HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Peran Kelas Ibu Balita sebagai Media Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Stunting di Puskesmas Ketol Penulis: Eva Ratna Dewi1 Diaz Fauziah2 Febriana Sari 3 Eka Purnamasari4 Ingka Kristina Pangaribuan 5 Rosmey Linda6 Afiliasi: STIKes Mitra Husada Medan1,2,3,4,5,6 Korespondensi: dewi87@gmail. Histori Naskah: Diajukan: 08-07-2025 Disetujui: 31-007-2025 Publikasi: 31-007-2025 Abstrak: Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang bersifat irreversible dan umumnya disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai serta paparan infeksi berulang, terutama selama periode kritis 1000 hari pertama Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah tahun 2021, prevalensi stunting tertinggi tercatat di wilayah kerja Puskesmas Kekuyang. Kecamatan Ketol, yaitu sebesar 30,8% . Sementara itu, di wilayah Puskesmas Ketol pada kecamatan yang sama, angka stunting tercatat sebesar 10,1%, atau sekitar 74 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kelas Ibu Balita sebagai media edukatif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Ketol. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain one group pre-test and post-test, di mana pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pada satu kelompok yang sama. Desain ini memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi dampak edukasi terhadap perubahan pengetahuan responden. Uji statistik yang digunakan adalah paired t-test guna mengetahui signifikansi perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari keikutsertaan dalam Kelas Ibu Balita terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting. Dari total 42 responden yang terlibat, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Kelas Ibu Balita di Puskesmas Ketol efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang pentingnya pencegahan stunting sejak Oleh karena itu, diharapkan Puskesmas Ketol dapat terus mengembangkan dan mengoptimalkan kegiatan Kelas Ibu Balita sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif dalam penanggulangan stunting. Penyuluhan dan layanan edukatif yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam memperkuat peran ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam praktik pengasuhan dan pemberian gizi yang optimal bagi balita. Kata Kunci: Stunting. Kelas Ibu Balita. Pengetahuan. Pencegahan. Puskesmas. Balita. PENDAHULUAN World Health Organizatio (WHO 2. , stunting didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan yang bersifat permanen . dan umumnya disebabkan oleh asupan gizi yang tidak memadai serta infeksi berulang, khususnya pada periode 1. 000 hari pertama kehidupan anak. Berdasarkan prevalensinya, kategori stunting diklasifikasikan menjadi tiga tingkat keparahan, yakni ringan . 29%), sedang . 39%), dan berat apabila melebihi 40% (UNICEF. WHO, and World Bank 2. Stunting merupakan manifestasi dari masalah gizi kronis yang terjadi pada masa pertumbuhan dan perkembangan awal kehidupan, dan biasanya diukur menggunakan indikator z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan nilai di bawah -2 standar deviasi (SD). Secara global. WHO mencatat bahwa sekitar satu dari empat balita mengalami stunting. Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2015, prevalensi stunting mencapai 37,2%, dengan rincian 19,2% anak tergolong pendek dan 18,0% sangat pendek. Kondisi ini mencerminkan permasalahan gizi yang paling umum, terutama This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. kekurangan energi dan mikronutrien, yang berkaitan erat dengan status gizi ibu selama kehamilan, ukuran tubuh ibu, serta pertumbuhan janin (Siti 2. (Riskesdas 2. yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi gizi buruk pada balita usia 0Ae23 bulan sebesar 3,8%, sedangkan gizi kurang sebesar 11,4%. Angka ini relatif tidak berbeda signifikan dibandingkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 yang mencatat prevalensi gizi buruk sebesar 3,5% dan gizi kurang 11,3%. Secara geografis, provinsi dengan angka gizi buruk dan gizi kurang tertinggi pada balita usia 0Ae23 bulan adalah Nusa Tenggara Timur, sementara provinsi dengan angka terendah adalah Jawa Barat (Saputri 2. Tingginya angka stunting di Indonesia dinilai turut menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Riskesdas 2018 mencatat bahwa prevalensi balita pendek . di seluruh provinsi masih berada di atas 20%, dengan rata-rata nasional sebesar 35,6% (Azizah et al. Stunting, atau kondisi tubuh pendek berdasarkan indeks TB/U, menjadi indikator penting dalam penilaian status gizi balita. Pada tahun 2018, persentase balita usia 0Ae23 bulan yang tergolong sangat pendek mencapai 12,8%, dan yang tergolong pendek sebesar 17,1%. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni masing-masing sebesar 6,9% dan 13,2%. Provinsi Aceh tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi tertinggi untuk kategori balita sangat pendek dan pendek, sedangkan DKI Jakarta memiliki prevalensi terendah. Untuk wilayah Sumatera Utara, angka prevalensi balita stunting mencapai 5,40% (Tanjung 2. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah tahun 2021 mencatat bahwa kasus stunting tertinggi ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kekuyang. Kecamatan Ketol, dengan angka prevalensi mencapai 30,8% . Sementara itu, di wilayah Puskesmas Ketol sendiri, prevalensi stunting tercatat sebesar 10,1% . ekitar 74 balit. Fakta ini menegaskan pentingnya pelaksanaan program edukasi seperti Kelas Ibu Balita di Puskesmas Ketol, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak (Kemenkes RI 2. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ketol, ditemukan bahwa dari 10 ibu yang membawa balita untuk pemeriksaan berat badan dan tinggi badan, terdapat 2 balita dengan tinggi badan tidak sesuai usia, serta 1 balita dengan berat badan tidak sesuai usia. Selain itu, wawancara dengan ibu-ibu tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar belum memahami makna dari stunting (Ramdhani. Handayani, and Setiawan 2. Meskipun program Kelas Ibu Balita telah diimplementasikan sebagai strategi edukatif untuk mencegah stunting, efektivitas pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala. Di antaranya adalah tingkat kehadiran peserta yang rendah dan kurangnya partisipasi aktif para ibu dalam mengikuti kelas secara rutin. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kesibukan sehari-hari, minimnya dukungan dari keluarga, serta rendahnya pemahaman terhadap pentingnya kegiatan tersebut. Akibatnya, cakupan edukasi yang diterima sasaran program menjadi terbatas, dan kasus stunting masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Ketol. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai Peran Kelas Ibu Balita sebagai Media Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Stunting di Puskesmas Ketol, guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait efektivitas program serta potensi perbaikannya di masa mendatang. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experimental . ksperimen sem. dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Desain ini melibatkan satu kelompok subjek yang diberi perlakuan, di mana pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai perubahan yang terjadi. Model desain ini mengacu pada konsep yang menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan evaluasi terhadap efek intervensi meskipun tanpa kelompok kontrol. (Henny 2. sebagai berikut: Gambar 1 Desain One Group Pre Test And Post Test Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita berusia 0Ae5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ketol. Kecamatan Ketol. Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2024, dengan jumlah sebanyak 42 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian sehingga melibatkan 42 responden. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Ketol pada tahun 2024. Untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah mengikuti kelas ibu balita, digunakan uji statistik paired t-test. Uji ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi perubahan pengetahuan yang terjadi sebagai akibat dari intervensi yang diberikan, yaitu pelaksanaan kelas ibu balita (Adiputra et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul AuPeran Kelas Ibu Balita sebagai Media Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Stunting di Puskesmas KetolAy, diperoleh temuan sebagai berikut: Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden, meliputi variabel usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan. Analisis ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum demografi ibu balita yang menjadi peserta penelitian di wilayah kerja Puskesmas Ketol Tahun 2024 pada Gambar 2 berikut ini: This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Distribusi Frekuensi Ibu dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Ketol Tahun 2024 <20 tahun 21-30 tahun >31 tahun Total % 14,3 69 16,7 100 % 35,7 45,2 19 100 % Frekuensi 6 29 7 42 Frekuensi 15 19 8 42 Frekuensi Gambar 2. Rata-rata Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan data pada Tabel 4. 1, dari total 42 responden yang terlibat, mayoritas memiliki tingkat pendidikan terakhir setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu sebanyak 29 orang . %). Berdasarkan kategori pekerjaan, sebagian besar responden bekerja sebagai wiraswasta, yaitu sebanyak 19 orang . ,2%). Sementara itu, dilihat dari kelompok usia, sebagian besar responden berada dalam rentang usia produktif 21Ae30 tahun, dengan jumlah 31 orang . ,8%). Peran Kelas Ibu Balita sebagai Media Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Stunting di Puskesmas Ketol Bab ini menyajikan hasil penelitian yang diperoleh melalui proses pengumpulan dan analisis data yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ketol. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi peran Kelas Ibu Balita sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu terkait upaya pencegahan stunting pada anak balita. Penyajian hasil disusun secara terstruktur, dimulai dari karakteristik demografis responden, dilanjutkan dengan pengukuran tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan Kelas Ibu Balita. Selanjutnya, dilakukan analisis statistik untuk mengevaluasi hubungan antara partisipasi ibu dalam kelas tersebut dengan peningkatan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Analisis bivariat dilakukan dengan membandingkan distribusi silang antara variabel peran Kelas Ibu Balita sebagai media edukasi dan tingkat pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting. Hasil analisis ini disajikan dalam tabel-tabel pada bagian berikutnya untuk memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai hubungan yang diteliti. terdapat pada tabel di bawah ini: This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Hasil Uji Perbedaan sebelum dan sesudah Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Ketol 68,21 11,885 62,26 10,888 Mean Sebelum P value Sesudah Gambar 3. Rata-rata Perubahan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Berdasarkan hasil analisis data yang ditampilkan pada Tabel 4. 5, diperoleh bahwa dari total 42 responden, terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah mengikuti Kelas Ibu Balita, dengan nilai signifikansi uji paired t-test sebesar p = 0,000 . < 0,. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna dari pelaksanaan Kelas Ibu Balita terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Ketol. Rerata skor pengetahuan ibu sebelum intervensi sebesar 62,26 meningkat menjadi 68,21 setelah mengikuti kelas. PEMBAHASAN Analisis bivariat yang dilakukan dengan paired t-test menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi edukatif melalui Kelas Ibu Balita efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu terhadap stunting, sejalan dengan temuan dari (Azizah et al. Penelitian ini sesuai dengan penelitian (Situmorang et al. yang Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil bahwa Rata Ae rata nilai pengetahuan ibu hamil tentang Stunting sebelum diberikan media Booklet 38 dengan standar deviasi 1. 640, serta nilai terendah adalah 2 dan nilai tertinggi 8. Sedangkan rata Ae rata nilai pengetahuan ibu hamil tentang Stunting sesudah diberikan media Booklet yaitu 6. 26 dengan standar deviasi 1. 121, serta nilai terendah adalah 4 dan nilai tertinggi. Hasil ini mendukung penelitian Situmorang et al. , yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan ibu hamil terkait stunting setelah diberikan media edukasi berupa booklet, dari 5,38 menjadi 6,26. Booklet dipandang sebagai media edukatif yang efektif karena dapat menyampaikan informasi secara visual dan tekstual secara lebih rinci, serta dapat disimpan untuk dibaca ulang, sebagaimana dijelaskan oleh (Rahayu et al. Selnajutnya (Lestari and Z. R 2. menekankan bahwa perilaku kesehatan, termasuk dalam konteks pencegahan stunting, sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan individu. Oleh karena itu, pengetahuan ibu hamil mengenai stunting dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sangat penting sebagai dasar dalam membentuk perilaku preventif sejak masa kehamilan. turut memperkuat argumen ini dengan menunjukkan This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. bahwa sebagian besar ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik lebih cenderung melakukan upaya pencegahan stunting. Selain itu, (Jayanti et al. juga menemukan bahwa ibu dengan tingkat pengetahuan yang rendah memiliki risiko 1,644 kali lebih besar melahirkan anak stunting dibandingkan ibu yang memiliki pengetahuan baik. Temuan (Zahra et al. juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan . = 0,. dan sikap . = 0,. ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan media booklet. Hal ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif berbasis media sebagai sarana efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu mengenai stunting. Menurut (Hidayat et al. media komunikasi kesehatan berperan penting dalam menyampaikan pesan edukatif secara efektif. Media seperti booklet, e-book, maupun video animasi mampu meningkatkan daya serap informasi dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Studi Kasus Oleh (Hidaytillah et al. membandingkan efektivitas kelas ibu balita CERMAT dengan kelas biasa dan menemukan adanya hubungan bermakna antara jenis kelas dan status gizi balita . = 0,. Kelas yang dilengkapi dengan praktik langsung, seperti penyusunan MP-ASI, terbukti lebih efektif dalam mencegah malnutrisi. demikian pula, hasil studi intervensi di Posyandu Merah Delima oleh (Carin et al. menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi melalui media digital, seperti e-book dan video animasi . = 0,. Temuan ini memperkuat pentingnya pemanfaatan media interaktif dalam pelaksanaan Kelas Ibu Balita sebagai strategi edukatif yang inovatif dan efektif. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ketol menunjukkan bahwa Kelas Ibu Balita memiliki kontribusi signifikan sebagai media edukatif dalam meningkatkan pengetahuan ibu terkait upaya pencegahan stunting. Penelitian ini melibatkan 42 responden, dan berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 yang menunjukkan hubungan yang bermakna antara partisipasi ibu dalam kegiatan kelas dan peningkatan pengetahuan yang dimilikinya. Temuan ini memperkuat bahwa keterlibatan aktif ibu dalam Kelas Ibu Balita mampu meningkatkan pemahaman terhadap aspek-aspek esensial dalam pencegahan stunting, seperti pemberian makanan bergizi seimbang, praktik perawatan kesehatan anak yang tepat, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara rutin. Meskipun demikian, efektivitas penyelenggaraan Kelas Ibu Balita masih dihadapkan pada sejumlah tantangan implementatif. Beberapa hambatan yang diidentifikasi antara lain tingkat kehadiran peserta yang rendah, pendekatan penyampaian materi yang belum inovatif, serta lemahnya sistem pemantauan dan evaluasi terhadap jalannya program. Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan yang belum sepenuhnya menerapkan pendekatan komunikasi partisipatif turut menjadi faktor penghambat dalam optimalisasi proses Secara konseptual, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan intervensi promotif dan preventif di tingkat layanan kesehatan primer, khususnya melalui model edukasi kelompok. Kelas Ibu Balita tidak hanya berperan sebagai wahana penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga sebagai platform pemberdayaan ibu dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan dan gizi anak secara lebih sadar dan Rekomendasi: Agar fungsi dan efektivitas Kelas Ibu Balita dalam upaya pencegahan stunting dapat semakin ditingkatkan, maka diperlukan strategi implementatif yang meliputi hal-hal berikut: Peningkatan Kesadaran Ibu: Mendorong ibu balita untuk secara aktif mencari dan mengaplikasikan informasi terkait This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. pencegahan stunting, baik melalui Kelas Ibu Balita maupun sumber edukatif lainnya, sebagai bagian dari upaya preventif sejak dini. Optimalisasi Peran Puskesmas: Puskesmas Ketol diharapkan lebih proaktif dalam menyelenggarakan kelas edukasi yang terstruktur, rutin, dan berbasis kebutuhan komunitas, guna meningkatkan efektivitas penyuluhan kesehatan. Pemanfaatan Hasil Penelitian: Temuan dari penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dan referensi akademik bagi institusi pendidikan tinggi kesehatan, khususnya STIKes Mitra Husada Medan, dalam memperkaya kurikulum mengenai intervensi berbasis edukasi kelompok. Referensi