JURNAL ILMU PENDIDIKAN Available online at https://journal. com/index. php/JURIP Vol. 1 No. January-June 2022, pages: 7-10 ISSN: x-x http://dx. org/10. /JURIP. Identifikasi Kesulitan Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran Kurikulum 2013 (Studi Kasus SMP Negeri 051 Bengkulu Utar. Eny Widiastuti a Article history: Abstract Submitted: 14 April 2022 Revised: 14 May 2022 Accepted: 14 June Keywords: The learning process in the 2013 curriculum was carried out using a scientific One of the requirements for the realization of learning using the 2013 curriculum is the existence of a paradigm shift in the teacher's learning This study aims to identify the difficulties of science teachers in implementing 2013 curriculum learning in SMP Negeri 051 North Bengkulu. Data collection techniques in the form of RPP documentation, observation of the implementation of learning and interviews with science teachers in 051 Bengkulu Utara Public Middle School. The data obtained were in the form of descriptive data on the difficulties of science teachers in implementing curriculum learning in 2013. The results showed that the difficulties faced by teachers in preparing Learning Implementation Plans were that teachers had difficulty in preparing appropriate learning objectives . 5%), choosing appropriate teaching materials ( 12. 5%), choose and use learning resources optimally . %), and choose the appropriate learning method/model . %), while the difficulties faced by teachers in implementing learning using the 2013 curriculum are teachers having difficulty in apperception, motivation, and learning objectives . 92%), mastering learning materials . 50%), conducting assessment activities and learning outcomes appropriately . 91%), and implementing steps in closing lessons . %). Jurnal Ilmu Pendidikan A 2022. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. 0/). Corresponding author: Eny Widiastuti Sekolah Mengah Pertama Negeri 051 Bengkulu Utara. Bengkulu. Indonesia Email address: enywidiastuti67@gmail. Sekolah Mengah Pertama Negeri 051 Bengkulu Utara. Bengkulu. Indonesia ISSN: x-x 1 Pendahuluan Pelaksanaan Kurikulum 2013 menuntut kemampuan guru dalam penguasaan konsep esensial dan kemampuan pedagogik guru. Guru berperan besar di dalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada Guru ke depannya dituntut tidak hanya cerdas tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Menurut Husamah . , pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi akademik . , kompetensi sosial, dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan, sedangkan menurut Sagala . , kompetensi pedagogik dapat terpenuhi oleh seorang guru salah satunya adalah guru harus mampu mengembangkan Menurut Hidayat . , tugas guru dalam implementasi kurikulum adalah bagaimana memberikan kemudahan belajar pada peserta didik agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan eksternal sehingga terjadi perubahan perilaku sesuai yang dikemukakan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Panduan pembelajaran dan buku ajar dalam Kurikulum 2013 sudah ditetapkan dari pusat. Namun demikian guru dituntut untuk tetap dapat mengemas pembelajaran yang berorientasi pada aspek sikap, pengetahuan dan Akan tetapi tidaklah mudah mengubah praktik pembelajaran dari kebiasaan lama ke hal baru apalagi beserta mind set nya. Hal yang paling menonjol dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan dan strategi pembelajarannya. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah . cientific Proses pembelajaran harus menyentuh 3 ranah, yaitu sikap . , keterampilan . , dan pengetahuan . Salah satu syarat terwujudnya pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 adalah dengan adanya perubahan paradigma guru dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, mengubah paradigma guru dalam mengajar bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, karena guru sudah terbiasa menggunakan gaya mengajar konvensional yaitu hanya sebatas menerangkan dan mencatat materi di papan tulis, sedangkan pada kurikulum 2013 ini, guru dituntut untuk memahami dan mampu menerapkan pendekatan dan model pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 dengan baik, seperti halnya pemanfaatan media dan sumber belajar yang bervariasi. Berdasarkan pengamatan peneliti pada saat kegiatan Program Pengalaman Lapangan di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara, sebagian besar guru belum memahami betul tentang pendekatan ilmiah . cientific approac. pada kurikulum 2013. Pada saat mengajar, guru masih banyak menerangkan dan mencatat di papan tulis, jadi proses pembelajaran belum berpusat pada siswa, melainkan masih berpusat pada guru. Guru hanya berbekal buku siswa saja dan tidak pernah menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, karena belum adanya LCD yang terpasang di setiap kelas, selain itu guru tidak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media Jadi, guru kesulitan dalam menerangkan materi pembelajaran yang bersifat kontekstual. Selain itu, saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung, guru tidak menggunakan RPP sebagai acuan, karena guru tidak membuat RPP sendiri, melainkan hanya men-downloud dari internet. Jadi, antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran banyak ketidaksesuaian, padahal mampu dan tidaknya guru dalam merancang RPP sangat menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Zahroh . yang membahas tentang problematika guru dalam melaksanakan pembelajaran menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat beberapa kesulitan yang dialami guru antara lain yaitu : . guru mengalami kesulitan dalam menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, . mengalami kesulitan dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan topik yang akan diajarkan, . guru mengalami kesulitan dalam memperoleh alat dan media . pendukung pembelajaran seperti LCD yang belum terpasang di setiap kelas, . guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan laboratorium Biologi yang tersedia belum digunakan secara efektif dan tidak memenuhi kebutuhan jumlah kelas yang ada, sedangkan laboratorium Fisika dan Kimia belum tersedia, . guru kesulitan dalam pengelolaan kelas karena jumlah peserta didik yang terlalu banyak, . pelaksanaan pembelajaran tidak terencana dengan baik karena antara pelaksanaan saat guru mengajar dengan RPP banyak ketidaksesuaian, sedangkan hasil penelitian yang dilakukan Angga . mengenai problematika guru mata pelajaran di SMA Negeri 051 Bengkulu Utara dalam pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 yaitu guru lemah dalam memilih dan memanfaatkan media pembelajaran secara optimal . %), dan lemah dalam melakukan apersepsi, motivasi, dan penyampaian tujuan pembelajaran Berdasarkan permasalahan tersebut, maka akan dilakukan penelitian tentang identifikasi kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013 di SMP Negeri 051 Begkulu Utara JURIP Vol. 1 No. January-June 2022, pages: 11-18 JURIP A 13 ISSN: x 2 Metodologi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara. Adapun subyek penelitian ini yaitu guru mata pelajaran di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara yang berjumlah 4 orang, sedangkan obyek penelitian ini yaitu kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Strategi penelitian yang digunakan berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini dengan cara dokumentasi yaitu: peneliti mengumpulkan data berupa RPP yang disusun oleh guru, observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas dan wawancara dengan guru mengenai kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013. Data yang telah didapatkan akan dianalisa, kemudian dikategorikan sesuai kriteria interpretasi skor Riduwan . Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi dua tahap yaitu: tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan, peneliti meminta permohonan izin ke Biro Skripsi untuk melakukan penelitian di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara, selanjutnya menentukan subyek penelitian yaitu 2 guru kelas VII dan 2 guru kelas Vi dengan menggunakan instrumen berupa lembar dokumentasi,menyusun instrumen penelitian yang meliputi lembar dokumentasi yaitu daftar nama guru, form RPP yang baik dan benar sesuai ketentuan dalam kurikulum 2013, form pelaksanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013, dan form wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kesulitan guru dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013. Tahap pelaksanaan penelitian yaitu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 dengan melibatkan guru-guru kelas VII sebanyak 2 orang dan Vi sebanyak 2 orang di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara. Pelaksanaannya yaitu peneliti mengumpulkan dokumen yang akan digunakan untuk peneliti yang terdiri dari RPP kemudian menganalisis RPP tersebut. Selanjutnya peneliti melaksanakan pembelajaran di kelas dengan menilai guru saat mengajar, peneliti menganalisis kesesuaian RPP dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas, kemudian melakukan wawancara secara langsung dengan guru mengenai kesulitan dalam membelajarkan sesuai kurikulum 2013. Selanjutnya peneliti menganalisis data yang diperoleh setelah melakukan penelitian, membahas hasil analisis data dan menyimpulkan hasil penelitian. 3 Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejuah mana guru SMP dalam penerapan Kurikulum 2013. Hasinya bahwa beberapa guru masih belum mengerti tentanga penyususnan RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Hasilnya beberapa guru yang menjadi subjek penelitian di buat dalam gurub yang terbagi dalam 4 kelompok. Disini terlihat bahwa beberapa guru banyak yang belum mengusasi tentang penyusunan RPP yang sesuai dengan pembelajaran bernbasis kurikulum 2013. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif kesulitan guru dalam menyusun RPP dan melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013 di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara tahun pelajaran 2018/2019. Tabel 1. Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP Indikator Identitas mata Kompetensi inti Kompetensi dasar Indikator pencapaian Tujuan pembelajaran Materi pembelajaran Sumber belajar Prosentase Tiap Grub Keteramplilan Menuliskan identitas dengan lengkap Menuliskan kompetensi inti Menuliskan kompetensi Menyusun indikator yang Menyusun tujuan pembelajaran yang layak Memilih materi ajar yang Memilih dan menggunakan sumber belajar secara Oc Rata Rata Ket. SKB SKB Identifikasi Penerapan Holistik Intergratif (Silfia Novita Rizk. 14 A ISSN: x-x Media pembelajaran Metode/model Kegiatan Memilih dan memanfaatkan media pembelajaran secara Memilih metode/model pembelajaran yang sesuai Merancang kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik Keterangan. Sangat Baik (SB). Kurang Baik (KB). Sangat Kurang Baik (SKB) Kemudian setalah itu dilakukan diskusi kelompok anatar grub A-D, untuk melihat proses pemeblajaranya dengan RPP yang dibuat. Kemampuan guru telah meningkat setelah dilakukan beberapa perbaikan dalam penyusunan RPP. Kemudian data yang berikut ini yang disampaikan adalah bagaimana kesesuaian guru dalam menyusun RPP berbasis kurkulum 2013 dengan pelaksanaan kegiatan pembelajarann di sekolah. Tabel 2. Kesesuaian RPP dengan Kegiatan Pembelajaran Prosentase Tiap Grub Keteramplilan Melakukan apersepsi, motivasi, dan penyampaian tujuan pembelajaran Menguasai materi pembelajaran Menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik Menerapkan pendekatan pembelajaran saintifik Menerapkan pembelajaran secara Memanfaatkan sumber belajar/media dalam pembelajaran Melibatkan peserta didik dalam Menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran Melakukan kegiatan penilaian proses dan hasil belajar dengan Oc Rata Rata Ket. Menerapkan langkah menutup JUMLAH RATA-RATA RATA-RATA Keterangan. Sangat Baik (SB). Kurang Baik (KB) Kesulitan Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Berdasarkan tabel 1 diperlihatkan bahwa, kesulitan yang dihadapi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah guru kesulitan dalam menyusun tujuan pembelajaran yang layak . ,5%), memilih materi ajar yang sesuai . ,5%), memilih dan menggunakan sumber belajar secara optimal . %), dan memilih metode/model pembelajaran yang sesuai . %). Aspek yang lain sudah terlihat sangat baik, terbukti pada JURIP Vol. 1 No. January-June 2022, pages: 11-18 JURIP ISSN: x A 15 kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah baik . %), meskipun ada beberapa aspek yang dirasa masih mengalami kesulitan, karena belum memenuhi indikator Tujuan pembelajaran Target menyusun tujuan pembelajaran dengan benar, semua guru memperoleh prosentase sebesar 37,5% . urang bai. Guru A dan B memperoleh prosentase 0%, hal ini disebabkan guru A dan B tidak menuliskan tujuan pembelajaran, jadi ke empat indikator dalam menuliskan tujuan pembelajaran tidak terpenuhi, sehingga guru kesulitan dalam menuliskan tujuan pembelajaran yang layak. sedangkan guru C dan D memperoleh prosentase 75%, karena dalam menuliskan tujuan pembelajaran guru tidak merumuskan tujuan sesuai alokasi waktu, sarana dan prasarana yang tersedia. Seharusnya indikator yang harus dipenuhi dalam menyusun tujuan pembelajaran yaitu : . merumuskan tujuan pembelajaran sesuai indikator, . merumuskan tujuan pembelajaran dengan unsur ABCD (Audience. Behaviour. Condition. Degre. atau paling tidak mengandung unsur Audience dan Behaviour, . merumuskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, . merumuskan tujuan sesuai alokasi waktu, sarana dan prasarana yang tersedia Materi Ajar Materi pembelajaran Target memilih materi pembelajaran yang sesuai semua guru memperoleh prosentase sebesar 12,5%. Guru A dan B memperoleh prosentase 25%, hal ini disebabkan materi pembelajaran hanya ditulis singkat dan apa adanya saja, tidak memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, tidak merumuskan materi pembelajaran yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan tidak memilih materi pembelajaran sesuai dengan waktu dan sarana yang mendukung, sedangkan guru C dan D memperoleh prosentase 0%, hal ini disebabkan guru tidak menuliskan materi, hanya ditulis judulnya saja, materi tidak dijabarkan secara detail. Jadi ke empat indikator dalam memilih materi pembelajaran yang sesuai tidak terpenuhi. Seharusnya indikator yang harus dipenuhi dalam memilih materi pembelajaran yang sesuai yaitu:. memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, . merumuskan materi pembelajaran yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, . memilih/merumuskan ke dalam materi pembelajaran sesuai kemampuan peserta didik, . memilih materi pembelajaran sesuai dengan waktu dan sarana yang mendukung Sumber belajar Target memilih dan menggunakan sumber belajar secara optimal, semua guru memperoleh prosentase sebesar 25% . angat kurang bai. Hal ini disebabkan guru hanya mengunakan buku teks pelajaran dari pemerintah saja . uku siswa dan buku gur. , tidak memanfaatkan lingkungan sekitar, tidak merujuk materi yang diperoleh dari perpustakaan, dan tidak merujuk alamat web tertentu sebagai sumber belajar, sehingga guru kesulitan dalam memilih dan menggunakan sumber belajar secara optimal. Seharusnya indikator yang harus dipenuhi dalam menuliskan sumber belajar adalah: . memanfaatkan lingkungan sekitar, . menggunakan buku teks pelajaran dari pemerintah . uku siswa dan buku gur. , . merujuk materi yang diperoleh dari perpustakaan, . merujuk alamat web tertentu sebagai sumber belajar Metode Pembelajaran Target memilih metode/model pembelajaran yang sesuai, semua guru memperoleh kategori kurang baik dengan prosentase 50%. Guru A dan B memperoleh prosentase 0%, hal ini disebabkan guru A dan B tidak menuliskan metode/model pembelajaran, hanya ditulis pendekatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, sehingga guru A dan B kesulitan dalam memilih metode/model pembelajaran yang sesuai, sedangkan guru C dan D memperoleh prosentase 100% karena sudah menuliskan metode/model pembelajaran yang sesuai. Hal ini sesuai dengan indikator dalam menuliskan metode/model pembelajaran yang meliputi : . memilih metode/model pembelajaran yang mengarah pada pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, . memilih metode/model pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar, . memilih metode/model pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, . memilih metode/model pembelajaran berbasis penelitian atau penyingkapan dengan pendekatan saintifik Kesulitan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Kurikulum 2013 Berdasarkan tabel 2 diperlihatkan bahwa, kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 adalah guru kesulitan dalam melakukan apersepsi, motivasi, dan tujuan pembelajaran . ,92%), menguasai materi pembelajaran . ,50%), melakukan kegiatan penilaian proses dan hasil belajar dengan tepat . ,91%), dan menerapkan langkah dalam menutup pelajaran . %). Aspek yang lain Identifikasi Penerapan Holistik Intergratif (Silfia Novita Rizk. 16 A ISSN: x-x sudah terlihat sangat baik, terbukti pada pelaksanaan pembelajaran yang sudah sangat baik . ,33%), meskipun ada beberapa aspek yang dirasa masih mengalami kesulitan, karena belum memenuhi indikator Melakukan apersepsi, motivasi dan tujuan pembelajaran Target melakukan apersepsi, motivasi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran, guru yang memperoleh prosentase tertinggi yaitu guru C dan D . ,67%) dan guru yang memperoleh prosentase terendah yaitu guru A . %), sedangkan guru B . ,33%). Secara umum, semua guru memperoleh kategori kurang baik dengan prosentase 47,92%, sehingga guru masih kesulitan dalam melakukan apersepsi, motivasi, dan menyampaikan tujuan Hal tersebut dikarenakan guru tidak mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya, tidak mengajukan pertanyaan menantang untuk memancing siswa dan menyampaikan manfaat materi pembelajaran, dan tujuan pembelajaran tidak selalu disampaikan. Hal tersebut tidak disampaikan guru karena untuk mempersingkat waktu, sehingga motivasi dan tujuan pembelajaran disampaikan di awal-awal pertemuan saja. Seharusnya indikator yang dipenuhi dalam melakukan apersepsi, motivasi, dan tujuan pembelajaran antara lain : . mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya, . mengajukan pertanyaan menantang untuk memancing siswa dan menyampaikan manfaat materi pembelajaran . mempersiapkan siswa agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, . menyampaikan tujuan pembelajaran Menguasai materi pembelajaran Target Menguasai materi pembelajaran, guru yang memperoleh prosentase tertinggi yaitu guru C . %), dan guru yang memperoleh prosentase terendah adalah guru A . %), sedangkan guru D memperoleh prosentase 41,67%, guru B memperoleh prosentase 33,33%. Hal tersebut dikarenakan guru tidak selalu menyajikan materi dengan konsep yang benar, tidak menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran, dan tidak mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan iptek, dan kehidupan nyata. Pada saat siswa presentasi, guru tidak menyajikan dan menyampaikan materi pembelajaran, karena materi sudah disajikan dan disampaikan siswa yang sedang presentasi, jadi guru tinggal mengklarifikasi saja, hal ini dilakukan guru untuk mempersingkat waktu agar materi bisa selesai sesuai target. Seharusnya indikator yang harus dipenuhi dalam menguasai materi pembelajaran yaitu: . menyampaikan materi secara sistematis, . menyajikan materi dengan konsep yang benar, . kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran, . kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan iptek, dan kehidupan nyata. Secara umum, semua guru memperoleh kategori kurang baik dengan prosentase 37,50%, sehingga guru masih kesulitan dalam menguasai materi pembelajaran. Selain indikator dalam meguasai materi pembelajaran belum terpenuhi, penyebab guru kesulitan dalam menguasai materi pembelajaran yaitu guru yang awalnya memiliki bidang keahlian fisika, di kurikulum 2013 ini guru dituntut untuk harus bisa menguasai ilmu biologi, begitupun sebaliknya. Melakukan kegiatan penilaian proses dan hasil belajar dengan tepat Target melakukan kegiatan penilaian proses dan hasil belajar dengan tepat, guru yang memperoleh prosentase tertinggi yaitu guru B . ,33%), sedangkan yang memperoleh prosentase terendah adalah guru A dan guru C . ,66%), guru D memperoleh prosentase 50%. Hal inidikarenakan, guru tidak melakukan penilaian berdasarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, tidak memantau kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung, kadang tidak menilai peserta didik melalui penilaian observasi/penilaian diri/penilaian sejawat maupun melalui jurnal. Seharusnya indikator yang harus dipenuhi dalam melaksanakan kegiatan penilaian proses dan hasil belajar, yaitu : . memantau kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung, . melakukan penilaian akhir sesuai kompetensi, . melakukan penilaian berdasarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, . menilai peserta didik melalui penilaian observasi/penilaian diri/penilaian sejawat maupun melalui jurnal. Secara umum, semua guru memperoleh kategori kurang baik dengan prosentase 47,91%, sehingga guru masih kesulitan dalam melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, meskipun hal tersebut sudah dilaksanakan, akan tetapi pelaksanaannya tidak bisa menyeluruh dan tidak maksimal. JURIP Vol. 1 No. January-June 2022, pages: 11-18 JURIP ISSN: x A 17 Menerapkan langkah menutup pelajaran Target menerapkan langkah menutup pelajaran, guru yang memperoleh prosentase tertinggi adalah guru D . ,67%), sedangkan guru yang memperoleh prosentase terendah adalah guru A . ,33%), guru B memperoleh prosentase 41,67%, dan guru C memperoleh prosentase 58,33%. Hal tersebut dikarenakan, guru jarang sekali melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik, guru tidak pernah melakukan refleksi yang mengaitkan materi pelajaran dengan sikap spiritual dan sosial, ada beberapa guru yang kadang tidak melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Hal tersebut tidak dilakukan guru karena waktu pembelajaran tidak mencukupi, sehingga refleksi disampaikan bersamaan dengan klarifikasi dari guru pada saat siswa presentasi Seharusnya indikator yang harus dipenuhi dalam menerapkan langkah menutup pelajaran yaitu: . melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik, . melakukan refleksi yang mengaitkan materi pelajaran dengan sikap spiritual dan sosial, . memfasilitasi pengumpulan hasil kerja peserta didik sebagai bahan portofolio mereka, . melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Secara umum, semua guru memperoleh kategori kurang baik dengan prosentase 50%, sehingga guru kesulitan dalam menerapkan langkah menutup pelajaran. 4 Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini adalah kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013 di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara adalah pada penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kesulitan dalam menyusun tujuan pembelajaran yang layak . ,50%), memilih dan menggunakan sumber belajar secara optimal . %), memilih materi ajar yang sesuai . ,5%), dan memilih metode/model pembelajaran yang sesuai . %), sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran kesulitan dalam melakukan apersepsi, motivasi, dan penyampaian tujuan pembelajaran . ,92%), menguasai materi pembelajaran . ,50%), melakukan kegiatan penilaian proses dan hasil belajar dengan tepat . ,91%), dan menerapkan langkah menutup pelajaran . %). Saran Sebaiknya Kepala Sekolah memberikan pelatihan khusus bagi guru-guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran khususnya pada komponen tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, sumber belajar, dan metode/model pembelajaran, sedangkan pada pelaksanaan pembelajarannya, memberikan pelatihan khusus bagi guru yang belum menguasai materi pembelajaran dan masih kesulitan dalam melakukan kegiatan penilaian proses dan hasil belajar, sebaiknya Bapak/Ibu Guru menyusun RPP sendiri, disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, serta kemampuan masing- masing guru, sehingga antara perencanaan dan pelaksanaan terjadi kesesuaian, sebaiknya Bapak/Ibu guru membiasakan untuk melakukan apersepsi, motivasi dan penyampaian tujuan pembelajaran serta menerapkan langkah menutup pelajaran di setiap pertemuan. Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terimakasih banyak kepada Kepala Sekolah dan Guru SMP Negeri 051 Bengkulu Utara atas kerjasama yang baik selama penelitian ini dilakukan. 6 Daftar Pustaka Angga. Problematika Guru Mata Pelajaran Biologi Kelas X SMA Negeri Se-kecamatan Teluk Segara Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013. Skripsi. Bengkulu : Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Hidayat. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT RemajaRosdakarya Husamah dan Yanur S. Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi. Jakarta : Prestasi Pustaka.