AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Vol. No. Juni, 2024 pp. xAex ISSN: 2354-8576 (Prin. ISSN:0000-0000 . http://doi. PERANAN GURU DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL QUR'AN PADA KELAS VII DI SMPN 2 SARADAN TAHUN 2023-2024 Ardian Al Hidaya1. Muhammad Lutfi Syarifuddin2. Arif Fatoni3 Sekolah Tinggi Agama Islam Madiun1 Sekolah Tinggi Agama Islam Madiun2 Sekolah Tinggi Agama Islam Madiun3 Email : ardianhidaya@gmail. com1, lutfisyarifuddin@gmail. com2, ariffatoni@gmail. Abstrak Pembelajaran membaca Al QurAoan di kelas VII sering dihadapkan pada berbagai hambatan yang mempengaruhi kemajuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peranan guru dalam mengatasi kesulitan membaca Al QurAoan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Saradan tahun pelajaran 2023Ae2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. informan terdiri atas dua guru Pendidikan Agama Islam dan lima siswa, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis model tilawah, pemanfaatan media audio visual, dan bimbingan kelompok kecil secara berkala, sehingga kemampuan membaca Al QurAoan siswa meningkat . erlihat dari peningkatan nilai rata-rata tilawah dari 65 menjadi . , rasa percaya diri siswa bertambah, dan minat belajar menjadi lebih Kata Kunci : peranan guru. kesulitan membaca Al QurAoan. kelas VII. SMPN 2 Saradan. Abstract Reading Al-QurAoan instruction in seventh grade often encounters various obstacles that hinder studentsAo progress. This study aims to examine the role of teachers in overcoming Al-QurAoan reading difficulties among class VII students at SMPN 2 Saradan in the 2023Ae2024 academic Employing a descriptive qualitative case study design, data were collected through observations, semi-structured interviews with two Islamic Education teachers and five students, and document analysis. Findings reveal that teachers implemented a tilawah-based instructional model, integrated audiovisual media, and provided regular small-group Vol. 12 No. 1 | 90 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam mentoring, leading to a measurable improvement in studentsAo reading abilities . verage tilawah score increased from 65 to . , enhanced student confidence, and heightened learning Keywords: Teacher Role. Al-QurAoan Reading Difficulties. Seventh Grade. SMPN 2 Saradan. PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam di sekolah menengah pertama memiliki posisi strategis dalam membentuk kepribadian, karakter, dan moral peserta didik, terutama melalui pembelajaran membaca Al-QurAoan yang menjadi dasar dalam memahami ajaran Islam secara utuh. Kemampuan membaca Al-QurAoan bukan hanya sekadar kecakapan teknis, melainkan juga menjadi fondasi utama pembentukan spiritualitas siswa serta penanaman nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, masih banyak ditemukan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran membaca Al-QurAoan di kelas VII, seperti kesulitan melafalkan huruf hijaiyah, kurang memahami hukum tajwid, dan rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Permasalahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya di lingkungan SMPN 2 Saradan tahun pelajaran 2023Ae2024 (Astuti, 2. Secara teoretis, peran guru sangat vital dalam mengatasi berbagai kendala pembelajaran yang dihadapi siswa, terutama dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan. Guru tidak hanya bertugas sebagai pengajar yang menyampaikan materi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang secara aktif mendampingi siswa menghadapi kesulitan belajar (Mulyasa, 2. Pendekatan pembelajaran yang digunakan guru hendaknya mampu menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan siswa, baik melalui metode konvensional maupun inovasi seperti pendekatan tilawah, penggunaan media audio-visual, maupun bimbingan kelompok kecil. Guru yang mampu mengidentifikasi kesulitan siswa serta merancang strategi pembelajaran yang adaptif diyakini lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan (Hasan, 2. Permasalahan yang sering muncul di SMPN 2 Saradan antara lain adalah rendahnya minat dan kemampuan membaca Al-QurAoan pada sebagian besar siswa kelas VII. Kondisi ini terdeteksi melalui hasil evaluasi yang menunjukkan masih banyak siswa yang belum mampu membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar, baik dari aspek pelafalan huruf, hukum tajwid, maupun kefasihan bacaan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab antara lain keterbatasan waktu pembelajaran agama di sekolah, kurangnya pembiasaan membaca Al-QurAoan di rumah. Vol. 12 No. 1 | 91 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam serta minimnya dukungan dari lingkungan keluarga (Fitriani, 2. Di samping itu, adanya perbedaan latar belakang pendidikan agama di tingkat sekolah dasar juga mempengaruhi kemampuan awal siswa dalam membaca Al-QurAoan. Dalam perspektif kajian teoretis, pembelajaran Al-QurAoan menuntut sinergi antara metode yang tepat dan peran guru yang aktif. Metode tilawah, misalnya, dinilai efektif dalam membangun motivasi dan meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan apabila diterapkan dengan cara yang variatif dan kreatif (Safitri, 2. Begitu pula, pemanfaatan media pembelajaran digital, seperti audio-visual atau aplikasi Al-QurAoan, terbukti mampu memperkaya pengalaman belajar siswa dan menumbuhkan minat baca (Fadillah, 2. Namun demikian, belum semua sekolah menerapkan inovasi tersebut secara optimal, terutama di daerah semi-perkotaan seperti Saradan, sehingga peranan guru menjadi sangat sentral dalam mendampingi siswa secara langsung maupun kelompok. Gap penelitian masih terlihat pada minimnya kajian yang secara khusus membahas peranan konkret guru dalam membantu mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan di SMP, terutama di wilayah pinggiran atau semi-perkotaan. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada efektivitas metode atau media pembelajaran, belum mendalami proses pendampingan intensif guru dan dampaknya terhadap perubahan motivasi serta kepercayaan diri siswa (Safitri, 2021. Fadillah, 2. Selain itu, penelitian-penelitian sebelumnya belum banyak mengkaji upaya adaptif guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan individu siswa kelas VII secara komprehensif (Hasan, 2. Kebaruan . tate of the ar. dari penelitian ini terletak pada fokusnya yang mendalam pada praktik nyata guru dalam mendampingi siswa selama proses pembelajaran membaca AlQurAoan, mulai dari identifikasi kesulitan, perancangan strategi pembelajaran, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil belajar siswa. Penelitian ini juga menelusuri sejauh mana intervensi guru, baik secara individual maupun kelompok kecil, dapat meningkatkan kemampuan membaca, kepercayaan diri, dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan model pembelajaran agama Islam yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini (Suprijono. Selain pendekatan inovatif dalam pembelajaran, aspek psikologis siswa juga menjadi perhatian penting. Guru yang mampu memberikan dukungan emosional, penguatan positif, dan motivasi belajar diyakini dapat membantu siswa mengatasi rasa minder atau takut gagal dalam membaca Al-QurAoan (Schunk, 2. Upaya ini dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok Vol. 12 No. 1 | 92 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam kecil, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta membangun komunikasi yang baik antara guru dan siswa (Hamid, 2. Penelitian juga menunjukkan bahwa keterlibatan guru secara aktif dalam proses pembelajaran dapat membangun suasana belajar yang kondusif dan memperkuat interaksi sosial antar siswa (Yusuf, 2. Secara konseptual, penelitian ini berpijak pada teori konstruktivisme yang menempatkan guru sebagai fasilitator dalam membangun pengetahuan dan keterampilan siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna (Suprijono, 2. Guru tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga memfasilitasi siswa untuk menemukan makna, memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang interaktif dan Dalam konteks pembelajaran Al-QurAoan, konstruktivisme mendorong guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses eksplorasi, diskusi, dan refleksi, sehingga siswa mampu memahami, menghayati, dan mempraktikkan bacaan Al-QurAoan secara Motivasi belajar juga menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran membaca Al-QurAoan. Teori motivasi yang dikemukakan oleh Schunk . menegaskan pentingnya dorongan internal dan eksternal yang dapat membangkitkan semangat belajar siswa, seperti pengakuan atas prestasi, pemberian penghargaan, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Guru berperan penting dalam menciptakan iklim kelas yang positif, memberikan penguatan, serta membangun kepercayaan diri siswa agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan (Schunk, 2012. Hamid, 2. Dengan memperhatikan berbagai aspek di atas, penelitian ini diarahkan untuk menganalisis secara komprehensif peranan guru dalam mengatasi kesulitan membaca AlQurAoan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Saradan tahun pelajaran 2023Ae2024. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan sekolah dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, serta menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan agama Islam di sekolah menengah pertama. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk: . mengidentifikasi bentuk kesulitan membaca AlQurAoan yang dihadapi siswa kelas VII. mendeskripsikan peranan dan strategi yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. menganalisis dampak intervensi guru terhadap peningkatan kemampuan membaca, motivasi, dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan. Vol. 12 No. 1 | 93 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang bertujuan untuk memahami secara mendalam peranan guru dalam mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Saradan tahun pelajaran 2023Ae Penelitian kualitatif dipilih karena mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti melalui proses interaksi langsung antara peneliti, subjek, dan konteks yang sedang berlangsung (Creswell, 2. Penelitian ini menitikberatkan pada pengalaman, strategi, dan upaya guru dalam membimbing siswa yang mengalami kendala dalam membaca Al-QurAoan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Subjek penelitian terdiri dari dua guru Pendidikan Agama Islam dan lima siswa kelas VII yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori kesulitan membaca Al-QurAoan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi partisipatif dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di kelas serta interaksi antara guru dan siswa. Wawancara mendalam digunakan untuk menggali pengalaman, pendapat, dan strategi guru dalam membantu siswa mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan. Sementara itu, dokumentasi berupa catatan hasil evaluasi, daftar hadir, serta portofolio bacaan siswa digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan model interaktif, yaitu meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berulang hingga ditemukan pola dan makna yang mendalam (Miles. Huberman, & Saldaya, 2. Validitas data dijaga dengan teknik triangulasi sumber dan metode, sehingga keabsahan informasi dapat dipertanggungjawabkan (Sugiyono, 2. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman utuh mengenai peranan guru dalam mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Saradan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan guru dalam mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Saradan sangat vital dan multifaset. Analisis mendalam berdasarkan data observasi, wawancara, dan dokumentasi mengungkapkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai fasilitator, motivator, serta pembimbing yang secara aktif mendampingi siswa selama proses pembelajaran membaca Al-QurAoan. Strategi yang digunakan guru tidak hanya terfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pemberian motivasi, penguatan, serta penggunaan berbagai metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa (Mulyasa, 2019. Creswell, 2. Vol. 12 No. 1 | 94 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Berdasarkan hasil observasi partisipatif, ditemukan bahwa sebagian besar siswa kelas VII masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-QurAoan, terutama dalam pelafalan huruf hijaiyah, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran membaca ayat-ayat pendek dan panjang. Kesulitan ini bersumber dari beberapa faktor, antara lain: latar belakang pendidikan agama yang berbeda, kurangnya kebiasaan membaca Al-QurAoan di rumah, dan keterbatasan waktu pembelajaran di sekolah. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Hasan . yang menyebutkan bahwa faktor internal dan eksternal berpengaruh signifikan terhadap keterampilan membaca Al-QurAoan pada remaja. Guru berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan strategi pembelajaran tilawah berbasis kelompok kecil, pemanfaatan media audio visual, dan bimbingan individual bagi siswa yang paling mengalami kesulitan. Melalui pendekatan kelompok kecil, guru mampu memberikan perhatian lebih intensif dan membangun interaksi yang lebih hangat antara guru dan siswa. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan membaca siswa, terutama bagi mereka yang sebelumnya enggan atau malu untuk membaca di depan kelas (Safitri, 2. Selain itu, penggunaan media audio visual berupa rekaman tilawah juga membantu siswa meniru pelafalan yang benar dan memahami aplikasi tajwid dalam bacaan. Wawancara dengan guru menunjukkan bahwa tantangan terbesar adalah rendahnya motivasi belajar sebagian siswa, terutama yang belum terbiasa membaca Al-QurAoan di lingkungan keluarga. Untuk mengatasi hal tersebut, guru tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga memberikan motivasi dan dukungan emosional, seperti memberi penghargaan bagi siswa yang mengalami kemajuan, dan menciptakan suasana kelas yang nyaman serta bebas dari tekanan (Hamid, 2. Upaya ini didukung oleh temuan Schunk . bahwa dukungan dan motivasi dari guru berperan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri dan minat belajar siswa. Hasil dokumentasi dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan secara signifikan setelah intervensi dan pendampingan yang dilakukan guru. Berdasarkan data nilai rata-rata tilawah sebelum intervensi, hanya sekitar 30% siswa yang memperoleh nilai di atas standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. Setelah pelaksanaan strategi pembelajaran tilawah kelompok kecil dan penggunaan media audio visual selama satu semester, jumlah siswa yang mencapai atau melampaui standar KKM meningkat menjadi 75%. Peningkatan ini juga tercermin pada aspek sikap, di mana siswa menunjukkan minat yang lebih Vol. 12 No. 1 | 95 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam besar untuk berlatih membaca Al-QurAoan di luar jam pelajaran dan lebih percaya diri tampil di depan teman-temannya (Fitriani, 2. Temuan penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran Al-QurAoan. Guru tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membimbing siswa untuk membangun pemahaman sendiri melalui pengalaman belajar yang aktif dan interaktif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan praktik membaca secara berulang (Suprijono, 2. Pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kesulitan yang dihadapi serta bersama-sama menemukan solusi yang sesuai dengan kemampuan mereka. Analisis data juga menunjukkan bahwa keterlibatan guru secara aktif dalam proses pembelajaran berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar siswa. Guru yang rajin memonitor perkembangan siswa, memberikan umpan balik, dan melakukan evaluasi berkala, mampu mengidentifikasi hambatan yang dialami siswa sejak dini dan segera memberikan solusi yang tepat (Miles et al. , 2. Selain itu, bimbingan individual yang diberikan guru kepada siswa dengan tingkat kesulitan tinggi terbukti efektif dalam membantu mereka memperbaiki pelafalan dan pemahaman tajwid. Dari hasil wawancara, terungkap bahwa guru juga berperan dalam menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa, baik secara informal maupun melalui forum sekolah. Melalui komunikasi ini, guru menginformasikan perkembangan belajar siswa dan memberikan saran agar orang tua mendampingi anaknya berlatih membaca Al-QurAoan di rumah. Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi salah satu faktor pendukung utama dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan siswa, sebagaimana diungkapkan juga oleh Fitriani . Pembahasan hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar membaca Al-QurAoan. Namun, penelitian ini menambah pemahaman baru melalui analisis mendalam tentang strategi yang diterapkan guru di SMPN 2 Saradan, serta dampak nyata yang ditimbulkan terhadap peningkatan kemampuan, minat, dan kepercayaan diri siswa (Safitri, 2021. Hamid, 2. Guru yang adaptif dalam memilih metode, kreatif memanfaatkan media pembelajaran, serta sensitif terhadap kebutuhan psikologis siswa, terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Dari perspektif teoretis, hasil penelitian ini menguatkan konsep bahwa pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengakomodasi keberagaman gaya belajar serta kebutuhan individu Vol. 12 No. 1 | 96 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam akan menghasilkan capaian belajar yang optimal (Suprijono, 2020. Schunk, 2. Keterlibatan guru secara emosional dan sosial memberikan dampak positif tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kemandirian, dan semangat belajar siswa. Meskipun hasil penelitian menunjukkan banyak kemajuan, tetap terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran agama di sekolah dan perbedaan kemampuan awal siswa. Guru menyiasati kendala ini dengan memberikan tugas membaca Al-QurAoan secara mandiri di rumah, serta memanfaatkan waktu istirahat untuk bimbingan tambahan bagi siswa yang membutuhkan (Yusuf, 2. Guru juga mendorong siswa untuk saling membantu dalam kelompok belajar kecil, sehingga tercipta suasana belajar yang saling mendukung dan kolaboratif. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peranan guru sangat sentral dalam mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan di SMPN 2 Saradan, baik melalui strategi pembelajaran yang inovatif, pemanfaatan media, pendampingan intensif, maupun kolaborasi dengan orang tua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guruguru Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah lainnya dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran membaca Al-QurAoan yang lebih efektif, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. KESIMPULAN Penelitian ini mengkaji peranan guru dalam mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Saradan tahun pelajaran 2023Ae2024. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan guru, meliputi model tilawah langsung, pendampingan individual, penggunaan media audio-visual, dan penerapan pendekatan multisensori, efektif meningkatkan kemampuan fonetik, kefasihan, dan keyakinan siswa dalam membaca Al-QurAoan. Keterlibatan guru melalui umpan balik konstruktif, motivasi positif, dan asesmen formatif secara berkala membantu mengidentifikasi kesalahan, memantau perkembangan, serta menyesuaikan intervensi secara tepat. Selain itu, kolaborasi guru dengan orang tua dan pemanfaatan teknologi edukatif memperluas dukungan belajar di luar kelas. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya profesionalisme guru dan pelatihan khusus dalam metode membaca Al-QurAoan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Rekomendasi selanjutnya mencakup pengembangan modul bahan ajar berbasis teknologi dan penelitian lanjutan untuk menilai efektivitas jangka panjang. Secara keseluruhan, peran aktif guru menjadi faktor kunci dalam memfasilitasi kemajuan membaca Al-QurAoan siswa. Temuan diharapkan menjadi dasar kebijakan untuk remedial membaca Al-QurAoan. Vol. 12 No. 1 | 97 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam DAFTAR PUSTAKA