Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. No. April 2026, hlm. 261- 272 p-ISSN: 2355-7699 e-ISSN: 2528-6579 PENGEMBANGAN SISTEM E-LEARNING INKLUSIF CERDAS UNTUK TUNA NETRA DENGAN INTEGRASI TEKNOLOGI VOICE COMMAND DAN TEXT-TOSPEECH Fandy Setyo Utomo1. Rujianto Eko Saputro2. Wiga Maulana Baihaqi*3. Sarmini4. Berlilana5. Naufal Yogi Aptana6 1,2,3,4,5 Universitas Amikom Purwokerto. Purwokerto Email: fandy_setyo_utomo@amikompurwokerto. id, 2 rujianto@amikompurwokerto. wiga@amikompurwokerto. id, 4 sarmini@amikompurwokerto. id, 5 berli@amikompurwokerto. 21sa1202@mhs. Penulis Korespondensi (Naskah masuk: 10 Oktober 2024, diterima untuk diterbitkan: 9 November 2. Abstrak Aksesibilitas menjadi tantangan utama dalam e-learning bagi penyandang tunanetra karena keterbatasan visual dalam memahami konten digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem e-learning inklusif dengan fitur voice command dan text-to-speech untuk mendukung interaksi non-visual. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Agile Scrum dalam beberapa siklus sprint, yang mencakup tahapan product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint review, dan sprint retrospective. Sistem dirancang dalam arsitektur tiga lapisan, dengan React. js pada sisi klien dan Node. js pada sisi server, serta mengintegrasikan layanan API Gemini untuk pemrosesan suara dan teks ke audio. Validasi sistem dilakukan secara internal melalui dokumentasi sprint review dan skenario pengujian teknis. Hasil dokumentasi sprint menunjukkan bahwa fitur ini berfungsi sesuai dengan skenario pengujian internal dan berpotensi meningkatkan aksesibilitas. Meskipun belum dievaluasi langsung oleh pengguna tunanetra, hasil pengembangan awal ini memberikan fondasi penting untuk pengujian lebih lanjut dan pengembangan sistem e-learning yang lebih inklusif. Kata kunci: aksesibilitas. Agile Scrum, e-learning, text-to-speech, tunanetra, voice command DEVELOPING AN INTELLIGENT INCLUSIVE E-LEARNING SYSTEM FOR VISUALLY IMPAIRED USERS THROUGH VOICE COMMAND AND TEXT-TOSPEECH INTEGRATION Abstract Accessibility is a major challenge in e-learning for visually impaired individuals due to visual limitations in understanding digital content. This study aims to develop an inclusive e-learning system with voice command and text-to-speech features to support non-visual interaction. The system was developed using the Agile Scrum method in several sprint cycles, which included the product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint review, and sprint retrospective stages. The system is designed with a three-layer architecture, using React. js on the client side and Node. js on the server side, and integrates the Gemini API service for voice and text-to-audio System validation was conducted internally through sprint review documentation and technical testing scenarios. The sprint documentation results indicate that this feature functions according to internal testing scenarios and has the potential to improve accessibility. Although it has not yet been directly evaluated by visually impaired users, these initial development results provide an important foundation for further testing and the development of a more inclusive e-learning system. Keywords: Accessibility. Agile Scrum, e-learning, text-to-speech, visually impaired, voice commands yang mengalami kesulitan dalam menerapkan metode yang efektif dan menarik (HANTARI et al. SATRIANA et al. , 2. Penelitian informasi, seperti Google Form dan aplikasi berbasis game, dapat meningkatkan efektivitas evaluasi dan PENDAHULUAN Proses menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh yang meningkat akibat pandemi COVID-19. Pembelajaran daring telah menjadi alternatif penting, namun banyak guru 262 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. 261- 272 keterlibatan siswa dalam proses belajar (DEWINTA et al. , 2022. NASHRULLAH, 2. Selain itu, pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif juga ditekankan, di mana guru perlu mengelola kelas secara efektif untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas (SUKIRMAN & DEWI, 2021. SUSILA, 2. Evaluasi yang baik, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring, harus melibatkan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kurikulum yang diterapkan (ASSYIFA et al. , 2023. KURNIASARI et al. , 2. Dengan pembelajaran yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan siswa menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran saat ini. Solusi untuk permasalahan e-learning dapat mencakup peningkatan literasi digital di kalangan pendidik dan siswa, serta pengembangan platform yang lebih user-friendly. Pertama, pelatihan bagi guru dalam penggunaan teknologi dan platform elearning pembelajaran daring (ALFIANA, 2021. RIZAL et , 2. Selain itu, penerapan model pembelajaran yang adaptif, seperti SAMR (Substitution. Augmentation. Modification. Redefinitio. , dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas (ALFIANA. Penggunaan metode evaluasi yang baik, seperti Usability Testing, memastikan bahwa platform e-learning memenuhi kebutuhan pengguna dan dapat diakses dengan mudah (ANDALAS & GUSTALIKA, 2022. RUSI, Penelitian terdahulu terkait pengembangan elearning menunjukkan berbagai pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Salah satu pendekatan yang banyak diteliti adalah model Problem Based Learning (PBL). Chamisijatin dkk. menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran tematik berbasis masalah dapat meningkatkan ketercapaian kompetensi mahasiswa dalam elearning (CHAMISIJATIN et al. , 2. Penelitian lain oleh Putri dan Roichan juga menemukan bahwa PBL berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (PUTRI & ROICHAN, 2. Selain itu, penelitian oleh Novilia mengindikasikan bahwa model blended learning yang mengintegrasikan e-learning dengan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledg. dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa (NOVILIA et al. , 2. Dengan demikian, pengembangan e-learning yang efektif dapat dicapai melalui penerapan model pembelajaran yang inovatif dan adaptif, serta pengembangan materi yang relevan dengan kebutuhan siswa. Permasalahan tunanetra dalam mengakses elearning mencakup beberapa aspek, termasuk keterbatasan dalam teknologi yang ramah bagi pengguna tunanetra dan kurangnya materi pembelajaran yang diadaptasi untuk kebutuhan mereka (AL OMOUSH & MEHIGAN, 2. Hal ini diperparah oleh kurangnya pengembangan materi pembelajaran yang sesuai, seperti lembar kerja siswa (LKS) berbasis Braille yang terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa tunanetra (HARYANTI et al. , 2. Selain itu, penelitian oleh Haryanti menekankan pentingnya penggunaan teknologi audio dalam pembelajaran untuk tunanetra, yang dapat membantu mereka dalam memahami materi dengan lebih baik (HARYANTI et al. , 2. Namun, masih terdapat kekurangan dalam penyediaan platform e-learning yang mengakibatkan kesulitan bagi siswa tunanetra dalam berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran Oleh karena itu, pengembangan aplikasi dan materi yang lebih inklusif menjadi sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas e-learning bagi penyandang tunanetra. Pembelajaran e-learning inklusif untuk siswa tunanetra menuntut strategi komprehensif yang menggabungkan beragam sumber daya pendidikan, teknologi adaptif, dan kerangka kerja pedagogis untuk memenuhi kebutuhan unik mereka. Meningkatnya prevalensi sumber daya digital mengharuskan untuk memastikan aksesibilitas, karena banyak materi daring yang masih diformat secara visual, yang dapat mengasingkan siswa tunanetra (ALMEIDA et al. , 2. Lingkungan elearning inklusif yang efektif menekankan pentingnya elemen multisensorik, termasuk alat bantu pendengaran dan taktil, yang sangat penting komprehensif (ALMEIDA et al. , 2. Yang terpenting, pengembangan kurikulum dan sumber daya khusus untuk individu dengan gangguan penglihatan bergantung pada komitmen dan dukungan institusional dari pemerintah dan organisasi, untuk memastikan bahwa siswa dengan gangguan penglihatan secara aktif diikutsertakan dalam lingkungan pendidikan (KANA & GOLGA. Kesimpulan solusi untuk permasalahan aksesibilitas e-learning bagi penyandang tunanetra dapat difokuskan pada pengembangan fitur seperti perintah suara dan teks ke ucapan . ext-to-speec. Fitur ini sangat penting untuk meningkatkan interaksi dan pengalaman belajar siswa tunanetra e-learning. Penelitian menunjukkan bahwa teknologi berbasis asisten dapat membantu siswa tunanetra dalam mengakses informasi dan materi pembelajaran yang sebelumnya sulit dijangkau (SHOAIB et al. , 2. Selain itu, fitur teks ke ucapan dapat mengkonversi materi tertulis menjadi audio, sehingga memudahkan siswa dalam memahami dan menyerap informasi (AKHMAD et al. , 2. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya mengadopsi teknologi Fandy Setyo, dkk. Pengembangan Sistem E-LearningA 263 mengintegrasikan pendekatan Agile Scrum secara aktif dalam setiap iterasi pengembangan untuk merespons kebutuhan aksesibilitas yang dinamis. Pengembangan lebih lanjut dari aplikasi dan platform e-learning yang mengintegrasikan fiturfitur ini akan sangat bermanfaat dalam mendukung keberhasilan akademik siswa tunanetra. METODE PENELITIAN Penelitian pengembangan sistem berbasis Agile Scrum dalam merancang dan mengimplementasikan platform elearning yang inklusif bagi penyandang tuna netra, dengan integrasi teknologi voice command dan textto-speech. Agile Scrum dipilih karena metodologi pengembangan perangkat lunak secara bertahap dan berkelanjutan dengan memperhatikan umpan balik dari pengguna. Pendekatan ini sangat penting dalam memastikan kebutuhan pengguna tuna netra terakomodasi dengan baik selama pengembangan (SCHWABER & SUTHERLAND, 2. Melalui siklus Scrum, setiap bagian sistem dapat dioptimalkan dan disesuaikan berdasarkan evaluasi selama proses pengembangan. Tahapan Pengembangan dengan Scrum Gambar 1. Tahapan Pengembangan dengan Scrum Proses pengembangan dilakukan melalui beberapa tahapan yang dibagi dalam Sprint dengan durasi waktu tertentu . iasanya 2-4 mingg. Setiap Sprint memiliki fokus pada pengembangan fitur-fitur tertentu yang mendukung aksesibilitas bagi tuna netra, seperti integrasi fitur voice command dan textto-speech. Tahapan dalam metodologi Scrum Product Backlog Pada tahap awal, tim mengidentifikasi dan menyusun product backlog, yang merupakan daftar fitur dan tugas pengembangan berdasarkan kebutuhan pengguna tuna netra. Fitur utama yang diidentifikasi termasuk navigasi berbasis suara dan konversi teks menjadi suara, yang berfungsi untuk memudahkan aksesibilitas e-learning (KERUBO & PAUL, 2. Product backlog ini terus diperbarui berdasarkan umpan balik pengguna dan pemangku Sprint Planning Setiap Sprint dimulai dengan perencanaan untuk menentukan prioritas fitur dan tugas yang akan dikembangkan dalam periode Sprint. Tim pengembang bersama peneliti menentukan fitur mana yang paling penting untuk diimplementasikan dalam setiap Sprint, seperti implementasi awal voice command untuk navigasi sistem e-learning. Daily Scrum Selama Sprint, diadakan pertemuan harian atau Daily Scrum yang berfungsi untuk mengkaji progres, mengidentifikasi hambatan, dan menyusun rencana tindakan harian. Setiap anggota tim menyampaikan perkembangan mereka terkait fitur yang sedang dikembangkan, serta mendiskusikan masalah aksesibilitas teknis yang mungkin muncul. Sprint Review dan Retrospective Setelah setiap Sprint selesai, diadakan Sprint Review pengembangan kepada pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari pengguna tuna netra. Umpan balik dari pengguna sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas fitur voice command dan text-to-speech. Setelah itu. Sprint Retrospective diadakan untuk mengevaluasi proses kerja tim, perbaikan untuk Sprint berikutnya. Pengujian dan Validasi Setelah fitur dikembangkan, pengujian dilakukan dalam tahap unit testing untuk memeriksa fungsi masing-masing fitur fitur voice command diuji untuk navigasi dan text-to-speech untuk pembacaan konten, guna memastikan bahwa platform e-learning ini dapat diakses dengan mudah dan memberikan pengalaman belajar yang inklusif. Umpan balik yang diterima digunakan untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan selama pengujian (PORTER et al. , 2. Implementasi dan Pemeliharaan Setelah pengembangan selesai, platform elearning akan diimplementasikan dan diikuti dengan proses pemeliharaan yang berkelanjutan. Setiap pembaruan sistem didasarkan pada umpan balik pengguna dan pengujian berkelanjutan untuk memastikan bahwa platform tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan tuna netra. Pendekatan iteratif yang digunakan oleh Scrum memastikan bahwa sistem ini dapat terus dikembangkan sesuai dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pengguna (MANIRAJEE et al. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Arsitektur Tahapan pengembangan dilakukan berdasarkan pendekatan Scrum, bagian ini menyajikan hasil tiap sprint berikut evaluasi terhadap pencapaian fitur. 264 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. 261- 272 Gambar 2. Arsitektur Iterasi Scrum Gambar 2 menggambarkan alur iteratif yang diterapkan dalam metode Scrum pada penelitian ini. Product backlog, yang berfungsi sebagai daftar utama proses bisnis, menjadi dasar untuk pelaksanaan sprint planning. Selanjutnya, tahap daily stand-up dilaksanakan sebagai forum diskusi Setelah dua pekan atau 10 hari kerja, scrum master akan memimpin sprint review untuk mendemonstrasikan aplikasi dan memverifikasi pekerjaan yang telah diselesaikan. Jika sprint review menghasilkan perbaikan produk, tahap sprint retrospective diadakan untuk mengevaluasi apa yang berjalan efektif, hambatan yang dihadapi, serta halhal yang dapat diteruskan atau dihentikan pada sprint berikutnya. Gambar 3. Arsitektur Sistem Arsitektur sistem dalam penelitian yang digambarkan pada Gambar 3 terdiri dari tiga lapisan, yaitu klien, server, dan data. Klien berfungsi sebagai lapisan front-end yang menyajikan tampilan kepada Server bertindak sebagai lapisan tengah . ack-en. , yang menangani logika bisnis aplikasi. Sedangkan lapisan data berfungsi sebagai basis data yang menyimpan informasi serta menjadi pusat pengolahan dan manajemen data. Front-end server dibangun menggunakan React. ramework pengguna berbasis JavaScrip. , yang memungkinkan komputasi dilakukan di sisi client, sehingga pengelolaan routing atau peralihan halaman tidak lagi tergantung pada back-end server. Sedangkan back-end server menggunakan Node. ingkungan runtime server-side berbasis JavaScrip. dan framework Express. js, yang dikenal memiliki waktu respon yang lebih cepat dibandingkan beberapa bahasa pemrograman server-side lainnya yang umum digunakan untuk membangun layanan API. Untuk fitur disabilitas sistem merequest API untuk mendukung pengguna dengan disabilitas dibangun dengan mengimplementasikan fitur voice command dan text-to-speech. Fitur voice command memungkinkan pengguna memberikan perintah melalui suara, yang kemudian diolah oleh server menggunakan layanan Gemini API untuk menerjemahkan input suara menjadi instruksi yang dapat dipahami oleh aplikasi. Fitur ini mempermudah interaksi. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang mengalami kesulitan dalam mengetik atau menggunakan perangkat input Sementara itu, fitur text-to-speech digunakan untuk mengubah teks menjadi output suara, membantu pengguna dengan keterbatasan penglihatan dalam menerima informasi secara Dengan adanya kedua fitur ini, sistem aksesibilitas bagi semua pengguna, dan memastikan kemudahan interaksi dalam penggunaan aplikasi tanpa batasan fisik. Untuk mengembangkan fitur aksesibilitas lebih lanjut, sistem ini juga mengimplementasikan fitur image-to-speech text-to-speech dukungan API Gemini . ayanan pemrosesan suara berbasis cloud dari Googl. untuk kebutuhan pembacaan soal. Pada fitur image-to-speech, gambar soal yang berisi teks akan diproses menggunakan teknologi OCR (Optical Character Recognitio. untuk mengenali teks dalam gambar. Setelah teks berhasil diekstraksi. API Gemini kemudian memungkinkan pengguna untuk mendengarkan soal yang tertulis dalam gambar. Fitur ini sangat membantu bagi pengguna dengan keterbatasan penglihatan dalam memahami soal tanpa harus membacanya secara visual. Selain itu, untuk mendukung voice assistance, sistem menggunakan API Google Text-to-Speech. Voice assistance memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan sistem melalui perintah suara, yang selanjutnya diterjemahkan oleh server untuk memproses berbagai instruksi, seperti meminta informasi atau mengakses fitur tertentu. Google Text-to-Speech API digunakan untuk mengonversi teks respons dari server menjadi suara, memberikan pengalaman interaksi yang lebih natural dan Dengan kombinasi fitur image-to-speech dan text-to-speech, serta voice assistance, sistem ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang inklusif bagi pengguna, terlepas dari keterbatasan fisik atau penglihatan mereka. Fandy Setyo, dkk. Pengembangan Sistem E-LearningA 265 2 Product Backlog Product backlog mencakup daftar lengkap kebutuhan atau fitur aplikasi yang diurutkan sesuai dengan prioritas, yang nantinya akan menjadi dasar untuk setiap perubahan atau pengembangan produk. Dalam pengembangan aplikasi e-learning ini, product backlog dibagi menjadi 13 domain utama yang dibagi menjadi 2 sprint. Semua item dalam product backlog yang tercantum pada Tabel 1 diperoleh dari input product owner dan hasil diskusi bersama scrum master. Tabel 1. Product Backlog Dosen Domain Dashboard Manajemen Kelas Pengelolaan Tugas & Kuis Statistik Mahasiswa Forum Diskusi Pengaturan Profil Dosen Domain Dashboard Deskripsi Menampilkan statistik kelas dan kemajuan pembelajaran mahasiswa untuk setiap kelas yang diajarkan. Memungkinkan dosen menambahkan, mengedit, dan menghapus materi serta mengatur jadwal pertemuan. Memungkinkan dosen membuat, mengedit, dan menilai tugas serta kuis, termasuk opsi untuk penilaian otomatis dan manual. Menyediakan fitur untuk memantau statistik partisipasi dan kemajuan setiap mahasiswa di dalam kelas. Memungkinkan dosen memoderasi forum diskusi untuk interaksi antara dosen dan mahasiswa. Memungkinkan dosen mengelola informasi profil dan preferensi pengaturan akun di dalam sistem e-learning. Tabel 2. Product Backlog Mahasiswa Deskripsi Prioritas Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Rendah Prioritas Memberikan akses ke informasi umum tentang kelas, jumlah SKS, dan jadwal Tinggi kelas yang relevan untuk mahasiswa. Riwayat Kelas Menyediakan riwayat kelas yang telah diambil mahasiswa, termasuk statistik Tinggi partisipasi dan hasil pembelajaran. Kelas Saya Memungkinkan mahasiswa melihat kelas yang diambil semester ini, melihat Tinggi progres dan mengakses materi yang disediakan dosen. Tugas & Kuis Menyediakan daftar tugas dan kuis aktif, lengkap dengan informasi status Tinggi penyelesaian dan batas waktu pengumpulan. Fitur Disabilitas Menyediakan aksesibilitas untuk mahasiswa disabilitas, seperti kontrol suara. Sedang kontrol keyboard, dan text-to-speech pada materi pembelajaran. Pengaturan Memungkinkan mahasiswa mengelola informasi profil mereka serta Sedang Akun sinkronisasi akun dengan platform lain. Peringkat Kelas Menyediakan peringkat berdasarkan poin aktivitas untuk mendorong Rendah partisipasi mahasiswa di dalam kelas. Materi Video Memungkinkan mahasiswa mengakses dan menavigasi materi video dan dan Artikel artikel secara mandiri, termasuk opsi untuk menandai materi yang telah Rendah API Dashboard dan Statistik Mahasiswa akan 3 Sprint 1 mendukung penyajian data real-time, sedangkan API Manajemen Kelas dan Tugas & Kuis akan 1 Sprint Planning menangani pengelolaan materi dan penilaian secara Validasi data dan otentikasi ditambahkan Pada sprint planning pertama product backlog untuk memastikan keamanan. Detail tugas dapat dosen, pengembangan sistem difokuskan pada fiturdilihat pada tabel 3 dan tabel 4. fitur utama yang mendukung pengelolaan kelas dan interaksi dosen dengan mahasiswa. Di sisi front-end. Tabel 3. Sprint Backlog Front-End (Sprint . pengembangan meliputi antarmuka Dashboard, komponen Statistik Mahasiswa, form Manajemen Deskripsi Prioritas Keterangan Kelas, dan form Tugas & Kuis untuk memudahkan Dashboard Tinggi Mendesain pengelolaan materi serta penilaian. Di sisi back-end, 266 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. 261- 272 Komponen Statistik Mahasiswa Form Manajemen Kelas Tinggi Tinggi Form Tugas & Kuis Tinggi Komponen Penilaian Sedang Validasi Input Sedang Notifikasi Rendah statistik kelas. Mengembangkan perkembangan belajar setiap mahasiswa. Membuat antarmuka serta mengatur jadwal Mendesain untuk membuat dan mengedit tugas dan kuis, sesuai kebutuhan Mengembangkan memberikan penilaian otomatis dan manual pada tugas dan kuis. Menambahkan validasi untuk input data di halaman manajemen kelas, tugas, dan kuis. Mengimplementasikan perubahan status tugas, kuis, atau pembaruan materi ajar. Tabel 4. Sprint Backlog Back-End (Sprint . Deskripsi API Dashboard Prioritas Tinggi Manajemen Kelas API Tinggi Tugas & Kuis API Tinggi Sistem Penilaian Otomatis & Manual Sedang Notifikasi API Rendah Keterangan Mengembangkan API untuk mengambil data statistik kelas dan perkembangan belajar Membuat API untuk (CRUD) data materi dan jadwal pertemuan kelas. Mengembangkan API menghapus tugas dan kuis, termasuk fitur Mengembangkan logika back-end untuk penilaian otomatis dan manual pada tugas dan Menyiapkan API untuk mengelola notifikasi Validasi Data Sedang Otentikasi & Otorisasi Tinggi terkait status tugas, kuis, dan materi ajar. Menambahkan validasi dikirim dan diterima di API manajemen kelas, tugas, dan kuis. Mengimplementasikan otentikasi dan otorisasi akses hanya oleh dosen Hasil sprint backlog dibagi menjadi dua bagian utama: front-end dan back-end. Bagian front-end bertanggung jawab membangun tampilan antarmuka web yang akan digunakan oleh pengguna, sedangkan bagian back-end fokus pada pengembangan layanan API yang mendukung fungsi-fungsi tersebut. Untuk mempermudah koordinasi dan pemantauan tugas, sprint backlog ini disimpan dalam aplikasi Trello, sehingga seluruh tim dapat mengakses dan memperbarui status pekerjaan secara real-time. Tim pengembang terdiri dari dua orang untuk front-end dan tiga orang untuk back-end, dengan setiap anggota memilih dan mengambil tugas dari sprint backlog yang telah disusun sesuai prioritas. 2 Daily Stand Up Daily stand-up diadakan setiap hari kerja untuk tim developer memaparkan progres pengembangan proyek di bawah panduan scrum master. Pengembang front-end pada tahap ini menyelesaikan tampilan UI seperti pada Gambar 3, yang dibangun menggunakan aplikasi Figma dengan fitur Gambar 4. Daily Stand Up Tampilan UI Dosen Gambar 4 merupakan rancangan desain halaman kelas dosen yang memungkinkan dosen menambahkan, mengedit, dan menghapus materi serta mengatur jadwal pertemuan. Fandy Setyo, dkk. Pengembangan Sistem E-LearningA 267 3 Sprint Review Gambar 5. Implementasi Desain Figma Pada menyampaikan pemaparan kepada pemilik produk bersama scrum master. Scrum master memberikan arahan untuk melakukan pengujian secara langsung dengan melakukan demonstrasi aplikasi. Hasil pengujian yang tercatat dalam Tabel 5 berdasarkan pada product backlog, dan demonstrasi dilakukan oleh bagian front-end yang telah mengintegrasikan komponen-komponen halaman web dengan layanan API. Gambar 6. Daily Stand Up Back-end Tabel 5. Pengujian Sprint Review pada Sprint 1 Skenario Pengujian Masuk kedalam mata kuliah tertentu, misal masuk ke mata kuliah Pemrograman Web Test Case Saat berada pada halaman Kelas Saya, menekan tombol AuBuka matkulAy yang berada pada kartu matakuliah Pemrograman Web Mengunggah materi jenis artikel Pada menu materi, menekan tombol AuRich text postAy Mengunggah materi jenis video Pada menu materi, menekan tombol AuVideo and EmbedAy Mengunggah materi jenis Dokumen Pada menu materi, menekan tombol AuDocument OnlyAy 4 Sprint Retrospective Hasil yang Diharapkan Beralih menuju halaman matakuliah Pemrograman Web Hasil Pengujian Sesuai Harapan Beralih menuju halaman editor teks untuk mengunggah materi jenis artikel Beralih menuju halaman editor teks untuk mengunggah materi jenis video Beralih menuju halaman editor teks untuk mengunggah materi jenis dokumen 1 Sprint Planning Sesuai Harapan Sesuai Harapan Sesuai Harapan Pada akhir Sprint 1, tim developer bersama peneliti mengevaluasi hasil pengembangan fitur utama e-learning. Tim front-end berhasil mengembangkan Dashboard UI. Komponen Statistik Mahasiswa. Form Manajemen Kelas, dan Form Tugas & Kuis, meskipun Validasi Input dan Notifikasi memerlukan penyempurnaan. Di sisi back-end, pengembangan API untuk mendukung fitur-fitur ini berlangsung cepat, termasuk API Dashboard. Manajemen Kelas API. Tugas & Kuis API, serta Sistem Penilaian Otomatis & Manual, meskipun akurasi penilaian otomatis masih perlu Scrum master mengapresiasi hasil kerja tim back-end, memungkinkan rencana pengembangan API tambahan untuk mendukung administrasi lebih lanjut di sprint berikutnya. Evaluasi ini menjadi panduan untuk penyempurnaan dan kolaborasi tim yang lebih baik. Sprint pengembangan fitur utama e-learning dengan backlog mahasiswa, mencakup dashboard, riwayat kelas, kelas saya, serta tugas dan kuis di front-end, didukung oleh pengembangan API di back-end. Fitur tambahan seperti aksesibilitas, pengaturan akun, peringkat kelas, dan materi pembelajaran juga direncanakan meski dengan prioritas lebih rendah. Rincian sprint backlog front-end dan back-end dapat dilihat pada tabel 6 dan tabel 7. Deskripsi Dashboard Prioritas Tinggi 4 Sprint 2 Riwayat Kelas Tinggi Tabel 6. Sprint Backlog Front-End (Sprint . Keterangan Mengimplementasikan informasi umum kelas. SKS, dan jadwal. Mengembangkan tampilan riwayat kelas 268 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. April 2026, hlm. 261- 272 Kelas Saya Tinggi Tugas & Kuis Tinggi Fitur Disabilitas Sedang Pengaturan Akun Sedang Peringkat Kelas Rendah Materi Video dan Artikel Rendah mahasiswa, termasuk statistik partisipasi. Menyediakan halaman melihat kelas saat ini, progres, dan materi dari Menampilkan tugas dan kuis dengan status penyelesaian dan Mengembangkan keyboard, dan text-tospeech. Menyediakan untuk mengelola profil platform lain. Membuat peringkat berdasarkan aktivitas mahasiswa di Menyediakan materi video dan artikel dengan opsi penandaan Pengaturan Akun API Sedang Peringkat Kelas API Rendah Materi Video dan Artikel API Rendah to-speec. Mengembangkan API untuk mengelola profil dengan platform lain. Mengembangkan API untuk menyimpan dan menampilkan peringkat aktivitas mahasiswa. Mengembangkan API navigasi materi video dan artikel serta opsi 2 Daily Stand Up Pengembangan fitur dalam sprint backlog kedua berfokus pada pengembangan fitur utama elearning yang mencakup backlog mahasiswa, seperti dashboard, riwayat kelas, kelas saya, serta tugas dan kuis di sisi front-end, yang didukung oleh pengembangan API di sisi back-end. Fitur tambahan, seperti aksesibilitas, pengaturan akun, peringkat kelas, dan materi pembelajaran, juga direncanakan, meskipun dengan prioritas yang lebih Tabel 7. Sprint Backlog Back-End (Sprint . Deskripsi API Dashboard Prioritas Tinggi Riwayat Kelas API Tinggi Kelas Saya API Tinggi Tugas & Kuis API Tinggi Fitur Disabilitas API Sedang Keterangan Mengembangkan API data umum kelas. SKS, front-end. Mengembangkan API untuk mengelola data riwayat kelas, statistik partisipasi, dan hasil Membuat API untuk mendukung fitur Kelas Saya, termasuk progres Menyediakan API untuk daftar tugas dan kuis, termasuk status penyelesaian dan batas waktu pengumpulan. Mengembangkan API untuk mendukung fitur aksesibilitas . ontrol suara, keyboard, text- Gambar 7. Daily Stand Up Tampilan UI Mahasiswa Gambar 8. Implementasi Desain Figma Gambar 9. Daily Stand Up Back-End Fandy Setyo, dkk. Pengembangan Sistem E-LearningA 269 3 Sprint Review Pada tahap ini, tim pengembang kembali melakukan demonstrasi hasil pengembangan produk kepada pemilik produk dan scrum master untuk menilai pencapaian pengerjaan sprint backlog pada sprint 2, yang tercatat dalam Tabel 8. Pada tahap ini, produk yang dikembangkan telah berhasil diuji dan disetujui oleh pemilik produk, serta tidak ada perubahan atau penambahan lebih lanjut terhadap sprint backlog. Tabel 8. Pengujian Sprint Review pada Sprint 2 Skenario Pengujian Test Case Membuka kelas Navigasi ke menu kelas Membuka materi Menekan salah satu judul materi untuk membuka materi pada kelas. Menekan tombol materi sebelumnya atau materi selanjutnya untuk melakukan perpindahan materi. Berpindah materi dalam kelas Hasil yang Diharapkan Masuk ke salah satu kelas terdaftar. dapat mengenali materi dalam kelas Berpindah dari materi satu ke materi selanjutnya atau Halaman akan berpindah menuju halaman sebelumnya Hasil Pengujian Sesuai Harapan Sesuai Harapan Sesuai Harapan Navigasi berpindah ke halaman Menekan tombol AuSpasiAy atau Sesuai login dengan diawali menekan mengucapkan AuhaloAy, kemudian Harapan tombol AuSpasiAy atau ucapkan AukembaliAy mengatakan AuhaloAy Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi learning ini semakin inklusif bagi seluruh kalangan fitur voice command dan text-to-speech dalam platform e-learning sesuai dengan harapan dokumentasi sprint review. Hasil tersebut menjadi DAFTAR PUSTAKA