Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 ANALISIS BENTUK PERTANGGUNGJAWAB SOSIAL PADA PT.TELKOM INDONESIA,Tbk TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Wati Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo Wathydreaminggirls@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban sosial pada PT. TELKOM INDONESIA,Tbk. Terhadap kesejahteraan masyarakat. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan mengunjungi website resmi perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pengunkapan tanggungjawab sosial perusahaan dengan menggunakan indeks pengungkapan menunjukan bahwa terdapat bentuk tanggungjawab perusahaan pada PT. TELKOM INDONESIA,Tbk. Kesimpulan penelitian ini adalah pengungkapan CSR pada PT. Telkom Indonesia,Tbk tahun 2015 mencapai persentase sebesar 100% dengan terlaksananya semua kegiatan bidang kemitraan dan bina lingkungan. Pengungkapan Corporate social Responsibility (CSR) pada PT.TELKOM INDONESIA,Tbk pada tahun 2012, 2013,2014 tidak mengalami perubahan persentase sebesar 88%. Pengungkapan Corporate social Responsibility (CSR) pada PT. TELKOM INDONESIA,Tbk dari semua bidang terbilang bagus dikarenakan indeks pengunkapan melebihi batasan indeks 50%. pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk secara keseluruhan telah memberikan pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat, baik itu masyarakat di sekitar daerah perusahaan beroperasi maupun terhadap masyarakat Indonesia secara umum. Hal ini terwujud dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat yang mencakup berbagai bidang antara lain, sosial,Lingkungan,Budaya dan keagamaan. Disarankan kepada pihak perusahaan agar dana CSR lebih ditingkatkan lagi demi kesejahteraan masyarakat daerah perusahaan, karna melaksanakan CSR bukan berarti mengurangi kesejahteraan stakeholders. Kata Kunci : Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial, Kesejahteraan. ABSTRACT This study aims to analyze the form of social responsibility on PT.TELKOM INDONESIA, Tbk. To the welfare of society. The types and sources of data used are secondary data obtained by visiting the company's official website. The research findings indicate that Pengking corporate social responsibility by using disclosure index shows that there is a form of corporate responsibility at PT. TELKOM INDONESIA, Tbk. The conclusion of this research is CSR disclosure at PT. Telkom Indonesia, Tbk 2015 reached 100% percentage with the realization of all activities in the field of partnership and community development. Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure at PT.TELKOM INDONESIA, Tbk in 2012, 2013,2014 did not change percentage by 88%. Disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) PT. TELKOM INDONESIA, Tbk of all sectors is good because the indexing index exceeds the 50% index limit. the implementation of corporate social responsibility / CSR PT.TELKOM INDONESIA, Tbk as a whole has a positive impact for the welfare of the community, whether it is the community around the company's operating area and the Indonesian people in general. This is manifested in improving the quality of life of the community covering various fields, among others, social, environment, cultural and religious. It is suggested to the company that CSR funds will be further enhanced for the welfare of the local community, because implementing CSR does not mean reducing the welfare of stakeholders. Keywords: Accounting for Social Accountability, Welfare. PENDAHULUAN Perusahaan adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan utama perusahaan adalah mencari laba yang semaksimal mungkin. Perusahaan memiliki fungsi yang begitu besar bagi masyarakat sehingga memudahkan perusahaan untuk menjalankan aktivitasnya. Perusahaan dan masyarakat ibarat pasangan hidup yang saling membutuhkan dan saling memberi, ada hubungan timbal balik antara perusahaan dengan masyarakat, dimana suatu harmonisasi dan kontribusi dari keduanya akan menentukan keberhasilan dalam membangun sebuah bangsa. Dari dua aspek tersebut sangat Wati 22 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 penting untuk diperhatikan karena akan tercipta kondisi yang sinergis antara keduanya, sehingga keberadaan perusahaan dalam lingkungan setempat dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Seiring dengan berkembangnya jaman, masyarakat sudah banyak memiliki kesadaran dan menuntut kepada perusahaan yang mengelola sumber daya alam dan lingkungan, maka konsep tanggung jawab sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi bagian yang tidak terpisahkan hubungannya dengan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Akhir-akhir ini Coporate Social Responsibility (CSR) menjadi kewajiban perusahaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan sosial dan lingkungan alam, di mana perusahaan beroperasi. Dari beberapa perusahaan lainnya, ada juga yang belum mampu mengefektifkan pelaksanaan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Hal tersebut dapat dikarenakan beberapa faktor, yaitu diantaranya kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tidak mampu menarik simpati dan masyarakat kurang berpartisipasi untuk ikut melakukan sekaligus mensukseskan kegiatan dari program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan. Kesadaran tentang pentingnya mempraktikkan CSR ini menjadi tren global dengan semakin maraknya kepedulian mengutamakan stakeholders. Kemajuan teknologi informasi dan keterbukaan pasar, perusahaan harus secara serius dan terbuka mempraktekkan CSR. Perusahaan yang hanya berorientasi bisnis akan menghadapi tantangan karena baik secara langsung ataupun tidak langsung harus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya mulai dari input, proses hingga output. Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai sebuah gagasan menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan (corporate value) yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya (financial) saja. Tapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu juga memperhatikan masalah sosial dan lingkungan (Elkington, 1998). Konsep CSR dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Konsep pertama menyatakan bahwa tujuan perusahaan adalah mencari profit, sehingga CSR merupakan bagian dari operasi bisnis, sedangkan konsep kedua menyatakan bahwa tujuan perusahaan adalah mencapai laba (profit), menyejahterakan orang (people) dan menjamin kelangsungan hidup dari planet (planet). kedua konsep ini sangat berbeda. pendekatan pertama diwakili ole The Philantropic Way yang menyatakan bahwa CSR merupakan bagian dari operasi bisnis bukan merupakan tujuan perusahaan. pendekatan ini banyak diterapkan di Amerika. pendekatan kedua diwakili oleh The Business Way yang memberikan pandangan berbeda yaitu penerapan Wati 23 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 konsep ini di Negara Uni Eropa mengacu pada definisi dari Global Compac Initiative (GCI) (2002) yang dikenal dengan konsep 3P yaitu: People (health, safety, and welfare), Profit (efektivity, efficiency, flexibility and creativity), dan planet (environmental quality and disturbances) (kodrat,2009:261). Sekarang ini, banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk membuat sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tidak asal-asalan, perusahaan melihat dan melakukan sebuah penelitian tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya bagi masyarakat disekitar. Sehingga perusahaan mendapatkan pengetahuan dan informasi mengenai kebutuhan yang dibutuhkan, baik kebutuhan ekonomi, sumber daya manusia ataupun yang menjadi kendala bagi masyarakat sekitar. masyarakat di sekitar perusahaan merupakan pihak yang terpenting untuk memperoleh apresiasi. Apresiasi itu sendiri dapat berbentuk peningkatan kesejahteraan hidup melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan melalui kegiatan CSR. Dalam penerapannya, umumnya perusahaan akan melibatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai objek maupun sebagai subjek program CSR. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah salah satu pihak yang cukup berpengaruh dalam menjaga eksistensi suatu perusahaan. Masyarakat adalah pihak yang paling merasakan dampak dari kegiatan produksi suatu perusahaan, baik itu dampak positif ataupun negatif. Dampak ini dapat terjadi dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun lingkungan (Dalam penelitian Mapisangka, 2009 ). Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampauan perusahaan tersebut) Sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat sekitar dengan melakukan community development justru membuat jarak antara perusahaan dengan masyarakat. Jika ada program yang dilakukan perusahaan, biasanya dalam bentuk charity atau sumbangan sosial yang hanya bersifat sesaat dan berdampak sementara. Dengan konsep charity kapasitas dan akses masyarakat tidak berubah dari keadaan semula. Charity merupakan merupakan bagian kecil dari program CSR yang kurang tepat sasaran karena tidak dapat merubah keadaan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan. Sehingga CSR diharapkan lebih mampu membantu menciptakan keseimbangan antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, sehingga didapatkan rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini, bagaimanakah analisis bentuk pertanggungjawaban sosial pada PT.TELKOM INDONESIA,Tbk dan Bagaimana pengaruhnya terahadap kesejahteraan masyarakat? Wati 24 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat Aspek Akademis.Aspek Praktis,Aspek Teoritis. Kegunaan Aspek Akademis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu sumbangan data empiris dalam ilmu akuntansi yang membahas pertanggungjawaban sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Kegunaan Aspek Praktis, Dengan danya penelitian ini, diharapkan dapat menghimpun informasi sebagai bahan sumbangan pemikiran bagi PT.TELKOM INDONESIA,Tbk sehingga dapat membantu perusahaan dalam menentukan kebijakannya dimasa yang akan datang dalam usaha perbaiakn, khususnya dalam menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR). Kegunaan Aspek Teoritis, Hasil penelitian ini memberikan bahan pengetahuan dan memberikan sumbangan yang positif terhadap ilmu pengetahuan sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang ingin meneliti lebih lanjut khususnya mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Teory triple bottom line Theory triple bottom line, teori ini memberi pandangan bahwa jika sebuah perusahaan ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka perusahaan tersebut harus memperhatikan “3p”. selain mrngejar keuntungan (profit) perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat pada pemerintahan,kesejahteraan masyarakat (people) dan turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet). 1. Profit, Perusahaan harus tetap berorientasi untuk mencari keuntungan ekonomi yang memungkinkan untuk terus beroperasi dan berkembang. 2. People, Perusahaan harus memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan manusia. tanggung jawab utama yaitu terhadap karyawan, konsumen dan masyarakat. Beberapa perusahaan mengembangkan program CSR seperti member beasiswa bagi pelajar sekitar perusahaan, pendirian sarana pendidikan dan kesehatan, penguatan kapasitas ekonomi lokal. 3. Plannet, Perusahaan peduli terhadap lingkungan hidup dan keberlanjutan keragaman hayati. Beberapa program CSR yang berpijak prinsip biasanya berupa penghijauan lingkungan hidup, penyediaan air bersih, perbaikan pemukiman, pengembangan pariwisata. METODE PENELITIAN Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif dan kuantitatif, sumber data yang digunakan yaitu data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data CSR oleh PT.TELKOM INDONESIA,Tbk sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini seluruh data CSRPT.TELKOM INDONESIA,Tbk pada tahun 2012-2016. Wati 25 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian inI adalah Riset Kepustakaan, Data observasi, dan Dokumentasi, metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan atau mendokumentasikan data sekunder yang dibutuhkan seperti laporan keuangan. Untuk membuktikan hipotesis dan menganalisis maslah pokok dalam penulisan penelitian ini maka metode analisis yang penulis gunakan adalah: Metode indeks pengungkapan oleh Sembiring (2005), dan Rahmawati (2010), yaitu pengungkapan tanggungjawab sosial perusahaan dengan menhitung indeks pengungkapan yang terpenuhi: IP = n/k Keterangan: IP : Indeks Pengungkapan n : jumlah butir pengun gkapan yang dipenuhi k : jumlah semua butir pengungkapan yang mungkin dipenuhi HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang diperoleh dari PT.TELKOM INDONESIA,Tbk tentang Corporate Social Responsibility merupakan bagian-bagian dari kegiatan perusahaan dalam menjalankan operasinya dan pencapaian tujuan. Namun apakah PT.TELKOM INDONESIA,Tbk sudah menerpakan pertanggungjawaban sosial. Data pengungkapan program tanggungjawab sosial perusahaan PT.TELKOM INDONESIA,Tbk periode 2012-2016.Mengingat masih sedikitnya perusahaan di indonesia yang mengungkapkan tanggungjawab sosial perusahaan dalam bentuk sustainability reporting, maka penelitian inipun terbatas hanya pada data-data yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari website resmi PT,TELKOM INDONESIA,Tbk. Data pengungkapn tanggungjawab sosial perusahaan PT.TELKOM INDONESIA,Tbk periode 2012-2016. Dari data tersebut diperoleh bahwa PT.TELKOM INDONESIA,Tbk periode 2012-2016 terdapat kegiatan Program Tanggungjawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan yaitu program kemitraan dan program bina lingkungan. Adapun hasil dari tahun 2012-2016 tentang Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai berikut: Bentuk Program CSR PT.TELKOM INDONESIA, Tbk. Dalam Bidang Kemitraan Tahun 2012-2015 (Rp Miliar) Wati 26 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Tahun No Sektor usaha 2012 2013 2014 2015 2016 1 Industry 52,56 20,99 70,50 56,37 60,97 2 Perdagangan 148,85 62,85 206,22 193,97 203,48 3 Pertanian 58,41 2,43 6,72 6,77 7,18 4 Peternakan 12,11 4,90 14,83 12,81 13,29 5 Perkebunan 4,97 2,05 6,36 5,56 5,40 6 Perikanan 8,61 3,48 9,75 9,21 7,97 7 Jasa 55,77 20,99 70,27 55,32 61,52 8 Lain-lain 2,59 0,52 11,77 0,95 1,16 Jumlah 343,87 118,21 396,42 340,96 360,92 Bentuk Program CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk. Dalam Lingkungan Tahun 2012-2015 (Rp.Milyar) Bidang Bina Tahun No Jenis bantuan 1 Bantuan Korban Bencana Alam 2012 2013 2014 2015 2016 1,41 1,40 4,37 1,30 0,94 19,96 20,19 40,83 41,15 35,68 7,80 5,37 8,49 1,47 10,42 Pengembangan 2 pendidikan dan pelatihan Pengembangan fasilitas 3 kesehatan dan masyarakat Wati 27 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari 4 5 Pengembangan fasilitas umum Pembangunan dan perbaikan sarana ibadah ISSN 2339-1502 6,20 5,54 9,43 15,74 13,37 7,21 13,28 16,23 8,47 10,62 6 Pelestarian lingkungan 9,56 0,50 0,80 0,75 0,91 7 Bantuan BUMN peduli 0,59 - - 0,01 - - 6,63 1,04 3,52 1,64 - - - 3,52 8,39 52,7 53,75 81,19 72,41 81,97 8 9 Pengentasan kemiskinan Peningatan kapasitas Jumlah Pada data di atas yang merupakan data CSR PT.Telkom Indonesia,Tbk periode 2012-2016 ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari website resmi Pt.Telkom Indonesia,Tbk. Bentuk CSR yang diterapkan PT. Telkom Indonesia,Tbk tahun 2012 dari kegiatan bidang kemitraan dan bina lingkungan yaitu sebesar Rp 343,87 Miliyar dan Rp 52,7 Miliyar. Kemudian tahun 2013 dana yang dikeluarkan untuk kegiatan bidang kemitraan dan bina lingkungan yaitu sebesar Rp 118,21 Miliyar dan Rp 53,75 Miliyar. Tahun 2014, PT. Telkom Indonesia, Tbk mengeluarkan dana melaksanakan kegiatan bidang kemitraan dan bina lingkungan yaitu sebesar Rp 396,42 Miliyar dan Rp 81,19 Miliyar. Lalu pada tahun 2015 dari kegiatan bidang kemitraan dan bina lingkungan PT. Telkom mengeluarkan dana sebesar Rp 340,96 Miliyar dan Rp 72,41 Miliyar. Dan pada tahun 2016 perusahaan tersebut menyalurkan dana di kegiatan bidang kemitraan dan bina lingkungan yaitu sebesar Rp 360, 92 Miliyar dan Rp 81,97 Miliyar. Analisis Pengungkapan Tanggungjawab Sosial Perusahaan Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dalam penerapan CSR pada objek penelitian ini menggunakan alat analisis pengungakapan dengan rumus sebagai berikut, Sembiring (2005) dan Rahamawati (2010): IP=n/k Wati 28 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Keterangan : IP : Indeks Pengungkapan n : jumlah butir pengungkapan yang diharapkan k : jumlah semua butir pengungkapan yang dipenuhi. Berikut adalah tabel pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.TELKOM INDONESIA, Tbk. Item Pengungkapan Tahun NO Bidang kemitraan 2012 2013 2014 2015 2016 1 Industri 1 1 1 1 1 2 Perdagangan 1 1 1 1 1 3 Pertanian 1 1 1 1 1 4 Peternakan 1 1 1 1 1 5 Perkebunan 1 1 1 1 1 6 Perikanan 1 1 1 1 1 7 Jasa 1 1 1 1 1 8 Lain-lain 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Bidang Bina Lingkungan 9 10 11 12 Bantuan Korban Bencana Alam Pengembangan pendidikan dan pelatihan Pengembangan fasilitas kesehatan dan masyarakat Pengembangan fasilitas umum Wati 29 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari 13 Pengembangan dan perbaikan sarana ibadah ISSN 2339-1502 1 1 1 1 1 14 Pelestarian lingkungan 1 1 1 1 1 15 Bantuan BUMN peduli 1 0 0 1 0 16 Pengentasan kemiskinan 0 1 1 1 1 17 Peningkatan kapasitas 0 0 0 1 1 15 15 15 17 16 Jumlah Tabel di atas menunjukan total pengungkapan yang terjadi selama lima tahun dengan jumlah pengungkapan CSR PT.Telkom Indonesia,Tbk berjumlah 17 butir prngungkapan dari kegiatan bidang kemitraan dan kegiatan bidang bina lingkungan. Dimana pada tahun 2012,2013,dan 2014 sebanyak 15 butir pengungkapan, lalu pada tahun 2015 sebanyak 17 butir pengungkapan dan kemudian pada tahun 2016 sebanyak 16 butir pengungkapan. Pengaruh pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR Pada PT. TELKOM INDONESIA,Tbk Terhadap Kesejahteraan masyarakat Dari tahun-tahun PT.TELKOM INDONESIA Tbk,telah melakukan berbagai program dan kegiatan yang sejalan dengan tujuan pembangunan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian data yang disediakan oleh perusahaan, dalam hal pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PT TELKOM INDONESIA,Tbk terhadap masyarakat dapat digambarkan dari program dan kegiatan di berbagai bidang yang mempunyai misi dan fokus yang berbeda-beda. Adapun bentuk pengaruh tersebut antara lain: 1. Bidang Sosial Pada bidang sosial PT.TELKOM INDONESIA,Tbk sejak tahun 1951 telah melaksanakan program dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah perusahaan beroperasi. PT.TELKOM INDONESIA,Tbk menempatkan perusahaan sebagai anggota masyarakat karena keberadaannya dalam tatanan masyarakat dan berupaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bermartabat. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk di bidang sosial memberi pengaruh terhadap masyarakat dalam hal peningkatan kualitas kesehatan masyarakat diberikan Telkom dalam bentuk program Disability Care bekerja sama dengan Kick Andy Foundation, pencegahan penyakit rabies di Ambon, pembagian sembako Ramadhan di 29 Wati 30 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Kota/Kabupaten se-Indonesia sebanyak 29.000 paket, santunan 3.000 anak yatim piatu dan pemotongan 497 hewan kurban. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk di bidang sosial Melalui bantuan pengentasan kemiskinan, Telkom berharap dapat mengangkat taraf hidup masyarakat miskin baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan. Bantuan yang diberikan berupa bedah rumah pensiunan sebanyak 10 rumah dan santunan panti asuhan. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PELKOM di bidang sosial dengan Bantuan Pendidikan Dan Pelatihan juga berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi digital dan mengembangkan ekonomi digital. Melalui program bantuan ini, Telkom menyediakan fasilitas Pustaka Digital (PADI) dan melaksanakan Program My Teacher My Hero serta membangun Fasilitas BroadbandLearning Center (BLC) dan Creative Camp.Selain itu, juga melalui kegiatan penangananbencana alam bagi masyarakat Korban bencanaAlam untuk keamanan masyarakat di jawabarat dan banjir di bandung selatan serta gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya Aceh. 2. Bidang Lingkungan Pada bidang lingkungan, PT Djarum malaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR melalui program dan kegiatan antara lain penghijauan seperti pelestarian hutan bakau dengan menanam benih mangrove di Pantai Utara Jawa tepatnya di Pantai Mangunharjo Kecamaran Tugu, Kota Semarang dan penghijauan kembali di seputaran Danau Toba. Lokasi penghijauan kawasan Danau Toba di Sibatu Ni Loteng, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Selasa sebanyak 50 ribu pohon di lahan seluas 10 Ha. Pengembangan prasarana dan sarana umum dilaksanakan di bidang sarana dan prasarana telekomunikasi, dengan mempertimbangkan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan perekonomian setempat. Bantuan tersebut antara lain berupa penyediaan Lorong Garden di Makassar. Pelaksanaan kegiatan tersebut memberi pengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan meningkatnya kualitas lingkungan sekitar. Ini dibuktikan dengan pengamatan terhadap laporan pelaksanaan kegiatan tersebut dan juga hasil dari pelaksanaan program dan kegiatan di bidang lingkungan. Wati 31 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 3. Bidang Budaya dan keagamaan Bidang budaya dan keagamaan PT TELKOM INDONESIA,Tbk pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR melalui program Telkom Apresiasi Budaya yang telah berjalan sejak tahun 1992 dengan berbagai kegiatannya untuk mendukung semangat kreatif masyarakat serta membangun hubungan kerjasama dalam usaha-usaha meningkatkan apresiasi terhadap hasil budaya Indonesia seperti perbaikan maupun pembangunan sarana ibadah di seluruh wilayah kerja Perseroan. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa bantuan pembangunan masjid, pembangunan gereja dan pembangunan pura. Pada tahun 2016, Telkom menyalurkan bantuan sarana ibadah berupa renovasi antara lain Masjid Al Ikhlas Waisai di Raja Ampat dan Gereja GKPS Sipingan Panei Tonga, Pematang Siantar. Terkait penjelasan di atas terlihat pengaruh positif dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PT TELKOM INDONESIA,Tbk selama ini yang terwujud dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang sosial, lingkungan, budaya dan keagamaan secara keseluruhan hal tersebut telah berpengaruh positif. Indeks Pengungkapan Program CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk Periode 20122016 sebagai berikut: 1. Tahun 2012 Ip=n/k=15/17=0,88 2. Tahun 2013 Ip=n/k=15/17=0,88 3. Tahun 2014 Ip=n/k15/17=0,88 4. Tahun 2015 Ip=n/k=17/17=1 5. Tahun 2016 Ip=n/k=16/17=0,94 Indeks pengungkapan PT.TELKOM INDONESIA,Tbk tahun 2012 ,2013,2014 mencapai 88% dengan tidak terlaksananya dua kegiatan pada bidang bina lingkungan pertahunnya. Lalu pada tahun 2015 indeks Pengungkapan PT.TELKOM INDONESIA,Tbk meningkat dan mencapai sebesar 100% dengan terlaksananya semua kegiatan baik bidang kemitraan dan maupun bidang bina lingkungan. Dan kemudian tahun 2016 mengalami penurunan indeks Wati 32 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 pengungkapannya tahun 2016 sebesar 94% dengan tidak terlaksananya satu kegiatan bina lingkungan. Ini berarti semua pengungkapan CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk sangat bagus dibidang kemitraan karena semua kegiatan di tiap tahun terlaksana. Dan dalam bidang kegiatan bina lingkungan pun sudah bagus karena pada tahun 2015 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dan dimana tahun 2015 semua kegiatan 100% sudah terlaksan sangat bagus. Sedangkan tahun 2016 sebesar 94% berada diatas batasan indeks pengungkapan dan menunjukan pengungkapan CSR yang bagus. Hal ini menunjukkan indeks pengungkapan pada program tersebut terbilang baik karena adanya peningkatan dari tahun ketahun. Hasil penelitian ini bahwa dalam pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan pada PT.TELKOM INDONESIA,Tbk terdapat bentuk pertanggungjawaban sosial dan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat (hipotesis diterima). Bentuk pertanggungjawaban sosial terhadap kesejahteraan masyarakat yang terpenuhi selama lima tahun yaitu Bantuan korban bencana alam, pengembangan pendidikan dan pelatihan, pengembangan fasilitas kesehatan dan masyarakat, pengembangan fasilitas umum, pengembangan sarana ibadah,dan pelestarian lingkungan. Adapun pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk secara keseluruhan telah memberikan pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat, baik itu masyarakat di sekitar daerah perusahaan beroperasi maupun terhadap masyarakat Indonesia secara umum. Hal ini terwujud dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat yang mencakup berbagai bidang antara lain, sosial,Lingkungan,Budaya dan keagamaan. Penelitian ini sesuai dengan Teory Triple Bottom Line (Elkingstone,1998) dimana theory ini memberi pandangan bahwa jika sebuah perusahaan ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka perusahaan tersebut harus memperhatikan “3p”. selain mengejar keuntungan (profit) perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat pada pemerintahan,kesejahteraan masyarakat (people) dan turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet). CSR juga mempunyai dampak positif bagi Perusahaan dan masyarakat yang menerapkan CSR yaitu: 1. Dengan memperhatikan lingkungan, perusahaan dapat ikut berpartisipasi dalam usaha pelestarian lingkungan demi terpeliharanya kualitas hidup. 2. Dengan memperhatikan masyarakat, perusahaan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Wati 33 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari 3. ISSN 2339-1502 Meningkatkan Citra Perusahaan, Dengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat. 4. Menghasilkan Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengaruh Perusahaan, Memilih kegiatan CSR yang sesuai dengan kegiatan utama perusahaan memerlukan kreativitas. Merencanakan CSR secara konsisten dan berkala dapat memicu inovasi dalam perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran dan posisi perusahaan dalam bisnis global. Tanggung jawab sosial perusahaan pada era tahun 1970-an dan 1980-an pada dasarnya tidak begitu peduli terhadap sebagian besar komunitas di wilayah sekitar perusahaan. Hal ini banyak disebabkan oleh perusahaan lebih menggunakan aturan-aturan nasional dan menganggap aturan- aturan yang ada dalam komunitas lokal harus mengikuti aturan-aturan nasional. Perusahaan dalam aktivitasnya pada masa lalu lebih banyak bergerak dalam konteks mengupayakan keuntungan bagi perusahaan itu sendiri dan lebih banyak mewajibkan untuk melakukan recovery terhadap lingkungan. Hal ini berkaitan dengan keberadaan perusahaan di remote area, sehingga tanggung jawab sosial yang diberikan oleh perusahaan terhadap komunitas yang ada disekitarnya lebih banyak bersifat charity dan kecenderungan pola pemukiman bagi karyawan dan kerabatnya terlepas sama sekali dengan komunitas lokal yang ada di sekitarnya. Hal tersebut memperlihatkan adanya kantung- kantung pemukiman atau enclave di dalam pemukiman masyarakat lokal. Kecenderungan pemisahan pola pemukiman ditunjang oleh adanya pola hidup yang berbeda antara komunitas perusahaan dengan komunitas lokal, sehingga kondisi ini memunculkan terjadinya kecemburuan sosial dari komunitas lokal terhadap komunitas perusahaan. Kecemburuan ini dapat memuncak dalam bentuk konflik apabila terdapat kesalahan pengelolaan dari komunitas perusahaan terhadap lingkungannya pada komunitas lokal. Seringkali komunitas lokal yang ada di sekitar wilayah perusahaan diperhatikan secara minimal. Pengeluaran untuk pembangunan masyarakat terkadang hanya bersifat formalitas tanpa dilandasi semangat untuk memandirikan sekitar wilayah perusahaan diperhatikan secara minimal. Pengeluaran untuk pembangunan masyarakat terkadang hanya bersifat formalitas tanpa dilandasi semangat untuk memandirikan masyarakat dengan memberikan sumbangan-sumbangan pada perayaanperayaan tertentu di lingkungan masyarakat sekitar perusahaan. PENUTUP Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi tanggungjawab sosial. PT.TELKOM INDONESIA,Tbk terhadap kesejahteraan Wati 34 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 masyarakat dikatan sudah baik. Pada tahun 2015 indeks pengungkapan PT. TELKOM INDONESIA,Tbk mencapai persentase 100% dengan terlaksananya semua bidang kemitraan dan program bina lingkungan. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan PT.TELKOM INDONESIA,Tbk untuk bidang kemitraan dan bidang bina lingkungan dari tahun 2014, 2015 dan 2016 mengalami peningkatan dari tahun 2012,2013 mengalami penetapan persentase sebesar 88%. Pengungkapan Corporate social Responsibility (CSR) pada PT. TELKOM INDONESIA,Tbk dari semua bidang terbilang bagus dikarnakan indeks pengunkapan melebihi batasan indeks 50%. pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan/ CSR PT.TELKOM INDONESIA,Tbk secara keseluruhan telah memberikan pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat, baik itu masyarakat di sekitar daerah perusahaan beroperasi maupun terhadap masyarakat Indonesia secara umum. Hal ini terwujud dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat yang mencakup berbagai bidang antara lain, sosial,Lingkungan,Budaya dan keagamaan. DAFTAR PUSTAKA Andi, Kurnianto 2011. Pengaruh akuntansi pertanggungjawaban social terhadap keuangan perusahaan. Semarang: Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro Angreini, ft. R. R.2006. Pengaruh informasi sosial dan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengunkapan infirmasi sosial dalam laporan keuangan tahunan. Symposium nasional akuntansi IX. Padang, 23-26 Agustus. Ardianto, 2011. Efek kederamawaan bisnis dan Corporate Social Responsibility. Jakarta: Elex media komputindo. Elkington, John 1998. Canibals With Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business, Gabriola Island, BC: New Society Publishers. Famiola, Rudito. 2013, Corporate Social Responsibility (CSR). Rekayasa Sains Hadi. 2011. Corporate Social Responsibility (CSR) edisi pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hafzan. 2013. Analisis implementasi program Corporate Social Responsibilitypada Pt. Pg. Rajawali 1 unit pg. Krebet baru malang Imran Maharani. 2012. Peran public relations pada program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka meningkatkan citra positif perusahaan. Jurnal 9 (1). universitas islam 45 Bekasi. Jumiarti. 2005. Pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan corporate social responsibility dan good corporate governance sebagai variabel permoderasi. Semarang: fakultas ekonom.universitas Dipenogoro. Wati 35 | 36 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Kodrat, David Sukardi. 2009. Manajemen strategik: membangun keunggulan bersaing era global di Indonesia berbasis kewirausahaan. Yogyakarta: Graham Ilmu Kurniati, Rahmatullah. 2011 pedoman praktis pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR). Jogjakarta: Samudra Biru. Kusniadji, Herman. 2011. Mengkomunikasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan citra perusahaan. Jurnal Universitas Tarumanegara. Lucy Sumardi. 2007. Corporate social responsibility (CSR) dan kinerja keuangan. Bogor. Fakultas ekonomi. Universitas Indonesia. Machfudz, Ardianto. 2011. Efek kedermawaan pebisnis dan CSR. Jakarta: Alex Media Komputindo. Mapisangka, Andi, 2009. Implementasi CSR Terhadap Kesejahteraan Hidup Masyarakat. JESP (1) 1. Maulana, M.Reza. 2009. “Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Rekayasa Industri Terhadap Pengembangan Masyarakat”. Michell, Suharly. 2004. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jakarta: fakultas Ekonomi. Universitas Katolik Indonesia Atmajaya. Putra,rizal. 2009. Audit. Jakarta: Salemba Empat. Rahmawati. 2010. Pengaruh profabilita, presentase kepemilikan, komite audit dan budaya terhadap pengungkapan tanggungjawab sosial pada laporan keuangan tahunan perusahaan tambang di Indonesia. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Subejo dan Supriyanto (2004). Metodologi Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat,Kuliah Intensif Pemberdayaan Pedesaan (Sorem) Dewan Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Gajah Mada. Suharto. 2008. Tanggungjawab Sosial Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat. Syahputra, Edi. 2008. Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Masyarakat Lingkungan PTPN IV (Studi Pada Unit Kebun Dolok Ilir Kabupaten Simalungun”. Universitas Sumatera Utara. Yeremi, A.P. 2008. Risiko Hukum & Bisnis Perusahaan tanpa CSR. PT. Jakarta: Percetakan Penebar Swadaya. Wati 36 | 36