Jurnal Administrasi Negara Volume 28 Nomor 2. Edisi Agustus 2022 p-ISSN: 1410-8399, e-ISSN: 2615-3424 PERAN KOMITE SEKOLAH SEBAGAI PERANTARA ANTARA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT DESA DI MADRASAH TSANAWIYAH KECAMATAN GABUS KABUPATEN GROBOGAN THE ROLE OF THE SCHOOL COMMITTEE AS A MEDIATOR BETWEEN EDUCATIONAL INSTITUTIONS AND VILLAGE COMMUNITIES IN MADRASAH TSANAWIYAH. GABUS SUBDISTRICT. GROBOGAN REGENCY Saekul Anwar Politeknik STIA LAN Bandung email: saekul. anwar@poltek. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran keberadaan komite sekolah sebagai mediator atau perantara antara Lembaga Pendidikan dan Masyarakat Desa di Kecamatan Gabus. Kabupaten Grobogan. Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kerangka berpikir induktif. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa komite sekolah di Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan telah menjalankan tugasnya sesuai dengan amanat Undang-Undang yaitu sebagai badan penasehat, pendukung, perantara dan pengendali dalam penyelenggaraan Pendidikan di tingkat menengah. Masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengoptimalan peran mereka terutama dalam pemenuhan kelengkapan administrasi keorganisasian komite sekolah. Munculnya komite sekolah sebagai lembaga baru tentu akan membuat penyesuaian terhadap perubahan dan bahkan mungkin memacu beberapa konflik dan juga inovasi di tingkat sekolah. Keberadaan komite sekolah belum dapat dioptimalkan secara penuh oleh satuan pendidikan dan masyarakat sekitar dalam peningkatan kualitas pendidikan pada lingkungan sekitar. Kata Kunci: Komite Sekolah. Lembaga Pendidikan. Orang tua. Masyarakat Abstract This study aims to analyze and describe the role of school committee as a mediator or intermediary between educational institutions and village communities in Gabus Sub-District. Grobogan Regency. Central Java. This research was conducted in Madrasah Tsanawiyah in Gabus Sub-District. Grobogan Regency. The research used qualitative method with phenomenological approach. The informants selected using purposive sampling technique and data collected by interviews. The data analysis technique used inductive thinking framework analysis. The Findings indicate that the school committees at Madrasah Tsanawiyah in Gabus sub-District. Grobogan Regency, have carried out its duties properly according to the law's mandate, namely as an advisory, supporting, mediating and controlling agency in the administration of education at the secondary level. There are still some obstacles faced in optimizing their role, especially in fulfilling the administrative completeness of the Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 school committee's organization. The existince of school committees as new institutions will certainly make alteration and maybe even spur some conflicts and innovations at the school level. The school committee has not been fully optimized by the education unit and the surrounding community in improving the quality of education in their environment. Keywords: School committee, educational institution, parents, community PENDAHULUAN Pendidikan Keberlanjutan pendidikan di Indonesia dalam mengembangkan potensi peserta merupakan usaha sadar dan terencana didik memerlukan dukungan dari berbagai untuk mewujudkan suasana dan proses pihak yang ada. Salah satu pihak yang belajar yang membuat peserta didik secara berperan sangat besar adalah masyarakat. aktif mengembangkan potensi dirinya Masyarakat bertanggung jawab dalam peningkatan mutu sekolah melalui organisasi mitra sekolah yang disebut komite sekolah. keterampilan yang diperlukan bagi dirinya. Keberadaan masyarakat, bangsa, dan negara. (Sidorkin. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Pendidikan hadir tidak hanya untuk Tahun 2016 tentang Komite Sekolah membangun manusia dari bidang kognitif sebagai penyempurnaan dari Keputusan saja melainkan juga dari sisi yang lebih Menteri Karakter adalah bagian yang 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan paling mendasar dari pendidikan yang dan Komite Sekolah. Menurut (Amri & perlu mendapat perhatian lebih intensif. Sahuri, 2. Komite sekolah merupakan Para ahli pendidikan mempercayai bahwa lembaga independen . idak terika. yang karakter merupakan fondasi utama yang dibentuk untuk berperan aktif dalam harus diperkuat terlebih dahulu sebelum memberikan pertimbangan, arahan, dan intelektual dan aspek yang lainnya (Sultan dukungan bagi personel, sarana, dan & Hasanuddin, 2. Oleh karena itu, prasarana serta supervisi pendidikan pada kita dapat melihat betapa pentingnya tingkat satuan pendidikan. Oleh karena itu, pengaruh pendidikan ini dalam setiap komite sekolah memiliki peran yang elemen kehidupan kita. sangat penting dalam peningkatan mutu Pendidikan Nasional Nomor Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 pendidikan pada satuan pendidikan di kita, terutama dalam kehidupan berbangsa negara kita. dan bernegara. Kemendikbud Dewasa ini, paradigma lama yang program kemitraan melalui komite sekolah memandang bahwa keluarga, sekolah, dan bertujuan untuk: memperkuat kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat terpisah dengan fungsi dan peran berbeda dalam mendukung lingkungan belajar yang tidak terhubung dalam batas-batas yang dapat mengembangkan potensi anak Keluarga berhak mengetahui keterlibatan orang tua atau wali dalam apa yang diajarkan guru kepada anaknya mendukung keberhasilan Pendidikan anak di sekolah (Wardiah, 2. Orang tua mengajar anak-anaknya dan mereka dapat dalam mendukung program pendidikan di mengajukan keberatan jika mereka merasa sekolah dan di masyarakat menemukan proses yang tidak efisien, . urwati, janggal, tidak sesuai norma serta tidak Sekolah dan masyarakat merupakan dapat mencapai tujuan yang diharapkan setelah lulus seperti menguasai kompetensi Mereka saling membutuhkan atau keahlian tertentu sesuai dengan yang untuk meningkatkan kualitas kehidupan dijanjikan pihak sekolah. Sekolah merupakan tempat belajar Dari kemitraan antara sekolah dan masyarakat merupakan tempat implikasi dari proses dalam bentuk Komite sekolah hadir. pendidikan dan pengajaran di sekolah. Komite sekolah hadir sebagai controlling Segala sesuatu yang dipelajari di sekolah agency dan representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil keberlanjutan masyarakat (Umar, 2. Pendidikan di tingkat satuan Pendidikan Oleh karena itu, disadari atau tidak, (Rahman, 2. sekolah dan masyarakat hadir untuk saling Beberapa penelitian yang melengkapi dalam meningkatkan kualitas sebelumnya memiliki hidup seluruh elemen dalam kehidupan kesamaan dengan penelitian yang sedang Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 berlangsung saat ini. Adapun beberapa sekolah yang disebabkan oleh posisi dalam struktur organisasi, sikap dan kepentingan dengan penelitian ini diantaranya adalah dari semua stakeholder yang terlibat dalam yang memiliki Hasan Pendidikan. Hal menjadi salah satu penyebab kurang seringkali mengalami disfungsi dalam optimalnya peran Komite Sekolah di pelaksanaan peran dan wewenang yang Indonesia. Keberadaan Akan tetapi. Yoyok . dalam sekolah hanya dianggap untuk melengkapi penelitiannya menunjukkan keterlibatan kebutuhan administrasi sekolah seperti penggalangan dana atau sumbangan dari anggaran di SD Bani Hasyim. Malang. Indonesia. Orang tua, masyarakat dan guru Temuan memiliki peran kecil dalam menentukan kualitas sekolah menjadi lebih baik. kebijakan di sekolah (Hasan, 2. Pengawasan dari orang tua merupakan Menurut perannya, keterlibatan komite bentuk akuntabilitas dalam mengelola sekolah sangat minim. Peran komite sekolah sebatas menerima laporan dari disajikan dalam penelitian ini telah di penyelenggaran Pendidikan di sekolah desain dengan menggunakan pendekatan pada suatu wilayah. Hal ini dikarenakan adanya kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antara pihak sekolah dengan komite mengenai tugas dan wewenang memfokuskan pada Madrasah Tsanawiyah komite sekolah sebagaimana diamanatkan di Kecamatan Gabus Kabuaten Grobogan, oleh undang-undang. Jawa Selanjutnya. Beberapa Pardji Karena Tengah. Namun Penelitian penelitiannya menemukan bahwa terdapat mengkaji tentang peran komite sekolah di lingkungan Madrasah Tsanawiyah masih jarang ditemukan. Fokus dalam penelitian ini adalah kepada semua peran komite penyelenggaraan pendidikan dan komite sekolah sesuai dengan amanah undang- Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 seluruh dunia, telah melakukan berbagai penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pendidikan Madrasah Tsanawiyah. Selain berbagai strategi yang ditujukan dalam penyampaian layanan pendidikan, dan baru-baru ini menambahkan penekanan penelitian ini yang juga melibatkan tokoh masyarakat sebagai komposisi yang harus peningkatan kuantitas . alam hal angka ada dalam struktur organisasi komite Desentralisasi pengambilan keputusan pendidikan adalah salah satu Oleh karena itu, penelitian ini mencoba strategi tersebut. Pendukung strategi ini untuk melihat peran komite sekolah di Madrasah Kecamatan Gabus. Kabupaten Grobogan. Provinsi Jawa sekolah mencerminkan prioritas dan nilai- Tsanawiyah Tengah perantara antara lembaga pendidikan dan nilai budaya lokal. masyarakat dalam meningkatkan kualitas Dalam menjalankan kewajibannya untuk Pendidikan di Indonesia dan juga melihat meningkatkan kecerdasan bangsa sesuai apakah peran yang dijalankan komite dengan amanat pembukaan UUD 1945, sekolah sesuai amanah undang-undang ini diperlukan partisipasi masyarakat dalam mampu memberikan sumbangsih nyata dalam penyelenggaraan pendidikan di disuatu wilayah. Tujuan dari partisipasi Madrasah masyarakat ini adalah sebagai check and Tsanawiyah Kecamatan Gabus. Kabupaten Grobogan. balance penyelenggaraan Pendidikan, agar KAJIAN LITERATUR Sekolah Pendidikan nilai-nilai moral yang berlaku. Optimalisasi peran serta masyarakat dalam pelaksanaan program sekolah dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di suatu wilayah atau negara (Dimmock, 2. (Sumarsono. Dalam tiga dekade terakhir pemerintah di 2. menyatakan bahwa strategi yang Triwiyanto. Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 dilakukan sekolah dalam mengembangkan manajemen berbasis sekolah di SMA kemitraan dengan orang tua antara lain: . Negeri memperkuat komunikasi dua arah. Komite memperkuat asosiasi orang tua melalui asosiasi kelas. menyediakan program penentuan pelaksanaan kebijakan di satuan sekolah unggulan. terciptanya pendidikan melibatkan iklim sekolah yang positif. Hal ini sejalan baik dari unsur sekolah ataupun dari dengan pendapat (Firmanto et al. , 2. luar sekolah seperti orang tua siswa dan Bone berlangsung secara efektif, ketika sekolah Komite sekolah merupakan perwujudan dapat berkomunikasi dengan masyarakat nyata dari manajemen berbasis sekolah. secara jelas dan intensif. Komunikasi MBS merupakan pendekatan manajemen merupakan salah satu sarana yang sangat penting untuk membangun kerjasama atau kewenangan maksimal kemitraan yang baik dengan masyarakat. Oleh mengatur dan menyelenggarakan sekolah kepada kepala menyediakan waktu yang cukup untuk berkomunikasi secara teratur dengan orang masyarakat (Umar, 2. Dengan adanya MBS diharapkan mampu meningkatkan Komite sekolah hadir sebagai bentuk kualitas pendidikan yang juga berorientasi pada proses penyelenggaraan pendidikan. Keberadaan komite sekolah tidak hanya berorientasi pada input yang selama ini terjadi di sekolah-sekolah di Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 Komite Sekolah Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang terkandung Keputusan Manajemen Berbasis Mendiknas nomor 044/U/2002 tentang Sekolah (MBS) harus dimaknai sebagai Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah. bentuk otonomi sistem dan manajemen Syam dan Mustamin . dalam Peran Komite meningkatkan mutu dan mutu pendidikan sekolah sebagai pemberi pertimbangan bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan . dvisory agenc. dalam Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 untuk mengalihkan tanggung jawab dari pemerintah kepada masyarakat. penelitian yaitu untuk mencoba mengamati Dalam fenomena peran komite sekolah sebagai menerapkan manajemen berbasis sekolah mediator antara Lembaga Pendidikan dan di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Indonesia dengan lembaga fenomenologi, seperti yang kita pahami bilateral/multilateral internasional, seperti UNICEF. Bank peristiwa dan hubungannya dengan orang- Pembangunan Asia. USAID dan AusAID, orang dalam situasi tertentu (Sholeh. Istilah fenomena dapat dilihat dari mendukung, memperkuat dan memperluas dua sudut pandang, yaitu fenomena yang selalu mengarah ke luar . dan Bank Dunia. Penelitian mencoba memahami memasukkan tata kelola secara mandiri. Secara . Oleh karena itu, dalam diberlakukannya desentralisasi pendidikan melihat suatu fenomena, hal yang pertama kita lakukan adalah kita harus melihat sekolah, ini berarti bahwa kepala lembaga filter atau rasionya. Hal ini kita lakukan sekolah tersebut, mulai dari sekolah dasar untuk menemukan kesadaran sejati pada hingga sekolah menengah, kini mengelola diri kita sebagai peneliti (Helaluddin, sekolahnya masing-masing sebagai unit Agustus Madrasah Tsanawiyah Penelitian ini dilaksanakan pada bulan sistem, dengan orang tua dan anggota melalui komite sekolah yang representatif. Desember Kecamatan Gabus. Kabupaten Grobogan, provinsi Jawa Tengah. Ada 3 . sekolah yang METODE PENELITIAN Penelitian dilibatkan dalam penelitian ini yaitu Madrasah Tsanawiyah Nurul Ikhsan menggunakan metode kualitatif dengan Banjarejo. Madrasah Tsanawiyah Nurul pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini Ikhsan Tsanawiyah Fathul Ulum Pandanharum. pendekatan ini peneliti dapat mendapatkan Sulursari Madrasah Selama penelitian, penulis mengamati penemuan yang sesuai dengan tujuan fenomena keberadaan komite sekolah Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 sekolah sebagai Lembaga independen di penyelenggaraan Pendidikan di tingkat satuan Pendidikan sesuai amanat Undang- pendidikan menengah. Pemilihan subjek Undang. Ada 3 . Sekolah yang terlibat dalam penelitian ini dilaksanakan dengan dalam penelitian ini, yaitu Madrasah Tsanawiyah Nurul pelaksanannya, penelitian ini melibatkan Madrasah Tsanawiyah informan yang terdiri dari kepala sekolah Sulursari . Informa. , pimpinan Yayasan . Fathul Ulum Pandanharum. Dalam Ikhsan Banjarejo. Nurul Madrasah Ikhsan Tsanawiyah Infroma. dan Komite Sekolah itu sendiri Pemilihan sekolah ini berdasarkan ysng terdiri dari Ketua Komite Sekolah . pertimbangan bahwa tiga sekolah ini Oran. dan Perwakilan Anggota (Masing- adalah sekolah swasta yang sudah cukup masing 3 Oran. Sehingga jumlah total lama berdiri dan memiliki keterikatan informan dalam penelitian ini adalah 24 dengan masyarakat yang kuat. Hal ini orang Informan. Pemilihan subjek ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat didasarkan pada inti permasalahan yang yang lebih memilih menyekolahkan anak dibahas dalam penelitian ini. Adapaun mereka ke 3. lembaga tersebut. teknik pengumpulan data dalam penelitian Peneliti tidak memilih sekolah negeri dikarenakan pengelolaan Sekolah swasta dengan menggunakan open questionnaire lebih kompleks jika dibandingkan dengan dan in-depth interview, dokumentasi dan mereka dituntut untuk bertahan dengan Teknik analisis data yang digunakan . , sumber daya yang tersedia dan berbagai dalam penelitian ini adalah model analisis dinamika sosial yang dihadapi. interaktif yang dikembangkan oleh Miles Temuan di lapangan menjelaskan dan Huberman (Miles. Huberman, and bahwa mekanisme pembentukan komite Saldaya, 2. , yang terdiri dari 3 tahap: sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MT. penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Jawa Tengah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan HASIL PENELITIAN dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan untuk Pembentukan Komite Sekolah diawali mencoba melihat lebih dalam peran komite dengan pembentukan panitia persiapan Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 atas prakarsa masyarakat atau dipelopori Selain itu, pembentukan komite oleh orang tua/wali peserta didik, tokoh masyarakat/tokoh informal, atau kepala Madrasah Tsanawiyah (MT. ini adalah dengan mengundang orang tua dan tokoh paling sedikit 5 . orang yang terdiri masyarakat hanya untuk ada dan hadir dari praktisi pendidikan . uru, kepala dalam rapat dan dipilih bersama oleh anggota komite sekolah. Hal ini terjadi pendidika. , pemerhati pendidikan (LSM karena jika mengikuti aturan kaku seperti yang berorientasi atau peduli dengan Pendidikan. Pendidikan Panitia masyarakat/tokoh Kementerian Kebudayaan, informal, tokoh agama, dunia usaha/dunia sekolah tidak akan langsung terbentuk dan industr. , dan orang tua/wali siswa. akan memakan banyak waktu. Menurut Namun seorang informan, yang terpenting disini lapangan, pembentukan komite sekolah di adalah keberadaan komite sekolah itu. Madrasah bukan bagaimana proses pembentukannya. Tsanawiyah Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan tidak selalu Namun Kementerian Pihak Pendidikan dan Kebudayaan yang dirasa seharusnya tidak bersifat demikian karena begitu kaku dan melalui banyak proses bagaimanapun juga komite sekolah dan sekolah memiliki tanggung jawab secara moral dan administratif kepada semua Menurut pembentukan komite sekolah berdasarkan peraturan pemerintah merupakan awal dari Pendidikan Akuntibilitas Sementara itu, mereka tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan terlalu mengikuti peraturan pemerintah pada periode kedua penentuan komite Pendidikan yang efektif dan efisien. Sekolah ini karena merasa tidak perlu ada Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kebijakan yang disampaikan oleh signifikan pada komite sekolah yang ada Kementerian Pendidikan Nasional karena sudah ideal. tampaknya sulit untuk diterapkan bagi sebagian lembaga pendidikan. Tapi hal ini Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 kriteria kerjasama sekolah dengan pihak menyerah begitu saja untuk memenuhi tuntutan ini. Agenda sekolah yang terlalu Kedua, padat dan sulit untuk mengumpulkan sumber daya pendidikan lainnya dari semua orang tidak bisa dijadikan sebagai masyarakat, baik dalam tataran individu, sebuah alasan untuk tidak berkembang. Walaupun kebanyakan pihak yang akan pemangku kepentingan lainnya melalui dilibatkan dalam pemilihan ini memiliki kesibukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan merasa pelaksanaan proses pelayanan pendidikan di sekolah sesuai Pendidikan adalah tanggung jawab sekolah dengan ketentuan peraturan perundang- Pihak sekolah, terutama kepala sekolajh harus menekankan pentingnya pengaduan, saran, kritik, dan aspirasi proses kolaborasi ini. siswa, orang tua atau wali siswa, dan Peran komite sekolah tidak hanya Ketiga. Keempat, masyarakat serta hasil observasi Komite sebagai pelengkap formatif, tetapi lebih Sekolah terhadap kinerja sekolah. dari ituAikomite sekolah berfungsi dalam Selanjutnya dalam Undang-Undang meningkatkan mutu pelayanan pendidikan No. 20 Tahun 2003 pasal 56 ayat 1. , menyatakan bahwa masyarakat berperan Pendidikan Tugas yang dilaksanakan oleh Komite Sekolah sesuai dengan pasal 3 pendidikan, yang meliputi perencanaan. Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. Menurut peraturan tersebut, komite pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. Oleh karena itu, untuk memanifestasikan undang-undang pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait ini. Pihak Sekolah dan Komite Sekolah dengan: kebijakan dan program sekolah. harus senantiasa memiliki komitmen yang Rencana kuat untuk meningkatkan penyelenggaraan Anggaran Pendapatan Belanja Negara termasuk Rencana Kerja Pendidikan Sekolah Terutama di tingkat satuan Pendidikan Anggaran Sekolah (RAPBS/RKAS). kriteria kinerja sekolah. Tsanawiyah kriteria fasilitas pendidikan di sekolah. Kabupaten Grobogan. Kecamatan Gabus. Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 Sinergi komite sekolah, masyarakat. Sebagaimana Pendidikan pada satuan pendidikan. menciptakan suasana dan kondisi yang Pendidikan. transparan, akuntabel, dan demokratis pemahaman berbagai pihak terhadap peran dan tugasnya, dalam hal ini komite sekolah dan satuan pendidikan, akan Selanjutnya sebagai perwujudan manajemen berbasis program yang telah disepakati bersama. Untuk itu perlu dibangun komunikasi yang administratif memperkuat peran kepala harmonis agar tidak terjadi disfungsi sekolah agar lebih akuntabel. Secara seperti yang terjadi selama ini. Perlu kita khusus, kepala sekolah harus melayani ketahui dan yakini bersama bahwa sinergi siswa dengan baik dengan penggunaan sumber daya sekolah yang efisien dalam menciptakan tanggung jawab bersama hal anggaran, personel, dan kurikulum. antara sekolah dan masyarakat sebagai Praktik semacam ini telah dilakukan di mitra dalam membangun Pendidikan di Distrik Edmonton di Alberta, dan Kanada Indonesia. Dari sini masyarakat dapat menerapkan konsep komite sekolah . tau disebut juga dengan site counci. Menurut Pendidikan di daerahnya. Keberadaan beberapa komunitas di sekitar kabupaten, sekolah memiliki tujuan yang sangat baik (Brown, 1. Nugraha, . menyatakan Maka sangatlah ideal jika kita bahwa komite sekolah bertujuan untuk melihat tujuan dibentuknya komite sekolah menampung dan menyalurkan aspirasi dan seperti yang sudah dijelaskan di atas. inisiatif masyarakat dalam menghasilkan Disini terlihat bahwa aspirasi masyarakat dapat tersalurkan melalui lembaga ini meningkatkan tanggung jawab dan peran program operasional di satuan pendidikan. serta masyarakat dalam penyelenggaraan Selain itu, partisipasi masyarakat dalam Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 Pendidikan juga diharapkan meningkat. pertimbangan atas perubahan RAPBS ini. Namun, baik perubahan skala minor maupun dalam menyalurkan aspirasi sementara hanya sebatas bantuan operasional sarana Selain itu, mereka juga terlibat dalam dan prasarana sekolah yang mengadakan pertemuan hanya setahun sekali, dan memberikan masukan tentang pengelolaan pencairan dana BOS (Biaya Operasional Sekola. , misalnya. Alhasil, tujuan yang kepada guru. Selanjutnya ditemukan juga diidamkan belum sepenuhnya berhasil. bahwa komite sekolah terlibat dalam Berdasarkan informan dan observasi fenomena yang kependidikan di sekolah terkait dengan ada di lapangan, peran komite sekolah di sarana dan prasarana yang dapat ditangani Madrasah di sekolah dan anggaran yang dapat Tsanawiyah (MT. Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Provinsi Jawa Tengah dapat dijelaskan Selain itu, keterlibatan ini juga dapat sebagai berikut: Pertama, ditemukan dalam pengelolaan sumber Peran daya pendidikan. Komite sekolah juga Penasehat. Hasil penelitian menemukan diundang untuk memberikan pertimbangan oleh sekolah dan yayasan mengenai hal Komite Sekolah Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan menjalankan perannya sebagai mempertimbangkan kepada kepala sekolah lembaga Pembina atau penasihat. Mereka kependidikan yang akan dipekerjakan di dengan memberikan masukan aktif dalam Soal (Persiapan Pelajaran Komite Sekolah RPS dalam anggaran pendidikan, komite tidak Semeste. terlalu mencampuri pengadaan tenaga RAPBS . encana anggaran pendapatan dan honorer di sekolah. Keterlibatan komite hanya jika diminta pertimbangan oleh RAPBS yang melibatkan sekolah, orang sekolah yang bersangkutan. Jika tidak tua, dan masyarakat dan memberikan diminta, kebijakan sepenuhnya diserahkan Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 Kedua. Peran komite sekolah sebagai menganggap sekolah lebih mengetahui badan pendukung. Amarin. Sunandar and Miyono. Namun, . Pembantu Kepala Sekolah (PKS), pihak masyarakat terhadap sekolah antara lain sekolah selalu menyampaikan secara lisan kepada Ketua Komite Sekolah terkait . edung, sarana, prasaran. melalui BP3 kebijakan tersebut. ekarang Komite Sekola. atau langsung Pd. I selaku Ketua Komite Sekolah Pandanharum. Fathul Dikatakannya, penyediaan tempat untuk membangun diungkapkan oleh Bapak Drs. Muhari. Tsanawiyah secara perorangan/kelompok. Kemudian Ada kasus misalnya seperti yang Madrasah kebutuhan sekolah lainnya. Ulum Berdasarkan hasil wawancara yang sekolah juga memberikan pertimbangan kepada satuan pendidikan seperti dalam Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Gabus penerimaan siswa baru, dan kelas yang Kabupaten tersedia untuk kelas VII . pada tahun perannya sebagai lembaga pendukung 2010 hanya mampu menampung dua kelas dengan memberikan dukungan berupa pemikiran dan sumbangan tenaga, jasa, menyekolahkan anaknya ke sekolah ini di dan barang dalam pelaksanaan proses luar kapasitas yang tersedia. Akhirnya belajar mengajar di satuan pendidikan. Komite Setidaknya, hal itu dilakukan dengan Sekolah pertimbangan kepada kepala sekolah untuk Grobogan menggunakan gedung kosong mengingat sekolah masih memiliki satu kelas kosong berkualitas, dalam bentuk kegiatan antara dan dapat digunakan untuk menampung lain: Mengikuti pertemuan rutin dengan pemangku kepentingan di lingkungan Mendorong Pertimbangan komite sekolah langsung ditanggapi oleh kepala sekolah untuk masyarakat dan dunia usaha/industri untuk menambah kelas baru dari satu kelas menjadi tiga kelas. Memotivasi masyarakat kelas menengah Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 atas untuk meningkatkan komitmennya pengajian di desa Banjarejo ini. Sehingga pembelajaran di sekolah. dan mendorong Tsanawiyah berpartisipasi dalam Pendidikan untuk Madrasah anak-anak Bentuk dukungan yang diberikan oleh masyarakat sekitar. komite sekolah disini bukanlah bentuk Dalam hal memberikan dukungan dukungan yang terstruktur, artinya bentuk dalam pemikiran dan pelayanan, menurut dukungan tersebut disesuaikan dengan Kepala Nurul kebutuhan yang ada. Namun kenyataan di Ikhsan Banjarejo, komite sekolah juga lapangan menunjukkan bahwa komite berpartisipasi aktif dalam kegiatan PPD yang tampak selalu aktif memberikan . enerimaan memiliki posisi penting di masyarakat dan menyekolahkan anaknya ke sekolah yang memiliki kesadaran untuk meningkatkan dekat dengan lingkungannya. mutu Pendidikan di Kecamatan Gabus. Madrasah Anggota Tsanawiyah orang-orang Madrasah Kabupaten Grobogan. Jadi sangat jelas Tsanawiyah di Kecamatan Gabus yang bahwa anggota lain pasif dalam perannya sebagai pendukung. Dari fenomena tersebut, kita ketahui bahwa komite sekolah tidak sepenuhnya merekrut siswa baru. Keberadaan tokoh menjalankan perannya sebagai pendukung masyarakat di sini memiliki pengaruh kelancaran penyelenggaraan Pendidikan di Hanya perkembangan Madrasah Tsanawiyah di orang-orang tertentu saja yang melakukan Kecamatan semuanya sesuai dengan apa yang telah Gabus sekitar seringkali menyepakati ajakan dijelaskan pada sub bab ini. tokoh masyarakat. Misalnya Pak Kyai Ketiga. Komite Syafi'i sebagai anggota komite sekolah di sebagai pengendali. Peran komite sekolah Madrasah sebagai lembaga pengendali dalam rangka Tsanawiyah Nurul Ikhsan Banjarejo. Ia menjadi aktor penting dalam Madrasah Tsanawiyah Pendidikan Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 lingkungan satuan pendidikan dapat dilihat pendidikan, membuat usulan kebijakan, dan program pendidikan ke sekolah. Memantau pelaksanaan RPP (Rencana Dalam Pelaksanaan Pembelajara. Pemantauan pelaksanaan RAPBS. Pemantauan output menunjukkan bahwa di lapangan komite Pendidikan di sekolah dalam hasil evaluasi Pembelajaran, dan Tingkat Partisipasi artinya setiap keputusan yang dihasilkan Sekolah. dalam rapat merupakan aspirasi atau Menurut Ketua keinginan yang muncul dari masyarakat. Komite Sekolah Madrasah Tsanawiyah di Secara rinci, apa yang dihasilkan komite Kecamatan Gabus. Kabupaten Grobogan, sekolah dalam rapat tersebut disampaikan komite sekolah secara aktif memantau hal- hal tersebut di atas. Namun, komite yang aktif melakukan hal ini adalah komite dari guru sekolah tempat mereka mengajar. Sedangkan peran kedua adalah Sedangkan anggota yang lain kurang aktif karena sibuk dengan urusannya masing- sekolah kepada masyarakat, menampung Untuk Komite melalui surat kepada siswa. Selanjutnya yang disampaikan oleh orang tua masih ditampung oleh komite sekolah, yang menjadi mediator antara Sekolah dengan menginformasikan kepada orang tua siswa memiliki peran sebagai perantara. Sebagai . , ke sekolah. Dalam melaksanakan program Sekolah pengaduan masyarakat . rang tua sisw. Badan program sekolah, dan mengkomunikasikan kewajiban ini dengan sempurna. Keempat, selanjutnya akan disampaikan kepada kepala sekolah atau Pembantu Kepala Sekolah (PKS) yang membidangi ini. Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 Disampaikan Ketua Komite MTs Nurul Ikhsan Sulursari, bentuk keluhan yang sepenuhnya peran dan fungsinya. sering disampaikan orang tua adalah masalah pengadaan buku yang terlalu PEMBAHASAN memberatkan orang tua. Dalam hal ini Manajemen berbasis sekolah . chool- komite sekolah menyampaikan pengaduan based managemen. merupakan awal mula dari masyarakat . rang tua sisw. kepada kepala sekolah. Beban orang tua siswa Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berupa pembayaran yang terlalu pendek, adalah bentuk Pendidikan terdesentralisasi misalnya guru memberikan tenggat waktu yang menggambarkan sekolah sebagai unit hanya tiga periode pembayaran. Untuk utama untuk perbaikan dan mengandalkan mengatasi hal tersebut, komite sekolah keputusan sebagai sarana utama untuk kelonggaran dalam membayar buku dari meningkatkan partisipasi dan dukungan tiga kali menjadi enam kali atau satu dari masyarakat. (Malen, 2. Bentuk menerima keluhan masyarakat. meliputi pembentukan komite sekolah Peran ketiga adalah Pengelolaan (Leithwood & Menzies, 1. Sejalan dengan pengertian di atas, mengidentifikasi kondisi sumber daya Dimmock sekolah dan sumber daya masyarakat. Manajemen berbasis menggalang bantuan masyarakat untuk based managemen. merupakan sistem Pendidikan administrasi yang menjadikan sekolah sebagai unit utama dalam pengambilan . chool- keputusan pendidikan. Tanggung jawab Dari beberapa hal yang ditemukan, atas keputusan anggaran, personalia, dan temuan lapangan mengenai peran Komite kurikulum ditempatkan di tingkat sekolah Sekolah di atas menunjukkan bahwa dengan memberikan kendali atas proses beberapa peran yang dilakukan oleh pendidikan kepada kepala sekolah, guru, komite sekolah tidak berjalan secara siswa, dan orang tua atau wali siswa. sempurna, hal ini menunjukkan bahwa Dalam Peningkatan Mutu Manajemen Berbasis Sekolah Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 (MPMBS). Manajemen berbasis sekolah . chool-based pendidikan anak usia dini, pendidikan AuPenyelenggaraan diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan pengelolaan berbasis sekolah/madrasah. langsung seluruh warga sekolah . Selanjutnya penjelasan pasal 51 ayat siswa, kepala sekolah, karyawan, orang . menjelaskan bahwa. AuYang dimaksud tua, dan masyaraka. Untuk meningkatkan sekolah/madrasah adalah bentuk otonomi dalam pengelolaan pendidikan pada satuan Seperti sekolah/madrasah managemen. dan masalah yang terkait mengelola kegiatan pendidikanAy. chool-based tergantung pada perspektif yang berbeda. Misalnya, (Murphy Beck, /madrasah Otonomi berarti memiliki kewenangan untuk mengelola semua masalah secara mengklaim bahwa manajemen berbasis . chool-based Manajemen berbasis sekolah di Indonesia. Namun. Praktik perundang-undangan diimplementasikan dalam berbagai cara. Dapat dipahami bahwa konsep Manajemen berlaku, baik secara nasional maupun berbasis sekolah ini dapat menimbulkan Artinya otonomi dalam penjelasan Pasal 51 ayat . UU Sisdiknas no. Tahun yang mengaturnya. Oleh karena itu, desentralisasi yang bersifat relatif dan keberadaan komite sekolah di Indonesia masih banyak menghadapi kendala. undangan yang berlaku baik di tingkat Tentang Manajemen berbasis sekolah nasional maupun daerah. Meski begitu, . chool-based managemen. UU No. dengan menerapkan Manajemen berbasis 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan sekolah ini, tanggung jawab sekolah Nasional pasal 51 ayat . menyatakan Sekolah Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 menunjukkan hasil kerjanya berkaitan hukum keberadaan komite sekolah di dengan kewenangan yang lebih besar yang setiap satuan pendidikan di Indonesia. Menurut Permendikbud nomor 75 Tahun pertanggungjawaban, baik kepada warga 2016 tentang komite sekolah pasal 1 ayat sekolah maupun kepada pemerintah. Selanjutnya peran komite sekolah AuKomite mandiri yang terdiri dari orang tua/wali . rang pendidikanAy(Permendikbud, 2. Berdasarkan fakta bahwa manajemen pendidika. yang terlibat baik secara berbasis sekolah merupakan basis bagi langsung maupun tidak langsung dalam komite sekolah pada satuan pendidikan di Manajemen Pendidikan di sekolah dapat Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa mempengaruhi reputasi sekolah itu sendiri. komite sekolah idealnya dilibatkan dalam Dengan Manajemen berbasis sekolah, tujuan pendidikan yang diharapkan oleh hingga evaluasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan. Dalam konteks Manajemen Berdasarkan Komite Sekolah. peneliti juga menemukan beberapa faktor sekolah diharapkan dapat memberikan MBS (Manajemen proses pembelajaran di satuan Pendidikan. Berbasis Sekola. dapat diartikan sebagai terutama di tingkat Pendidikan menengah, dan menjadi jembatan antara sekolah otonomi dan fleksibilitas yang lebih besar dengan masyarakat disekitar sekolah itu partisipasi langsung warga sekolah dan Keputusan Nasional Nomor Menteri Pendidikan 044/U/2002 masyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang kemudian disempurnakan dengan undangan yang berlaku. Komite sekolah Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 merupakan salah satu wujud pelaksanaan tentang komite sekolah merupakan bukti MBS (Manajemen Berbasis Sekola. Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 Munculnya lembaga baru di tingkat Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mustadi et al. , 2. , menyatakan bahwa penyesuaian, adaptasi bahkan mungkin AuPelaksanaan memacu munculnya beberapa inovasi. sekolah di SD . ekolah Dasa. Kabupaten Namun pada kenyataannya keberadaan Bantul belum memenuhi standar 100%. komite sekolah tidak dapat dioptimalkan Dimana ditemukan pada tahap anteseden oleh satuan pendidikan dan masyarakat . nput Peran komite sekolah saat ini responden terhadap rancangan program dinilai tidak berjalan. Selain sebagian untuk melaksanakan peran komite sekolah besar diisi oleh mitra sekolah, komite belum sepenuhnya sesuai dengan standar sekolah juga tidak menjalankan tugas dan fungsinya, seperti pengawasan anggaran. persentase 36%, pada tahap transaksi Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW), sekolah menempati urutan sudah dilaksanakan dengan kategori baik kedua terbanyak terjadinya korupsi di . %). 47%) ". Dari fakta tersebut dapat kita artikan bahwa ada yang salah dengan keberadaan mengakibatkan kerugian negara sebesar komite sekolah disini. Komposisi anggota Rp 136,1 miliar akibat korupsi di sekolah komite sekolah dengan berbagai latar (Rachmaningtyas, 2. Selain kasus korupsi, banyak juga mempengaruhi kualitas mereka dalam kasus di sekolah yang disebabkan oleh menjalankan fungsi manajemen di satuan tidak optimalnya kinerja komite sekolah di Selain itu, karena keanggotaan satuan pendidikan, seperti kesalahpahaman komite sekolah bersifat sukarela pada saat antara wali siswa atau orang tua dengan pengangkatannya, maka keterikatan dan sekolah mengenai biaya yang dilakukan komitmen tanggung jawab sebagai komite oleh sekolah (Simbolon, 2. Juga sekolah dinilai kurang optimal. Selain pendidikan dan kurangnya keterlibatan pendidikan dan pengetahuan yang berbeda. Pendidikan memiliki kegiatan yang berbeda. Sehingga dan pengajaran di satuan pendidikan. tidak jarang ditemukan kasus kurangnya Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 keterlibatan komite sekolah dalam proses Grobogan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh satuan pendidikan. Satuan pendidikan kepada Komite sekolah walaupun sudah dan komite sekolah terkadang kesulitan Kabupaten Grobogan Nomor 2 Tahun membahas agenda kegiatan dan kebijakan 2013 tentang penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Grobogan. Dan mungkin ini Peraturan Daerah yang menjadi alasan manajemen belum Permendikbud No 75 Tahun 2016 tidak menyusun AD/ART (Anggaran Dasar dan mengatur lebih jelas tentang alokasi Anggaran Rumah Tangg. Selain itu, anggaran dari pemerintah pusat untuk komite sekolah. Hal ini secara tidak AD/ART (Anggaran optimalnya kinerja komite sekolah di Dasar dan Anggaran Rumah Tangg. satuan pendidikan. Disadari atau tidak, meskipun anggota komite sekolah dipilih dari elemen masyarakat yang mapan, (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah sistem penganggaran yang tidak jelas Tangg. untuk komite sekolah. untuk kegiatan komite sekolah secara tidak Keberadaan AD/ART AD/ART (Anggaran langsung mempengaruhi kualitas kinerja Dasar dan Anggaran Rumah Tangg. dalam suatu organisasi sangat penting Tata Kelola Organisasi Komite Sekolah Madrasah karena menjelaskan segala sesuatu tentang Tsanawiyah keberadaan organisasi, yang dalam hal ini Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan dapat dijelaskan sebagai berikut: (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Dari hasil penelitian yang dilakukan AD/ART Tangg. merupakan acuan dan pedoman penulis, semua Komite Sekolah yang ada umum bagi suatu organisasi. belum memiliki perangkat organisasi yang Mengenai masalah rapat atau rapat lengkap seperti Anggaran Dasar (AD) dan yang diadakan Komite Sekolah juga belum Anggaran Rumah Tangga (ART) karena terjadwal, artinya tidak ada rapat rutin berdasarakan pengakuan dari informan yang diadakan setiap bulan atau triwulan, bahkan ada Komite Sekolah yang hanya Kabupaten Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 mengadakan rapat dua kali dalam setahun. sini kebanyakan adalah para relawan yang Idealnya rapat pengurus diadakan setiap bulan atau minimal dua bulan sekali, kemajuan Pendidikan di daerahnya. Dalam Pengurus maka rapat tidak diadakan, pendidikan. Komite Sekolah telah banyak memberikan masukan dan saran sesuai kebutuhan sekolah, misalnya di waktu dengan hasil rapat komite kepada pihak penerimaan siswa baru dan masalah siswa sekolah untuk dijadikan sebagai program yang memerlukan keterlibatan komite sekolah disini. pembelajaran pada satuan pendidikan. Rapat komite atau agenda dengan namun kembali lagi kepada pemangku orang tua dan pihak sekolah hanya dilakukan sesuai kebutuhan, hanya pada diterima untuk implementasi. saat diperlukan, seperti saat tahun ajaran Dari permasalahan tersebut, kita baru, ketika ada masalah atau keluhan dari perlu menegaskan kembali keberadaan orang tua. Sekolah penghubung antara unit pendidikan dan sosial yang memberikan pelayanan belajar Kita harus meyakini bahwa kedudukan komite sekolah dalam satuan dijalankan dalam sekolah ini adalah sistem pendidikan sangat penting karena peran terbuka karena memiliki hubungan yang dan tugasnya sebagai mitra sekolah akan erat dengan lingkungan dimana sekolah itu meningkatkan mutu pelayanan Pendidikan. Sekolah membutuhkan masukan terutama di tingkat satuan Pendidikan Apalagi di tengah era global penyelenggaraan pendidikan. Masukan ini saat ini di abad 21 . ua puluh sat. yang merupakan bahan yang dibutuhkan untuk memunculkan berbagai tantangan, seperti keberadaan Industry 4. 0 dan society 5. Sistem sumber daya manusia yang tangguh. Komite Sekolah Dari hal tersebut, komite sekolah MTs dituntut untuk beradaptasi ketika terjadi (Madrasah Tsanawiya. di Kecamatan Gabus juga tidak pernah menerima subsidi pengetahuan dan teknologi. Karena suka dana dari pemerintah. Komite sekolah di atau tidak suka, tantangan globalisasi di Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 lingkungan pendidikan harus dihadapi. Dalam model Untuk itu, pengelolaan komite sekolah Manajemen Berbasis Sekolah, asumsi harus dioptimalkan agar tetap mampu dasarnya adalah guru lebih mengenal siswa sebagai pengguna jasa pendidikan. pertimbangan kepada satuan pendidikan. Model Manajemen Berbasis Sekolah yang Manajemen Komite Sekolah adalah dikendalikan masyarakat ada ketika orang Ausuatu cara untuk menyelenggarakan suatu tua dan anggota masyarakat menjadi and balance Keberadaan komite sekolah disini akan menjadi check evaluasi, dengan memanfaatkan sumber bagi satuan memaksimalkan peran dan fungsi komite pendidikan di satuan pendidikan tetap komite sekolah dapat tercapai secara Kerjasama efektif dan efisienAy (Mursidi, 2. Dapat masyarakat, pemerintah, dan organisasi kita pahami bahwa evaluasi suatu lembaga masyarakat merupakan salah satu solusi pendidikan yang akuntabel melibatkan yang tepat dan cepat dalam menghadapi berbagai pihak, termasuk komite sekolah. berbagai tantangan yang muncul di abad Sehingga segala aspirasi dari masyarakat 21 saat ini. pendidikan melalui komite sekolah ini. KESIMPULAN DAN SARAN Masyarakat dan sekolah merupakan Kesimpulan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dari Peningkatan mutu Pendidikan memerlukan pembahasan di bagian sebelumnya maka keterlibatan banyak pihak mulai dari dapat disimpulkan bahwa komite sekolah pemerintah hingga masyarakat sebagai di lingkungan Madrasah Tsanawiyah di elemen pengguna manfaat pendidikan. Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan Ketika kualitas Pendidikan suatu negara telah menjalankan peran mereka sesuai baik dan dikelola dengan baik, maka amanat Undang-Undang yaitu sebagai secara tidak langsung akan meningkatkan badan penasehat, pendukung, perantara dan pengendali dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat menengah. Saekul Anwar / Jurnal Administrasi Negara V28 Ae 02 . / 138 Ae 162 Namun, dalam menjalankan peran sekolah swasta dan perlu adanya kebijakan tersebut, terdapat beberapa kendala yang komite sekolah di Kecamatan Gabus pengoptimalan peran mereka misalnya Kabupaten Grobogan dalam usaha untuk pemenuhan perangkat mengoptimalkan perannya. dan kebutuhan dokumen komite sekolah Terakhir. Dewan Pendidikan dan tersebut sesuai dengan peraturan yang Dinas Pendidikan di Kabupaten Grobogan Kesibukan para anggota komite diharapkan dapat memfasilitasi komite sekolah juga menjadi penghambat komite sekolah dalam menjalankan perannya. sekolah dalam menjalankan peran mereka Perlu secara optimal. memberdayakan agar komite sekolah lebih Keberadaan komite sekolah sesuai mandiri dalam mengurus dirinya sendiri, memberdayakan dirinya sendiri. penyelenggaraan Pendidikan di satuan Untuk itu, pemerintah juga Daftar Pustaka perlu menetapkan kebijakan tambahan Amarin. Sunandar. , & Miyono. Peran Komite Sekolah dalam Manajemen Berbasis Sekolah di SD Islam Terpadu Buah Hati Kabupaten Pemalang. Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), 5. Amri. , & Sahuri. Peran Komite Sekolah dalam Pengawasan Program Bantuan Operasional Sekolah di SMP Negeri 05 Rupat Kabupaten Bengkalis (Doctoral dissertation. Riau Universit. Dimmock, . School-based management and school effectiveness. New York: Routledge. Esther. , & Sidauruk. Pertanggungjawaban Pidana Komite Sekolah yang Menyalahgunakan Wewenang sehingga Terjadinya Tindak Pidana Korupsi Dilakukan Secara Bersama-Sama (Studi Kasus Putusan Nomor: 25/Pid. Sus-TPK/2017/PN. MDN). Jurnal Hukum PATIK, 7. , 1-9. untuk mendukung tata kelola kelembagaan satuan pendidikan tersebut berada. Saran