Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KECEMASAN TERHADAP PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Lilis Sriyati Munthe. Sri Dinengsih* Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan. Jakarta Selatan 12550 e-mail: dini_alba@yahoo. com, lilismunthe@gmail. Artikel Diterima : 7 September 2023. Direvisi : 25 September 2023. Diterbitkan : 29 September 2023 ABSTRAK Pendahuluan: Pandemi COVID-19 era new normal, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan secara optimal, aman bagi pasien dan bidan dengan berbagai penyesuaian berdasarkan panduan penanganan COVID-19 atau protokol Kesehatan pada ibu yang akan melakukan persalinan Jumlah persalinan mengalami penurunan sebesar 30% pada Puskesmas Pondok Gede Bekasi. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan dan kecemasan terhadap tempat pemilihan persalinan di masa pandemi COVID-19. Metode: Metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling berjumlah 60 responden yang sesuai dengan Waktu penelitian pada bulan Juli 2021 di UPTD Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi dengan instrumen kuesioner. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji chisquare. Hasil: Hasil analisis univariat diketahui Ibu hamil dengan pengetahuan baik 91,7%. Ibu hamil dengan kecemasan 63,3%. Hasil analisis bivariate diketahui tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemilihan tempat persalinan pada masa pandemi . ilai p value = 0,. , dan terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan pemilihan tempat persalinan pada masa pandemi . ilai p value = 0,. Kesimpulan dan Saran: tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan tempat persalinan pada masa pandemi, dan ada hubungan antara kecemasan dengan pemilihan tempat persalinan pada masa pandemi. Diharapkan tenaga kesehatan mengadakan penyuluhan tentang dapat meningkatkan pengetahuannya tetang pandemi covid 19 dan menurunkan kecemasan persalinan pada masa pandemi covid 19 agar dapat membantu pemerintah dalam pengembangan program kesehatan terutama program Kesehatan Ibu dan Anak. Kata Kunci: pemilihan tempat persalianan, pengetahuan, kecemasan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 144 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: In the new normal era of the COVID-19 pandemic, health services must continue to run optimally, safely for patients and midwives with various adjustments based on guidelines for handling COVID-19 or health protocols for mothers who are about to give The number of births has decreased by 30% in Pondok Gede Bekasi Health Center. Objective: to find out the relationship between knowledge and anxiety about placesselection of deliveries during the COVID-19 pandemic. Methodology: Cross-sectional method. The sampling technique is a total sampling of 60 respondents according to the criteria. The time of research was in July 2021 at the UPTD Puskesmas Pondok Gede. Bekasi City with questionnaire instrument. Univariate and bivariate analysis was carried out using the chisquare test. Results: The results of the univariate analysis showed that pregnant women with good knowledge were 91. Pregnant women with anxiety 63. The results of the bivariate analysis showed that there was no significant relationship between knowledge and choosing a place of birth during the pandemic . value = 0. , and there was a significant relationship between anxiety and choosing a place of birth during the pandemic . value = 0,. Conclusions and Suggestions: there is no relationship between knowledge and choosing a place of delivery during the pandemic, and there is a relationship between anxiety and choosing a place of birth during the pandemic. It is hoped that health workers will provide education about increasing their knowledge about the COVID-19 pandemic and reducing anxiety about childbirth during the COVID-19 pandemic so that they can help the government in developing health programs, especially the Maternal and Child Health Keywords: choice of place of childbirth, knowledge, anxiety Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 145 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENDAHULUAN Diawal tahun 2020, dunia Puskesmas harus mampu mengelola, digemparkan dengan merebaknya virus memanfaatkan sumber daya yang baru yaitu corona virus dengan jenis dimilikinya secara efektif dan efisien (SARS-CoV-. dan penyakitnya disebut dalam memutus mata rantai penularan. Coronavirus disease 2019 (COVID-. baik di level individu, keluarga dan Diketahui, asal mula virus ini berasal masyarakat (Kemenkes RI, 2. dari Wuhan. Tiongkok, yang ditemukan UPTD Puskesmas Pondok Gede pada akhir bulan Desember 2019. Bekasi pada saat memberikan asuhan Sampai saat ini sudah dipastikan 65 kebidanan sudah menerapkan protokol negara yang telah terjangkit virus satu kesehatan di masa pandemi COVID-19, (Kemenkes RI, 2. seperti menggunakan masker dan alat Coronavirus pelindung diri (COVID. adalah penyakit yang peraturan yang berlaku dan sebelum sedang mewabah hampir di seluruh menolong persalinan di Puskesmas dunia saat ini sehingga ditetapkan Pondok Gede Bekasi juga melakukan menjadi pandemi. World Health swab antigen terlebih dahulu kepada Organization memberi nama virus baru pasien yang akan melakukan persalinan, tersebut severe acute respiratory tetapi berbeda halnya dengan ibu yang syndrome coronavirus- 2 (SARS-CoVdatang sudah kebrojol. Hal ini sudah . dan nama penyakitnya sebagai termasuk ke dalam surat edaran Dinas Corona virus disease 2019 (COVIDKesehatan No: 440/3966/Dinkes, . (WHO, 2. dimana pada point pertama dijelaskan Prinsip pencegahan COVID-19 bahwa rapid test wajib dilakukan pada pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi ibu hamil sebelum bersalin atau baru lahir di masyarakat meliputi melakukan persalinan, kecuali kasus universal precaution dengan selalu cuci rujukan yang telah dilakukan rapid test tangan, menggunakan masker, menjaga atau telah terkonfirmasi COVID-19. kondisi tubuh dengan rajin olah raga UPTD Puskesmas Pondok Gede dan istirahat cukup, makan dengan gizi Bekasi merupakan salah satu fasilitas seimbang dan mempraktikkan etika kesehatan tingkat pertama dengan batuk-bersin. Selama pandemi COVIDmelayani persalinan 24 jam dan 19 era new normal, pelayanan kesehatan memberikan pelayanan komprehensif harus tetap berjalan secara optimal, khususnya dalam pelayanan ibu dan aman bagi pasien dan bidan dengan anak (KIA). Pada maret tahun 2019 penyesuaian berdasarkan sampai februari 2020 pasien yang panduan penanganan COVID atau melakukan pemeriksaan ANC sebanyak protokol kesehatan pada ibu yang akan 1326 ibu hamil sedangkan pasien bersalin sebanyak 167 ibu bersalin. Saat mengantongisurat keterangan berupa pandemic maret tahun 2020 sampai hasil swab antigen atau swab februari 2021 pasien yang melakukan PCR. (Kemenkes RI, 2. pemeriksaan ANC sebanyak 831 ibu Peran Fasilitas Kesehatan hamil sedangkan pasien bersalin Tingkat Pertama (FKTP) pada pandemi sebanyak 118 ibu bersalin. Pelayanan COVID-19 sangat penting khususnya persalinan perbulannya sebanyak 140 Puskesmas dalam melakukan prevensi, orang, dan pasien bersalin 10 orang per deteksi dan respon di dalam pencegahan bulan dikarenakan masa pandemi, dan pengendalian COVID-19. Hal ini jumlah persalinan semakin menurun di merupakan bagian yang harus dilakukan setiap bulannya pada Puskesmas agar dapat mengendalikan jumlah kasus. Pondok Gede Bekasi. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 146 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan latar belakang ibu hamil trimester i di UPTD tersebut peneliti tertarik melakukan Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi penelitian dengan judul analisis faktor periode bulan April Ae Juni 2021. Teknik yang mempengaruhi pemilihan tempat pengambilan sampel dengan teknik persalinan pada masa pandemi di UPTD purvorsive sampling sebanyak 60 ibu Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi Instrumen penelitian ini adalah Kuesioner pengetahuan tentang COVIDBAHAN DAN METODE Penelitian uji analisis yang digunakan yaitu Uji Chi metode menggunakan metode crosquare . Populasi penelitian ini adalah HASIL Tabel 1 Distribusi Frekuensi Pemilihan Tempat Persalinan Di Masa Pandemi COVID-19 Pemilihan Tempat Persalinan Frekuensi FKTL (RS) FKTP (UPTD Puskesmas Pondok Gede/Klinik/TPMB) Total Berdasarkan tabel 1 diketahui responden pemilihan tempat persalinan di FKTP (PMB / Klinik / UPTD Puskesmas bahwa dari 60 responden dengan Pondok Ged. sebanyak 56 responden pemilihan tempat persalinan di FKTL (RS) . ,3%). sebanyak 4 responden . ,7%) dan Tabel 2 Distribusi frekwensi variabel Pengetahuan dan Kecemasan Ibu hamil Di Masa Pandemi COVID-19 Variabel Frekuensi Pengetahuan Baik Cukup Kecemasan Cemas Tidak Cemas Total Berdasarkan tabel 2 diketahui . ,3%). responden yang cemas sebanyak bahwa dari 60 responden yang memiliki 38 responden . ,3%) dan responden yang pengetahuan baik sebanyak 55 responden tidak cemas sebanyak 22 responden . ,7%) dan responden yang memiliki . ,7%). pengetahuan kurang sebanyak 5 responden Tabel 3 Hubungan Pengetahuan Terhadap Pemilihan Tempat Persalinan Di Masa Pandemi COVID-19 Pengetahuan Tempat persalinan Jumlah Value FKTL FKTP Baik 0,301 Kurang Total Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 147 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Berdasarkan tabel 3 Tidak Ada Hubungan antara variable pengetahuan terhadap tempat pemilihan persalinan di JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 masa pandemi COVID-19 dengan nilai Value = 0,301 (P. Value > 0,. Tabel 4 Hubungan Kecemasan Terhadap Pemilihan Tempat Persalinan Di Masa Pandemi COVID-19 Kecemasan Tempat persalinan Jumlah Value FKTL FKTP Cemas 0,015 Tidak Cemas Total Berdasarkan tabel diketahui bahwa persalinan di masa pandemic COVID-19 ada hubungan yang bermakna antara dengan nilai P. Value = 0,01 (P. Value kecemasan terhadap tempat pemilihan <0,. kesehatan pemerintah atau RS lebih besar pada responden berpengetahuan kurang PEMBAHASAN . 9%) dibanding dengan responden Hubungan Pengetahuan Terhadap dengan pengetahuan baik tentang tempat Pemilihan Tempat Persalinan Hasil penelitian ini Tidak Ada persalinan sebanyak . ,1%). Akan tetapi. Hubungan antara variable pengetahuan pada uji chi square didapatkan p-value terhadap tempat pemilihan persalinan di 0,569 yang berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu bersalin dengan masa pandemi COVID-19 dengan nilai P (Titin - value = 0,301 sejalan dengan penelitian prihatin. Zen. Rahfiludin, 2. sebelumnya bahwa bahwa tidak ada Pengetahuan adalah hasil atau dan hubungan antara tingkat pengetahuan ibu setelah orang melakukan hamil trimester i dengan pemilihan pengindraan terhadap satu obyek tertentu. tempat bersalin(Nurjanah & Marliyah. Pengindraan terjadi melalui panca indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa Hal ini sejalan dengan hasil dan raba sehingga sebagian besar penelitian ida bahwa tidak terdapat pengetahuan manusia diperoleh melalui hubungan antara tingkat pengetahuan mata dan telinga. Jadi pengetahuan dengan pertologan persalinan selama masa merupakan hasil pengindraan kita (Darsini pandemi peningkatan pengetahuan pada et al. , 2. ibu bersalin dapat dilakukan melalui Pengetahuan adalah berbagai gejala berbagai cara diantaranya peningkatan yang ditemui dan diperoleh manusia akses informasi melalui kelas ibu hamil, posyandu, media massa dan petugas Pengetahuan muncul ketika seseorang kesehatan dimana sangat penting untuk menggunakan indera atau akal budinya lebih mendekatkan akses informasi pada untuk mengenali benda atau kejadian tentang pentingnya tertentu yang belum pernah dilihat atau difasilitas kesehatan. Semakin baik dirasakan sebelumnya Pengetahuan tidak pengetahuan ibu terhadap kehamilan dan lain adalah hasil tahu. Tahu yang memuaskan manusia itu adalah tahu benar, sedangkan tahu yang tidak benar disebut pelayanan kesehatan(Ulfah et al. , 2. keliru dan sering kali lebih jelek dari pada Hasil Titin tidak tahu. (Darsini et al. , 2. menunjukkan responden yang memilih tempat persalinan di non fasilitas Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 148 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Salah mempengaruhi keputusan ibu dalam memilih tempat persalinan sehingga memiliki pengetahuan yang baik tidak berarti membuat seseorang serta merta bersikap dan bertindak sesuai dengan pengetahuannya, karena pengetahuan saja tidak cukup untuk seseorang mengambil pengetahuan ibu yang baik tidak serta merta membuat mereka bisa mengambil keputusan dalam memilih tempat persalinan di fasilitas kesehatan tanpa dukungan keluarga . uami dan orang Hubungan Kecemasan Terhadap Pemilihan Tempat Persalinan Hasil penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara kecemasan terhadap tempat pemilihan persalinan di masa pandemic COVID-19 dengan Value = 0,01 (P. Value <0,. sejalan dengan penelitian niAomah bahwa proporsi ibu hamil yang mengalami kecemasan antara primigravida . 2%) lebih banyak . 2%)(NiAomah, 2. Hasil penelitian lainya bahwa ada hubungan antara kejadian pandemi covid 19 dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga nilai p=0,002. Oleh karena p = 0,002 C 0,05 (). Kejadian pandemi covid 19 telah ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 2019 ini membuat semua masyarakat harus mewaspadai penularan Masyarakat diharapakan mampu menekan laju penularan virus corona dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan, selain itu kondisi pandemi yang melanda negara banyak menimbulkan kerugian kepada masyarakat baik kerugian secara materi dan beban psikologis, terkhusus pada ibu hamil trimester ketiga. Persalinan dalam kondisi pandemi tentu sesuatu hal yang berbeda dengan persalinan yang dilakukan disaat kondisi normal. Ini membuat ibu hamil menjadikan beban psikologis JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 kecemasan(Zainiyah & Susanti, 2020. Proses persalinan yang memiliki banyak persyaratan, pelayanan kesehatan yang terbatas, kondisi bayi setelah melahirkan merupakan salah satu contoh beban psikologis ibu hamil saat melahirkan dikondisi pandemi seperti saat sejalan dengan penelitian yang telah bahwa dari 55 responden, 52,7% ibu hamil tidak mengalami cemas dan 47,3% ibu hamil mengalami cemas. Dari lima variabel yang diteliti, dua variabel ternyata . =0. =0. , sedangkan variabel yang lain yaitu graviditas . =0. tingkat pendidikan . =0. dan status kesehatan . =0. secara statistik dapat membuktikan adanya hubungan yang signifikan dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan(Oktaviani, 2. Kecemasan merupakan emosi subjektif yang membuat individu tidak nyaman, ketakutan yang tidak jelas dan gelisah, dan disertai respon otonom. Kecemasan juga merupakan kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak kecemasan adalah gangguan alam sadar . yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kehawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas (Reality Testing Ability / RTA), masih baik, kepribadian masih tetap utuh . idak mengalami keretakan kepribadian/ splitting of personalit. , perilaku dapat terganggu tapi masih dalam batas-batas (Zainiyah & Susanti, 2020. Kecemasan obyektif (Realistic. ialah jenis kecemasan yang berorientasi pada aspek bahaya Ae bahaya dari luar seperti misalnya melihat atau mendengar sesuatu yang dapat berakibat buruk. Kecemasan neurosis adalah suatu bentuk jenis kecemasan yang apabila insting pada panca indera tidak dapat dikendalikan dan menyebabkan seseorang berbuat sesuatu Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 149 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index yang dapat dikenakan sanksi hukum. Kecemasan moral adalah jenis kecemasan yang timbul dari perasaan sanubari terhadap perasaan berdosa apabila seseorang melakukan sesuatu yang salah,tanda dan gejala pasien dengan ansietas adalah cemas, khawatir, firasat buruk, takut akan pikirannya sendiri serta mudah tersinggung, pasien merasa tegang, tidak tenang, gelisah dan mudah terkejut, pasien mengatakan takut bila sendiri atau pada keramaian dan banyak orang, mengalami gangguan pola tidur dan disertai mimpi yang menegangkan (Duranku & Aksu, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Tidak bermakna antara pengetahuan dan dengan pemilihan tempat persalinan. Di harapkan peningkatan program dari FKTP yang dapat menunjang kepedulian kepada ibu hamil untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada sebagai tempat persalinan serta upaya peningkatan pengetahuan ibu tentang pemahaman tempat persalinan agar dapat membantu pemerintah dalam pengembangan program kesehatan terutama program Kesehatan Ibu dan Anak. KEPUSTAKAAN