PEMERIKSAAN KESEHATAN RUTIN AuPATINAy GRATIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP DETEKSI DINI PTM Muhammad Ahsan Alfatih1. Abi Muhlisin 2* 1Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta. Indonesia. 2Departemen Keperawatan Komunitas dan Keluarga. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta. Indonesia. *Corresponding author Muhammad Ahsan Alfatih Email: ahsnalfa@gmail. HP: 62 895-3770-80340 Kata Kunci: PTM. Kesadaran. Pemeriksaan Kesehatan. Hipertensi. Gula Darah. Asam Urat. Keywords: NCD. Awareness. Medical Check Up. Hypertension. Blood Glucose. Uric Acid. ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan yang terjadi akibat perubahan fungsi organ manusia karena pengaruh beberapa faktor seperti usia, fisiologis, psikologis, aktivitas, pola makan, dan Tingginya angka mortilitas dan morbiditas akibat PTM seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit pernapasan kronis diperkirakan akan terus bertambah di seluruh dunia, terutama pada negara Ae negara berkembang dengan penghasilan menengah kebawah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendeteksi secara dini riwayat penyakit tidak menular dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan ini meliputi penyuluhan di awal sesi dan praktik pemeriksaan secara langsung, adapun pemeriksaan yang disediakan antara lain pemeriksaan antropometri . erat badan, tinggi badan, lingkar perut, lingkar lenga. , tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), asam urat dan skrining PTM. Kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu 10 Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di gedung IPHI desa Lorog. Tawangsari. Kegiatan ini dikuti oleh 135 peserta. Hasil pemeriksaan kesehatan didapatkan 31% peserta mengalami hipertensi, 8% memiliki gula darah tinggi, dan 40,7% peserta memiliki riwayat asam urat. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk deteksi dini PTM. ABSTRACT Non-communicable (NCD) noncommunicable diseases that occur due to changes in the function of human body organs due to the influence of Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm several factors such as age, physiological, psychological, activity, diet and environment. The high number of deaths and morbidity due to NCD such as diabetes, stroke, heart disease, cancer and chronic respiratory diseases is expected to continue to increase throughout the world, especially in developing countries with lower middle The aim of this community service is to detect early history of non-communicable diseases and increase public awareness of the importance of regular health This activity includes counseling at the beginning of the session and conducting direct examinations. The examinations . eight, height, abdominal circumference, arm circumferenc. , blood pressure, instantaneous blood sugar (GDS), uric acid and NCD screening. The activity was held on Saturday 10 February 2024. The location of the community service activity was carried out at the IPHI building in Lorog village. Tawangsari. This activity was attended by 135 participants. The results of the health examination showed that 31% of participants had hypertension, 8% had high blood sugar, and 40. 7% of participants had a history of gout. With this activity, the public becomes more aware of the importance of regular health checks for early detection of NCD. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm PENDAHULUAN Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan yang terjadi akibat perubahan fungsi organ manusia karena pengaruh beberapa faktor seperti usia, fisiologis, psikologis, aktivitas, pola makan, dan lingkungan . Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit degenerative yang menjadi penyebab kematian tingkat global, data WHO menunjukkan sebanyak 71% angka kematian di dunia disebabkan oleh PTM . Tingginya angka mortilitas dan morbiditas akibat PTM seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit pernapasan kronis diperkirakan akan terus bertambah di seluruh dunia, terutama pada negara Ae negara berkembang dengan penghasilan menengah kebawah . Risekesdas tahun 2018 memperoleh data prevalensi PTM melonjak selama rentang 5 tahun terakhir, dengan angka PTM pada tahun 2013 menunjukkan kenaikan penyakit kanker semula 1,4% menjadi 1,8%, penyakit stroke dari 7% menjadi 10,9%, serta penyakit gagal ginjal kronik (GGK) dari 2% menjadi 3,8%, diabetes mellitus (DM) dari 6,9% menjadi 8,5% dan hipertensi menjadi penyakit dengan lonjakan tertinggi yang semula di angka 25,8% menjadi 34,1% pada tahun 2018 . PTM tergolong dalam penyakit kronis yang pada onset penyakitnya tidak memunculkan gejala pada penderitanya atau seringkali disebut Ausilent killerAy . , sehingga tidak banyak orang yang menyadari memiliki riwayat PTM pada tubuhnya. Kondisi tersebut yang menjadi faktor masyarakat tidak rutin memeriksakan kesehatan karena pola pikir masyarakat bahwa cek kesehatan dilakukan ketika muncul gejala saja . Minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat masih menjadi faktor tingginya angka kejadian PTM di Indonesia . terutama di daerah pinggir kota seperti desa Lorog Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Jawa tengah. Menurut hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada beberapa masyarakat di desa lorog yang menyatakan bahwa masyarakat sangat jarang memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat apabila tidak ada gejala penyakit apapun, masyarakat juga menyatakan merasa takut dengan hasil pemeriksaan kesehatan apabila tidak sesuai dengan kondisi normal karena menambah beban pikiran dan mengganggu psikologis sehari Ae hari. Seringkali masyarakat menggunakan obat Ae obatan herbal yang diajarkan secara turun temurun untuk mengatasi gejala ringan pada tubuh dibandingkan dengan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin baik berupa sosialisasi, penyuluhan di posyandu, ataupun penyediaan fasilitas kesehatan yang memuaskan bagi masyarakat . Dengan adanya hasil wawancara dan skrining yang didapatkan, peneliti berupaya membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dengan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain mengadakan pemeriksaan kesehatan rutin AuPATINAy gratis dan penyuluhan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat desa Lorog. METODE Kegiatan AuPATINAy ini dilaksanakan di gedung IPHI desa Lorog. Tawangsari. Sosialisasi terkait kegiatan pengabdian ini melalui penyebaran surat undangan pada perwakilan perangkat desa setempat mulai dari RT. RW, hingga kepala desa. Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh masyarakat desa Lorog mulai dari individu yang masuk pada agregat remaja hingga individu pada agregat lansia, terkhusus masyarakat yang memiliki gejala atau riwayat keluarga dengan penyakit tidak menular (PTM). Total peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 135 orang yang telah mendapatkan informasi dari perangkat desa di daerah masing Ae masing. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dalam bentuk penyuluhan di awal sesi dan praktik pemeriksaan secara langsung, adapun pemeriksaan yang disediakan antara lain pemeriksaan antropometri Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm . erat badan, tinggi badan, lingkar perut, lingkar lenga. , tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), asam urat dan skrining PTM. Penyuluhan Penyuluhan dilaksanakan pada sesi awal peserta tiba setelah melakukan pendaftaran. Pembicara yang berjumlah dua orang akan memaparkan materi dengan metode ceramah dan media PPT yang berjudul Aupentingnya pemeriksaan kesehatan rutin (PATIN)Ay selama lima belas menit. Peserta menyimak dan mendengarkan paparan materi yang disampaikan sebelum melakukan pemeriksaan disesi selanjutnya. Praktik dan diskusi Praktik pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui riwayat kesehatan seluruh peserta. Alur yang dilalui peserta adalah pendaftaran sekaligus mendapatkan nomor urut, kemudian peserta mengikuti penyuluhan, dan pada sesi selanjutnya peserta mengantri sesuai nomor urut yang akan dipanggil panitia untuk melakukan pemeriksaan Dalam hal ini adalah pemeriksaan antropometri . erat badan, tinggi badan, lingkar perut, lingkar lenga. , tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), asam urat dan skrining PTM. Masyarakat tampak antusias dan bersemangat mengikuti pemeriksaan, tidak sedikit yang menanyakan tips dan obat yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan yang Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan tensimeter digital untuk mengetahui tekanan sistolik dan diastolik, sedangkan pemeriksaan gula darah sewaktu dan asam urat dilakukan menggunakan stick dan alat AuEasy TouchAy. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada pagi hari setelah pemaparan materi penyuluhan diberikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi peserta pada kegiatan ini didominasi oleh masyarakat berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 92 orang . ,14%) dengan rentang usia 19 Ae 75 tahun. Sedangkan peserta berjenis kelamin laki Ae laki berjumlah 43 orang . ,86%). Tabel 1. Distribusi Karakteristik Peserta Pemeriksaan Kesehatan Karakteristik Frekuensi Presentase (%) Jenis Kelamin Laki Ae laki ,86%) Perempuan . ,14%) Usia < 25 tahun . ,7%) 25 Ae 44 tahun . ,7%) 45 Ae 60 tahun . ,3%) > 60 tahun . ,3%) Indeks Massa Tubuh > 18,5 ,9%) 18,5 Ae 22,99 . ,8%) 23 Ae 25 ,3%) > 25 Tekanan darah < 120 / 80 120 Ae 139 / 80 Ae 89 ,3%) > 140 / 90 ,7%) Gula darah < 90 90 Ae 179 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm > 180 Asam urat Laki Ae laki 3Ae7 Perempuan 2Ae6 ,3%) ,7%) Berdasarkan tabel 1 diatas, diketahui hasil distribusi data karakteristik usia peserta dengan frekuensi terbanyak adalah golongan usia dewasa dan lansia atau rentang usia 45 hingga > 60 tahun dengan presentase yang sama yaitu . ,3%), hal ini berhubungan dengan banyaknya riwayat masalah kesehatan yang terjadi pada golongan usia tersebut. Karakteristik Indeks Massa Tubuh (IMT) peserta yang paling banyak berada di angka > 25 atau berinterpretasi kelebihan berat badan yang terdata sebanyak 55 orang . %). Pada golongan IMT 18,5 Ae 22,99 . terdata sejumlah 39 orang . ,8%), sedangkan pada golongan IMT 23 Ae 25 didapatkan hasil sejumlah 34 orang . ,3%), dan perolehan hasil IMT paling rendah adalah golongan IMT < 18,5 . yang hanya berjumlah 8 orang . ,9%). Berdasarkan tabel 1 didapatkan hasil nilai pengukuran tekanan darah dari 135 peserta kegiatan AuPATINAy. Sebanyak 59 orang . %) memiliki hasil tekanan darah yang tinggi atau > 140 / 90 mmHg, kemudian pada nilai tekanan darah rendah < 120 / 80 terdata sejumlah 42 orang . %), sedangkan pada data nilai tekanan darah rentang normal 120 Ae 139 / 80 Ae 89 didapatkan hasil sebanyak 34 orang . ,3%) nilai ini menjadi hasil paling sedikit dibandingkan dengan kedua hasil lainnya yang juga menandakan ketidakstabilan nilai tekanan darah pada masyarakat desa Lorog yang dipengaruhi banyak faktor. Pada pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) terdapat 11 orang . %) yang mendapatkan hasil > 180 mg/dL atau tergolong tinggi, menurut hasil wawancara dengan peserta selama pemeriksaan, pada saat kegiatan AuPATINAy dilaksanakan 11 orang peserta tersebut mengatakan sudah memiliki riwayat gula darah tinggi sebelumnya dan tidak rutin meminum obat diabetes. Sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan, panitia kegiatan merekomendasikan pada peserta yang terdata gula darah tinggi dan memiliki riwayat diabetes mellitus untuk melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas Tawangsari Sukoharjo supaya mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat. Pada hasil pemeriksaan gula darah < 90 mg/dL atau berinterpretasi rendah terdata sebanyak 35 orang . %), dan sebanyak 89 orang . %) sisanya memiliki hasil gula darah normal. Pemeriksaan asam urat yang dilakukan kepada masyarakat mendapatkan hasil sebanyak 55 peserta laki Ae laki . ,7%) memiliki nilai asam urat tinggi, sedangkan pada peserta perempuan terdata sebanyak 31 perempuan . %) memiliki nilai asam urat yang tinggi, dan sisa peserta lain berjumlah 49 orang memiliki nilai asam urat normal. Semangat dan antusiasme masyarakat desa Lorog terhadap kegiatan ini dinilai baik yang ditentukan dengan jumlah peserta yang hadir, dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung masyarakat tetap menyempatkan diri untuk memeriksakan kesehatannya. Pada dasarnya masyarakat memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan tubuhnya, hanya saja karena tuntutan pekerjaan dan jarak membuat masyarakat lebih mengutamakan kepentingan yang urgent dalam sehari Ae hari. Peserta menyampaikan secara langsung kepada panitia bahwa kegiatan pengabdian seperti ini sangat membantu masyarakat yang kekurangan biaya dan transportasi tapi tetap ingin memeriksakan kesehatan secara rutin dan masyarakat berharap kegiatan AuPATINAy dapat dilaksanakan secara berkala, meninjau dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bahwa masih sangat banyak masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tidak menular (PTM). Ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan AuPATINAy ini seperti saat persiapan dan briefing acara mendadak hujan membuat waktu pelaksanaan terundur, kemudian beberapa masyarakat mengeluhkan kegiatan seperti ini lebih bagus dilaksanakan Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm di masjid jamiAo desa Lorog karena akan lebih banyak masyarakat yang tahu dan berbondong Ae bondong mengikuti kegiatan. Gambar 1. Pelaksanaan pemeriksaan dan penyuluhan AuPATINAy KESIMPULAN Dengan diadakannya kegiatan AuPATINAy ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi secara dini riwayat penyakit tidak menular mulai meningkat. Dari prosesi kegiatan yang terlaksana dapat dilihat bahwa semangat dan antusiasme masyarakat dinilai baik, dari adanya kegiatan seperti ini tenaga kesehatan mampu terbantu menggali pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap tema yang diangkat, dalam hal ini adalah kesadaran pemeriksaan kesehatan secara rutin. Diharapkan untuk kegiatan seperti ini akan tetap diadakan secara berkala oleh tenaga medis di Puskesmas dengan berkolaborasi dengan perangkat desa setempat, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses tempat pemeriksaan kesehatan. Kolaborasi dengan dokter juga diharapkan bisa terjalin, dengan demikian masyarakat tidak hanya tau riwayat penyakit yang diderita, namun bisa secara langsung konsultasi dan mendapatkan obat sesuai dengan keluhan yang dirasakan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada KKN mahasiswa profesi ners 27 UMS yang menjadi panitia dalam mensukseskan penyelenggaraan kegiatan AuPATINAy ini, seluruh perangkat desa Lorog, dan Puskesmas Tawangsari yang telah mendukung dan memberikan support demi terlaksananya kegiatan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA