KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2017-2021 Bustanul Ulum1, Yohanis Ngailu Jowa2 Program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gresik Email: bustanululum46@gmail.com, jowajohan03@gmail.com Article Info Abstract Article history: Submitted: 15 October 2023 Revised: 13 December 2023 Accepted: 14 Januari 2024 Purpose: This study aims to examine and prove the effect of total asset turnover (TATO), current ratio (CR), net profit margin (NPM), debt to asset ratio (DAR), and dividend payout ratio (DPR) on profit growth in manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2017 to 2021. The study specifically focuses on companies within the food and beverage subsector. Design/Methodology/approach: This study employs a quantitative research design with multiple linear regression analysis. The sample consists of 9 food and beverage companies listed on the IDX between 2017 and 2021. The variables in this study include Total Asset Turnover (X1), Current Ratio (X2), Net Profit Margin (X3), Debt to Asset Ratio (X4), and Dividend Payout Ratio (X5). Data were collected from secondary sources, specifically annual financial reports of the selected companies. Statistical analysis was conducted using SPSS software to determine the impact of these variables on profit growth. Findings: Total Asset Turnover (TATO) has a significant positive effect on profit growth. Current Ratio (CR) has no significant effect on profit growth. Net Profit Margin (NPM) has no significant effect on profit growth. Debt to Asset Ratio (DAR) has no significant effect on profit growth. Dividend Payout Ratio (DPR) has a significant positive effect on profit growth. Simultaneously, Total Asset Turnover (TATO), Current Ratio (CR), Net Profit Margin (NPM), Debt to Asset Ratio (DAR), and Dividend Payout Ratio (DPR) do not significantly affect profit growth when analyzed together. Research Implications: The results suggest that companies should focus on improving asset turnover and dividend policies to boost profit growth. This research provides insight into the factors that can influence profit growth in the food and beverage sector. Originality / Value: This study contributes to the existing literature by providing an updated analysis of the effect of financial ratios on profit growth, specifically within the Indonesian manufacturing sector, with a focus on the food and beverage subsector. By analyzing multiple financial indicators, this research provides valuable insights for financial managers and investors seeking to optimize company performance. Keywords: Total Assets Turnover, Current Ratio, Net Profit Margin, Debt to Assets Ratio, Dividend Payout Ratio, Profit Growth Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 123 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX PENDAHULUAN Pada tahun 2020 indonesia mengumumkan kasus pertama infeksi covid-19. Sejak itu segala Upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi dampak virus covid-19. Dengan adanya pandemic ini berdampak pada semua sector. tidak hanya pada sektor Kesehatan saja yang berdampak tetapi berdampak negative pada ekonomi terutama sektor food and beverage di Indonesia. Ekonomi terpuruk dikarenakan terbatasnya kegiatan masyarakat oleh pemerintah untuk mencegah virus yang beredar dimasyarakat akibatnya beberapa perusahaan terutama perusahaan food and beverage mengalami penurunan pendapatan sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan laba. Tujuan mendirikan perusahaan manufaktur di industri makanan dan minuman dipilih untuk proyek ini karena alasan berikut: industri makanan dan minuman secara luas dianggap memiliki potensi untuk berfungsi sebagai alat yang berkontribusi pada kemajuan kesejahteraan dan keadilan sosial perkembangan. Menurut yusuf (2021) Rasio keuangan kategori: rasio profitabilitas, rasio aktivitas, rasio likuiditas, dan rasio solvabilitas. Hubungan antara pendapatan dan ukuran perusahaan juga dapat diperkuat. Menurut penelitian Chandra & Venessa( 2019 ) menegaskan bahwa rasio aktivitas dapat dinyatakan sebagai perputaran aset total. Salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan adalah dengan menghitung perputaran total asetnya, yaitu jumlah rupiah penjualan yang dapat diharapkan dari seluruh aset perusahaan. Salah satu hasil penelitian mengenai current ratio yang di lakukan oleh Ma’num & Handayani (2019) dan Puspasari et al., (2017) Ia berpendapat bahwa rasio lancar memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba sementara secara simultan tidak berpengaruh. Profitabilitas merupakan rasio yang menilai seberapa baik kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dan seberapa baik mengelola sumber dayanya (Kesaulya dan Febriany, 2018:114). Rasio solvabilitas menurut (Syafril, 2021) adalah rasio statistik yang mengevaluasi kapasitas perusahaan untuk memenuhi komitmen langsung dan jangka panjangnya kepada pelanggannya Deviden adalah pembagian laba yang diperoleh perusahaan kepada para pemegang saham yang sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki. Deviden dapat berupaya uang tunai maupun saham. Pertumbuhan laba penjualan adalah kenaikan penjualan sementara yang mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi keuangannya dalam menghadapi ekspansi ekonomi dan sektor bisnisnya. (Kasmir, 20118:34) Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Rasio Keuangan dan Kebijakan Deviden Terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan yang terdaftar dibursa efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2021” Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 124 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX LANDASAN TEORI Teori Agensy (Agency Theory) Supriyono, (2018) mengatakan bahwa teori keagenan ialah hubungan yang jelas dengan principal (pemberi kontrak) dan agen (penerima kontrak). Dalam hal ini principal merupakan pemilik modal (owner) sedangkan agent merupakan manajemen yang diberi kewenangan dalam pengambilan keputusan. Sehingga manajemen menjadi pengolah perusahaan,manajer memiliki kewajiban memberi informasi tentang keadaan perusahaan kepada pemilik. Teori Sinyal (Signalling Theory) Teori sinyal (signalling theory) memberikan gambaran pentingnya suatu informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk keputusan investasi para investor. Isyarat atau sinyal adalah suatu Tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberikan petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang proyek perusahaan (Brigham dan Houston, 2004) dalam (Chairunesia, dkk 2018) laba merupakan sinyal yang diberikan oleh perusahaan kepada para pengguna laporan keuangan Laporan Keuangan (kasmir 2018: 7) laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Rasio Keuangan Menurut Kasmir (2018:104), “rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angkaangka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan. Kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode” Kebijaka Dividen Keuntungan dari korporasi pada dasarnya dapat disimpan atau dibayarkan sebagai deviden. Dalam situasi ini, kapan perusahaan harus membagi labanya atau kapan perusahaan kapan harus ditahan dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan. Sesuai yang ditetapkan perusahaan, pembagian deviden bervariasi untuk setiap periode (Husnan, 2019 :44). Pertumbuhan Laba pertumbuhan laba mencerminkan perubahan tingkat kenaikan atau penurunan yang dialami oleh perusahaan tersebut (saofyan 2018:310). Mahmudah & Mildawati (2021) mengatakan bahwa semakin tinggi pertumbuhan laba di perusahaan tersebut maka menunjukan semakin baik kinerja KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX yang dilakukan perusahaan dalam mengelola aktivitas perusahaannya, sehingga pihak eksternal memiliki ketertarikan dalam menanamkan modalnya Hipotesis H1: diduga rasio aktivitas yang diproksikan dengan TATO berpengaruh terhadap pertimbuhan laba. H2: diduga rasio likuiditas yang diproksikan dengan current ratio berpengaruh terhadap pertumbuhan laba H3: diduga rasio prifitabilitas yang diproksikan dengan NPM berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. H4: diduga rasio solvabilitas yang diproksikan dengan DAR berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. H5: diduga kebijakan deviden yang diproksikan dengan deviden payout ratio berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. H6: diduga rasio keuangan dan kebijakan dividen berpengaruh secara simultan terhadap pertumbuhan laba. METODE PENELITIAN Lokasi dan jenis penelitian Penelitian ini mengenai Perusahaan-perusahaan food and beverage yang terdaftar dibursa efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dimana penelitian ini menghasilkan data yang bebentuk angka yang diolah dikomputer menggunakan program SPSS vesri 25. Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 126 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Tabel 1 daftar sampel Perusahaan N0. 1 Kode Perusahaan BUDI Nama Perusahaan BudiStarch& Sweetener Tbk 2 CAMP CampinaIceCreamIndustryTbk 3 CEKA Wilmar CahayaIndonesia Tbk 4 DLTA DeltaDjakartaTbk 5 ICBP Indofood Sukses Makmur Tbk 6 INDF Indofood Sukses Tbk 7 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk 8 MYOR Mayora Indah Tbk 9 ROTI Nippon Indosari Corpindo Tbk Sumber: www.idx.co.id, Indikator Variabel Penelitian. Tabel 2 indikator penelelitian No. Variabel Total aset turnover (TATO) Rasio aktivitas Current rasio (rasio lancar) (CR) Debt to aset rasio (DAR) net profit margin (NPM) Indikator pengukuran 5 Deviden pay out rasio (DPR) Deviden Payout Ratio = 𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑥 100% 6 Pertumbuhan laba Pertumbuhan laba = 1 2 3 4 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 Tato= 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑥 100% 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑥 100% 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 Debt to Assets Ratio= 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑥 100% Net Profit Margin = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑥 100% 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑡 −𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑡−1 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑡−1 𝑥 100 Definisi Operasional Variabel Menurut Grahita (2017:82) defenisi operasional variabel merupakan fenomena yang diukur karena memiliki nilai dan kategori. Variabel independen dalam penelitian ini adalah total aset turnover (X1), current ratio (X2), net profit margin (X3), dan deviden pay out rasio (X4) ,debt to aset rasio Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Pertumbuhan Laba (Y). Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini peneliti melakukan beberapa tahap dalam mengumpulkan data agar data yang diperoleh terlampir dengan jelas dan lengkap. Untuk memperoleh data yang akurat Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 127 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan yang dikeluarkan setiap Perusahaan melalui www.idx.id.com maupun website Perusahaan lainya. Uji analisis data Masalah penelitianlah yang menentukan pengumpulan data. Bergantung pada tingkat kesulitan masalah yang sedang ditangani, penelitian yang dilakukan seringkali menggabungkan berbagai faktor yang berbeda. (Sugiyono, 2017). Uji statistik deskriptif Pemanfaatan statistik deskriptif menjadi pilihan bagi peneliti yang berencana untuk memberikan penjelasan atas data yang diperoleh dari salah satu variabel yang diteliti. Frekuensi dan rata-rata adalah dua contoh metrik deskriptif yang sering digunakan dalam mendeskripsikan data penelitian (Sugiyono, 2017). Uji asumsi klasik a) Normalitas Untuk mengetahui tujuan menentukan apakah residual mengikuti distribusi normal atau tidak, teknik regresi grafis (plot p normal) dan uji satu sampel Kolmogorov-Smirnov keduanya digunakan. (Sugiyono, 2017) b) Uji heteroskedastisitas Hal ini dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas. (Rosadi, 2012) c) Uji multikolinearitas Menurut krisnandi (2019) uji multikolinearitas adalah untuk menhitung model regresi apakah ada temuan korelasi antar variabel bebas, multikolinearitas pada model regresi dapat diketahui dengan pengujian nilai toleransi dan nilai variance inflation factor (VIF). d) Uji autokorelasi Menurut Ghozali (2018:111) Tujuan dari uji autokorelasi adalah untuk menentukan apakah kesalahan perancu pada periode t berhubungan secara linear dengan kesalahan perancu pada periode t1 (periode sebelumnya). e) Uji linearitas Priyanto (2018:78) menjelaskan apabila nilai signifikan > 0,05 (pada kolom deviation for linearity) maka dua variabel tersebut dikatakan memiliki hubungan linear. Uji regresi linear berganda Analisis ini berfungsi untuk menguji sejauh mana hubungan sebab akibat antara Variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), Persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut :(Rosadi, 2012) Uji hipotesis a. Uji persial (uji t) Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 128 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Uji T bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh jika ada yang dimiliki oleh masing-masing variabel idependen secara independent terhadap variabel yang diuji . b. Uji simultan (uji F) Uji ini Bersama-sama dengan uji F berupaya mengidentifikasi secara simultan pengaruh dengan pengaruh variabel bebas terhadap variabel yang diuji (Rosadi, 2012) c. Uji determinasi (R2) Koefisien determinasi (R²) Dalam statistika R2 adalah koefisien determinasi, sering disebut sebagai koefisien determinasi berganda (r2), yang pada dasarnya sama. R sangat mirip dengan r, tetapi dengan beberapa pengecualian (termasuk regresi linier dasar), ini memiliki tujuan yang berbeda HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tato curren ratio net profit margin debt to aset ratio deviden payout ratio pertumbuhan laba Tabel 3 statistik deskriptif ca N Minimum Maximum 44 12 316 44 16 518 44 0 86 44 12 64 44 2 39 44 -9 13 Mean 109.70 175.98 14.73 38.32 17.27 2.32 Std. Deviation 71.085 129.512 16.775 17.231 11.195 4.936 Uji normalitas Tabel 4 uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences 44 .0471831 4.58764393 .122 .122 -.108 .122 .098c Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) Dari tabel 4.4 di atas disimpulkan bahwa nilai signifikasi hasil normalitas adalah 0,098 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data sudah terdistribusi secara normal. Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 129 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Uji Heteroskedastisitas Tabel 5 Heteroskedastisitas Coefficientsa Model (Constant) Tato curren ratio net profit margin debt to aset ratio deviden payout ratio a. Dependent Variable: Abs_Res Sig. .048 .929 .898 .954 .606 .257 Diketahui bahwa variabel x1, x2, x3, x4, x5 dan Y memiliki nilai signifikan diatas 0,05 atau > 0,05. Sehingga tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Toleranc e VIF .442 2.262 .442 2.263 .821 1.218 .827 1.209 .622 1.609 Model Total aset turnover curren ratio net profit margin debt to aset ratio deviden payout ratio Uji autokorelasi Model 1 R R Square Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Durbin-Watson .315a .099 -.019 5.086 1.978 Nilai DW berada diantara du < d < 4-du atau (1.7762 < 1.978 < 2,2238) maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini tidak terjadi hubungan autokorelasi atau bebas autokorelasi. Uji linearitas pertumbu Between han laba Groups * Tato (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total ANOVA Table Sum of Squares 872.470 13.825 858.645 df 36 1 35 219.167 1091.636 7 43 Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 130 Mean Square 24.235 13.825 24.533 31.310 F .774 .442 .784 Sig. .718 .528 .710 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX ANOVA Table Sum of Squares df pertumbuhan Between (Combined) 843.636 38 laba * curren Groups Linearity 16.284 1 ratio Deviation 827.352 37 from Linearity Within Groups 248.000 5 Total 1091.636 43 Mean Square 22.201 16.284 22.361 ANOVA Table Sum of Squares df pertumbuhan Between (Combined) 513.103 26 laba * debt to aset Groups Linearity 5.306 1 ratio Deviation 507.797 25 from Linearity Within Groups 578.533 17 Total 1091.636 43 Mean Square 27.597 84.453 25.228 F 1.237 3.784 1.130 Sig. .325 .068 .400 22.318 Mean Square 19.735 5.306 20.312 F .580 .156 .597 Sig. .898 .698 .883 Mean Square F Sig. 25 1 24 27.969 53.495 26.905 1.283 2.454 1.234 .296 .135 .327 18 43 21.801 ANOVA Table Sum of Squares df (Combined) 699.220 Linearity 53.495 Deviation 645.724 from Linearity Within Groups 392.417 Total 1091.636 Sig. .929 .591 .927 49.600 ANOVA Table Sum of Squares df pertumbuhan Between (Combined) 689.920 25 laba * net profit Groups Linearity 84.453 1 margin Deviation 605.467 24 from Linearity Within Groups 401.717 18 Total 1091.636 43 pertumbuhan Between laba * deviden Groups payout ratio F .448 .328 .451 34.031 Berdasarkan tabel linearitas diatas dapat diketahui bahwa TATO, CR, NPM, DAR dan dividen payout ratio (DPR) memiliki linearitas dan standar deviation from linearity lebih besar dari nilai sig 0,05. Hal ini diketahui bahwa TATO, CR, NPM, DAR dan dividen payout ratio memiliki hubungan yang linear terhadap pertumbuhan laba. Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 131 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Uji regresi linear berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics Std. B Error Beta t Sig. Tolerance VIF (Constant) 2.760 3.296 .838 .408 Total aset turnover .001 .016 .015 .067 .947 .442 2.262 curren ratio -.001 .009 -.018 -.080 .937 .442 2.263 net profit margin -.074 .051 -.245 -1.445 .157 .821 1.218 debt to aset ratio -.015 .050 -.050 -.297 .768 .827 1.209 deviden payout ratio .057 .088 .127 .650 .519 .622 1.609 Berdasarkan tabel diatas, maka regresi linear berganda dapat dapat disimpulkan sebagai berikut : Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X4 + b4X4 + b5X5 Y = 2.760 + 0.001 X1 – 0.001 X2 + 0.074 X3 - 0015 X4 + 0.057 X5 + e a) Konsistensi (a) Artinya nilai pertumbuhan laba (Y) sebesar 2.760 jika faktor Total Asset Turnover (X1), Current Rasio (X2), Net Profit Margin (X3), Dept to Asset Rasio (X4) dan Kebijakan Deviden (X5) tidak berubah b) Total asset Turnover (X1) terhadap Pertumbuhan Laba (Y) Jika variabel pendapatan turun 1%, peringkat pertumbuhan laba turun 0,001. Asumsikan bahwa semua variabel tetap konstan c) Current Rasio (X2) terhadap pertumbuhan Laba (Y) Jika variable CR naik 1%, peringkat pertumbuhan laba juga akan turun sebesar -001. Dimungkinkan untuk setiap peningkatan poinpersentase dalam dalam variabel CR dengan semua asuimsi semua faktor adalah sama. d) Net Profit Margin (X3) terhadap Pertumbuhan Laba (Y) Dengan asumsi tidak ada perubahan lain, penurunan NPM sebesar 1% akan menghasilkan peringkat -0.074 untuk pertumbuhan laba.dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan e) Dept to Asset Rasio (X4) terhadap Pertumbuhan Laba (Y) Jika variable DPR turun 1%, peringkat pertumbuhan laba akan turun sebesar -0.015 dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan f) Kebijakan Deviden (X5) terhadap Pertumbuhan Laba (y) Jika variabel Kebijakan Deviden turun 1%, peringkat pertumbuhan laba juga akan turun sebesar 0.057 dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan. UJI persial (uji t) Coefficientsa Model 1 (Constant) Tato curren ratio net profit margin debt to aset ratio deviden payout ratio t .838 .067 -.080 -1.445 -.297 .650 Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 132 Sig. .408 .947 .937 .157 .768 .519 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX 1) 2) 3) 4) 5) Untuk variabel Total Aset Turnover (X1) memiliki nilai tsebesar 0.067 lebih kecil dari t tabel sebesar 1.769 dengan nilai signifikansi sebesar 0.947 > 0,05 maka variabel Total Asset Turnover (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadapPertumbuhan Laba (Y) Untuk variabel Current Ratio (X2) memiliki nilai t tabel sebesar -0.080 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,679 dengan nilai signifikansi sebesar 0.937 > 0,05. Hal ini menunjukan bahwa current ratio (CR) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y). Untuk variabel Net Profit Margin (X3) memiliki nilai t hitung sebesar -1.445 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,679 dengan nilai signifikansi sebesar 0.157 > 0,05.Hal ini menunjukan bahwa net profit margin (NPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y). Untuk variabel debt to aset ratio memiliki nilai t sebesar -0,297 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,679 dengan nilai signifikansi sebesar 0.768 > 0,05. sehingga debt to aset ratio (DAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y). Untuk variabel Kebijakan Deviden (X5) memiliki nilai t sebesar 0.650 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,679 dengan nilai signifikansi sebesar 0.519 > 0,05 maka disimpulkan bahwa deviden payout ratio (DPR) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y). Uji simultan (Uji F) Model 1 Regression Residual Total ANOVAa Sum of Squares df Mean Square 108.490 5 21.698 983.147 38 25.872 1091.636 43 F Sig. .839 .531b `Berdasarkan hasil uji F (simultan) di atas, didapatkan nilai signifikansi Fhitung sebesar 0.839 lebih kecil dari Ftabel sebesar 2,42. dan nilai signifikan sebesar 0.531 > 0,05 sehingga Ho1 diterima dan Ha1 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Total Asset Turnover (X1), Current Rasio (X2), Net Profit Margin(X3), Dept to Asset Rasio (X4) dan Kebijakan Deviden (X5) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan laba (Y) dapat diterima Uji determinasi (R2) Model Summaryb Adjusted R Model R R Square Square Std. Error of the Estimate 1 .315a .099 -.019 5.086 Koefisien determinasi pada tabel R square yaitu sebesar 0.099 maka dapat disimpulkan bahwa TATO, CR ,NPM, DAR dan DPR berpengaruh sebesar 99% terhadap pertunbuhan laba. Sedangkan sisanya 1% pertumbuhan laba dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan kedalam model analisis penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka analisis data yangtelah dilakukan dan hasil pembahasan yang telah dikemukakan pada bab empat,maka dapat ditarik kesimlulan yaitu 1) Total Assets Turnover (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y). Hal ini dibuktikan dengan hasil signifikansi sebesar 0,947 > 0.05. 2) Current Ratio (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y). Hal ini dibuktikan dengan hasil signifikansi sebesar 0.937 > 0.05. 3) Net Profit Margin (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertunbuhan laba (Y). Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0.157 > 0.05. 4) Debt To Aset Rasio (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y) ini dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0.768 > 0.05. 5) Kebijakan Deviden (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y). Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0.519 > 0.05. Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 133 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX 6) TATO, Current Rasio, Net Profit Margin, Debt To Aset Ratio Dan Deviden Payout Rasio Berdasarkan hasil uji F (simultan) di atas, didapatkan nilai signifikansi Fhitung sebesar 0,839 lebih kecil dari Ftabel sebesar 2,48. dan nilai signifikansi sebesar 0,531 > 0,05 sehingga Ho1 diterima dan Ha1 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Total Asset Turnover (X1), Current Rasio (X2), Net Profit Margin(X3), Dept to Asset Rasio (X4) dan Kebijakan Deviden (X5) tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan laba (Y) DAFTAR PUSTAKA Estininghadi, S. (2019). Pengaruh Current Ratio , Debt Equity Ratio, Total Assets Turn Over Dan Net Profit Margin Terhadap Pertumbuhan Laba. JAD : Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan Dewantara, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.26533/jad.v2i1.355 Aiki, D. (2018). pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan indeks LQ45 yang terdaftar di bursa efek indonesia periode tahun 2014 - 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 7(2), 1–17. https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/5510 Aris, & Jalari, M. (2017). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EKA CIDA, 2(2), 1–23. Cahyanti, S. (2018). Pengaruh Rasio Keuangan Dan Pertumbuhan Laba Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Di Bei. Jurnal Akuntansi, 3(3), 739. https://doi.org/10.30736/jpensi.v3i3.159 Cahyati, A. N., Ekowati, D., & Harjanti, R. (n.d.). Optimasi Kombinasi Asam Stearat dan Trietanolamin dalam Formula Krim Ekstrak Daun Legetan (Spilanthes acmella L.) sebagai Antioksidan secara Simplex Lattice Design. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(1), 60–69. Chandra, J. L. N., & Venessa, D. (2019). Pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), dan Total Asset Turnover (TATO) Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Tercatat Di BEI Periode 2012-2016 E ISSN 2599-1469. Jurnal Riset Akuntansi Multiparadigma (JRAM), 6(1), 59–63. Dewi, K. K. Y., Gunadi, I. G. N. B., Wayan, I., & Suarjana. (2020). Analasis Rasio Keuangan Dan Kebijakan Deviden Dalam Memprediksi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2018. VALUES, 1(4), 1–13. Estininghadi, S. (2019). Pengaruh Current Ratio , Debt Equity Ratio, Total Assets Turn Over Dan Net Profit Margin Terhadap Pertumbuhan Laba. JAD : Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan Dewantara, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.26533/jad.v2i1.355 Hery. (2018). Analisis Laporan Keuangan. PT Grasindo. Indrasti, A. (2020). Analisa Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2018. Jurnal Ekonomika Dan Manajemen, 9(1), 69–92. Kasmir. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Rajawali Pers. Kasmir.(2018:104), menganalisis rasio keuangan Lesmana, I., Suprayogi, A., Saddam, Muhammad, Busro, Ali, M., & Saifuddin. (2022). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2015-2019. Jurnal Neraca Peradaban, 3(2), 21–27. Ma’num, O., & Handayani, M. (2019). Pengaruh Current Ratio (CR), Total Assets Turnover (TATO), dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Pertumbuhan Laba PT. Tempo Scan Pasific, Tbk Periode 2008-2017. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Manajemen (JIAM), 15(2), 56–62. Mahmuda, & Oswari, T. (2020). The Influence of Capital Adequacy Ratio, BOPO, Loan to Deposits Ratio and Net Profit Margin on Profit Growth (Case Study on Banking Companies Listed in Indonesia Stock Exchange Period 2014-2018). International Journal of Advance Study and Research Work, 3(8), 12. https://doi.org/10.5281/zenodo.4021668 Nariswari, T. N., & Nugraha, N. M. (2020). Profit Growth : Impact of Net Profit Margin, Gross Profit Margin and Total Assests Turnover. International Journal of Finance & Banking Studies (2147-4486), 9(4), 87–96. https://doi.org/10.20525/ijfbs.v9i4.937 Purwanti, d., & sawitri, p. (2018). Dampak Rasio Keuangan terhadap Kebijakan Deviden. BISMA (Bisnis Dan Manajemen), 3(2), 125. https://doi.org/10.26740/bisma.v3n2.p125-134 Puspasari, M. F., Suseno, Y. D., & Sriwidodo, U. (2017). Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover, Net Profit Margin, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pertumbuhan Laba. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 11(1), 121–133. Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 134 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN : XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Raharjo, B. (2009). Laporan Keuangan Perusahaan. Gadjah Mada University press. Regita, Z., Qurani, A., & Hendratno. (2019). Analisis Pengaruh Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Net Profit Margin Terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan. Akuntansi, Audit Dan Sistem Informasi Akuntansi, 3(1), 169–182. Rina, Ass, S. B., & Nurwahidah, M. (2019). Analisis Rasio Aktivitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Brand, 1(2), 4–7. http://ejournals.umma.ac.id/index.php/brand/article/view/435 Saraswati, S. A. M., & Ida Nurhayati. (2022). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi, 15(1), 241–254. https://doi.org/10.51903/kompak.v15i1.648 Setiawan, T. (2019). Pengaruh Kebijakan Deviden Terhadap Laba Satu Tahun Kedepan. Media Riset Akutansi, 13(1). Simanjuntak, C., MArpaung, R., Fadila, Q. N., Sinulingga, P. A. B., & Sakuntala, D. (2020). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Sub-Sektor Otomotif Dan Komponen Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Komunikasi Ilmiah Akuntansi Dan Perpajakan, 13(2), 265–271. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sujarweni (2020:59) perbandingan angka-angka dalam laporan keuangan Sulindawati, Erni, N. L. G., Yuniarta, G. A., & Purnamawati, I. G. A. (2018). Manajemen Keuangan : Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis. Rajawali Pres. Syarifudin, P. H. dan A. (2021). Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas, Efisiensi, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pertumbuhan Laba. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 3(1), 21–38. Tandiontong, M. (2021). Kualitas Audit dan Pengukurannya. Alfabeta. Yusuf, M. (2019). Pengaruh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, aktivitas, dan kebijakan dividen terhadap pertumbuhan laba Perusahaan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 10(1). Corresponding Author: bustanululum46@gmail.com 135