Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( K3 ) DI KLINIK GIGI KOTA PALEMBANG RISK ANALYSIS OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY AT DENTAL CLINIC IN PALEMBANG CITY 1,2,3 Andrey Sastrawijaya1. Listrianah2. Ngurah Ray3 Jurusan Kesehatan Gigi. Politektnik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia . mail penulis korespondensi: andrey@poltekkespalembang. ABSTRAK Latar Belakang: Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) bagi para praktisi kedokteran gigi dan kesehatan gigi masih sangat minim untuk diperhatikan. Baik tenaga dokter gigi, terapis gigi dan mulut dan staff lainnya yang terlibat langsung. Potensi risiko tersebut antara lain pajanan terhadap agen penyebab infeksi . uman immunodeficiency virus dan virus hepatitis ), radiasi, kebisingan, psikologis, dermatitis, gangguan muskuloskeletal, gangguan pernafasan karena percikan bahan-bahan tambalan ataupun anaesthesi pada Risiko yang paling sering diderita oleh dokter gigi yakni risiko keluhan musculoskeletal disorders (MSD. 16 Kesehatan kerja memiliki tujuan untuk membuat tenaga kerja atau operator sehat, dapat bekerja secara produktif, sejahtera, sehingga memiliki daya saing yang tinggi, dan tenaga kerja tidak ada yang sakit ataupun dalam kondisi yang tidak sehat dan menjadikan tenaga kerja tersebut dapat bekerja secara produktif, serta tidak terjadi kecelakaan kerja yang dapat mengganggu kegiatan produksi dalam pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui identifikasi bahaya risiko kecelakaan kerja dokter gigi, terapis gigi dan mulut sehingga dapat diminimalisir. Metode: Metode penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan menggunakan analisa chi- square, univariat dan bivariat. Penelitian bertujuan menjelaskan nilaidari risiko yang terdapat di setiap area kerja dengan menggambarkan proses analisa keselamatan kerja dengan menentukan tingkat likelihood dan severity dari setiap risiko. Hasil: Risiko Tingkat kejadian mengalami luka bakar akibat terpapar panas alat sterilisasi pada sebagian besar klinik gigi yaitu AuDapat terjadi setiap saatAy sebesar. ,3%) . Dan untuk Tingkat keparahan / dampak yang berakibat fatal sehingga menyebabkan kerugian sangat besar didapatkan pada risiko posisi kerja yang salah / tidak ergonomis, yaitu sebesar 7,8 %. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian salah posisi kerja , risiko terpapar saliva dengan keparahan/dampak yang ditimbulkan . value < 0,. Kata kunci : Keselamatan Kesehatan Kerja. Dokter Gigi. Terapis Gigi dan Mulut. Identifikasi Risiko ABSTRACT Background: Occupational Health and Safety (K. for dentistry and dental health practitioners is still very minimal to be considered. Both dentists, dental and oral therapists and other staff who are directly involved. The potential risks include exposure to infectious agents . uman immunodeficiency virus and hepatitis viru. , radiation, loudness, psychological, dermatitis, musculoskeletal disorders, respiratory disorders due to splashes of filling materials or anesthesia in the eyes. The most common risk suffered by dentists is the risk of musculoskeletal disorders (MSD. 16 Occupational health aims to make workers or operators healthy, able to work productively, prosperous, so that they have high competitiveness, and no workers are sick or in unhealthy conditions and make the workforce able to work productively, and there are no work accidents that can disrupt production activities in the work. The purpose of this study is to identify the hazards of occupational accidents for dentists, dental and oral therapists so that they can be minimized. Results: Incidence Risk rate of burns due to exposure to heat from sterilization equipment in most dental clinics is "Can happen at any time" of . 3%). And for the level of severity / impact that is fatal and causes very large losses, it is found in the risk of incorrect / non-ergonomic working positions, which is 7. Conclusion: There is a significant relationship between the risk of non ergonomic working position occurrences, the risk of exposure to saliva and the severity/impact caused . value < 0. Keywords : Occupational Health and Safety. Dentist. Dental Health Therapist. Hazard Identification Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan zaman, tuntutan masyarakat untuk berpenampilan sehat dan menarik semakin tinggi. Oleh sebab itu saat ini klinik-klinik gigi tumbuh menjamur keberadaannya di Kota Palembang. Hanya saja kelasnya yang berbeda, sehingga para konsumen tinggal menyesuaikan dengan kemampuan finansialnya untuk memilih klinik gigi yang mana yang akan digunakan Kendati demikian Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) bagi para praktisi kedokteran gigi dan kesehatan gigi masih sangat minim untuk diperhatikan. Baik tenaga dokter gigi, terapis gigi dan mulut dan staff lainnya yang terlibat langsung. Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko terjadinya kecelakaan. Besar kecilnya risiko yang terjadi, tergantung dari jenis Industri, teknologi serta upaya pengendalian risiko yang dilakukan. Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan berhubung kerja pada Secara umum, kecelakaan disebabkan oleh tindakan seseorang yang tidak memenuhi keselamatan . nsafe human actio. dan keadaan lingkungan yang tidak aman (SumaAomur, 2. 1 Begitu juga dengan Program Studi Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Palembang yang merupakan unit pelaksana pendidikan dibawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan kesehatan yang menghasilkan tenaga kesehatan yakni ahli madya kesehatan gigi atau terapisgigi dan mulut. Program Studi Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga ini memiliki beberapa sarana pembelajaran yakni ruang kelas, ruang pre klinik dan ruang klinik, di samping itu juga sarana belajar di luar seperti Puskesmas dan Rumah Sakit. Ruang kelas digunakan untuk kegiatan proses pembelajaran teori, ruang pre klinik ruang dimana mahasiswa melaksanakan pratikum dengan menggunakan dental Ruang klinik adalah ruang dimana mahasiswa, dosen pembimbing, pranata laboratorium pendidikan dan pasien kontak pada saat kegiatan praktik klinik berlangsung, sehingga dapat terjadi unsafe human action. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) harus diupayakan dan diterapkan di instansi dalam hal ini klinik pendidikan Program Studi Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Palembang khususnya dan klinik gigi yang berada di Kota Palembang umumnya, karena di lingkungan kerja tersebut terdapat potensi bahaya. Keselamatan kerja adalah usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman dan sehat dari bahaya kecelakaan. Keselamatan kerja merupakan keselamatan yang berhubungan dengan mesin, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja serta kondisi lingkungannya, untuk meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya mencakup aspek fisik, mental, dan sosial untuk kesejahteraan seluruh pekerja di semua tempat kerja 2,3. Kecelakaan terjadi tanpa disangkasangka dalam sekejapmata dan mungkin terjadi dalam setiap aktivitas. 6 Pekerjaan dokter gigi memiliki bahaya yang bermacam seperti tergores pisau bedah, terkena mata bur gigi, tertusuk jarum suntik, kejatuhan tang cabut gigi, dan tertusuk alat-alat dokter gigi yang Potensi risiko tersebut antara lain pajanan terhadap agen penyebab infeksi . uman immunodeficiency virus dan virus hepatitis ), radiasi, kebisingan, psikologis, gangguan pernafasan karena percikan bahanbahan tambalan ataupun anasthesi pada mata. Banyak hal yang menimbulkan risiko dari kecelakaan kerja yang terjadi, oleh sebab itu perlu untuk dilakukan analisis potensi bahaya dan pengendalian risiko dengan menggunakan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) mengidentifikasi risiko14 . Agar potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja dapat diketahui sehingga dapat dilakukan pencegahan dan tindak lanjut risiko- risiko yang kemungkinan akan terjadi di klinik Gigi Kota Palembang Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 METODE Metode penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan menggunakan analisa chisquare, univariat dan bivariat. Penelitian bertujuan menjelaskan nilai dari risiko yang terdapat di setiap area kerja dengan menggambarkan proses analisa keselamatan kerja dengan menentukan tingkat likehood dan severity dari setiap risiko. Identifikasi metode Hazard Identification. Risk Assement, and Risk Control (HIRARC) dalam mengidentifikasi factor risiko. Penyusunan metode ini terdiri atas 3 tahapan, yaitu tahap Hazard Identification, tahap risk assessment, dan tahap risk control. Penelitian ini akan pengendalian risiko sebagai penelitian kualitatif dan penilaian hasil. Untuk metode pengumpulan data pada penelitian ini, akan menggunakan beberapa metode untuk proses Metode pengumpulan data yaitu secara Observasi Wawancara dan Studi Literatur. Penelitian ini dilakukan di 9 Klinik Gigi Kota Palembang dan Klinik Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi Poltekkes Palembang dan akan dilaksanakan pada bulan Juni s/d September tahun 2024. Total Sampel yaitu 90 Orang Berikut ini merupakan tabel likelihood . ingkat consequence/severity . , risk matrix/risk rating14,15: Tabel 1 Ukuran Kualitatif likelihood . ingkat kejadia. pada standar AS/ NZS 4360-2004 Tingkat Deskripsi Almost Certain Likely Possible Keterangan Dapat terjadi setiap saat Sering Terjadi Dapat terjadi sekali-sekali Unlikely Jarang terjadi Tabel 2. Ukuran Kualitatif Severity . pada standar AS/ NZS 4360-2004 Tingk Deskripsi Keterangan Insignificant Tidak terjadi cidera, kerugian financial Minor Moderate Major Catastrophi Cidera ringan, kerugian financial sedang Cidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian financial besar Cidera berat Ou1 orang, kerugian besar, gangguan produksi Fatal Ou 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas, terhentinya seluruh kegiatan Matrik risiko dimana peringkat kemungkinan dan keparahan diberi nilai 1-4. Dengan demikian, nilai risiko dapat diperoleh dengan keparahannya yaitu antara 1-16. (Ramli, 2. Tabel 3 Risk Rating pada standar AS/NZS 23602004 Kemungkinan . Keparahan/dampak . 8 12 16 HASIL Dari hasil penelitian yang telah dilakukan selama bulan Juni- September 2024 pada 90 orang responden yang terdiri dari dokter gigi, terapis gigi, dental assistant, dan mahasiswa Program Studi Kesehatan Gigi di Klinik Gigi yang ada di Kota Palembang. Penilaian kemungkinan dan besarnya dampak/keparahan 6 enam aspek berikut, . Terkena jarum suntik / risiko terpapar infeksi menular. Terkena bur gigi / risiko cidera pada kulit. Suara kompresor terutama kompresor di ruangan / Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 risiko kebisingan pada telinga. Terpapar panas alat steril autoclave atau oven heater / resiko luka bakar. Posisi kerja yang salah / tidak ergonomis / risiko terpapar backpain . angguan mukoskeleta. Terpapar saliva pasien / risiko infeksi menular. Tabel 4 . Hazard Identification pekerjaan dokter gigi dan terapis gigi di Klinik Gigi Proses Kon Bahaya Risiko Pencabutan Gigi Terkena Jarum risiko cedera kulit, terkena Infeksi menular Pengeburan Gigi Bur lepas, terkena bor gigi Risiko Cedera kulit/mukosa Air Compressor . Handpiece Kebisingan Gangguan pada telinga Sterilisasi terpapar pemanas alat steril Luka bakar Posisi Kerja Salah risiko terpapar tulang belakang Berkumur terpapar saliva risiko terkena penyakit infeksi Keterangan : Kondisi operasi normal (N) : Pekerjaan sehari-hari dan sesuai prosedur A Kondisi operasi abnormal (A) : Pekerjaan diluar prosedur A Kondisi darurat (E) : Keadaan yang sulit dikendalikan (Ramli 2. Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa risiko terkena jarum suntik pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi setiap saatAy . ,2%). Tabel 5. Tingkat Dampak bila Terkena Jarum Suntik Tingkat Keparahan (Severit. Tidak terjadi cidera, kerugian finansial sedikit Cidera ringan, kerugian finansial sedang Cidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besar Cidera berat lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian besar, gangguan produksi Fatal lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas, terhentinya seluruh kegiatan Total Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa besarnya dampak akibat terkena jarum suntik pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuCidera sedangAy yaitu cidera yang memerlukan penanganan medis atau kerugian finansial besar . %). Terkena Bur Gigi Tabel 5. Tingkat Kejadian / Risiko Terkena Bur Gigi Analisis Univariat Identifikasi Risiko (Likelihood/Tingkat Kejadia. Keparahan (Severity/Dampa. Terkena Jarum Suntik Tabel 5. Tingkat Kejadian / Risiko Terkena Jarum Suntik Likelihood /Tingkat Kejadian Dapat terjadi setiap saat Sering terjadi Dapat terjadi sekali-sekali Jarang terjadi Total Likelihood/ Tingkat Kejadian Dapat terjadi setiap saat Sering terjadi Dapat terjadi sekali-sekali Jarang terjadi Total Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa risiko terkena bur gigi pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuSering TerjadiAy . ,7%). Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tabel 5. Tingkat Dampak bila Terkena Bur Gigi Tingkat Keparahan (Severit. Tidak terjadi cidera, kerugian finansial sedikit Cidera ringan, kerugian finansial Cidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besar Cidera berat lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian besar, gangguan Fatal lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas, terhentinya seluruh kegiatan Total Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa besarnya dampak akibat terkena bur gigi pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuCidera ringan, kerugian finansial sedangAy dan AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy masing-masing sebesar . ,4%). Cidera ringan, kerugian finansial Cidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besar Cidera berat lebih atau sama dengan 2 1 orang, kerugian besar, gangguan Fatal lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas, terhentinya seluruh kegiatan Total Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa besarnya dampak akibat mengalami kebisingan pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuTidak terjadi cidera, kerugian finansial sedikitAy yaitu sebesar . ,4%). Terpapar panas alat sterilisasi Tabel 5. Tingkat Kejadian Terpapar panas alat sterilisasi Likelihood Tingkat Kejadian Dapat terjadi setiap saat . Kebisingan Sering terjadi Tabel 5. Tingkat Kejadian Kebisingan Dapat terjadi sekali-sekali Total Likelihood Tingkat Kejadian Dapat terjadi setiap saat Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa Sering terjadi risiko mengalami luka bakar akibat terpapar Dapat terjadi sekali-sekali panas alat sterilisasi pada sebagian besar klinik Jarang terjadi gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah Total AuDapat terjadi setiap saatAy . ,3%). Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa risiko mengalami kebisingan pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi setiap saatAy . ,1%). Tabel 5. Tingkat Dampak bila Mengalami Kebisingan Tingkat Keparahan (Severit. Tidak terjadi cidera, kerugian finansial sedikit Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tabel 5. Tingkat Dampak Luka Bakar akibat Terkena Panas Alat Sterilisasi Tabel 5. Tingkat dampak akibat posisi kerja Tingkat Keparahan (Severit. Tingkat Keparahan (Severit. Tidak terjadi cidera, kerugian finansial Tidak terjadi cidera, kerugian finansial sedikit Cidera ringan, kerugian finansial sedang Cidera ringan, kerugian finansial Cidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besar Cidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besar Cidera berat lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian besar, gangguan produksi Cidera berat lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian besar, gangguan produksi Fatal lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas, terhentinya seluruh kegiatan Total Fatal lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas, terhentinya seluruh kegiatan Total Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa besarnya dampak akibat mengalami kebisingan pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy yaitu sebesar . ,7%). Posisi yang salah / tidak ergonomis Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa besarnya dampak akibat posisi kerja yang salah pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy sebesar . ,3%). Tertular infeksi akibat terpapar saliva Tabel 5. Tingkat kejadian posisi kerja yang salah / tidak ergonomis Tabel 5. Tingkat kejadian terpapar saliva Likelihood/ Tingkat Kejadian Dapat terjadi setiap saat Sering terjadi Dapat terjadi sekali-sekali Likelihood/ Tingkat Kejadian Dapat terjadi setiap saat Jarang terjadi Sering terjadi Total Dapat terjadi sekalisekali Jarang terjadi Total Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa risiko posisi kerja salah/tidak ergonomis pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi sekali-kaliAy . ,2%). Dari tabel 5. dapat dilihat bahwa risiko tertular infeksi akibat terpapar saliva pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi sekalikaliAy . ,1%). Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tabel 5. Tingkat dampak akibat terpapar saliva pasien Tingkat Keparahan (Severit. Cidera Risiko 0,12 Tidak Rin Sed Dapat Sering Dapat Jarang Jumla Tabel 5. menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian terkena/tertusuk jarum dengan dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Tidak terjadi cidera, kerugian finansial sedikit Cidera ringan, kerugian finansial sedang Cidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besar Cidera berat lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian besar, gangguan produksi Fatal lebih atau sama dengan 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas, terhentinya seluruh kegiatan Total Tabel 5. dapat dilihat bahwa besarnya dampak akibat terpapar saliva pasien pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy sebesar . ,7%). Tabel 5. Hubungan risiko terkena bur dengan dampak yang ditimbulkan Cidera Jum Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui Risiko Tid Rin Sed Fat Dapat Sering Dapat Jarang Jumlah hubungan antara besarnya tingkat risiko dengan besarnya dampak yang ditimbulkan pada masing-masing aspek. Tabel 5. Hubungan risiko terkena jarum suntik dengan dampak yang ditimbulkan 0,54 Tabel 5. menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian terkena bur dengan dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tabel 5. Hubungan risiko kebisingan dengan dampak yang ditimbulkan pada telinga Cidera Jum Risiko Tida Rin Dapat Sering Dapat Jarang Jumlah Sed Tabel 5. Hubungan risiko salah posisi kerja dengan dampak yang ditimbulkan Cidera Risiko Tabel 5. Hubungan risiko terpapar panas sterilisator dengan luka bakar yang ditimbulkan Jum Tida Rin Sed Fat Dapat Sering Dapat Jarang Jumla Tida Rin Sed Fat Dapat Sering Dapat Jarang Jumlah 0,91 Tabel 5. menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian kebisingan dengan dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Risiko Jum Fat Cidera dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Tabel 5. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian salah posisi kerja dengan dampak yang ditimbulkan . value < 0,. Tabel 5. Hubungan risiko terpapar saliva dengan dampak yang ditimbulkan pCidera Jum Risiko Tida Rin Sed Fat Dapat Sering Dapat Jarang Jumlah 0,48 Tabel 5. menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko terpapar panas dari sterilisator dengan 0,00 Tabel 5. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian risiko terpapar saliva dengan dampak yang ditimbulkan . value < 0,. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PEMBAHASAN Penilaian Risiko (Risk Assesmen. Skor kemungkinan . dan Keparahan . everity/dampa. dihitung dengan menggunakan median masing-masing aspek karena data berdistribusi tidak normal . <0,. Penghitungan pekerjaan dokter gigi dan terapis gigi di klinik gigi menunjukkan hasil sebagai berikut: Tabel. Penilaian Risiko Kepar Kemun ahan Risk gkinan . everi Rati . ikelih Bahaya Risiko Terpapar Risiko Posisi Terkena Risiko Bur bor gigi Risiko Cedera kulit/muk Terpapar alat steril Luka Kebising Gangguan an pada Tabel bahwa beradasarkan data median yang telah dihitung. Risk Rating/ Penilaian Risiko tertinggi didapatkan pada bahaya terpapar saliva pasien sehingga menimbulkan risiko terkena infeksi menular Pada hasil identifikasi risiko (Hazard Idenfiticatio. kesehatan dan keselamatan kerja pekerjaan dokter gigi dan terapis gigi mulut di klinik gigi kota Palembang, didapatkan 6 risiko yaitu . Terpapar saliva pasien / risiko infeksi menular dengan skor 9 . Posisi kerja yang salah / tidak ergonomis / risiko terpapar gangguan mukoskeletal dengan skor 6 . Terkena jarum suntik / risiko terpapar infeksi menular dengan skor 6. Terkena bur gigi / risiko cidera pada kulit dengan skor 4 . Terpapar panas alat steriliasi resiko luka bakar dengan skor 3 . Kebisingan Suara kompresor kompresor di ruangan / risiko gangguan pendengaran pada telinga dengan skor 1 . Risiko terkena jarum suntik pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi setiap saatAy . ,2%). Dampak akibat terkena jarum suntik pada sebagian besar klinik gigi AuCidera sedangAy yaitu cidera yang memerlukan penanganan medis atau kerugian finansial besarAy sebasar . %). tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian terkena/tertusuk dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Risiko terjadinya terkena bur gigi pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuSering TerjadiAy . ,7%) Besarnya dampak akibat terkena bur gigi pada sebagian besar klinik gigi adalah AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy sebesar . ,4%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian terkena bur dengan dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Risiko mengalami kebisingan pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi setiap saatAy sebesar . ,1%). besarnya dampak akibat mengalami kebisingan pada sebagian besar klinik gigi AuTidak terjadi cidera, kerugian finansial sedikitAy yaitu sebesar . ,4%). Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian kebisingan dengan dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Risiko mengalami luka bakar akibat terpapar panas alat sterilisasi pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian AuDapat saatAy . ,3%). Besarnya dampak akibat mengalami kebisingan pada sebagian besar klinik AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy yaitu sebesar . ,7%). tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko terpapar panas dari sterilisator dengan dampak/beratnya akibat yang ditimbulkan . value > 0,. Risiko posisi kerja salah/tidak ergonomis pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi sekali-kaliAy . ,2%). besarnya dampak akibat posisi kerja salah/tidak ergonomis pada sebagian besar klinik gigi AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy sebesar . ,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian salah posisi kerja dengan dampak yang ditimbulkan . value < 0,. Risiko risiko tertular infeksi akibat terpapar saliva pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi sekali-kaliAy . ,1%). besarnya dampak akibat terpapar saliva pada sebagian besar klinik gigi AuCidera sedang, perlu penanganan medis, kerugian finansial besarAy sebesar . ,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian risiko terpapar saliva dengan dampak yang ditimbulkan . value < 0,. Berikut tabel pengendalian risiko . isk contro. yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya risiko . Bahay Risiko Terpap Risiko Kem Kepar ungk ahan Risk everi Rati . ikel ihoo damp Risk Control APD, extra suction,boo Posisi Kerja Penggunaa n Kursi kan pasien Terken a jarum Risiko Bur bor gigi Risiko Cedera Penggunaa APD & kan jari tepat saat Terpap s alat Luka Penggunaa APD & Sarung Tangan Double. SOP Kebisin Gangg Penggunaa n alat Penggunaa APD & KESIMPULAN Dari 6 analisis risiko bahaya pekerjaan dokter gigi dan terapis gigi di klinik gigi kota Palembang didapatkan 3 dengan risiko sedang Dan 3 dengan risiko rendah . Risiko Tingkat kejadian mengalami luka bakar akibat terpapar panas alat sterilisasi pada sebagian besar klinik gigi yang menjadi lokasi penelitian adalah AuDapat terjadi setiap saatAy . ,3%) paling tinggi dari yang lainnya. Dan untuk Tingkat keparahan / dampak yang berakibat fatal Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 sehingga menyebabkan kerugian yang sangat besar didapatkan pada risiko posisi kerja yang salah / tidak ergonomis, yaitu 7,8 % Terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kejadian salah posisi kerja dengan dampak yang ditimbulkan. Risiko yang paling sering diderita oleh (MSD. 16 Pengendalian risiko yang dilakukan agar dapat terhindar dari luka bakar akibat terpapar panas alat sterilisasi yaitu dengan menggunakan APD lengkap dan menggunakan sarung tangan Untuk pengendalian risiko dalam mengurangi Tingkat keparahan / dampak akibat posisi kerja yang salah / tidak ergnomis yaitu dengan menggunakan dental loupe dan ergonomic chair agar terhindar dari gangguan mukoskeletal/ cidera tulang belakang. DAFTAR PUSTAKA