Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Inovasi Pencatatan Data Umar GBI Miracle Service Sudirman Berbasis Online Menggunakan QR Code M D G L Sari1. P A Roellina2. N K D Wulandari3. A I A Lolo4. G L Pritalia5 Program Studi Sistem Informasi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta E-mail: 231712525@students. id1, 231712354@students. 231712551@students. id3 , 231712552@students. Abstrak. Kemajuan teknologi informasi kini sudah berkembang begitu pesat dan membawa dampak terhadap berbagai aspek kehidupan salah satunya terhadap manajemen administrasi GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta mengalami kendala dalam pencatatan kehadiran jemaat yang di mana masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menyebabkan kehilangan data dan ketidaktepatan pencatatan. Melalui, pengabdian yang diadakan diharapkan dapat menjadi jawaban untuk mengatasi masalah ini, pelatihan ini mengusulkan implementasi sistem absensi berbasis QR Code yang dikembangkan menggunakan Kodular. Tahapan pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, perencanaan, pembuatan modul, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pencatatan, pengurangan kesalahan, dan kemudahan dalam pemantauan absensi jemaat. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa jemaat dan pengurus puas terhadap sistem absensi dan dapat digunakan secara mandiri. Inovasi digital ini, menjadi langkah awal untuk membawa gereja bertransformasi ke era digital dan berpotensi untuk diterapkan di instansi keagamaan lainnya. Kata kunci: QR Code. pencatatan kehadiran. digitalisasi gereja. Kodular. Spreadsheet. Abstract. The rapid development of information technology has significantly impacted various aspects of life, including church administrative management. GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta faces challenges in recording congregation attendance, which is still done manually, leading to potential data loss and inaccurate records. This community service project aims to address the issue by introducing a QR CodeAebased attendance system developed using Kodular. The implementation stages included needs assessment, planning, module development, training, implementation, and evaluation. The results showed improved efficiency in attendance tracking, reduced errors, and easier monitoring of congregation Evaluation results indicated that both the congregation and church administrators were satisfied with the system and capable of using it independently. This digital innovation marks an initial step in transforming church operations into the digital era and holds potential for application in other religious institutions. Keywords: QR Code. attendance recording. church digitalization. Kodular. Spreadsheet. Pendahuluan Kemajuan dalam bidang informasi dan teknologi kini sudah berkembang begitu pesat dan membawa dampak yang signifikan terhadap cara manusia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Kemajuan ini tentunya didorong oleh kebutuhan pengguna yang menginginkan kemudahan . Teknologi Informasi saat ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan dan organisasi. Gereja merupakan salah satu organisasi yang juga dipengaruhi oleh hadirnya teknologi . Terdapat banyak Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 teknologi informasi yang dimanfaatkan dalam lingkungan gereja, salah satunya adalah sistem absensi dan pendataan jemaat. GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta merupakan salah satu gereja yang memiliki jemaat yang aktif beribadah. Saat ini, pencatatan absensi kehadiran jemaat di gereja ini masih dilakukan secara manual melalui laporan tugas ibadah yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp kepada sekretaris gereja, yang kemudian data tersebut dikelola kembali menggunakan Microsoft Excel. Metode manual ini memiliki beberapa tantangan, seperti kesalahan dalam menginput data absensi, kertas absensi mudah rusak, kelalaian ketika melakukan absensi kehadiran, risiko kehilangan data, dan akurasi pencatatan kehadiran jemaat rendah . Selain itu, pengelolaan data yang sepenuhnya bergantung pada sekretaris memerlukan waktu tambahan untuk rekapitulasi dan pembuatan laporan. Berdasarkan hasil wawancara dan survei menunjukkan bahwa seluruh jemaat GBI Miracle Service Sudirman memiliki dan selalu membawa smartphone ke gereja, dengan rentang usia sekitar 5 tahun ke atas. Karakteristik pengguna smartphone di gereja ini cukup beragam dengan tingkatan pemahaman teknologi yang juga berbeda. Beberapa jemaat sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dan sebagian lainnya masih memerlukan adaptasi dalam penggunaan teknologi. Oleh karena itu, sistem antarmuka yang dikembangkan harus mudah digunakan oleh semua kalangan, tidak memerlukan keterampilan teknis tinggi, serta memiliki antarmuka yang sederhana dan intuitif agar dapat diterapkan secara efektif . Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai inovasi telah dikembangkan untuk mengatasi masalah pencatatan kehadiran jemaat/karyawan/siswa di berbagai instansi atau organisasi. QR Code hadir sebagai salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Quick Response Code atau yang biasa disebut QR Code, adalah salah satu jenis dari kode matriks atau kode batang dua dimensi dengan fungsi utamanya yaitu mempermudah kode dibaca oleh scanner . Teknologi ini memanfaatkan kamera smartphone untuk memindai kode yang diberikan. Menawarkan solusi potensial untuk mengoptimalkan pendataan absensi kehadiran. QR Code diperlukan untuk mengganti catatan manual yang akan membuat kegiatan absensi dapat berjalan dengan efisien dibandingkan dengan menggunakan metode manual . Pemanfaatan QR Code telah terbukti efektif dalam mempercepat proses identifikasi, mengurangi terjadinya kesalahan, dan meningkatkan data readability . Untuk meningkatkan efisiensi, pengabdian berencana mengembangkan sistem absensi di GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta menggunakan QR Code berbasis kodular. Kodular merupakan sebuah kerangka kerja pengembangan aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna yang tidak memiliki pengalaman pemrograman dan merancang aplikasi mobile secara visual . Kodular menyediakan alat serupa dengan MIT App Inventor untuk mengembangkan aplikasi Android menggunakan konsep block Dengan Kodular, pengguna tidak lagi menuliskan kode program secara manual untuk membuat sebuah aplikasi android . Selain itu, data hasil pemindaian QR Code kehadiran jemaat akan dikelola menggunakan Google SpreadSheet. Google Spreadsheet merupakan salah satu perangkat yang disediakan oleh Google secara gratis dan dapat diakses di mana saja dan kapan saja, melalui smartphone, tablet atau laptop bahkan ketika sedang tidak terkoneksi dengan internet sekalipun. Data yang ada di Spreadsheet dapat dibagikan secara mudah kepada pengguna lain, dan oleh siapa pun. Dengan demikian, data tersebut dapat di akses atau bahkan di kerjakan oleh banyak orang dalam waktu bersamaan, oleh sebab itu Spreadsheet merupakan software yang dapat dengan mudah dipelajari oleh pengguna pemula sehingga cocok untuk pengurus di GBI Miracle Service Sudirman dalam pelatihan pengelolaan data . Google Spreadsheet akan digunakan untuk menyusun, mengolah, dan menganalisis data kehadiran sehingga dapat menghasilkan laporan yang rapi, informatif, dan kreatif untuk diserahkan ke gereja pusat. Dengan berbagai fitur dan formula yang tersedia. Google Spreadsheet memungkinkan pengolahan data yang lebih sistematis, termasuk pembuatan grafik atau tabel yang mempermudah pemantauan jumlah kehadiran jemaat secara real-time. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu pengurus gereja dalam mendata dan mengelola Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 absensi jemaat yang menghadiri ibadah. Selain itu, jemaat yang bukan bagian dari pengurus juga akan dipermudah dalam melakukan proses absensi secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta dalam meningkatkan efektivitas pencatatan kehadiran jemaat. Dengan menerapkan sistem absensi berbasis QR Code, proses pendataan menjadi lebih cepat, efisien, dan mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan data. Penerapan teknologi ini turut mendukung proses digitalisasi di lingkungan gereja melalui pengelolaan data yang sistematis menggunakan Google Spreadsheet, sehingga memudahkan dalam penyusunan laporan kehadiran. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan manajemen kehadiran jemaat serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan gerejawi. Analisis Kebutuhan Gambar 1 memperlihatkan lokasi dari GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta, yang beralamat di Jl. Demangan Baru No. Demangan Baru. Caturtunggal. Kec. Depok. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55281. Gereja terletak di kawasan yang strategis dan dekat dengan Jumlah jemaat sekitar 40 orang, kegiatan dilakukan secara rutin setiap minggu, serta melibatkan jemaat dari berbagai kelompok usia. Gambar 1. Altar Gereja Setelah dilakukan wawancara dengan pihak pengurus gereja, ditemukan bahwa proses pencatatan kehadiran jemaat masih dilakukan secara manual menggunakan laporan dari ibadah yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada sekretaris gereja. Data kemudian diolah kembali menggunakan Microsoft Excel. Proses ini menimbulkan beberapa permasalahan, di antaranya seperti potensi kesalahan input data, keterlambatan rekapitulasi, serta risiko kehilangan atau kerusakan data absen. Di sisi lain, hasil survei menunjukkan bahwa seluruh jemaat GBI Miracle Service memiliki dan membawa smartphone ke gereja. Meskipun terdapat perbedaan dalam tingkat pemahaman terhadap teknologi, hal ini membuktikan bahwa adanya potensi untuk menerapkan sistem digital sederhana yang dapat menjawab permasalahan dalam pencatatan manual. Berdasarkan situasi yang dialami oleh pengurus GBI Miracle Service Sudirman, diperlukan pendekatan melalui pengembangan sistem absensi berbasis QR Code untuk mendukung proses pendataan kehadiran jemaat secara digital. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem berbasis absensi digital berbasis QR Code yang dirancang menggunakan Kodular dan terintegrasi dengan Google Spreadsheet. Sistem ini diharapkan dapat membantu pengurus GBI Miracle Service Sudirman dalam efisiensi pencatatan kehadiran, mengurangi risiko kesalahan data, serta mendukung pengelolaan administrasi gereja secara lebih terstruktur dan berbasis teknologi. Metode Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim di GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta mengikuti tahapan-tahapan terstruktur yang digambarkan pada bagan berikut: Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 2. Tahapan Kegiatan Pengabdian Gambar 2 menampilkan alur tahapan kegiatan pengabdian yang mencakup proses dari awal hingga akhir, mulai dari survei hingga penyusunan laporan. Setiap tahapan disusun secara sistematis untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pelatihan dan implementasi aplikasi absensi digital. Penjelasan tiap tahap dijabarkan pada bagian berikut. Survei dan Wawancara Tahap awal yang harus dilakukan sebelum melakukan pengabdian atau pelatihan adalah proses observasi guna untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat . Tahap awal ini dilakukan oleh tim dengan cara survei dan wawancara kepada pengurus di GBI Miracle Service Sudirman. Analisis kebutuhan merupakan dasar yang dapat memastikan keberhasilan suatu program pelatihan. Survei dapat dilakukan secara daring atau luring untuk menjangkau responden yang lebih luas, sementara wawancara mendalam memberikan wawasan kualitatif yang lebih kaya. Langkah ini dilakukan pada tanggal 16 Maret 2024. Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa sistem absensi di GBI Miracle Service Sudirman masih dilakukan dengan pencatatan manual di kertas. Hal ini sering menimbulkan permasalahan, terutama ketika penyusunan laporan bulanan ke gereja pusat. Catatan absensi yang rentan hilang, rusak, atau bahkan terlupa menjadi kendala utama dalam penyampaian data yang akurat dan lengkap. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat bermanfaat untuk membantu mengatasi permasalahan gereja dalam sistem Hasil dari survei ini menjadi dasar bagi tim pengabdian untuk merancang solusi berupa sistem absensi yang lebih efektif dan akurat seperti QR Code. Perencanaan Pelatihan Berdasarkan hasil survei dan wawancara, tim melanjutkan ke tahap perencanaan pelatihan. Perencanaan adalah proses penting yang diperlukan dalam semua fungsi manajemen. Tanpa perencanaan, fungsi-fungsi seperti pengendalian dan pengarahan tidak akan bisa dijalankan . Dalam tahap ini, strategi pelaksanaan disusun dengan meliputi tujuan pelatihan, penyusunan materi yang sesuai, serta pemilihan metode penyampaian yang optimal. Strategi yang dirancang agar pelatihan dapat memberikan dampak nyata dalam sistem absensi GBI Miracle Service Sudirman. Materi pelatihan yang difokuskan pada pemahaman dan penerapan sistem berbasis QR Code bagi pengurus GBI Miracle Service Sudirman. Dengan perencanaan ini, pelatihan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data absensi serta mengatasi kendala yang selama ini dihadapi oleh GBI Miracle Service Sudirman. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Pembuatan Modul Tahap pembuatan modul merupakan tahap penyusunan materi pelatihan yang terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan gereja. Tahap ini akan membantu untuk memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal . Modul ini terdiri atas beberapa komponen utama, yaitu tujuan pembelajaran, materi inti yang memperkenalkan menu-menu pada platform Kodular dan Spreadsheet, tutorial sederhana mengenai penggunaan menu-menu tersebut, panduan penggunaan aplikasi absensi yang dikembangkan oleh tim menggunakan Kodular, serta tutorial pemanfaatan fitur rekapitulasi otomatis pada Spreadsheet yang telah dirancang oleh tim. Agar lebih mudah dipahami, modul juga dirancang secara praktis dengan dilengkapi screenshot langkah- langkah penggunaan aplikasi dan tampilan sheet rekapitulasi otomatis, sehingga peserta pelatihan dapat mengikuti setiap tahap dengan lebih jelas dan terarah. Pelaksanaan Pelatihan Pada tahap ini, tim menyelenggarakan pelatihan dengan pembagian tugas yang jelas, seperti menyiapkan modul, mendokumentasi kegiatan, serta membimbing peserta selama pelatihan Pembagian tugas merupakan faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja untuk itu perlu perencanaan dengan baik yang dituangkan dalam daftar perincian tugas . Pelatihan dilaksanakan secara daring dan luring dengan menggunakan zoom meeting. Rincian kegiatan ditampilkan pada Table 1. Tabel 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Tanggal Keterangan Sesi Penjelasan Kodular dan aplikasi absensi yang dibuat Selasa, 20 Mei 2025 . 00- 20. menggunakan Kodular Penjelasan spreadsheet dan formulir rekapitulasi Selasa, 20 Mei 2025 . otomatis serta sesi tanya jawab Implementasi aplikasi absensi berbasis QR kepada Minggu, 8 Juni 2025 . jemaat GBI Miracle Service Sudirman Implementasi aplikasi absensi berbasis QR dan sheet rekapitulasi otomatis kepada pengurus gereja GBI Minggu, 8 Juni 2025 . Miracle Service Sudirman Evaluasi Pada tahap ini tim akan melakukan evaluasi terhadap pengabdian yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan program pengabdian dalam mencapai sasaran yang ditetapkan, khususnya dalam hal pemahaman dan penerapan aplikasi absensi berbasis QR Code dan pemanfaatan sheet rekapitulasi otomatis oleh jemaat dan pengurus di GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta. Evaluasi ini memanfaatkan Google formulir yang merupakan sebuah aplikasi formulir daring yang disediakan oleh Google sebagai bagian dari layanan Google Drive. Penggunaan Google formulir akan membantu mengumpulkan data evaluasi dengan cara efektif dan efisien . Formulir akan diberikan kepada pengurus di gereja dan para jemaat yang di dalamnya terdapat pertanyaan untuk mengukur kepuasan terhadap pengabdian yang dilakukan. Selain itu, tim juga mengidentifikasi aspek- aspek yang menjadi keunggulan serta kendala yang dihadapi selama kegiatan berlangsung sebagai bahan perbaikan di masa depan. Penyusunan Laporan Setelah pengabdian dan evaluasi selesai dilakukan, seluruh anggota tim akan melakukan penyusunan laporan terkait seluruh proses pengabdian yang dimulai dari tahap survei dan wawancara sampai tahap evaluasi secara lengkap. Laporan yang akan dibuat disertai dengan dokumentasi dari hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan. Hasil dan Pembahasan Metode absensi manual menggunakan kertas yang sebelumnya dilakukan oleh jemaat di GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta, menurut tim pengabdian belum efisien dan efektif, karena pengurus harus mendata dan melakukan rekap secara manual serta kemungkinan kerusakan atau Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 kehilangan data. Maka, tim pengabdian merencanakan sebuah pengabdian guna untuk membantu gereja dalam meningkatkan proses pendataan jemaat. Hasil yang dicapai pada pengabdian ini adalah terciptanya sebuah aplikasi absensi jemaat GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta menggunakan QR Code berbasis android. Aplikasi ini berguna untuk memudahkan proses absensi secara digital dan terintegrasi langsung dengan Google Spreadsheet sebagai media rekapitulasi otomatis data kehadiran jemaat. Sistem ini digunakan oleh pengurus di GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta untuk mencatat kehadiran jemaat secara real-time, serta mempercepat proses rekap data untuk keperluan pelaporan ke gereja pusat. Aplikasi dirancang menggunakan Kodular, yaitu sebuah situs web yang digunakan untuk membuah aplikasi berbasis android dengan konsep drag-drop block programming. Kodular juga bisa memudahkan pembuatnya membuat aplikasi tanpa harus menulis kode program manual. Tampilan yang kami buat juga jadi sederhana agar bisa digunakan khususnya yang belum mempunyai latar belakang jadi programmer dan semua kalangan usia jemaat. 1 Materi Kodular dan Spreadsheet Modul ini memuat pengenalan Kodular, penerapan aplikasi absensi GBI Miracle Service Sudirman, serta penggunaan Google Spreadsheet untuk pengelolaan dan rekapitulasi data secara digital. Materi ditunjukkan kepada jemaat dan pengurus GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta sebagai upaya mempermudah pencatatan absensi yang lebih efisien dan terstruktur. Modul selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut: https://drive. com/drive/folders/1CC9QUwpaM2oEVWDiMK3ViXf_n-0upSQo?usp=sharing Gambar 3. Pengenalan Kodular Gambar 4. Panduan Login Aplikasi Pada Gambar 3 menunjukkan bagian awal modul yang mengenalkan Kodular sebagai platform visual untuk pembuatan aplikasi Android secara praktis, tanpa perlu menulis kode. Materi ini memberikan pemahaman dasar tentang fungsi dan manfaat Kodular dalam mendukung kebutuhan jemaat dan pengurus. Materi ini menjadi dasar sebelum masuk ke Gambar 4, yang menunjukkan panduan login bagi jemaat yang sudah terdaftar dalam aplikasi GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta. Ditampilkan dua tampilan AuSebelumAy dan AuSesudahAy login, yang memandu pengguna dalam mengisi informasi yang ada. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 5. Pengenalan Google Spreadsheet Gambar 6. Visual Antarmuka Dasbor Gambar 5 memperkenalkan Google Spreadsheet sebagai alat bantu utama dalam mencatat data kehadiran jemaat. Visual ini disederhanakan agar pengurus mampu memahami struktur dasar dan fungsionalitas Google Spreadsheet dengan lebih mudah. Melanjutkan proses tersebut. Gambar 6 menampilkan antarmuka dasbor yang digunakan untuk memantau perkembangan data kehadiran. Visual ini menyajikan data dalam bentuk grafik dan rangkuman statistik agar pengurus bisa dengan cepat memahami kondisi kehadiran jemaat secara keseluruhan. Fitur utama dari aplikasi QR_GBI_MIRACLE Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pencatatan kehadiran jemaat secara digital. Berikut adalah fitur-fitur utamanya: A Formulir Login: Jemaat akan memasukkan AuNama depan dengan Nama BelakangAy dan juga AuUmurAy pada halaman login sebagai identifikasinya. Lalu kami juga menyediakan opsi lain untuk jemaat baru melalui tautan AuDaftar di siniAy yang ada di bawah tombol login. A Scan QR Code: Setelah berhasil login, selanjutnya jemaat diarahkan ke halaman utama dengan tombol AuSCAN QRAy untuk presensi kehadiran jemaatnya. A Integrasi ke Google Spreadsheet: Hasil pemindaiannya akan otomatis dikirim dan tercatat ke Gambar 7 menunjukkan sistem baru yang dirancang oleh penulis. Gambar 7. Flowchart Aplikasi Absensi Implementasi dan Pengujian Tahapan implementasi dan pengujian dilakukan setelah proses pengembangan aplikasi selesai. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aplikasi yang dihasilkan dapat digunakan dan berfungsi sesuai dengan kebutuhan jemaat. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 9. Tampilan Home Gambar 8. Tampilan Login Gambar 10. Tampilan Berhasil Jemaat Scan QR Code Baru Gambar 11. Login Daftar Gambar 12. Formulir Pendaftaran Jemaat Baru Pada Gambar 8 ditampilkan antarmuka awal yang muncul ketika jemaat membuka aplikasi, yaitu halaman login. Jemaat perlu melakukan proses login untuk dapat mengakses fitur-fitur yang tersedia di dalam aplikasi. Setelah berhasil login, maka jemaat akan diarahkan ke halaman utama . , sebagaimana di tunjukkan pada Gambar 9 Pada halaman ini, terdapat sambutan bertuliskan AuSELAMAT DATANG. JEMAAT TUHANAy serta tombol berwarna biru bertuliskan AuSCAN QRAy yang digunakan untuk melakukan absensi. Ketika jemaat menekan tombol tersebut, sistem akan mengaktifkan kamera untuk memindai kode QR yang telah disiapkan oleh petugas. Setelah proses pemindaian berhasil dilakukan, aplikasi akan menampilkan halaman konfirmasi seperti terlihat pada Gambar 10 yang menunjukkan bahwa proses absensi telah berhasil. Selanjutnya, sistem akan menampilkan notifikasi bertuliskan AuSELAMAT BERIBADAH :)Ay sebagai tanda bahwa kehadiran jemaat telah tercatat secara otomatis dalam sistem berbasis Google Spreadsheet. Bagi jemaat baru dan belum memiliki akun, disediakan opsi pendaftaran dapat diakses melalui tombol AuJemaat Baru? Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Daftar di SiniAy, seperti ditunjukkan pada Gambar 11 Setelah memilih opsi tersebut, akan muncul formulir pendaftaran sebagaimana ditampilkan pada Gambar 12 Jemaat diminta untuk mengisi seluruh kolom formulir sesuai dengan data yang diminta. Gambar 14. Tampilan Spreadsheet Data Gambar 13. Dasbor Utama Jemaat Gambar 15. Tampilan Spreadsheet Data Rekap Jemaat Baru Gambar 16. Tampilan Spreadsheet Mingguan Selain mempermudah proses absensi, aplikasi ini telah terintegrasi dengan Google Spreadsheet yang telah dikonfigurasi menggunakan skrip tertentu. Integrasi ini menghasilkan tampilan seperti pada Gambar 13, yang menyajikan ringkasan data penting, antara lain informasi jumlah jemaat yang hadir, total jemaat yang terdaftar, serta jumlah jemaat baru baik secara harian maupun bulanan. Data tersebut sangat bermanfaat bagi pengurus dalam mengelola informasi jemaat serta melakukan rekapitulasi kehadiran secara otomatis dan efisien. Selain itu, terdapat sheet tambahan yang memuat data kehadiran jemaat secara rinci. Data ini diperoleh secara otomatis dari formulir kehadiran mingguan yang diisi oleh jemaat, seperti yang ditampilkan pada Gambar 14. Integrasi ini memungkinkan sistem mencatat dan memperbarui informasi kehadiran secara real-time, sehingga mendukung pengelolaan data yang lebih akurat dan efisien oleh pihak pengurus. Ada juga sheet seperti pada Gambar 15. yang menampilkan data jemaat baru yang mendaftarkan diri melalui formulir pendaftaran pada aplikasi. Informasi ini tercatat secara otomatis dalam sistem, sehingga memudahkan pengurus dalam memantau dan mengelola data jemaat baru secara terstruktur dan efisien. Rekapan jumlah jemaat yang hadir setiap minggunya dapat dilihat pada lembar kerja Form Response 1, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 16. Lembar ini menyajikan data kehadiran secara terperinci, yang bermanfaat dalam penyusunan laporan mingguan, identifikasi jemaat yang hadir, serta mendukung pengelolaan data kehadiran secara sistematis oleh pengurus. Gambar 17. Pemaparan materi kodular dan spreadsheet kepada pengurus Tim pengabdian melaksanakan kegiatan dalam dua metode, yaitu secara daring dan luring. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 17. menunjukkan dokumentasi kegiatan pengabdian yang dilakukan secara daring bersama pengurus GBI Miracle Service Yogyakarta. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan platform Kodular dan Google Spreadsheet. Dalam sesi ini, tim pengabdian memperkenalkan Kodular sebagai platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pembuatan aplikasi absensi jemaat secara lebih mudah dan tanpa perlu menulis kode secara kompleks. Sementara itu. Google Spreadsheet dijelaskan sebagai media penyimpanan data yang terintegrasi dengan aplikasi, yang berfungsi untuk mempermudah pengelolaan dan pemantauan data kehadiran jemaat secara real-time. Gambar 18. Pelatihan Kepada Jemaat Gambar 19. Pelatihan Kepada Pengurus Gambar 18, dan Gambar 19 menunjukkan dokumentasi kegiatan pengabdian yang dilakukan secara offline di GBI Miracle Service Sudirman. Kegiatan ini mencakup implementasi langsung aplikasi kepada jemaat serta pelatihan penggunaan Google Spreadsheet yang telah dirancang oleh tim sebagai alat bantu untuk mengelola data secara otomatis pada pengurus. Pada gambar-gambar tersebut terlihat bahwa para peserta secara aktif terlibat dalam proses implementasi aplikasi dengan pendampingan langsung dari tim pengabdian. Hal ini menunjukkan komitmen tim pengabdian dalam memastikan bahwa seluruh pengguna, baik jemaat maupun pengurus, memperoleh dukungan dan bimbingan yang diperlukan selama sesi materi dan implementasi. Dengan demikian, pengguna diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai penggunaan aplikasi dan sistem Evaluasi dan Tanggapan Bagian ini menyajikan evaluasi dan tanggapan dari jemaat serta pengurus terhadap penggunaan aplikasi absensi digital yang telah diterapkan. Evaluasi dilakukan menggunakan google formulir setelah pelatihan dilakukan. Gambar 22 sampai Gambar 24 menampilkan berbagai aspek yang dievaluasi, mulai dari kategori pengguna, pengalaman mencoba aplikasi, tingkat keyakinan dalam menggunakan aplikasi dan spreadsheet, hingga kepuasan terhadap templat yang digunakan. Hasil dari evaluasi ini memberikan gambaran mengenai efektivitas, kemudahan, dan penerimaan aplikasi oleh para pengguna. Gambar 20. Hasil kategori Pengguna Gambar 21. Hasil evaluasi mencoba aplikasi Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 22. Hasil evaluasi keyakinan menggunakan aplikasi Gambar 23. Hasil evaluasi kepuasan keyakinan Gambar 24. Hasil evaluasi keyakinan menggunakan spreadsheet Hasil evaluasi terhadap penggunaan aplikasi ditampilkan pada Gambar 21 hingga Gambar 25. Berdasarkan Gambar 21, mayoritas responden ini berasal dari kalangan jemaat . %), sementara sisanya dari pengurus gereja . %). Gambar 22 menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna merasa puas setelah mencoba langsung fitur-fitur aplikasi, terutama pada fitur absensi berbasis QR Code yang dinilai sangat mudah digunakan. Penjelasan mengenai cara kerja aplikasi selama pelatihan berlangsung juga mendapat tanggapan yang positif, sebagaimana terlihat dari 65% responden yang memilih kategori AuPuasAy. Selanjutnya, pada Gambar 23, ditampilkan tingkat keyakinan jemaat dalam menggunakan aplikasi secara mandiri. Sebanyak 62,5% responden merasa percaya diri dalam menggunakan aplikasi berkat tampilan yang sederhana dan alur penggunaan yang jelas. Gambar 24 menggambarkan tingkat kepuasan pengguna terhadap penggunaan templat yang digunakan dalam aplikasi dengan mayoritas responden menyatakan puas karena tampilan yang rapi dan mudah dimengerti. Sementara itu. Gambar 25 memperlihatkan hasil evaluasi terhadap penggunaan spreadsheet yang terhubung dengan aplikasi. Seluruh responden . %) merasa sangat terbantu dengan penjelasan cara penggunaannya, dan 67,5% di antaranya mengapresiasi struktur data yang ditampilkan. Setelah sesi pelatihan, sebagian responden . %) tetap merasa mampu menggunakan spreadsheet secara Hasil ini menunjukkan bahwa baik aplikasi maupun sistem pendukungnya berhasil memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengabdian dari sistem pengembangan kami yaitu sistem absensi berbasis QR Code yang diintegrasikan dengan Google Spreadsheet dari platform Kodular terbukti jadi sangat efektif untuk pencatatan data kehadiran jemaat di GBI Miracle Service Sudirman Yogyakarta. Selain itu, aplikasi ini sangat mendukung semangat pelayanan berbasis digital yang sangat relevan pada era modern sekarang ini. Dengan kemudahan akses dalam pencatatannya kehadiran ini juga menciptakan suasana pelayanan yang sangat tertib bagi lingkungan gerejanya. Implementasi ini sangat berguna dan membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, seperti penambahan fitur hingga sistem pengembangan pelayanan gerejanya secara digital. Dengan ini, kami harap sistem pengembangan yang kami buat bisa menjadi langkah awal transformasi digital dan bisa jadi inspirasi bagi gereja gereja lain yang permasalahan absensi jemaat serupa. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Referensi