaAy dengan akhlak Baginda yang sangat mulia. (Prasetia, 2. maka dengan melihat kemuliannya akhlak Nabi Muhammad Saw, menjadi contoh kepada umatnya sebagimana penerapan konsep TaAodib atau adab yang dalam hal ini sebagaimana digagas oleh Syed Naquib Al-Attas. Temuan dan Diskusi Pendidikan Islam dilihat dalam konteks al-QurAoan berbeda-beda pengertian serta berbeda juga kegunaannya. Dalam artikel ini menjelaskan bahwa pendidikan Islam itu dalam al-QurAoan ada tiga term yaitu konsep tarbiyah, konsep taAolim, dan konsep taAodib. Konsep Tarbiyah dalam alQurAoan mengacu pada pengembangan-pengembangan fisik seperti mengasuh, memberi makan sampai membesarkannya dan pengembangan-pengembangan secara spiritualnya. Konsep TaAolim berbeda dengan konsep Tarbiyah yakni TaAolim lebih menekankan pada memperluaskan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan oleh peserta didik atau mengetahui ilmu yang belum diketahui dengan orientasinya pada pengetahuan. Selanjutnya konsep TaAodib yang menitik beratkan pada akhlak atau moral, taAodib secara teks memang tidak ada dalam al-QurAoan akan tetapi secara konteks bahwa baginda Nabi Muhammad diutus ke dunia tidak ada lain yaitu hanya menyempurnakan Pertama penulis ucapkan syukur kepada Allah Swt. karena dengan Rahmat-Nya penulis bisa menyelesaikan tulisan ini dengan sesuai harapan. Yang kedua shalawat kepada baginda Nabi Muhammad Saw, yang menjadi pelindung ummat dari alam kebodohan menuju alam penuh Selanjutnya penulis ucapkan terimakasih kepada bapak dosen Dr. Muhtadi Abdul Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin MunAoim. MA. Yang selalu memberikan pemahaman mengenai pendidikan Islam yang membuat penulis semangat untuk menulis sampai tahap penyelesaian. Daftar Pustaka Abdun Nasir. , & Arif. Sumbangan Studi Al-QurAoan Bagi Keilmuan Islam dan Pendidikan. Jurnal Studi Al-QurAoan Dan Tafsir. Afroni. Terminology Of Education In THE QurAoan. Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir. Ahmad Bin. , & Farth Al-Qurtubi Abu Abdullah. Al-JamiAo Al-Ahkam alQurAoan. Badaruddin. Filsafat Pendidikan Islam (Analisis Pemikiran Prof. Dr. Syed Muhamad AlNaquib al-Atta. Pustaka Belajar. Bagir. MENGENAL TASAWUF . Naura. Fitriyah. TAFSIR TARBAWI (Analisa Ayat-Ayat Pendidikan Dalam Al-QurAoa. Duta Media Publishing. Hardiyati. Pendidikan Perspektif Al-Quran (Studi Tafsir Tarbawi Karya Ahmad Muni. Jurnal Penelitian, 13. Hasanah. Filsafat Pendidikan. CV. Kanhaya Karya. Hasbi Ash-Shiddieqy. Sejarah dan pengantar Ilmu Al-QurAoan & Tafsir. PT. Pustaka