GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 ANALISIS SELF-ESTEEM ANAK USIA PRASEKOLAH Wilda Maulidia1. Heri Yusuf Muslihin2. Nuraly Masum Aprily3 1,2,3Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia 1wildamaulidia@upi. Abstrak Self-esteem merupakan sebuah penilaian seseorang terhadap dirinya. Penting bagi seorang anak prasekolah memiliki self-esteem yang tinggi untuk mendukung proses pembelajaran anak di sekolah. Karena self-esteem tinggi akan membuat anak lebih merasa percaya diri, lebih merasa dihargai, serta anak akan lebih yakin dalam menyelesaikan tugas di sekolah. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara dan observasi sebagai teknik dalam pengumpulan data. Lokasi dalam penelitian ini yaitu di SPS TAAM Al-Fauziyah yang berlokasi di kota Tasikmalaya, dengan sampel seluruh siswa kelompok A dan B di SPS TAAM Al-Fauziyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-esteem anak dalam keadaan cukup baik, terlihat dari banyak anak yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Serta banyak anak yang mudah beradaptasi serta bersosialisasi dengan teman lainnya di kelas. Kata-kata kunci: Self-Esteem. Anak Usia, kualitatif. Pendahuluan Anak merupakan makhluk yang khas, dimana setiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda sesuai dengan karakteristik anak serta usia anak. Perkembangan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan anak. Perkembangan pada anak usia dini . -6 tahu. sangat penting untuk diperhatikan, karena pada masa ini anak eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia akan lebih mudah dalam memahami segala sesuatu yang ada disekitarnya serta perkembangan anak terjadi dengan sangat cepat, sehingga seringkali masa ini disebut sebagai masa golden age pada anak usia dini dan pada masa ini juga karater serta kepribadian anak akan mulai terbentuk (Purnamasari & Imah, 2020, hal. Menurut (Desmita, 2. perkembangan merupakan serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap didalam diri individu menuju kematangan diri melalui pertumbuhan dan Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ulfa & Na'imah . 0, hal. , bahwa perkembangan adalah proses perubahan tingkah laku yang belum matang menjadi matang, dari prilaku individu yang bergantung akan segala hal menjadi individu yang mandiri. Selain itu. Arifudin . mengungkapkan bahwa perkembangan merupakan aspekaspek perubahan dalam diri individu yang bersifat psikis atau bersifat Dari beberapa pengertian di atas, perkembangan merupakan perubahan perilaku individu yang bersifat psikis atau kualitatif dengan tujuan menjadi individu yang lebih matang. Proses perkembangan pada anak sangat memerlukan pengawasan serta bimbingan dari orang dewasa disekitar anak karena pada usia dini anak belum mengetahui mana yang baik dan tidak baik serta belum bisa membedakan hal yang positif dan negative (Luthfillah. Muslihin, & Rahman, 2022, hal. Sehingga faktor lingkungan dapat memberikan pengaruh pada perkembangan anak (Septiani. Widyaningsih, & Igomh, 2016, hal. Untuk itu, perkembangan seorang anak tidak terlepas dari peran orang-orang disekitarnya, diantaranya perang orang tua, keluarga, serta guru di sekolah. Orang tua merupakan orang terdekat dengan anak yang pertama sehingga dapat memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan anak. Setelah anak bertambah usianya serta anak sudah dapat memasuki jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) maka orang terdekat dengan anak berpindah kepada guru di sekolah, karena guru merupakan orang dewasa yang mengawasi anak ketika di sekolah, serta guru berperan sebagai pengganti orang tua bagi anak sehingga dapat memberikan pengaruh dalam aspek-aspek perkembangan anak. Pendidikan anak usia dini merupakan pemberian layanan bagi anak usia dini sebagai upaya untuk menstimulus, membimbing, merawat, serta memberikan kegiatan belajar untuk menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak (Sujiono, 2013, hal. Pendidikan anak usia dini GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia (PAUD) tidak terlepas dari peran guru dalam pembelajaran di sekolah. Dalam pendidikan anak usia dini, guru berperan untuk memberikan pembinaan pada potensi-potensi yang dimiliki anak (Angkur, 2. Beberapa peran guru dalam pendidikan anak usia dini menurut Basri . 9, hal. diantaranya: . Sebagai Pelaksanan Pembelajaran, . Sebagai Evaluator, . Sebagai Komunikator, . Sebagai Administrator. Pendidikan pada masa usia dini penting untuk diberikan kepada anak, karena pada usia dini, pertumbuhan dan perkembangan anak akan sangat pesat terjadi. Adapun menurut (Beaty, 2. aspek penting dalam diri anak salah satunya yaitu mengenai perkembangan konsep diri (SelfConcep. meliputi citra diri (Self Imag. dan harga diri(Self Estee. Beberapa ahli berpendapat bahwa self-esteem dan self-concept merupakan dua hal yang berbeda, meskipun memiliki sebuah hubungan (Desmita, 2. Seperti yang di jelaskan oleh Dacey dan Kenny . alam Desmita, 2. bahwa AuWhere as self-concept answers the question AuWho am I?Ay, self-esteem answers the question AuHow do I feel about who I am?Ay self-esteem is related to selfconcept. As well defined self-concept leads to hight self-esteem, which in turn often leads to successful behavior. Ay Harga diri merupakan evaluasi emosional menganai perasaan anak akan penampilannya, jenis kelaminnya, posisinya dalam keluarga, serta kemampuan anak (Diananda, 2. Self-esteem diperlukan oleh anak dalam kehidupan sehari-hari karena self-esteem dapat mempengaruhi perilaku anak setiap harinya dalam menghadapi berbagai peristiwa yang mereka hadapi (Anggraeni. Hartati, & Nurani, 2019, hal. Self-esteem penting untuk dimiliki anak karena dapat mempengaruhi perilaku anak, motivasi, tingkat kepuasan hidup, kesejahteraan psikologi anak, serta kepercayaan dalam diri anak (Kamaruddin. Tabroni, & Azizah. Menurut ismarni . alam Aprily. Rizqi, & Purwati, 2. mengatakan bahwa harga diri merupakan salah satu ciri dalam moral feeling yang penting untuk dimiliki anak agar anak memiliki karakter kepribadian yang Terwujudnya self-esteem yang tinggi tidak terlepas dari peran berbagai orang disekitar anak. salah satu peran terpenting dalam meningkatkan selfesteem anak yaitu peran seorang guru di sekolah. Untuk itu, seorang guru harus memiliki berbagai strategi yang dapat meningkatkan self-esteem dalam diri anak. Metode . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelompok A dan B di SPS TAAM AlFauziyah yang berapada di kecamatan Cibeureum. Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri serta lembar wawancara yang digunakan untuk melengkapi data yang didapatkan sebelumnya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengguanakan analisis data menurut Miles and Huberman . alam Sugiyono, 2021, hal. , yaitu: . Pengumpulan data, . Reduksi data, . Penyajian data, . Verivication dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Hasil SPS TAAM Al-Fauziyah merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berlokasi di Kecamatan Cibeureum. Kota Tasikmalaya. upaya dalam meningkatan self-esteem pada anak di SPS TAAM Al-Fauziyah dilakukan oleh guru melalui berbagai cara, diantaranya dengan cara memilih dan mnyediakan kegiatan belajar yang dapat meningkatkan self-esteem anak seperti dengan menggunakan kegiatan bermain dalam belajar yang dilakukan secara berkelompok. Guru juga memberikan ruang bagi anak untuk berani tampil di depan kelas agar dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam dirinya. Selain hal tersebut, guru juga melakukan pendekatan dengan anak-anak yang sulit saat berpisah dengan pengsuh utama sehingga anak-naak memiliki kemelekatan yang baik dengan guru. Hal-hal tersebut dilakukan sebagai upaya guru dalam meningkatkan self-esteem dalam diri anak di SPS TAAM Al-Fauziyah. Dari berbagai strategi yang dilakukan guru dalam upaya meningkatkan self-esteem anak di SPS TAAM Al-Fauziyah, terlihat bahwa beberapa anak dapat dengan mudah berpisah dari pengasuh utama meskipun memerlukan waktu yang cukup lama, kemudian terlihat beberapa anak dapat mengikuti pembelajara dari awal sampai akhir dengan fokus, selain itu beberapa anak juga terlihat cukup berani ketika tampil di depan kelas serta berani dalam mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Pembahasan Self-esteem (Harga Dir. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia Self-esteem merupakan sebuah penilaian individu akan hasil pencapaian dirinya dengan melihat seberapa jauh perilaku tersebut memenuhi tingkat ideal dari dirinya sendiri (Wijayanti. Warsito, & Sari. Sejalan dengan hal tersebut. Baharuddin . 2, hal. mengemukakan bahwa self-esteem merupakan evaluasi diri terhadap diri sendiri, nantinya akan berhubungan dengan penerimaan individu terhadap dirinya sendiri. Selain itu, harga diri merupakan sebuah evaluasi diri yang dalam pembentukannya membutuhkan sebuah proses yang saling berhubungan serta didasari oleh pengalaman individu , dan bukan sebuah bawaan sejak individu lahir (Khasanah. Hadiyah, & Dewi, 2019, hal. Dari beberapa pengertian diatas, self-esteem atau harga diri merupakan sebuah penilaian individu akan dirinya sendiri yang didapatkan dari lingkungan sekitar individu serta bukan merupakan bawaan individu sejak Self-esteem merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak (Baharuddin, 2022, hal. Untuk itu, menanamkan self-esteem dalam diri anak harus menjadi perhatian bagi orang tua sejak anak usia dini, karena banyak sekali permasalahan yang akan diterima anak apabila memiliki tingkat self-esteem rendah (Kamaruddin. Tabroni, & Azizah, 2022, hal. Self-esteem bukan merupakan sifat bawaan individu yang tidak dapat diubah, tetapi setiap orang memiliki kemampuan untuk meningkatkan selfesteem yang ada pada dirinya (Puspita. Mugiarso, & Mulawarman, 2019. Seorang anak akan belajar meningkatkan self-esteem yang ada pada dirinya melalui eksplorasi dari berbagai hal yang ada disekitar mereka (Kamaruddin. Tabroni, & Azizah, 2022, hal. Harga diri tinggi pada anak akan membuat anak mudah dalam melakukan interaksi dengan orang-orang disekitarnya. Selain itu. Ningsih. Solfiah, & Novianti . menyebutkan bahwa harga diri tinggi berarti individu tersebut memandang dirinya sendiri secara positif. Selain itu, anak yang memiliki self-esteem tinggi maka akan meningkatkan rasa percaya diri dalam diri anak, rasa percaya terhadap diri sendiri, rasa mampu dalam diri sendiri, serta rasa berguna akan keberadaannya (Nikmarijal, 2022, hal. Untuk itu, anak yang memiliki self-esteem tinggi maka akan mudah dalam mengikuti pembelajaran dimana dia akan merasa yakin dalam menyelesaika tugas dan mencapai prestasi yang diharapkan. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia Berbeda dengan harga diri tinggi pada anak, harga diri rendah dalam diri anak akan merasa dirinya tidak berharga, merasa rendah diri, merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas, serta tidak memiliki teman yang banyak (Anggraeni. Hartati, & Nurani, 2019, hal. Selain itu, siswa yang memiliki self-esteem rendah cenderung mengalami sedikit sulit dalam upaya mengungkapkan serta menyampaikan akan dirinnya sendiri (Sulaiman. Shabrina, & Sumarni, 2021, hal. Adapun Maria dan Novianti . alam Firdausia. Novianti, & Kurnia, 2020, hal. mengemukakan bahwa siswa yang memiliki harga diri rendah maka akan memandang dirinya secara negatif serta terlalu fokus pada kelemahan yang dimilikinya. Harga diri rendah akan menyebabkan siswa memandang negatif terhadap dirinya sendiri serta akan memiliki rasa kurang percaya diri, dan cukup sulit dalam mengungkapkan apa yang Dari penjelasan-penjelasan di atas, maka self-esteem tinggi sangat dibutuhkan bagi anak untuk mendukung anak dalam proses pembelajaran agar anak dapat mecapai prestasi serta tujuan dari pembelajaran. Selain itu, self-esteem tinggi akan membuat anak dapat memandang positif dirinya Indikator self-esteem Berpisah dengan mudah dari pengasuh utama. Beberapa anak sering kali mengalami kesulitan saat akan berpisah dari pengasuh utama di sekolah, karena lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang baru bagi anak, sehingga anak seringkali akan merasa takut ditinggalkan dan diabaikan. Anak yang memiliki self-esteem tinggi maka dia akan mudah untuk berpisah dengan orang tua saat akan memasuki sekolah. Adapun jika anak sulit dalam berpisah dari pengasuh utama, guru dapat meberikan motivasi dan pendekatan terhadap anak agar anak merasa nyaman dengan guru dan lingkungan sekolah yang baru bagi mereka, sehingga anak akan mudah saat akan berpisah dari pengasuh Kemelekatan yang tinggi dengan guru. Ketika anak sudah percaya dan nyaman dengan guru di sekolah, maka anak akan mudah berpisah dari orang tua. Sehingga apabila anak sudah memiliki kemelekatan yang baik dengan guru, maka anak akan GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia memiliki minat tinggi dalam belajar. Akan tetapi, jika anak belum memiliki kemelekatan yang baik dengan guru, guru dapat melakukan berbagai upaya untuk menghadapinya, seperti dengan melakukan pendekatan kepada anak dengan cara memberikan senyuman saat bertemu dengan anak, menyapa anak saat pertama masuk sekolah. Menyelesaikan tugas dengan baik. Salah satu bagaian dari harga diri anak ketika di sekolah yaitu keberhasilan anak dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru dengan guru dapat memberikan pujizn ddeskriptif terhadap anka untuk menghargai usaha anak dalam menyelesaikan tugas. Apabila anak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas, maka guru berperan penuh dalam mendampingi anak sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Memilih kegiatan tanpa bantuan. Anak yang sudah memiliki rasa self-esteem yang tinggi dalam dirinya, maka ia akan lebih merasa mudah dalam menjelajah berbagai kegiatan belajar di kelas, serta merasa lebih mudah dalam mencoba berbagai kegaiatan belajar yang menarik menurutnya disaat pertama kali anak Untuk menciptakan hal tersebut dalam diri anak, maka guru harus menciptakan suasana kelas yang nyaman serta menarik bagi anak. Apabila anak belum dapat memilih kegiatan sendiri maka guru dapat memberikan anak waktu untuk memilih kegiatan yang diinginkan serta guru dapat menjadi pangkalan bagi anak untuk memilih kegiatan tersebut. Bermain dengan anak lain. Dapat mengajak bermain anak lainnya merupakan bagian dari upaya meningkatkan harga diri dan sosial anak. Harga diri tinggi dalam diri anak maka akan mempermudah anak dalam berinteraksi dan bermain dengan teman-teman lainnya. Apabila anak belum merasa siap untuk bermain dengan teman lainnya, maka guru dapat membentuk sebuah kelompok bermain agar anak memiliki teman bermain sehingga anak akan mulai berinteraksi dengan teman di kelas. Bermain dengan percaya diri dalam permainan seni peran. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia Anak yang memiliki self-esteem tinggi akan dapat menyesuaikan diri ketika sedang bermain peran di dalam kelas, anak dapat membedakan situasi dalam bermain peran dan situasi nyata di kelas. Apabila hal tersebut belum terlihat dalam diri anak guru dapat memberikan motivasi pada anak serta memberikan gambaran bagaimana dalam bermain peran. Membela hak sendiri. Rasa keakuan perlu untuk dimiliki oleh anak untuk membela hak dirinya Harag diri tinggi dapat menjadikan anak lebih percaya diri dalam mempertahankan haknya. Apabila hal tersebut belum dimiliki anak, maka guru dapat memberikan contoh bagaimana cara mempertahannkan miliknya, serta memebrikan pembelaan terhadap anak yang benar. Menampilkan antusiasme dalam mengerjakan berbagai hal oleh Harga diri tinggi dalam diri anak akan mengakibatkan anak memiliki rasa percaya diri dalam melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga ana akan memiliki antusiasme tinggi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Apabila hal tersebut belum dimiliki anak, maka guru dapat memberikan contoh kepada anak dengan selalu bersikap antusias dalm mengikuti pembelajaran. Strategi dalam meningkatkan self-esteem anak Terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan self-esteem dalam diri anak, sejalan dengan yang diungkapkan oleh Kamaruddin. Tabroni, & Azizah . 2, hal. Hindari bersikap kasar kepada anak. Hindari perkataan kata-kata yang kasar serta perbuatan yang buruk kepada anak, seperti berteriak kepada anak, mencubit anak, serta memukul Karena apabila anak menerima hal-hal tersebut, tidak akan menambah rasa percaya diri serta meningkatkan self-esteem anak, tetapi anak akan memiliki rasa rendah diri, serta menilai dirinya negatif, dengan begitu anak akan memiliki self-esteem yang rendah. Tanamkan penghargaan dalam diri anak. Guru harus memiliki berbagai strategi untuk menanamkan rasa haga diri dalam diri anak, seperti jika anak memiliki kekurangan dalam dirinya GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Self-Esteem Anak Usia Prasekolah Wilda Maulidia jangan sampai hal tersebut membuat anak terpuruk, maka guru harus mencari cara untuk mencari jalan keluarnya. Seperti dengan mengembangkan keahlian serta keterampilan yang dimiliki anak sehingga anak tidak terllau memikirkan kekurangan yang dimilikinya. Berikan pujian terhadap anak. Memberikan pujian terhadap anak akan mengembangkan kekuatan, keberanian, serta motivasi dalam diri anak. Melalui pemberian pujian kepada anak, maka anak akan merasa lebih dihargai sehingga self-estem dalam diri anak akan meningkat. Akan tetapi, dalam memberikan pujian kepada anak, harus diperhatikan oleh guru jangan sampai berlebihan dalam memberikannya, karena jia terlalu berlebihan maka akan tidak baik bagi anak. Berikan teladan baik bagi anak. Anak merupakan insan yang mudah meniru, untuk itu guru harus memberikan contoh yang baik terhadap anak, karena guru merupakan role model bagi anak saat berada di sekolah. Guru harus memperlihatkan kepada anak dengan mencerminkan self-esteem yang tinggi sepertihalnya merasa percaya diri dan memiliki sifat optimis. Menciptakan suasana kelas yang nyaman bagi anak. Dengan terciptanya suasana kelas yang nyaman bagi anak, maka akan membuat anak merasa dihargai akan keberadaannya, sehingga anak akan mengikuti aktivitas belajar dengan baik. Kesimpulan Harga diri yang dimiliki siswa di SPS TAAM Al-Fauziyah cukup baik, dengan terlihat bahwa banyaknya anak yang sudah bisa berpisah dari pengasuh utama, serta beberapa anak memiliki kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi sebuah masalah dan dalam menyelesaikan tugas Daftar Pustaka