Analisis Tingkat Literasi Pasar Modal dan Minat Mahasiswa dalam Berinvestasi Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) ASNAHWATI1; MULYADI MASWIR2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau Jln. HR Subrantas KM 12 No. 57 Panam Pekanbaru Telp. (0761) 63237 Fax. (0761) 63237 E-mail : asnah357@gmail.com Abstract: This research is motivated by the lack of interest of the Indonesian people in investing in the capital market, especially stocks. This study aims to determine the effect of capital market literacy on student interest in investing in stocks in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The formulation of the problem of this research is how is the level of financial literacy of the fourth semester students majoring in Management of the Riau Economics College (STIE) and whether capital market literacy affects students' interest in investing in stocks in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) ?. The population is students majoring in Management who sit in the fourth semester of the Riau Economics College (STIE), while the sample is taken from part of the population, namely 74 people. The sampling technique used was random sampling. The data analysis method used in this research is quantitative descriptive method. Keywords: Capital Market Literacy, Investation Investasi adalah penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Biasanya investasi identik dengan jangka waktu yang lama. Namun investasi pada saham perusahaan yang terdaftar di BEI bisa juga mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek yaitu disebut juga dengan istilah Capital Gain (selisih harga jual dengan harga beli). Ada berbagai macam instrument investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana dan lain sebagainya. Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia diharapkan memiliki kekuatan ekonomi yang besar. Apalagi kalau ditunjang dengan masyarakatnya yang memahami produkproduk keuangan, terutama produk investasi di pasar modal seperti saham. Dengan memahami produk investasi di pasar modal, masyarakat tidak hanya mengkonsumsi berbagai produk, tetapi bisa memupuk dana untuk mempertahankan bahkan meningkatkan daya beli yang nantinya akan berakselerasi dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan mereka. Sayangnya, jumlah penduduk Indonesia yang demikian besar (sekitar 254 juta jiwa), tidak diikuti dengan pemahaman mereka terhadap sektor keuangan, khususnya pasar modal. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, pemahaman masyarakat Indonesia terhadap pasar modal hanya sekitar 3.77 persen saja dan dari jumlah itu hanya 0,2 persen saja (508 ribu orang) yang telah melakukan investasi di pasar modal. Hal ini membuktikan bahwa rendahnya literasi (pemahaman) masyarakat terhadap pasar modal akan berakibat pada rendahnya partisipasi mereka di pasar modal. Demikian juga mahasiswa jurusan Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Riau. Mereka masih memiliki minat yang rendah terhadap investasi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dapat dilihat dari jarangnya mahasiswa STIE Riau yang sudah menjadi investor di Pasar Modal. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tingkat literasi pasar modal dan minat mahasiswa dalam Berinvestasi Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di 232 Analisis Tingkat Literasi Pasar Modal dan Minat Mahasiswa dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) (Asnahwati; Mulyadi Maswir) berinvestasi saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu program yang saat ini gencar dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia yaitu Kegiatan “Yuk Nabung Saham”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk kampanye, bermaksud menghimbau rakyat Indonesia untuk menanamkan modalnya di pasar modal dengan “share saving” Riset yang dilakukan oleh Kemu (2016) menemukan : pertama, tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal masih sangat rendah. Hal ini berakibat pada rendahnya partisipasi masyarakat terhadap pasar modal. Kedua, penyebab dari rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal adalah: (i) Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa untuk bertransaksi di pasar modal memerlukan modal besar (ratusan juta bahkan miliaran rupiah), (ii) kurangnya pengetahuan teknis mengenai pasar modal, (iii) persepsi masyarakat bahwa transaksi di bursa pasar modal bersifat judi dan mengandung riba yang hukumnya haram, (iv) adanya kejadian- kejadian yang merugikan para investor saham di bursa akibat adanya penipuan yang dilakukan oleh para pialang dimasa lalu menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat bahwa bermain saham di bursa rentan terhadap penipuan, (v) jumlah dan kualitas SDM di OJK dan SRO yang belum memadai dalam meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal. Ketiga, pemerintah telah membuat beberapa kebijakan dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar modal seperti: (i) trilogi instrumen kebijakan OJK yaitu inklusi keuangan, literasi keuangan (termasuk pasar modal) dan perlindungan konsumen, (ii) kebijakan tiga pilar Strategi Nasional Literasi Keuangan yakni: literasi keuangan, penguatan infrastruktur literasi keuangan”. Selanjutnya Taufiqoh (2019) juga menemukan dalam penelitiannya bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berinvestasi saham di pasar modal. Jurnal Daya Saing (Vol. 7, No. 2 Juni 2021) Literasi pasar modal merupakan bagian dari literasi keuangan. Literasi adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi tertulis atau cetak untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Literasi keuangan adalah pengetahuan keuangan dan kemampuan untuk mengaplikasikannya atau knowledge and ability. Ada juga yang mendefinisikan literasi keuangan sebagai kemampuan untuk memahami pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola sumber daya keuangan guna mencapai kesejahteraan. Pada kajian ini istilah literasi pasar modal dan literasi keuangan penggunaannya interchangeable, atau bisa digunakan untuk pengertian yang sama sepanjang tidak secara spesifik dinyatakan sebagai istilah perbankan, asuransi, dana pensiun, pegadaian dan lain-lain. Sufficient Literate adalah masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban, terkait produk dan jasa keuangan. Less Literate adalah masyarakat yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan. Sedangkan Illiterate adalah masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. Literasi keuangan menurut Huston (2010: 307-308) diartikan sebagai komponen sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan. Seseorang dikatakan melek keuangan ketika memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut. Literasi keuangan dapat dikatakan sebagai kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memahami, dan p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 Analisis Tingkat Literasi Pasar Modal dan Minat Mahasiswa dalam Berinvestasi Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Asnahwati; Mulyadi Maswir) mengevaluasi informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan dengan memahami konsekuensi finansial yang ditimbulkannya (Krishna, 2010). Literasi keuangan erat kaitannya dengan manajemen keuangan yang mana semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang maka makin baik pula manajemen keuangan seseorang tersebut. Manajemen keuangan pribadi merupakan salah satu aplikasi dari konsep manajemen keuangan pada level individu. Manajemen keuangan yang meliputi aktivitas perencanaan, pengelolaan dan pengendalian keuangan, sangatlah penting untuk mencapai kesejahteraan finansial. Aktivitas perencanaan meliputi kegiatan untuk merencanakan alokasi pendapatan yang diperoleh akan digunakan untuk apa saja. Pengelolaan merupakan kegiatan untuk mengatur/mengelola keuangan secara efisien sedangkan pengendalian merupakan kegiatan untuk mengevaluasi apakah pengelolaan keuangan sudah sesuai dengan yang direncanakan Investasi adalah penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Ada berbagai macam instrument investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana dan lain sebagainya. Menurut Samsul (2006) Pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya antara permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari satu tahun. Sedangkan menurut Fahmi dan Hadi (2011), pasar modal adalah tempat dimana berbagai pihak khususnya perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat dana perusahaan. Menurut Fahmi dan Hadi (2011) saham adalah tanda bukti penyertaan kepemilikan modal atau dana pada suatu perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Laili (2012) menemukan bahwa hanya variabel literasi keuangan yang memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku Jurnal Daya Saing (Vol. 7, No. 2 Juni 2021) 233 keuangan mahasiswa. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengetahuan serta kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan akan menjadikan mahasiswa itu semakin bijak dalam pengambilan keputusan keuangan. Selanjutnya Nadya (2017) dari penelitiannya menemukan sebagai berikut: 1). Tingkat literasi keuangan dosen Universitas Telkom Tahun 2016 rata-rata adalah 53,1%; 2). Dengan kategori responden dibagi menjadi tiga bagian yaitu kategori tinggi sebanyak sembilan orang (9%), kategori sedang (35%) sebanyak 35 orang dan kategori rendah (56%) sebanyak 56 orang; 3). Berdasarkan kategori responden dapat dihasilkan sebagai berikut : a. Berdasarkan jenis kelamin, literasi keuangan dosen pria lebih tinggi dibandingkan literasi keuangan dosen wanita. b. Berdasarkan usia, literasi keuangan dosen usia 51 hingga 60 tahun dan lebih dari 60 tahun adalah paling tinggi. c. Berdasarkan status pernikahan, literasi keuangan dosen dengan status lajang atau duda atau janda lebih tinggi daripada literasi keuangan dosen dengan status menikah. d. Berdasarkan pendapatan perbulan, literasi keuangan dosen tertinggi adalah pada dosen dengan pendapatan lebih dari Rp 10.000.000. e. Berdasarkan pendidikan terakhir, literasi keuangan dosen dengan gelar magister lebih tinggi daripada literasi keuangan dosen dengan gelar doktor. f. Berdasarkan tempat tinggal, literasi keuangan dosen yang tinggal bersama keluarga sendiri (bersama suami/istri) adalah paling tinggi sebesar 53,79%. g. Berdasarkan fakultas, literasi keuangan dosen yang memiliki materi mengenai keuangan adalah yang paling tinggi yaitu 73,81%. Pada penelitian lain yang dilakukan Hamdani (2018) ditemukan bahwa masih rendahnya literasi keuangan bagi mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Terbuka walaupun melalui perkuliahan sudah diberikan materimateri yang berkaitan dengan aspek-aspek p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 Berinvestasi Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di 234 Analisis Tingkat Literasi Pasar Modal dan Minat Mahasiswa dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) (Asnahwati; Mulyadi Maswir) keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa pelajaran tentang literasi keuangan di dunia pendidikan belumlah cukup bagi para mahasiswa. METODE Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Riau yang berlokasi di JL. Soebrantas Panam. Yang dijadikan objek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Riau). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Untuk mendukung keperluan menganalisa tingkat literasi pasar modal mahasiswa dalam penelitian ini, penulis memerlukan sejumlah data-data pendukung, baik dari dalam maupun yang berasal dari luar Perguruan Tinggi.. Dalam pengumpulan data tersebut, penulis mengumpulkan 2 macam data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini didapatkan dari kuisioner yang telah dibagikan kepada 74 orang responden tetapi responden yang mengisi lengkap dan mengembalikan lembaran kuisioner hanya berjumlah 58 orang mahasiswa. Lembaran kuisioner yang dibagikan berisikan 22 pertanyaan atau pernyataan mengenai literasi keuangan dan minat investasi mahasiswa. Data sekunder dalam penelitian ini adalah merupakan pengumpulan data dari instansi-instansi atau lembaga yang berkaitan dengan penelitian ini, misalnya studi kepustakaan, studi literatur terdahulu dan jurnal literaturliteratur yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswa semester IV yang berjumlah 280 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan cara Rumus Slovin yaitu sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan metode random sampling. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif yaitu suatu metode analisa data dengan cara membandingkan antara kenyataan yang sebenarnya dengan teori-teori yang ada hubungannya dengan permasalahan guna Jurnal Daya Saing (Vol. 7, No. 2 Juni 2021) menarik suatu kesimpulan dan ditabulasikan dalam bentuk tabel-tabel distribusi frekuensi (Arikunto, 2010). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian secara holistik dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Nana Sudjana dan Ibrahim dalam Sutanta 2019;22). HASIL Hasil peneliitan menunjukkan bahwa dari indikator Literasi Pasar modal dalam penelitian ini adalah Pengetahuan pasar modal, pengetahuan instrument investasi, pengetahuan tingkat keuntungan dan pengetahuan tingkat resiko investasi. yang dibuat dalam 22 pernyataan yang mana satu indikator terdiri atas 2 pernyataan. Berikut skore responden untuk pernyataan tentang pengetahuan pasar modal dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Skor Jawaban Responden Tentang literasi Pasar modal Literasi Modal Pasar Pengetahuan pasar modal Pengetahuan instrument investasi Pengetahuan tingkat keuntungan Pengetahuan tingkat resiko investasi Rata-Rata Jumlah Pertanyaan/ Pernyataan 4 RataRata Skor 2,3 Perse ntase (%) 58 4 1,9 48 6 4,6 77 8 5,2 65 22 14 Sumber : Data Primer, 2020 Dari tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata skore responden tentang pengetahuan pasar modal = 2,3 (58%) untuk 4 pertanyaan/pernyataan. Hal ini berarti pengetahuan responden tentang pasar modal masih tergolong rendah. Ratarata skor responden tentang pengetahuan p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 Analisis Tingkat Literasi Pasar Modal dan Minat Mahasiswa dalam Berinvestasi Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Asnahwati; Mulyadi Maswir) instrumen investasi = 1,9 (48%) untuk 4 pertanyaan. Ini artinya pengetahuan responden tentang instrument investasi masih tergolong rendah. Rata-rata skore responden tentang pengetahuan tingkat keuntungan investasi = 4,6 (77%) untuk 6 pertanyaan/pernyataan. Artinya pengetahuan responden tentang tingkat keuntungan investasi sudah baik. Selanjutnya rata-rata skor responden tentang pengetahuan tingkat resiko investasi= 5,2 (65%) untuk 8 pertanyaan. Ini artinya pengetahuan responden tentang tingkat resiko investasi sudah bisa dikatakan cukup. Berikut persentase responden untuk pernyataan tentang minat investasi mahasiswa pada pasar modal dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini : Tabel 2: Tingkat Minat Investasi Mahasiswa di Pasar Modal Minat Investasi Mahasiswa Berminat Tidak berminat Total Frekuensi (orang) 53 5 58 Persentase (%) 91 9 100 Sumber : Data Primer, 2020 Dari tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa responden yang berminat berinvestasi di pasar modal ada sebanyak 53 orang dan hanya ada 5 orang responden yang tidak berminat. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian atas Skor Jawaban Responden tentang literasi pasar modal, diketahui bahwa pengetahuan responden tentang pasar modal dan instrument investasi masih tergolong rendah. Hal ini bersesuaian dengan kenyataan bahwa materi yang didapatkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Riau ini belumlah mencukupi. Sementara itu pengetahuan responden tentang tingkat keuntungan investasi sudah baik. Selanjutnya pengetahuan responden tentang tingkat resiko investasi sudah bisa dikatakan cukup. Hal ini menunjukkan bahwa materi pasar modal yang didapatkan dalam perkuliahan belumlah mencukupi. Hendaknya materi pasar modal sudah dimasukkan pada silabus Jurnal Daya Saing (Vol. 7, No. 2 Juni 2021) 235 manajemen keuangan I dan lebih ditambahkan jadwal pertemuannya pada mata kuliah Manajemen Keuangan II. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan Hamdani (2018) yang menemukan bahwa masih rendahnya literasi keuangan mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Terbuka walaupun melalui perkuliahan sudah diberikan materi- materi yang berkaitan dengan aspek-aspek keuangan. Selanjutnya hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil riset yang dilakukan oleh Kemu (2016) menemukan bahwa tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal masih sangat rendah. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai tingkat literasi pasar modal dan minat investasi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Riau Kota Pekanbaru, maka berikut ini penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu : Dari analisis deskriptif diketahui pengetahuan responden tentang pasar modal dan instrument investasi masih tergolong rendah, sedangkan pengetahuan responden tentang tingkat keuntungan investasi sudah baik dan pengetahuan responden tentang tingkat resiko investasi sudah bisa dikatakan cukup. p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 Berinvestasi Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di 236 Analisis Tingkat Literasi Pasar Modal dan Minat Mahasiswa dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) (Asnahwati; Mulyadi Maswir) DAFTAR RUJUKAN E. N. D. J. Taufiqoh, “Pengaruh Norma Subjektif, Motivasi Investasi, Pengetahuan Investasi, Persepsi Return dan Literasi Keuangan Terhadap Mahasiswa Berinvestasi Saham di Pasar Modal (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi FEB UNISMA dan UNIBRAW Di Malang,” E-JRA, vol. 08, no. 05, pp. 9–19, 2019. S. Z. M. Hamdani, “Analisis Tingkat Literasi Keuangan dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Keuangan pada Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Terbuka,” J. Bakti Masy. Indones., vol. 1, no. 1, pp. 139–145, 2018. Kemu, “Literasi Pasar Modal Masyarakat Indonesia,” (Pusat Kebijak. Sekt. Keuang. Badan Kebijak. Fiskal, Kementeri. Keuangan, Jl. Dr Wahidin Raya No. 1, Jakarta Pusat, 10710; email tiarema2000@gmail.com), vol., no. tabel 1, pp. 161–175, 2016. L. P. A. E. Deviyanti, I. G. A. Purnamawati, and I. N. P. Yasa, “Pengaruh Norma Subjektif, Persepsi Return dan Literasi Keuangan terhadap Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Saham di Pasar Modal (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha),” e-Journal S1 Ak Univ. Pendidik. Ganesha, vol. 8, no. 2, pp. 1–12, 2017. J. J. P. Wadiningrat, Elia W, Maryam Mangantar, “Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas Dan Rasio Profitabilitas Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Lq 45,” J. EMBA J. Ris. Ekon. Manajemen, Bisnis dan Akunt., vol. 5, no. 2, pp. 2349–2358, 2017, doi: 10.35794/emba.v5i2.16631. Nadya, “Analisis Tingkat Literasi Keuangan pada Dosen UNIVERSITAS TELKOM Tahun 2016,” Ekon. Bisnis Entrep., vol. 11, no. 2, pp. 75–88, 2017. Jurnal Daya Saing (Vol. 7, No. 2 Juni 2021) p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356