Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus PERAN KEMITRAAN DALAM PROGRAM CSR SEMAMBU SEGAR PT PERTAMINA PATRA NIAGA IT PALEMBANG UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Fauziah Hanum1. Budi Yulianto2. Muhammad Febrian Islami3. 1,2,3 Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Article history Received : 15 Juli 2025 Revised : 21 Agustus 2025 Accepted : 25 Agustus 2025 *Corresponding author Email : fauziah20006@mail. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Program Corporate Social Responsibility (CSR) Semambu Segar PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Palembang memainkan peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bantuk kemitraan, faktorfaktor yang memengaruhi kemitraan, efektivitas program CSR, serta kontribusi kemitraan terhadap CSR dalam proses pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di wilayah implementasi program CSR Semambu Segar Pertamina Patra Niaga IT Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dan perusahaan swasta untuk pemberdayaan masyarakat. Kemitraan multisektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program pemberdayan masyarakat melalui CSR Semambu Segar Pertamina Patra Niaga IT Palembang. Kolaborasi yang erat antara multi-stakeholders harus terus dijaga bahkan diperluas cakupannya guna memperkuat dampak pemberdayaan masyarakat dari program CSR tersebut. Kata kunci: Kemitraan. Multi-sektor. Corporate Social Responsibility. Pemberdayaan Masyarakat ABSTRACT The Semambu Segar Corporate Social Responsibility (CSR) program of PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Palembang plays an essential role in community This study aims to examine the forms of partnership, the factors influencing such partnerships, the effectiveness of the CSR program, and the contribution of partnerships to CSR in the community empowerment process. The research was conducted in the implementation area of the Semambu Segar CSR program of Pertamina Patra Niaga IT Palembang. A qualitative research approach was employed, utilizing literature review as the primary data collection The results indicate that PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang engages multiple stakeholders, including local governments and private enterprises, in supporting community empowerment. Multi-sector partnerships are Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus identified as a key determinant of the programAos effectiveness and sustainability. Sustained and expanded collaboration among stakeholders is therefore crucial to strengthening the community empowerment outcomes of the CSR program. Keyword: Partnership. Multi-sector. Corporate Social Responsibility. Community Empowerment PENDAHULUAN Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab sosial terciptanya keseimbangan antara profit masyarakat dan lingkungan di sekitar Hal ini pun telah banyak community development bahwasanya CSR merupakan satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan alam, budaya, dan sosial. CSR menurut Jumadiah . adalah komitmen dari perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial mereka dan menyeimbangkan aspek ekonomis, sosial, dan lingkungan. Hal ini diatur dalam perundang-undangan, khususnya dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT). Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) pasal 74. CSR perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan Kewajiban dianggarkan dalam anggaran perusahaan dana diperhitungkan sebagai biaya dengan kelayakan anggaran tersebut untuk Apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan, perusahaan dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum, sementara aturan teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Melihat bentuk aksi dari CSR di atas tentu erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan menurut Rahman . , menyampaikan bahwa penggunaan sumber daya alam yang dilakukan oleh pemerintah lebih dari 30% dari apa yang tersedia di Oleh karena itu, timbal balik terhadap lingkungan sekitar menjadi suatu hal yang penting. Aktivitas tersebut harus bertujuan terhadap hadirnya pembangunan Sudut berkelanjutan menurut Keraf . , menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan kelestarian dari lingkungan hidup. Keraf mengkritisi pendekatan pembangunan, seperti perusahaan yang hanya berorientasi memperhatikan dampaknya terhadap Lalu. Keraf mengusulkan pandangan yang lebih holistik, dimana pengembangan sebuah perusahaan harus dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan dari sumber daya alam dan kesejahteraan generasi mendatang. Paradigma CSR tersebut yang sedang coba dicanangkan oleh PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Palembang. Program Semambu Segar (Semambu sustainability environment and green agriculture syste. merupakan solusi yang dihadirkan guna mengatasi masalah yang muncul di Desa Pulau Semambu, sebagai akibat dari perubahan iklim. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus Dengan letak geografis yang dekat dengan wilayah operasional PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang, program ini juga bertujuan untuk menjadi komitmen perusahaan dalam pembangunan. Program meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga keberlangsungan lingkungan. Akhir dari Program Semambu Segar adalah selama musim kemarau, dan dampak kesehatan dan ekologis dari menghindari pestisida kimiawi dari hasil pertanian, sehingga produk pertanian dan hasil olahan dari perkebunan aman, berkualitas, dan ramah lingkungan. Menurut Galilei dan Sumarlan . , salah satu perusahaan yang perlu diperhatikan adalah PT Madubaru. Perusahan tersebut menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan antara tahun 2019 dan 2024 dengan memberikan dana 1 % dari laba bersih. Program kemitraan tersebut memberikan modal kepada UMKM sekitar, sementara Bina LIngkungan pendidikan, dan kesehatan. Transparansi, pemantauan, dan komitmen adalah kunci keberhasilan program tersebut. Perusahaan menangani masalah seperti keterlambatan pengembalian kredit dengan menggunakan strategi fleksibel dan komunikasi intensif. Bergeser ke perusahaan lain. Ambadar . mencatat beberapa contoh kegagalan CSR di Indonesia yang menunjukkan konsekuensi negatif akibat penambangan tidak berizin. Hal ini termasuk pencemaran air, lahan tandus, abrasi pantai, dan kerusakan laut, yang disebabkan oleh perusahaan seperti PT Newmont Minahasa Raya. PT Lapindo Brantas. Unicoal, dan PT Kelian Equatorial Mining, yang memengaruhi masyarakat Menurut Loany dan Murdianto . , perusahaan menggunakan program program CSR dengan tujuan meningkatkan daya dukung masyarakat dan menjadikan pembangunan masyarakat yang sesuai Penggunaan masyarakat dapat diwujudkan dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, tetapi tetap mempertimbangkan etika bisnis saat merancang program agar program tersebut dianggap efektif. Ketika masyarakat menjadi berdaya, perusahaan dianggap berhasil. Oleh karena itu, efektivitas sebuah program menjadi fokus yang perlu diperhatikan oleh perusahaan Menurut Utami dan Mashur . , program CSR yang efektif adalah program yang tepat waktu dan tepat sasaran. Program tersebut juga relevan dengan apa yang masyarakat butuhkan, sehingga program tersebut dapat perubahan nyata di masyarakat. Program yang efektif juga harus tampak adanya perubahan antara sebelum dan sesudah berjalannya program. Kemitraan yang dilakukan oleh berbagai sektor menjadi potensi besar untuk meningkatkan efektivitas program CSR perusahaan. Sektor pemerintah misalnya, menjadi sektor yang penting dalam program CSR yang dijalankan. Menurut Fox et al . World Bank sudah melakukan kategorisasi peran pemerintah dalam proses mendukung kegiatan CSR menjadi lima kategori. Kategori ini menjelaskan peran masyarakat yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam program CSR. Kelima kategori tersebut yaitu peran mandatory atau melakukan proses legislasi. facilitating atau memberikan petunjuk dalam melaporkan CSR. partnering atau menguatkan dalam proses kerjasama endorsing atau melakukan publikasi dan memberikan penghargaan. Tidak hanya pemerintah, organisasi masyarakat sipil juga memiliki peran Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus penting dalam meningkatkan efektivitas program CSR. Organisasi masyarakat melalui komunitas memiliki peran sebagai penggerak dan bahkan pelaksana dalam program CSR yang digagas oleh Organisasi masyarakat atau komunitas, menurut Harlyandra dan Kafaa . terlibat sebagai enabler hingga controller agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat dan agar program yang dijalankan bersifat Organisasi masyarakat ini biasanya lebih mengetahui tentang kondisi masyarakat, karena menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Akademisi yang biasanya berasal dari perguruan tinggi juga memiliki peran signifikan dalam program CSR yang dijalankan oleh perusahaan. Menurut Kharis dan Hasan . Sebagai entitas bisnis, sebuah perusahaan perlu menyadari bahwa kehadirannya di tengah masyarakat tidak bisa dipisahkan dari dukungan kuat pemerintah setempat dan juga penduduk di sekitar perusahaan itu sendiri. Dengan kata lain, kelangsungan operasional perusahaan sangat bergantu pada bagaimana hubungan dan kontribusi timbal balik dengan lingkungan sosial dan pemerintah di area tempat perusahaan beroperasi. Sementara itu, di sisi lain pemerintah juga memiliki kewajiban untuk bisa mensejahterakan masyarakat melalui kebijakan yang Oleh karena itu, pemerintah juga memiliki peran dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungannya dapat memberikan kepastian peraturan perusahaan dan juga masyarakat. Dengan adanya kemitraan multisektor yang terjalin tersebut, berbagai potensi kebermanfaatan pun hadir dari program yang dijalankan. Menurut Kafaa . , pada pelaksanaan praktik CSR tentu akan lebih baik jika para stakeholder yang ada terlibat dalam prosesnya secara Dengan pelibatan para stakeholder yang ada, tentunya akan hadir kerja sama atau kolaborasi untuk mendukung program masing-masing demi tercapainya pembangunan sosial dan masyarakat yang berdaya. Oleh karena itu perlu adanya timbal balik positif antara stakeholder satu dengan yang lainnya. Menurut Harlyandra dan Kafaa . juga menyampaikan bahwa dengan adanya timbal balik positif antar stakeholder tersebut, perusahaan memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi terhadap masyarakat sekitar, pemerintah menciptakan lingkungan bisnis yang baik bagi perusahaan, dan masyarakat dapat mendukung perusahaan dengan Berbagai stakeholder tersebut bisa turut berpartisipasi dalam praktik CSR yang dijalankan oleh perusahaan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada pertanyaan mengenai bagaimana peran kemitraan multi-sektor mempengaruhi efektivitas program CSR Semambu Segar (Semambu Sustainability Environment and Green Agriculture Syste. Pertamina Patra Niaga Palembang memberdayakan masyarakat. Sedangkan tujuan masalah sejalan rumusan masalah penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kemitraan multi-sektor yang diterapkan dalam program CSR Semambu Segar, mengidentifikasi faktor-faktor yang mengevaluasi efektivitas program CSR dalam memberdayakan masyarakat, serta menganalisis kontribusi kemitraan multisektor terhadap peningkatan efektivitas program CSR dalam mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif yang berfokus pada pemahaman mendalam mengenai fenomena yang Pendekatan penelitian kualitatif menurut Creswell . adalah penelitian yang memiliki tujuan guna menemukan arti Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus dari suatu permasalahan sosial yang ada di sekitar masyarakat. Menemukan arti permasalahan ini juga meliputi berbagai langkah seperti menetapkan prosedur, mengajukan pertanyaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mengumpulkan data yang tersedia dari informan, melakukan analisis dari data yang diperoleh, hingga mengartikan data yang sudah dianalisis. Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian kualitatif tersebut berfokus untuk menggambarkan peran kemitraan multi-sektor yang terbangun dalam meningkatkan efektivitas program CSR Semambu Segar yang merupakan program dari PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang. Penelitian ini dilakukan menggunakan wilayah implementasi program CSR Semambu Segar Pertamina Patra Niaga IT Palembang. Wilayah ini menjadi fokus penelitian karena wilayah ini menjadi program CSR PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang. Pemilihan kawasan ini sudah melalui analisis dalam berbagai aspek sehingga sudah tepat untuk dikembangkan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk pengambilan data yang dibutuhkan adalah menggunakan analisis literatur atau literature review. Proses analisis ini menurut Zed . meliputi berbagai prosedur aktivitas dimulai dari melakukan pengumpulan data dari berbagai literatur, menganalisis dan menulis data yang dibutuhkan hingga mengolah data tersebut sebagai bagian dari Tujuan penggunaan metode analisis literatur ini guna mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fokus penelitian yang Sumber yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dokumendokumen terkait program CSR, seperti laporan program, perjanjian kemitraan, publikasi, data statistik wilayah, dan studi relevan lainnya. Tidak hanya itu, sumber sumber lain juga digunakan seperti buku memperkuat analisis akan topik yang dilakukan dengan mendasarkan penelitian terhadap teori yang dikeluarkan para ahli. Untuk mendapatkan data yang dapat dipertanggungjawabkan dari dokumen PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang atau pertama-tama menentukan tujuan dan jenis data yang Laporan tahunan, laporan keberlanjutan, atau publikasi dari instansi terkait adalah sumber resmi yang harus digunakan untuk mendapatkan dokumen. Untuk memastikan kredibilitas data, aspek penting seperti otoritas penerbit, keaslian dokumen, dan perbandingan dengan sumber lain juga perlu diperhatikan. Selanjutnya, dipertanggungjawabkan dan divalidasi kembali, mereka diolah dan dicatat dengan jelas menggunakan prinsip triangulasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berbicara mengenai perusahaan. PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang sendiri merupakan unit bisnis PT Pertamina (Perser. yang berfokus pada sektor hilir, perdagangan, dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta gas. IT Palembang membawahi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kertapati yang mengelola BBM. Non-BBM, dan BBK, serta Depot Gas Pulau Layang yang mendistribusikan LPG untuk kebutuhan rumah tangga, komersial, dan industri dengan merek "Elpiji". Pasokan minyak dan gas berasal dari Refinery Unit i Plaju untuk kemudian didistribusikan ke TBBM Kertapati dan Depot Gas Pulau Layang. IT Palembang juga melayani distribusi retail melalui SPBU. AMT. APMS, dan PSPD dengan produk seperti Premium. Solar. Pertamax. LPG, dan produk lainnya. Untuk keberlanjutan binis, manajemen PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang menerapkan insiatif kepedulian terhadap sosial dan lingkungan atau CSR yang dilaksanakan di Desa Pulau Semambu. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus Desa Pulau Semambu sendiri merupakan bagian dari Kecamatan Indralaya Utara. Kabupaten Ogan Ilir. Sumatera Selatan. Wilayah ini cukup luas, sekitar 1. 200 hektar, dan pada tahun 2024 desa ini dihuni oleh 941 jiwa (Data SAKIP Desa. Kebanyakan penduduk di Desa Pulau Semambu berprofesi sebagai petani sayur, dengan bayam dan kangkung menjadi komoditas utama yang mereka Dengan letak geografis yang dekat dengan wilayah operasional PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang, tentunya menjadi perhatian bagi perusahaan untuk memberikan timbal balik atas aktivitas yang dilakukan perusahaan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, sejak tahun 2022. PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang berinisiatif melaksanakan program CSR di Desa Pulau Semambu yang bernama Semambu Segar (Semambu sustainability environment and green agriculture syste. Bentuk Kemitraan Dalam sebuah program CSR yang dijalankan perusahaan, tentunya perlu adanya kemitraan yang terjalin dengan berbagai pihak. Kemitraan ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan pihak perusahaan dalam menjalan program CSR di masyarakat. Menurut Darwis dan Junaid . , kemitraan dapat hadir dikarenakan melibatkan stakeholder, dengan harapan pengetahuan, keterampilan, ucapan, dan pengalamannya dapat dilibatkan dalam berbagai pengambilan keputusan. Dalam aspek ini, pengambilan keputusan ini berkaitan dengan bagaimana eksekusi program CSR yang dijalankan oleh Kemitraan menurut Mason . dapat diklasifikasikan menjadi informal, formal, terstruktur, khusus, dan fleksibel. Perbedaan antara kemitraan terstruktur dan formal terletak pada struktur dan tanggung jawab individu atau kelompok yang Kemitraan formal dan terstruktur sama-sama kerjasama yang mengatur langkah-langkah Kemitraan fleksibel, di sisi lain, mirip dengan kemitraan informal, di mana organisasi harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan program kerja mereka dengan peluang pengembangan dan kondisi sosial, budaya, dan politik saat ini. Dalam konteks kontribusi sumber daya, kolaborasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Kolaborasi ini dilakukan dengan masing-masing karakteristik dan tujuan yang berbeda. Menurut Tewu . , model Inti-Plasma adalah model yang paling umum digunakan, dimana perusahaan inti bertanggung jawab untuk menyediakan lahan, modal, dan teknologi, sementara mitra, yang terdiri dari petani atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bertanggung jawab atas proses Selain itu, ada model waralaba, di mana mitra usaha kecil berperan dalam memproduksi bagian tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan besar. Terakhir, membantu UMKM dengan model "Bapak Angkat" melalui pendampingan teknis dan akses pasar. Faktor yang Mempengaruhi Kemitraan PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang menjalankan kemitraan multistakeholders yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat umum. Beberapa elemen utama dapat digunakan untuk menganalisis faktor pendorong dan keberlangsungan kemitraan. Kemitraan Pertamina dengan mitra swasta dan lembaga pemerintah dan masyarakat bergantung pada kepercayaan. Dengan adanya dokumen formal seperti MoU antara Pertamina dan mitra swasta, rasa percaya diri dan komitmen untuk menjalankan program secara berkelanjutan telah meningkat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Laelasari et al. yang Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus menyatakan bahwa kepercayaan dan komitmen memiliki pengaruh yang PT Pertamina Integrated Terminal Palembang komunikasi antara semua pihak melalui koordinasi, pengawasan, evaluasi bersama, dan partisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD). Amerieska dan Nurhidayah . mengatakan bahwa komunikasi yang efektif memastikan bahwa semua pihak memahami tujuan, peran, dan peran masing-masing dalam Laelasari et al. menyatakan juga bahwa komunikasi yang efektif sangat penting untuk keberhasilan kemitraan. Sumber daya berperan sebagai faktor pendorong utama dalam kemitraan sebuah program perusahaan. Sementara itu, mitra pemerintah dan swasta memberikan dukungan teknis, tenaga ahli, dan jaringan. Dalam kondisi ini PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang menyediakan dana, fasilitas, dan akses ke Namun, keadaan lapangan menunjukkan bahwa ada masalah seperti kekurangan dana, sumber daya manusia terlatih, dan sarana pendukung, sehingga program harus dijalankan di lokasi tersebut. Hal tersebut tentunya harus menjadi perhatian, karena apabila permasalahan ini tidak diselesaikan maka akan menghambat kemitraan dalam program. Hal ini sesuai dengan Muniroh et al. dan Agung et . , menjelaskan bahwa kekurangan pengetahuan, dan kondisi kepemimpinan yang buruk adalah beberapa hal yang dapat menghambat program pemberdayaan Keberhasilan kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang dan berbagai entitas pemerintah, swasta, dan masyarakat didorong oleh keselarasan Didasarkan pada pemetaan sosial dan kebutuhan riil masyarakat, program dirancang untuk menangani stunting, pelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi lokal. Tujuan yang disepakati meningkatkan rasa memiliki dari seluruh Selain itu, tata kelola kemitraan diatur melalui mekanisme formal (MoU, notulensi, dan dokumentasi kegiata. dan pengambilan keputusan. Pelaporan kegiatan, evaluasi rutin, dan keamanan pengelolaan dana adalah komponen penting dari tata kelola yang baik. Menurut Chen dan Tung-Tsan . , saling pengertian adalah kunci untuk mencapai Eektivitas Program CSR Program CSR Semambu Segar, yang dijalankan di Desa Pulau Semambu oleh PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang, berfokus pada pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tiga aspek utama dapat digunakan untuk menilai efektivitas program ini: pencapaian tujuan pemberdayaan, efek sosial dan ekonomi, dan keterlibatan masyarakat. Dipilihnya ketiga dimensi ini karena telah terbukti secara teoritis dan praktis sebagai pengukur utama keberhasilan program Menurut Kasmad dan Suyanto . , karena tujuan utama program CSR adalah meningkatkan kemandirian dan kapasitas pemberdayaan merupakan elemen penting. Berbicara pemberdayaan, program Semambu Segar Segar telah mencapai tujuan utamanya yaitu mendorong petani untuk mengadopsi praktik pertanian organik dan ramah Para petani didorong untuk mengurangi ketergantungan mereka pada pupuk kimia dan mulai menggunakan limbah organik sebagai sumber pupuk alami melalui pelatihan pembuatan pupuk organik, penggunaan alat komposter, dan pendampingan intensif. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Cahyani dan Msianwati . menemukan bahwa program ini juga mengatasi masalah kekeringan dengan membangun sistem penyaluran air yang bergantung pada energi surya. Ini memungkinkan untuk mempertahankan produktivitas pertanian bahkan selama musim kemarau. Selain meningkatkan hasil pertanian, upaya ini membantu petani menjadi lebih mandiri dalam mengelola sumber daya lokal. Kontribusi Kemitraan Terhadap CSR PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang Program Semambu Segar yang menunjukkan betapa pentingnya kerja sama multidimensi untuk pemberdayaan masyarakat yang efektif. Dengan adanya PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang sebagai fasilitator utama, kolaborasi ini melibatkan pemerintah desa, gabungan kelompok tani . , komunitas, dan akademisi. Sumber daya, pengetahuan, dan legitimasi dari berbagai pihak yang ada dapat diintegrasikan melalui metode kerja sama Selain itu, infrastruktur pertanian berkelanjutan yang dihadirkan seperti fasilitas pengolahan pupuk organik serta sistem irigasi hemat air lun dibangun oleh Pertamina. Sementara itu, pemerintah desa membantu dalam koordinasi kebijakan lokal dan penyediaan lahan yang Dengan adanya kerja sama yang terjalin sarana fisik dan non fisik yang dapat mendukung produktivitas dari pertanian pun dapat tersedia di wilayah SIMPULAN Kemitraan ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan pihak perusahaan dalam menjalan program CSR di Kemitraan diklasifikasikan menjadi informal, formal, terstruktur, khusus, dan fleksibel. Tidak hanay itu, dalam, konteks kontribusi sumber daya, kemitraan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti model Inti- Plasma, waralaba dan "Bapak Angkat". Pertamina Patra Niaga IT Palembang sendiri menjalankan kemitraan multistakeholders yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat umum. Kemitraan PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang dengan mitra swasta dan lembaga pemerintah dan masyarakat bergantung pada kepercayaan. Dengan adanya dokumen formal seperti MoU antara Pertamina dan mitra swasta, menjalankan program pun dapat terjaga. Pertamina Patra Niaga IT Palembang juga antara semua pihak melalui koordinasi, pengawasan, evaluasi bersama, dan partisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD). Dalam kemitraan yang dijalankan, sumber daya sendiri menjadi komponen PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang berperan dalam menyediakan dana, fasilitas, dan akses teknologi, sedangkan mitra pemerintah dan swasta berfungsi melalui dukungan teknis, tenaga ahli, dan jaringan. Namun masih terdapat kekurangan dana, sumber daya manusia, dan sumber daya pendukung, yang dapat mengganggu program jika tidak diatasi Keberhasilan kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang dan berbagai entitas pemerintah, swasta, dan masyarakat didorong oleh keselarasan Untuk menilai efektivitas Program CSR Semambu Segar, dapat menggunakan tiga aspek utama, yaitu pencapaian tujuan pemberdayaan, efek sosial dan ekonomi, serta keterlibatan masyarakat. Berbicara tentang tujuan pemberdayaan, program Semambu Segar Segar telah mencapai tujuan utamanya yaitu mendorong petani untuk mengadopsi praktik pertanian organik dan ramah lingkungan. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 68 - 78 Available Online at jurnal. id/focus SARAN Kemitraan multi-sektor memiliki meningkatkan efektivitas program CSR Pertamina Patra Niaga IT Palembang Program Semambu Segar (Semambu sustainability environment and green agriculture syste. Oleh karena itu perlu adanya beberapa upaya yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga IT Palembang untuk menjaga kemitraan tersebut. Salah satu yang utama adalah hadirnya agenda bersama melalui forum formal yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi. LSM, dan orang-orang di Pulau Semambu untuk mencapai visi bersama mengenai pengelolaan lingkungan berbasis komunitas serta pemberdayaan pertanian Dalam hal ini, keberhasilan program bergantung kepada pengukuran kolektif, tujuan bersama, kegiatan yang berkelanjutan, dan dukungan organisasi Tidak pertemuan bulanan atau kuartalan serta komunikasi terus menerus juga diperlukan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan rencana, mendiskusikan masalah, dan mengawasi kemajuan. Melalui forum desa dan media lokal, ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan dampak sosial-ekologis kepemilikan lokal, transparansi, dan adaptabilitas strategi, dan menempatkan program CSR Semambu Segar sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mendukung tujuan SDGs. Tidak hanya bagi pihak perusahaan semata, pemerintah daerah setempat juga keberlangsungan program ini. Hal ini dikarenakan dampaknya bisa langsung bermanfaat untuk masyarakat Palembang. Pemerintah Daerah Palembang perlu peraturan, dan fasilitas yang diperlukan. Hal infrastruktur pendukung, memasukkan program ke dalam rencana pembangunan daerah, dan bekerja sama dengan lembaga teknis untuk meningkatkan ekosistem lingkungan berbasis komunitas. Selain itu bagi stakeholders lain seperti sektor swasta, keterlibatan aktif melalui dukungan teknologi, akses pasar, memperluas manfaat program sekaligus memperkuat reputasi perusahaan dalam praktik keberlanjutan. Sementara itu, untuk menciptakan rasa kepemilikan lokal yang kuat, masyarakat Pulau Semambu harus berpartisipasi aktif dalam setiap agenda, berpartisipasi dalam forum desa, dan berkomitmen untuk praktik pertanian Program CSR ini, dengan sinergi keempat pihak tersebut, dapat mendukung tujuan SDGs dan menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan. DAFTAR PUSTAKA