Jurnal: Elektrika Borneo (JEB) Vol. No. Oktober 2024, hlm. p-ISSN 2443-0986 e-ISSN 2685-001X PERANCANGAN INSTALASI PENERANGAN PADA GEDUNG DPRD PROVINSI KALIMANTAN UTARA Sugeng Riyanto1. Fransiscus P Situmorang2. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Borneo Tarakan. Kalimantan Utara sr@gmail. 2franssitumorang133@gmail. AbstractAiElectrical installation is a very important part in the construction of multi-storey buildings to protect the safety of people in the surrounding area so that they are safe from electric shock. Therefore, a planner must fully understand the regulations that apply to every electrical installation, especially lighting installations. To find out the general requirements for electrical installations in order to design a safe and good circuit, you can be guided by the 2011 General Electrical Installation Requirements (PUIL) standard. The North Kalimantan Province DPRD building is a multi-storey building which is under construction. To provide comfort to members of the People's Representative Council and staff, the building requires a good lighting installation design system in accordance with the 2011 General Electrical Installation Requirements (PUIL) From the results of research on the North Kalimantan Province DPRD building, calculation results showed that the total power obtained in the building was 394,060 Watts, with an MCCB of 901 Ampere, with a power on the 1st floor of 166,896 Watts, on the 2nd floor of 224,172, and on the 3rd floor of 2992 watts. For voltage drop calculations, the results obtained are in accordance with the standards set by PUIL O4%. Kalimantan Utara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan. Kalimantan Utara resmi disahkan menjadi provinsi dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 oktober 2012 berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012. Pembangunan di Kalimantan Utara sangatlah pesat baik itu pembangunan infrastruktur yang meliputi pembangunan gedung pemerintahan, dan pembangunan gedung instansi Adapun dari pembangunan tersebut tidaklah terlepas dari yang namanya perancangan instalasi listrik yang berstandart SNI ataupun Standart PUIL 2011. Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara merupakan gedung bertingkat yang dalam tahap pembangunan. Untuk menunjukkan kenyamanan pada anggota Dewan Perwakilan Rakyat beserta staf, gedung tersebut memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL)2011. Maka dalam tugas akhir ini penulis mengambil judul AuPerancangan Instalasi Penerangan pada Gedung DPRD Provinsi Kalimantan UtaraAy. KeywordsAiElectrical Installation. Multi-storey building. PUIL IntisariAiInstalasi listrik merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pembangunan gedung bertingkat untuk melindungi keselamatan manusia yang berada didaerah sekitar sehingga aman dari sengatan listrik. Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi penerangan. Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara merupakan gedung bertingkat yang dalam tahap Untuk menunjukkan kenyamanan pada anggota Dewan Perwakilan Rakyat beserta staf, gedung tersebut memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL)2011. Dari hasil penelitian pada gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara diperoleh hasil perhitungan, total daya yang didapatkan pada gedung sebesar 394060 Watt, dengan pengaman MCCB 901 Ampere, dengan daya lantai 1 sebesar 166896 Watt, lantai 2 sebesar 224172, dan lantai 3 sebesar 2992 watt. Untuk perhitungan jatuh tegangan hasil yang didapatkan sesuai dengan standar yang ditetapkan PUIL O ye%. II. KAJIAN PUSTAKA Tinjauan pustaka Tinjauan pustaka berisikan tentang jurnal yang digunakan penulis sebagai referensi maupun acuan dalam manyusun penelitian perencanaan instalasi penerangan Gedung DPRD Provinsis Kalimantan Utara. (Handayani. Toto, & Robert, 2. melakukan penelitian tentang Perancangan Ulang Instalasi Listrik Penerangan Laboratorium Mesin SMK 2 Perkasa. Penelitian ini untuk menghasilkan perancangan instalasi sesuai dengan SNI-0225-PUIL 2011,SNI 6197:2011 tentang konservasi energi sistem pencahayaan dan SNI 036575-2001 tentang tatacara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung. Dihasilkan total daya keseluruhan sebesar 36010 VA . MCB yang digunakan sebesar 25 A, penghantar berukuran 2. 5 ycoyco2 dengan KHA 26 A. (Samuel J. Hans, & Maikel, 2. Desain Instalasi Penerangan Pada Bangunan Multi Fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain instalasi yang baik, estetika pencahayaan yang baik, penggunaan standarisasi. Kata KunciAiInstalasi Listrik. Gedung bertingkat. PUIL PENDAHULUAN Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 77 dan penghitungan biaya pembuatan instalasi pada ruko,kamar hotel,dan gedung convention. Dihasilkan lampu yang digunakan lampu TL dan lampu Downlight dengan jumlah kebutuhan lampu dan biaya yang digunakan, ruko : menggunakan 2700 lumen, dengan jumlah lampu yang digunakan 14 lampu, dengan biaya instalasi Rp. Hotel: menggunakan 1300 lumen, dengan jumlah 3 lampu dan biaya instalsi ruko sebesar Rp. Convention: menggunakan 6000 lumen, dengan jumlah lampu yang digunakan 269 lampu dan biaya instalasi sebesar Rp,167. (Aprizulkifli & Sugeng, 2. Perancangan Instalasi Penerangan Pada Gedung Laboratoriun dan Perkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan. penelitian ini menghasilkan total daya sekitar 31,048 KW dengan kapasitas MCCB pada panel utama 150 A. Pada gedung ini dibagi menjadi 3 Lantai . , 2 dan Top Floo. Pada setiap kelompoknya memiliki daya masing-masing . 328 dan 320 Wat. dan arus nomilnal masing-masing kelompok adalah . , 35, dan 2 Amper. Susut tegangan yang dihasilkan adalah 0,4%. Dasar Teori Instalasi Penerangan Instalasi penerangan merupakan suatu hal yang sangat mendasar dari suatu bangunan tempat tinggal maupun bangunan lainnya, agar bangunan tersebut dapat menjadi bangunan yang memiliki fungsi seperti yang kita inginkan. pemasangan instalasi peneranganyapun juga harus diperhatikan agar dalam penggunaanya nanti tidak membahayakan penggunanya. Oleh karana itu pemasangan instalasi penerangan harus benar Ae benar diperhatikan dan harus sesuai dengan standar yang ada. Indonesia penerangan/listrik sudah diatur dalam Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2011. PUIL 2011 memuat ketentuan-ketentuan pemasangan instalasi listrik serta pemilihan peratalan dan perlengkapan instalasi listrik tegangan rendah. Dengan pemasangan instalasi yang mengikuti ketentuan PUIL diharapkan instalasi listrik akan lebih handal serta efisiensinya meningkat dengan berkurangnya kerugian arus bocor, sehingga energi listrik dapat optimal pemanfaatannya. Persyaratan Umum Instalasi Listrik Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2. dan Standar Nasional Indonesia 0225:2011/Amd1:2013 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2. Amandemen 1 sebagai standar wajib. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) adalah dokumen SNI yang digunakan sebagai standar acuan dalam pemasangan instalasi tenaga listrik tegangan rendah untuk rumah tangga, gedung perkantoran, gedung publik dan bangunan PUIL 2011 merupakan revisi dari PUIL 2000 yang selama ini digunakan oleh instalatur sebagai standar wajib dalam pemasangan instalasi listrik, serta digunakan oleh lembaga inspeksi teknik tegangan rendah dalam pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik sebelum diterbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO). PUIL 2011 memuat ketentuan-ketentuan pemasangan instalasi listrik serta pemilihan peralatan dan perlengkapan instalasi listrik tegangan rendah. Dalam PUIL 2011 juga diperkenalkan penggunaan peralatan dan perlengkapan instalasi dengan teknologi yang lebih maju yang bertujuan meningkatkan keamanan instalasi. Peralatan Instalasi Listrik Di dalam perancangan instalasi listrik terdapat beberapa peralatan instalasi listrik yang digunakan yaitu ( (Aprizulkifli & Sugeng, 2. benda isolasi, benda bantu, pipa instalasi, saklar, stop kontak, fitting lampu. Indeks Ruang atau Indeks Bentuk Indeks ruang atau indeks bentuk k menjelaskan perbandingan antara ukuran-ukuran utama suatu ruangan berbentuk bujur sangkar: h x . kOek1 Oe 1 ). k Oek = Indeks Ruang = Nilai Pada tabel Efisiensi Penerangan kondisi = Faktor Penggunaan Ruang = Nilai Pada tabel Efisiensi Penerangan kondisi = Panjang Ruangan . = Lebar Ruangan . = Tinggi Sumber Cahaya di Atas Bidang Kerja . Intensitaas Penerangan Intensitas penerangan adalah kuat cahaya . lux cahay. yang jatuh pada bidang kerja,dengan satuan lux. Bidang kerja diambill 80 cm dari atas lantai. Yang dimaksud dengan bidang kerja adalah sebuah meja atau bangku kerja,atau bidang horozontal khayalan 80 cm dari atas Intensitas penerangan yang diperlukan ditentukan oleh sifat pekerjaan yang harus dilakukan. Gambar dibawah ini menunjukkan intensitas penerangan untuk ruang dan jenis pekerjaan. Gambar 1. Pembagian Fluks Cahaya Sumber : (Harten. Van & Setiawan. E, 1991, h. Untuk menghitung jumlah titik lampu pada ruangan, sebelumnya harus ditentukan terlebih dahulu data-data pada ruangan, antara lain: Tinggi langit-langit . Tinggi lampu terhadap bidang kerja . Tingi bidang kerja kurang lebih 0. 8 meter Sehingga dapat persamaan: H = t-0,8. Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 78 Tabel I Intensitas Penerangan yang Diterbitkan Philips Sifat Penerangan Kantor Ruang gambar Ruang . ekerjaan bias. Ruang yang jarang . rsip dan ruang tungg. Ruang sekolah Ruang kelas Ruang gambar Ruang administrasi Industri Pekerjaan halus . embuatan jam tanga. Pekerjaan . ubut halu. Pekerjaan . emasangan bias. Pekerjaan . enempa Toko Ruang jual dan Toko-toko besar Toko-toko lain Etalase Toko-toko besar Toko-toko lain Gudang Masjid. Gereja, dsb Rumah tinggal Ruang tamu Penerangan umum Dapur Penerangan umum untuk dapur Ruang-ruangan lain Kamar tidur, kamar Gang, gudang, garasi Penerangan umum . Penerangan Sangat Baik Penerangan Baik 2000 lux 1000 lux 1000 lux 500 lux 250 lux 150 lux 500 lux 1000 lux 1000 lux 250 lux 500 lux 500 lux 5000 lux 2500 lux 2000 lux 1000 lux 1000 lux 500 lux 500 lux 250 lux dibutuhkan dalam suatu ruangan ditentukan dalam ExA ixxd n = Jumlah titik beban . E = Intensitas penerangan/luminasi A = Luas ruangan. anjang x lebar = m2 ) i = Flux cahaya lampu . = Efisiensi penerangan d = Depresiasi 1000 lux 500 lux 500 lux 250 lux 2000 lux 1000 lux 500 lux 500 lux 1000 lux 500 lux 250 lux 250 lux 250 lux 100 lux 150 lux 50 lux 250 lux 125 lux 500 lux 250 lux 100 lux 50 lux In= 250 lux 125 lux In = 250 lux 125 lux Faktor Penyusutan Intensitas penerangan E dalam keadaan dipakai adalah intensitas penerangan rata-rata suatu instalasi dengan lampu-lampu dan armatur-armatur yang daya gunanya telah berkurang karena kotor, sudah lama tidak dipakai, atau sebab-sebab lainnya. Efesien penerangan diberikan pada tabel 2 dibawah ini: Beban Dalam Ruangan Dalam suatu ruangan yang harus diperhatikan adalah sistem penerangan lampu dan jumlah lampu yang . Menentukan Kapasitas pengaman Menentukan kapasitas pengaman pada pembagian tiap group . instalasi listrik fasa satu dengan tegangan 220 volt, maka arus yang mengalir menentukan kapasitas skering ataupun pengaman pada Perangkat Hubung Bagi (PHB) instalasi listrik fasa tiga dengan tegangan 380/220 volt. Untuk menentukan kapasitas pengaman terdapat beberapa rumus persamaan untuk instalasi listrik fasa satu dan fasa tiga, yaitu : untuk fasa tiga. COSI x VL x Oo3 Vf x cosI untuk fasa satu. Dengan : = Arus nominal (Amper. = Daya listrik (Wat. = Tegangan Line . VLL ) = Tegangan fasa ( 220 VLN ) Cosyuc = Faktor daya Luas Penampang Kabel Luas penampang kabel pada perancanaan instalasi listrik harus memenuhi standar dan ukuran yang telah ditetapkan pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL)2011. Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 79 2 x x I x cosI Dengan: : Luas penampang penghantar yang digunakan . co2 ) yu : Daya hantar jenis dari bahan bahan penghantar : ntuk tembaga =56,2 x 106 ) yuE : panjang penghantar . : Arus beban (A) : Rugi tegangan dalam penghantar (V) cosyuc : Faktor daya Jatuh Tegangan Jatuh tegangan atau jatuh tegangan merupakan penyimpangan tegangan terhadap tegangan sumber. Jatuh tegangan sesuai dengan yang disyaratkan oleh PUIL 2011 adalah O4%. Jatuh tegangan yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan peralatan, beban akan bekerja keras karena tegangan pendorong arus menurun sedangkan daya yang diperlukan tidak berubah. Kondisi ini akan menyebabkan kabel menjadi panas berlebih dan terbakar. (Nur. Karnoto, & Derman, 2. Jatuh tegangan dapat dihitung menggunakan Vdrop = (Oo3 x L x I (R. Cosyuc X. Sinyu. Dimana : Vdrop = Jatuh tegangan = Arus (Amper. = Panjang Kabel . = Resistansi kabel (Ohm/K. = Reaktansi kabel (Ohm/k. Cos yuc. Sin yuc = Faktor daya Langkah-langkah perhitungan Pada penelitian ini ada beberapa perhitungan yang akan dilakukan, yang pertama perhitungan indeks ruang k. Indeks ruang merupakan perbandingan yang berhubungan dengan ukuran bidang keseluruhan terhadap bidang kerja dan titik lampu. Selanjutnya menghitung nilai efisiensi penerangan untuk menentukan penerangan dalam ruangan yaitu jumlah titik lampu, penentuan titik lampu sangat diperlukan untuk mendapatkan haasil penerangan dalam ruang yang baik. Menghitung kuat hantar arus (KHA) dengan mengalikan nilai arus nominal dengan 125%, merupakan nilai aman, faktor dari arus nominal dengan tujuan agar kabel lebih tahan lama dan menjaga ketika ada arus Setelah itu mengjhitung nilai jatuh tegangan dimana nilai jatuh tegangan yang disyaratkan berdasarkan PUIL 2011 adalah O 4%, jika hasil jatuh tegangan melebihi nilai yang disyaratkan oleh PUIL maka akan dilakukan perhitungan kembali sehingga mendapatkan nilai jatuh tegangan sesuai yang disyaratkan PUIL 2011. Pembuatan Layout Letak Lampu Setelah mmelakukan perhitungan maka akan dilanjutkan dengan pembuatan layout letak lampu berdasarkan hasil perhitungan. Analisa Data Menggunakan data hasil perhitungan dari data yang dikumpulkan, setelah data hasil perhitungan didapatkan maka akan dianalisa apakah mencapai tujuan dari Flochart penelitian i. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian tugas akhir ini dilakukan di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian akan dilaksanakan dalam waktu kurang lebih enam bulan ( juli Ae desembe. untuk mengumpulkan data serta mengolah data yang telah terkumpul. Prosedur Penelitian prosedur penelitian disusun agar penelitian dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang direncanakan. Berikut langkah langkah penelitian dapat dilihat dari Flowchart penelitian Studi Literatur Pengumpulan data dan mempelajaro teori dari karya tulis . urnal, buku, dl. yang berkaitan dengan permasalahan penelitian untuk memperkuat dasar teori yang digunakan dalam menyelesaikan masalah pada Pengumpulan Data Observasi lapangan, mencari informasi tentang apa saja yang dibutuhkan dalam penelitian, dan melihat objek yang akan diteliti. Analisa data kuantitatif, mengumpulkan data dan data hasil dari perhitungan akan dianalisa dan mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang diteliti Gambar 2. Flowchart Alur Analisa Dan Pengukuran Data Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 80 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Ruangan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara terdiri dari 3 lantai, dimana pada lantai 1 dan 2 terdapat 3 zona, yaitu A,B dan C, dan lantai 3 terdapat 1 zona. Data ruangan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara disetiap lantainya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel II Data ruangan Lantai 1 zona A Nama Ruangan Anggota Dewan 1 Sekretaris Dewan 1 Wc Anggota Dewan 1 Anggota Dewan 2 Sekretaris Dewan 2 Wc Anggota Dewan 2 Anggota Dewan 3 Sekretaris Dewan 3 Wc Anggota Dewan 3 Anggota Dewan 4 Sekretaris Dewan 4 Wc Anggota Dewan 4 Anggota Dewan 5 Sekretaris Dewan 5 Wc Anggota Dewan 5 Anggota Dewan 6 Sekretaris Dewan 6 Wc Anggota Dewan 6 Anggota Dewan 7 Sekretaris Dewan 7 Wc Anggota Dewan 7 Anggota Dewan 8 Sekretaris Dewan 8 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 Koridor 2 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 Tabel i Data ruangan Lantai 1 zona B 3,05 3,75 3,05 Koridor 1 3,05 3,05 48,75 48,75 3,05 3,75 3,05 3,05 48,75 3,05 3,75 3,75 3,05 3,05 3,05 3,75 3,05 3,05 3,75 3,05 3,05 48,75 3,05 3,05 Pantry 48,75 3,05 48,75 Panel 3,75 3,05 3,05 3,05 3,05 3,75 3,75 3,05 Lobby 3,05 3,05 48,75 3,05 8,64 3,05 3,05 48,75 3,75 Security 3,05 48,75 3,05 3,05 3,05 3,75 19,25 . Perpustakaan Luas Ruangan 3,05 Luas Ruangan . 48,75 . Wc Anggota Dewan 8 Anggota Dewan 9 Sekretaris Dewan 9 Wc Anggota Dewan 9 Anggota Dewan 10 Sekretaris Dewan 10 Wc Anggota Dewan 10 Anggota Dewan 11 Sekretaris Dewan 11 Wc Anggota Dewan 11 Anggota Dewan 12 Sekretaris Dewan 12 Wc Anggota Dewan 12 Sekretariat Fraksi 1 Sekretarait Fraksi 2 Mushola Nama Ruangan Nama Ruangan Kabag Umum Kasubag 1 Sdp Gdg Kasubag 2 Kabag Hukum Dan Pengawasan Gudang Arsip . Luas . 35,75 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 81 Nama Ruangan . Luas Keuangan 3,05 Kasubag 3 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 19,12 19,12 Kabag Penganggara n Dan Pengawasan Tamu1 Toilet Wanita Toilet Pria Lobby Koridor 1 3,05 Koridor 2 3,05 Koridor 3 3,05 Koridor 4 Teras Depan 3,05 Nama Ruangan Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 1 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 2 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan 3,05 3,05 3,05 3,05 Tabel IV Data ruangan Lantai 1 zona C Tamu 2 Koridor Ruangan 1 Koridor Ruangan 2 Pantry . Luas Ruangan . 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 Nama Ruangan Anggota Dewan 3 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 4 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 5 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 6 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 7 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 8 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 9 Anggot a Dewan Luas Ruangan . 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 82 Nama Ruangan . Luas Ruangan . 3,05 3,75 3,05 Sekretar is Dewan Anggota Dewan 10 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 11 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 12 Anggot a Dewan Sekretar is Dewan Anggota Dewan 13 Sekretar iat Fraksi Security Klinik Darma Wanita Kontrol Lobby 3,05 Panel 3,75 3,05 Pantry 3,05 3,75 3,05 Koridor 1 3,05 Koridor 2 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 48,75 3,05 3,05 3,75 3,05 3,05 3,05 3,05 19,25 3,05 8,64 3,05 Tabel V Data ruangan Lantai 2 zona A Nama Ruangan . Luas Ruangan . Ketua Komisi 1 3,05 Nama Ruangan Tunggu Ketua Komisi 1 Wc Ketua Komisi 1 Wakil Komisi 1 Tunggu Wakil Komisi 1 Wc Wakil Komisi 1 Sekretaris 1 Komisi 1 Tunggu Sekretaris 1 Komisi 1 Sekretaris 1 Komisi 1 Sekretaris 2 Komisi 1 Tunggu Sekretaris 2 Komisi 1 Sekretaris 2 Komisi 1 Ketua Komisi 2 Tunggu Ketua Komisi 2 Wc Ketua Komisi 2 Wakil Komisi 2 Tunggu Wakil Komisi 2 Wc Wakil Komisi 2 Sekretaris 1 Komisi 2 Tunggu Sekretaris 1 Komisi 2 Sekretaris 1 Komisi 2 Sekretaris 2 Komisi 2 Tunggu Sekretaris 2 Komisi 2 Sekretaris 2 Komisi 2 Staf Komisi 1 Luas Ruangan . 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 15,75 3,05 Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 83 Nama Ruangan . Luas Ruangan . 38,25 3,05 3,05 15,75 3,05 Tunggu Staf Komisi Rapat Komisi 1 Staf Komisi 2 Tunggu Staf Komisi Rapat Komisi 2 Sekretariat Fraksi 1 Sekretariat Fraksi 2 Wc Pria Wc Wanita Depan Wc 3,05 Security 3,05 Pantry 8,25 3,05 93,75 3,05 3,05 Lobby 1 Studio Parlemen Panel 3,05 Lobby 2 3,05 Koridor 1 3,05 Koridor 2 3,05 38,25 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 Koridor 1 3,05 Koridor 2 3,05 Koridor 3 3,05 Koridor 4 3,05 Rapat 3 3,05 Staf 3 3,05 Toilet 3 Istirahat Sekwan Wakil Ketua Dprd 3 Rapat 3 Istirahat Toilet 3 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 Tunggu Ketua Dprd Staf 3,05 Rapat 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 Luas Ruangan . 596,25 3,05 3,05 Lobby 3,05 Sidang Panggung Sidang Toilet Sidang Sto Istirahat Toilet Ketua Tamu 19,25 3,05 Kontrol 3,05 Balkon 1 3,05 Balkon 2 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 Staff 1 Wakil Ketua Dprd 1 Rapat 1 Istirahat Toilet 1 3,05 Staff 2 3,05 Luas Ruangan . Nama Ruangan . Wakil Ketua Dprd 2 Rapat 2 Istirahat Toilet 2 Tabel VI Data ruangan Lantai 2 zona B Nama Ruangan Tabel VII Data ruangan Lantai 2 zona C Nama Ruangan Ketua Komisi 1 Tunggu Ketua Komisi 1 Wc Ketua Komisi 1 Wakil Komisi 1 Tunggu Wakil Komisi 1 Wc Wakil Komisi 1 Luas Ruangan . 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 84 Nama Ruangan Sekretaris 1 Komisi 1 Tunggu Sekretaris 1 Komisi 1 Sekretaris 1 Komisi 1 Sekretaris 2 Komisi 1 Tunggu Sekretaris 2 Komisi 1 Sekretaris 2 Komisi 1 Ketua Komisi 2 Tunggu Ketua Komisi 2 Wc Ketua Komisi 2 Wakil Komisi 2 Tunggu Wakil Komisi 2 Wc Wakil Komisi 2 Sekretaris 1 Komisi 2 Tunggu Sekretaris 1 Komisi 2 Sekretaris 1 Komisi 2 Sekretaris 2 Komisi 2 Tunggu Sekretaris 2 Komisi 2 Sekretaris 2 Komisi 2 Staf Komisi 1 Tunggu Staf Komisi Rapat Komisi 1 Staf Komisi 2 Tunggu Staf Komisi Rapat Komisi 2 Luas Ruangan . 3,05 3,05 Depan Wc 3,05 Security 3,05 Pantry 8,25 3,05 Lobby 1 93,75 3,05 Konsultasi 3,05 Panel 3,05 Lobby 2 3,05 Koridor 1 3,05 Koridor 2 3,05 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 11,25 3,05 3,75 3,05 3,05 3,75 3,05 15,75 3,05 38,25 3,05 3,05 15,75 3,05 38,25 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 Tabel Vi Data ruangan Lantai 3 Nama Ruangan . Luas Ruangan . 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 87,75 3,05 Rapat Badan Rapat Badan Anggaran Rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah Rapat Badan Kehormatan Rapat Badan Musyawarah Lobby Lift Koridor 3,05 Toilet 1 3,75 3,05 Toilet 2 3,75 3,05 Wc Wanita 11,25 3,05 Luas Ruangan 11,25 . Sekretariat Fraksi 1 Sekretariat Fraksi 2 Wc Pria Nama Ruangan Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 85 Perhitungan Instalasi Penerangan pada Gedung Lantai 1,2, 3 Tabel IX Ruang Anggota Dewan 1 Ruangan Panjang Ruangan . Lebar Ruangan . Luas Ruangan . eaya ) Intensitas Penerangan (E)(Lu. Tinggi Armatur Bidang Kerja . Aanggota Dewan 1 48,75 3,05 Tinggi lampu terhadap bidang kerja: h= t Ae tinggi media kerja h= 3,85-0,8 m h=3,05m ycyxyco k=Ea. cy yc. 7,5 x 6,5 3,05. ,5 6,. k=1,1417 Faktor-faktor refleksi ycycy = faktor refleksi-refleksi langit-langit. ycyc = faktor refleksi-refleksi dinding. ycyco = faktor refleksi-refleksi bidang pengukuran. Untuk : k = 1. yco1 = 1 yco2 = 1. yuC1 = 0. yuC2 = 0,49 Efisiensi penerangan untuk nilai Indeks Ruang . kOeyco1 yuC=yuC1 . uC2 Oe yuC1 ) yco2 Oeyco1 1,417Oe1 yuC=0,45 1,2Oe1 . ,49-0,. yuC= 0,4783 . fisiensi peneranga. Menggunakan lampu TL 2 X 36 watt,. x 3250 lume. , cos pada lampu TL 0,8 ya. ya 500 x 48. n = 6500 x 0,4783 x 0,8 n = 9,79957 buah lampu Maka total daya penerangan pada ruang anggota dewan 1 : 10 x 36 = 360 watt Perhitungan Iycu. KHA dan Luas penampang kabel Lantai 1,2,3 Perhitungan nilai Iycu. KHA instalasi penerangan lantai 1 zona A. Sekretariat fraksi 1 In = = 2,45 A OO 4 A 220 x 0,8 KHA = In. 125% = 2,45 . 1,25 = 3. Pannjang Kabel 25 m Luas penampang penerangan R. Sekretariat fraksi 2 x x yaycu x cosI 2 x 25 x 2,45 x 0,8 uxu 494,56 COSI x VLx Oo3 56,2 x 10 x 4% x 220 A = 0,019 x 10Oe6 ycoyceycyceyc 2 A = 0,019 ycoyco2 OO 1,5 ycoyco2 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 15,25 x 125% = 19,06 A Zona b In = = 12,42 A OO 16 A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 12,42 x 125% = 15,525 A Zona c In = = 15,6 A OO 16 A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 15,6 x 125% = 19,5 A Lantai 1 . Zona a In = = 127,1 A OO 160 A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 127,1 x 125% = 158,8 A Zona b In = = 11,92 A OO 16 A 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 11,92 x 125% = 14,9 A Zona c In = = 134,59 A OO 160A COSI x VLx Oo3 n =2487,16 Perhitungan yaycu dan KHA untuk menentukan MCCB pengaman grub lampu dan stopkontak pada panel pembagi lantai 1,2,3. Lantai 1 . Zona a In = = 15,25 A OO 16 A COSI x VLx Oo3 n = . Vf x cosI Kabel yang digunaka adalah kabel dengan ukuran 1,5 mm dikarenakan ukuran minimal kabel instalsi listrik yang ada dipasaran sebesar 1,5 mm. Perhitungan setiap ruangan menggunakan rumus yang sama dengan data yang berbeda 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 134,59 x 125% = 168,24 A Lantai 2 . Zona a In = = 13,53 A OO 16 A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 13,53 x 125% = 16,91 A Zona b In = = 19,59 A OO 25 A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 19,59 x 125% = 24,49 A Zona c In = = 21,65 A OO 25 A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 21,65 x 125% = 27,07 A Lantai 2 . Zona a In = = 135,4 A OO 160 A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 135,4 x 125% = 169,2 A Zona b In = = 108,25 A OO 125A COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 86 KHA= yaycu ycu 125% = 108,2 x 125% = 135,3 A Zona c In = = 135,411 AOO160A COSI x VLx Oo3 Lantai 3 . In = COSI x VLx Oo3 0,8 x 380 x Oo3 = 5,68 A OO 6 A KHA= yaycu ycu 125% = 5,68 x 125% = 7,1 A 0,8 x 380 x Oo3 KHA= yaycu ycu 125% = 135,411 x 125% = 169,2 A Tabel X Hasil perhitungan penerangan dan stop kontak Panel Pembagi Lantai 1 zona a lantai 1 zona b lantai 1 zona c Lantai 2 zona a lantai 2 zona b lantai 2 zona c Lantai 3 Total Daya Lampu (W) Total Daya STC (W) (A) KHA (A) MCCB (A) 15,25 19,06 12,42 15,525 11,92 15,6 A 134,59 168,24 13,53 16,91 19,59 24,49 108,25 21,65 27,07 135,411 5,68 Menghitung Jatuh Tegangan Lantai 1 zona A Vdrop = (Oo3 x L x yaycu (R. Cosyuc X. Sinyu. = (Oo3 x 0,01 x 142,35 . ,266. 0,8 0,084. 0,0. =4,47 volt 4,47 Vdrop = x100% =1. Lantai 1 zona B Vdrop = (Oo3 x L x yaycu (R. Cosyuc X. Sinyu. = (Oo3 x 0,01 x 24,34 . ,266. 0,8 0,084. 0,0. =0,76 volt 0,76 Vdrop = x100% =0. Lantai 1 zona C Vdrop = (Oo3 x L x yaycu (R. Cosyuc X. Sinyu. = (Oo3 x 0,01 x 150,19 . ,266. 0,8 0,084. 0,0. =4,71 volt 4,71 Vdrop = x100% =1,2% Lantai 2 zona A Vdrop = (Oo3 x L x yaycu (R. Cosyuc X. Sinyu. = (Oo3 x 0,01 x 148,93 . ,266. 0,8 0,084. 0,0. =4,67 volt 4,67 Vdrop = x100% =1,23% Lantai 2 zona B = (Oo3 x L x yaycu (R. Cosyuc X. Sinyu. = (Oo3 x 0,01 x 148,93 . ,266. 0,8 0,084. 0,0. =4,016 volt 4,016 Vdrop = =1,05% Lantai 2 zona C Vdrop = (Oo3 x L x yaycu (R. Cosyuc X. Sinyu. = (Oo3 x 0,01 x 148,93 . ,266. 0,8 0,084. 0,0. =4,93 volt 4,93 Vdrop = x100% =1,29% Lantai 3 Vdrop = (Oo3 x L x yaycu (R. Cosyuc X. Sinyu. = (Oo3 x 0,01 x 5,68 . ,266. 0,8 0,084. 0,0. =O,178 volt 0,178 Vdrop = =0,046% Vdrop KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan pada perencanaan instalsi penerangan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara didapat hasik sebagai berikut: Nilai indeks ruang, jumlah titik lampu yang yang dibutuhkan pada setiap ruangan dan luas penampang kabel dapat dilihat pada tabel hasil perhitungan. Total daya yang didapatkan pada gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara sebesar 394060 Watt. Sugeng Riyanto, dkk. Evaluasi Penangkal Petir A 87 dengan pengaman MCCB 901 Ampere, dengan daya lantai 1 sebesar 166896 Watt, lantai 2 sebesar 224172, dan lantai 3 sebesar 2992 Watt. Tiap lantai dibagi menjadi dua grub yaitu penerangan dan stopkontak. Pada lantai 1 total daya penerangan sebesar 22796 Watt dan 144100 Watt total daya stopkontak, lantai 2 total daya penerangan sebesar 24572 Watt, dan 199600 Watt total daya stopkontak, lantai 3 memiliki total daya penerangan sebesar 2992 Watt. Hasil perhitungan jatuh teganga pada lantai 1 zona A,B dan C sebesar 1,17%, 0,2%, dan 1,2%, pada lantai 2 zona A,B,C sebesar, 1,23%, 1,05%,1,29%, dan pada lantai 3 sebesar 0,046%. Hasil yang didapatkan sesuai dengan standar yang ditetapkan PUIL O 4%. Semakin besar daya maka nilai jatuh tegangan yang didapatkan semakin meningkat. Saran Berdasarkan hasil dari penelitian ini, penulis memberikan saran sebagai berikut: Bagi yang melakukan penelitian selanjutnya dapat menghitung secara menyeluruh beban yang digunakan serta RAB untuk instalasi pada gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan standar yang telah ditentukan untuk syarat pekerjaan instalsi listrik, seperti pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. VI. REFERENSI