TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Pelayanan Hewan dan Peternakan Kabupaten Pesisir Selatan Yulina Eliza yulinaeliza@akbpstie. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP Yass Andria yassandria@akbpstie. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP Abstract This study aims to see the influence of . Organizational culture on Employee Performance . Job satisfaction on Employee Performance . OCB on Employee performance . Organizational culture, job satisfaction and OCB together affect the performance of Employees of the Livestock and Animal Health Service of South Coast District. The population in this study across all employees was 65 people. Data processing uses Multiple Linear Regression. The results of this study show that . Organizational culture has a significant positive influence on Employee performance . Job satisfaction has a positive and significant influence on employee performance . OCB has a positive and significant influence on Employee performance . Organizational Culture. Job Satisfaction and OCB together have a positive and significant effect on employee performance in DPKH Pantai Selatan Regency. It is expected that agency management must pay attention to organizational culture, employee job satisfaction, and create good job satisfaction in the agency, because job satisfaction is a big influence in improving performance. Because to achieve better productivity and achievement of agency goals, good job satisfaction, organizational culture and good OCB are needed. Keywords: job satisfaction, ocb, organizational culture, performance Pendahuluan Kualitas sumber daya manusia dalam organisasi dan perusahaan merupakan faktor penting dalam organisasi dan perusahaan karena akan mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dalam organisasi dan perusahaan. Jadi, setiap perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang dikelola dengan baik untuk mencapai organisasi dan perusahaan yang membantu mencapai tujuan mereka. Menurut (Firmansyah et al, 2. memperkuat pernyataan ini dengan mengatakan bahwa organisasi yang sukses membutuhkan karyawan yang dapat berkinerja jauh melampaui harapan mereka. Oleh karena itu, setiap perusahaan bersaing untuk memiliki karyawan terbaik. Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan (DPKH) mempunyai tugas utama membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan prinsip otonomi dan pendampingan di bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Selain tugastugas tersebut. DPKH Kabupaten Pesisir Selatan memiliki fungsi sebagai berikut: a. Perumusan kebijakan teknis di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan publik di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang peternakan dan kesehatan hewan. dan d. Pelaksanaan tugastugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dari data kinerja tersebut terlihat bahwa indikator kinerja DPKH Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2019-2021. Tabel tersebut menunjukkan bahwa indikator kinerja DPKH rata-rata mengalami penurunan dari tahun 2019-2021. Pada tahun 2019 mencapai 59%, menurun menjadi 57% pada tahun 2021. Pada indikator pertama, program pencegahan dan pengendalian TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. penyakit ternak pada tahun 2019 mencapai 12%, kemudian meningkat pada tahun 2021 menjadi 15%. Kemudian indikator terakhir dari program peningkatan pemberdayaan kelompok tani pada tahun 209 mencapai 48% kemudian menurun menjadi 42% pada tahun 2021. Situasi ini menunjukkan adanya masalah dengan kinerja pegawai DPKH di Kabupaten Pesisir Selatan. Tabel 1. Indikator Kinerja DPKH Kabupaten Pesisir Indikator Kinerja Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak Program peningkatan produksi hasil Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan Program Peningkatan infrastruktur sarana dan prasarana lahan dan air Program peningkatan penguatan pemberdayaan kelompok peternak Rata-Rata Realisasi (%) Sumber : Lakip DPKH Kabupaten Pesisir Selatan Penurunan kinerja pegawai DPKH Kabupaten Pesisir Selatan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi kinerja, seperti Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja, dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (OCB). Dengan demikian, suatu lembaga atau organisasi harus mampu mengendalikan faktor-faktor penting yang mempengaruhi kinerja dalam organisasi dan perusahaan untuk menjaga tingkat kinerja organisasi dan perusahaan. Tinjauan Pustaka Kinerja Menurut Rivai, . , kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampiakn setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuannya. Menurut (Bernadin & Russel, 2. kinerja didefinisikan sebagai rekaman hasil yang dihasilkan pada fungsi atau aktivitas pekerjaan tertentu selama jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut (Riani, 2. job performance/ kinerja adalah tingkat produktifitas seorang karyawan, relative pada rekan kerjanya, pada beberapa hasil dan perilaku yang terakit dengan tugas. Budaya Organisasi Menurut Greenberg & Baron, . , budaya organisasi adalah sebagai kerangka kognitif konsistensi perilaku, nilai, norma perilaku, dan membagi harapan dengan anggota organisasi. Sedangkan menurut (Robbins S, 1. mengatakan bahwa budaya organisasi mengacu kepada suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Pendapat lain oleh Batemen & Snell, . budaya organisasi . rganization cultur. adalah sekumpulan asumsi penting tentang organisasi beseerta tujuan dan praktiknya di mana anggota organisasi berbagi tentangnya. Budaya orgainsasi adalah sistem berbagi nilai tentang apa yang penting dan keyakinan tentang bagaimana duna bekerja. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Kepuasan Kerja Menurut Robbins dan Judge . menyatakan kepuasan kerja adalah sebagai perasaan positif tentang pekerjaan sebagai hasil evaluasi dari karakteristiknya. Pekerjaan memerlukan interaksi dengan rekan sekerja dan atasan, mengikuti aturan dan kebijakan organisasional, memenuhi standar kinerja, hidup dengan kondisi kerja kurang ideal, dan Lain lagi menurut Rivai dan Mulyadi . kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja tentang seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan Kepuasan kerja secara umum dapat timbul ketika seorang karyawan tersebut menerima sesuatu yang diinginkan dan merasa pantas untuk mendapatkannya. Hasibuan . menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar Organizational Citizenship Behavior (OCB) Huang . mengemukakan tiga kategori perilaku pekerja, yaitu: . berpartisipasi, terikat dan berada dalam suatu organisasi. harus menyelesaikan suatu pekerjaan dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur oleh organisasi. melakukan aktivitas yang inovatif dan spontan melebihi persepsi perannya dalam organisasi. Kumar et al. mendefinisikan OCB sebagai perilaku individu yang memberikan kontribusi pada terciptanya efektivitas organisasi dan tidak berkaitan langsung dengan sistem reward organisasi Kerangka Konseptual Untuk melihat bagaimana pengaruh masing-masing variabel terhadap variabel kinerja maka dapat digambarkan seperti berikut : Budaya Organisasi (X. Kepuasan Kerja (X. Kinerja Pegawai (Y) OCB (X. Gambar 1. Kerangka Konseptual Metode Penelitian Populasi dalam penelitian ini semuanya ada 65 pegawai di DPKH Kabupaten Pesisir Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel total . hole sampl. Alasan pengambilan sampel total tersebut karena menurut Sugiyono . total penduduk kurang dari 100 jiwa, seluruh penduduknya dijadikan sampel penelitian. Namun, karena sampel yang digunakan adalah seluruh populasi, maka sampel dalam penelitian ini sama dengan seluruh penduduk 65 . nam puluh lim. pegawai di DPKH Kabupaten Pesisir Selatan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel yang mempengaruhi dan variabel yang terkena dampak. Dengan model persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Y = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 e Di mana = Kinerja = Intersepsi konstanta = Budaya Organisasi = Kepuasan Kerja = OCB b1, b2,b3 = Koefisien Regresi = Istilah Kesalahan Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Data . Analisis Regresi Linier Berganda Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen dengan membandingkan t tabel dan nilai sig = 0,05. Secara rinci, hasil pengujian regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. 4,025 0,000 Std. Error Beta (Constan. 56,246 13,975 Budaya Organisasi 5,115 0,000 Kepuasan Kerja 3,581 OCB 3,121 Sumber: Hasil pengolahan data SPSS Berdasarkan Tabel 2 di atas, dihasilkan persamaan regresi linear berganda sebagai Y = 56,246 0. 487 (X. 213 (X. 434 (X. Berdasarkan persamaan di atas, dapat dijelaskan bahwa Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa terdapat nilai konstan 56. 246 yang artinya jika budaya organisasi, kepuasan kerja. OCB adalah nol, maka nilai variabel kinerja berada pada 56. Artinya, variabel budaya organisasi, kepuasan kerja. OCB berkontribusi dalam meningkatkan kinerja karyawan di DPKH Nilai koefisien regresi untuk budaya organisasi adalah positif 0,487. Artinya, jika budaya organisasi kerja meningkat satu unit maka akan mengakibatkan peningkatan kinerja sebesar 0,487 unit. Nilai koefisien regresi kepuasan kerja adalah positif, yaitu 0,213. Artinya, jika kepuasan kerja meningkat satu unit maka akan mengakibatkan peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,213 unit. Nilai koefisien regresi OCB adalah positif, yaitu 0, 434. Artinya, jika OCB bertambah satu unit maka akan mengakibatkan peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,434 TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Uji Hipotesis: Pengujian Hipotesis 1 Hipotesis pertama yang diajukan, bahwa Budaya organisasi sebagian memiliki efek positif pada kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis uji t, diketahui bahwa tingkat signifikansi variabel budaya organisasi adalah 0. 000< dari nilai signifikansi . Artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di DPKH Pengujian Hipotesis 2 Hipotesis kedua yang diajukan, bahwa kepuasan kerja sebagian memiliki efek positif terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis uji t, diketahui bahwa tingkat signifikansi variabel kepuasan kerja adalah 0,013 < dari nilai signifikansi . Artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di DPKH Pengujian Hipotesis 3 Hipotesis ketiga yang diajukan, bahwa OCB sebagian memiliki efek positif pada Berdasarkan analisis uji t, diketahui bahwa tingkat signifikansi variabel OCB 028 < dapat nilai signifikansi . Artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara OCB terhadap kinerja pegawai di DPKH . Model Table 3 . Hasil Uji F ANOVAb Sum of Squares Mean Square Regression 23,141 Residual 893,843 Total 916,985 Predictors: (Constan. X3. X2. Dependent Variable: Y Sumber: Hasil pengolahan data SPSS 7,714 14,653 Sig. 55, 26 Pengujian Hipotesis 4 Hipotesis keempat yang dikemukakan, bahwa budaya organisasi, kepuasan kerja, dan OCB bersama-sama memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja Berdasarkan hasil analisis dari uji F tersebut, diketahui bahwa tingkat signifikansi budaya organisasi, kepuasan kerja, dan variabel OCB adalah 0,000 <0,05. Artinya terdapat pengaruh yang posifit dan signifikan secara bersama-sama antara budaya organisasi, kepuasan kerja, dan OCB terhadap kinerja pegawai di DPKH Kabupaten Pesisir Selatan. Seperti dapat dilihat pada tabel 3. Analisis Determinasi Berganda Koefisien determinasi bertujuan untuk melihat atau mengukur seberapa jauh kemampuan model untuk menjelaskan variasi dalam variabel independen. Dalam penelitian ini digunakan nilai Adjusted R Square karena penelitian ini menggunakan variable bebas lebih dari 3 variabel. Koefisien determinasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Table 4. Hasil Analisis Determinasi Berganda Model Summary b Model R Square Predictors: (Constan. X3. X1. X2 Dependent Variable: Y Sumber: Hasil pengolahan data SPSS Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 3,82795 Berdasarkan hasil analisis Adjusted R square adalah 0. 707 Artinya 70,7% kinerja pegawai dipengaruhi oleh variabel independen budaya organisasi, kepuasan kerja dan OCB, sedangkan sisanya 29,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Pembahasan hasil penelitian dimaksudkan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil penelitian. Pembahasan . Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai DPKH di Kabupaten Pesisir Selatan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai di DPKH. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi dapat berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Jika DPKH ingin meningkatkan kinerja pegawai, maka harus menciptakan budaya organisasi yang baik dan nyaman di instansi tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat Greenberg & Baron, . , budaya organisasi adalah kerangka kognitif untuk konsistensi perilaku, nilai, norma perilaku, dan berbagi harapan dengan anggota organisasi. Sementara itu, menurut Robbins . , budaya organisasi mengacu pada sistem makna bersama yang dimiliki oleh anggota yang membedakan organisasi dari organisasi lain. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Purnama. Chamdan . yang menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruhi Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai DPKH Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di wilayah DPKH. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan kerja dapat berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Jika DPKH ingin meningkatkan kinerja pegawai, maka harus meningkatkan kepuasan kerja yang baik dan baik di instansi tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat Robbins . kepuasan kerja sebagai selisih antara jumlah imbalan yang diterima oleh pekerja dengan jumlah yang mereka harapkan. Sementara itu, menurut Locke (Luthans, 2. kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau positif yang dihasilkan dari penilaian pekerjaan atau pengalaman kerja seseorang. Hasil penelitian Purnama. Chamdan . juga menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh OCB Terhadap Kinerja Pegawain DPKH Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa OCB memiliki efek positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai DPKH di Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini mengindikasikan bahwa OCB menentukan kinerja pegawai DPKH. Artinya, semakin baik OCB di suatu instansi akan meningkatkan kinerja pegawainya. Hal ini menandakan bahwa OCB dapat berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini sejalan dengan pendapat Priansa, . bahwa OCB merupakan perilaku yang disukai yang bukan merupakan bagian dari kewajiban kerja formal karyawan, tetapi mampu mendukung organisasi untuk beroperasi lebih efektif dan efisien melalui peningkatan kinerja organisasi. Sementara itu, menurut Greenberg & Baron, . TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. perilaku kewarganegaraan organisasi adalah tindakan anggota organisasi yang melebihi persyaratan formal pekerjaan mereka. Selain itu, menurut (Robbins & Judge, 2. OCB atau yang disebut perilaku kewarganegaraan adalah perilaku kebebasan menentukan yang bukan merupakan bagian dari persyaratan pekerjaan formal pekerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Purnama. Chamdan . yang menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara OCB terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Budaya Organisasi. Kepuasan Kerja. Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (OCB) terhadap Kinerja Pegawai DPKH di Kabupaten Pesisir Selatan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi, kepuasan kerja. OCB bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai DPKH di Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi, kepuasan kerja, dan OCB menentukan kinerja pegawai DPKH. Artinya, budaya organisasi, kepuasan kerja dan OCB akan meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini sejalan dengan penelitian. Purnama. Chamdan . Diana Sawitri et al . Shahzada et al . yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi, kepuasan kerja dan OCB terhadap kinerja pegawai. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai . Budaya organisasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai DPKH di Kabupaten Pesisir Selatan. Artinya, kinerja pegawai akan meningkat apabila budaya organisasi di institusi lebih baik bagi pegawai dan pimpinan, sehingga dapat memberikan dorongan kepada pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan demikian hipotesis pertama (H. Kepuasan kerja memberikan pengaruh positif terhadap kinerja pegawai DPKH. Artinya, kinerja pegawai akan meningkat apabila kepuasan kerja baik sehingga mampu memberikan moral kerja kepada pegawai dalam menjalankan pekerjaan. Semakin baik dan baik kepuasan kerja pegawai di instansi akan meningkatkan kinerja pegawai dalam melakukan pekerjaannya di instansi tersebut. Dengan demikian hipotesis kedua (H. OCB memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai di DPKH Kabupaten Pesisir Selatan. Artinya, kinerja pegawai akan meningkat jika OCB merupakan pegawai yang baik, maka akan mendorong kinerja di tempat kerja, sehingga pegawai menjadi antusias dan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. OCB yang baik dan baik akan mendorong kinerja tinggi dan rasa saling membantu antar pegawai. Dengan demikian hipotesis ketiga (H. Budaya organisasi, kepuasan kerja dan OCB bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai DPKH. Dari uji ANOVA, nilai probabilitas signifikansi adalah 0,000. Probabilitas signifikansi lebih kecil dari 0,05, dengan tingkat signifikansi 0,000 sebagai akibatnya. Ho ditolak dan Ha diterima. Variabel budaya organisasi, kepuasan kerja dan OCB bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai di DPKH Kabupaten Pesisir Selatan. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. References