PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . INTERAKSI SOSIAL SISWA DALAM KELAS XI DI SMA NEGERI 5 KUPANG Izzahwati Purnama Safitri Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: izzawatisafitri@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui . interaski sosial terhadap prestasi belajar sosiologi siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Kupang, . faktor penghambat dan pendukung terhadap prestasi belajar sosiologi siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari siswa, guru mata pelajaran sosiologi SMA Negeri 5 Kupang. Sedangkan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan. Pertama interaksi sosial terhadap prestasi belajar sosiologi siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Kupang adalah Interaksi di dalam kelas antara siswa dan guru berjalan dengan baik di karenakan peran guru sebagai motivator bagi siswa dilakukan dngan baik, memberi stimulus diawal pembelajaran dan pengelompokan siswa sesuai dengan pembagian guru. Sedangkan Faktor penghambat dan pendukung prestasi belajar sosiologi siswa di Kelas Xl SMA Negeri 5 Kupang Pertama faktor penghambat prestasi belajar sosiologi siswa dikelas X1 SMA Negri 5 Kupang yaitu hampir semua siswa tidak memiliki buku paket atau buku pegangan apa pun dalam bentuk foto kopian, kurangnya kemauan siswa untuk belajar di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, kurangnya minat baca dan kemauan untuk menggaki hal-hal baru untuk mengasah Kedua faktor pendukung prestasi belajar sosiologi siswa adalah pola interaksi yang baik serta kesiapan siswa saat memulai pelajaran dan sarana, prsarana yang memadai dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas. Kata Kunci: Interaksi Sosial. Prestasi Belajar Sosiologi ABSTRACT The aim of this research is to determine . social interactions with students' sociology learning achievement in class XI of SMA Negeri 5 Kupang, . inhibiting and supporting factors for students' sociology learning achievement in class The research method used in this research is a qualitative research method. The subjects of this research consisted of students and sociology subject teachers at SMA Negeri 5 Kupang. Meanwhile, data collection techniques include observation, interviews. Meanwhile, data analysis techniques involve data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results show several findings. Firstly, social interaction on students' sociology learning achievement in class XI SMA Negeri 5 Kupang is Interaction in the classroom between students and teachers runs well because the teacher's role as a motivator for students is carried out well, providing stimulus at the beginning of learning and grouping students according to the teacher's division. Meanwhile, the inhibiting and supporting factors for students' sociology learning achievement in Class Xl of SMA Negeri 5 Kupang. The first factor inhibiting students' sociology learning achievement in class to study in the school environment or outside the school environment, lack of interest in reading and willingness to learn new things to hone knowledge. The two supporting factors for students' sociology learning achievement are good interaction patterns and students' readiness when starting lessons and adequate facilities and infrastructure that can support the ongoing teaching and learning process in the classroom. Keywords: Social Interaction. Sociology Learning Achievemen E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari diri manusia. Mulai dari kandungan sampai beranjak dewasa kemudian tua manusia mengalami proses pendidikan. Pendidikan merupakan cahaya penerang dalam menentukan arah, tujuan, dan makna kehidupan Dalam arti yang sederhana pendidikan diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan kebudayaan. Pengertian pendidikan mengalami perkembangan Seorang pendidik atau guru paling menentukan perjalanan pendidikan yang wajib mendapatkan perhatian secara terpusat pertama dan paling utama. Sosok seorang guru selalu menjadi sorotan yang sangat strategis bukan berbicara tentang problem pendidikan karena guru memiliki keterikatan penting dalam pendidikan sehingga guru mempunyai peran besar dalam pembangunan system pendidikan yang menentukan sukses atau tidaknya seorang siswa, khususnya dalam proses pembelajaran, pendidik merupakan pilar yang sangat berpengaruh dalam menciptakan proses pendidikan serta apa yang akan dicapai sehingga pendidikan menjadi bermutu, (Mulyasa, 2. Interaksi sosial suatu intensitas yang mengatur bagaimana masyarakat berperilaku dan berinteraksi satu dengan yang lainnya. Interaksi sosial ialah basis untuk menciptakan hubungan sosial yang teratur yang disebut struktur sosial. Interaksi sosial dapat pula dilihat sebagai proses sosial dimana mengorientasikan dirinya pada orang lain dan bertindak sebagai respon terhadap apa yang dikatakan dan dilakukan oleh orang lain. Nasdian . Selanjutnya menurut Jacky . interaksi sosial sebagai bentuk tindakan yang terjadi antara dua atau lebih objek yang memiliki efek satu sama lain. Efek dua arah sangat penting dalam berinteraksi karena interaksi sosial memerlukan orientasi bersama sehingga memata-matai orang lain bukan merupakan bentuk interaksi sosial, karena orang yang dimata-matai tidak menyadarinya karena interaksi sosial juga diposisikan sama dengan proses sosial. Proses interaksi atau hubungan timbal balik pendidik dan peserta didik sering disebut dengan istilah interaksi dalam proses pembelajaran dan keterakaitan interaksi merupakan proses komunikasi yang terpenting bagi tiap manusia karena dengan komunikasi maka akan tercipta hubungan emosional serta terwujudnya hubungan yang harmonis, secara istilah komunikasi memiliki makna berperan aktif, menyampaikan dan menjadi milik bersama-sama. Oleh karena itu secara konseptual komunikasi telah mengandung makna memberitahukan kabar atau berita pengetahuan tentang pikiran, nilai-nilai dengan tujuan untuk menggugah peran aktif tentang apa yang disampaikan dan menjadi milik secara bersama-sama, (Djaali, 2. Interaksi dalam proses pembelajaran aktifitas yang terjadi secara timbal balik antara pendidik dan anak PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. didiknya yang dapat kita istilahkan sebagai suatu aktifitas secara sosial karena ada peserta didik dan sahabatnya serta antar peserta didik dengan pendidiknya ada suatu interaksi yang terbagun yaitu komunikasi sosial atau pergaulan, (Idris 1. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 5 Kupang terdapat permasalahan pada interaksi sosial antara guru dan siswa dimana peran guru kurang aktif dalam membangun pola interaksi yang baik bagi siswa yang menyebabkan siswa kurang aktif di dalam kelas di karenakan interaksi antara guru dan siswa tidak di bangun secara baik dan terarah yang menyebabkan proses belajar siswa menurun, pada mata pelajaran sosiologinya tidak mencapai standar KKM. Contohnya kurangnya perhatian siswa pada saat guru menyampaikan materi dan kurangnya interaksi timbal balik dari guru kapada siswa ketika siswa tidak mengerti saat guru menjelaskan materi. Hal inilah yang menjadi penyebab utama permasalahan tersebut, maka dari itu guru perlu lebih aktif untuk membangun interaksi dengan siswa agar siswa lebih leluarsa dalam mengutarakan pemikirannya dengan begitu interaksi didalam kelas lebih hidup dan terarah. Maka seorang guru harus berperan aktif dalam merubah pandangan siswa terhadap mata pelajaran sosiologi dengan cara memberikan dorongan dan rangsangan dari luar kepada siswa. Guru juga harus menyajikan bahan pelajaran agar menarik dan tidak membosankan bagi siswa dengan begitu guru dapat merubah pandangan siswa terhadap mata pelajaran sosiologi yang awalnya tidak tertarik menjadi tertarik dan mau mempelajari lebih dalam tentang sosiologi. Pentingnya peneliti ini dillakukan di dukung oleh beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nunik Ardiana, ddk. Dengan judul analisis interaksi sosial siswa terhadap hasil belajar matematika di SMK N 1 Sosorgadong . Menunjukan bahwa interaksi sosial siswa serta kaitannya terhadap hasil belajar matematika masuk dalam kategori AucukupAy. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa siswa yang memiliki kesulitan berinteraksi, tetapi ini menjadi tantangan bagi guru dan dapat menyelesaikan masalah siswa tersebut dengan teknik guru atau cara yang digunakan guru. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Siti Afifa dengan judul pengaruh kejenuhan belajar dan interaksi sosial terhadap konsentrasi belajar siswa dengan system pesantren modern . Menunjukan terdapat pengaruh kejenuhan belajar dan interaksi sosial terhadap konsentrasi belajar siswa dengan sistem pesantren modern di Penelitian ini penting dilakukan agar dapat mengetahui bagaimana dampak interaksi sosial terhadap prestasi belajar sosiologi pada siswa dan apa saja hambatan dan dampak interaksi sosial di kelas terhadap prestasi belajar sosiologi. Maka melalui penelitian ini diharapkan akan membantu peneliti untuk menjawab masalah tersebut. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. METODE Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah deskripttif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini digunakan dalam penelitian untuk menganalisis data. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif beruapa kata-kata tertulis atau lisan atau lisan dari perilaku yang Dengan demikia laporan penelitian ini berupa hasil analisis data yang memberikan gambaran tentang pemecahan terhadap masalah. Menurut Moleong . penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode Penelitian kualitatif ini digunakan untuk meneliti bagaimana dampak interaksi sosial dalam kelas terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas X1 di SMA Negeri 5 Kupang. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat pada penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Kupang dimana di sekolah tersebut terdapat masalah pada interaksi sosial pada guru sosiologi dan siswa. Sedangkan Waktu dalam penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dimulai pada bulan mei sampai dengan juli. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah orang-orang yang peneliti gunakan sebagai sumber data atau informasi untuk melakukan penelitian yang sedang berlangsung. Sidiq . Subjek dalam penelitian adalah kepala sekolah, guru sosiologi, dan siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Kupang. Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono . teknik pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama dalam penelitian yaitu untuk mendapatkan data. Maka pengumpulan data dapat dilakukan dari berbagai seting, berbagai sumber, dan berbagai Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 3 Menurut Sugiyono . teknik dalam pengumpulan data yaitu sebagai berikut: Observasi Observasi yaitu teknik pengumpulan data melalui pengamaatn. Dengan melakukan observasi, maka peneliti dapat mengamati objek penelitian dengan lebih cermat dan detail, misalnya peneliti dapat mengamati kegiatan objek yang diteliti. Dalam kegiatan penelitian ini observasi dilakukan terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti, dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Wawancara Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil. Untuk memudahkan kegiatan wawancara, maka peneliti menyediakan daftar wawancara sebagai salah satu alternatif untuk melaksanakan kegiatan wawancara dengan baik dan terarah. Peneliti mewawancarai 8 informan yaitu 2 orang guru dan 6 orang siswa dari SMA Negeri 5 Kupang. Peneliti menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan, sehingga diketahui informasi atau data yang penting, dan tujuannya untuk memperoleh keterangan atau informasi yang sejelas-jelasnya. Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka, dan gambar yang berupan laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian, (Sugiyono, 2006:. Analisis Data Teknik analisis menurut Huberman dan Miles . alam Idrus. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan sebelum peneliti dan bahkan di akhir penelitian. Data yang dikumpulkan peneliti merupakan data yang diperoleh dari hasil temuan peneliti dilapangan baik yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, maupun dokumentasi. Reduksi data Reduksi data merupakan proses pemilihan data dalam penelitian dengan memilih hal-hal pokok yang dibutuhkan dalam proses penelitian. Reduksi data berlangsung secara terus menerus sejalan dengan proses penelitian berlangsung dengan tidak menunggu data terkumpul banyak, pada penelitian kualitaif reduksi data dapat dilakukan dalam proses penelitian Display data Dalam teknik ini, setelah data dalam penelitian selesai di reduksi, maka tahap selanjutnya yaitu penyajian data atau yang disebut display data dalam bentuk uraian singkat, bagan, atau hubungan antara kategori dalam hal pemisahan data. Penarikan kesimpulan Pada tahap ini merupakan tahap akhir dalam proses pengumpulan data yaitu, penarikan kesimpulan yang mana kesimpulan ini merupakan kesimpulan awal yang mana sifatnya masih PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. sementara, dan dapat berubah-ubah apabila ditemukan bukti-bukti lain yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Huberman & Miles . alam Idrus. HASIL DAN PEMBAHASAN Interaksi sosial terhadap prestasi belajar sosiologi siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Kupang Pada dasarnya setiap individu adalah makhluk sosial yang senantiasa melakukan interaksi dengan individu lain dalam lingkungan yang di tempatinya seperti sekolah maupun di luar sekolah. Kemampuan berinteraksi sosial yang maksimal di kelas merupakan salah satu tujuan dari proses pembelajaran yang dijalani siswa di lingkungan sekolah. karna pada saat siswa beradah dilingkungan sekolah maupun di dalam kelas siswa cenderung lebih banyak berinteraksi dengan gurunya maupun dengan teman-temannya hal itu dapat berdampak baik bagi prestasi belajar siswa. Peran seorang guru juga sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar siswa karena guru adalah motivator yang dapat memberikan dorongan kepada siswa agar giat belajar dan berinteraksi di linggkungan sekolah. Sementara itu menurut Walgito . Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain yang saling mempengaruhi dan terdapat hubungan saling timbal Hubungan timbal balik juga terjadi didalam proses belajar dimana siswa saling berinteraksi dan bertukar pikiran saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. interaksi antara siswa tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru juga diharapkan dapat memotivasi siswa untuk saling berinteraksi tanpa merasa canggung ataupun minder dengan siswa lain yang memiliki prestasinya lebih unggul. Berikut ini wawancara peneliti dengan Nur Salawati Toya selaku guru di SMA N 5 Kupang mengatakan bahwa : Auinteraksi di dalam kelas dimulai dengan guru yang memberikan stimulus kepada siswa, seperti menanyakan tentang kesiapan siswa, keadaan siswa, apakah sudah siap untuk belajar dan menerima materi yang diberikan, sedangkan di akhir pembelajaran guru akan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui sampai mana siswa paham dengan materi yang di ajarkan. Dan guru akan memberikan nilai tambahan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang di berikan guru di akhir pembelajaran agar guru dapat membedakan mana siswa yang berprestasi dan siswa yang kurang berprestasi yang dapat dilihat dari nilai yang di peroleh siswaAy. Selanjutnya wawancara yang dilakukan dengan Esther Magho. Interaksi di dalam kelas antara siswa dan guru berjalan dengan baik di karenakan peran guru sebagai motifator bagi siswa dilakukan dngan baik, jadi prestasi belajar siswa yang awalnya menurun jadi meningkat PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. dan dapat di lihat dari nilai rapor siswa pada penilaian akhir semesterAy. Berikut ini wawancara dengan Siswa SMA Negeri 5 Kupang Mari Anjela Seke. Interaksi yang diberikan guru dalam meningkatkan prestasi belajar kami yaitu guru memberikan stimulus di awal pembelajaran lalu menanyakan materi-materi yang belum kami pahami setelah itu guru mengajak kami untuk melakukan tanya jawab dan bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang di berikan guru maka akan mendapat nilai tambahanAy. Selanjutnya wawancara dengan siswa Oktaviani Wake Dalam setiap proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas interaksi yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan cara diskusi kelompok yang telah dibagi oleh guru sesuai dengan pengelompokan siswa yang berprestasi dan yang kurang berprestasi agar dapat membantu satu sama lain. Dengan cara ini siswa yang pendiam dan malu bertanya dapat lebih terbuka untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya dan hal itu dapat dinilai oleh guru. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru dan siswa di SMA N 5 Kupang, dapat diketahui bahwa interaksi sosial antara guru dan siswa berjalan dengan baik dan hal itu sangat di perhatikan oleh guru. hal itu di karena pola interkasi yang baik dapat mendukung prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi, dan sangat diperhatikan oleh guru yang berperan sebagai motivator dan pengajar yang aktif di dalam kelas. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, anatara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan Selain itu hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik sangat diperluhkan dalam proses belajar mengajar agar siswa yang kurang berprestasi dan cenderung diam di dalam kelas menjadi terbuka dan mulai membangun interaksi yang baik dengan guru dan siswa Kegiatan interaksi antara guru dan peserta didik akan mempermudah peserta didik menerima dan mempelajari materi pelajaran dengan baik agar prestasi belajarnya semakin Dengan begitu siswa lebih aktif dan banyak bertanya untuk mengasah otak dan kemampuan belajarnya. Hal ini di dukung oleh hasil penelitian Afandi Apri Hastanto 2012 bahwa peran interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya di dalam kelas dapat menumbuhkan dan meningkatkan motivasi siswa karna motivasi sendiri dalam proses pembelajaran ini dapat di gunakan sebagai dorongan dalam proses belajar siswa agar siswa berperil aku aktif untuk berprestasi dalam Selain itu adanya keterkaitan peran dari interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dan motivasi belajar secara bersama-sama di indikasikan mampu meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik baik didalam anggota kelompok maupun diluar anggota kelompok sebaya. Hal ini berarti jika kebiasaan belajar kelompok di dalam kelas yang dimiliki PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. oleh siswa meningkat, maka prestasi belajar juga akan meningkat dan didukung oleh interaksi antara siswa di kelas berlaku sebaliknya. Terdapat pengaruh positif signifikan persepsi siswa tentang fasilitas belajar terhadap kebiasaan belajar siswa, yang berarti jika semakain baik siswa memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di lingkungan sekolah dan dalam kelas, maka prestasi bel ajar yang dimiliki siswa juga akan terus meningkat. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya sangat berpengaruh penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga pembentukan kelompok dalam kelas dapat memotivasi siswa yang kurang aktif dan cenderung pembentukan kelompok tersebut di bagi oleh guru dengan melihat siswa mana yang berprestasi dan yang kurang berprestasi agar dapat di tempatkan dalam satu kelompok yang Agar siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru tapi juga bisa berinteraksi dengan teman kelomok dan bertukar pikiran untuk menemukan jawaban. Faktor penghambat dan pendukung terhadap prestasi belajar sosiologi siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Kupang. Faktor Penghambat Prestasi Belajar Sosiologi Siswa di Kelas Xl SMA Negeri 5 Kupang Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh individu setelah mengalami suatu proses belajar dalam jangka waktu tertentu. prestasi belajar juga diartikan sebagai kemampuan maksimal yang dicapai seseorang dalam suatu usaha yang menhasilkan pengetahuan atau nilai-nilai kecakapan. disekolah prestasi belajar dinyatakan dalam angkaangka dalam bentuk rapor dalam semua mata pelajaran yang diberikan. Jadi bentuk rapor ini merupakan lambang untuk prestasi belajar siswa. Namun, akhir-akhir ini, prestasi belajar siswa yang diharapkan oleh semua pihak mengalami penurunan. Penurunan ini bisa dilihat dari mid semester, serta rapor siswa. Penurunan tersebut dapat dilihat dari sikap dan perilaku siswa. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bersama Nursalawati Toya mengatakan Faktor penghambat dalam prestasi belajar sosiologi siswa yaitu hampir semua siswa tidak memiliki buku paket atau buku pegangan apa pun dalam bentuk foto kopian, jadi siswa hanya mengandalkan buku yang ada di sekolah. sehingga siswa tidak dapat belajar di rumah yang menyebabkan kemalasan pada diri siswa sehingga semangat belajar siswa Selanjutnya wawancara peneliti bersama Esther Magho mengatakan bahwa. Audalam proses pembelajaran siswa kurang terlibat secara aktif dalam kelas dan cenderung jenuh yang menyebabkan interaksi sosial antara siswa dan guru tidak berjalan dengan baikAy PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Selanjutnya untuk memperoleh prestasi belajar pada siswa dengan baik, maka guru harus mampu mengelola pengajaran dengan sebaik mungkin, agar siswa dapat dengan mudah mengerti dengan bahan pelajaran yang disajikan guru. Berikut wawancara yang di lakukan dengan siswa SMA Negeri 5 Kupang Ade Kristin Boling Laa. AuPada saat pembelajaran sosiologi kami sering kali melakukan kegiatan sendiri seperti mengerjakan tugas mata pelajaran yang lain, sehingga guru yang menjelaskan materi di depan terkadang kami tidak fokus apa yang guru sampaikan didepan, sehingga menyembabkan interakasi sosial tidak berjalan dengan Ay Selanjutnya wawancara dengan siswa Raynofa Henukh AuSaat pembelajaran sedang berlangsung ada beberapa siswa yang bermain game online dan tidak mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru yang menyebabkan interaksi dalam kelas tidak berjalan semestinyaAy. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru dan siswa diatas bahwa upaya guru dalam mengelola kelas memiliki nilai yang menandakan sebagai faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa Pada Mata pelajaran sosiologi. Upaya yang dimaksud disini adalah bagaimana guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikannya, dan juga menarik perhatian siswa agar fokus terhadap apa yang dijelaskan oleh guru. Upaya guru dalam membelajarkan siswa yang tidak tepat akan menyebabkan siswa menjadi malas untuk belajar dan prestasi belajarnya menurun. Selain itu kondisi lingkungan memiliki nilai yang menandakan sebagai faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Dengan demikian kondisi lingkungan yang aman, tentram, tertib dan nyaman akan membuat siswa semangat untuk belajar dan berinteraksi. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Amalia Ratna, dkk 2020 bahwa guru bisa memaksimalkan program kelas unggulan walaupun sarana dan prasarananya kurang memadai sehingga siswa mampu mengasah kemampuan berpikir nya yang kritis dan inofatif agar prestasi belajarnya semakin meningkat. Seperti ketika mengajar dikelas gaya belajarnya tidak monoton, guru memberikan pelajaran yang menantang dan fariatif sehingga siswa makin bersemangat dan termotifasi untuk berpartisipasi secara aktif di dalam kelas. Selanjutnya menurut Sitti Aisyah, dkk . bahwa ada berbagai cara belajar untuk mencapai prestasi belajar yang baik salah satunya yaitu dengan pemahaman dan penguasaan materi dengan menggunakan cara tersebut siswa akan dapat mencapai prestasibelajar dengan baik. selanjutnya didalam prestasi belajar terdapat hambatan dan upaya dalam meningkatkan prestasi belajar. Dengan mengerti dan memahami apa yang di sampaikan oleh guru, kemudian menggunakan fasilitas yang ada PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. dengan baik serta selalu mendapatkan motifasi dari guru maka siswa akan mendapatkan prestasi belajar yang sangat baik. faktor pendukung terhadap prestasi belajar sosiologi di Kelas Xl SMA Negeri 5 Kupang Pembelajaran merupakan sebuah proses adanya interaksi antar guru dengan siswa yang terjalin secara intens dan terarah guna mencapai tujuan yang telah di susun. Agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik terlihat dari efektivitas dan keberhasilan pada proses interaksi dari berbagai komponen yang terlibat dalam pembelajaran. Interaksi antara berbagai komponen pembelajaran antara lain interksi antara guru dan siswa ataupun siswa dengan siswa yang dapat membantu meningkatkan prestasi belajar pada siswa. Namun adapun beberapa faktor-faktor pendukung terhadap prestasi belajar sosiologi. Berdasarkan hasil wawancara peneliti bersaam Nursalawati toya bahwa. Aufaktor yang mendukung prestasi belajar siswa adalah pola interaksi yang baik serta kesiapan siswa saat memulai pelajaran dan sarana, prsarana yang memadai dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas. Selanjutnya wawancara bersama Esther Magho bahwa. Faktor yang mendukung ialah minat belajar siswa, bakat dan motivasi dari siswa sendiri juga dorongan dari guru yang dapat mendukung prestasi belajar pada siswa. Selain itu faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi belajar siswa adalah guru harus memiliki tingkat komunikasi yang tinggi agar dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa. Berdasarkan hasil wawan cara bersama siswa Sutiara Nurdin. Auinteraksi dengan guru yang berjalan dengan baik dan juga guru sering memberi motivasi kepada kami untuk giat belajar dan jangan takut untuk bertanya tentang apa yang kurang kami pahami saat melakukan pembelajaran didalam kelasAy Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru diatas, maka prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya interaksi sosial dalam proses belajar siswa akan berhubungan dengan orang lain baik siswa dengan guru, siswa dengan siswa maupun siswa dengan lingkunga. Dari kegiatan belajar ini, siswa akan memperoleh pengalaman tersendiri sebagai akibat dari interaksinya. Pada lingkungan sekolah interaksi sosial memiliki keterkaitan erat denganhubungan pertemanan antar siswa. Interaksi sosial yang terjadi antar siswa akan membentuk suatu hubungan kelompok teman sebaya dengan memiliki karakter dan tujuan yang kurang lebih sama karena interaksi sosial merupakan salah satu faktor utama dalam kehidupan Interaksi sosial sangat dibutuhkan dalam kehidupan, dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Pebriana . bahwa interaksi sosial memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar pada siswa. Interaksisosial anatara guru dan siswa memiliki makna dan hubungan positif bahwa semakin tinggi interaksi sosial antara guru dan siswa maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar sosiologi siswa. Menurut wirdhirahmadi, 2015 bahwa interaksi sosial dilingkungan sekolah tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan anak dilembaga pendidikan sekolah karena interaksi sosial merupakan bagian integral dari keberhasilan siswa disekolah. Dengan demikian perbaikan pada interaksi guru dan siswa perlu di bentuk sedemikian rupa agar siswa dapat berkembang sesuai dengan potensinya. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial dapat tercapai dengan komunikasi yang baik, dengan adanya komunikasi dapat meningkatkan interaksi sosial antara siswa dan guru sehingga siswa lebih leluarasa dalam bertanya dan mengkeritik guru. sosial bisa berjalan tergantung adanya komunikasi yang baik dari siswadengan siswa ataupun siswadengan guru, sehingga interaksi sosial dalam kelas dapat meningkatkan prestasi belajar sosiologi siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang interaksi sosial dalam kelas terhadap prestasi belajar sosisologi siswa kelas X1 SMA Negeri 5 Kupang dapat disimpulkan sebagai berikut: Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, anatara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Selin itu hubunganyang harmonis antara guru dan peserta didik sangat diperluhkan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan interaksi antara guru dan peserta didik akan mempermudah peserta didik menerima dan mempelajari materi pelajaran dengan baik agar prestasi belajarnya se Terdapat pengaruh positif signifikan persepsi siswa tentang fasilitas belajar terhadap kebiasaan belajar siswa, yang berarti jika semakain baik siswa memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di lingkungan sekolah dan dalam kelas, maka prestasi belajar yang dimiliki siswa juga akan terus meningkat. (Anggraini & Asrin, 2021. Maguire et al. , 2015. Oematan & Martha Kamau, 2023. Parr & Bonitz, 2015. Syahrul & Datuk, 2. (Djehalut et al. , 2022. Syahrul, 2019. Syahrul. Zahrawati, et al. , 2023. Syahrul et al. , 2020. Syahrul. Yusuf, et al. , 2023. Zahrawati et al. , 2. DAFTAR PUSTAKA