Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 1. Tahun 2022. Halaman 13-28. E-ISSN 2579-6291. Intensitas dan Prevalensi Endoparasit pada Sistem Pencernaan Ikan Kerapu Cantang Ephinephelus fuscoguttatus x Ephinephelus lanceolatus di Tiga Lokasi Budidaya Tanjungpinang Septa Nugraha1. Aminatul Zahra1. Shavika Miranti1 Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH Kata Kunci: Identifikasi. Endoparasit. Kerapu Cantang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis endoparasit yang terdapat dalam organ pencernaan meliputi rongga mulut, tenggorokan, lambung, usus, anus pada ikan kerapu cantang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Kelas II Tanjungpinang. Metode yang digunakan adalah observasi dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sampel yang digunakan berjumlah 30 ekor. Hasil penelitian di Hsrt Mina Bina Sejahtera menunjukkan bahwa 10 sampel ikan terinfeksi cacing endoparasit pada bagian mulut dari filum Arthropoda, spisies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis. Lepeophtheirus sekii. Aphotopontius sp. dengan total keseluruhan 128 ekor, sedangkan pada bagian usus dan lambung terdapat 1 jenis endoparasit yang menyerang dari filum Platyhelminthes spesies Lecithochirium jaffense dan filum Nematoda spesies Capillaria philippininensis. Penelitian di Maju Mandiri Cacing endoparasit pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang banyak ditemukannya pada bagian mulut dari phylum Arthropoda, spisies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis keseluruhan 34 ekor. Penelitian di Rm Ramdhan Dompak Cacing endoparasit pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang banyak ditemukannya pada bagian Lambung dari filum Nematoda spesies Anisakis simplex dengan total keseluruhan 54 ekor. Sedangkan pada bagian mulut terdapat 2 jenis parasit spesies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis, dengan total keseluruhan 38. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: nugrahasepta777@gmail. Intensity and Prevalence of Endoparasites in Digestive System of Cantang Grouper Ephinephelus fuscoguttatus x Ephinephelus lanceolatus in Three Aquaculture Locations Tanjungpinang Septa Nugraha . Aminatul Zahra1. Shavika Miranti1 Department of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords This study aims to identify the types of endoparasites found in the digestive organs including the oral cavity, throat, stomach, intestines, anus in cantang This research was conducted from April to May 2021 at the Laboratory of Fish Quarantine Station for Quality Control and Fishery Products Class II Tanjungpinang. The method used is observation and sampling is done by random sampling technique, the sample used is 30 individuals. The results of the research at Hsrt Mina Bina Sejahtera showed that 10 samples of fish were infected with endoparasitic worms in the mouth of the phylum Arthropoda, spisies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis. Lepeophtheirus sekii. Aphotopontius sp. with a total of 128 tails, while in the intestine and stomach there is 1 type of endoparasite that attacks from the phylum Platyhelminthes species Lecithochirium jaffense and phylum Nematoda species Capillaria philippininensis. Research in Maju Mandiri Endoparasite worms in the digestive system of cantang grouper were found in the mouth of the phylum Arthropoda, spisies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis, a total of 34 individuals. Research at Rm Ramdhan Dompak Endoparasite worms in the digestive system of cantang grouper were found in the stomach of the Nematoda phylum Anisakis simplex species with a total of 54 individuals. While in the mouth there are 2 types of parasites of Caligus sp species. Lepeophteirus salmonis, with a total of 38 Endoparasites. Cantang Grouper. Idetification Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: nugrahasepta777@gmail. PENDAHULUAN Kerapu cantang . asil perkawinan silang antara induk betina Epinephelus fuscoguttatus >< dan induk jantan Epinephelus lanceolatu. merupakan spesies yang disukai para pembudidaya karena memiliki laju pertumbuhan yang baik dibandingkan dengan benih kerapu hibrida cantik . asil perkawinan antara induk betina Ephinephelus fuscoguttatus >< induk jantan Ephinephelus microdo. dan kerapu macan (Ephinephelus fuscoguttatu. (Sutarmat & Jhaya, 2. Ikan kerapu cantang merupakan ikan karnivora yang memiliki ketahanan terhadap patogen, meskipun begitu ikan tersebut bisa juga terserang penyakit seperti organisme parasit. Serangan parasit dapat mengakibatkan penurunan produksi dan kualitas ikan, bahkan kematian total. Sebagian besar penyakit parasit yang menyerang ikan kerapu dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit (Susanti, 2. Parasit merupakan organisme yang hidup pada atau di dalam organisme lain dan mengambil makanan dari organisme yang ditumpanginya untuk berkembang biak (Subekti & Mahasri, 2. Berdasarkan Habitatnya, parasit dalam tubuh ikan dibagi menjadi dua yaitu, ektoparasit . arasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan, misalnya pada insang, sirip dan kuli. , dan endoparasit . arasit yang menyerang bagian dalam tubuh ikan, misalnya usus, ginjal dan hat. Golongan organisme yang bersifat endoparasit ini adalah biasanya dari golongan cacing. Cacing endoparasit yang menyerang ikan kerapu cantang dapat berakibat buruk bagi kesehatan ikan, diantaranya terhambatnya pertumbuhan ikan serta menyebabkan kematian pada populasi inang dan konsekuensinya dapat menyebabkan kerugian besar bagi industri perikanan. Endoparasit sebagian bersifat zoonosis yaitu infeksi yang secara ilmiah dapat berpindah dari hewan ke manusia. Hal ini tentu jauh lebih buruk lagi apabila ikan tersebut sampai dikonsumsi oleh manusia, infeksi endoparasit dapat menyebabkan dampak yang dapat merugikan secara ekonomi, yaitu ikan kehilangan berat badan, penolakan oleh konsumen karena perubahan patologi pada inang, penurunan fekunditas ikan dan penurunan jumlah dalam penetasan ikan dan larva (Anshary. Untuk itu diperlukan informasi keberadaan endoparasit pada ikan kerapu, mengingat endoparasit merupakan salah satu pembatas dalam keberhasilan usaha budidaya ikan kerapu cantang dalam keramba jaring apung. Berdasarkan uraianuraian diatas, perlu dilakukan penelitian tentang identifikasi endoparasit pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang (Ephinephelus Fuscogattatus x Ephinephelus lanceolatu. di Hatchery Skala Rumah Tangga Mina Bina Sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan Ikan kerapu cantang (Ephinephelus Fuscogattatus x Ephinephelus lanceolatu. di Hatchery Skala Rumah Tangga Mina Bina Sejahtera BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilakaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2021. Pengambilan sampel di Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Maju Mandiri (Madon. dan RM Ramdhan Seafood (Dompa. Pengamatan dan pengukuran sampel di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Kelas II Tanjungpinang (SKIPM). Alat dan Bahan No. Alat Pinset Gunting Cawan petri Timbangan analitik Penggaris Nampan Microsckop Objec glass Alat tulis dan laptop Fungsi Untuk menjepit organ ikan Untuk memotong organ ikan Sebagai wadah penelitian Untuk menimbang bobot ikan Untuk mengukur panjang ikan Untuk wadah ikan Untuk mengamati objek Untuk menenpatkan bahan objek Mencatat data Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini berupa ikan kerapu cantang sebagai bahan penelitian, pelarut yang digunakan berupa cairan NaCl 0,85 %. Metode dan Prosedur Penelitian Metode yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, yaitu mengidentifikasi jenis-jenis endoparasit yang terdapat dalam organ pencernaan ikan kerapu cantang. Lokasi pengambilan sampel ikan ditentukan dengan cara sengaja atau dengan metode purposive sampling (Bunga, 2. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak . andom samplin. terhadap ikan dari karamba jaring apung. Persiapan Alat dan Bahan Persiapan yang dilakukan adalah, melakukan sterilisasi gunting, pinset, pisau bedah, dan nampan sebelum digunakan, yaitu mencuci dengan bersih, dan dikeringkan, selanjutnya pengambilan sampel yang akan diamati secara acak. Pengambilan Sampel Sampel ikan diambil dari lokasi yang ditentukan secara acak sebanyak n ekor, sesuai dengan standar yang telah dibakukan yaitu pengambilan sampel sebanyak 5 % dari jumlah populasi (Balai Karantina Ikan Batam, 2. Identifikasi Endoparasit Identifikasi endoparasit dilakukan dengan memeriksa sampel dalam cawan pertri satu-persatu dalam sistem pencernaan ikan, pemeriksaan sampel dilakukan dengan membuka rongga perut dengan teliti dan memisahkan bagian-bagian organ-organ terutama organ pencernaan . ongga mulut/cavum oris, kerongkongan, lambung, usus/intestine dan anu. lalu menyimpannya di cawan petri, selanjutnya melakukan pemeriksaan dan ditampung dalam gelas objek atau cawan petri ditetesi air kemudian diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan 400x (Stasiun Karantina Ikan Kelas I Hang Nadim Batam, 2. Identifikasi endoparasit yang diperoleh dari pemeriksaan sampel dilakukan dengan mencocokkan bentuk- bentuk anatomi dan morfologi endoparasit tersebut sesuai dengan acuan dari buku (Kabata, 1. Analisis Data Data hasil penelitian yaitu, identifikasi jenis parasit, prevalensi, dan intensitas dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel. Jenis Parasit Identifikasi endoparasit yang diperoleh dari pemeriksaan sampel dilakukan dengan mencocokkan bentuk- bentuk anatomi dan morfologi endoparasit tersebut sesuai dengan acuan dari buku (Kabata, 1. Prevalensi Penghitungan prevalensi parasit yang telah di diperoleh dapat di hitung menggunakan rumus (Kabata,1. dibawah ini : Berdasarkan rumus, penghitungan prevalensi adalah berdasarkan spesies yang terdapat dari n ekor sampel ikan kerapu cantang yang diambil secara acak, jumlah ikan yang terserang parasit merupakan jumlah ikan yang terinvasi spesies parasit dari n ekor sampel yang diambil. Sedangkan jumlah ikan yang diperiksa merupakan jumlah ikan sampel yang diambil yaitu sebanyak n ekor. Kategori tingkat prevalensi parasit, dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Kategori Prevalensi Tingkat Serangan Keterangan Prevalensi Selalu Hampir Selalu Biasanya Sangat Sering Umumnya Sering Kadang Jarang Sangat Jarang Hampir Tidak Pernah Infeksi Sangat Parah Infeksi Parah Infeksi Sedang Infeksi Sangat Sering Infeksi Biasa Infeksi Sering Infeksi Kadang Infeksi Jarang Infeksi Sangat Jarang Infeksi Tidak Pernah 100-99 % 98-90 % 89-70 % 69-50 % 49-30 % 29-10 % 9-1 % > 1-0,1 % > 0,1-0,01 % > P 0,01 % Sumber : (Syukran et al. , 2018 Intensitas intensitas parasit dihitung dengan menggunakan rumus (Kabata, 1. , sebagai Berdasarkan rumus, penghitungan intensitas adalah berdasarkan jumah parasit yang terdapat dari jumlah banyaknya ekor sampel ikan kerapu cantang yang diambil secara acak Sedangkan jumlah ikan yang terserang parasit merupakan jumlah ikan yang terinvasi spesies parasit dari jumlah ekor sampel yang diambil. Kategori tingkat intensitas parasit, dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Kategori Intensitas No. Intensitas. nd/eko. Kategori A1 A 100 A 1000 Sangat Rendah Rendah Sedang Parah Sangat Parah Super Infeksi Sumber : (Syukran et al. , 2. HASIL Hasil penelitian dari 30 sampel ikan yang telah diperiksa pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang di Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Mina Bina Sejahtera terdapat 10 ekor ikan . ,3 %). Maju Mandiri Terdapat 4 ekor ikan . ,3 %) dan RM Ramdhan terdapat 12 ekor ikan . %) yang positif terinfeksi cacing dan kutu laut. Hasil penelitian tersebut ditemukan dari filum Platyhelminthes. Nematoda dan Arthropoda. Identifikasi Endoparasit di HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Hasil identifikasi pada ikan kerapu cantang ditemukan 6 jenis spesies parasit yang menyerang di sistem pencernaan ikan dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Jenis cacing endoparasit yang ditemukan pada ikan kerapu cantang di HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Ukuran Panjang Berat . Lambung Rongga Mulut Rongga Mulut Organ Yang Terinfeksi Parasit Yang Ditemukan Jumlah Parasit Usus Lecithochirium jaffense Capillaria philippininensis Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Lepeophteirus salmonis No Ukuran Panjang Berat Organ Yang Terinfeksi Rongga Mulut Rongga Mulut Rongga Mulut Rongga Mulut 97,72 Rongga Mulut Rongga Mulut Parasit Yang Ditemukan Jumlah Parasit Caligus sp. Lepeophtheirus sekii Lepeophtheirus sekii Lepeophteirus salmonis Caligus sp. Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Lepeophtheirus sekii Aphotopontius sp. Aphotopontius sp. Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Caligus sp. Cacing endoparasit pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang banyak ditemukannya pada bagian mulut dari phylum Arthropoda, spisies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis. Lepeophtheirus sekii. Aphotopontius sp. dengan total keseluruhan 128 ekor, sedangkan pada bagian usus dan lambung terdapat 1 jenis endoparasit yang menyerang dari filum Platyhelminthes spesies Lecithochirium jaffense, filum Nematoda spesies Capillaria philippininensis, dapat dilihat pada . Gambar 6. Endoparasit di sistem pencernaan ikan kerapu cantang di HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. , . Lecithochirium jaffense, . Capillaria philippininensis, . Caligus sp. , . Lepeophteirus salmonis, . Lepeophtheirus sekii, . Aphotopontius sp. Identifikasi Endoparasit di Maju Mandiri (Madon. Hasil identifikasi pada ikan kerapu cantang terdapat 2 jenis spesies parasit yang menyerang di sistem pencernaan ikan, dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Jenis cacing endoparasit yang ditemukan pada ikan kerapu cantang di Maju Mandiri (Madon. Ukuran Panjang . Berat . Rongga Mulut Rongga Mulut Rongga Mulut Organ Sistem Pencernaan Rongga Mulut Parasit Yang Ditemukan Jumlah Parasit Caligus sp. Lepeophtheirus salmonis Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Cacing endoparasit pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang banyak ditemukannya pada bagian mulut dari phylum Arthropoda, spisies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis dengan keseluruhan 34 ekor, dapat dilihat pada gambar 7. Gambar 7. Endoparasit di sistem pencernaan ikan kerapu cantang di Maju Mandiri (Madon. , . Caligus sp. , . Lepeophteirus salmonis. Identifikasi Endoparasit di RM Ramdhan (Dompa. Hasil identifikasi pada ikan kerapu cantang ditemukan 3 jenis spesies parasit yang menyerang di sistem pencernaan ikan dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Jenis cacing endoparasit yang ditemukan pada ikan kerapu cantang di RM Ramdhan (Dompa. Ukuran Panjang . Berat . Organ Sistem Pencernaan Rongga Mulut Lambung Lambung Lambung Rongga Mulut Lambung Parasit Yang Ditemukan Jumlah Parasit Caligus sp. Anisakis simplex Anisakis simplex Anisakis simplex Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Anisakis simplex 135,15 Lambung Lambung Lambung Lambung Lambung Rongga Mulut Anisakis simplex Anisakis simplex Anisakis simplex Anisakis simplex Anisakis simplex Caligus sp. Anisakis simplex Anisakis simplex Anisakis simplex Lambung Lambung Cacing endoparasit pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang banyak ditemukannya pada bagian Lambung dari filum Nematoda spesies Anisakis simplex dengan total keseluruhan 54 ekor. Sedangkan pada bagian mulut terdapat 2 jenis parasit spesies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis, dengan total keseluruhan 38, dapat dilihat pada gambar 8. Gambar 8. Endoparasit di sistem pencernaan ikan kerapu cantang di RM Ramdhan Dompa. , . Caligus sp. Lepeophteirus salmonis, . Anisak Prevalensi Endoparasit di HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Prevalensi endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu cantang memiliki nilai yang berbeda tiap genusnya. Data hasil perhitungan prevalensi cacing endoparasit pada Ikan kerapu cantang dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Prevalensi endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu cantang di HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Jenis Parasit Prevalensi (%) Lecithochirium jaffense Keterangan (Syukran et al. , 2. Infeksi Kadang Capillaria philippininensis Infeksi Kadang Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Lepeophtheirus sekii Aphotopontius sp. Total Infeksi Sering Infeksi Sering Infeksi Kadang Infeksi Kadang Infeksi Biasa Berdasarkan data prevalensi yang diperoleh di wilayah HSRT Mina Bina Sejahtera yaitu 36,6 %. Jumlah ikan dalam populasi yang terinvasi parasit tertinggi yaitu Caligus sp. 23,3 % dan diikuti Lepeophteirus salmonis 20%. Lepeophtheirus sekii 6,7 %. Aphotopontius sp. 6,7 %. Capillaria philippininensis 3,3 % dan Lecithochirium jaffense 3,3 %. Prevalensi Endoparasit di Maju Mandiri (Madon. Prevalensi endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu cantang memiliki nilai yang berbeda tiap genusnya. Data hasil perhitungan prevalensi cacing endoparasit pada Ikan kerapu cantang dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Prevalensi endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu cantang di Maju Mandiri (Madon. Jenis Parasit Prevalensi (%) Keterangan (Syukran et al. , 2. Caligus sp. Infeksi Sering Lepeophteirus salmonis Total Infeksi Sering Infeksi Sering Berdasarkan data prevalensi yang diperoleh di Madong yaitu 13,3 %, dengan jumlah ikan dalam populasi yang terinvasi parasite dengan Kategori Sering yaitu Caligus sp. Lepeophteirus salmonis 10 % yaitu 10,0. Prevalensi Endoparasit di RM Ramdhan (Dompa. Prevalensi endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu cantang memiliki nilai yang berbeda tiap genusnya. Data hasil perhitungan prevalensi cacing endoparasit pada Ikan kerapu cantang dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9. Prevalensi endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu cantang di RM Ramdhan (Dompa. Jenis Parasit Prevalensi (%) Caligus sp. Keterangan (Syukran et al. , 2. Infeksi Sering Lepeophteirus salmonis Anisakis simplex Total Infeksi Kadang Infeksi Biasa Infeksi Biasa Berdasarkan data prevalensi yang diperoleh di wilayah Dompak yaitu 40 %. Jumlah ikan dalam populasi yang terinvasi parasit tertinggi yaitu Anisakis simplex 40 % dengan Kategori Infeksi Biasa dan diikuti Caligus sp. 10 % dengan kategori Infeksi Sering sedangkan Lepeophteirus salmonis 3,3 % dengan kategori Infeksi Kadang. Intensitas Endoparasit di HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Intensitas infeksi parasit penting diketahui untuk menduga kondisi kesehatan Gangguan kesehatan pada ikan akibat infeksi parasit umumnya disebabkan karena kepadatan parasit (Intensitas infeks. yang tinggi (Silaban, 2. Data hasil perhitungan intensitas cacing endoparasit pada Ikan kerapu cantang dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 10. Intensitas endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu cantang di HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Jenis Parasit Intensitas Keterangan (Syukran et al. , 2. Lecithochirium jaffense Rendah Capillaria philippininensis Rendah Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Lepeophtheirus sekii Aphotopontius sp. Sedang Rendah Sedang Rendah Berdasarkan data intensitas yang diperoleh bahwasanya jumlah parasit yang menginvasi ikan dengan kategori sedang, yaitu Caligus sp. 10,3 dan Lepeophtheirus sekii 6,3, dan diikuti Lepeophteirus salmonis 5. Aphotopontius sp. 3,5. Capillaria philippininensis 1 dan Lecithochirium jaffense 1 dengan kategori Intensitas Endoparasit di Maju Mandiri (Madon. Data hasil perhitungan intensitas cacing endoparasit pada Ikan kerapu cantang dapat dilihat pada tabel 11. Tabel 11. Intensitas endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu di Maju Mandiri (Madon. Jenis Parasit Intensitas Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Keterangan (Syukran et al. , 2. Sedang Rendah Berdasarkan data intensitas yang diperoleh bahwasanya jumlah parasit yang menginvasi ikan dengan kategori sedang, yaitu Caligus sp. 2,7 dan Lepeophteirus salmonis 2,5, dengan kategori rendah. Intensitas Endoparasit di Rm Ramdhan( Dompa. Data hasil perhitungan intensitas cacing endoparasit pada Ikan kerapu cantang dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 12. Intensitas endoparasit yang menyerang saluran pencernaan Ikan kerapu di RM Ramdhan (Dompa. Jenis Parasit Intensitas Keterangan (Syukran et al. , 2. Caligus sp. Lepeophteirus salmonis Anisakis simplex Sedang Sedang Rendah Berdasarkan data intensitas yang diperoleh bahwasanya jumlah parasit yang menginvasi ikan dengan kategori sedang, yaitu Caligus sp. 12,7 dan Lepeophteirus salmonis 6 , sedangkan Anisakis simplex dengan kategori rendah. Kondisi HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung Lanju. Hasil wawancara yang dilakukan bersama pemilik HSRT Mina Bina Sejahtera ditemukan bahwasanya Keramba jaring apung (KJA) di tempat pak Hakim mememiliki jumalah 50 lobang dan 1 lobang untuk karantina. , dimana keramba yang masih ada ikannya ada 3 lubang dengan jumlah 200 ekor/KJA, dimana ukuran KJA yang dipakai yaitu ukuran 2x4,5 m dengan padat tebar 200-300 ekor dengan ukuran 10-12 cm akan tetapi semakin hari ikan akan selalu bertumbuh maka 1 minggu sekali di grading agar melihat ukuran yang sama dan mengurangi padat tebar. Jenis pakan yang dipakai yaitu pelet GR3 dan GR5 dan rucah dimana pemberian rucah diberikan 1 Ae 2 kali/minggu. (Suhana, 2. menyatakan kualitas air yang diukur di daerah Tanjung Lanjut yaitu, suhu, pH, oksigen terlarut (DO), dan salinitas, dapat dilihat pada tabel 13. Tabel 13. Kualitas HSRT Mina Bina Sejahtera Lokasi Budidaya Tanjungpinang Parameter Hsrt Mina Bina Sejahtera (Tanjung lanju. Standar (SNI 806. Salinitas 28-30 ppt 24 Ae 33 ppt Suhu 26-30 0C 28 Ae 32 0C 5Ae 8. Oksigen terlarut 5 ppm Minimal 4 ppm Hasil pengukuran kualitas air pada lokasi pengambilan sampel menunjukkan kondisi perairan masih dalam keadaan normal, adapun kualitas air tersebut telah memenuhi kriteria standart kualitas air untuk pemeliharaan ikan kerapu cantang yang telah ditentukan berdasarkan (SNI 806. yaitu salinitas 24 Ae 33 ppt, suhu 28 Ae 32 0C, pH 7. 5Ae 8. 5 dan oksigen terlarut minimal 4 ppm Kondisi Pembudidaya Maju Mandiri (Madon. Hasil wawancara yang dilakukan bersama pemilik kelompok pembudidaya Maju Mandiri (Madon. yaitu kelompok ini berada didesa Madong. Padat tebar awal 150-200 ekor dengan ukuran 8-9 cm pada. Kelompok usaha ini memiliki jumlah keramba jaring apung (KJA) sebanyak 12 aquatek dengan ukuran 3x3 dan keramba jaring apung yang berbentuk drum sebanyak 16 buah dengan ukuran Akan tetapi keramba yang terisi ikannya hanya sebagian karena kurangnya pemasokan benih ikan yang didapatkan. Pakan yang dipakai yaitu pellet dan ditambahkan vitamin ke pakan, pemberian pakan 2x1 hari dengan pemberian sekenyang-kenyangnya. (Eflin, 2. menyatakan kualitas air yang diukur di daerah Tanjung Lanjut yaitu, suhu, pH, oksigen terlarut (DO), dan salinitas, dapat dilihat pada tabel 14. Tabel 14. Kualitas Air di Maju Mandiri( Madon. Parameter Maju Mandiri (Madon. Standar (SNI 806. Salinitas 28,9-29,2 ppt 24 Ae 33 ppt Suhu 29,8-31 0C 28 Ae 32 0C 7,1-7,6 5Ae 8. Oksigen terlarut 7,2-7,3 ppm Minimal 4 ppm Kualitas Air di Maju Mandiri (Madon. telah sesuai dengan SNI 806. yang telah ditetapkan yaitu, yaitu salinitas 24 Ae 33 ppt, suhu 28 Ae 32 0C, pH 7. 5Ae 5 dan oksigen terlarut minimal 4 ppm Kondisi Pembudidaya di RM Ramdhan (Dompa. Hasil Wawancara di RM Ramdhan diketahui bahwasanya ikan kerapu cantang diambil dari BBI pengujan, padat tebar yang dilakukan tidak memenuhi standar yang telah berlaku, jika ikan tersebut naik tingkat konsumsi maka ikan tersebut akan diekspor ke pelanggan rumah makan tersebut, pemberian pakan hanya diberikan ikan rucah dan diterapkannya pemuasaan di ikan kerapu cantang. (Pangga, 2. menyatakan kualitas air yang diukur di daerah Tanjung Lanjut yaitu, suhu, pH, oksigen terlarut (DO), dan salinitas, dapat dilihat pada tabel 15. Tabel 15. Kualitas Perairan di RM Ramdhan (Dompa. Parameter RM Ramdhan (Dompa. Standar (SNI 806. Salinitas 28-29 ppt 24 Ae 33 ppt Suhu 78-30 0C 28 Ae 32 0C 7,3-7,6 5Ae 8. Oksigen terlarut 6,5-7,6 ppm Minimal 4 ppm Kualitas perairan di RM Ramdhan (Dompa. telah memenuhi kriteria kualitas air utntuk pemeliharaan ikan kerapu cantang sesuai (SNI 806. yaitu salinitas 24 Ae 33 ppt, suhu 28 Ae 32 0C, pH 7. 5Ae 8. 5 dan oksigen terlarut minimal 4 PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di Tiga Lokasi Budidaya Tanjungpinang. Pengambilan sampel untuk masing-masing pembudidaya sebanyak 30 ekor ikan sehingga total sampel yang diambil untuk diamati/diteliti adalah 60 ekor ikan, dan dilakukan pemeriksaan serta mengidentifikasi endoparasit di sistem pencernaan ikan kerapu Berdasarkan hasil pemeriksaan endoparasit pada sistem pencernaan ikan kerapu cantang di HSRT Mina Bina ditemukannya spesies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis. Lepeophtheirus sekii. Aphotopontius sp. Lecithochirium jaffense. Capillaria philippininensis, dan dilokasi Maju mandiri ditemukannya jenis Caligus sp. Lepeophteirus salmonis sedangkan di RM Ramdhan Dompak ditemukannya spesies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis, dan Anisakis simplex. Dan terdapat 2 jenis parasit yang sama ditemukan di tiga lokasi budidaya tanjungpinang yaitu Caligus sp dan Lepeophteirus salmonis. Caligus sp. yang menyerang ikan mengalami tanda-tanda klinis yaitu nafsu makan berkurang, tingkat pertumbuhan lambat, dan mudah mengalami kematian. Penyakit yang diakibatkan dari parasit ini dikenal dengan nama Caligiosis, parasit ini ditemukan di rongga mulut dengan gumpalan merah disekitarnya. Lepeophteirus salmonis memakan lendir dan darah yang menyebabkan kerusakan fisik, dan dapat membuka luka yang dapat menyebabkan kerusakan osmoregulasi dan kematian pada individu. Pada tingkat infeksi yang lebih sederhana. Lepeophteirus salmonis menyebabkan stres host dan memulai kaskade regulasi gen yang terkait dengan fungsi respon stress. Gejala tingkah laku yang ditunjukkan oleh ikan yang terserang Lepeophtheirus sekii biasanya berenang berputar-putar . hirling swimmin. , seluruh permukaan tubuh ditutupi oleh kutu laut . ea lic. Penyebab penyerangan diduga disebabkan oleh adanya suhu yang rendah dan bahan organik yang tinggi. Ikan yang terinfeksi parasit Aphotopontius sp. akan menyebabkan penurunan nafsu makan yang kemudian akan berpengaruh terhadap pertumbuhan. Sebagaimana dikemukakan oleh (Sarjito & Desrina 2. yaitu infeksi endoparasit menyebabkan penurunan fekunditas telur, meningkatkan kerentanan ikan terhadap patogen lain seperti virus dan bakteri serta pertumbuhan yang Lecithochirium pada saluran pencernaan ikan tidak menimbulkan dampak besar dan akan menimbulkan dampak besar bila infeksi terjadi pada organ selain saluran pencernaan seperti pembuluh darah, hati, saluran urin (Paperna 1. Parasit Capillaria philippinensis pada ikan dapat menyebabkan warna tubuh menggelap, feses biasanya berwarna putih dan berlendir, ikan mengalami perubahan prilaku, kehilangan nafsu makan, kekurusan, infestasi parasit ini terkadang sulit teramati namun dapat menyebar ke seluruh ikan yang berada diwadah yang sama. Ikan juvenile yang terinfestasi biasanya akan mengalami gangguan pertumbuhan. Gejala klinis yang sering dialami ikan ketika diserang oleh Anisakis simplex antara lain adalah terjadinya penurunan berat badan, terjadinya pembengkakan di dekat saluran pencernaan, adanya gangguan pada lambung ikan dan berkurangnya absorsi makanan pada saluran pencernaan ikan yang terserang (Anderson,1. Prevalensi endoparasit tertinggi terdapat pada RM Ramdhan (Dompa. yaitu sebesar 40%, diikuti HSRT Mina Bina Sejahtera (Tanjung lanju. yaitu sebesar 33,3 %. Hal ini kemungkinan disebabkan karena kondisi jaring yang kotor, sehingga banyak ditempeli oleh hewan liar dari kelas Crustacea dan Molusca serta tumbuhan alga. Hewan liar tersebut dapat berperan sebagai inang perantara beberapa endoparasit, seperti yang dikemukakan oleh Ruckert et al. , . yaitu keberadaan endoparasit dalam tubuh ikan juga dipengaruhi oleh adanya organisme invertebrata, misalnya Crustacea dan Molusca di sekitar lokasi budidaya. Organisme tersebut berperan sebagai inang perantara dari beberapa spesies Lafferty, . menyatakan bahwa ikan dapat terinfeksi endoparasit dikarenakan adanya parasit pada pakan yang diberikan baik dalam bentuk telur maupun stadia larva. Selain itu, kondisi lingkungan yang kotor juga menyebabkan ikan menjadi stress yang akhirnya dapat menurunkan sistem imun ikan tersebut. Sebagaimana dikemukakan oleh Yuliartati, . yaitu faktor yang memicu timbulnya stress pada ikan yaitu ketidakseimbangan interaksi faktor biotik . dan faktor abiotik . yang menyebabkan daya tubuh ikan menurun dan mudah terserang penyakit. Prevalensi terendah terdapat di Maju Mandiri yaitu sebesar 13,3 %, hal ini disebabkan karena kondisi jaring yang lebih bersih, yaitu dibersihkan setiap satu bulan sekali. Sesuai dengan pernyataan Usman, . yaitu pembersihan jaring karamba minimal dilakukan setiap bulan, karena jaring karamba yang kotor merupakan media penempelan parasit dan penyakit serta mengganggu sirkulasi Selain itu, rendahnya nilai prevalensi ini disebabkan oleh keadaan endemik suatu parasit, kemampuan adaptasi parasit di tubuh inang, kecocokan inang untuk kelangsungan hidup parasit dan kualitas lingkungan (Diba, 2. Derajat infeksi pada organ-organ pencernaan ikan kerapu cantang menunjukan bahwa lambung dan organ mulut merupakan lokasi preferensial bagi jenis endoparasit tersebut. Faktor preferensial tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor kemudahan untuk mendapatkan nutrisi. Organ lambung dan organ mulut menyediakan sumber nutrisi bagi endoparasit seperti darah, cairan tubuh, sel jaringan, sari makanan yang terkandung dalam lumen . lambung dan usus. Sesuai dengan pernyataan (Moller dan Kiel 1. bahwa organ pencernaan inang merupakan mikrohabitat bagi setiap cacing yang merupakan sumber bahan organik yang juga merupakan makanan yang siap diserap oleh tubuh cacing parasitik, (Syamsul & Abdulgani 2. menambahkan bahwa mikrohabitat parasit adalah lingkungan atau tempat yang mendukung kehidupan parasit. Lingkungan atau tempat tinggal tersebut harus tersedia makanan, oksigen dan faktor lainnya termasuk didalamnya kompetisi antar spesies. Asupan pakan yang diberikan baik tiga lokasi budidaya tanjungpinang cukup beragam, asupannya dapat berupa pellet dan ikan rucah yang diperoleh dari beberapa pasar sekitar maupun tangkapan langsung dari laut bebas. Pemberian pakan terhadap ikan kerapu macan dalam KJA di ketiga lokasi tersebut tersebut tidak serapi dan tertib . anajemen pemberian paka. sebagaimana tempat budidaya-budidaya ikan laut di beberapa daerah lainnya. Zainudin . menyatakan bahwa dalam pemberian pakan budidaya ikan kerapu cantang yang baik agar terhindar dari infeksi parasit dan penyakit, pakan yang diberikan dapat berupa pakan segar seperti ikan segar atau ikan yang dibekukan dan pakan buatan seperti pakan pembuatan pabrik yang nutrisinya dapat memenuhi kebutuhan energi dan pembentukan daging ikan budidaya. Wahju . menambahkan bahwa usaha budidaya ikan kerapu cantang yang baik dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang cukup sehingga metabolisme ikan lancar dan ikan menjadi sehat, menjaga kebersihan jaring agar tidak ada sisa pakan yang dapat mengundang ikan-ikan kecil perusak jaring dan pembawa parasit serta pemberian beberapa vitamin terutama vitamin C yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh ikan sehingga tahan terhadap serangan penyakit Endoparasit yang mampu hidup pada organ usus dan lambung memiliki kemampuan untuk resisten . emampuan mengatas. terhadap mekanisme pencernaan inangnya, tahan atau mampu melawan respon imun dari inang dan mampu bertahan di dalam usus yang anaerob karena suplai oksigen diperoleh dengan cara menyerap nutrisi. Umumnya endoparasit memiliki struktur tubuh yang mampu beradaptasi dengan kondisi di dalam lambung seperti Anisakis simplex dan Capillaria philippininensis yang memiliki lapisan epidermis yang menyekresi sebuah lapisan kutikula yang berfungsi untuk melindungi tubuhnya dari enzim-enzim pencernaan di dalam tubuh inangnya. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini di HSRT Mina Bina Sejahtera, ditemukannya cacing endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan kerapu cantang yaitu Lecithochirium jaffense di usus. Capillaria philippininensis di lambung dan di mulut terdapat spesies parasit Caligus sp. Lepeophteirus salmonis. Lepeophtheirus sekii. Aphotopontius sp, sedangkan di Maju Mandiri Madong ditemukannya spesies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis di bagian mulut dan di RM Ramdhan Dompak ditemukannya spesies Caligus sp. Lepeophteirus salmonis, di bagian mulut. Anisakis simplex di lambung. DAFTAR PUSTAKA