JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Implementasi Media Flashcard dalam Pembelajaran Berhitung Permulaan Anak Usia 5Ae6 Tahun di PAUD Bintang Cendikia Ciomas Masruroh1. Amat Hidayat2. Yolanda Pahrul3. Mutoharoh4. Umalihayati5 Universitas Bina Bangsa Serang Banten. Indonesia Email: zaynarifda@gmail. ABSTRACT This study aims to describe the implementation of flashcard media in early numeracy learning and to portray changes in early numeracy skills among children aged 5Ae6 years at PAUD Bintang Cendikia Ciomas. The research employed a qualitative descriptive Participants were 15 children in Group B, with the classroom teacher serving as the primary data source. Data were collected through classroom observations, semistructured interviews, and documentation, and were analyzed qualitatively through data organization, selection, display, and conclusion drawing. Trustworthiness was strengthened through technique triangulation. The findings indicate that play-based numeracy activities using flashcards were conducted in a structured and gradual manner, supported by daily lesson planning (RKH) and the use of number cards . Ae. accompanied by concrete pictures. During implementation, children showed positive responses in terms of increased enthusiasm, attention, and active participation. Descriptively, the results portray positive changes in recognizing number symbols, ordering numbers, and matching numbers with quantities. These findings suggest that flashcards may serve as an applicable instructional medium to support early numeracy learning in early childhood settings, particularly where prior instruction tended to be Keywords: Flashcards. Early Numeracy. Early Childhood. Play-Based Learning Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media flashcard dalam pembelajaran berhitung permulaan serta menggambarkan perubahan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5Ae6 tahun di PAUD Bintang Cendikia Ciomas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah Kelompok B yang berjumlah 15 anak, dengan sumber data utama guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui pengorganisasian data, pemilahan, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis bermain menggunakan flashcard dilaksanakan melalui kegiatan yang terstruktur dan bertahap, didukung perencanaan RKH serta desain kartu angka 1Ae10 yang disertai gambar konkret. Selama pelaksanaan, anak menunjukkan respons positif berupa peningkatan antusiasme, fokus, dan keterlibatan. Secara deskriptif, terdapat gambaran perubahan positif pada kemampuan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, dan mencocokkan bilangan dengan jumlah Temuan ini menegaskan bahwa media flashcard dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang aplikatif untuk mendukung pembelajaran berhitung permulaan pada JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. anak usia dini, khususnya dalam konteks pembelajaran yang sebelumnya cenderung Kata kunci: Flashcard. Berhitung Permulaan. Anak Usia Dini. Pembelajaran Berbasis Bermain *** PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menekankan pada fondasi pertumbuhan dan enam aspek perkembangan anak, yaitu nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, yang disesuaikan dengan keunikan serta tahapan perkembangan anak pada kelompok usia dini (Lilis Madyawati, 2. Pada rentang usia 0Ae6 tahun, anak berada pada fase golden age, yakni periode perkembangan yang berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat agar potensi anak dapat berkembang optimal (Talango, 2. Dalam konteks ini, aspek kognitif menjadi salah satu perhatian penting, termasuk kemampuan berhitung permulaan sebagai bekal awal bagi anak untuk mengenal konsep bilangan, urutan, dan kuantitas dalam aktivitas sehari-hari. Namun, praktik pembelajaran berhitung permulaan di lembaga PAUD masih sering menghadapi kendala. Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di PAUD Bintang Cendikia pada Kelompok B yang berjumlah 15 anak menunjukkan bahwa sekitar 66,67% anak masih memiliki kemampuan berhitung permulaan yang rendah. Kondisi ini terlihat ketika guru meminta anak mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan, tetapi sebagian besar anak belum mampu melakukannya. Situasi tersebut diduga berkaitan dengan kecenderungan penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan bersifat konvensional, sehingga minat anak untuk terlibat aktif dalam aktivitas berhitung menjadi rendah. Temuan awal ini mengindikasikan perlunya media dan strategi pembelajaran yang lebih menarik, konkret, serta sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Salah satu alternatif yang relevan adalah penggunaan media flashcard. Beberapa kajian menunjukkan bahwa media flashcard dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan mendorong keaktifan anak dalam kegiatan belajar (Ramlah et al. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Media visual yang sederhana, mudah digunakan, dan memungkinkan pengulangan ini dinilai dapat memfasilitasi anak mengenal simbol angka serta menghubungkannya dengan jumlah benda secara lebih konkret. Selain mendukung aspek kognitif, penggunaan flashcard juga berpotensi memperkuat keterlibatan anak selama pembelajaran karena interaksi guruAeanak dapat berlangsung lebih aktif dan terarah. Dengan demikian, flashcard diposisikan bukan sekadar alat bantu, tetapi sebagai media yang dapat memperkaya pengalaman belajar berhitung permulaan melalui pendekatan bermain sambil belajar. Berdasarkan mendeskripsikan implementasi media flashcard dan menggambarkan perubahan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5Ae6 tahun di PAUD Bintang Cendikia Ciomas. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana perencanaan pembelajaran disusun, bagaimana media flashcard diterapkan dalam proses pembelajaran, serta bagaimana gambaran perubahan kemampuan anak setelah penerapan media tersebut dalam konteks Dengan penekanan pada deskripsi implementasi, penelitian ini diharapkan memberikan penguatan empiris tentang praktik penggunaan flashcard sebagai alternatif yang aplikatif untuk mengatasi rendahnya minat dan kemampuan berhitung permulaan anak, khususnya pada pembelajaran yang sebelumnya cenderung monoton. Pembahasan selanjutnya disajikan berdasarkan rumusan masalah dan landasan teori yang digunakan dalam penelitian. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang serta perilaku yang dapat diamati, dan digunakan untuk menangkap kualitas, nilai, serta makna di balik fakta melalui uraian naratif (Fitrah & Luthfiyah, 2. Dalam penelitian ini, pendekatan tersebut dipakai untuk mendeskripsikan secara rinci implementasi media flashcard dalam pembelajaran serta gambaran perubahan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5Ae6 tahun di PAUD Bintang Cendikia Ciomas. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok B PAUD Bintang Cendikia Ciomas dengan jumlah anak 15 orang. Sumber data utama berasal dari guru kelas sebagai pelaksana pembelajaran, sedangkan data pendukung berasal dari aktivitas belajar anak JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. dan dokumen pembelajaran. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berhitung permulaan menggunakan media flashcard untuk merekam langkah penerapan media, interaksi guruAe anak, keterlibatan anak, serta indikator kemampuan berhitung permulaan yang tampak . isalnya mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah bend. Wawancara semiterstruktur dilakukan kepada guru untuk menggali perencanaan pembelajaran, alasan penggunaan flashcard, prosedur penerapan, serta refleksi guru terhadap respons dan perkembangan anak. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa RKH, foto/arsip media flashcard, dan catatan kegiatan pembelajaran yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui pengorganisasian dan pemilahan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan tema-tema utama penelitian, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil implementasi media flashcard. Untuk menjaga keabsahan temuan, dilakukan triangulasi teknik dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga simpulan tidak bertumpu pada satu sumber data saja. HASIL DAN PEMBAHASAN Flashcard Flashcard merupakan kartu belajar berukuran kecil yang berisi gambar, teks, atau simbol yang berfungsi untuk mengingatkan dan mengarahkan peserta didik pada informasi tertentu yang berkaitan dengan visual pada kartu. Dalam praktiknya, ukuran flashcard dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas dan karakteristik peserta didik. media ini lazim digunakan karena sederhana, mudah dipindahkan, serta fleksibel untuk berbagai aktivitas pembelajaran (Wahyuni, 2. Selain itu, flashcard juga dipahami sebagai media kartu bergambar yang menyajikan rangkaian pesan visual disertai keterangan pada setiap gambar, sehingga anak dapat menghubungkan simbol, gambar, dan makna secara lebih konkret (Saputri, 2. Dalam konteks pembelajaran, flashcard tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai pemantik atensi dan minat belajar karena mampu merangsang proses mengingat dan pengenalan simbol secara bertahap. Media ini pada umumnya memiliki dua sisi, yaitu sisi yang menampilkan gambar/teks/simbol dan sisi lain yang memuat keterangan atau penjelasan yang berkaitan. Karakter tersebut menjadikan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. flashcard praktis digunakan untuk aktivitas pengulangan . secara menyenangkan, sekaligus membantu anak membangun keterkaitan antara simbol dan konsep yang dipelajari (Wahyuni, 2020. Najiha Amalia & Raden Rachmi, 2. Berdasarkan berbagai definisi tersebut, dapat ditegaskan bahwa flashcard adalah media pembelajaran berbentuk kartu bergambar yang dirancang untuk mempermudah proses belajar melalui stimulus visual, sehingga anak lebih terbantu dalam mengingat, mengenali, dan memahami informasi yang ditampilkan. Penggunaan flashcard dalam kegiatan pembelajaran juga merupakan proses yang melibatkan pemanfaatan kartu sebagai alat bantu untuk menghubungkan informasi, merangsang daya pikir, serta menumbuhkan minat belajar. Oleh karena itu, sebelum kegiatan menggunakan flashcard dilaksanakan, guru perlu menjelaskan teknis dan aturan permainan agar aktivitas berlangsung terarah, tertib, dan sesuai tujuan pembelajaran. Perencanaan dan langkah penerapan media flashcard Penerapan media flashcard dalam pembelajaran berhitung permulaan dilakukan melalui langkah-langkah permainan yang terstruktur dan berbasis aktivitas bermain. Guru membagikan kartu kepada anak dalam keadaan tertutup, kemudian pada aba-aba tertentu anak membuka kartu secara bersamaan dan mencari barisan sesuai kartu yang dipegang tanpa bersuara dalam batas waktu yang ditentukan. Pola permainan semacam ini sejalan dengan prinsip pembelajaran anak usia dini yang menekankan keterlibatan aktif, eksplorasi, dan suasana belajar yang menyenangkan . earning through pla. (Berk. Dengan pendekatan tersebut, anak tidak hanya terlibat secara kognitif, tetapi juga secara sosial dan emosional dalam proses belajar berhitung. Dari sisi perencanaan, guru menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH) dengan mengacu pada indikator perkembangan kognitif anak usia 5Ae6 tahun, khususnya kemampuan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, dan mencocokkan bilangan dengan jumlah benda. Media flashcard dirancang dengan memperhatikan prinsip visual learning, yaitu penggunaan warna cerah, ukuran simbol yang jelas, serta gambar konkret yang dekat dengan pengalaman anak. Temuan ini selaras dengan pendapat Piaget . alam Santrock, 2. yang menegaskan bahwa anak usia prasekolah berada pada tahap praoperasional, sehingga pembelajaran berbasis simbol konkret dan visual lebih efektif dalam membantu anak membangun pemahaman numerik awal. Selain itu, penggunaan media visual sederhana seperti flashcard terbukti dapat meningkatkan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. fokus dan retensi anak dalam pembelajaran berhitung permulaan (Clements & Sarama. Hasil wawancara dengan Guru Kelompok B menunjukkan bahwa penggunaan flashcard dipilih secara sadar karena media tersebut dinilai mampu menarik perhatian anak dan mempermudah guru dalam menyampaikan konsep bilangan. Guru menyiapkan flashcard angka 1Ae10 yang dilengkapi gambar benda dengan jumlah sesuai, sehingga anak memperoleh bantuan visual saat menghubungkan lambang bilangan dengan konsep Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa media kartu bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi awal karena memfasilitasi hubungan antara simbol angka dan representasi konkret jumlah (Ramani & Siegler, 2008. Ramlah et al. , 2. Dengan demikian, perencanaan dan langkah penerapan media flashcard yang dilakukan guru tidak hanya relevan secara praktis, tetapi juga memiliki landasan teoretis dan empiris yang kuat. Pelaksanaan pembelajaran berhitung permulaan menggunakan media flashcard Pelaksanaan pembelajaran berhitung permulaan menggunakan media flashcard dilakukan melalui kegiatan bermain yang terstruktur dan bertahap. Pada tahap awal, guru memperkenalkan kartu angka kepada anak dan menjelaskan aturan permainan secara Selanjutnya, anak diajak mengikuti aktivitas mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda, mengurutkan angka, serta menyebutkan angka yang ditampilkan pada flashcard. Selama proses pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan kegiatan, memberikan contoh, serta membantu anak yang mengalami Pola pelaksanaan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berhitung tidak disajikan dalam bentuk latihan abstrak, tetapi dikemas melalui aktivitas konkret yang sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini (Baroody, 2017. Adawurah, 2. Hasil observasi selama kegiatan berlangsung menunjukkan adanya respons positif dari anak terhadap penggunaan media flashcard. Anak tampak lebih antusias, fokus, dan terlibat aktif dalam mengikuti setiap tahapan permainan dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang cenderung bersifat monoton. Anak lebih berani mencoba menyebutkan angka, mencocokkan kartu dengan jumlah benda, serta bekerja sama dengan teman dalam menyusun urutan bilangan. Temuan ini sejalan dengan pandangan Berk . yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis bermain mampu meningkatkan keterlibatan kognitif dan emosional anak, sehingga anak lebih mudah JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. memahami konsep yang dipelajari. Media visual seperti flashcard juga membantu anak mempertahankan perhatian karena informasi disajikan secara sederhana dan menarik (Clements & Sarama, 2. Dari sisi kemampuan berhitung permulaan, pelaksanaan pembelajaran menggunakan flashcard memberikan gambaran adanya perubahan positif pada sebagian besar anak. Anak yang sebelumnya mengalami kesulitan mulai menunjukkan kemampuan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, dan mencocokkan bilangan dengan jumlah benda secara lebih tepat. Meskipun penelitian ini tidak dimaksudkan untuk mengukur peningkatan secara kuantitatif, hasil pengamatan dan refleksi guru menunjukkan bahwa penggunaan flashcard membantu anak memahami konsep bilangan secara lebih konkret dan bertahap. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa media kartu bergambar efektif dalam mendukung perkembangan numerasi awal anak usia dini karena memfasilitasi hubungan antara simbol angka dan representasi jumlah (Ramani & Siegler, 2008. Ramlah et al. Dengan demikian, penggunaan media flashcard dalam pembelajaran berhitung permulaan dapat dipahami sebagai praktik pembelajaran yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan kualitas proses belajar anak usia dini. Gambaran hasil implementasi media flashcard terhadap kemampuan berhitung permulaan anak Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi selama proses pembelajaran, implementasi media flashcard memberikan gambaran positif terhadap perkembangan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5Ae6 tahun. Anak mulai menunjukkan peningkatan dalam mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, serta mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda yang sesuai. Perubahan ini terlihat dari keterlibatan anak yang semakin aktif dalam setiap kegiatan serta berkurangnya keraguan anak saat diminta menyebutkan atau menunjukkan angka tertentu. Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan media visual konkret membantu anak memahami konsep bilangan secara lebih mudah dan bertahap, sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif anak usia dini (Santrock, 2. Hasil refleksi guru juga menunjukkan bahwa anak yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam kegiatan berhitung permulaan mulai memperlihatkan kemajuan setelah pembelajaran menggunakan flashcard. Anak tampak lebih percaya diri saat berinteraksi JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. dengan angka dan lebih cepat merespons instruksi guru. Media flashcard membantu anak memusatkan perhatian karena informasi disajikan secara sederhana, berwarna, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Hal ini sejalan dengan pandangan Clements dan Sarama . yang menegaskan bahwa pembelajaran numerasi awal akan lebih efektif apabila anak diberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, dan berulang dalam suasana yang menyenangkan. Meskipun penelitian ini tidak bertujuan untuk mengukur peningkatan kemampuan berhitung secara kuantitatif, gambaran hasil implementasi menunjukkan bahwa media flashcard berperan sebagai sarana pendukung yang efektif dalam proses pembelajaran berhitung permulaan. Penggunaan media ini membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih variatif dan tidak monoton, sekaligus memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui aktivitas bermain. Temuan ini memperkuat hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa media kartu bergambar dapat mendukung perkembangan kemampuan numerasi awal anak usia dini dengan cara memfasilitasi hubungan antara simbol angka dan representasi konkret jumlah (Ramani & Siegler, 2008. Ramlah et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi media flashcard dalam pembelajaran berhitung permulaan di PAUD Bintang Cendikia Ciomas memberikan gambaran positif terhadap proses dan hasil belajar anak usia 5Ae6 tahun. Media flashcard digunakan sebagai alat bantu visual yang mendukung pembelajaran berbasis bermain, sehingga anak lebih tertarik, aktif, dan terlibat dalam kegiatan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, serta mencocokkan bilangan dengan jumlah benda. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru melalui penyusunan Rencana Kegiatan Harian (RKH) serta pemilihan flashcard dengan desain sederhana dan konkret membantu pelaksanaan pembelajaran berjalan lebih terarah dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Selama proses pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui aktivitas bermain yang JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Meskipun penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dan tidak dimaksudkan untuk mengukur peningkatan kemampuan berhitung secara kuantitatif, hasil observasi dan refleksi guru menunjukkan adanya perubahan positif pada kemampuan berhitung permulaan anak. Dengan demikian, penggunaan media flashcard dapat dipahami sebagai alternatif media pembelajaran yang aplikatif dan relevan untuk mendukung pengembangan kemampuan berhitung permulaan anak usia dini, khususnya dalam konteks pembelajaran yang sebelumnya cenderung monoton. *** DAFTAR PUSTAKA