SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Vol. No. 4 Oktober 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 166-175 DOI: https://doi. org/10. 59024/simpati. Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce dengan Media Kalender Bekas Anak Kelompok A TK Negeri Gayamsari Kota Semarang Semester II Tahun Ajaran 2022 / 2023 Surahmi Surahmi TK N Gayamsari Abstract: In early childhood, a child has high energy. This energy is needed to perform various activities to improve physical skills related to fine motor skills, such as shaping or manipulating from clay/wax/dough, drawing, coloring, sticking, cutting, cutting, stringing objects with thread . These activities serve to train coordination between eyes and hands, which can be developed through play activities (Sumantri, 2005: . Keywords: energy, fine motor, physical skills Abstrak: Pada masa usia dini, seorang anak memiliki energi yang tinggi. Energi ini dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas guna meningkatkan keterampilan fisik yang berkaitan dengan motorik halus, seperti membentuk atau memanipulasi dari tanah liat/ lilin/ adonan, menggambar, mewarnai, menempel, menggunting, memotong, merangkai benda dengan benang . Aktivitas-aktivitas tersebut berfungsi untuk melatih koordinasi antara mata dan tangan, yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain (Sumantri, 2005: . Kata kunci: energi, motorik halus, keterampilan fisik PENDAHULUAN Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa AuPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjutAy. Pendidikan anak usia dini diharapkan menjadi bekal dan kesiapan dalam memasuki pendidikan selanjutnya. Froebel (Syaodih, 2005: . mengungkapkan bahwa masa kanak-kanak merupakan suatu fase yang sangat penting dan berharga. Selain itu merupakan masa pembentukan dalam periode kehidupan manusia . noble and malleable phase of human lif. Oleh karenanya masa anak sering dipandang sebagai masa emas . olden ag. bagi penyelenggaraan pendidikan. Pada masa golden age anak membutuhkan banyak stimulasi terlebih dari orang tua atau dari para pendidik di Taman Kanak-Kanak. Ada berbagai macam kemampuan dasar yang harus dikembangkan, meliputi bahasa, sosial emosional, kognitif, fisik atau motorik dan seni. Kemampuan motorik meliputi motorik kasar dan motorik halus. Pada masa ini perkembangan keterampilan yang berkaitan dengan motorik halus anak sangat penting untuk dikembangkan. Hartati . 5: . menyatakan bahwa melatih motorik halus anak adalah berfungsi untuk Received Agustus 30, 2023. Revised September 30, 2023. Accepted Oktober 30, 2023 * Surahmi Surahmi Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce dengan Media Kalender Bekas Anak Kelompok A TK Negeri Gayamsari Kota Semarang Semester II Tahun Ajaran 2022 / 2023 melatih keterampilan dan kecermatannya menggunakan jari-jemari dalam kehidupan seharihari. Kenyataannya saat ini banyak pembelajaran di Taman Kanak-Kanak yang kurang memahami kegiatan yang cocok agar peserta didik dapat berkembang secara optimal, misalnya dengan menggunakan kegiatan yang memakai majalah TK. Pembelajaran yang menggunakan majalah TK tidak dapat sepenuhnya memaksimalkan perkembangan peserta didik karena majalah TK tidak dapat mengeksplorasi aspek perkembangan anak dan anak bosan dengan kegiatan tersebut. Seharusnya kegiatan pembelajaran dilakukan dengan lebih bervariasi agar anak dapat lebih mudah menyerap pembelajaran yang diajarkan dan apabila media yang diajarkan sesuai dengan tema anak akan lebih bereksplorasi dengan berbagai macam kegiatan. KAJIAN TEORI Ramli . 5: . mendefinisikan anak TK adalah masa-masa dalam kehidupan manusia yang dimulai sejak usia empat tahun sampai usia enam tahun. Masa ini berada pada bagian tengah dan akhir masa kanak-kanak awal. Masa ini berbeda dari masa bayi dan masa kanak-kanak akhir dalam kehidupan manusia karena pada masa kanak-kanak akhir aspek perkembangan anak sudah lebih matang. Perkembangan Motorik Anak Hurlock . 8: . menyatakan bahwa perkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan pengendalian gerak tubuh dan otak sebagai pusat gerak. Perkembangan tersebut membutuhkan upaya yang aktif dari anak serta dukungan lingkungan diharapkan dari tindakan aktif dari lingkungan dapat mengembangkan motorik halus anak. Perkembangan motorik dilakukan dengan praktek secara individu. Menurut Rasyid, dkk. , . 9: . bahwa perkembangan motorik pada anak Taman Kanak-kanak atau anak usia dini sangat memerlukan banyak frekuensi dan kesempatan untuk mengembangkan aktivitas fisik secara fundamental, misalnya berlari, melompat, melempar, mendorong, dan menarik. Aktivitas ini juga melatih konsentrasi gerak dalam koordinasi dengan indera yang lain. Meronce Meronce merupakan salah satu contoh kegiatan pengembangan motorik halus di TK, kegiatan menguntai dengan membuat untaian dari bahan-bahan yang berlubang, disatukan dengan tali atau benang. Memasukkan benang atau tali ke dalam lubang-lubangnya dibantu dengan jarum/tanpa jarum. SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 166-175 Kegiatan meronce ditujukan untuk melatih koordinasi mata dan tangan anak. Memperoleh hasil roncean yang menarik tentu perlu terampil dan kreatif. Terampil melakukan roncean dengan lancar, tanpa mendapat luka/sakit jari, selain itu jarum dan bahan dapat Bahan tersebut terdapat di sekitar lingkungan rumah/sekolah, kreatif dalam mengkombinasikam susunan roncean, garis/menurut bentuknya. METODE PENELITIAN Setting Penelitian Setting penelitian ini berada di kelompkm A TK Negeri GayamsariKota Semarang. ini berada di wilayah lingkungan perkampungan perkotaan Semarang yang padat penduduk. Namun, kondisi bangunan, pengajar, dan sarana prasarana pembelajaran dalam kategori layak dan ramah anak. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2023 selama dua minggu. Penelitian mengambil bagian penelitian pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dimana tiap siklus dilakukan selama dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini observasi dan Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Lembar observasi bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan kegiatan meronce dengan bahan kalender bekas untuk meningkatkan keterampilan halus anak. Lembar observasi berisi indikator-indikator tentang koordinasi mata-tangan dan koordinasi kedua Pencatatan dan pengambilan data dilakukan pada saat proses pembelajaran berupa observasi menggunakan checklist. Validasi data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi yaitu dengan membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Tringulasi dalam penelitian ini dicapai dengan jalan membandingkan data dengan hasil wawancara atau membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen. Triangulasi bertujuan agar data yang dikumpulkan bersifat valid dan reliable. Validasi merupakan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Arikunto, 2010: . , sedangkan reliabilitas merupakan taraf ketepatan dan ketelitian hasil pengukuran. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun kegiatan pembelajaran yang berlangsung yaitu pada kegiatan awal dimulai dengan berbaris bersama kelompok lain dihalaman yang diisi dengan kegiatan berdoa, bernyanyinyanyi. Selesai kegiatan berbaris dan berdoa dilanjutkan dengan kegiatan fisik motorik sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat peneliti. Sebelum memasuki kelas anak-anak diberi Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce dengan Media Kalender Bekas Anak Kelompok A TK Negeri Gayamsari Kota Semarang Semester II Tahun Ajaran 2022 / 2023 kesempatan untuk bermain sebentar. Setelah waktu bermain sudah selesai anak-anak antri baris untuk cuci tangan sebelum memasuki kelas dan selanjutnya diisi dengan kegiatan berbagi makanan dengan teman . erdoa untuk makan dan minu. Untuk memasuki kegiatan inti guru sebelumnya memberikan pijakan-pijakan terlebih dahulu saat main dengan duduk melingkar dikarpet yang sudah disediakan guru sekaligus menjelaskan kegiatan pada hari itu. Perkembangan keterampilan meronce anak dengan aspek kecermatan dan kecepatan dapat dilihat dari tabel dibawah ini. Tabel Hasil Observasi Pratindakan Nama Ahmad Kahfi Herdianto Aisha Lintang Maulana Assyifa Mutiara Yudis Ghaisan Arkana Asyar Iqbal Raysafa Rizky Ilham Binar Kanigara Junita Tri Wedari Muhamad Hamda Syahreza Muhammad Ardana Putra Muhammad Brian Dwi Tugana Oktavia Dwi Pratama Rafif Zia Abisatya Shayna Sandia Yahya Sintia Nur Husna Yosafat Elecra Yolinanda Zafirah Khaerani Aspek Kecer Kecep Persentase Kriteria 50,00% 83,33% 50,00% 66,67% 50,00% 66,67% 83,33% 50,00% 33,33% 50,00% 66,67% 83,33% 50,00% 50,00% 50,00% 50,00% Cukup Sangat baik Baik Baik Cukup Baik Sangat baik Cukup Kurang Cukup Baik Sangat baik Cukup Cukup Cukup Cukup Dari hasil observasi di atas, dapat dibuat rekapitulasi kemampuan anak dalam meronce sebagai berikut. Tabel Rekapitulasi data Keterampilan Meronce Pratindakan Aspek Kecermatan Kecepatan Rata-rata Persentase 73,33 44,44 58,89% Tabel 2 dan Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa keterampilan anak dalam meronce masih rendah. Hal ini terlihat dari anak yang masih belum bisa mengikat tali sendiri serta menyelesaikan tugas setelah pembelajaran berakhir dengan hasil penelitian menunjukkan kriteria cukup dengan rata-rata 58,89%. Hal tersebut diperoleh karena beberapa anak belum bisa mencapai skor yang diharapkan dalam aspek kecermatan dan kecepatan. Pada pratindakan sebanyak 3 anak atau 20,00% dari 15 anak yang mendapat kriteria sangat baik hal tersebut diperoleh karena 3 anak tersebut sudah memasukkan tali ke dalam lubang roncean membentuk . alung atau gelan. serta mengikatnya selain itu anak dapat menyelesaikan roncean sebelum pembelajaran berakhir, kriteria baik sebanyak 3 anak atau 20,00%, kriteria cukup ada sebanyak SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 166-175 7 anak atau 46,67% dan kriteria kurang sebanyak 2 anak atau 13,33%. Hal tersebut diperoleh karena anak menyelesaikan roncean setelah pembelajaran berakhir. Dari data observasi kemampuan motorik halus anak sebelum diadakan tindakan menunjukkan motorik halus anak belum berkembang dengan baik. Sehingga hal tersebut belum mencapai indikator keberhasilan dengan kriteria baik sebesar 80%. Keadaan ini menjadi suatu landasan peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus dalam hal meronce anak kelas A di TK N Gayamsari. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan tindakan perbaikan pembelajaran dengan cara melaksanakan penelitian tindakan kelas. Dalam tindakan ini peneliti merefleksi bahwa alat/media pembelajaran yang dipakai anak didik dalam belajar meronce belum tepat. Peneliti pada pratindakan ini hanya menulis di papan tulis dab anak didik mengerjakan di lembar kerja anak (LKA). Untuk siklus I direncanakan pada pada tanggal 6 Februari 2023. Peneliti sendiri yang akan melaksanakan proses pembelajaran, dengan menggunakan media pembelajaran yang disiapkan sesuai RKH siklus I. Peneliti memakai media kalender bekas. Deskripsi Siklus I Perencanaan Perencanaan dilakukan sebelum dilaksanakan tindakan di dalam kelas yang dilakukan oleh peneliti. Pelaksanaan siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan yaitu tanggal 9 Maret Tema pembelajaran ditentukan oleh peneliti. Tema pada siklus I adalah pekerjaan dengan sub tema macam-macam pekerjaan. Kegiatan selanjutnya adalah menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH). Penyusunan RKH dalam pembelajaran dilaksanakan dan disusun oleh penelitian yang berkolaborasi dengan guru kelas. Pada penyusunan RKH disepakati kegiatan meronce menggunakan bahan kalender bekas yang berbentuk tabung dan kubus. Selanjutnya menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi yang digunakan untuk mencacat segala aktivitas selama pembelajaran meronce berlangsung. Selain itu peneliti menyiapkan alat dan bahan, seperti butir yang roncean dimasukkan ke dalam wadah yang berjumlah lima sehingga anak dapat belajar berbagi dengan teman yang ada di depannya serta Alat yang digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran berupa kamera untuk mengambil foto atau gambar pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce dengan Media Kalender Bekas Anak Kelompok A TK Negeri Gayamsari Kota Semarang Semester II Tahun Ajaran 2022 / 2023 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada hari tanggal 6 Februari 2023 dengan tema pekerjaan sub tema macam-macam pekerjaan. Pembelajaran terbagi menjadi kegiatan awal, kegiatan inti yang diselingi dengan istirahat dilanjutkan dengan kegiatan akhir. Kegiatan inti dimulai dengan mengerjakan LKA. Setiap anak mengerjakan LKA yang sama denganmelengkapi kalimat sederhana tentang tempat bekerja dan menghubungkan gambar tempat bekerja. Anak diberikan penjelasan tentang tugas yang akan dikerjakan serta langkah-langkahnya. Anak dijelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan dan memberikan Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan motorik halus dengan menggunakan bahan kalender bekas yang sudah dibentuk menjadi bentuk tabung dan kubus. Roncean dimasukkan ke dalam wadah yang berjumlah 5 wadah. Roncean dapat berupa gelang atau kalung sesuai dengan apa yang dikehendaki anak. Aspek penilaian adalah kecermatan dan kecepatan. Observasi Selama kegiatan meronce menggunakan bahan kalender bekas berlangsung, peneliti melakukan pengamatan. Pengamatan dilakukan saat kegiatan meronce berlangsung yaitu dengan mencatat perkembangan yang dialami anak dan mendokumentasikan hasil observasi. Pelaksanaan siklus I dilakukan pada tanggal 6 Februari 2023. Pada hari pertama anakanak tertarik pada media yang digunakan yaitu dengan menggunakan kalender bekas untuk kegiatan meronce. Anak-anak tertarik dengan sesuatu yang baru dan pembelajaran dengan menggunakan kalender bekas merupakan media yang baru bagi anak. Ketertarikan anak dapat diketahui ketika mereka berbisik-bisik sambil menunjuk roncean kalender bekas. Ketertarikan dan keaktifan anak juga terlihat dalam pertemuan hari pertama, kedua dan Anak bersemangat dan mengatakan hore saat kegiatan meronce akan dimulai. Ada anak yang masih menganggu temannya, setelah diberi peringatan anak bisa dikondisikan kembali. Berikut ini merupakan data hasil observasi siklus I. Tabel Hasil Observasi Siklus I Nama Ahmad Kahfi Herdianto Aisha Lintang Maulana Assyifa Mutiara Yudis Ghaisan Arkana Asyar Iqbal Raysafa Rizky Ilham Binar Kanigara Junita Tri Wedari Muhamad Hamda Syahreza Muhammad Ardana Putra Muhammad Brian Dwi Tugana Oktavia Dwi Pratama Rafif Zia Abisatya Aspek Kecerma Kecepat SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 Persentase 66,67% 83,33% 100,00% 100,00% 83,33% 66,67% 100,00% 66,67% 66,67% 66,67% 66,67% 83,33% Kriteria Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Baik Baik Baik Baik Sangat baik e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 166-175 Shayna Sandia Yahya Sintia Nur Husna Yosafat Elecra Yolinanda Zafirah Khaerani 66,67% 50,00% 83,33% 66,67% Baik Cukup Sangat baik Baik Tabel Rekapitulasi data Keterampilan Meronce Siklus I Aspek yang Diamati Kecermatan Kecepatan Rata-rata Persentase 97,78 % 55,56 % 76,67% Deskripsi Siklus II Perencanaan Pelaksanaan siklus II dilaksanakan selama 1 kali pertemuan yaitu tanggal 12 Februari Tema pembelajaran ditentukan oleh peneliti. Tema pada siklus II adalah alam semesta dan sub tema benda-benda langit. Kegiatan selanjutnya adalah menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH). Penyusunan RKH dalam pembelajaran dilaksanakan dan disusun oleh penelitian yang berkolaborasi dengan guru kelas. Pada penyusunan RKH disepakati kegiatan meronce menggunakan bahan kalender Selanjutnya menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi yang digunakan untuk mencacat segala aktivitas selama pembelajaran meronce berlangsung. Selain itu peneliti menyiapkan alat dan bahan, seperti butir yang roncean dimasukkan ke dalam wadah yang berjumlah 8 sehingga anak dapat belajar berbagi dengan teman yang ada di depannya serta tali. Memindahkan bangku anak yang menganggu temannya, memberikan reward berupa pujian, lubang roncean dibuat lebih besar, menambah jumlah tempat roncean dan membakar ujung tali. Alat yang digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran berupa kamera untuk mengambil foto atau gambar pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Tabel Hasil Observasi Siklus II Nama Ahmad Kahfi Herdianto Aisha Lintang Maulana Assyifa Mutiara Yudis Ghaisan Arkana Asyar Iqbal Raysafa Rizky Ilham Binar Kanigara Junita Tri Wedari Muhamad Hamda Syahreza Muhammad Ardana Putra Muhammad Brian Dwi Tugana Oktavia Dwi Pratama Rafif Zia Abisatya Shayna Sandia Yahya Sintia Nur Husna Yosafat Elecra Yolinanda Zafirah Khaerani Aspek Kecerma Kecepat Persentase 100,00% 100,00% 83,33% 100,00% 83,33% 100,00% 100,00% 100,00% 83,33% 100,00% 83,33% 100,00% 83,33% 100,00% Kriteria Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce dengan Media Kalender Bekas Anak Kelompok A TK Negeri Gayamsari Kota Semarang Semester II Tahun Ajaran 2022 / 2023 Tabel Rekapitulasi data Keterampilan Meronce Siklus II Aspek yang Diamati Kecermatan Kecepatan Rata-rata Persentase 91,11% 94,44% Pembahasan Setelah dilakukan tindakan di Siklus II terjadi peningkatan lagi menjadi 12 anak atau 80,00% dari 15 anak memperoleh kriteria sangat baik dan 3 anak atau 20,00% dari 15 anak memperoleh kriteria baik. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan meronce tiap anak dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel Rekapitulasi Hasil Observasi Pratindakan. Siklus I dan Siklus II Tiap Anak Nama Ahmad Kahfi Herdianto Aisha Lintang Maulana Assyifa Mutiara Yudis Ghaisan Arkana Asyar Iqbal Raysafa Rizky Ilham Binar Kanigara Junita Tri Wedari Muhamad Hamda Syahreza Muhammad Ardana Putra Muhammad Brian Dwi Tugana Oktavia Dwi Pratama Rafif Zia Abisatya Shayna Sandia Yahya Sintia Nur Husna Yosafat Elecra Yolinanda Zafirah Khaerani Pratindakan (%) 50,00% 83,33% 50,00% 66,67% 50,00% 66,67% 83,33% 50,00% 33,33% 50,00% 66,67% 83,33% 50,00% 50,00% 50,00% Siklus I (%) Siklus II (%) 66,67% 83,33% 100,00% 100,00% 83,33% 66,67% 100,00% 66,67% 66,67% 66,67% 66,67% 83,33% 66,67% 50,00% 83,33% 100,00% 100,00% 100,00% 83,33% 100,00% 83,33% 100,00% 100,00% 100,00% 83,33% 100,00% 83,33% 100,00% 83,33% 100,00% Tabel Rekapitulasi Data Perbandingan Persentase Peningkatan Keterampilan Meronce Sebelum Tindakan. Siklus I dan Siklus II Aspek yang Diamati Kecermatan Kecepatan Rata-Rata Persentase (%) Pratindakan 73,33 44,44 58,89 (%) Siklus I (%) Siklus II 97,78 55,56 76,67 100,00 91,11 94,44 Pada tabel 8 dan tabel 9 di atas menunjukkan rekapitulasi hasil observasi pratindakan. Siklus I dan Siklus II peningkatan keterampilan meronce di TK N Gayamsari Semarang. Aspek kecermatan pada pratindakan sebesar 73,33% dengan kriteria cukup hal ini dikarenakan sebagian anak masih belum bisa mengikat tali. Pada Siklus I sebesar 97,78% atau meningkat 24,45% dengan kriteria sangat baik hal ini dikarenakan anak sebagian besar memasukkan tali ke dalam lubang dan mengikatnya. Pada Siklus II sebesar 100,00% atau meningkat 2,22% dengan kriteria sangat baik hal ini dikarenakan anak sebagian besar memasukkan tali ke dalam lubang dan mengikatnya. SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 166-175 Aspek kecepatan pada pratindakan sebesar 44,44% hal ini terjadi karena masih banyak anak yang selesai meronce setelah pembelajaran berakhir, meningkat pada Siklus I sebesar 55,56% yang mengalami kenaikan sebesar 11,12%. Terjadi peningkatan dari pratindakan ke Siklus I karena sebagian besar anak sudah mengalami peningkatan dalam menyelesaikan meronce sebelum jam pembelajaran berakhir tetapi masih ada sebagian anak yang menyelesaikan kegiatan meronce saat pembelajaran berakhir dan setelah pembelajaran berahir. Peningkatan terjadi lagi di Siklus II menjadi 91,11% yang mengalami peningkatan sebesar 35,55%, hal ini karena pada siklus ini anak sudah terbiasa dengan kegiatan meronce sehingga aspek kecepatan anak mengalami peningkatan. KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas terdapat peningkatan motorik halus dari 2 aspek yaitu kecermatan dan kecepatan. Pada kondisi pratindakan ada 3 anak atau 20,00% dari 15 anak memperoleh kriteria sangat baik pada keterampilan motorik halus, 20,00% atau 3 anakmemperoleh kriteria baik, 7 anak atau 46,67% dari 15 anak memperoleh kriteria cukup dan 2 anak atau 13,33% dari 15 anak memperoleh kriteria kurang. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I yaitu sebanyak 3 anak atau 20,00% dari 16 anak mendapat kriteria sangat baik, dan mengalami peningkatan pada kriteria baik sebanyak 8 anak atau 53,33% dari 15 anak dan 4 anak atau 26,67% dari 16 anak mendapat kriteria cukup. Setelah dilakukan tindakan di Siklus II terjadi peningkatan lagi menjadi 11 anak 73,33% dari 15 anak memperoleh kriteria sangat baik dan 4 anak atau 26,67% dari 15 anak memperoleh kriteria cukup. Pada hasil rata-rata sebelum tindakan sebesar 58,89% . , di Siklus I sebesar 76,67% . dan di Siklus II mencapai 94,44% . angat bai. Pada Siklus II anak sudah mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dihentikan. DAFTAR PUSTAKA