AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Analisis Percepatan Pekerjaan Proyek Menggunakan Metode Zonasi Dan Non Zonasi (Studi Kasus Proyek Pembangunan Km House Dharmahusada Indah Timur Blok M No. Grianto 1. Bambang Sujatmiko 2. Rizki Astri Apriliani3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Dr. Soetomo. Surabaya. Indonesia renaniyan@gmail. sujatmiko@unitomo. apriliani@unitomo. 1,2,3 Abstract In the implementation of luxury home projects carried out mainly in the city of Surabaya, in general, project work uses a nonzoning system with a large RAB, long time, excessive procurement of formwork materials, so the zoning planning method was chosen by the author with the aim of research analyzing and comparing RAB. S curve Schedule and drawings, also formwork work analysis . oning and non-zonin. There are 4 methods in this study. First is analyzing the comparison of non-zoning . and zoning RAB data. Second is the S Curve Schedule for non-zoning . and zoning. Third is the Schedule using non-zoning . and zoning drawings. Fourth is the Coefficient Analysis of non-zoning . and zoning formwork work. the data analyzed is the coefficient analysis data from the contract RAB . on-zonin. Analysis of the data used for the RAB, comparative analysis of the unit price of formwork work from the non-zoning and zoning RAB. The S Curve Schedule and schedule use drawings, comparative analysis of duration, time, weight of non-zoning and zoning work. Analysis of formwork price, analysis of wood usage coefficient and rental period of non-zoning and zoning scaffolding. The results obtained from data analysis. RAB difference in total value of non-zoning RAB (Contrac. Rp 12,369,976,000. 00 and Zoning RAB Rp 11,598,568,000. Schedule Curve's and Schedule using images are graphs of work performance and zoning and non-zoning schedule images. Analysis of formwork work costs is a comparison of unit prices of non-zoning and zoning systems and also procurement of formwork materials and rental time for formwork scaffolding. The conclusion obtained from this study is that the RAB knows the nominal profit. Schedule Curve's and Schedule images of implementation time which is 13 weeks faster than the contract. Analysis of formwork work prices is more efficient in use and procurement. Keywords : zoning, methods, images, schedule and duration Abstrak Dalam pelaksanaan proyek rumah mewah yang dilaksanakan terutama pada kota Surabaya pada umumnya pekerjaan proyek menggunakan sistem non-zonasi dengan RAB yang besar,waktu yang lama, pengadaan material bekisting yang berlebihan, maka dipilihlah metode perencanaan zonasi oleh penulis dengan tujuan penelitian menganalisis dan membandingkan RAB,Schedule kurva S dan gambar,juga analisis pekerjaan bekisting . onasi dan non-zonas. Ada 4 metode dipenelitian ini, pertama menganalisis perbandingan data RAB non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi, kedua Schedule Kurva S zonasi non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi, ketiga Schedule dengan menggunakan gambar non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi,keempat Analisis Koofesien pekerjaan begisting non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi. data yang di analisis adalah data analisis koofisien dari RAB kontrak . on-zonas. Analisis data yang digunakan untuk RAB,analisis perbandingan harga satuan pekerjaan bekisting dari RAB non-zonasi dan zonasi. Schedule KurvaAoS dan schedule menggunakan gambar, analisis perbandingan durasi,waktu,bobot pekerjaan non-zonasi dan zonasi. Analisis harga perkejaan bekisting, analisis koofisien pemakaian kayu dan lama sewa perancah non-zonasi dan zonasi. hasil yang didapat dari Analisis data. RAB pebedaan nilai total RAB non-zonasi (Kontra. Rp 12. 000,00 dan RAB zonasi Rp 11. 000,00. Schedule KurvaAoS dan Schedule menggunakan gambar adalah grafik prestasi pekejaan dan gambar schedule zonasi dan non-zonasi. Analisis biaya pekerjaan begisting adalah perbandingan harga satuan sistem non-zonasi dan zonasi dan juga pengadaan material bekisting dan waktu sewa perancah bekisting. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah RAB mengetahui nominal keuntungan. Schedule KurvaAoS dan Schedule gambar waktu pelaksanaan yang lebih cepat 13 minggu dari kontrak. Analisis harga pekerjaan bekisting lebih hemat pemakaian dan pengadaan. Kata Kunci: zonasi , metode, gambar. Schedule dan durasi PENDAHULUAN Dalam pelaksanaan proyek khususnya di proyek rumah tinggal mewah untuk pelaksanaan pekerjaan Pembangunan menggunakan pembagian pekerjaan . on-zonas. maka dalam penelitian ini penulis merencanakan analisis perencanaan zonasi, dan Sistem zonasi merupakan merencanakan pola kerja dalam proyek berdasarkan pembagian zona kerja, yaitu dengan membagi beberapa zona kerja dilapangan lalu menentukan urutan pola Pembagian zona kerja nantinya akan membagi beberapa petak zona dilapangan berdasarkan volume pekerjaan bekisting yang sama dari setiap lantai. Proyek GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 Pembangunan Rumah Mewah KM. House M-8 Surabaya dikerjakan oleh kontraktor PT. Surya Andalan Bumi Persada. Proyek ini memiliki Bangunan 2813,4 mA. bangunan ini memiliki rincian 4 Lantai 1 Atap. Dan dengan target waktu pekerjaan 15 Bulan terhitung mulai tanggal 9 Oktober 2023 s/d 31 Desember 2024. Tipe yang akan digunakan untuk membangun proyek ini adalah dengan menggunakan metode non zonasi. Pada proyek ini waktu yang digunakan untuk penyelesaian proyek metode non zonasi yaitu dengan waktu 2 bulan tiap lantainya, maka dipilihlah topik pembahasan untuk penelitian ini dengan metode perbandingan sistem zonasi dan non-zonasi Metode zonasi ialah alternatif metode yang dapat digunakan dalam kasus ini dimana metode ini yaitu dilakukan dengan membagi proyek menjadi beberapa AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 bagian atau zona seperti zona 1, zona 2 dan zona - 3 dimana yang akan dikerjakan terlebih dahulu adalah zona 1, zona 2 dan kemudian Zona 3 proses pengerjaan zona 1 ke zona 2 ke zona 3 pengerjaannya secara berurutan dengan seperti itu penggunaan metode ini akan menjadi sangat efisien dalam membangun sebuah bangunan. Keuntungan sistem zonasi ialah membuat material yang digunakan untuk bekisting menjadi lebih hemat dan waktu pengerjaannya menjadi lebih cepat dan maksimal, sehingga diperroleh keuntungan nantinya dalam membangunan Proyek Pembangunan Rumah Mewah Dharmahusada Indah Timur Blok M Surabaya ini. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Zonasi Sistem zonasi merupakan merencanakan pola kerja dalam proyek berdasarkan pembagian zona kerja, yaitu dengan membagi beberapa zona kerja dilapangan lalu menentukan urutan pola kerjanya. Pembagian zona kerja nantinya akan membagi beberapa petak zona dilapangan berdasarkan volume pekerjaan bekisting yang sama dari setiap lantai. Dengan zona kerja dapat membantu memperkecil wilayah pengawasan, sehingga pekerjaan bisa mencapai hasil yang sesuai dengan perencanaan, selain itu membagi zona dapat memudahkan sirkulasi pekerjaan, transportasi alat serta material yang pada tipikal bentuknyasama setiap lantai. Lalu penentuan urutan pola kerja bertujuan untuk mengetahui urutan kerja yang nantinya akan bisa mempercepat kerja sehingga lebih (Ramadhan et al. , 2. Sistem Non-Zonasi System non zonasi merupakan pekerjaan Bekisting konvensional menggunakan material utama berupa kayu, multiplex, dan papan. Dalam proses pengerjaannya, bekisting dipasang sesuai dengan dimensi struktur yang akan dibangun. Setelah beton mengeras, bekisting dibongkar satu per satu lantainya. Bekisting ini umumnya hanya dipakai 2-3 kali pekerjaan dengan mempertimbangkan komponen yang masih dapat digunakan pada proses selanjutnya. (Rahadianto et al. Begisting Menurut (ARDITAMA et al. , 2. Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beban selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bekisting berfungsi sebagai cetakan sementara yang akan dilepas atau dibongkar apabila beton yang dituang telah mencapai kekuatan cukup. Menurut (Nasikhin, 2. Konstruksi bekisting sebaiknya direncanakan dan dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga kontruksi beton yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan seperti dibawah ini : Kualitas, bekisting harus didesain dan dibuat dengan kekakauan dan kekaurasian sehingga bentuk, ukuran, posisi, dan penyelesaian dari pengecoran dapat dilaksanakan sesuai dengan toleransi yang diinginkan. Keamanan, bekisting harus didirikan dengan kekuatan yang cukup dan faktir kemanan yang memadai sehingga GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. sanggup menahan/menyangga seluruh beban hidup dan mati tanpa mengalami keruntuhan atau bahaya bagi pekerja dan konstruksi beton. Ekonomis, bekisting harus dibuat secara efisien, meminimalisasi waktu dan biaya dalam proses pelaksanaan dan schedule demi keuntungan kontraktor dan owner . Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Sebagai dasar bahan atau input data perhitungan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) atau Bill of Quantity ( BQ ) adalah: Gambar for tender sebagai acuan untuk perhitungan volume pekerjaan Volume pekerjaan berdasarkan gambar for tender ( A ). Harga satuan satu pekerjaan / Analisa satuan pokok pekerjaan ( B ) Harga total satu pekerjaan ( C ) Penjumlahan semua hasil dari harga total pekerjaan (D) Dari data atau input data diatas akan didapat proses rumusan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) RAB ( D ) = Oc C ( penjumlahan total harga total semua pekerjaa. C = A X B (Volume pekerjaan x harga satuan pekerjaa. Sumber (SNI 7394:2008, 2. Metode Perencanaan Durasi Proyek Untuk penentuan dari pembuatan schedule input data yang diperlukan adalah : Prosentase Bobot pekerjaan ( A ) Nilai rupiah harga total satu pekerjaan ( B ) Penjumlahan total nilai rupiah dari keseluruhan pekerjaan ( C ) Waktu durasi yang direncanakan ( D ) Dari data diatas untuk mencari bobot yang diperlukan dari pembuatan time schedule kurva S adalah dengan A= ( yaA )X 100 = a. ya Sumber (SNI 7394, 2. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 METODE PENELITIAN Flowcart Pengolahan data dapat dilihat dari diagram alir berikut ini : ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Ocselisih RAB = D (RAB non zonas. Ae D (RAB zonas. Untuk penjabaran input data dan proses diatas dijabarkan seperti tabel 4. 2, untuk selisih Ocselisih RAB (Rencana Anggaran Biaya antara perencanaan sistim zonasi dan non zonasi (Kontra. ) pada proyek Pembanguan KM House M8. Dharmahusada Indah Timur Blok M No. 8 Surabaya. Tabel 4 1Perbedaan harga satuan RAB zonasi dan non- Tabel 4 2 Rekapitulasi RAB RT. KM House M-8 Perbedaan Metode Non Ae Zonasi dan Zonasi Gambar 1 Diagram Alir Dimana setelah dilakukan Analisa dan ditemukan waktu dan biaya dari metode sistem zonasi akan dilakukan perbandingan biaya dan waktu dari perbedaan kedua metode non zonasi. ANALISA DAN PEMBAHASAN RAB Pekerjaan Struktur Non-zonasi dan Zonasi Perhitungan RAB Pekerjaan Struktur Menggunakan Perencanaan Sistem Zonasi dan non-Zonasi Sebagai dasar bahan atau input data perhitungan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) atau Bill of Quantity (BQ) adalah: Gambar for tender sebagai acuan untuk perhitungan volume pekerjaan Volume pekerjaan berdasarkan gambar for tender (A ) Harga satuan satu pekerjaan / Analisa satuan pokok pekerjaan ( B ) Harga total satu pekerjaan ( C ) Penjumlahan semua hasil dari harga total pekerjaan (D) Dari data atau input data diatas akan didapat proses rumusan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) RAB ( D ) = Oc C ( penjumlahan total harga total semua pekerjaan ) a. C = A X B ( Volume pekerjaan x harga satuan pekerjaan ) a. Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) sistem zonasi dan non zonasi, terdapat perbedaan harga satuan pekerjaan (B) sehingga akan terlihat selisih keuntungan dari Rencana Anggaran Biaya sesuai non zonasi ( BQ ) Kontrak dan Rencana Anggaran Biaya perencanaan metode sistem zonasi dapat dijabarkan pada tabel 4. 1, sedangkan untuk mendapatan hasil perbedaan harga total Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) zonasi dan non zonasi didapatkan input data dan akan didapat rumusan selisih RAB sebagai berikut : GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 Non-zonasi No. PEKERJAAN i VII Pekerjaan Persiapan Pekerjaan tanah Pekerjaan Pondasi Pekerjaan Beton Pekerjaan Ground Watter Tank Pekerjan Baja Pekerjaan Penutup Atap Pek Struktur Tangga Selisih TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL 1 Jasa 10% TOTAL 2 Pembulatan Analisis pada table 4. 2 adalah sebagai berikut : Ocselisih RAB = D(RAB non zonasi ) - D(RAB zonasi ) a. Keterangan dari rumus analisis diatas adalah : D = Penjumlahan semua hasil dari harga total pekerjaan D (RAB non zonasi ) = Penjumlahan semua hasil dari harga total pekerjaan Non Zonasi D (RAB zonasi ) = Penjumlahan semua hasil dari harga total pekerjaan Zonasi Ocselisih RAB = Hasil Pengurangan dari harga total pekerjaan bob zonasi dan zonasi Schedule Kurva S Pelaksanaan Pekerjaan nonzonasi dan zonasi Schedule kurva S adalah perencanaan waktu pelaksanaan suatu pekerjaan dengan disertai bobot pekerjaan sehingga bisa menampilkan garis progress mengikuti bobot progress prestasi pekerjaan perminggu perbulan atau waktu yang diinginkan dalam perencanan prestasi pekerjaan . Tujuan schedule adalah supaya adanya jadwal pelaksanaan untuk menentukan urutan pekerjaan AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. berdasarkan kebutuhan dan keinginan waktu penyelesaian yang diinginkan oleh management proyek atau pemilik Syarat dari Schedule Kurva S non zonasi dan zonasi prosentase bobot harus diketahui terlebih dahulu. Untuk penentuan dari pembuatan schedule input data yang diperlukan adalah : Tabel 4. 6 Durasi Waktu Sesuai Kontrak ( Non Zonasi ) Prosentase Bobot pekerjaan Nilai rupiah harga total satu pekerjaan ( A ) Penjumlahan total nilai rupiah dari keseluruhan pekerjaan ( B ) Waktu durasi yang direncanakan Posentase Bobot = ( ya ) X 100 = yaA % a. Dari rumus diatas didapat Prosentase bobot pekerjaan non zonasi seperti tabel 4. 3 Prosentase Bobot Pekerjaan NonZonasi: Tabel 4. 3 Prosentase Bobot Pekerjaan Non-Zonasi Dari bobot dan durasi waktu yang sudah di analisis di dapat perbedaan waktu, non-zonasi . didapat waktu 65Minggu, sistem zonasi di dapat waktu 52Minggu, lebih cepat 13Minggu seperti Tabel 4. 8,Tabel 9 dan Tabel 4. 10 dan perbedaan pencapaian prestasi bobot pekerjaan seperti Tabel 4. 7 dibawah ini: Tabel 4. 7 Schedule Metode Sistem Zonasi Dari rumus diatas didapat Prosentase bobot pekerjaan zonasi seperti tabel dibawah ini : Tabel 4. 4 Prosentase Bobot Pekerjaan Zonasi Tabel 4. 8 Schedule Metode Sistem Zonasi Durasi waktu yang diperlukan zonasi sesuai Tabel 4. dibawah ini : Tabel 4. 5 Durasi Waktu Sesuai Perencanaan Zonasi Tabel 4. 9 Schedule Metode Non Zonasi : PEMBANGUNAN RUMAH RT. BP KELVIN : DHARMA HUSADA INDAH TIMUR M8 . SURABAYA S/D 09-Okt-23 31-Des-24 : PT. SURYA ANDALAN BINA PERKASA PEKERJAAN LOKASI WAKTU PELAKSAAN KONTRAKTOR MASTER SCHEDULE SESUAI KONTRAK ( NON ZONASI ) Durasi waktu yang diperlukan zonasi sesuai Tabel 4. dibawah ini : BOBOT Pekerjaan Persiapan Asuransi tenaga kerja oleh penerima tugas Laporan harian Rapat mingguan penerima tugas di lokasi Ijin dan biayanya Site management Pembersihan Selama Proses Pekerjaan Keamanan lokasi pekerjaan Pek Pembersihan awal proyek Tebang Pohon dan Buang Pek Pas Pagar Seng Pek Pasang Bouwplank Pek Direksikt Pek Gudang Bedeng Pekerja Pek Ultizet / Pengukuran Air kerja Listrik Kerja ( Jaringan Listrik Sudah Tersedia Gambar Kerja 4,2684 0,0445 0,1334 0,1334 5,2688 1,7607 0,6002 0,1778 0,1778 0,2751 0,0476 0,1441 0,1441 0,3201 0,3753 0,0889 0,1801 0,2502 Pekerjaan tanah Galian Galian Strauss / reboring Buang Tanah Galian Urug Sirtu Urug Pasir 0,6355 0,3473 0,6355 1,8985 0,4309 i Pekerjaan Pondasi Mob demob Alat Pancang Minipile 20x20 Minipile 25x25 Bobok Minipile 20x20 Bobok Minipile 25x25 Pondasi Strauss Beton Pile Cap Sloof Retaing Wall Lantai kerja 0,1334 1,9960 4,4634 0,0459 0,0890 0,2896 9,8852 Pekerjaan Beton LANTAI - DASAR LANTAI - 1 LANTAI - 2 LANTAI - 3 LANTAI - 4 / ATAP 9,0394 16,4672 11,8531 10,7067 4,6096 Pekerjaan Ground Watter Tank Dinding Ground Wattertank Watterstop Plat Tutup Ground Wattertank Block Out 0,4036 0,0150 0,0448 0,0071 Pekerjaan baja LANTAI - 1 LANTAI - 2 LANTAI - 3 LANTAI - ATAP 1,2570 2,0978 2,2806 0,3503 Pekerjaan Penutup Atap Pasang penutup atap bitumen . ermasuk kalsiboard 8m. Rangka atap Baja Ringan 0,2068 0,0403 Pek Struktur Tangga LANTAI DASAR LANTAI - 1 LANTAI - 2 LANTAI - 3 1,5562 1,6451 1,6451 0,5335 100,00 PROGREES RENCANA KOMULATIF PROGREES RENCANA PROGREES REALISASI KOMULATIF PROGREES REALISASI DEVIASI Surabaya. Dibuat Oleh. Oct-23 Nov-23 0,53355 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,04446 0,04446 0,04446 0,05928 0,05928 0,05928 0,09168 0,09168 0,09168 Dec-23 Jan-24 Feb-24 Mar-24 Apr-24 May-24 0,53355 0,53355 0,53355 0,53355 0,53355 0,53355 0,53355 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,04446 Jun-24 Jul-24 Aug-24 Sep-24 Oct-24 Nov-24 Dec-24 KETERANGAN 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00071 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,00212 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,08363 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,02795 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,00953 0,01588 0,01588 0,01588 0,03601 0,03601 0,03601 0,03601 0,03601 0,03601 0,03601 0,03601 0,08003 0,08003 0,08003 0,08003 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00615 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00146 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00295 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,00410 0,15888 0,15888 0,15888 0,15888 0,17367 0,17367 0,09079 0,09079 0,09079 0,09079 0,09079 0,09079 0,09079 0,47464 0,47464 0,47464 0,47464 0,04787 0,04787 0,04787 0,04787 0,04787 0,04787 0,04787 0,04787 0,13339 0,39920 0,39920 0,39920 0,39920 0,39920 0,89268 0,89268 0,89268 0,89268 0,89268 0,01147 0,01147 0,01147 0,01147 0,02225 0,02225 0,02225 0,02225 0,07241 0,07241 0,07241 0,07241 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 0,04787 IDHUL FITRI Pekerjaan LIBUR HARI RAYA No. 0,70609 0,70609 0,70609 0,70609 0,64567 0,64567 0,64567 0,64567 2,05840 2,05840 2,05840 2,05840 2,05840 2,05840 2,05840 2,05840 1,48163 1,48163 1,48163 1,48163 1,48163 1,48163 1,48163 1,48163 1,33834 1,33834 1,33834 1,33834 1,33834 1,33834 1,33834 1,33834 0,57620 0,57620 0,57620 0,57620 0,57620 0,57620 0,57620 0,57620 0,13452 0,13452 0,13452 0,01500 0,04476 0,00711 0,41900 0,41900 0,41900 0,52446 0,52446 0,52446 0,52446 0,57016 0,57016 0,57016 0,57016 0,17515 0,17515 0,06892 0,06892 0,06892 0,01343 0,01343 0,01343 0,38905 0,38905 0,38905 0,38905 0,41128 0,41128 0,41128 0,41128 0,41128 0,41128 0,41128 0,41128 0,13339 0,13339 0,13339 0,13339 0,28317 0,32763 0,33614 0,71872 1,19336 1,14890 1,14890 1,14890 2,27320 2,22772 2,14484 1,69132 1,67545 0,62442 0,62442 0,54439 1,89615 1,54035 1,54035 1,54035 1,54035 1,49247 1,49247 1,49247 1,49247 1,49247 0,00000 0,00000 1,62699 1,64199 1,63410 2,19911 2,19911 2,19911 2,19911 2,19911 2,61810 2,66286 2,61810 1,62235 1,62235 1,62235 1,62235 2,01139 2,01139 2,01139 2,53585 1,89033 1,89033 1,89033 1,89033 1,89033 1,89033 1,93820 2,98494 2,72652 1,37476 0,85030 0,85030 1,28707 1,28707 1,46222 0,97441 0,21691 0,21691 0 0,28317 0,61080 0,94694 1,66566 2,85902 4,00792 5,15682 6,30572 8,57892 10,80664 12,95148 14,64281 16,31825 16,94267 17,56709 18,11148 20,00763 21,54797 23,08832 24,62867 26,16901 27,66148 29,15396 30,64643 32,13890 33,63137 33,63137 33,63137 35,25836 36,90035 38,53445 40,73356 42,93266 45,13177 47,33087 49,52998 52,14808 54,81094 57,42904 59,05139 60,67373 62,29608 63,91842 65,92982 67,94121 69,95260 72,48845 74,37877 76,26910 78,15942 80,04975 81,94008 83,83040 85,76860 88,75354 91,48006 92,85481 93,70511 94,55541 95,84248 97,12955 98,59177 99,56619 99,78309 100,00000 GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 4. 10 Superinpouse Waktu Durasi Non Zonasi dan Zonasi Metode Schedule dengan gambar Pelaksanaan Pekerjaan non-zonasi dan zonasi Merupakan suatu metode yang dibuat untuk menjabarkan apa -apa saja pekerjaan yang akan dikerjakan atau rencana kerja yang dibuat sedemikian rupa hingga memenuhi target yang dicapai dan juga mempermudah untuk menjelaskan. Dari metode Schedule gambar dapat diikuti oleh pihak lapangan nantinya dimana progress tersebut sangat penting step Ae stepnya demi hasil yang diinginkan mampu sesuai target waktu pelaksanaan Schedule dengan menggunakan gambar merupakan penjabaran dari Schedule kurva S dengan data yang diambil Durasi waktu pelaksanaan dan Schedule dengan menggunakan gambar juga menjelaskan pencapaian Progress tiap bulan dan juga menjelaskan kebutuhan pengadaan bekisting 1Lantai Untuk 4 Lantai ( Zonasi ) dan 2Lantai Untuk 4Lantai ( non-Zonas. Berikut penjabaran Schedule dengan gambar seperti di bawah ini : Zonasi GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Non - Zonasi Analisis Perbandingan Biaya Pekerjaan Bekisting Zonasi dan Non Zonasi Analisis Perbandigan Biaya Pekerjaan Bekisting zonasi dan non Zonasi adalah perbandingan dan perbedaan biaya analisis harga satuan bekisting dengan perhitungan perencanaan zonasi dan non zonasi. Analisis biaya pekerjaan bekisting juga merupakan salah satu Analisa harga satuan pekerjaan yang sangat erat keterkaitannya dengan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ),didalam penelitian ini aka ada perbedaan harga satuan per 1m2 antara sistim zonasi dan non zonasi di pekerjaan bekisting yang menggunakan material dari kayu dan material perancah dari besi. dengan adanya perbedaan Analisa harga tentunya memberikan keuntungan secara keseluruhan di GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 dalam Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) dengan menerapkan sistim perencanaan zonasi. Didalam analisis perbandingan biaya tersebut akan di dapatkan perbandingan zonasi dan non zonasi: Analisis harga satuan pokok pekerjaan khususnya bekisting Sesuai Tabel 4. Analisis Kooffisien Pemakaian dan Sewa 1m2 Pekerjaan Bekisting Sesuai Tabel 4. Analisis Pengadaan Pemakaian Bekisting ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 4. 12 Analisa Koofisien Pemakaaian Pekerjaan Bekisting RT. KM House M-8 Tabel 4. 11 Analisa Pekerjaan Bekisting RT. KM House M-8 Penjabaran Analisis dari Tabel 4. 12 ( Analisa Koofisien Pemakaaian Pekerjaan Bekisting RT. KM House M-8 ) Yang dimaksut 1X kooefisien standart pemakaian 1 kali Yang dimaksut 2X kooefisien standart pemakaian 2 kali pemakaian, yaitu nilai koofisien dibagi 2 ( Non-zonasi ) Yang dimaksut 4X koofesien standart pemakaian 4 kali pemakaian, yaitu nilai koofesien di bagi 4 . istem zonas. Yang dimaksut sewa 1 bulan ( Pemakaian 1 Bulan Pasang dan Bongkar Perenxcah ) sistem zonasi Yang dimaksut sewa 2 bulan ( Pemakaian 2 Bulan Pasang dan Bongkar Perenxcah ) sistem non-zonasi Analisis pengadaan pemakaian Bekisting Zonasi dan nonzonasi adalah : Analisis bekisting sesuai Kontrak ( Non Zonasi ) . Material Kayu 2X pemakaian dikarenakan jumlah lantai ada 4 lantai yang menggunakan bekisting Multiplext,di pelaksanaan pekerjaan non zonasi penyediaan material bekisting disiapkan 2 lantai full jadi untuk mendapatkan pemakaian 2x jumlah lantai . di bagi penyedian material . Lanta. ,untuk skmatik penggunaan material bekisting bisa dilihat di gambar Schedule dengan gambar didalam gambar skematik terdapat arah pemakaian dan perpindahan material bekisting yang dijelas dengan arah panah dan Kode Huruf A dan B serta Arsiran perbedaan warna Pemakian peruntukan bekisting Untuk lantai yang tertera,berikut penjelesan arti kode dan arsiran warna adalah sebagai berikut : - Kode huruf A diperuntukan untuk lt 1 dan lt 3 - Kode huruf B diperuntukan untuk lt 2 dan lt Atap GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 - Arsiran warna merah muda untuk lt 1 dan lt 3 - Arsiran warna merah untuk lantai 2 dan lantai Atap . Pemakaian sewa perancah bekisting ditentukan lama pemakaian 2bulan dikarenakan proses pelaksanaan pekerjaan pembetonan plat dan balok membutuhkan waktu 6 minggu dan 2minggu waktu untuk bongkar bekisting . engan catatan beton sudah ada zat addetif yang mempercepat pengerasan beton,jadi aman dibongkar dalam waktu usia beton 2mingg. , jadi total pemakaian sewa bekisting 2bulan adalah 8minggu atau Analisis bekisting sesuai Perencanaan ( Zonasi ) . Material Kayu 4X pemakaian dikarenakan jumlah lantai ada 4 lantai dan perlantai terdapat 3 zona, dalam 1 zona membutuhkan waktu 2minggu pelaksanan dan 1Lantai Bangunan membutuhkan waktu 6 Minggu atau 1 Bulan didapat dari pelaksanaan per zona 2 Minggu dikali jumlah zona ( 3zona ) perlantai bangunan. jadi untuk penyediaan material bekisting cukup 1Lantai untuk 4 Lantai bangunan. untuk skematik penggunaan material bekisting bisa dilihat di gambar schedule menggunakan gambar, didalam gambar skematik terdapat arah pemakaian dan perpindahan material bekisting yang dijelas dengan arah panah dan Kode Huruf A. C serta Arsiran perbedaan warna Pemakian peruntukan bekisting Untuk lantai yang tertera,berikut penjelesan arti kode dan arsiran warna adalah sebagai berikut : - Kode Huruf A diperuntukan untuk Zona 1 lanta 1, lantai 2, lantai 3 dan lantai atap - Kode Huruf B diperuntukan untuk Zona 2 lantai 1, lantai 2, lantai 3 dan lantai atap - Kode Huruf C diperuntukan untuk Zona 3 lantai 1, lantai 2, lantai 3 dan lantai atap . Pemakaian sewa perancah bekisting ditentukan lama pemakaian 1bulan perzona dikarenakan proses pelaksanaan pekerjaan pembetonan plat dan balok membutuhkan waktu 2 minggu dan 2minggu waktu untuk bongkar bekisting . engan catatan beton sudah ada zat addetif yang mempercepat pengerasan beton,jadi aman dibongkar dalam waktu usia beton 2mingg. , jadi total pemakaian sewa bekisting 1bulan Perzona,dikarenakan dengan sistim zonasi pekerjaan bisa displit perlantainya sesuai Schedule dengan menggunakan gambar Dari Analisa dan pembahasan penelitihan diatas dijabarkan ringkasan sesuai tabel 4. GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 4. 13 Ringkasan dari Anailisis dan pembahasan Keterangan : - Abjad dengan Warna Merah menggunakan Rumus Indek Prosentase Keuntungan Warna Merah - Abjad dengan Warna Hitam menggunakan Rumus Indek Prosentase Keuntungan Waran Hitam KESIMPULAN Setelah penulis melakukan Analisa sesuai dengan paparan diatas maka didapati kesimpulan yaitu : Sedangkan dari Rencana Anggaran Biaya ( RAB) ada perbedaan anatara perencanaan sistem zonasi atau non zonasi. RAB non zonasi . Rp12. 000,00 ,RAB zonasi Rp 11. 000,00, dari perbedaan RAB diatas dapat didapat keuntungan sekitar Rp 000,00 dengan perencanaan zonasi sangat bermanfaat bagi kontraktor mendapat keuntungan yang Dari schedule didapati metode sistem zonasi lebih cepat yakni berbanding untuk metode non zonasi yaitu sekitar 52minggu Dengan dilakukannya metode sistem non Ae zonasi ini berdampak pada pemakaian begisting yang akan membuat biayanya yang membengkak dan waktunya yang lebih lama yakni 65 minggu. metode zonasi ini untuk pengecoran lantai 1 sampai dengan lantai atap yakni membutuhkan waktu 21 minggu, sedangkan dengan metode non zonasi waktu yang diperlukan dari lantai 1 sampai dengan lantai atap membutuhkan waktu 34 minggu, dengan adanya perencanaan sistem zonasi akan di dapat selisih waktu pelaksanaan yang signifikan yaitu 13 Minggu, dengan selisih waktu sedimikian signifikan tersebut akan didapat keuntungan penggunaan material bekisting yang signifikan dan juga keuntungan site management dan lain lain di dalam pelaksanaan proyek. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2024 Sedangkan menggunakan gambar, dapat mempermudah seluruh manpower yang terlibat di dalam proyek dapat dengan mudah untuk membaca target target waktu pelaksanaan pekerjaan dan dangan schedule dengan gambar juga dapat mempermudah orang awam atau Sebagian owner yang belum mengerti dunia proyek dapat dengan mudah membaca tahapan tahapan waktu atau target pencapaian perbulan berapa lantai yang dikerjakan selama proses proyek berjalan Sedangkan dari Analisa Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) anatara sistim zonasi dan non zonasi terdapat perbedaan pemakaian dan penggunaan material bekisting, penggunaan material dan pengadaan bekisting menggunakan sistem zonasi bisa didapat pemakaian 4 kali, sedangkan metode non zonasi pemakian material bekisting 2kali pemakian. Dari segi waktu material sewa perancah begisting zonasi lebih pendek dan non zonasi lebih Panjang. Dapat disimpulkan bahwa metode non zonasi dan zonasi lebih efektif metode zonasi baik dari jadwal, tempat, maupun materialnya, serta Anggaran Biayanya. SARAN Berdasarkan hasil dan kesimpulan Penelitihan ini, maka perlu diberikan beberapa saran yaitu : Diperlukan perencanaan metode pelaksanaan, yang salah satunya dengan metode zonasi dengan tujuan untuk mengoptimalkan biaya pelaksanaan Rencana Anggaran Pelaksanaan Lapangan ( RAPL ) terhadap Rencana Anggaran Biaya ( RAB ), sehingga menambah keuntungan kontraktor di item pekerjaan khususnya pekerjaan prelim atau persiapan dan pekerjaan bekisting tanpa mengurangi mutu dan hasil pekerjaan suatu Diperlukan perencanaan zonasi yang dapat mengoptimalkan dan mempercepat waktu pelaksanaan proyek atau Schedule dengan input dan pengolahan data berupa Master Schedule Kurva S Diperlukan perencanaan Schedule dengan menggunakan gambar untuk dapat menjabarkan dan menvisualisasikan bagi owner yang tidak mengerti pekerjaan Pembangunan proyek serta dapat memonitoring tahapan - tahapan pekerjaan suatu proyek dari awal sampai Diperlukan analisis pekerjaan bekisting untuk mengoptimalkan pengadaan material khususnya material bekisting dan dapat menjabarkan lebih detail penggunaan material khususnya material bekisting Sebagai masukan atau saran yang utama untuk penelitihan lanjutan dapat melaksanakan pengembangan penelitihan yang lebih dalam dan mendetail mengenai percepatan waktu pelaksanaan, pengoptimalan pengadaan material bekisting yang lebih bervariasi sehingga dapat menambah keuntungan dari nilai proyek dan juga mengantisipasi dampak kerugian karena kesalahan metode GRIANTO/ANALISIS A. /1074 - 1082 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. DAFTAR PUSTAKA