Jambura Accounting Review. Volume 5 No. Agustus 2024. Hal. 96 - 107 Jambura Accounting Review Journal homepage: http//:jar. id/index. php/jar E-ISSN 2721-3617 Analisis Pengendalian Internal Penerimaan dan Pengeluaran Kas Studi Kasus Pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie Della Alfia. Muliyanib STIM Sukma Medan. Jl. Sakti Lubis. Siti Rejo I. Kec. Medan Kota. Kota Medan. Sumatera Utara 20219. Indonesia. Email: iamdellaalfi@gmail. coma, diajeng. mulyani@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Received 25-01-2024 Revised 12-08-2024 Accepted 16-08-2024 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara dan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan mewawancarai beberapa pegawai. PT. Pegadaian Cabang Blangpidie memerlukan adanya suatu pengendalian guna tercapainya tujuan perusahaan secara menyeluruh. Pengendalian ini bersifat preventif dan pengendalian represif, hal ini diperlukan agar tidak terjadi masalah dalam pengelolaan kas. Hasil penelitian ini menunjukkan pengendalian intern pada sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas PT. Pegadaian Cabang Blangpidie sudah cukup baik, tetapi masih ada beberapa kelemahan seperti kurangnya loket, keterlambatan pada pembuatan laporan keuangan dan belum adanya system informasi manajemen sehingga dalam efisiensi waktu belum Untuk meningkatkan pengendalian intern beberapa saran yang dapat diterapkan yaitu, penegasan terhadap otoritas dan tugas fungsi setiap karyawan, pelatihan kerja bagi karyawan yang rangkap jabatan dan pemanfaatan teknologi mutakhir secara maksimal. Kata Kunci: Pengendalian Internal. Penerimaan Kas. Pengeluaran Kas Keywords: Internal Control. Cash Receipts. Cash Disbursements ABSTRACT The purpose of this research is to find out how the Internal Control System for Cash Receipts and Disbursements at PT. Pegadaian Cabang Blangpidie. This research uses qualitative research methods and data collection techniques using interview and documentation techniques. This research uses data collection techniques by interviewing several employees. PT. Pegadaian Cabang Blangpidie requires control to achieve overall company goals. This control is preventive and repressive control, this is necessary so that problems do not occur in cash management. The results of this research show internal control of cash receipts and disbursements inPT. Pegadaian Cabang Blangpidie is quite good. The findings showed there are still several weaknesses such as the lack of counters, delays in preparing financial reports and the absence of a management information system so that efficiency has not been achieved at this time. To improve internal control, several suggestions that can be implemented are, affirmation of the authority and functional duties of each employee, job training for employees with multiple positions and maximum use of the latest technology. @2024 Della Alfi. Muliyani Under The License CC BY-SA 4. Jambura Accounting Review. Volume 5 No. Agustus 2024 PENDAHULUAN PT. Pegadaian adalah suatu lembaga keuangan non perbankan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 103 Tahun 2000 tentang PT. Pegadaian yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan usaha menyalurkan uang pinjaman atas dasar hokum gadai, dalam hal ini mampu menjadi alternatif karena sistem pelayanannya yang melalui prosedur sederhana cepat dan mudah sesuai dengan mottonya AuMengatasi Masalah Tanpa MasalahAy. Berbeda dengan lembaga keuangan bank yang pemberian kredit berdasarkan pada jenis usaha dengan jaminan, baik itu benda bergerak dan tidak bergerak. Pegadaian memberikan kreditnya didasarkan pada nilai barang jaminan yang diserahkan tanpa memperhatikan penggun aan kredit tersebut. Tujuannya ikut meningkatkan perekonomian dengan cara memberikan uang pinjaman berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar dari praktek pinjaman uang dengan bunga yang tidak wajar. Aktiva yang berperan dalam operasional perusahaan adalah kas dan piutang. Kas merupakan aktiva lancar yang paling liquid dan hampir setiap kegiatan operasional perusahaan berhubungan dengan kas. Kas merupakan aset lancar perusahaan yang sangat menarik dan mudah untuk diselewengkan. Sedangkan pengendalian intern piutang usaha timbul akibat adanya penjualan secara kredit (Rahma & Mutmainah, 2. Jumlah kas merupakan peranan yang sangat penting dalam menjalankan aktivitas operasi perusahaan, karena kas mempunyai harta perusahaan yang paling mudah untuk digunakan sebagai alat pembayaran untuk membiayai kegiatan operasi sehari-hari, ataupun untuk mengadakan investasi baru. Kas dapat diubah menjadi aktiva lainnya dan dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa, serta memenuhi kewajiban dengan lebih mudah dibandingkan aktiva lainnya (Batubara et al. , 2. Pada sebuah perusahaan kegiatan penerimaan kas dan pengeluaran kas menjadi bagian yang sangat rentan terjadinya penyalahgunaan dan penyelewengan. dalam sistem penerimaan dan pengeluaran kas dibutuhkan adanya prosedur yang baik dimana nantinya akan sesuai dengan kebijakan manajemen yang sudah ditetapkan. Penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan diluar prosedur yang telah ditetapkan akan menimbulkan terjadinya penyelewengan dan penggelapan kas. Jadi, dapat disimpulkan jika semakin baik mekanisme penerimaan dan pengeluaran kas yang dikakukan perusahaan maka akan semakin dapat dipercaya besarnya akun kas yang dilaporkan pada laporan keuangan perusahaan tersebut dan tingkat penyelewengan akan lebih mudah untuk ditelusuri. Pengendalian internal merupakan bagian dari masing-masing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional perusahaan atau organisasi tertentu. Di dalam lingkungan perusahaan, pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu proses yang diberlakukan oleh pimpinan . ewan direks. dan manajemen secara keseluruhan. Pengendalian internal dirancang untuk memberi suatu keyakinan akan tercapainya tujuan perusahaan yang secara umum. Menurut Alvin. Randal & Mark . , semakin efektif pengendalian internal, semakin rendah faktor risiko yang dapat ditetapkan untuk resiko pengendalian. Analisis Pengendalian Internal Penerimaan dan PengeluaranA. (Della Alfi. Muliyan. Pentingnya sistem pengendalian internal bertujuan untuk memastikan bahwa standar dan alur kerja telah dijalankan dengan efektif dan efisien, menurunkan risiko transaksi keuangan yang tidak tercatat secara lengkap dan akurat, serta meminimalkan seluruh motif tindakan kecurangan dan penyelewengan yang merugikan perusahaan (Ikaputri & Fatima, 2. Menurut Mulyadi . 8: . dimensi dari efektivitas pengendalian intern yaitu meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga aset organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan Pengendalian intern merupakan suatu sistem yang dapat membantu pimpinan dalam melaksanakan kegiatan operasioanal perusahaan sehingga dapat diarahkan pada tingkat yang paling efisien dan efektif. Sedangkan efektifitas pengendalian intern menyangkut keberhasilan untuk mendukung suatu proses pengendalian guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Permasalahan yang dihadapi PT. Pegadaian (Perser. diseluruh Indonesia, tak terkecuali dengan PT. Pegadaian cabang Blangpidie adalah kurangnya pengendalian internal seperti pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga hal ini menyebabkan terkendalanya sistem pelunasan gadai. Kendala tersebut bisa juga dari nasabahnya yang kurang memperhatikan tanggal jatuh tempo barang jaminannya, serta karyawan Pegadaian yang merangkap tugas sebagai bagian penerimaan dan pencatatan kas karena kurangnya sumber daya manusia. Oleh karena itu, keberhasilan dari proses pengendalian manajemen tidak terlepas dari tahapan dan pengendalian kas yang dijalankan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan unsur pengendalian internal kas pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie dengan harapan dapat menjamin bahwa dalam pelaksanaan pelunasan gadai dapat terkendali dan mampu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat merugikan PT. Pegadaian (Perser. sendiri maupun nasabah. KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Pengertian pengendalian internal adalah meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan kenadalan data akuntasi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Mulyadi, . Pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, memastikan informasi akuntansi perusahaan yang tersedia akurat, juga menjamin semua ketentuan . hukum / undang Ae undang beserta kebijakan manajemen telah dipatuhi dan dijalankan semestinya oleh semua karyawan perusahaan. Pengendalian internal juga dilakukan untuk memantau apakah kegiatan operasional maupun finansial perusahaan telah berjalan sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen (Hery,2. Unsur pokok sistem pengendalian internal ada 4 unsur, yaitu: Jambura Accounting Review. Volume 5 No. Agustus 2024 Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan. Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu, dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab dan wewenang secara tegas. Struktur organisasi merupakan rerangka pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. Unsur mutu karyawan merupakan unsur sistem pengendalian internal yang sangat penting. Jika perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur pengendalian yang lain dapat dikurangi sampai batas yang minimum dan perusahaan tetap mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat diandalkan. Praktik yang sehat. Pembagian tanggung jawab fungsional dan sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang telah diterapkan tidak 11 akan terlaksana dengan baik jika tidak diciptakan cara-cara untuk menjamin praktik yang sehat dalam Diantara ke empat unsur pengendalian tersebut, unsur mutu karyawan yang sesuai dengan tanggung jawabnya merupakan unsur pengendalian yang paling Karena apabila karyawan yang ditempatkan tidak sesuai dengan kemampuannya maka seluruh aktivitas tidak akan berjalan lancar dan apa yang telah dilakukan tidak akan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, unsur manusia atau karyawan harus benar-benar ditempatkan sesuai dengan bidang dan kemampuannya serta memiliki tugas yang telah ditetapkan agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Mulyadi, . Menurut Sujarweni,. Sistem pengendalian internal memiliki 5 komponen utama sebagai berikut: Lingkungan Pengendalian merupakan sarana dan prasarana yang ada di dalam organisasi atau perusahaan untuk menjalankan struktur pengendalian internal yang Beberapa komponen yang mempengaruhi lingkungan pengendalian internal Filosofi yang dianut oleh manajemen dan gaya operasional yang dipakai oleh manajemen, artinya di sini bahwa manajemen akan menegakkan peraturan. Jika yang melanggar akan dikenakan sanksi yang tegas. Struktur Organisasi. Metode pembagian tugas dan tanggung jawab dalam perusahaan harus jelas dan tegas dalam melaksanakan tugas dan tanggung Kebijakan dan praktik yang menyangkut sumber daya manusia. Perusahaan dalam memilih karyawan harus selektif dan melalui prosedur tes yang semestinya bukan nepotisme dan sejenisnya. Pengaruh dari luar. Apabila lingkungan dalam perusahaan sudah baik, maka pengaruh dari luar yang buruk akan mudah bersama-sama ditangkal dan pengaruh yang baik akan lebih mudah diterima. Analisis Pengendalian Internal Penerimaan dan PengeluaranA. (Della Alfi. Muliyan. Penaksiran Risiko. Manajemen perusahaan harus dapat mengidentifikasi berbagai risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Dengan memahami risiko, manajemen dapat mengambil tindakan pencegahan, sehingga perusahaan dapat menghindari kerugian yang besar. Ada tiga kelompok risiko yang dihadapi perusahaan, yaitu: Risiko strategis, yaitu mengerjakan sesuatu dengan cara yang salah . harusnya dikerjakan dengan komputer ternyata dikerjakan secara manua. Risiko finansial, yaitu risiko menghadapi kerugian keuangan. Hal ini dapat disebabkan karena uang hilang, dihambur- hamburkan, atau dicuri. Risiko informasi, yaitu menghasilkan informasi yang tidak relevan atau informasi yang keliru, atau bahkan sistem informasinya tidak dapat dipercaya. Aktivitas Pengendalian. Kegiatan pengawasan merupakan berbagai proses dan upaya yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk menegakkan pengawasan atau pengendalian operasi perusahaan. Committee of Sponsoring Organizations (COSO) mengidentifikasi setidak-tidaknya ada lima hal yang dapat diterapkan oleh perusahaan, yaitu: Pembagian tugas dan tanggung jawab. Pembagian tugas dan tanggung jawab berdasarkan struktur organisasi yang telah dibuat perusahaan. Pemberian otorisasi atas transaksi dan kegiatan. Otorisasi dengan cara membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan dari atasan. Contoh: untuk meminta pergantian peralatan kantor maka bagian pembelian harus meminta persetujuan dari pimpinan dari bagian keuangan, persetujuan dari pimpinan keuangan itu dibuktikan dengan tanda tangan. Rancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang baik. Dokumen sebaiknya mudah dipakai oleh karyawan, dokumen dibuat dengan bahan yang berkualitas agar bertahan lama jika disimpan. Pemeriksaan terhadap kinerja perusahaan. Pemeriksaan kinerja ini dapat dilakukan dengan salah satu langkah yaitu membuat rekonsiliasi/pencocokan antara catatan perusahaan dengan bank, maupun rekonsiliasi antara dua catatan yang terpisah mengenai suatu rekening, melakukan stok opname yaitu mencocokkan jumlah unit persediaan di gudang dengan catatan persediaan dan menjumlah berbagai hitungan dengan cara batch totals, yaitu penjumlahan dari atas ke bawah. Perlindungan yang cukup terhadap kekayaan dan catatan perusahaan. Perlindungan yang ketat ini meliputi antara pecatat dan pembawa kas harus berbeda orangnya, tersedia tempat penyimpanan yang baik, pembatasan akses ruang-ruang yang penting. Merancang sistem informasi perusahaan dan manajemen puncak harus mengetahui hal-hal berikut ini: Bagaimana transaksi diawali. Bagaimana data dicatat ke dalam formulir yang siap dimasukkan ke sistem Bagaimana fail data dibaca, diorganisasi, dan diperbaharui isinya. Bagaimana data diproses agar menjadi informasi dan informasi diproses lagi menjadi informasi yang lebih berguna bagi pembuat keputusan. Bagimana informasi yang baik dilakukan. Jambura Accounting Review. Volume 5 No. Agustus 2024 Bagaimana transaksi berhasil. Pemantuan adalah kegiatan untuk mengikuti jalannya sistem informasi akuntansi, sehingga apabila ada sesuatu berjalan tidak seperti yang diharapkan, dapat segera diambil tindakan. Berbagai bentuk pemantuan di dalam perusahaan dapat dilaksanakan dengan salah satu atau semua proses berikut ini: Supervisi yang efektif, yaitu manajemen yang lebih atas dapat mengawasi manajemen dan karyawan di bawahnya. Akuntansi pertanggungjawaban yaitu perusahaan menerapkan suatu sistem akuntansi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja masing-masing manajer, masing-masing departemen, dan masing-masing proses yang dijalankan oleh Audit internal yaitu pengauditan yang dilakukan oleh auditor di dalam METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelian ini adalah penelitian deskriptif untuk memberikan gambaran cara sistematis dan akurat mengenai fakta, sifat dari hubungan antar fenomena yang diteliti pada suatu perusahaan (Tanjung & Muliyani, 2. Gambaran yang sistematis dan akurat diperoleh dengan mengumpulkan, mengklasifikasikan data sehingga akan memberikan hasil yang konkrit pada permasalahan dan kemudian dilaksanakan analisis sehingga dapat ditarik kesimpulan. Jenis Data Data kualitatif yang dibutuhkan adalah mengenai deskripsi objek penelitian dan catatan perusahaan seperti Buku Standar Operasional Perusahaan. Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang dibutuhkan merupakan data yang diperoleh langsung dari karyawan untuk mendapatkan sejarah singkat PT Pegadaian dan dari staff administrasi bagian keunagn untuk mendapatkan penjelasan mengenai pelaksanaan Standar Operasional Perusahaan penerimaan dan pengeluaran kas. Teknik yang digunakan oleh penulis dalam pengumpulan data untuk penelitian ini adalah dengan cara sebagai berikut: Metode Observasi. Metode Observasi yaitu pengamatan langsung pada perusahaan terkait dalam hal ini adalah PT. Pegadaian Cabang Blangpidie sebagai objek penelitian. Metode Wawancara. Wawancara adalah mengajukan pertanyaan kepada karyawan dan pimpinan mengenai hal - hal yang berhubungan dengan pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran kas. Analisis Pengendalian Internal Penerimaan dan PengeluaranA. (Della Alfi. Muliyan. Metode Dokumentasi. Metode ini adalah mencari data mengenai teori Ae teori atau hal Ae hal berupa catatan, transkrip buku, notulen. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh kemudian disusun, diolah, dan selanjutnya dilakukan analisis sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan dengan amenggunakan alat analisis bagan alur berupa flowchart Sistem Akuntansi (SA) dan Data Flow Diagram (DFD) untuk menganalisis masalah dengan cara mendeskripsikan penerapan Sistem Pengendalian manajemen dengan teknik sebagai berikut: Mendapatkan gambaran umum tentang Standar Operasional Perusahaan mengenai penerapan sistem pengendalian manajemen penyaluran kredit angsuran fidusia . pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie Memperoleh data penerapan sistem pengendalian manajemen penyaluran kredit angsuran fidusia . pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie Menganalisa, penerapan sistem pengendalian pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie Dari hasil penelitian kemudian ditarik kesimpulan dan diberikan saran-saran. Analisis data kuesioner menggunakan rumus Dean J Champion yang menggambarkan adanya peranan pengendalian intern dalam penerimaan dan pengeluaran kas didalam instansi dengan menjumlahkan jawaban AuyaAy pada kuesioner yang telah disebar kemudian dilakukan perhitungan dengan cara sebagai berikut: Oc Jawaban ya Oc Jawaban Kuesioner X 100% Keterangan: Oc Jawaban ya = seluruh penjumlahan jawaban ya yang dijawab oleh responden dalam kuesioner. Oc Jumlah kuesioner = seluruh penjumlahan kuesioner yang beredar yang wajib diisi oleh para responden berdasarkan kriteria yang ditetapkan Kriteria penilaian dari hasil kuesioner berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi pengendalian intern terhadap penerimaan dan pengeluaran kas. Untuk keperluan interprestasi hasil perhitungan persentase. Champion mengemukakan bahwa nilai unsur hasil dari perhitungan yang diperoleh melalui unsur tersebut, dideskripsikan dengan berdasarkan unsur penilaian sebagai berikut: 0% - 25% : Sistem Pengendalian Internal Kas Tidak berjalan efektif 26% - 50% : Sistem Pengendalian Internal Kas Cukup berjalan efektif 51% - 75% : Sistem Pengendalian Internal Kas Berjalan efektif Jambura Accounting Review. Volume 5 No. Agustus 2024 76% - 100% : Sistem Pengendalian Internal Kas Sangat Berjalan efektif ANALISIS DAN PEMBAHASAN PT. Pegadaian Syariah Blang Pidie, merupakan suatu Lembaga non ank yang berada di pesisir pantai barat selatan Aceh. Alasan bedirinya PT. Pegadaian Syariah Cabang Blang Pidie ialah untuk menyanggupi kebutuhan masyarakat luas yang membutuhkan transaksi pembiayaan dengan aman, cepat serta sistem syariah. Dengan hadirnya Lembaga non bank ini diharapkan mampu membantu masyarakat sebagaimana motto Pegadaian Syariah Blang Pidie yaitu AuMengatasi Masalah Tanpa MasalahAy. Struktur Organisasi adalah susunan komponen-komponen . nit-unit kerj. dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan atau dikoordinasasikan. Struktur organisasi tersebut merupakan aspek yang sangat penting dalam sebuah organisasi, baik itu organisasi yang bergerak dibidang sosial dan terlebih lagi pada bidang yang bergerak pada dunia usaha. Organisasi yang baik dan efektif nantinya akan menentukan tugas dan tanggung jawab yang jelas antara bagian-bagian yang ada dalam organisasi yang dimiliki oleh lembaga Gambar 1 Struktur Organisasi PT. Pegadaian Cabang Blangpidie Pada PT Pegadaian Cabang Blang Pidie terdapat beberapa produk atau layanan . Arrum adalah pinjaman dengan angsuran bulanan yang diberikan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk pengembangan usaha dengan sistem fidusia menggunakan jaminan BPKB kendaraan bermotor. Arrum emas adalah pemberian pinjaman secara syariah dengan sistem gadai yang diberikan ke seluruh golongan nasabah untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif dengan jaminan emas . mas perhiasan, emas batanga. dan berlian yang terikat emas. Arrum haji adalah layanan pembiayaan untuk mendapatkan porsi haji secara syariah dengan barang jaminan emas Analisis Pengendalian Internal Penerimaan dan PengeluaranA. (Della Alfi. Muliyan. atau Tabungan Emas dan proses yang mudah serta aman. Kurs syariah adalah fasilitas pinjaman kepada Rahin (Nasaba. yang memiliki usaha produktif untuk pengembangan usahanya dalam jangka waktu tertentu berdasarkan akad Rahn (Gadai Syaria. adalah pemberian pinjaman dengan prinsip syariah kepada pengusaha mikro/kecil, karyawan serta profesional guna pembelian kendaraan bermotor dalam kondisi baru maupun second. Arrum multi guna adalah kredit yang diberikan kepada karyawan dan non karyawan untuk keperluan konsumtif dengan agunan BPKB kendaraan bermotor. Pada PT Pegadaian (Perser. Cabang Blangpidie sistem pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan komisaris, manajemen dan personal lain entitas yang di desain untuk memberikan keyakinantentang pencapaian tiga tujuan berikut ini yaitu keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Informasi dan komunikasi pengendalian intern kas digunakan manajemen untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian karena mengelola kas yang baik tentunya berdampak pada kinerja keuangan yang baik pula. Aktivitas pengendalian intern kas di PT Pegadaian Cabang Blangpidie diantaranya adalah sebagai berikut. Melakukan analisa cash flow terhadap transaksi harian, mingguan dan bulanan. Mematuhi aturan tentang batasan saldo kas dan bank . Mempersiapkan walkot atau dokumen-dokumen terkait dengan tiap solusi operasional cabang. Table 1. Lingkungan Pengendali Pertanyaan Apakah integritas dan nilai etika telah ditanamkan oleh pihak instansi seperti ketepatan jam kerja dan ketepatan dalam membuatkan laporan Apakah kebijakan dan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas yang telah ditetapkan dilaksanakan oleh orang-orang yang kompeten? Apakah dalam instansi memiliki struktur organisasi yang jelas menerangkan pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab? Apakah instansi memiliki satuan komite audit? Apakah ada tindakan manajemen dalam mencegah terjadinya penyelewengan terhadap penerimaan dan pengeluaran kas ? Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Pernyataan Tidak Berdasarkan table diatas dapat dilihat jawaban dari 11 responden tentang lingkungan pengendali. Sebanyak 11 responden yang menjawab AuyaAy . %). Dengan demikian penetapan Lingkungan Pengendalian intern pada PT Pegadaian Cabang Blangpidie berjalan dengan baik dan terkendali. Hal ini dikarenakan seluruh karyawan menjalankan segala intruksi atau peraturan dari perusahaan dengan baik dan ditunjang dengan fasilitas yang memadai sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah ketika dalam bekerja. Jambura Accounting Review. Volume 5 No. Agustus 2024 Table2. Penilain Resiko Pertanyaan Apakah manajeman melakukan penaksiran resiko atas kemungkinan terjadinya penyelewengan terhadap penerimaan dan pengeluaran kas? Apakah perusahaan telah mengunakan teknologi yang memadai? Apakah penerimaan pegawai honorer telah melewati tes sebagai karyawan yang berkualitas? Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Pernyataan Tidak Dilihat dari jawab responden pada table diatas bahwa terdapat variasi jawaban dari 11 responden menjawab AuyaAy . %). Dengan demikian penetapan Penilaian Resiko pada PT Pegadaian Cabang Blangpidie berjalan efektif dan terkendali, namuan pada aspek pemanfaatan teknologi mutakhir belum dilaksanakan secara maksimal. Tabel 3. Aktivitas Pengendalian Pertanyaan Apakah instansi telah melakukan pengendalian fisik yang memadai? Apakah terdapat pemisah tugas antara fungsi otorisasi, fungsi pengawasan, fungsi pencatatan dan fungsi penyimpanan? Apakah terdapat pengecekan independen untuk menguji kesesuaian dalam pencatatan terhadap penerimaan dan pengeluaran kas? Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Pernyataan Tidak Berdasarkan tabel diatas bahwa dari 11 responden menjawab . sebanyak Hal ini berarti PT. Pegadaian Cabang Blangpidie telah menerapkan prinsipprinsip aktivitas pengendalian secara baik. Seperti safety deposit boxes untuk penempatan kas, fasilitas komputer dengan password, pemantauan dengan TV, penggunaan alarm, time clock untuk mencatat waktu kerja bagi seluruh karyawan. Begitu juga dengan sistem otorisasi, sebagaimana pimpinan memberikan otorisasi umum kepada tiap pegawai untuk menangani transaksi yang rutin tanpa persetujuan Sedangkan untuk beberapa persetujuan tertentu akan langsung ditangani oleh pimpinan dalam mengeluarkan otorisasi khusus seperti pembuatan laporan keuangan. Tabel 4. Informasi dan Komunikasi Pertanyaan Apakah telah dilakukan pencatatan secara berkala? Apakah laporan pertanggungjawaban baik lisan maupun tulisan oleh pihak manajemen telah berlangsung dengan baik? Apakah sistem informasi antara manajemen dan pegawai berlangsung dengan baik? Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Pernyataan Tidak Sistem informasi dan komunikasi sangat mempengarui keakuratan pembuatan laporan kegiatan khususnya mengenai laporan keuangan. Jika dilihat dari tabel penelitian diatas dimana seluruh responden . %) menjawab AuyaAy. Maka dalam hal ini, perusahan telah memiliki system informasi dan komunikasi yang efektif dalam menunjang tercapainya tujuan yang diharapkan dari Perusahaan. Dalam pencatatan PT Analisis Pengendalian Internal Penerimaan dan PengeluaranA. (Della Alfi. Muliyan. Pegadaian Cabang Blangpidie setiap kegiatan transaksi selalu diarsipkan. Hal ini dibuktikan pada bagian kasir telah menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah. Tabel 5. Pemantauan Pertanyaan Apakah pemantauan rutin dilakukan telah sesuai dengan ketentuan Apakah instansi melakukan evaluasi dan mengkomunikasikan Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Pernyataan Tidak Dilihat jawaban dari table diatas tentang pengendalian inten dalam hal pemantauan semua responden memberikan 100% jawaban . Dimana hal ini disebabkan adanya pemeriksaan secara berkala dari kantor pusat yang memeriksa asset baik dengan pemeriksaan fisik maupun wawancara langsung dengan pegawai untuk mengumpulkan informasi yang diinginkan, selain itu pihak instansi sering melakukan rapat dengan kantor cabang lain ketika ada perbaikan yang akan diterapkan. Setidaknya rapat ini dilakukan beberapa kali dalam 1 tahun. Jadi, bisa disimpulkan dalam pemantauan PT Pegadaian Cabang Blangpidie sudah sangat efektif dalam Hasil penelitian dan pembahasan terhadap pelaksanaan sistem pengendalian intern kas pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie telah berjalan secara baik sehingga mencapai tujuan dari sistem pengendalian intern kas berdasarkan unsur-unsur seperti. Unsur struktur organisasi perusahaan yang sudah terstruktur secara lengkap, yaitu seluruh karyawan menjalankan tugasnya berdasarkan tupoksinya tanpa adanya rangkap tugas yang dapat berdampak pada ketidakefektifan dari kegiatan operasional penerimaan dan pengeluaran kas. Kemudian pada sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, yaitu bukti pengeluaran dan penerimaan kas sudah disertai nomor urut tercetak secara komputerisasi. Penerapan sistem pengendalian intern kas sudah sesuai dengan prinsip dan prosedur yang didalam perusahaan sepenuhnya dilaksanakan secara efektif. SIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Unsur pengendalian dalam penelitian ini meliputi lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta aktivitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengendalian internal kas di PT. Pegadaian Cabang Blangpidie sudah berjalan dengan baik terlihat dari adanya pembagian tugas dan otorisasi yang jelas. Namun demikian masih terdapat tumpeng tindih jabatan akibat kurangnya sumberdaya manusia dan pemanfaatan teknologi mutakhir belum dilaksanakan secara maksimal. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu lingkup penelitian hanya dilaksanakan pada PT. Pegadaian Cabang Blangpidie saja sehingga hasil penelitian tidak dapat digenelisir pada unit kerja pegadaian lainnya. Penelitian selanjutnya perlu memperluas lingkup penelitian menjadi satu daerah/ Jambura Accounting Review. Volume 5 No. Agustus 2024 propinsi, sehingga hasil penelitian dpat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan pada area yang lebih luas. PT. Pegadaian Cabang Blangpidie sebaiknya memeperhatikan peran dan fungsi setiap karwayannya serta memanfaatkan teknologi mutakhir secara maksimal agar pengendalian internal kas dapat berjalan secara optimal. DAFTAR PUSTAKA