JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENGARUH REKONSILIASI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL TERHADAP LABA KENA PAJAK (SURVEI PADA PT. TECHNOMED ASIA) Oleh: Rizky Rahmawati Pratiwi rizkyrpratiwi@gmail. JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rekonsiliasi fiskal atas laporan keuangan komersial terhadap laba kena pajak PT. TA ta hun buku 2014 dan 2015. Dalam penelitian yang dilakukan, penulis menganalisis data dengan metode deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rekonsiliasi fiskal atas laporan keuangan komersial sangat berpengaruh terhadap penentuan laba kena pajak perusahaan. Terdapat perbedaan antara laba pada laporan keuangan komersial dan laba pada laporan keuangan fiskal. Perbedaan ini terjadi karena karena dilakukan koreksi fiskal terhadap biaya-biaya dan penghasilan dalam laporan keuangan komersial berdasarkan peraturan perpajakan. Kata Kunci: Laba Kena Pajak. Laporan Keuangan Komersial. Laporan Keuangan Fiskal. Rekonsiliasi Fiskal ABSTRACT The purpose of this research to determine how much influence fiscal reconciliation of commercial financial statements to taxable income PT. TA fiscal year 2014 and 201. This research, analyzed data with descriptive method. Type of data which used are primary data and secondary data. Based on the result of the research, it can be concluded that fiscal reconciliation of commercial financial report is very influential to the determination of taxable income of the company. There is a difference between profit on commercial and profit statements in fiscal financial statements. This difference occurs because of the fiscal correction of costs and income in commercial financial statements based on tax regulations. Keyword: Taxable Income. Commercial Financial Statements. Fiscal Financial Reports. Fiscal Reconciliation PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan nasional adalah kegiatan yang berlansung secara terus-menerus dan berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat baik materiil maupun spiritual (Waluyo, 2011:. Untuk dapat merealisasikan tujuan tersebut perlu banyak memperhatikan masalah pembiayaan pembangunan. Salah satu untuk mewujudkan kemandirian suatu bangsa atau Negara dalam pembiayaan pembangunan yaitu menggali sumber dana yang berasal dari dalam negeri berupa Pajak digunakan untuk membiayai pembangunan berguna bagi kepentingan bersama (Waluyo, 2011:. Pengusaha tidak mungkin dapat menghindari pajak JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 karena pajak dapat dikenakan secara langsung maupun tidak langsung kepada Pajak dikenakan melalui pemungutan atapun pemotongan oleh pihak lain ketika pengusaha itu melakukan pembelian, bahkan juga dimungkinkan pengenaan pajak itu dilakukan ketika pengusaha itu menjual produk barang maupun jasa (Djoko, 2009:. Identifikasi Masalah Berapa besar pengaruh rekonsiliasi fiskal atas laporan keuangan komersial terhadap laba kena pajak PT. Technomed Asia tahun buku 2014 dan 2015. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rekonsiliasi fiskal atas laporan keuangan komersial terhadap laba kena pajak PT. Technomed Asia tahun buku 2014 dan 2015 KAJIAN PUSTAKA Pengertian Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Laporan keuangan komersial adalah laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum, yang bertujuan untuk menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi, khususnya informasi tentang prospek arus kas, posisi keuangan, kinerja usaha dan aktivitas pendanaan dan operasi. Laporan keuangan fiskal adalah laporan keuangan yang disusun sesuai peraturan perpajakan dan digunakan untuk keperluan perhitungan pajak. Undang-Undang Pajak tidak mengatur secara khusus bentuk dari laporan keuangan, hanya memberikan pembatasan untuk hal-hal tertentu, baik dalam pengakuan penghasilan maupun biaya. Perbedaan Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Perbedaan utama antara laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal disebabkan karena perbedaan tujuan serta dasar hukumnya, walaupun dalam beberapa hal terdapat kesamaan antara akuntansi pajak yang mengacu kepada ketentuan perturan perundang-undangan perpajakan dan akuntansi keuangan yang mengacu kepada standar akuntansi keuangan. Rekonsiliasi Fiskal Rekonsiliasi . fiskal adalah proses penyesuaian atas laba akuntansi yang berbeda dengan ketentuan fiskal untuk menghasilkan penghasilan neto atau laba yang sesuai dengan ketentuan perpajakan Beda Tetap Beda tetap terjadi karena adanya perbedaan pengakuan penghasilan dan beban menurut akuntansi dengan fiskal, yaitu adanya penghasilan dan beban yang diakui menurut akuntansi namun tidak diakui menurut fiskal ataupun Beda Waktu Sesuai namanya, beda waktu merupakan perbedaan perlakuan akuntansi dan perpajakan yang sifatnya temporer. Artinya, secara keseluruhan beban atau pendapatan akuntansi meupun perpajakan sebenarnya sama, tetapi berbeda alokasi setiap tahunnya. Koreksi Positif Koreksi Positif adalah suatu koreksi dimana koreksi ini akan menyebabkan laba fiskal akan menjadi meningkat atau bertambah (Edy Suprianto, 2011:. Koreksi negatif JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Koreksi negatif adalah suatu koreksi dimana koreksi ini akan menyebabkan laba fiskal akan menjadi menurun atau berkurang ( Edy Suprianto, 2011:. Laba Pajak dan Laba Akuntansi Laba akuntansi adalah laba atau rugi bersih yang selama satu periode sebelum dikurangkan beban pajak. Sedangkan Laba pajak adalah laba atau rugi selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan (PSAK. No . Laba secara fiskal adalah laba yang diperoleh Wajib Pajak yang dihitung dengan mempertimbangkan ketentuan perpajakan. Laba Kena Pajak atau Penghasilan Kena Pajak adalah laba yang diperoleh Wajib Pajak setelah memperhitungkan ketentuan perpajakan berkaitan dengan pengakuan penghasilan, baiaya, metode akuntansi, dan juga ketentuan-ketentuan khusus berkaitan dengan pengakuan perpajakan maupun (Djoko Muljono dan Baruni Wicaksono,2009:59,. KERANGKA PENELITIAN Elisa Delima Sari dan Rika Lidyah . dalam penelitiannya di PT. Asuransi Bumiputera Cabang Sekip Palembang menyatakan bahwa dalam laporan keuangan komersial berbeda dengan jumlah laba dalam laporan keuangan fiskal. Terdapat koreksi positif dan negatif karena perbedaan permanen di dalam laporan keuangan fiskal. Justin Natalia dan Lili Syafitri . dalam penelitiannya di CV Tamba Palembang menyatakan bahwa jumlah laba CV. Tamba dalam laporan keuangan komersial berbeda dengan jumlah laba yang terdapat dalam laporan keuangan komersial. Hal ini merupakan hal yang logis karena Akuntansi WP disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), sehingga diperlukan penyesuaian fiskal . untuk menghitung besarnya nilai laba pada laporan keuangan fiskal CV. Tamba. HIPOTESIS Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang Hipotesis merupakan pernyataan sementara berupa dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya ( Suryani dan Hendryadi, 2015:. Dari latar belakang masalah dan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas maka hipotesis yang diambil adalah adanya Pengaruh Koreksi Fiskal terhdap Laba Kena Pajak. METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan Data Sumber data yang menurut Marzuki . dibagi menjadi dua jenis yaitu: Data Primer, adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. dan dicatat untuk pertama kalinya. Data primer berupa opini subyek . secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda . , kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Data Sekunder, adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti misalnya dari biro statisktik, majalah, keterangan-keterangan publikasi lainnya, atau media perantara. Data tersebut dapat berupa literature research, yaitu data-data yang diambil dari literature berupa buku, jurnal-jurnal, peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah dan referensi yang terkait dengan judul penelitian. Teknik pengumpulan data menurut Ahmad Mansur dan Tina Trisnawati . JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Penelitian Langsung Atau Lapangan Dalam melakukan komunikasi langsung, peneliti memakai dua cara, yaitu: Wawancara, data yang diperoleh dengan melakukan tanya jawab langsung dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan masalah yang telah diteliti. Observasi, dalam artian peneliti melihat dan mengamati secara langsung ke tempat panelitian Penelitian Kepustakaan Suatu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari literatur-literatur yang relevan dan bahan penulisan lainnya yang berhubungan dengan Studi Dokumen, upaya untuk memperoleh data dan informasi berupa catatan tertulis/gambar yang tersimpan berkaitan dengan masalah yang Metode Analisis Metode analisis data yang digunakan atau diterapkan untuk menganalisis dalama penelitian ini adalah : Metode Statistik Deskriptif berusaha menggambarkan berbagai karakteristik data yang berasal dari suatu sampel (Wiratna Sujarweni,2015:. yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menyusun, menginterprestasikan sehingga diperoleh gambaran yang jelas terhadapa masalah yang diteliti. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak dilakukan dengan menggunakan analisis kolmogorov smirnov dan analisis grafik normal probability plot. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat nilai asymp sig. pada uji kolmogorov smirnov jika lebih besar dari 0,05 maka data dinyatakan normal. Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. Dasar pengambilan keputusannya adalah: A Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar kemudian menyempi. , maka terjadi A Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas Berikut ini dilampirkan grafik scatterplot untuk menganalisis apakah terjadi heterokedaktisitas atau terjadi heterokedaktisitas, adapun alat pengujian yang digunakan oleh penulis adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (SDRESID) dengan residualnya (ZPRED). Uji Autokorelasi Dengan melakukan uji Durbin Watson, dapat diketahui apakah terdapat autokorelasi antar sesama urutan pengamatan dari waktu ke waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pada bab ini, peneliti akan menguraikan hasil penelitian mengenai data pengaruh rekonsiliasi fiscal atas laporan keuangan terhadap laba kena pajak PT. Technomed Asia. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan komersial yaitu laporan laba/ rugi perusahaan . Selanjutnya data yang telah terkumpul kemudian penulis melakukan rekonsiliasi . atas JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 laporan keuangan komersial menjadi laporan keuangan fiskal untuk menentukan laba kena pajak. Perhitungan Laba Kena Pajak Perhitungan besarnya laba kena pajak PT. TA tahun 2014, sebagai berikut : REKONSILIASI FISKAL KETERANGAN KOREKSI FISKAL L/K FISKAL PER 31 DESEMBER 2015 POSITIF NEGATIF Laba Bersih Sebelum Kena Pajak Koreksi Positif : Biaya Entertainment Biaya Darmawisata Biaya Lain-lain (Tips Kelancaran Dokume. Biaya Kesehatan dan Olahraga Biaya Telepon. Fax. Internet (Telepo. Biaya Pajak PPh 21, 23, 22, 29 Biaya Pajak Bunga Biaya sumbangan Jumlah Koreksi Positif Koreksi Negatif Pendapatan Bunga Giro Jumlah Koreksi Negatif Rp. 935,795,999. Rp. 217,304,339. Rp. 16,875,000. Rp. 11,367,000. Rp. 2,600,000. Rp. 351,950. 500,875,266. Rp. 1,055,807. Rp. 34,931,802. Rp. 785,361,165. Rp. 5,279,492. (Rp. 5,279,492. Total Koreksi Beda Tetap Rp. 780,081,673. Laba Kena Pajak Rp. 1,715,877,672. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Perhitungan besarnya laba kena pajak PT. Technomed Asia tahun 2015, sebagai berikut : REKONSILIASI FISKAL KETERANGAN KOREKSI FISKAL L/K FISKAL PER 31 DESEMBER 2015 POSITIF NEGATIF Laba Bersih Sebelum Kena Pajak Koreksi Positif : Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. 3,673,000. Biaya Entertainment Biaya Bonus dan THR Biaya Imbalan Kerja Biaya Darmawisata Biaya Seragam Biaya Lain-lain (Tips Kelancaran Dokume. Biaya Kesehatan dan Olahraga Biaya Pajak PPh 21, 23, 22. Biaya Pajak Bunga Biaya Jumlah Koreksi Positif Koreksi Negatif Pendapatan Bunga Giro Jumlah Koreksi Negatif Total Koreksi Beda Tetap Laba Kena Pajak Rp. 542,080,084. Rp. 46,193,747. Rp. 55,000,000. Rp. 103,410,691. Rp. 50,296,203. Rp. 27,955,000. Rp. 240,000. Rp. 2,400,000. 303,063,920. Rp. 2,230,975. Rp. 7,439,100. Rp. 601,902,636. Rp. 11,155,725. (Rp. 11,155,725. Rp. 590,746,910. Rp. 1,132,826,995. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Rekonsiliasi Fiskal . Entertainmen Dalam beban penjualan yang ada dalam laporan laba rugi tahun 2014 terdapat biaya entertaiment sebesar Rp. 217,304,339. 00 dan pada tahun 2015 terdapat biaya entertaiment sebesar Rp. 46,193,747. Sesuai dengan UndangAe Undang PPh Pasal 9 ayat . huruf g, harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan, tidak dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan bruto. Biaya Darmawisata Terdapat dalam biaya darmawisata sebesar Rp. 16,875,000. 00 pada tahun 2014 dan sebesar Rp. 50,296,203. 00 pada tahun 2015 yang seharusnya tidak dimasukkan dalam biaya karena biaya yang dibayarkan diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. Berdasarkan Undang undang PPh pasal 9 ayat . , yaitu jumlah penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. Biaya Lain-lain (Tips & Kelancaran Dokume. Biaya lain-lain harus dibuat rinciannya dan harus dipisahkan antara biaya yang dapat dikurangkan dengan biaya yang tidak dapat dikurangkan, apabila tidak ada rinciannya dan tidak ada bukti-bukti yang sah maka biaya-biaya tersebut tidak dapat dikurangkan. Rp. 11,367,000. 00 pada tahun 2014, dan yang harus dikoreksi positif sebesar Rp. 240,000. 00 pada tahun 2015. Biaya olahraga dan kesehatan Terdapat dalam laporan keuangan PT. Technomed Asia biaya olahraga dan kesehatan sebesar Rp. 2,600,000. 00 pada tahun 2014 dan Rp. 2,400,000. yang seharusnya tidak dimasukkan dalam biaya karena biaya yang dibayarkan diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. Berdasarkan Undang undang PPh pasal 9 ayat . Biaya Telepon. Fax. Internet (Telepo. Dalam laporan keuangan PT. Technomed Asia tahun 2014, terdapat biaya telepon direksi sebesar Rp. 11,714,900. Sesuai dengan Keputussan Direktorat Jendral Pajak No. KEP-220/PJ/2002 pasal 1 ayat . , biaya perolehan atau pembelian telepon seluler yang dimiliki dan dipergunakan perusahaan untuk pegawai tertentu karena jabatan atau pekerjaannya, dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan sebesar 50% melalui penyusutan aktiva tetap kelompok 1. Maka, biaya telepon/internet harus dikoreksi positif sebesar Rp. 351,950. Biaya Pajak PPh 21, 23, 22, 29,PPN dan Biaya Pajak Tangguhan Pajak Penghasilan merupakan biaya yang tidak boleh dikurangkan yang sesuai dengan Undang-undang perpajakan dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan pasal 9 ayat . , bahwa semua Pajak penghasilan tidak boleh dikurangkan. Biaya Bonus. THR, dan Imbalan Kerja Dalam laporan keuangan PT. Technomed Asia Tahun 2015, terdapat Biaya Tenaga Kerja langsung sebesar Rp. 339,266,891. 60 tetapi di dalam nya terdapat biaya bonus yang belum dibayarkan kepada karyawan sehingga terjadinya penumpukan dana cadangan. Sedangkan menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan Pasal 9 ayat . yaitu ntuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan pembentukan atau pemupukan dana cadangan . Biaya Seragam Selama tahun 2015 PT. Technomed Asia membebankan biaya seragam karyawan di bagian produksi dalam laporan laba rugi perusahaan sebesar Rp. 27,955,000. 00 dalam rangka mendukung dan menunjang keselamatan kerja Sesuai dengan penjelasan UU. No. 17/2000 pasal 9 ayat . huruf e yang terakhir dirubah dengan UU no. 36 Tahun 2008. Pendapatan Bunga Giro Pendapatan jasa giro merupakan pendapatan yang kena pajak final sehingga di keluarkan dari pendapatan lain Ae lain sebagai penambah laba. Sesuai dengan Undang-undang PPh pasal 4 ayat . Oleh karena itu, harus dilakukan koreksi negatif sebesar Rp. 5,279,492. 10 pada tahun 2014 dan sebesar Rp. 11,155,725. 76 pada tahun 2015. Biaya Pajak Bunga Pajak Jasa Giro merupakan biaya yang digunakan untuk pemotongan pendapatan jasa giro yang bersifat final. Menurut Undang-undang perpajakan dalam Undang-undang PPh pasal 4 ayat . , bahwa semua pendapatan yang bersifat final tidak dapat dimasukkan kedalam penghasilan. Maka dilakukan koreksi positif sebesar Rp. 1,055,807. 96 pada tahun 2014 dan sebesar Rp. 2,230,975. pada tahun 2015. Biaya Sumbangan Pada umumnya sumbangan dan bantuan tidak boleh dikurangkan karena bagi penerimanya pada umumnya bukan objek pajak. Namun untuk lebih tegasnya kita harus melihat ketentuan di Undang-undang no. 36 tahun 2008 yang mengatur biaya-biaya yang tidak boleh dikurangkan. Maka dilakukan koreksi positif sebesar Rp. 34,931,802. 67 tahun 2014 dan Rp. 7,439,100. 00 tahun 2015 . Biaya Tenaga Kerja Langsung Dalam laporan keuangan PT. Technomed Asia Tahun 2015, terdapat Biaya Tenaga Kerja langsung sebesar Rp. 2,569,359,698. 90, tetapi di dalam nya terdapat biaya bonus yang belum dibayarkan kepada karyawan sehingga terjadinya penumpukan dana cadangan Uji Regresi Linear Sederhana Menurut Moh. Pabundu . analisis regresi sederhana dilakukan bila hubungan dua variable berupa hubungan kasual atau fungsional. Untuk menetapkan kedua variable mempunyai hubungan kasual atau tidak, harus didasarkan pada teori atau konsep-konsep tentang dua variable tersebut. Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kasual satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Analisis Korelasi Sederhana Analisis korelasi simultan berfungsi untuk mencari kuatnya hubungan antara Rekonsiliasi Fiskal (X) dengan Laba Kena Pajak (Y). Analisis Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang menyatakan besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pada permasalahan yang sedang diteliti yaitu pengaruh Rekonsiliasi Fiskal terhadap Laba Kena Pajak. Uji Hipotesis ( T-Tes. Pengujian hipotesis parsial . dilakukan untuk membuktikan apakah Rekonsiliasi Fiskal berpengaruh signifikan terhadap Laba Kena Pajak JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Pembahasan Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh rekonsiliasi fiskal terhadap laba kena pajak. Berdasarkan persamaan regresi yang diperoleh dimana koefisien regresi sederhana positif, maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh positif rekonsiliasi fiskal terhadap laba kena pajak dengan besarnya pengaruh Pengaruh Rekonsiliasi Fiskal Atas Laporan Keuangan Komersial terhadap Laba Kena Pajak Berdasarkan penelitian yang dilakukan di PT. Technomed Asia menyatakan bahwa rekonsiliasi fiskal mempunyai pengaruh positif terhadap laba kena pajak. Rekonsiliasi fiskal laporan keuangan dilakukan atas transaksi-transaksi usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Makna pengaruh positif rekonsiliasi fiskal terhadap laba kena pajak pada PT. Technomed Asia banyaknya biaya-biaya yang dikoreksi positif yang mengakibatkan mengakibatkan laba yang diakui oleh laporan keuangan fiskal PT. Technomed Asia semakin besar dan semakin besar biaya yang dikoreksi positif maka semakin kecil rugi yang diakui oleh fiskal. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan pengakuan pendapatan dan beban antara Laporan Keuangan Komersial PT. Technomed Asia yang disusun berdasarkan SAK dan Laporan Keuangan Fiskal PT. Technomed Asia yang disusun berdasarkan peraturan Perpajakan yang berlaku, hal tersebut menjadi dasar koreksi fiskal, baik koreksi positif maupun koreksi negatif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa Rekonsiliasi Fiskal berpengaruh signifikan terhadap Laba Kena Pajak di PT. Technomed Asia yang disebabkan adanya Rekonsiliasi laporan laba rugi yang disusun perusahaan sebagai penyesuaian atas perbedaan pengakuan antara Standar Akuntansi Keuangan dan perpajakan. SARAN Rekonsiliasi fiskal merupakan sarana yang paling tepat digunakan perusahaan dalam menentukan jumlah laba kena pajak dan dapat diterapkan bagi setiap wajib pajak yang menyelenggarakan pembukuan. Sebaiknya perusahaan menjaga kesinambungan rekonsiliasi tersebut, dengan cara membukukan pos-pos yang berbeda antara laporan keuangan fiskal dan komersial. DAFTAR PUSTAKA