E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis pada Santri Kelas XI di Sekolah Al-Wildan Islamic School Tangerang Windianasari1. Tatiyani2 Universitas Persada Indonesia Y. Pangeran Diponegoro No. RT. 2/RW. Kenari. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430 Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y. E-mail : Windianasari@upi-yai. Tatiyani@upi-yai. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI Al - Wildan islamic School Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan tiga variabel yaitu Kesejahteraan Psikologis. Penerimaan Diri, dan Dukungan Sosial. Populasi dari jumlah santri yang terdaftar sebanyak 153 orang laki-laki dan perempuan dengan sampel berjumlah 108 orang laki-laki dan perempuan. Pengumpulan data menggunakan skala likert dan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian analisis data dengan bivariate correlation menggunakan SPSS 27. 0 for macOS menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan arah positif yang signifikan antara penerimaan diri dengan kesejahteraan psikologis sebesar r = 0,758 dan p < 0,05 dan terdapat hubungan dengan arah positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis sebesar r = 0,799 dan p < 0,05. Selanjutnya, hasil analisis data dengan multivariate correlation menggunakan SPSS 27. 0 for macOS diperoleh koefisien determinasi R square sebesar 0,701 dan berdasarkan regresi korelasi multivariat diperoleh nilai koefisien korelasi r = 0,837 dan p < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang. Kata Kunci : Kesejahteraan Psikologis. Penerimaan Diri, dan Dukungan Sosial. ABSTRACT TheiipurposeiiofiithisiiresearchisiitoiidetermineiiaiirelationshipiibetweeniiSelf-Acceptance and Social Support to Psychological Well-Being in XI Grade Students of Al - Wildan Islamic School Tangerang. Thia research isia quantitative research uses three variables which are Psychological Well-being. Self-Acceptance, and Social Support. The population with registered members is 153 male and female and the sample is 108 male and female. Collecting data using a Likert scale and taking samples using simple random sampling method. The results of data analysis research with bivariate correlation using SPSS 27. 0 for macOS show that there is a significant positive relationship between self-acceptance and psychological well-being of r = 0. 758 p < 0,05 and there is a significant positive relationship between social support and psychological well-being of r = 799 and p < 0. Furthermore, the results of data analysis with multivariate correlation using SPSS 27. 0 for macOS obtained a determination coefficient of R square of 0. 701 and based on multivariate correlation regression obtained a correlation coefficient value of r = 0. 837 and p < 0,05, which means there is a relationship between self-acceptance and social support and psychological well-being in class XI students at Al - Wildan Islamic School Tangerang. Keywords : Psychological Well-being. Self-Acceptance, and Social Support. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif PENDAHULUAN Latar Belakang Masa remaja atau yang biasa dikenal dengan istilah AuadolescenceAy berasal dari Bahasa latin Auadolescere. Ay Dalam bahasa Latin. AuadolescereAy mempunyai arti sebagai remaja, yang memiliki makna sebagai "tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematanganAy (Ependi, 2021, p. Namun, istilah adolescence kemudian diartikan secara lebih luas seiring dengan perkembangan zaman, yaitu mencakup kematangan mental, sosial, fisik, dan juga tentunya kematangan emosional (Hamdanah & Surawan, 2022, p. Remaja memegang peran yang esensial dalam masa depan suatu bangsa. Kualitas remaja juga perlu ditingkatkan agar dapat mewujudkan kemajuan Dengan demikian, dapat diperoleh remaja yang memiliki kualitas terbaik dalam beragam hal, baik dalam hal pendidikan, kepribadian, perilaku, serta pola hidup lingkungan disekitarnya. Oleh karena itu, sekolah memiliki potensi besar untuk membimbing remaja dalam masa perkembangannya. Sistem pendidikan boarding school dapat menjadi opsi bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan. Boarding school merupakan istilah bahasa inggris yang dapat diartikan sebagai sekolah berarama, yang merujuk pada sekolah dimana baik para siswa, guru, maupun pengelola sekolah tinggal dalam lingkungan sekolah selama jangka waktu (Najihaturrohmah, 2017, p. Aturan boarding school yang banyak serta jadwal kegiatan yang juga padat secara terus menerus, dimana hal ini juga diiringi dengan pengawasan yang penuh dari pihak boarding school, terkadang membuat siswa merasa lelah tinggal di asrama. Dimana dapat menimbulkan berbagai masalah pada siswa, layaknya masalah fisik atau psikologis (Munawaroh dalam Yusfika , 2022, p. Masalah-masalah yang dialami santri kesejahteraan psikologis pada santri, dimana hal ini merupakan sebuah kondisi dimana individu memiliki keadaan psikologis yang seimbang antara dirinya dengan sosial, dengan demikian individu dapat mengembangkan kemampuan dirinya, serta memiliki kemampuan untuk menerima dirinya sendiri baik sisi positif maupun negatif. Kesejahteraan psikologis merupakan hal esensial untuk dimiliki setiap orang, terlebih lagi bagi remaja (Linawati & Desiningrum, 2017. Berdasarkan penulis dengan guru BK dan lima orang santri, mengungkapkan bahwa terdapat permasalahan yang seringkali terjadi di dalam lingkungan boarding. Adanya perbedaan dalam berperilaku, cara berpikir, logat dalam berbicara, kerap menjadi penyebab adanya perselihan hingga terjadinya pertengkaran. Pertengkaran yang terjadi di lingkungan boarding dapat berbentuk adu argumen, saling sindir, menatap dengan sinis, silent treatment, dan lain Umumnya santri yang terlibat dalam pertengkaran akan datang dan bercerita dengan guru BK atau bercerita kepada orang tua untuk mencari Terdapat akibat dari pertengkaran yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang yaitu tak jarang individu tersebut mencari teman baru dengan mengubah dirinya seperti orang lain dan tidak menjadi diri sendiri agar dapat di terima oleh teman barunya, mem-pertahankan persahabatan, tidak memiliki komunikasi yang baik dengan teman, merasa lebih buruk dari yang lain, mengabaikan dan takut akan saran atau kritik terkait dengan perilakunya, dan lain sebagainya, sehingga tidak jarang kasus seperti ini membuat siswa tidak betah di boarding Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 dan mengambil jalan untuk tidak melanjutkan boarding. Fenomena diatas menunjukan bahwa penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis memiliki hubungan yang sangat Apabila santri memiliki pemahaman tentang diri nya dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sosial yang baik, maka kesejahteraan nya pun akan baik, sehingga dengan mudah untuk santri mencapai kesejahteraan psiko-logisnya. Berdasarkan hasil uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan antara Penerimaan diri dan Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Santri Kelas XI di Sekolah Al-Wildan Islamic School TangerangAy Rumusan Masalah Berdasarkan belakang masalah yang telah diuraikan, maka perumusan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang? . Apakah terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang? . Apakah terdapat hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang? TINJAUAN PUSTAKA Kesejahteraan Psikologis Widyawati dkk. berpendapat bahwa hal ini adalah suatu kombinasi antara perasaan baik dan keberfungsian perjalanan hidup yang baik. https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Schultz . alam Ramadhani et al. 2016, p. mengartikannya sebagai pedoman untuk dicapai oleh individu yang sehat. Garcia dan Alandete . alam Rahama & Izzati, 2021, p. mendeskripsikan kesejahteraan psikologis sebagai kondisi di mana individu berpendapat bahwa hidupnya bermakna ketika individu dapat menguasai lingkungannya, mempunyai hubungan interpersonal yang positif, pertumbuhan pribadi, dan otonomi. Dapat disimpulkan kesejahteraan psikologis adalah kondisi dimana individu yang memiliki tujuan serta melaksanakan penerimaan diri pribadi, hubungan interpersonal yang positif, pertumbuhan pribadi, dan otonomi. Penerimaan Diri Menurut Permatasari dan Gamayanti . alam Permatasari & Ajisuksmo, 2021, . penerimaan diri dapat didefinisikan sebagai sejauh mana individu telah memahami dan menerima segala hal dalam dirinya sebagai karakteristik yang membentuk kepribadiannya. Menurut Shepard . alam Bernard, 2013, p. menyatakan bahwa penerimaan diri memiliki hubungan yang kuat dengan kesadaran yang realistis dan subjektif mengenai kekuatan dan kelemahan seseorang. Dengan berhenti mengkritik diri sendiri dan berusaha menerima kekurangan diri serta mentolerir ketidaksempurnaan, individu dapat mencapai penerimaan diri. Menurut Kuang . alam Winarsih , 2020, p. , penerimaan diri adalah sejauh mana individu membuka hati untuk menerima keseluruhan dirinya dengan tulus. Penerimaan diri merupakan langkah penting menuju kepercayaan diri, tanpa merasa malu dengan apa yang dimiliki dan tanpa iri terhadap kelebihan orang lain, serta ditandai dengan kasih sayang terhadap diri sendiri. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Dapat disimpulkan penerimaan diri adalah kemampuan seseorang untuk menerima dirinya secara keseluruhan tanpa merasa malu atau iri terhadap orang Dukungan Sosial Menurut Sarafino . alam Dianto, 2017, p. dukungan sosial didefinisikan sebagai suatu rasa nyaman, perhatian, penghargaan ataupun bantuan yang diterima seseorang dari orang lain maupun kelompok. Cobb . alam Uchino, 2004, p. dengan teliti menjelaskan dukungan sosial adalah sebuah informasi dari orang lain yang membuat individu merasa dihargai, dicintai, dihormati, dan bagian dari jaringan saling mendukung Menurut Sarafino dan Smith . alam Arindawanti & Izzati, 2021, p. dukungan sosial yaitu ketika individu sedia untuk mendukung, memberi pemberian bantuan dari orang lain yang diberikan kepada seseorang. Dapat disimpulkan dukungan sosial adalah sebuah kenyamanan yang menghasilkan perasaan dihargai, dicintai, dihormati, dan bagian dari jaringan saling mendukung dari orang lain yang diberikan kepada seseorang. METODOLOGI Pengambilan penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Menurut Sugiyono (Harahap dkk. , 2018, p. , simple random sampling merupakan metode yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi secara acak sederhana sehingga setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama besar untuk diambil sebagai sampel. Analisis pertama menggunakan metode bivariate correlation agar mengetahui hubungan antara satu variabel independent dan satu variabel dependent, yaitu : Ha1 : Terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dengan kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Ha2 : Terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Pada analisis ketiga menggunakan metode multivariate correlation untuk mengetahui hubungan antara lebih dari satu variabel independent dan satu variabel dependent, yaitu : Ha3 : Terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dan kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil metode analisis data Bivariate Correlation korelasi antara Penerimaan Diri dengan Kesejahteraan Psikologis adalah r = 0,758 dengan p < 0,05, dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara Penerimaan Diri dengan Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi Penerimaan Diri maka akan semakin tinggi pula Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Begitupun sebaliknya, semakin rendah Penerimaan Diri maka akan Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 semakin rendah pula Kesejahteraan Psikologis santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Apolinaris Pradnya Paramitha . bahwa terdapat hubungan positif antara variabel penerimaan psikologis, artinya semakin tinggi penerimaan diri semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis. Pada hasil analisis kedua dengan metode analisis data Bivariate Correlation koefisien korelasi antara Dukungan Sosial Kesejahteraan Psikologis adalah r = 0,799 dengan p < 0,05, dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan Dukungan Sosial Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi Dukungan Sosial maka akan semakin tinggi pula Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Begitupun sebaliknya, semakin rendah Dukungan Sosial maka akan semakin rendah pula Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Khalidan Rahama dan Umi Anugerah Izzati . bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis. Apabila variabel dukungan sosial tinggi, maka akan diikuti dengan tingginya variabel kesejahteraan Begitu pula sebaliknya apabila variabel dukungan sosial https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif bernilai rendah, maka variabel kesejahteraan psikologis juga akan Berdasarkan hasil analisis statistik pada hipotesis ketiga Multivariate Correlation antara variabel Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial Kesejahteraan Psikologis diperoleh koefisien korelasi R sebesar 0,837 dan R2 = 0,701 dengan p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu oleh Agus Triyono Syafi'ie. Suryanto, & Andik Matulessy . bahwa adanya hubungan yang signifikan dan positif antara penerimaan diri dan kesejahteraan psikologis. Selanjutnya, untuk mengetahui kontribusi Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial terhadap Kesejah-teraan Psikologis dapat diperoleh melalui uji analisis dengan Multivariate Stepwise menggunakan aplikasi statistik SPSS 27. 0 for macOS. Dari hasil analisis diperoleh Total kontribusi variabel Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis sebesar 0,638 = 63,8% dan untuk variabel Penerimaan Diri Kesejahteraan Psikologis sebesar 0,701 Ae 0,063 = 0,063 = 6,3%, sehingga keduanya menyumbang bagi terbentuknya Kesejahteraan Psikologis sebesar 63,8% 6,3% = 70,1%. Sementara 29,9% merupakan faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti, adapun faktor yang lain yang tidak diteliti meliputi faktor demografis, kepribadian. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif evaluasi terhadap pengalaman hidup, kepribadian, dan religiusitas. Dari hasil penelitian ini, peneliti berharap para santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang agar dapat lebih menerima diri sendiri dan mulai menerima dukungan sosial dari lingkungannya sehingga tercapainya kesejahteraan psikologis pada diri masing-masing. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa : Terdapat hubungan yang signifikan kearah positif antara Penerimaan Diri Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi Penerimaan Diri maka akan semakin tinggi pula Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Begitupun sebaliknya, semakin rendah Penerimaan Diri maka akan semakin rendah pula Kesejahteraan Psikologis. Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara Dukungan Sosial Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi Dukungan Sosial maka akan semakin tinggi pula Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al Wildan Islamic School Tangerang. Begitupun sebaliknya, semakin rendah Dukungan Sosial maka akan semakin rendah pula Kesejahteraan Psikologis. Terdapat hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial Kesejahteraan Psikologis pada santri kelas XI di sekolah Al - Wildan Islamic School Tangerang. DAFTAR PUSTAKA