JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 KEGEL EXERCISE SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN TINGKAT INKONTINENSIA URINE PADA LANSIA Oktavia Andika Putri. Sri Sudarsih. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto ws@gmail. Abstract One of the decline in body systems experienced by elderly is urinary system. In elderly, the decrease in the hormone estrogen causes atrophy of the urethral tissue and the effects of childbirth cause weakness of the pelvic floor muscles which can lead to disturbances in controllig urine output, which is called urinary incontinence. Elderly who experience urinary incontinence will increase the risk of falling because they have to go to the toilet many times, resulting in urinary tract infections and sepsis. The psychosocial aspect of the elderly will feel ashamed so they withdraw from society because they often urinate, resulting in low self-esteem, depression, and increased dependence on others. Efforts that can be made to improve urinary incontinence include non-pharmacological therapy in the form of Kegel exercises. The purpose of this study was to determine the effect of Kegel exercise on urinary incontinence in the elderly at Pesanggrahan PMKS Majapahit. Mojokerto Regency. The research design used preexperimental, the type of research used was one group pretest-posttest design. The number of samples is 24 elderly people with a sampling technique using purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire. The statistical test of this study used the Wilcoxon sign rank. Based on the Wilcoxon test statistic, the difference between pretest and posttest was 7. 92 with a p value of 000, which means that there is a significant effect of Kegel exercise on urinary incontinence in the elderly at Pesanggrahan PMKS Majapahit. Mojokerto Regency. It is hoped that the provision of Kegel exercises can be carried out routinely so that it can reduce the level of urinary Keywords: Elderly. Kegel exercise, urinary incontinenc. PENDAHULUAN Proses penuaan merupakan suatu & Oktarina, 2. Inkontinensia urine ini, proses biologis yang tidak dapat dihindari membuat otot sfingter uretra menjadi lemah, dan akan menyebabkan berbagai perubahan kapasitasnya menurun sampai 200 ml atau (Rijal et al. , 2. Terutama pada sistem menyebabkan frekuensi buang air kecil perkemihan, yaitu inkotinensia urine yang (Harahap et al. , 2. Masalah ini sering kepentingan yang cukup besar (Kamariyah kali tak dilaporkan oleh lansia ataupun JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 keluarganya karena dianggap masalah yang menunjukkan bahwa 3 orang . %) susah tabu atau memalukan untuk disampaikan ke menahan kencing, sehari bisa 8-10 kali orang lain (Pujiastuti et al. , 2. buang air kecil, kadang keluar saat batuk Organisasi dunia WHO mencatat 200 atau tertawa, sedangkan 2 orang masih bisa menahan kencing, frekuensi kencing 6-7 kali inkontinensia urine (WHO, 2. Hasil Inkontinensia urine dipengaruhi oleh penelitian Patel et al . menunjukkan faktor usia, fungsi otot dasar panggul yang bahwa 61,8% wanita dewasa dan lansia di Amerika Serikat mengalami inkontinensia urine dengan 32,4% dari semua wanita penenang, radang saluran kemih dan faktor melaporkan gejala setidaknya setiap bulan. psikologis seperti depresi (Agustina et al. Hasil penelitian (Najafi et al. , 2. di Iran menunjukkan bahwa 24,9% wanita lansia Lansia mengalami inkontinensia urine, dan 40,2% diantaranya adalah inkontinensia stress. transmisi pasif tekanan abdominan ke uretra Penelitian Perkumpulan Kontinensia Refleks Indonesia (PERKINA) pada tahun 2020 melibatkan kontraksi aktif dari otot lurik dan yang melibatkan 585 subjek yang terdiri dari sfingter uretra eksternus dapat mencegah 267 pria dan 318 perempuan dengan usia rata-rata 51 tahun dengan menggunakan Indonesia, proksimal uretra menuju bagian anterior ditemukan bahwa 2,7% dari responden kemudian menuju ke bagian posterior mengalami Stress Urinary Incontinence (Samosir & Ilona, 2. Selama proses (SUI) dengan 2,4%-nya adalah perempuan, pengosongan ligamen pubo uretra dan 5,5% Urinary jaringan ikat vagina ke otot pelvis dan fascia Incontinence (UUI) dengan 4,4% dari 5,5% secara aktif merubah posisi leher kandung adalah perempuan, dan 3,4% Mixed Urinary kemih dan uretra proksimal. Bagian ini Incontinence (MUI) dengan sebagian besar, mengandung kedua fascia dan otot polos. yaitu 3,1% adalah perempuan (Nirmala & Perubahan posisi ini akan menekan uretra Nurrohmah, 2. QUID Urgency Hasil studi pendahuluan tanggal 25 Tekanan Jadi Maret 2023 menunjukkan bahwa jumlah inkontinensia urine merupakan hasil dari lansia di PMKS Majapahit sebanyak 44 kombinasi kerjasama anatomi secara pasif Hasil wawancara pada 5 lansia dan kontraksi otot yang aktif (Samosir & JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Ilona, 2. Lansia yang mengalami kemampuan tahanan pada sfingter uretra inkontinensia urine akan mengalami pusing sehingga mampu meningkatkan periode dan cepat lelah karena tidak nyenyak saat kontinen terhadap urine (Harahap et al. tidur sehingga harus bangun untuk buang air Senam kegel memberikan pengaruh kecil, hal tersebut juga mengakibatkan resiko jatuh pada lansia juga semakin besar kekuatan otot dasar panggul sehingga berkali-kali mengakibatkan terjadinya infeksi saluran inkontinensia pada lansia dan keluhan kemih dan sepsis. Segi psikososial lansia terkait fungsi otot dasar panggul dan akan merasa malu sehingga menarik diri dari penelitian yang dilakukan oleh (Samosir & masyarakat karena sering buang air kecil. Ilona, 2. yang mengatakan bahwa senam hingga harga diri rendah, cemas, depresi, kegel sangat bermanfat untuk menguatkan serta ketergantungan kepada orang lain otot rangka pada dasar panggul, sehingga meningkat (Nirmala & Nurrohmah, 2. memperkuat fungsi sfingter eksterna pada Peranan perawat sebagai penyedia layanan kandung kemih. kesehatan dapat memberikan terapi non farmakologi dengan Kegel Exercise dan METODE PENELITIAN tidak hanya meliputi tindakan pencegahan Penelitian yang tepat untuk menjaga agar pasien tetep rancangan penelitian analitik eksperimental bersih dan nyaman, namun juga intervensi jenis pre eksperimental dengan pendekatan aktif untuk mempromosikan kontinensia. one group pretest post test design yaitu Latihan Kegel exercise digunakan untuk pada paradigma ini terdapat pretest sebelum memperkuat otot pubococcygeal (PC) dan diberi perlakuan dan posttest setelah otot diafragma pelvis lainnya (Wahdi et al. Populasi penelitian ini adalah semua lansia di UPT Kegel Pesanggrahan PMKS Mojopahit Kabupaten menguatkan muskuluslevatorani, menjaga Mojokerto sebanyak 44 orang. Sampling lapisan endopelvic dan keutuhan saraf yang pada penelitian ini menggunakan teknik dapat meningkatkan kesadaran dari otot purposive sampling dimana pemilihan transmisi dari tekanan abdominal, serta Sampel yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan otot tersebut penelitian ini adalah sebagian lansia di UPT dalam menyokong bladder, vagina dan Pesanggrahan PMKS Mojopahit Kabupaten rectum yang kemudian dapat meningkatkan Mojokerto yang memenuhi kriteria peneliti JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Pengaruh Kegel Exercise Terhadap Tingkat Inkontinensia Urine pada Lansia di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto. yaitu: . Lansia dengan inkontinensia urine, . Lansia yang tidak mengalami perubahan kesadaran, . Lansia yang dapat mengikuti Kegel Exercise secara rutin tanpa drop out. Jumlah Instrumen Tabel 2. Tingkat Inkontinensia Urine pada Lansia Sebelum diberikan Intervensi Kegel Exercise . No Inkontinensia Tidak 2 Inkontinensia urine ringan 3 3 Inkontinensia urine ringan 5 Ae sedang 4 Inkontinensia urine sedang 9 5 Inkontinensia urine parah 6 Total Incontinence Consultation on incontinence Questionaire Short Form (ICIQ-SF). Uji Uji Wilcoxon Signed Rank Test. HASIL PENELITIAN (N=. (%) Usia 45-59 tahun 60-74 tahun 2 Jenis Kelamin Laki Ae laki Perempuan 3 Kebiasaan Merokok Merokok Tidak Total Sumber: Data Primer, 2022. Berdasarkan Berdasarkan diinterpretasikan bahwa hampir setengah responden yaitu 9 . ,1%) responden mengalami inkontinensia urine sedang. Tabel 1. Karakteristik Responden Variabel Sumber: Data Primer, 2022 Karakteristik Responden Tabel 3 Tingkat Inkontinensia Urine pada Lansia Setelah diberikan Intervensi Kegel Exercise . No Inkontinensia 1 Tidak mengalami 2 Inkontinensia urine ringan 3 Inkontinensia urine ringan Ae 4 Inkontinensia urine sedang 5 Inkontinensia urine parah Total Sumber: data Primer, 2022 diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia 60-74 Berdasarkan tahun sebanyak 16 . 6%). Pada jenis diinterpretasikan bahwa hampir setengah kelamin didapatkan hasil sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan 14 mengalami inkontinensia ringan. Hasil uji responden . 9%). Kebiasaan merokok statistik wilcoxon dengan bantuan spss didapatkan hasil yaitu hampir seluruhnya versi 26 yang digunakan untuk melihat sebanyak 18 responden . 3%) memiliki perbedaan inkontinensia urine sebelum kebiasaan tidak merokok. dan sesudah pemberian intervensi kegel . JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 diperoleh nilai p value = 0,000. yaitu berkurangnya kapasitas kandung kemih, berkurangnya kemampuan kandung PEMBAHASAN kemih dan uretra, berkurangnya tekanan Inkontinentia Urine pada lansia Sebelum diberikan Kegel Exercise. Berdasarkan penutupan uretra maksimal, meningkatnya volume urin sisa pasca berkemih, dan berubahnya ritme produksi urin di malam Sejalan dengan penelitian sebelumnya, mengalami inkontinensia urine baik pada hasil penelitian menunjukkan sebelum tingkat ringan sampai dengan parah. perlakuan terdapat 23% lansia mengalami Inkontinensia urin merupakan salah satu Inkontinensia masalah yang banyak dialami oleh lansia dan perlu mendapatkan perhatian seiring . dan ISK. Beberapa faktor ini kesehatan atau sosial, higienis, psikososial, ada rangsangan dari luar misalnya batuk, bersin, atau aktivitas yang cukup berat bisa terjadi diluar keinginan, karena beberapa faktor pencetus yang menimbulkan hal ini Berdasarkan dengan bertambahnya usia maka kapasitas peneliti berpendapat bahwa inkontinensia kandung kemih menurun, sisa urin dalam urine merupakan salah satu masalah kandung kemih cenderung meningkat dan kesehatan yang dimana terdapat penurunan kontraksi otot kandung kemih yang tidak pada sistem perkemihan, dan banyak teratur semakin sering terjadi. Keadaan ini terkontrol (Suhartiningsih, 2. terjadi (Collein, 2. Secara umum ketika otot dasar panggul lemah kemudian kandung kemih yang tidak terkendali atau yang menyokong kandung kemih, sehingga Penelitian lain menyebutkan inkontinensia Otot dasar panggul adalah otot dan ekonomi (Samosir & Ilona, 2. , penurunan hormone, gaya hidup jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga terjadi oleh beberapa faktor yakni usia urin tanpa disadari . , dalam Styawati, 2. Inkontinensia urin dapat Inkontinensia urin merupakan pengeluaran inkontinensia urin berat (Purwantini & dengan meningkatnya populasi lanjut usia. dialami oleh lansia. Inkontinensja urine sendiri memiliki beberapa faktor pencetus gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi sehingga permasalahan mengenai sistem urin yaitu Inkontinensia urin. Perubahan yang tercatat pada kandung kemih yang mengalami penuaan Hasil JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 responden yang mengalami inkontinensia kelamin perempuan sebanyak 14 orang urine sedang dan parah yaitu memiliki . ,3%). Sejalan dengan penelitian Moa, rentan usia 60-74 tahun . 8%). Hal ini dkk . berpendapat bahwa faktor jenis disebabkan karena lanjut usia seseorang kelamin berperan terjadinya inkontinensia semakin besar risiko inkontinensia urin urine khususnya wanita karena menurunnya karena perubahan fisiologis akibat penuaan, seperti penurunan elastisitas otot dan menopause akan terjadi penurunan tonus jaringan, perubahan kapasitas kandung otot vagina dan otot pintu saluran kemih kemih, penurunan sensasi, gangguan saraf, penurunan hormon, dan penyakit kronis dapat berkontribusi pada masalah ini membuat otot-otot dasar panggul rusak (Amelia, 2. Sejalan Proses terjadinya inkontinensia urine. Sejalan beberapa faktor salah satunya usia, yang dengan hasil penelitian diatas, bahwa hasil dimana usia di atas 50 tahun ke atas akan yang ditemukan oleh peneliti selama proses mengalami beberapa penurunan system tubuh, salah satunya yaitu mengenai sitem responden yang mengalami inkontensia berkemih (Siregar 2. Suharyanto & urine berjenis kelamin perempuan, dimana Majid . dalam Pamungkas . dalam hal ini perempuan sangat beresiko menyatakan perubahan yang tercatat pada terhadap terjadinya inkontensia urine. kandung kemih yang mengalami penuaan Hasil yaitu berkurangnya kapasitas kandung bahwa hampir seluruh responden yang Penelitian yang dilakukan oleh mengalami inkontinensia urine sedang dan peneliti berasumsi bahwa usia memiliki parah yaitu tidak memiliki kebiasaan pengaruh terhadap terjadinya inkontinensia merokok berjumlah 14 responden . 2%). Pada penelitian ini faktor riwayat merokok mengalami berbagai penurunan sistem tidak memiliki pengaruh yang signifikan tubuh salah satunya sistem perkemihan hal ini disebabkan karena responden pada lansia. Berdasarkan hasil penelitian dominan berjenis kelamin perempuan, dimana pada perempuan cenderung tidak responden yang mengalami inkontinensia urine sedang dan parah yaitu berjenis secara teori, kebiasaan merokok dapat Namun JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Inkontinensia Urine pada Lansia Setelah diberikan kegel exercise mengakibatkan kandung kemih menjadi terlalu aktif karena adanya pengaruh nikotin Dari terhadap dinding kandung kemih. Nikotin Pada kasus perokok kronis, stimulasi otot responden sebanyak 11 . 8%) mengalami detrusor oleh nikotin berkelanjutan dapat inkontinensia ringan. Senam kegel adalah sejenis latihan fisik, dimana dasar utamanya intraabdomen yang pada akhirnya dapat pada gerakan untuk memeperkuat otot panggul dan meningkatkan tonus otot dasar disadari (Hannestad et al. , 2. dalam panggul (Suhartiningsih. Cahyono, and (Purwantini & Styawati, 2. Pada Egho 2. Senam kegel sendiri memiliki penemuan hasil yang dilakukan oleh tujuan untuk memperkuat sfingter kandung peneliti juga ditemukan bahwa lebih banyak kemih dan otot dasar panggul, yaitu otot- responden yang tidak merokok tetap bisa otot yang berperan mengatur miksi dan mengalami inkontinensia urine. Setiap responden memiliki tingkat keparahan melemaskan kelompok otot panggul dan memiliki efek stimulasi pada otot detrusor. Beberapa peserta mungkin mengalami pubococcygeal, sehingga seorang wanita tingkat yang lebih rendah atau gejala yang dapat memperkuat otot-otot saluran kemih tidak terlalu serius sebelum intervensi (Samosir and Ilona 2. karena berbagai faktor pribadi, seperti Senam kegel bermanfaat untuk kekuatan otot panggul sebelumnya, serta mengurangi resiko terjadinya inkontensia faktor-faktor tahap lanjutan kesehatan kandung kemih. Sejumlah faktor, pemerkuatan otot sfingter kandung kemih seperti jenis kelamin, usia, dan riwayat merokok, juga turut memainkan peran mempengaruhi frekuensi berkemih menjadi normal (Jauhar. Lestari, and Surachmi 2. Mekanisme peserta dipengaruhi oleh faktor-faktor ini, kontraksi dan meningkatkan tonus otot polos secara keseluruhan, faktor-faktor ini dapat dinding kandung kemih sehingga terjadi adanya rangsang pada otot polos kandung penelitian ini. Meskipun tidak semua kemih sebagai dampak dari latihan. Latihan penelitian tersebut. ini dapat menimbulkan rangsangan sehingga JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 neuromuskuler dan muskuler. Otot polos inkontinensia urine yang dialami oleh lansia. kandung kemih mengandung filamen aktin Kegel exercise mengartikan bahwa latihan ini dan miosin yang mempunyai sifat kimiawi memiliki fungsi yang baik dalam penguatan dan saling berinteraksi. Proses interaksi otot-otot adenotriposfat (ATP) selanjutnya dipecah Pengaruh Kegel Exercise Terhadap Inkontinensia Urine pada Lansia. (AD) memberikan energi bagi konstraksi muskulus Mekanisme Berdasarkan hasil penelitian yang melalui muskulus, terutama otot polos dilakukan oleh peneliti di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit mengenai inkontinensia urine pada lansia menunjukkan bahwa pada menghasilkan ATP yang dimanfaatkan oleh kelompok perlakuan diperoleh nilai p value = otot polos kandung kemih sebagai energi 0,000 karena . <0,. maka H1 diterima untuk kontraksi dan meningkatkan tonus otot yang berarti terdapat perbedaan inkontinensia polos kandung kemih. Dalam hal ini lah, urine yang signifikan pada lansia di UPT nantinya senam kegel dapat mempengaruhi Pesanggrahan PMKS Majapahit sebelum dan frekuensi berkemih dan menjadikan sebagai sesudah intervensi kegel exercise. Hasil alternatif dalam mengurangi inkontinensia selanjutnya menunjukkan bahwa sebelum urine (Samosir and Ilona 2. dilakukan kegel exercise didapatkan hampir Hasil ini diperkuat oleh penelitian setengah responden mengalami inkontinensia dengan judul AuPengaruh Senam Kegel urine sedang 9 . 1%). Setelah dilakukan Terhadap Frekuensi Inkontinensia Urine kegel exercise menjadi hampir setengah Pada Lanjut Usia Wilayah Kerja . Puskesmas Tumpaan Minahasa SelatanAy adanya perubahan frekuensi inkontinensia terdapat perbedaan nilai pretest dan posttest, urine sebelum diberikan senam kegel yaitu rata-rata sebanyak 11 orang mengalami inkontinensia diberikan perlakuan kegel exercise adalah berat, 16 orang mengalami inkontinensia 78 dengan standar deviasi 0. sedang, sedangkan 3 orang mengalami dan rata-rata inkontinensia urine setelah inkontinensia rendah (Karjoyo et al. , 2. diberikan perlakuan kegel exercise adalah Berdasarkan 26 dan standar deviasi 0. 864, hal ini berpendapat bahwa, dengan dilakukannya dapat dinyatakan bahwa terdapat penurunan dalam kondisi sebelum dan setelah dilakukan Hasil JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 kegel exercise. Hasil penelitian sebelumnya, tekanan abdominal, serta meningkatkan (<0,. , kemampuan otot tersebut dalam menyokong menunjukkan hasil yang berbeda pada skor bladder, vagina dan rectum yang kemudian kuesioner RUIS sebelum dan sesudah dapat meningkatkan kemampuan tahanan melakukan senam segel, dimana dalam hal ini menunjukkan adanya pengaruh senam kegel meningkatkan periode kontinen terhadap terhadap inkontinensia urine yang dialami urine (Harahap et al. , 2. Senam kegel oleh lansia (Amilia. Warjiman, and Ivana terhadap peningkatan kekuatan otot dasar value=0,001 Penelitian lain juga menghasilkan panggul sehingga dianjurkan dilakukan untuk menunjukan nilai P value = 0,000 0 (<0,. mencegah inkontinensia pada lansia dan keluhan terkait fungsi otot dasar panggul. Senam kegel sangat bermanfat untuk kondisi inkontinensia urine (Sulistyawati et menguatkan otot rangka pada dasar panggul. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Anggelita S, . dengan judul eksterna pada kandung kemih (Samosir & AuLatihan Kegel dengan Penurunan Gejala Ilona, 2. Sejalan dengan uraian di atas. Inkontinensia Urine pada LansiaAy dengan peneliti berpendapat bahwa hasil akhir yang jumlah responden 13 orang didapati bahwa ditemukan oleh peneliti dengan melakukan responden terbanyak pada inkontinensia senam kegel atau kegel exercise pada lansia Hal ini mengungkapkan bahwa, hasil yang ditemukan oleh peneliti setelah postest Pesanggrahan PMKS Mojopahit memiliki kegel exercise sejalan dengan hal yang pengaruh yang signifikan terhadap perubahan ditemukan oleh penelitian sebelumnya yaitu dan frekuensi berkemih lansia dalam rentang masih adanya angka kejadian inkontinensia tertentu, kearah rentang inkontinensia yang sedang pada lansia. Tentunya dalam hal ini lebih baik dari sebelumnya. UPT untuk bisa dilakukan penurunan frekuensi KESIMPULAN berkemih tentu dengan pemberian kegel Kegel Sebagian besar lansia mengalami inkontinensia urine kategori sedang sebelum diberikan intervensi kegel exercise dan setelah diberikan intervensi kegel exercise, endopelvic dan keutuhan saraf yang dapat sebagian besar lansia mengalami penurunan meningkatkan kesadaran dari otot dasar inkontinensia urine pada tingkat ringan. panggul untuk menyesuaikan transmisi dari JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 DAFTAR PUSTAKA