JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 85-89 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MELALUI KEGIATAN LITERASI DI MI AL QURAoAN JABALKAT Filzatun Nafsi1 Retno Intan Kuswari2 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq1,2 nafsifilzatun@gmail. intanretno900@gmail. Abstract Literacy activities is a way for students to recognize, understand and apply the knowledge they have acquired during the learning process. Literacy activities can develop vocabulary and knowledge in various things. Teachers are not only educators, but also mediators, learning resources, facilitators, models and role models. Researchers maximize this literacy activity through poetry writing activities in Indonesian language classes. The researcher aims to determine the role of teachers in learning to write poetry through literacy activities at the elementary school. This research uses a qualitative descriptive approach. Literacy activities in learning to write poetry can increase students' self-confidence. Students will produce their own written works. Teachers provide encouragement or motivation so that they not only read but also write in literacy activities. The teacher will also be a facilitator for them so that their works are interesting and can be read by many people. This is evidenced by the existence of a poetry anthology entitled Persembahan Untuk Para Pejuang Negri and Karya Untuk Negriku. Keywords: Literacy. Writing. Poetry. Abstrak Kegiatan literasi merupakan sarana peserta didik untuk mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang telah diperolah ketika proses pembelajaran. Kegiatan literasi dapat mengembangkan banyaknya kosa kata dan pengetahuan dalam berbagai hal. Guru tidak hanya sebagai pendidik, melainkan sebagai mediator, sumber belajar, fasilitator, model dan teladan. Peneliti memaksimalkan kegiatan literasi ini melalui kegiatan menulis puisi dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Peneliti bertujuan bagaimana peran guru dalam pembelajaran menulis puisi melalui kegiatan literasi di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Kegiatan literasi dalam pembelajaran menulis puisi dapat menambah rasa percaya diri kepada peserta didik. Peserta didik akan menghasilkan karya tulisan yang murni karya mereka. Guru memberikan dorongan atau motivasi agar mereka tidak hanya membaca tetapi juga menulis dalam kegiatan literasi. Guru juga akan menjadi fasilitator bagi mereka agar karya-karya yang menarik dan dapat dibaca oleh banyak orang. Terbukti dengan adanya buku antologi puisi yang berjudul Persembahan Untuk Para Pejuang Negri dan Karya Untuk Negriku. Kata Kunci: Literasi. Menulis. Puisi. Pendahuluan Berkembangnya zaman semua orang akan dituntut untuk memiliki kemampuan menulis, termasuk peserta didik. Setiap peserta didik akan mengalami kesulitan memahami suatu pelajaran apabila tidak bisa menulis. Pembelajaran menulis seharusnya menjadi pelajaran yang menarik bagi peserta didik. Bahkan pada setiap pembelajaran apapun pasti tidak terlepas dari menulis. Sehingga di madrasah ini terdapat kegiatan literasi, yang diharapkan mampu untuk menunjangnya. Pada kegiatan literasi merupakan sarana peserta didik untuk mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang telah diperolah ketika proses pembelajaran. Selain itu kegiatan literasi dapat 1 Aflahah. Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran: Duta Media Publishing. Peran Guru Dalam Pembelajaran Menulis Puisi Melalui Kegiatan Literasi Di Mi Al QurAoan Jabalkat mengembangkan banyaknya kosa kata dan melek dalam berbagai hal. Pemerintah juga menganjurkan disetiap sekolah/madrasah dapat membudayakan kegiatan literasi kepada peserta didiknya. Kegiatan literasi tidak akan terwujud maksimal jika tidak ada kerjasama dan kebijakan sekolah/madrasah untuk mewujudkannya dengan maksimal. Perpustakaan menjadi salah satu sarana prasarana untuk menunjang kegiatan literasi. Berdasarkan hasil observasi peneliti pada bulan Maret tahun 2024 kegiatan literasi di madrasah ini dilaksanakan perkelas. Di kelas terdapat rak pojok baca dilengkapi dengan buku-buku yang telah disediakan, sebab di madrasah ini belum ada ruang Perpusatakaan yang memadai. Kegiatan literasi di madrasah ini dimulai setelah kegiatan tahfidz dan sholat dhuha, kemudian dilanjutkan dengan membaca buku selama lima sampai sepuluh menit. Hal ini dilakukan untuk membangun kebiasaan dan budaya literasi dalam membaca. Pada proses kegiatan literasi peserta didik melakukan membaca buku dikelas masing-masing dan buku sesuai dengan pilihannya belum terlihat kegiatan untuk menulis. Dari hasil wawancara dengan salah satu guru di kelas V terdapat hambatan salah satunya adalah kegiatan literasi masih terfokus pada kegiatan membaca saja. Kemudian untuk pembelajaran menulis belum menjadikan suatu kebiasaan bahkan sulit untuk diterapkan. Peserta didik saat di rumah juga belum memaksimalkan kegiatan menulis disebabkan lebih memilih Maka dari itu guru yang ada di madrasah memiliki peran penting dalam meningkatkan dan mengembangkan kegiatan menulis sebagai upaya untuk penguatan kegiatan literasi. Berdasarkan wawancara, salah satu menjelaskan bahwa agar kegiatan literasi maksimal maka harus digabungkan dan dimasukkan kepada salah satu indikator pembelajaran. Salah saatunya di dalam proses pembelajaran tersebut adalah kegiatan menulis puisi, sehingga kegiatan liteasi tanpa mereka sadari, mereka telah melakukannya. Diantara kegiatan tersebut yakni pada pembelajaran menulis puisi di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru memiliki peran yang sangat besar untuk mewujudkan kegiatan tersebut. Guru merupakan seseorang yang mengajar, mendidik, membimbing peserta didik. Menurut Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru merupakan pendidik yang professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengevaluasi peserta didik. Selain itu guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar melainkan sebagai mediator, sumber belajar, fasilitator, model dan teladan. Sehingga saat proses pembelajaran selain memenuhi indikator pembelajaran guru mampu memberikan contoh, kebiasaan literasi yang baik. Berdasarkan pemaparan di atas, tujuan dari penulisan artikel ini yakni untuk mendiskripsikan bagaimana peran guru dalam pembelajaran menulis puisi melalui kegiatan literasi di Madrasah Ibtidaiyah Al Quran Jabalkat Tulungagung. Metode Metode ini menggunakan metode diskriptif kualitatif, yang akan menggambarkan secara rinci, menyeluruh dan mendalam. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al QurAoan Jabalkat Tulungagung. 4 Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara baik dengan kepala Madrasah, guru kelas V dan dokumentasi. Peneliti melakukan penelitian pada semester genap tahun ajaran 2023-2024 sekitar bulan Maret 2024. 5 Langkah-langkah penelitian dapat dilaksanakan dengan 2 Agustin Sri dkk. Gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan budaya baca di SMA Negeri 1 Geger. Jurnal Linguista, 1. , 61Ae62. 3 Slamet. Hubungan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kimia Di SMA Negeri 1 Tebat Karai dan SMA Negeri 1 Kabupaten Kepahiang. , 79Ae80. 4 Moloeng. Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2007 5 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif: Penerbit Alfabeta. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 85-89 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Filzatun NafsI. Retno Intan Kuswari beberapa tahapan diantaranya adalah kurangnya pembiasaan menulis pada kegiatan literasi, pembelajaran menulis puisi, intrumen penelitian wawancara, dokumentasi dan analisis data. Hasil Penelitian dan Pembahasan Kegiatan Literasi merupakan salah satu kegiatan yang membangun sebuah kebiasaan yang menunjang agar peserta didik lebih melek terhadap pengetahuan, salah satu kegiatan literasi tersebut adalah membaca dan menulis. Selain itu, kegiatan literasi dimadrasah ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al Quran Jabalkat. Penanggung jawab kegiatan literasi di madrasah ini adalah kepada madrasah yakni Bapak Muhammad Lutfi Khoiron. Pd. Program kegiatan literasi dimadrasah ini sudah berjalan kurang empat tahun yang sebelumnya penanggung jawabnya oleh waka kurikulum. Dan sebelumnya sudah menghasilkan dua buku antologi puisi dengan judul Persembahan Untuk Para Pejuang Negeri pada tahun ajaran 2021/2022. Karya kedua berjudul Karya Untuk Negeriku pada tahun ajaran 2022/2023. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan literasi sudah berjalan dengan baik. Pada penelitian ini memiliki fokus diantaranya adalah pada pembelajaran kelas V dengan jumlah siswa dua puluh dua siswa. Pada kelas V memiliki pojok baca tersendiri dengan fasilitas bukubuku yang berfariasi. Di madrasah ini belum terdapat perpustakaan yang memadai, sehingga pojok baca yang diadakan dikelas, tidak mengurangi semangat peserta didik. Kegiatan literasi yang telah dibangun di madrasah ini dimulai setelah kegiatan tahfidz Al Quran dan Sholat Dhuha yakni pada 00 sampai 09. 15 dengan membaca buku sesuai dengan pilihannya. Pada kegiatan ini akan didampingi dan dipandu langsung oleh wali kelas. Setelah membaca buku selama 15 menit, berlangsung kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia yakni tentang menulis puisi. 9 Wali Kelas akan melaksanakan tanya jawab terkait dengan buku apa saja yang telah dibaca dan apa yang menarik dibuku tersebut. Semua peserta didik sangat aktif, bahkan terdapat yang menceritakannya dengan detail. Kemudian wali kelas melajutkan dengan memberikan kertas warna menugaskan siswa untuk menuliskan hal-hal yang menarik pada buku yang telah dibaca. Selain itu, wali kelas juga memberikan beberapa gambar dengan tema lingkungan, gambargambar tersebut teradap gambar langit, mendung, hujan, pantai, sungai, air terjun dan gunung. Peserta didik ditugaskan untuk memilih dan melanjutkan menulis kata dari gambar tersebut. Langkah selanjutnya adalah peserta didik menulis kata sebanyak-banyaknya dengan minimal sepuluh kata. Setelah selesai, mereka merangkai menjadi kalimat. Hal ini memudahkan siswa untuk memperkaya kosa kata untuk menulis. Wali kelas mengarahkan kembali dari kalimat-kalimat yang mereka tulis, kemudian dirangkai menjadi bait-bait puisi. Hal ini membuat ramai kondisi kelas, sebab peserta didik merasa ada yang tepat, kurang nyambung bahkan tidak nyambung. Namun, istimewanya guru tetap mengapresiasi dengan baik, bahwa karya mereka dan hasil menulis mereka tetap baik. Dan guru memfasilitasi untuk menyempurnakan kalimat-kalimat yanag telah mereka buat. 12 Tanpa disadari bahwa peserta didik, 6 Ali. Dasar Metodologi Penelitian: Literasi Media Publishing. 7 Ambar. dan L. Pembudayaan Gerakan Literasi Informasi Siswa Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Edulib, 8. , 172: 2018 8 Buan Ludo Afliani Yohana. Guru dan Pendidikan Karakter: Penerbit Adab. Hanafi Halid dan Muzakir. Profesionalisme Guru Dalam Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran Di Sekolah: Deepublish. 9 Salam. Pembelajaran Menulis Puisi Dengan Metode Michael Riffaterre. Jurnal Kependidikan. 10 Norton. 7hrough The Eyes of A Child An Introduction to Children's Literature. USA: Merril Publishing. 11 Harahap Hamjah Mukti. Pengembangan Program Literasi Sekolah Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar Tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Medan: Jurnal Pembangunan Perkotaan, 1. , 30Ae31. 12 Sadulloh Uyoh. Pedagogik (Ilmu Mendidi. Penerbit Alfabeta. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 85-89 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Peran Guru Dalam Pembelajaran Menulis Puisi Melalui Kegiatan Literasi Di Mi Al QurAoan Jabalkat mereka telah berhasil membuat satu bait puisi yang rata-rata terdiri dari empat sampai enam baris kalimat puisi. Pada tahap pembiasaan selama waktu kurang lebih 15 menit tugas yang diberikan menggunakan teknik membaca cepat, membaca memindai, membaca dalam hati, bahkan 13 Tidak hanya peserta didik yang melakukannya tetapi juga guru melakukannya. Hal ini menunjukkan bahawa guru tidak saja mengajar transfer pengetahuan tetapi juga sebagai model dan memberikan contoh secara langsung. Kemudian keberadaan pojok baca memberikan kemudahan kepada siswa dalam menemukan buku yang diinginkan. Pada tahap ini guru membuktikan bahwa guru sebagai fasilitator. Pada saat setelah proses pembiasaan membaca, guru memberikan waktu yang luas kepada siswa untuk bertanya, berdiskusi dan membuat siswa semakin antusias dalam belajar menulis puisi. Selain itu, guru menggunakan media kartu bergambar untuk membantu siswa dalam menemukan kosa kata dan menuliskan kalimat. Hal ini dilaksanakan oleh guru agar menunjang agar menarik dalam proses pembelajaran menulis puisi. Pada proses ini guru memberikan peraannya sebagai motivator, bahwa peserta didik mampu dan akan percaya diri dengan hasil tulisannya. Dari motivasi akan memberikan dorongan kepada peserta didik dan itu bisa menggunakan pujian yang merupakan reward yang diberikan. Pada proses menulis puisi akan memberikan manfaat bagi peserta didik diantarnya adalah . menulis puisi memberikan kegembiraan yag menyennagkan . menulis puisi memberikan pengetahuan tentang konsep dunia sekitar peserta didik . menulis puisi mendorong siswa untuk menghargai bahasa dan mengembangkan kosakata yang lebih bervariasi . menulis puisi akan membantu peserta didik dalam mengidentifikasi situasi tertentu . menulis puisi akan membantu dalam mengekspresikan suasana hati. 15 Secara umum menulis juga memberikan manfaat diantaranya adalah menulis dapat mengasah kecerdasan, menulis meningkatkan kreatifitas, menulis dapat menumbuhkan suatu keberanian, menulis dapat mendrong kemampuan dalam menulis mengumpulkan informasi. Kegiatan literasi dalam pembelajaran menulis puisi dapat menumbuhkan rasa percaya diri kepada peserta didik. Peserta didik akan menghasilkan karya tulisan yang murni karya mereka. Selain itu peserta didik dalam pembelajaran menulis akan meningkatkan kreativitas peserta didik. Guru akan memberikan dorongan atau motivasi agar mereka tidak hanya membaca tetapi juga menulis dalam kegiatan literasi. Selain itu guru akan menjadi fasilitator bagi mereka agar karya-karya yang menarik dan dapat dibaca oleh banyak orang. Kesimpulan Kegiatan literasi di madrasah ini berjalan cukup baik dibuktikan dengan hasil karya berupa buku antologi puisi di dua periode tahun ajaran, meskipun belum memiliki fasilitas yang baik berupa Untuk melajutkan program kegiatan literasi maka guru atau wali kelas dan setiap kelas terdapat pojok baca sehingga akan membantu peserta didik untuk memilih buku sesuai dengan keinginan dan guru memberikan media yang menyenangkan untuk peserta didik. Selain itu guru memberikan peran untuk memfasilitasi, dan memotivator para peserta didik dalam pembelajaran menulis puisi. Peran guru juga membantu, membimbing dan memberikan rasa percaya diri kepada peserta diri dalam pembelajarn menulis puisi. 13 Muhammad. dan A. Peran Guru. Orang Tua. Metode dan Media Pembelajaran: Strategi KBM di Masa Pandemi Covid-19: Penerbit 3M Media Karya. 14 Henry. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa: Penerbit Angkasa. 15 Nia. dan L. Implementasi Tahap Pembiasaan dan Pengembangan: Gerakan Literasi Sekola. 16 Muhsyanur. Pengembangan Keterampilan Membaca Suatu Keterampilan Berbahasa Reseptif. CV. Buginese Art. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 85-89 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Filzatun NafsI. Retno Intan Kuswari Daftar Rujukan __ Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen Aflahah. Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran: Duta Media Publishing. Agustin Sri dkk. Gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan budaya baca di SMA Negeri 1 Geger. Jurnal Linguista, 1. , 61Ae62. Ali. Dasar Metodologi Penelitian: Literasi Media Publishing. Ambar. dan L. Pembudayaan Gerakan Literasi Informasi Siswa Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Edulib, 8. , 172: 2018 Buan Ludo Afliani Yohana. Guru dan Pendidikan Karakter: Penerbit Adab. Hanafi Halid dan Muzakir. Profesionalisme Guru Dalam Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran Di Sekolah: Deepublish. Harahap Hamjah Mukti. Pengembangan Program Literasi Sekolah Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar Tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Medan: Jurnal Pembangunan Perkotaan, 1. , 30Ae31. Henry. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa: Penerbit Angkasa. Moloeng. Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2007 Muhammad. dan A. Peran Guru. Orang Tua. Metode dan Media Pembelajaran: Strategi KBM di Masa Pandemi Covid-19: Penerbit 3M Media Karya. Muhsyanur. Pengembangan Keterampilan Membaca Suatu Keterampilan Berbahasa Reseptif. CV. Buginese Art. Nia. dan L. Implementasi Tahap Pembiasaan dan Pengembangan: Gerakan Literasi Sekola. Norton. 7hrough The Eyes of A Child An Introduction to Children's Literature. USA: Merril Publishing. Riyanto. Riyanto, dan Masithoh Kharisma. AuSTRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN CITRA LEMBAGA SEKOLAH: STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN CITRA LEMBAGA SEKOLAHAy. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Studi Keislaman 2 . :30-41. https://ejournal. id/index. php/JIPSKi/article/view/279. Sadulloh Uyoh. Pedagogik (Ilmu Mendidi. Penerbit Alfabeta. Salam. Pembelajaran Menulis Puisi Dengan Metode Michael Riffaterre. Jurnal Kependidikan. Slamet. Hubungan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kimia Di SMA Negeri 1 Tebat Karai dan SMA Negeri 1 Kabupaten Kepahiang. , 79Ae80. Sobandi. Minat Belajar Sebagai Determinan Hasil Belajar Siswa. , 130. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif: Penerbit Alfabeta. Suratinah. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Dasar Dharma Karya Universitas Terbuka: Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3. , 49. Vera. Strategi Pengembangan Linguistik Terapan Melalui Kemampuan Menulis Biografi dan Autobiografi: Sebuah Upaya Membangun Keterampilan Menulis Kreatif Mahasiswa: Jurnal Pemikiran Islam, 40. , 114Ae115. Vira. Peran guru dalam pembelajaran Membaca dan Menulis Melalui Gerakan Literasi di sekolah dasar: Jurnal Basicedu. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 85-89 E-ISSN 3063-0665. P-ISSN x-x Published: STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski