Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 STUDI PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA DI PT. SINERGI GULA NUSANTARA PABRIK GULA TAKALAR Study On The Implementation Of Occupational Health And Safety Regarding Workplace Accidents Among Workers At Pt. Sinergi Gula Nusantara Takalar Sugar Factory Iswar Nur Ramdhani Haris1. Rosdiana2. Marthyni3 Faculty of Public Health. Universitas Indonesia Timur. Makassar. Indonesia Email: iswarkesmas@gmail. com1, rosdiana_lia83@yahoo. marthyninatsir@gmail. ABSTRAK Kecelakaan kerja di Indonesia, khususnya di sektor industri, terus meningkat, termasuk di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. terhadap kecelakaan pada pekerja PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melibatkan in depth interview dengan lima informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Informan kunci adalah sekretaris tim P2K3, anggota tim P3K sebagai informan pendukung dan asisten manajer sebagai informan biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan K3 telah diterapkan secara komprehensif, dengan sertifikasi SMK3 kategori emas dan prosedur kerja yang Pelaksanaan Job Safety Analysis (JSA) di setiap stasiun kerja membantu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko. Pelatihan K3 yang rutin meningkatkan kesadaran pekerja tentang keselamatan. Penanganan kecelakaan kerja dilakukan secara sistematis, mencakup pertolongan pertama, pelaporan, dan jaminan BPJS, yang berkontribusi pada pengurangan insiden. Dengan implementasi kebijakan K3. JSA, dan pelatihan. PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar berhasil mencegah dan mengurangi frekuensi kecelakaan kerja, serta mendukung pemulihan pekerja yang mengalami kecelakaan. Kata Kunci: K3, kecelakaan kerja. Job Safety Analysis, pelatihan K3, penanganan kecelakaan kerja. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 ABSTRACT Workplace accidents in Indonesia, particularly in the industrial sector, continue to increase, including at PT. Sinergi Gula Nusantara Takalar Sugar Factory. This study aims to describe the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) measures regarding accidents among workers at PT. Sinergi Gula Nusantara Takalar Sugar Factory. The method used is qualitative with a field study approach, involving in-depth interviews with five informants selected using snowball sampling techniques. The key informants are the secretary of the OHS team, members of the first aid team as supporting informants, and assistant managers as ordinary informants. The results indicate that OHS policies have been comprehensively implemented, with SMK3 certification in the gold category and safe work procedures. The implementation of Job Safety Analysis (JSA) at each work station helps identify and control risks. Routine OHS training increases workers' awareness of safety. Accident handling is carried out systematically, including first aid, reporting, and BPJS assurance, which contributes to reducing Through the implementation of OHS policies. JSA, and training. PT. Sinergi Gula Nusantara Takalar Sugar Factory has successfully prevented and reduced the frequency of workplace accidents, as well as supported the recovery of workers who experience accidents. Keywords: OHS, workplace accidents. Job Safety Analysis. OHS training, accident PENDAHULUAN International Labour Organization (ILO) mendefinisikan kesehatan dan keselamatan kerja (K. adalah usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial bagi semua pekerja, serta mencegah masalah kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja (Rahayu et al. , 2. Berdasarkan data ILO tahun 2022 sekitar 2,9 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (Yuswantoro & Indarjo 2. Sementara 374 juta pekerja lainnya menderita kecelakaan kerja yang tidak fatal. Ini berarti hampir 3 juta orang meninggal akibat penyebab yang berhubungan dengan pekerjaan setiap tahun (UNGC, 2. Sepanjang Januari -November 2023, jumlah kasus kecelakaan kerja yang mengajukan klaim JKK sudah mencapai 360. 635 kasus. Kebanyakan kasus klaim Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 JKK tersebut terjadi dalam perusahaan dan di perkebunan (BPJS Ketenagakerjaan. Data terbaru yang telah tercatat di Kemnaker pada bulan Mei 2024 menunjukkan bahwa sekitar 1. 002 kasus kecelakaan kerja (Kemnaker, 2. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. adalah pernyataan resmi dari suatu organisasi yang menetapkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan dan kesejahteraan karyawan serta upaya yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan K3. Kebijakan K3 bertujuan untuk memberikan arahan dan pedoman bagi seluruh anggota organisasi dalam menjalankan aktivitas kerja yang aman dan sehat (Anna Noviana et al , 2. Penelitian Mkungunugwa . mengatakan bahwa implementasi kebijakan K3 memiliki hubungan dengan penurunan angka kecelakaan kerja (Mkungunugwa et al. , 2. Hasil penelitian Annuri et al . menunjukkan bahwa penerapan SOP mempengaruhi kecelakaan kerja (Annuri et al. , 2. Job Safety Analiysis merupakan bentuk langkah yang berperan sangan krusial dalam bentuk analisa risiko bahaya jecelakaan kerja serta sebagai serana untuk memastikan penerapan manajemen keselamatan kerja ditempat kerja. Setelah risiko bahaya dapat diketahui & teridentifikasi, upaya tindakan manajemen pengendalian dapat diaplikasikan dalam bentuk perubahan segi fisik maupun metode perbaikan prosedur kerja yang nantinya bisa meminimalisir adanya risiko bahaya yang terjadi di tempat kerja (Ramadhana & Abdullah, 2. JSA berkaitan langsung dengan pengetahuan pekerja mengenai K3 di tempat kerja hal ini sejalan dengan penelitian Nikhmatul Huda . hasil penelitiannya menunjukkan bahwa responden yang pengetahuan K3-nya kurang akan mengalami risiko kecelakaan kerja (Huda et al. Dalam penelitian Fajar et al . mengatakan bahwa pengendalian risiko berpengaruh dalam penurunan tingkat risiko dalam setiap pekerjaan dan juga meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja (Fajar et al. , 2. Pelatihan K3 merupakan upaya yang dilakukan oleh organisasi untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang diperlukan kepada karyawan terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan dari pelatihan K3 adalah untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta mendorong praktik kerja yang aman dan sehat di tempat Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 kerja (Anna Noviana et al, 2. Hasil penelitian Hasanah dan Widowati . yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pelatihan K3 dengan kejadian kecelakaan kerja (Hasanah & Widowati, 2. Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Sihotang . juga menyatakan bahwa ada hubungan secara statistic antara pelatihan K3 dengan kejadia kecelakaan kerja (Sihotang, 2. METODE PENELITIAN Tujuan khusus penelitian ini mengetahui gambaran kebijkan K3. Job Safety Analysis, pelatihan K3, dan penanganan terhadap kecelakaan kerja di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar. Hasil dari penelitian ini bisa dimanfaatkan untuk . Memberikan referensi terkait gambaran penerapan kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kecelakaan kerja pada pekerja di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar Dengan memahami peran penerapan K3 diharapkan dapat menurunkan angka kecelekaan kerja. Memberikan informasi yang berguna bagi karyawan mengenai pentingnya penerapan K3 dalam area kerja guna mengurangi risiko kecelakaan kerja. Selain itu, masyarakat luas dapat mengambil manfaat dari pengetahuan ini dalam konteks pengembangan kebijakan keselamatan kerja yang lebih baik di seluruh industri. Sebagai wawasan dalam menambah pengetahuan peneliti dan menjawab rasa keingintahuan terhadap hasil penelitian yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan jenis dan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, sampel dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga yaitu informan kunci, informan pendukung, dan informan biasa. Pemilihan partisipan menggunakan metode Snowball Sampling. Proses dimulai dengan membentuk kelompok kecil, di mana anggota kelompok diminta untuk merekomendasikan teman-teman Teman-teman direkomendasikan kemudian akan menunjukkan teman-teman lainnya. Proses ini berlanjut, sehingga jumlah sampel semakin meningkat. Ini mirip dengan bola salju yang menggelinding, yang semakin besar seiring berjalannya waktu (Sugiyono. Dalam metode kualitatif, menggunakan peneliti itu sendiri yang menjadi instrumen penelitian (Sugiyono, 2. Peneliti merangkap sebagai perencana. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 pelaksana pengumpul data, analisis, penyimpulan data, dan peneliti juga sebagai pelapor hasil penelitiannya (Meleong, 2. Pengumpulan data dilakukan melalui In Depth Interview: Wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk menggali informasi mengenai pengalaman dan pandangan karyawan tentang penerapan K3 di perusahaan. Alat bantu pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, voice recorder, alat tulis dan catatan lapangan . ield Wawancara dalam penelitian kualitatif merupakan pembicaraan yang memiliki tujuan dan diawali beberapa pertanyaan informal (Afiyanti & Rachmawati, 2. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk narasi yang dilengkapi dengan penyataan dari informan yang diharapkan dapat menjawab tujuan dari penelitian ini yaitu gambaran penerapan K3 terhadap kecelakaan kerja pada pekerja di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar. Proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif, di mana informasi yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen diorganisasikan melalui pengkategorian, pemberian kode, dan analisis tematik. Miles dan Huberman . menyebutkan ada tiga langkah utama tahapan yaitu. Reduksi . Penyajian data, . Penarikan Kesimpulan analisis (Miles & Huberman. HASIL Karakteristik Partisipan Tabel 1. Karakteristik Partisipan di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar dalam Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja terhadap Kecelakaan Kerja Inisial Jabatan Keterangan Sekretaris Manager P2K3 Informan Kunci (IK, 24 Juni 2. Tim P3K Asisten Manager Penguapan Informan Pendukung (IP, 25 Juni Informan Biasa 1 (P1, 25 Juni 2. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Asisten Manager Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 Informan Biasa 2 (P2, 25 Juni 2. Kelistrikan Asisten Manager Informan Biasa 3 (P3, 27 Juni 2. Penggilingan Sumber : Data Primer 2025 Kebijakan K3 PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar telah menetapkan kebijakan tertulis terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang ditandatangani oleh Manajer Umum. Berikut adalah pernyataan mengenai kebijakan K3 di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar dari informan kunci yang didukung oleh informan pendukung dan informan biasa. AyBagaimana Komitmen atasan mengenai kebijakan K3 di perusahaan ini?Ay AuAkomitmen atasan terkait kebijakan k3 sangat ini yah, sangat profesional dan mendukung sekali, karena kebijakan k3 ini kita susun juga Bersama kebijakan khusus ya. Jadi eA. setiapkali apel pagi kita selalu menyampaikan bahwasanya eA kebijakan k3 ini harus kita terapkan secara kondusif dan tidak hanya untuk karyawan PT SGN aja tapi juga, eA karyawan dari MKSU kita juga sampaikan kebijakan terkait K3, dan juga kebijakan khusus seperti itu. Dan juga apa. Ketika musiman atau karyawan baru sebelum masuk kerja kita sampaikan bahwasanya em. perusahaan ini sangat menjunjung tinggi terkait kebijakan k3, yaitu tidak boleh membawa narkoba, eA minuman beralkohol Ketika eA sedang beraktivitas atau bekerja di pabrik, karena nanti sanksinya akan sangat tegas sekali di keluarkanAAy (IK, 24 Juni 2. Job Safety Analysis (JSA) AyBagaimana tanggung jawab dan otoritas Atasan dalam kebijakan K3 di perusahaan?Ay AuAtanggung jawab atasan terkait K3 ini ya sangat bertanggung jawab penuh, karena apapun yang terjadi Ketika operasionalkan atasan yang bertanggung jawab ya. Ketika misal terjadi kecelakaan kerja, ya pasti atasan yang paling bertanggung jawab dan yang berhak menentukan tindakanA. tindakan selanjutnya misal Ketika terjadi, apa eA. kondisi darurat itukan atasan yang eA berhak menentukanAAy (IK, 24 Juni 2. AyApakah kebijakan untuk identifikasi risiko di perusahaan ini ada dan berjalan?Ay AuAada kebijakan untuk identifikasi risiko. IBPR yaa? IBPR ada kemarin kita sudah nyusun mungkin bisa dilihat nanti, kalau misalnya mau keliling keliling setiap stasiun itu ada diAeAtuliskan IPBR-nya dan juga disetujui oleh penanggung jawab masing masing eA bagianAAy (IK, 24 Juni 2. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 AuApakah ada sanksi yang diberikan terhadap pekerja/karyawan yang tidak mematuhi regulasi?Ay AuAyang pertama kita berikan sanksi berupa teguran yaa, teguran sebanyak 3 kali, jika tidak dihiraukan teguran kita berikan SP atau Surat Peringatan. Jika surat peringatan sudah tidak dihiraukan lagi eeA. dua kali surat peringatan kita keluarkanAAy (IK, 24 Juni 2. AyBagaimana strategi komunikasi yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi terkait kebijakan K3 kepada seluruh pemangku kepentingan?Ay AuAuntuk strateginya yaa, kita sebenarnya sudah menerapkan eeA untuk di social media, untuk strategiAapa namanyaApenyampaian informasi ya kepada khalayak luas, masyarakat, bukan hanya dalam eA. namanyaAmanajemen saja. Jadi disitu nanti eeA akan kita sharing terkait kebijakan K3 yang sudah kita susun Bersama, kebijakan k3, kebijakan khusus, nantinya eeA perencanaannya kita bakal ya, buat videolah, video itu kita sharing di eeAdalam akun sosial PG Takalar Instagram, terus juga kalua misalnya dari pihak manajemen sih udah pasti, eA kebijakan K3 udah pasti di utamakan yaa, karena ini langsung dari mandatori dari eeA direktur eeA namanyaAmenyebarluaskannya juga lewat majalah dinding, informasi mungkin Ketika baru masuk sini bisa diliat disebelah tangga itu ada kebijakan k3 yang ditempel, terus di kantor TUK ada disana, kantor tanaman, sudah kita sharing terkait kebijakan k3 melalui banner eeA dan. apa namanyaApapan informasi, tahapan selanjutnya rencananya di Instagram nantiAAy (IK, 24 Juni AyBagaimana peran pengawas/penanggung jawab K3 dalam melakukan pemantauan harian?Ay AuAperan pengawas itu sangat penting ya karena, eeAapapun tindakannya. Tindakan yang dilakukan oleh karyawan itu e. pastinyaA apa namanya, menjadi tanggung jawab sepenuhnya terhadap eApengawas, karena Ketika sebelum melaksanakan kegiatan dan dalam proses pelaksanaan kegiatan, pengawas harus eA teliti Ketika melihat eApekerjaan apa yang anda Jadi kelengkapannya, terus juga, eA eh sorry kelengkapan pekerjaannya, termasuk APD, eA dan juga eA seperti lingkungan kerjanya juga diperhatikan apakah kondisi nya berbahaya atau tidak, dan juga eA kelengkapan untuk K3 nya sendiri, sorry P3K, kelengkapannya juga harus eA ada di sekitar lokasi pekerjaan. di isi Kembali tergantung dari eAapa namanyaA list atau daftar dari eA beberapa peralatan yang sudah berkurang jumlahnya, itukan kita perbarui. Untuk eA apa namanyaA ceklis itu kita perbarui tiap bulan, jadi kalo semisal sudah ada beberapa peralatan yang kosong kita isiAAy (IK, 24 Juni 2. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 Job Safety Analysis (JSA) AyApakah didalam JSA telah tercantum perihal langkah-langkah pekerjaan secara spesifik?Ay AuAYa, kalau JSA ini kan dia, yang apa yaA membuatkan dari pihak K3 ya atau Vendor ya, jadi dari pihak K3 itu kita, lihat dulu dari apa namanyaA jenis pekerjaannya apa, ya mereka harus melengkapi apa aja, eAyang. langkah yang akan mereka lakukan dan juga eAtindakan yang akan mereka lakukan terkait eApersiapan pekerjaannya dan juga eA dalam kondisi K3 nyay (IK, 24 Juni 2. AyApakah didalam JSA telah tercantum bahaya yang terdapat pada setiap pekerjaan?Ay Ay. Ya ada. Ay AyApakah didalam JSA telah tercantum prosedur bekerja yang aman?Ay AuAsudah tercantum semua dalam JSay(IK, 24 Juni 2. Pelatihan K3 AyApakah pelatihan K3 dilakukan secara berkala kepada pekerja?Ay Au. Kalau pelatihan K3 yang formal itu cuma RH, sama IK yang pernah. Jadi yang punya sertifikat K3 umum itu cuma 2 orang, tapi kalau pelatihan k3 yang dari RH ke kita itu setiap hari, ya setiap hari. Setiap hari di sosialisasikan, tapi yang punya sertifikat cuma RH sama IK. Ay (P2, 25 Juni 2. AyMenurut Anda, apakah materi pelatihan K3 yang diberikan sesuai dengan risiko pekerjaan yang Anda hadapi sehari-hari?Ay AuAyaa, kita sudah buatkan jadwal untuk eA pelatihan pelatihan tersebut misal,dari pelatihan K3 listrik, yang direncanakan eA berapa orang dan juga kapan, terus juga pelatihan untuk pemadam kebakaran eA berapa orang dan kapan, ada juga pelatihan P3K berapa orang dan kapan, dan seterusnya seperti ituAAy (IK, 24 Juni 2. Penanganan Kecelakaan Kerja AyBagaimana perusahaan menjamin hak dan kewajiban pekerja ketika mengalami kecelakaan pada saat bekerja?Ay AuASudah di jamin kita kan disini punya BPJS eA kesehatan. BPJS ketenagakerja yaa, e. dan untuk kecelakaan kerja itu kita disini ada P3K jadi untuk pertolongan pertamanya ya kita lakukan eAdengan oleh tim P3K jika masih butuh penanganan lebih lanjut kita sudah kerja sama dengan puskesmas eA terdekatAAy (IK, 24 Juni 2. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 AuApakah ada peraturan atau perlindungan hukum bagi para pekerja di perusahaan ini?Ay Au. perlindungan hukum nya ada juga karena kan disini kita namanya perusahaan pasti punya perlindungan hukum yaa. terkait pekerjaan, makanya nanti itu kita daftarkan mereka BPJS, jadi itu perlindungan hukum, nah perusahaannya juga eA bagian SDM sudah buat eA apa namanyaA kayak semacam perjanjian seperti kontrak. Ay (IK, 24 Juni 2. AuBagaimana proses pemulihan atau kompensasi yang akan diberikan kepada pekerja ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja?Ay AuAya kalau itu termasuk kebijakan ya kebijakan dari manajemen sendiri, eA ketika ada kecelakaan kerja ya kita lihat duluu kecelakaan kerjanya, apakah memang eAtingkat eA tingkatnya sedang, ringan, atau Jadi disitu ada kebijakan tersendiri dari perusahaan, terkait kompensasi eA tidak masuk kerja dan lain lain. Ay (IK, 24 Juni 2. PEMBAHASAN Kebijakan K3 Pencapaian kategori emas dalam verifikasi SMK3 mengindikasikan bahwa PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar telah memenuhi sebagian besar kriteria yang ditetapkan dalam PP No. 50 Tahun 2012. Kriteria ini meliputi komitmen manajemen, perencanaan K3, pelaksanaan rencana K3, pemantauan dan evaluasi kinerja K3, serta peninjauan dan peningkatan oleh pihak manajemen. Implementasi yang baik dari elemen-elemen ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Aliyumni Beknazar et al. menunjukkan bahwa penerapan SMK3 sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012 pada pabrik gula rafinasi dapat mencapai tingkat penerapan memuaskan, dengan pencapaian kriteria hingga 97,5% sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, yang mendukung tujuan untuk mencapai zero accident di perusahaan tersebut (Beknazar et al. , 2. Implementasi K3 yang komprehensif, seperti yang dilakukan oleh PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar, sangat penting dalam industri yang memiliki potensi bahaya tinggi seperti pabrik gula. Identifikasi risiko yang cermat. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 pengendalian bahaya yang efektif, serta pelatihan dan kesadaran K3 yang memadai dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Selain itu, keterlibatan aktif dari seluruh karyawan dalam program K3 juga merupakan faktor kunci keberhasilan. Kusuma et al. dalam penelitiannya juga menekankan pentingnya perhatian penuh perusahaan pada penerapan SMK3 untuk meningkatkan produktivitas kerja (Kusuma et al. , 2. Job Safety Analysis (JSA) Pernyataan bahwa Job Safety Analysis di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar dibuat oleh pihak K3 atau vendor K3, yang melakukan penilaian mulai dari jenis pekerjaan, kelengkapan bekerja, hingga langkah-langkah pekerjaan yang aman, menunjukkan adanya sistem yang terstruktur dalam mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya di tempat kerja. JSA merupakan alat penting dalam manajemen K3 yang berfungsi untuk menganalisis setiap tahapan pekerjaan, mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin timbul, dan menentukan langkah-langkah pengendalian yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau insiden. Dengan melibatkan pihak K3 atau vendor K3 yang memiliki kompetensi di bidang K3, perusahaan memastikan bahwa penilaian risiko dilakukan secara komprehensif dan objektif. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hesti et al. , yang menyimpulkan bahwa penerapan Job Safety Analysis merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi sumber bahaya serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya dalam setiap jenis pekerjaan yang dilakukan (Hesti et al. Selanjutnya dalam penelitian yang dilakukan oleh Mulya Sani et al . hasil penelitiannya menyatakan bahwa beberapa pekerjaan yang ada di bengkel terkait kesehatan dan keselamatan dalam bekerja mulai dari risiko kecelakaan kerja, potensi bahaya, hingga pengendalian dan pencegahan bahaya terkandung di dalam Job Safety Analysis (Mulya Sani et al. , 2. Selain Job Safety Analysis, ketersediaan prosedur kerja dan instruksi kerja di pabrik gula Takalar, yang mencakup cara menggunakan alat, cara kerja alat, hingga terkait pekerjaan di setiap stasiun, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan panduan yang jelas dan mudah dipahami bagi para pekerja. Prosedur Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 kerja dan instruksi kerja ini membantu memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan manusia dan potensi bahaya lainnya. Hal ini sejalan dengan prinsipprinsip K3 yang menekankan pentingnya pengendalian risiko melalui hierarki pengendalian, yang dimulai dari eliminasi bahaya, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian yang dilakukan oleh Vera et al . dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa instruksi kerja merupakan acuan kebijakan yang menjamin terlaksananya proses kerja aman sesuai dengan harapan (Vera et al. , 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Desrianty et al. , dijelaskan bahwa penerapan instruksi kerja berfungsi sebagai solusi untuk mengatasi potensi bahaya di tempat kerja, berdasarkan analisis dan solusi yang dihasilkan melalui metode Job Safety Analysis (Desrianty et al. , 2. Pelatihan K3 PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar menerapkann dua jenis pelatihan, yaitu pelatihan eksternal dan internal, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan kompetensi K3 bagi seluruh karyawan. Pelatihan eksternal, seperti pelatihan damkar. P3K, kelistrikan. K3 umum, sertifikasi ahli las, serta sertifikasi operator alat-alat berat, memberikan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang diperlukan untuk menangani potensi bahaya yang terkait dengan pekerjaan masing-masing. Sertifikasi dari lembaga yang berwenang juga memastikan bahwa karyawan memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Menurut hasil penelitian Wicaksono dan Ariescy . , pelatihan K3 tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan efisiensi operasional perusahaan secara keseluruhan (Wicaksono & Ariescy, 2. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yosephus et al. , untuk mengatasi kelemahan yang ada, diperlukan strategi kolektif, seperti peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan terstruktur dan perbaikan sistem koordinasi antar unit (Yosephus et al. , 2. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 Pelatihan internal di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar, yang meliputi sosialisasi pelatihan oleh pihak internal yang didapatkan dari pelatihan eksternal, edukasi singkat K3 saat briefing pagi, serta simulasi keamanan dan keselamatan kerja seperti pelatihan pemadam kebakaran dan P3K, berfungsi untuk memperkuat pemahaman K3 dan meningkatkan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi situasi darurat. Edukasi K3 yang dilakukan secara rutin membantu menanamkan budaya K3 di tempat kerja, di mana setiap karyawan memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Simulasi keadaan darurat juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan K3 yang telah diperoleh, sehingga dapat meningkatkan respons yang efektif saat terjadi insiden. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Imron et al . menyatakan bahwa pelatihan K3 memberikan dampak yang signifikan terhadap budaya kerja aman seperti peningkatan pengetahuan, kesedaran, serta penerapan prosedur khususnya dalam pengoperasian mesin berbahaya (Imron et al. , 2. Selanjutnya, penelitian oleh Tsany et al. menyimpulkan bahwa pelatihan menggunakan simulasi tanggap darurat kebakaran dapat mengubah pola pikir pekerja, sehingga mereka lebih waspada terhadap potensi bahaya dan mengutamakan keselamatan kerja (Tsany et al. , 2. Penanganan Kecelakaan Kerja Pernyataan bahwa PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar menjamin hak kesehatan dan keamanan kerja bagi setiap pekerja dengan mewajibkan kepemilikan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan mencerminkan pemahaman yang baik tentang tanggung jawab perusahaan terhadap kesejahteraan pekerjanya. Jaminan sosial melalui BPJS merupakan wujud perlindungan dasar yang memberikan akses terhadap layanan kesehatan dan kompensasi jika terjadi risiko kecelakaan kerja atau kematian. Dengan memastikan seluruh pekerja memiliki BPJS, perusahaan telah mengambil langkah preventif untuk mengurangi beban finansial pekerja dan keluarga jika terjadi masalah kesehatan atau kecelakaan kerja. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yeshicca et al . yang menyatakan bahwa perusahaan yang penyelenggara program jaminan sosial Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 bagi pekerja seperti Jaminan Hari Tua (JHT). Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Jaminan Kematian (JKM). Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan itu sudah sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional yang pembagian program jaminan sosialnya telah disesuaikan dengan UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Yessica et al. Kewajiban perusahaan dalam memberikan penanganan pertama pasca kecelakaan kerja, serta proses pelaporan yang jelas dan terstruktur, menunjukkan adanya sistem tanggap darurat yang baik di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar. Penanganan cepat dan tepat sangat krusial dalam meminimalkan dampak buruk dari kecelakaan kerja. Prosedur pelaporan yang jelas, dengan melibatkan berbagai pihak seperti asisten manajer, tim P2K3, dan tim P3K, memastikan bahwa setiap kejadian kecelakaan kerja terdokumentasi dengan baik dan ditindaklanjuti secara efektif. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip K3 yang menekankan pentingnya respons cepat dan investigasi menyeluruh terhadap setiap insiden. Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Nuraliasari et al . menyatakan bahwa melakukan panggilan darurat, pertolongan pertama, evakuasi aman, pelaporan insiden, pengamatan lokasi kecelakaan, investigasi, dukungan psikologis hingga tanggapan pasca kecelakaan adalah bentuk penanganan kecelakaan kerja (Nuraliasari et al. , 2. Lalu dalam penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Achmad et al . dalam hasil penelitiannya mengemukakan bahwa penanganan kecelakaan kerja meliputi respon cepat, pelaporan, investigasi, hingga evaluasi (Achmad et al. , 2. Komitmen PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar dalam menyediakan fasilitas pengobatan, perawatan, hingga rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan fatal, serta memberikan gaji penuh selama masa rehabilitasi, merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang patut diapresiasi. Dukungan finansial dan fasilitas yang memadai sangat penting bagi pemulihan pekerja dan keluarganya. Kebijakan ini tidak hanya membantu pekerja untuk fokus pada proses penyembuhan, tetapi juga memberikan rasa aman dan dihargai, yang pada gilirannya dapat meningkatkan loyalitas dan motivasi kerja. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 7. No. Desember 2025 43-60 Dalam penelitian yang dilakukan Mairida dan Fahlevi . menyatakan bahwa Jaminan kecelakaan kerja memiliki tahapan dalam bentuk pengobatan hingga sembuh, manajemen kasus memantau pengobatan dan perawatan yang tepat, setelah proses pengobatan dan perawatan, manajemen kasus akan merawat pasien dan memfasilitaskan proses pemulihan . , serta memberikan pelatihan khusus setelah rehabilitasi. Hal ini dimaksudkan agar pekerja dapat kembali bekerja secara normal (Mairida & Fahlevi, 2. KESIMPULAN Kebijakan K3 di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar telah berhasil mencapai kategori emas dalam verifikasi SMK3, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap penerapan kebijakan K3 yang sesuai dengan PP No. 50 Tahun Implementasi yang baik dari elemen-elemen K3 menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta pengurangan risiko kecelakaan kerja. Penerapan Job Safety Analysis (JSA) oleh PT. Sinergi Gula Nusantara menunjukkan sistem yang terstruktur dalam identifikasi dan pengendalian potensi bahaya di tempat kerja. JSA berfungsi sebagai alat penting untuk langkah-langkah pengendalian yang diperlukan, yang mendukung keselamatan kerja dan mengurangi risiko kecelakaan. Keberadaan pelatihan K3 eksternal dan internal di PT. Sinergi Gula Nusantara mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan kompetensi K3 Pelatihan ini tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga berperan penting dalam operasional, serta membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 8. No. Desember 2025 43-60 PT. Sinergi Gula Nusantara menunjukkan komitmen tinggi terhadap penanganan kecelakaan kerja dengan menyediakan sistem tanggap darurat yang baik, termasuk kewajiban BPJS untuk semua pekerja. Penanganan cepat dan prosedur pelaporan yang jelas memastikan setiap insiden terdokumentasi dan ditangani dengan efektif, serta mendukung pemulihan pekerja yang mengalami kecelakaan pada saat bekerja. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, beberapa saran yang dapat peneliti berikan antara Diharapkan PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar, bersama manajemen dan para pekerja, dapat konsisten dalam mempertahankan zero accident, komitmen dan kinerja terkait kebijakan kesehatan dan keselamatan Diharapkan PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar terus memperbarui analisis keselamatan kerja, mulai dari prosedur kerja yang aman dan menciptakan kondisi kerja yang aman. Pelaksanaan pelatihan K3 di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar sudah sangat baik. Ke depannya, diharapkan perusahaan dapat lebih sering melaksanakan pelatihan eksternal untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelatihan internal. Diharapkan PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar dapat terus menjaga kinerja dan konsistensi kebijakan yang ada, terutama dalam hal penanganan kecelakaan kerja serta hak dan kewajiban pekerja. Indonesia Timur Journal Of Public Health ISSN-2985-8097 Universitas Indonesia Timur Vol 8. No. Desember 2025 43-60 DAFTAR PUSTAKA